Artikelilmiahs

Menampilkan 621-640 dari 52.048 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
6216620A1H008054ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PRODUKSI HEALTHY COCONUT OIL (Studi Kasus di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Petanahan, Kabupaten Kebumen)
Healthy Coconut Oil (HCO) adalah minyak goreng yang terbuat dari VCO yang dihilangkan rasa dan bau kelapa, disaring dan dimurnikan tanpa pemanasan tinggi sehingga tidak menimbulkan trans fatty acid. Tujuan yang ingin di capai dari penelitian ini adalah mengetahui kelayakan usaha produksi HCO di BUMDes Petanahan, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, dilihat dari aspek financial dan mengetahui tingkat sensitivitas usaha produksi HCO apabila terjadi hal-hal seperti penurunan harga jual, penurunan produksi atau kenaikan harga bahan baku. Berdasarkan analisis kelayakan usaha produksi HCO, diketahui NPV Rp 138.451.923, IRR 27,1%, MARR 15,5 %, Net B/C Ratio 2,2 dan Payback Period (PBP) selama 5,0 tahun usaha pembuatan HCO dinyatakan layak untuk dikembangkan. Maksimal penurunan produksi HCO, penurunan harga jual HCO dan kenaikan harga bahan baku yang dapat ditoleransi berturut-turut adalah 5,01%, 5,01% dan 6,33%.

Kata kunci: Healthy Coconut Oil, minyak goreng dan minyak kelapa.
Healthy Coconut Oil (HCO) is a vegetable oil made from VCO which eliminated the taste and smell of coconut, filtered and purified without heating so as not to cause high trans fatty acids. The objectives to be achieved from this study was to determine the feasibility of the production of HCO in BUMDes Petanahan, District Petanahan, Kebumen, seen from the financial aspects of the business and determine the level of sensitivity of HCO production in case of things like price reductions, reduced production or increase prices raw materials. Based on the analysis of the feasibility of the production of HCO, known to Rp 138.451.923, NPV, IRR 27.1%, MARR 15.5%, Net B / C ratio of 2.2 and the payback period (PBP) for 5.0 years making business HCO declared eligible to be developed. Maximum decrease in the production of HCO, HCO selling price reductions and price increases of raw materials that can be tolerated in a row is 5.01%, 5.01% and 6.33%.

Keywords: Healthy Coconut Oil, fried oil and coconut oil.
6226621A1L109034PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCHOY PADA TANAH ULTISOLPenelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil pakchoy, 2) mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil pakchoy, dan 3) mengetahui interaksi antara dosis pupuk kandang dengan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil pakchoy, serta mendapatkan perlakuan yang memberikan hasil tertinggi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2012 sampai Februari 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 12 perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan. Faktor yang dikaji terdiri dari 2 faktor, yaitu dosis pupuk kandang dan jarak tanam. Dosis pupuk kandang yang digunakan adalah 0 kg/petak atau kontrol (R0), 2,25 kg/petak (R1), 3,38 kg/petak (R2), dan 4,5 kg/petak (R3). Jarak tanam yang digunakan adalah 30 x 20 cm (F1), 30 x 25 cm (F2), dan 30 x 30 cm (F3). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot segar akar (g), bobot kering akar (g), bobot segar tanaman (g), bobot kering tanaman (g), bobot segar tajuk (g), bobot kering tajuk (g), bobot tanaman per hektar (ton/ha), luas daun (cm2), indeks luas daun (ILD) dan Shoot/Root ratio. Hasil penelitian menunjukan aplikasi dosis pupuk kandang tidak berpengaruh hampir terhadap seluruh variabel pengamatan kecuali bobot segar tanaman dan bobot segar tajuk. Jarak tanam berpengaruh terhadap variabel bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot tanaman per hektar dan indeks luas daun (ILD). Interaksi dosis pupuk kandang dan jarak tanam terjadi pada bobot segar tajuk dan bobot segar tanaman.

This research purposed to: 1) determine the effect of dose the manure on growth and yield pakchoy, 2) determine the effect ofspacing on growth and yield pakchoy, and 3) interaction between the dose of manure with spacing on growth and yield pakchoy, andgettreatmentwhich gavethe highest yield. The research was started from December 2012 to February 2013. This research using Randomized Complete Block Design (RCBD) with 12treatments and 3 (three) replications. Treatments consists of two factors, that is the dose of manure and plant spacing. Manure doses used 0 kg/plot or control (R0), 2,25 kg/plot (R1), 3,38 kg/plot (R2), and 4,5 kg/plot (R3). Spacing used 30 x 20 cm (F1), 30 x 25 cm (F2), and 30 x 30 cm (F3). The variables observed were crop height (cm), number of leaves (pieces), fresh and dry weight of roots (g), fresh and dry weight of crop (g), fresh and dry weight of canopy (g), the weight of plants per hectare (tons/ha), leaf area index, leaf area (cm2) and Shoot /Root ratio. Results of research showed that aplication of manure doses virtually no effecton to all variables except tofresh weight of crop and canopy. Effect on the variable spacing to fresh and dry weigh tof crop and canopy, the weight of plants per hectare (tons/ha) and leaf area index. Interaction dose of manure and spacing occurs in fresh weight of the crop and canopy.
6236622D1E009067JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL), MIKROBA, DAN KADAR AIR KEFIR SUSU KAMBING DENGAN KONSENTRASI BIJI KEFIR DAN WAKTU FERMENTASI BERBEDAPenelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi biji kefir dan waktu fermentasi yang berbeda pada kefir susu kambing terhadap jumlah BAL, mikroba, dan kadar air. Materi penelitian yang digunakan adalah 4 liter susu kambing, kultur starter biji kefir (Balai Pascapanen Cimanggu, Bogor), NaCl 0,85%, aquades, media MRSA 54,56 g dan PCA 14 g. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 3 x 2. Faktor 1 konsentrasi biji kefir, 1) 1% (K1), 2) 3% (K2), 3) 5% (K3). Faktor 2 waktu fermentasi yaitu 1) 8 jam (W1), 2) 16 jam (W2), sehingga ada 6 perlakuan (K1W1, K1W2, K2W1, K2W2, K3W1 dan K3W2) dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa pemberian konsentrasi biji kefir dan waktu fermentasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap Jumlah BAL, mikroba, dan kadar air. Disimpulkan bahwa pemberian konsentrasi biji kefir dan waktu fermentasi yang berbeda pada pembuatan kefir susu kambing relatif sama terhadap jumlah BAL, mikroba, dan kadar air.The purpose of this research was to study the effect of various concentrations of kefir grains and different fermentation time usage on goat milk kefir to amount of latic acid bacteria, microbes, and water content. The material used in this research were 4 litter of fresh goat’s milk, kefir grains (Hall Postharvest Cimanggu, Bogor), NaCl 0,85%, aquades, MRSA 54,56 g and PCA 14 g. The method used is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) 3 x 2 factorial. Factor 1 concentrations of kefir grains, 1) 1% (K1), 2) 3% (K2), 3) 5% (K3). Faktor 2 fermentation time 1) 8 jam (W1), 2) 16 jam (W2), so there are 6 treatments (K1W1, K1W2, K2W1, K2W2, K3W1 dan K3W2) and 4 replications. The result showed that the addition of consentration of kefir grains anddifferent fermentastion time had no significant effect (P>0.05) about amount of lactic acid bacteria, microbes, and water content. Concluded that the administration of kefir grain and different fermentation time on making goat milk kefir relatively equal to the number of BAL, microbes, and water content.
6246900F1A007057EKSISTENSI WARNET DI TENGAH MAJUNYA TEKNOLOGI INFORMASI SELULER DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARAPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan Bagaimanakah sikap dan strategi para pengusaha warnet dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi seluler di Kecamatan Purwokerto Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dengan demikian peneliti dapat menggali lebih dalam informasi karena penelitian kualitatif dilakukan secara intensif sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling.Ada hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mempertahankan eksistensi warnet beberapa kendala yang harus dihadapi yaitu berkembangnya teknologi komunikasi seluler, maraknya akses internet gratis di tempat umum, bertambahnya saingan, kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik) dan keadaan pengunjung yang tidak stabil. Pengusaha warnet yang masih dapat bertahan sampai saat ini memiliki beberapa strategi khusus yaitu seperti mengandalkan game online, buka selama 24 jam, memberi harga promosi, mengutamakan kenyaman tempat dan pelayanan, meningkatkan dan menjaga kualitas perangkat, mengadakan acara , serta penghematan biaya operasional. Untuk mempertahankan usahanya dari gempuran-gempuran kendala yang terjadi pengusaha warnet harus memiliki kreativitas yang tinggi serta kesabaran dan ketekunan untuk mempertahankan usahanya. disamping itu dibutuhkan perhitungan yang matang untuk menentukan strategi dan cara yang tepat untuk membuat warnetnya ramai pengunjung. The aims of the research to reveal the attitudes and strategies How entrepreneurs cafe in the face of mobile information technology development in the District of North Purwokerto . The method used in this study is a qualitative method . Thus researchers can dig deeper for information intensive qualitative research conducted so that the results obtained in accordance with what is happening on the ground . Informants retrieval technique used was purposive sampling.Ada results showed that to maintain the existence of the cafe several obstacles that must be overcome is the development of mobile communication technology , the rise of free internet access in public areas , increasing competition , rising electricity ( electricity tariff ) and state visitors unstable . Businessman cafe that still stands to this day has some special strategies such as relying on the online game , open for 24 hours , giving a promotional price , place and service prioritizes comfort , improve and maintain the quality of the devices , events , and operational cost savings . To maintain its business - onslaught onslaught of obstacles that occur cafe entrepreneur must have high creativity and the patience and perseverance to maintain its business . in addition to the calculation needed to determine the strategy and the right way to make a crowded café .
6256623C1B009076Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen pada Perusahaan LQ45 Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Free Cash Flow, Leverage, Ukuran Perusahaan, dan Daur Hidup Perusahaan terhadap Kebijakan Diveden pada perusahaan LQ45. Sampe dari penelitian berjumalah 8 perusahaan yang terdaftar pada LQ45 selama 2009 sampai 2012, Pemelihin sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Untuk membuktikan hipotesis, penelitian ini menggunakaan Analisis Regresi Berganda. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Free Cash Flow dan Daur Hidup Perusahaan tidak memeiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kebijakan Dividen, sedangkan Leverage dan Ukuran Perusahaan memeiliki pengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen.
The purpose of this research is to analyze the influence of Free Cash Flow, Leverage, Firm Size and Firm Life Cycle to Dividend Policy of LQ45 Companies. The samples of this research were 8 Companies listed at LQ45 during 2009 until 2012, they were selected using purposive sampling technique. To prove the hypothesis, this research was analyzed Multiple Linier Regression Model. The result of this research showed that Free Cash Flow and Firm Life Cycle had no significant influence on Dividend Policy, while Leverage and Firm Size had significant influence on Dividend Policy.
6266816H1B009056APLIKASI METODE ALJABAR MATRIKS UNTUK MENENTUKAN SOLUSI OPTIMUM PERSAINGAN PELANGGAN ANTAR PROVIDER GSM DI PURWOKERTOSetiap kegiatan bisnis selalu dihadapkan dengan persaingan, sehingga pengambilan keputusan untuk menentukan langkah yang tepat menjadi hal yang sangat penting. Dalam hal ini, teori permainan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengambilan keputusan. Dalam teori permainan, metode aljabar matriks merupakan salah satu metode penyelesaian untuk mencari solusi optimum secara sistematis.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Hal ini terbukti dengan sistem informasi maupun komunikasi yang sangat mudah diakses, bahkan melalui telepon genggam pengguna dapat melakukan berbagai hal. Penelitian ini mengamati persaingan antar provider GSM di Purwokerto menggunakan media kuesioner. Siswa dan siswi SMA, MA, dan SMK menjadi objek dalam penelitian ini (responden). Hasil penelitian diolah menggunakan teori permainan dengan dua asumsi dan masing-masing asumsi menghasilkan 10 matriks pay off . Asumsi pertama menghasilkan paket unggulan dari masing-masing provider GSM yaitu paket Mau untuk XL, paket Kartu As Extra Ampuh untuk Kartu As, paket Internet untuk Axis, paket Jagoan Internet untuk Tri, dan paket Anti Galau untuk Im3. Pada asumsi kedua hanya Kartu As yang tidak memiliki strategi campuran.
All of business activity always be confronted with competition, then decision making to determine an acurate step become important. In that case, the game theory used to be an alternative in decision making. The method of matrix algebra is one of methods in game theory to creates optimum solution systematically.
Development of science and technology become powerfull effect to the busibess. It’s proved by easy access of information and communication, more over people can do any thing by hand phone. This research observes on competition between provider of GSM in Purwokerto by questionnaire. Students of senior high school, islamic high school, and technical high school become an object (respondent). The result of this research be analized by game theory with two assumptions and each assumption creates 10 pay-off matrices. The first assumption produces special parcel for each provider GSM i.e Mau by XL, Kartu As Extra Ampuh by Kartu As, Internet by Axis, Jagoan Internet by Tri, and Anti Galau by Im3. At the second assumption, only Kartu As which isn’t has mixed strategy.
6277075H1L009014PENGEMBANGAN SISTEM PERINGATAN DINI BAHAYA KEBAKARAN DENGAN SENSOR ASAP MQ-2 BERBASIS LAYANAN SMS (SHORT MESSAGE SERVICE)
STUDI KASUS : TOKO MEBEL SABAR PURWOKERTO
Api adalah salah satu elemen yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia jika dapat mengendalikan dalam pemanfaataannya, akan tetapi sangat penting untuk mengetahui dan menghindari musibah yang disebabkan oleh api, yaitu kebakaran. Kebakaran adalah suatu bencana yang sangat merugikan. Tanda-tanda kebakaran adalah munculnya api, asap, dan kenaikan suhu udara pada tempat terjadinya kebakaran. Untuk membantu mahasiswa dalam pemilihan peminatan tersebut, maka dibangun sebuah sistem pendeteksi dini bahaya kebakaran menggunakan layanan sms. Sistem ini mengintegrasikan sensor asap MQ-2, mikrokontroller ATMega16, dan telepon genggam. Berfungsi untuk mendeteksi dan memberitahukan kebakaran pada suatu ruangan kepada pemilik bangunan atau petugas dengan memaksimalkan penggunaan SMS (Short Message Service). Hasil akhirnya adalah berupa pesan peringatan karena adanya asap dengan konsentrasi yang tinggi.Fire is one of the elements that possess a lot of benefits for human life if we can control it in the utilization, but it is important to know about the disaster caused by fire, it is conflagration fire. Conflagrationfire is a very harmful disaster. The signs of theconflagration fire are the appearance of fire, smoke, and increasing air temperature in the place where the conflagration fire takes place. To help the students in choosing the interest, then the early warning fire alarm system by using short messages service and cell phone is built. This system integrates the smoke sensor MQ-2, microcontroller ATMega 16, and cell phone. The function is detect and warn conflagration fire in a room to the owner of the building or the officer by optimizing the use of SMS (Short Message Service). The final result is a warning text caused by high concentrate smoke.
6286625A1C008057PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN KESEHATAN TERHADAP PERMINTAAN GULA JAGUNG PADA TINGKAT RUMAH TANGGA DI KOTA PURWOKERTOSemakin maju suatu bangsa, tuntutan dan perhatian terhadap pangan tidak hanya pada penyediaan secara kuantitas saja, tetapi juga kualitas. Salah satu bahan pangan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia adalah gula. Ketergantungan konsumen terhadap konsumsi gula cukup besar, namun konsumsi gula secara berlebihan justru akan mengancam kesehatan. Hal tersebut mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke dalam pola hidup sehat dengan cara mengkonsumsi gula jagung yang lebih baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh umur, pendidikan, pendapatan, harga gula pasir, harga gula jagung, dan tingkat kesehatan terhadap permintaan gula jagung pada tingkat rumah tangga di Kota Purwokerto; dan (2) Menghitung elastisitas permintaan gula jagung di Kota Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik accidentally sampling (secara kebetulan) dan sampel yang diteliti sebanyak 42 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Permintaan gula jagung tingkat rumah tangga di Kota Purwokerto dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, harga gula jagung dan kondisi kesehatan; dan (2) Permintaan gula jagung di Kota Purwokerto bersifat inelastis terhadap harga dan pendapatan.More advanced a nation, the demands and attention of food is not only the preparations of quantity but also quality. One of the staple foodstuffs that can not be separated by human being life of Indonesian society is sugar. Consumer dependence of sugar consumption is quite large, but excessive sugar consumption will threaten health. That reason encourage people to start turning into a pattern of healthy life by consuming corn sugar for better health. The objectives of this research are: (1) to analyze the influence of age, education, income, the price of sugar, the price of corn sugar, and health condition to the demand of corn sugar at the household level in Purwokerto City, and (2) Calculate the elasticity of the demand of corn sugars in Purwokerto City. The research method in this research is survey. The sampling method in this research uses accidentally sampling ( by chance ) and the number of sample are 42 respondents. The research results showed (1) The demand for corn sugar at household level in Purwokerto city is influenced by amount of income,the price of corn sugar and health condition, and (2) the demand for corn sugar in Purwokerto City is inelastic to price and income
6296627A1L009140SELEKSI DAYA HASIL DAN KANDUNGAN PROTEIN GENOTIP–GENOTIP PADI POPULASI F6 KETURUNAN DUA KOMBINASI PERSILANGANPeningkatan produksi dan perbaikan gizi beras terutama kandungan protein perlu dilakukan untuk membantu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keragaman komponen hasil dan daya hasil genotip-genotip F6 keturunan dua kombinasi persilangan, 2) mengetahui kandungan protein genotip-genotip F6 keturunan dua kombinasi persilangan, 3) memperoleh genotip-genotip berdaya hasil tinggi dan kandungan protein tinggi pada populasi F6 keturunan dua kombinasi persilangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2012 sampai April 2013 di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dan untuk analisis kandungan protein dilaksanakan di Laboratorium IlmuTanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dan rancangan perlakuan Augmented Design dengan 4 kali ulangan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, persentase gabah isi, bobot gabah per rumpun, dan kandungan protein. Data dari varietas pembanding dianalisis hasilnya menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% dilanjutkan uji Least Significant Increase (LSI) untuk melihat perbedaan genotip yang dicoba dengan varietas pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman komponen hasil dan daya hasil padi populasi F6 keturunan dua kombinasi persilangan yaitu Poso dengan Milky Rice dan Mentik Wangi dengan G39. Diperoleh kisaran kandungan protein genotip populasi F6 yaitu 6,59% - 11,15%, terdapat 2 genotip yang memiliki kandungan protein tinggi dari persilangan Mentik Wangi dengan G39 yaitu genotip G21-9 (11,02%) dan G30-1 (11,15%). Diperoleh genotip terseleksi berdasarkan komponen hasil, dan hasil padi populasi F6 yaitu G30-6, G69-2, G68-3, G30-15, G30-4, G30-10, G30-16 yang kemudian dapat digunakan dalam seleksi lebih lanjut. Increasing of production and improving of nutrition, especially protein content of rice is important to help the food and nutrition needs of the community. This research aimed to 1) determine the diversity of yield components and yield of F6 genotypes derived from two cross combinations, 2) determine the protein content of F6 genotypes derived from two cross combinations, 3) obtaining genotypes for high yield and high protein
2
content of F6 population derived from two cross combinations. This research was conducted on November 2012 until April 2013 in Pandak village, Baturraden District, Banyumas regency. Protein content was analyced in Soil Science Laboratory, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research used Randomized Complete Block Design (RCBD) and Augmented Design with 4 replications. The observed variables were plant height, flowering age, harvesting age, total tiller number, number of productive tiller per hill, percentage of filled grain per panicle, grain weight per hill, and weight of protein content. Data from the comparison of varieties was analyzed using the F test at 5% error level continued Least Significant Increase (LSI) test to see the difference genotype was attempted with the check varieties. The results showed that there is diversity of yield and yield components F6 rice genotypes. Protein content of F6 rice genotypes range from 6.59% to 11.15%, there are 2 genotypes G21-9 (11.02%) and G30-1 (11.15%) from crossing of Mentik Wangi with G39 have high protein content. Based on yield and yield component is G30-6, G69-2, G68-3, G30-15, G30-4, G30-10, G30-16, could be selected on the next generation.
6306628D1E008088HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI USAHA TERNAK KAMBING PERAH DENGAN PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK PETERNAK PEGUMAS KECAMATAN GUMELARPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui partisipasi anggota Kelompok Peternak Pegumas dan mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi peternak kambing perah dengan partisipasi anggota Kelompok Peternak Pegumas Kecamatan Gumelar. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Peternak Pegumas Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan penelitian pada tanggal 1 Juni sampai dengan 15 Juni 2013. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan jenis penelitian survei. Variabel yang diukur meliputi pendidikan, umur, lama beternak, pendapatan dan partisipasi anggota Kelompok Peternak Pegumas. Data penelitian diperoleh dari daftar pertanyaan, pengamatan langsung serta dilengkapi dengan data pendukung yang diperoleh dari instansi terkait. Pengambilan data dilakukan dengan metode sensus sebanyak 32 peternak. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis partisipasi dengan memberikan skor, analisis korelasi Rank Spearman dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, partisipasi anggota Kelompok Peternak Pegumas Kecamatan Gumelar tergolong tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor sosial ekonomi dengan partisipasi anggota Kelompok Peternak Pegumas.This study was conducted to determine the participation of farmers in PEGUMAS farmers group and determine the relationship of socio-economic factors of dairy goat farmers and their participation in Pegumas Farmers Group of Gumelar Subdistrict. The study was conducted on June 1st- 15rd June, 2013. Research used the survey method and data was analyzed descriptively. Measured variables include education, age, length of farming experience, income and participation of farmers in PEGUMAS. The data were obtained using questionnaires, direct observation and equipped with secondary data from the relevant authorities. 32 farmers were chosen using census method. The level of participation was measured using scores and analyzed by Spearman Rank Correlation test. The results showed that participation of farmers in PEGUMAS was categorized high. There was a significant relationship between socio-economic factors with the participation of farmers in PEGUMAS farmers group.
6316630C1B009079Pengaruh Kepuasan pelanggan, Hambatan Berpindah dan Iklan Produk Pesaing terhadap Retensi Pelanggan pada Konsumen Pengguna Kartu Flexi di Wilayah Kerja Telkom MagelangTujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis pengaruh kepuasan pelanggan, hambatan berpindah dan iklan produk pesaing terhadap retensi pelanggan. Penelitian ini juga menganalisis variabel hambatan berpindah dan iklan produk pesaing dalam memoderasi pengaruh kepuasan pelanggan terhadap retensi pelanggan. Subjek penelitian ini adalah pelanggan Kartu Flexi di wilayah kerja Telkom Magelang yang menggunakan Flexi lebih dari satu tahun. Alat analisis yang digunakan adalah regresi moderasi selisih mutlak dengan menunjukkan hasil bahwa kepuasan pelanggan dan hambatan berpindah berpengaruh positif terhadap retensi pelanggan, iklan produk pesaing memiliki pengaruh negatif terhadap retensi pelanggan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hambatan berpindah dan iklan produk pesaing tidak memoderasi pengaruh kepuasan pelanggan terhadap retensi pelanggan pada pengguna Kartu Flexi di wilayah kerja Telkom Magelang.The purpose of this research was to explain and analyze the influence of the customer satisfaction, switching barrier and competitor product advertisement toward the customer retention. This research also analyzed the switching barrier and competitor product advertisement variable in moderate the influence of the customer satisfaction toward the customer retention.
The subject of this research were the Flexi mobile card customers in Magelang who used the Flexi card for more than a year. The analysis tools wasthe absolute differences of the moderate regretion with the research result which showed that the customer satisfaction and switching barrier had positive influence toward the customer retention, whereas the product advertisement of the competitors had negative influence toward the customer retention. This research also showed that the switching barrier and product advertisement of the competitors didn’t moderate the customer satisfaction toward the customer retention toward the customers in Magelang.
6326635A1C009033PERANAN INDUSTRI RUMAH TANGGA EMPING MELINJO TERHADAP PENINGKATAN NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN PETANI MELINJO DI KECAMATAN AMBAL KABUPATEN KEBUMENKabupaten Kebumen merupakan daerah penghasil melinjo kedua terbesar di Jawa Tengah. Pusat Produksi melinjo terdapat di Kecamatan Ambal. Produksi melinjo yang melimpah dan banyakya perempuan yang tidak bekerja menjadi salah satu peluang usaha bagi masyarakat khususnya perempuan untuk mengolah melinjo menjadi emping melinjo. Usaha emping melinjo berskala rumah tangga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mendapat nilai tambah dari melinjo yang banyak tumbuh di pekarangan rumah dan untuk mengisi waktu luang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis besarnya pendapatan industri rumah tangga emping melinjo, 2) menganalisis nilai tambah industri emping melinjo, dan 3) mengetahui besarnya curahan jam kerja perempuan pengrajin emping melinjo per hari. Sasaran penelitian ini adalah petani melinjo yang memiliki industri rumah tangga emping melinjo di Desa Blengorkulon, Desa Sumberjati, Desa Gondanglegi, dan Desa Pasarsenen. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan metode pengambilan sampel One Stage Cluster Random Sampling, diperoleh sampel atau responden sebanyak 30 orang. Data yang diambil adalah data pendapatan petani melinjo yang memiliki industri rumah tangga emping melinjo tahun 2012. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis nilai tambah, dan analisis curahan jam kerja. Hasil penelitian menunjukkan 1) besarnya pendapatan industri rumah tangga emping melinjo sebesar Rp4.744.188,36, 2) nilai tambah industri rumah tangga emping melinjo sebesar Rp6.089,53 per kilogram, dan 3) curahan jam kerja sebagai pengrajin emping sebesar 6,52 jam per hari.Kebumen is the second biggest melinjo producer in Central Java which is centralized in Kecamatan Ambal. The quantity of melinjo producing and many women do not work become one of business oportunity to the citizens especially woman netizens to manufacture melinjo into melinjo chips. The Melinjo chips Industry is a household-scale business that is based on the eagerness of citzens’ to get additional value from melinjo that grows in their yard and to spend leisure time. The research is used to 1) analized the income of this melinjo chips industry, 2) analized the additional value this household-saleindustry, and also 3) to know how much the outpouring hour of women worker per day. The target of the research is melinjo farmer who has household-scale industry of melinjo chips in Desa Blengorkulon, Desa Sumberjati, Desa Gondanglegi, and Desa Pasarsenen. Methods research using survey methods with sampling design One Stage Cluster Sampling Random, sample or respondent taken was 30 people. Data analysis method used is the analysis of income, value-added analysis, and analysis of the outpouring of working hours.The data taken is thedata of the melinjo’s farmer ‘s income who has the household-scale industry of melinjo chips in 2012. The result of the research shows 1) the income of the industry which is Rp4.744.188,36, 2) additional value is Rp6.089,53 per kilogram and 3) outpouring worktime is 6,52 per day.
6336662A1L009084EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK N PADA GALUR-GALUR F6 PADI GOGO HASIL PERSILANGAN G39 DENGAN CIHERANGPenelitian ini bertujuan untuk: 1)mengetahui respon pertumbuhan dan produksi galur-galur populasi F6 padi gogo hasil persilangan G39 dengan Ciherang terhadap penggunaan pupuk N (urea), 2) mendapatkan galur populasi F6 padi gogo hasil persilangan G39 dengan Ciherang yang berdaya hasil tinggi dan efisiendalam penggunaan pupuk N, 3) mengetahui dosis pupk N yang optimal untuk setiap galur populasi F6 padi gogo hasil persilangan G39 denga Ciherang.Penelitian ini merupakan percobaan pot yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2013 di rumah plastik Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 kali ulangan. Faktor yang diuji adalah 12 galur padi gogo F6, diantaranya G43-4, G44-4, G79-6,G43-3, G51-7, G79-4, G81-8, G28-3, G82-3, G44-6, G79-5, G76-1 dan dua varietas pembanding yaitu Inpago UNSOED 1 dan G39 dengan diberi perlakuan dosis pupuk urea dengan taraf N0 = 0 kg N/ha, N1 = 60 kg/ha, dan N2 = 120 kg N/ha. Variabel yang diamati variabel pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil tanaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon pertumbuhan dan produksi galur-galur populasi F6 menunjukkan beberapa pola, Terdapat galur yang berdaya hasil tinggi dengan pemberian pupuk N yaitu G79-6, G43-3, G82-3, G76-1.Taraf pemupukan optimum yang diperlukan oleh keempat galur tersebut berturut-turut yaitu sebesar 80 kg N/ha, 61 kg N/ha, 166 kg N/ha, 29 kg N/ha, dan 115 kg N/ha.Terdapat dua galur yang memiliki nilai efisiensi pemanfaatan N gabah yang memenuhi standar IRRI yaitu galur G82-3 dan G28-3 dengan nilai efisiensi pemanfaatan N gabah berturut-turut sebesar 59,00 dan 52,08.This research was aimed to know: 1) determine the response of growth and the production of strains F6 populations from crosses of upland rice G39 with Ciherang to N fertilizer (urea), 2) obtain strains F6 populations from crosses of upland rice G39 with a high yield Ciherang and efficient use of fertilizer N, 3) determine the optimal dose fertilizer N for each strain F6 populations from crosses of upland rice G39 premises Ciherang. This research is a pot experiment conducted in January until May 2013 held in plastic house Faculty of Agricultural, University Jenderal Soedirman Purwokerto. The experiment was used a randomized block design (RBD) with two replication. Factors tested were 12 strains of upland rice F6, including G43-4, G44-4, G79-6,G43-3, G51-7, G79-4, G81-8, G28-3, G82-3, G44-6, G79-5, G76-1 and two check varieties Inpago UNSOED 1 and G39 to be treated with a standard dose of urea fertilizer N0 = 0 kg N/ha, N1 = 60 kg/ha, and N2 = 120 kg N/ha. Variables observed variable vegetative growth and yield components of plants. The results showed that the growth response and production strains F6 population shows some patterns. There is a high yielding strain with the N fertilizer G79-6, G43-3, G82-3, G76-1. Optimum level of fertilizer required by the strain fourth row is equal to 80 kg N/ha, 61 kg N/ha, 166 kg N/ha, 29 kg N/ha, and 115 kg N/ha. There are two strains that have a value of N utilization efficiency of grain that meets the standards of IRRI strain G82-3 and G28-3 with a value of N use efficiency of grain respectively of 59.00 and 52.08.
6346663A1L009042UJI DAYA HAMBAT EMPAT ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP Ralstonia solanacearum PADA TANAMAN TOMAT IN PLANTATomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan produk hortilkultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum pada tanaman tomat telah banyak menimbulkan kerugian dan penurunan produksi. Pengendalian penyakit yang sering dilakukan petani masih bertumpu pada aplikasi pestisida sintetik yang dapat berdampak negatif, karena itu perlu dilakukan alternatif pengendalian menggunakan agensia hayati berupa jamur antagonis yang relatif murah dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat jamur Trichoderma sp. (jahe, neneas, bawang merah, pisang) yang mempunyai kemampuan unggul dalam menghambat pertumbuhan R. solanacearum melalui uji in planta pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan Rumah Kaca Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan April 2013 sampai Juli 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan RAK yang dicoba meliputi: kontrol, kontrol R. solanacearum, bakterisida, Trichoderma sp. isolat (jahe, nenas, bawang merah, pisang). Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, populasi akhir, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar akar, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya hambat empat isolat Trichoderma sp. belum mampu menekan R. solanacearum dan meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat.Tomato (Lycopersicum esculentum Mill.) is hortilcultural products that have high economic value. Bacterial wilt caused by the Ralstonia solanacearum on tomato crops has great a losses and declining production. Control of the disease which is often done by farmers still relies on the application of synthetic pesticides that can have a negative impact. Therefore it is necessary to use alternative control by using biological agents such as antagonistic fungus that is relatively inexpensive and environmental friendly.This study aimed at gaining Trichoderma sp. isolates (ginger, pineapple, shallot, banana)having superior ability to inhibit the growth through in planta on tomato crop. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and the screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto started from April to July 2013. Randomize Block Design was use in in planta test with 7 treatments and 4 replicates. The treatments in in planta test were control, Ralstonia solanacearum, bactericide, and Trichoderma sp. isolates (ginger, pineapple, shallot, banana). Variable observed was incubation period, disease intensity, late population, crop height, number of leaves, root length, root fresh weight, and crop fresh weight. Result of the research showed that inhibition ability of four Trichoderma sp. isolates had not been able to control Ralstonia solanacearum and to increase growth tomato growth.
6356632A1L009179Pengaruh pemangkasan dan pemberian campuran pupuk kandang dengan NPK terhadap tingkat serangan hama tanaman jambu biji Getas Merah (Psidium Guajava L.)Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemangkasan terhadap tingkat serangan hama jambu biji Getas Merah, 2) mengetahui pengaruh pemberian dosis campuran pupuk kandang dan NPK terhadap tingkat serangan hama jambu biji Getas Merah, 3) mengetahui pengaruh pemangkasan dan pemberian dosis campuran pupuk kandang dengan NPK terhadap hasil produksi jambu biji Getas Merah dan 4) mengetahui interaksi pemangkasan dan pemberian campuran pupuk kandang dengan NPK terhadap tingkat serangan hama dan hasil produksi jambu biji Getas Merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, pada ketinggian tempat ± 200 meter dpl, dari bulan Mei sampai Agustus 2013. Penelitian dirancang secara faktorial yang tersusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah volume pemangkasan (P1: pemangkasan 50%, P2: pemangkasan 75%, P3: pemangkasan 100%), faktor kedua adalah konsentrasi campuran pupuk kandang dan NPK, (K1: campuran pupuk kandang 15 kg dan NPK 400 g, K2: campuran pupuk kandang 20 kg dan NPK 500 g, K3: campuran pupuk kandang 25 kg dan NPK 600 g), dan sebagai kontrol adalah tanaman yang tidak dipangkas dan tidak dipupuk. Variabel yang diamati adalah populasi hama, tingkat kerusakan pucuk, intesitas serangan hama dan jumlah buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan penuh atau 100% mampu mengurangi tingkat kerusakan pucuk akibat hama kumbang moncong dan mengurangi intensitas serangan kutu putih, namun tidak mampu menekan populasi hama kumbang moncong dan tidak meningkatkan jumlah buah. Perlakuan pemangkasan 50% atau 75% mampu meningkatkan jumlah buah. Perlakuan pemupukan dengan campuran pupuk kandang dan NPK tidak mampu menekan populasi hama, tingkat kerusakan pucuk, dan intensitas serangan hama. Perlakuan pemangkasan dan pemupukan tidak menunjukan interaksi terhadap semua variabel dalam mengurangi serangan hama utama dan hasil produksi tanaman jambu biji Getas Merah.The research was aimed to: 1) determine the effect of pruning on the pest attack level on Getas Merah guava. 2) determine the effect of giving dose manure mixed with NPK on the pest attack level of guava. 3) determine the effect of pruning and mixed manure with NPK on the production of guava Getas Merah and 4) the interaction pruning and mixed manure with NPK on the level of pest infestation and yield of Getas Merah guava plant. The research was conducted in the village of Karanggude, Karanglewas district, Banyumas regency, at altitude ± 200 meters above sea level, from May to August 2013. Research was arranged in Completely randomized block design with 3 replication. The first factor is the volume of pruning (P1: pruning 50 %, P2: pruning 75 %, P3: pruning 100 %), the second factor is the concentration of a mixed of manure and NPK, (K1: a mixed of 15 kg manure and 400 g NPK, K2: a mixsed of 20 kg manure and 500 g NPK, K3: a mixed of 25 kg manure and 600 g NPK), and the control is a plant that is not manured and pruned. Variable measured were the pest population, the level of bud damage, intensity pest infestation, number of fruits. The results showed that treatment 100% pruning (P3) reduced the level of damage caused by shoots snout beetles and reduce the intensity of bug attack, but was unable to suppress pest populations of snout beetle and did increase the number of fruit. 75% pruning (P2) improve of the number of fruit. fertilizing treatment by manure mixed and NPK did not decrease pest populations, damage levels of shoots, and the intensity of pest attack. No interaction of pruning and manure treatments on all variable.
6366633A1L009124Keefektifan Empat Isolat Bakteri Antagonis terhadap Penyakit Hawar Daun Phytophthora infestans pada Tanaman Kentang di Lapangan EndemisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan formulasi bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens P19 dan P20, serta Bacillus sp. B2 dan B4 dalam mengendalikan penyakit hawar daun, pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, dan kemampuannya dalam mengimbas ketahanan tanaman terhadap jamur Phytophthora infestans di lapangan endemis. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanaman kentang di Desa Kejajar, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto, dilaksanakan dari bulan Juni sampai September 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: kontrol, P. fluorescens P19, P. fluorescens P20, Bacillus sp. B2, Bacillus sp. B4, dan pestisida. Variabel yang diamati adalah intesitas penyakit, laju infeksi, kepadatan akhir antagonis, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar dan kering tanaman, bobot segar dan kering akar, jumlah umbi, bobot umbi, dan kandungan senyawa fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian formulasi bakteri antagonis belum mampu mengendalikan penyakit hawar daun, meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman, serta mengimbas ketahanan tanaman terhadap jamur Phytophthora infestans di lapangan endemis.Research was aimed at knowing the ability of antagonistic bacteria formulation of Pseudomonas fluorescens P19 and P20, and Bacillus sp. B2 and B4 to control the diseases in the endemic field, the effect of the formulation on the growth and yield of potato in the endemic field, and the ability of the antagonistic bacteria to induce potato resistance on the fungus. The research was conducted in the potato field at Kejajar Village, Kejajar Subdistrict, Wonosobo Regency and at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from June to September 2013. Randomized Block Design was used with six treatments and four replicates. The treatments tested consisted of control, Pseudomonas fluorescens P19, Pseudomonas fluorescens P20, Bacillus sp. B2, Bacillus sp. B4, and pesticide. Variables observed were disease intensity, infection rate, late antagonist population density, crop height, number of leaves, fresh and dry weight of the crops, fresh and dry weight of roots, number of tubers, tuber weight, and phenolic compounds content Results of the research showed that the applied antagonist formulation could not control the diseases on potato, increase growth and yield, and induce resistance to the diseases on potato in the field.
6376560A1M009062ANALISIS KELAYAKAN PENDIRIAN INDUSTRI PENGOLAHAN GULA KELAPA CETAK ORGANIK DI KABUPATEN BANYUMASGula kelapa organik adalah gula kelapa yang dihasilkan dari tanaman kelapa yang dibudidayakan secara organik. Adanya penambahan laru alami pada nira kelapa telah memberikan nilai tambah yang cukup signifikan pada produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan pendirian industri gula kelapa cetak organik di Kabupaten Banyumas dengan mengkaji beberapa aspek, yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen operasional, aspek hukum dan dampak lingkungan sertaa spek finansial. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Hasil penelitian adalah menunjukkan bahwa analisis aspek pasar dan pemasaran dan data permintaan gula kelapa pada tahun 2012, industri gula kelapa organik memiliki peluang pasar yang sangat baik; analisis aspek teknis dan teknologi industri gula kelapa organik ini layak didirikan karena didukung oleh ketersediaan bahan baku dan teknologi proses yang mudah diterapkan. Industri yang akan berlokasi di Kecamatan Cilongok ini direncanakan mampu memproduksi 170 kg gula kelapa organik per hari; analisis manajemen operasional, struktur organisasi berbentuk garis dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 12 orang sangat tepat diterapkan pada industri ini; analisis aspek hukum dan dampak lingkungan, indutri ini layak untuk didirikan dengan badan usaha berbentuk Comanditaire Venootschap (CV); analisis aspek finansial menunjukkan bahwa industri ini layak untuk didirikan dengan nilai investasi perusahaan sebesar Rp. 299.844.888,00,-; nilai NPV sebesar Rp. 369.990.192,-; PI sebesar 2,23; IRR sebesar 39 % dan PBP selama 2,65 tahun.Organic coconut sugar is produced from coconut crops that are cultivated organically. The addition of natural laru on coconut sap has provided significant added value on products. This study is conducted to determine the feasibility of establishing amolded organic coconut sugar industry in Banyumas by examining several aspects, namely the market and marketing, technical and technological aspects, operational managementaspects, legal aspects and environmental impacts also financial aspect. TThis study was started on December 2012 to May 2013 using purposive sampling method. The data was taken from primary and secondary resource. The result showed by s the market and marketing analysis and demand in 2012 of coconut sugar, indicates that organic coconut sugar industry has a very good market opportunities; analysis of the technical and technological aspects indicates that organic coconut sugar industry is viable founded as it is supported by the availability of raw materials and technology process implementation easiness. The Industry which will be located in the District Cilongok is planned to produce 170 kg of organic coconut sugar per day; analysis of operational management, linear organizational structure of 12 workers are very appropriate in this industry; analysis of the legal aspects and environmental impact aspects analysis, this industry is feasible to set up the business entity in a form of Comanditaire Venootschap (CV); analysis shows that the financial aspect of the industry is feasible to set up with an investment of Rp. 299,844,888.00, -; NPV of Rp. 369 990 192, -; PI of 2.23; IRR of 39% and PBP for 2.65 years.
6386515H1A009041PENGARUH pH DAN H2O2 TERHADAP FOTOKATALITIK METILEN BIRU MENGGUNAKAN KATALIS Cr-SrTiO3Strontium titanat (SrTiO3) merupakan salah satu fotokatalis yang memiliki aktivitas fotokatalitik yang sangat besar, stabilitas tinggi, dan tidak toksik. Strontium titanat merupakan semikonduktor yang memiliki band gap (Eg) sebesar 3,2 eV. Kromium dapat digunakan sebagai dopan fotokatalis SrTiO3 karena dapat menurunkan energi celah pita menjadi 2,19 eV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH dan hidrogen peroksida terhadap fotokatalitik metilen biru menggunakan katalis Cr-SrTiO3. Katalis SrTiO3 disintesis menggunakan metode solvotermal dengan perbandingan atom Cr/Sr= 0,009 pada suhu 200oC selama 3 jam. Katalis yang terbentuk diuji aktifitas fotokatalitiknya dibawah penyinaran lampu merah selama 2,5 jam. Pengaruh pH dan konsentrasi H2O2 diuji aktivitas fotokatalitiknya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH tidak memberikan pengaruh terhadap fotokatalitik metilen biru menggunakan katalis Cr-SrTiO3 sedangkan konsentrasi H2O2 memberikan pengaruh terhadap aktivitas fotokatalitik sebesar 81,283% pada konsentrasi H2O2 dalam larutan sebesar 0,6%.Strontium titanate (SrTiO3) is one of the effective photocatalysts for have very large photocatalytic activity, high stability, and non toxic. Strontium titanate is semiconductor that has a band gap (Eg) of 3,2 eV. Chromium can be used as a dopant of SrTiO3 photocatalyst because it can reduces the band gap to 2.19 eV. This study aimed to determine the effect of pH and hydrogen peroxide to the photocatalytic of methylene blue using Cr-SrTiO3. SrTiO3 catalyst is synthesized using solvothermal method with the atomic ratio Cr / Sr = 0,009 at 200oC for 3 hours. The photocatalytic activities of the catalyst were investigated under red light for 2.5 hour. The effect of pH and H2O2 concentrate also were investigated to photocatalytic activities. The results showed that the pH does not give the effect to the photocatalytic activities Cr-SrTiO3 catalyst, whereas H2O2 concentrate does give the effect to the photocatalytic activities of 81,283% when the H2O2 concentrate in solution is 0,6%.
6396634A1H009010Pengaruh Dosis Ragi Tape dan Lama Fermentasi Terhadap Produksi Bioetanol Dari Biji SorgumSorgum manis merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan menjadi bioetanol karena mengandung gula pada bijinya. Faktor yang berpengaruh dalam produksi etanol antara lain dosis ragi dan lama fermentasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui pengaruh perlakuan dosis ragi tape dan lama fermentasi terhadap kadar etanol yang dihasilkan biji sorgum, 2) mengetahui rendemen etanol optimum dari biji sorgum. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2013 di Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor dengan sembilan kombinasi dan tiga kali ulangan. Faktor-faktor yang diuji adalah dosis ragi yaitu 10% m/m, 12% m/m dan 14% m/m; dan lama fermentasi yaitu 3, 6 dan 9 hari. Variabel yang diamati adalah kadar etanol dan rendemen bioetanol. Kadar etanol hasil fermentasi diukur menggunakan metode spektrofotometri, sedangkan untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan analisis sidik ragam. Jika berpengaruh maka dilanjutkan dengan uji perbandingan ganda menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar dosis ragi tape yang ditambahkan pada fermentasi biji sorgum manis semakin tinggi kadar etanol yang dihasilkan. Semakin lama waktu fermentasi, kadar etanol yang dihasilkan semakin tinggi sampai pada titik maksimum tertentu kemudian mengalami penurunan. Dosis ragi tape 12% m/m dan lama fermentasi 6 hari merupakan perlakuan optimum yang menghasilkan kadar etanol 1,58% dan rendemen bioetanol 4,14%.
Sweet sorghum is one of the crops which is potential to be developed into bioethanol because containing sugar on the seeds. The influential factors in the production of ethanol, the dose of yeast and fermentation. This research was aimed to: 1) Knowing influence treatment doses yeast tape and long fermentation against levels ethanol seeds sorghum produced, 2) knowing rendemen ethanol optimum from seeds sorghum. The research was carried out in February until May 2013 at the Agricultural Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. The research used Randomized Block Design-two factors with nine treatments and three replications. The factors tested are yeast “tape” doses, i.e: 10% m/m, 12% m/m and 14% m/m; and fermentation period, i.e: 3 days, 6 days and 9 days. The observed variables are the ethanol levels and bioethanol yield. Levels ethanol results fermentation measured using spectrophotometry method, while to know influence treatment is carried out the analysis of varians. If the effect is significant then followed by Duncan’s multiple range test (DMRT) at the level of 5%.Result of the research showed that the greater which yeast “tape” doses added on the fermentation process of sweet sorghum seeds, the higher levels of ethanol produced. The longer fermentation time corresponded with increasing ethanol level until certain point, then decreasing afterward. The dose of yeast “tape” of 12% m/m and fermentation period of 6 days is the optimum treatments produced ethanol levels of 1.58% and bioethanol yield of 4.14%.
6406637A1C009024PENGARUH POLA TLAHAB TERHADAP KEUNTUNGAN PETANI TEMBAKAU DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
(Kasus Desa Tlahab Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung)
Budidaya tanaman tembakau di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro yang merupakan lahan miring, rawan terjadi erosi. Guna meminimalisasinya perlu dilakukan usahatani yang terintegrasi dengan sistem konservasi. Pola Tlahab adalah suatu pola usahatani yang dilakukan dengan mengembangkan tanaman tahunan berupa kopi arabika secara berdampingan membentuk lorong (alley cropping) di lahan budidaya tembakau. Pola tersebut dilaksanakan di Desa Tlahab Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) besar keuntungan Pola Tlahab bagi petani tembakau dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan petani tembakau. Metode penelitian adalah survey. Sumber data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel stratified random sampling dengan strata luas lahan tanaman tembakau, maka diperoleh 40 petani Pola Tlahab dan 18 petani pola konvensional. Data dianalisis menggunakan analisis biaya dan pendapatan dan analisis keuntungan Cobb Douglas menggunakan teknik Unit Output Price (UOP). Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Usahatani tembakau dengan Pola Tlahab lebih menguntungkan dibandingkan pola konvensional. (2) Secara simultan faktor harga bibit, harga pupuk ZA, harga pupuk fertila, harga pestisida, upah tenaga kerja, luas lahan, lokasi lahan, dan pola tanam berpengaruh terhadap keuntungan petani tembakau. Secara parsial faktor luas lahan, lokasi lahan dan pola tanam berpengaruh positif terhadap keuntungan petani tembakau.Tobacco cultivation at Sumbing and Sindoro which sloping land, prone being erosion. The reduting erosion required by intregated farming conservation system. Pola Tlahab is a pattern of farming is done by developing perennial crops side by side as an alley (alley cropping) in the cultivation of tobacco. The othres one is arabica coffee. That activity is done in Tlahab Village Kledung District Temanggung Regency. This study aims to: (1) determine the magnitude of income for farmers applying Pola Tlahab, (2) analyze the factors that affect tobacco farmer’s income. Research methodology is a survey. Types and sources of data used primary and secondary data. Data was done by interviews, direct observation and recording. The sampling method is a stratified random sampling with strata land area of tobacco plants. So there are 40 farmers of Pola Tlahab and 18 farmers of conventional pattern. Data are analyzed by cost and revenue analysis and Cobb Douglas Profit Function with Unit Output Price. The results showed that (1) Pola Tlahab better than conventional pattern. (2) simultaneous, factors that affect profit of tobacco farmers are the price of seed, prices of ZA fertilizer, prices of fertila fertilizer, prices of pesticides, labor, land, land location, and cropping patterns. While the land, land location and cropping patterns has positive affect the income of tobacco farmers partially.