Artikelilmiahs

Menampilkan 681-700 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
6816660A1G010018PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI ORGANIK OLEH PETANI DI DESA SENTRA PENGEMBANGAN PADI ORGANIK DI KABUPATEN BANYUMASPertanian organik merupakan suatu sistem yang berusaha untuk mengembalikan semua jenis bahan organik ke dalam tanah, baik dalam bentuk residu dan limbah pertanaman maupun ternak yang selanjutnya bertujuan memberikan makanan pada tanaman dengan mengandalkan bibit lokal dan menghindari penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintetis. Secara umum penerapan teknologi budidaya padi organik di Kabupaten Banyumas belum menggembirakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat penerapan teknologi budidaya padi organik dalam aspek penggunaan benih, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit dan mengetahui faktor kendala yang dihadapi petani dalam penerapan teknologi budidaya padi organik.
Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 30 petani padi organik yang terdaftar sebagai anggota kelompok tani.Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif.
Hasil penelitian menyimpulkan petani padi organik belum sepenuhnya menerapkan teknologi budidaya pertanian padi secara organik terutama dalam aspek pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Sedangkan dari aspek benih petani sudah menggunakan benih padi organik. Kendala-kendala penerapan teknologi budidaya padi organik yaitu : faktor sosial adalah kurangnya dukungan keluarga terhadap penerapan pertanian budidaya padi organik, adanya persepsi petani yang takut gagal panen terhadap penerapan pertanian budidaya padi organik, serta faktor ekonomi meliputi modal awal penerapan pertanian budidaya padi organik digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan budidaya padi organik, pemasaran yang sulit ditembus oleh petani padi organik.
Organic farming is a system which makes an effort to return the whole organic substances intosoil, whether in form of residue and plant or cattle secretion, therefore aims to provide food for plant using local seed and avoids the use of synthetic chemical fertilizer and pesticide. Generally, the application of organic farming in Banyumas district is inconvenient. This research purposes to finding application of technology organic rice in aspect use seed, manuring, pests control and diseases and constraint factors.
A method of research is a survey. Collection of samples conducted in purposive sampling as many as 30 husbandman organic rice which registred a members of the farming group. Analysis of the data use namely descriptive analysis.
Base on the research concluded that organic rice farmers have not fully implemented the technology of organic rice cultivation, especially in the aspects of fertilization, pest and disease control. But farmers have been using organic in aspects of seed rice. Constraints applying organic rice cultivation technology is social factors, lack of family support, the perception fear crop failure to the application of cultivation of organic rice farming. The economic factors such as the lack begining equity capital, limitation of marketing.
6826661A1C009034OPTIMALISASI PRODUK USAHATANI TUMPANGSARI UBI KAYU DENGAN KACANG TANAH DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMASKecamatan Karanglewas merupakan Kecamatan yang sebagian besar warganya bekerja sebagai petani ubi kayu. Namun, seiring bertambahnya jumlah penduduk lahan pertanian pun semakin sempit. Solusi permasalahan tersebut adalah penggunaan sistem pola tanam tumpangsari. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Karanglewas. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui jumlah produk optimal ubi kayu dengan kacang tanah agar petani memperoleh pendapatan maksimal, 2) Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan petani dari berusahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah pada kondisi aktual, 3) Mengetahui besarnya pendapatan maksimal yang dapat diterima petani dari berusahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode stratified random sampling, diperoleh petani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah sebanyak 69 petani. Sasaran penelitian ini adalah para petani yang berusahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah di Kecamatan Karanglewas, khususnya Desa Tamansari, Desa Karangkemiri dan Desa Karanggude Kulon. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2013. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, dan analisis program linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) jumlah produk optimal pada usahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah, untuk ubi kayu adalah sebesar 11,2057 ton per 0,35 hektar dan kacang tanah sebesar 0,376 ton per 0,35 hektar, 2) Besarnya biaya yang dikeluarkan petani dalam berusahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah pada kondisi aktual adalah sebesar Rp7.626.618,59 dan pendapatan yang diterima adalah sebesar Rp4.095.816,20, dan 3) Pendapatan maksimal yang dapat diperoleh petani dari hasil usahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah adalah sebesar Rp4.854.551 per luas lahan 0,35 hektar atau sebesar Rp13.884.015,86 per hektarnya. Produk ubi kayu dengan kacang tanah yang dihasilkan masih belum optimal karena jumlah produksi aktual masih dibawah jumlah produk optimalnya.Karanglewas Subdistrict is a Subdistrict which mostly its resident work as cassava farmers. However, together along with the increasing number of resident, the farmland becomes increasingly narrow. The solution to solve these problems is the use of intercropping system. The research was held in Karanglewas Subdistrict. This research aimed to: 1) determine the optimal number of products cassava with peanut in order farmers can obtain maximum income, 2) Know the costs and income of farmers from farming cassava intercropped with peanut on actual conditions, 3) Know the maximum amount of income that can be received by farmers from farming cassava intercropped with peanut. The sampling method used in this research is stratified random sampling, which is obtained cassava intercropped with peanuts as much as 69 farmers. The target research was cassava farmers intercropped with peanut in Karanglewas Subdistrict, especially Tamansari Village, Karangkemiri Village and Karanggude Kulon Village. Data was taken in May 2013. The analytical method used are analysis of costs and revenues, and linear program analysis. Result of the research shows that : 1) the optimal number of products from farming cassava intercropped with peanut, cassava is equal with 11,2057 tons per 0,35 hectare, and peanuts amounted to 0,376 tons per 0,35 hectare, 2) The amount of costs incurred from farming cassava intercropped with peanuts on the actual condition is with the amount of Rp7.626.618,59 and income received with the amount of Rp4.095.816,20 and 3) the maximum income that can be obtained by farmers from farming cassava intercropped with peanut is with the amount of Rp4.854.551 per 0,35 hectare or Rp13.884.015,86 per hectare. Product of cassava and peanut produced are still not optimal because the amount of actual production is still below its optimal amount of product.
6836665A1L009096PENGARUH APLIKASI FORMULA CAIR Pseudomonas fluorescens P60 TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KOPI ARABIKA
(Coffea arabica L.) MUDA
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi formula cair Pseudomonas fluorescens P60 dan mengetahui frekuensi aplikasi formula cair Pseudomonas fluorescens P60 yang efektif terhadap pertumbuhan tanaman kopi Arabika muda, serta untuk mengetahui efektifitas pemberian formula cair Pseudomonas fluorescens P60 dibandingkan fungisida sistemik. Penelitian dilaksanakan di lahan Perhutani petak 32 di Desa Karangsalam, kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Analisis PGPR dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dimulai bulan Oktober 2012 sampai dengan Maret 2013. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan bentuk rancangan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Jumlah perlakuan ada 6 dan diulang 5 kali sehingga jumlah seluruh unit percobaan ada 30 petak. Perlakuannya meliputi: kontrol (tanpa pemberian Bio P60), Penyiraman Bio P60 di tanah sebanyak 20-50ml dengan satu kali siraman setiap tanaman, Penyemprotan Bio P60 di permukaan bawah daun dengan frekuensi penyemprotan 3 kali, Penyemprotan Bio P60 di permukaan bawah daun dengan frekuensi penyemprotan 5 kali, Penyemprotan Bio P60 di permukaan bawah daun dengan frekuensi penyemprotan 7 kali, dan Penyemprotan fungisida sintetis Dithane M-45. Variabel yang diamati adalah: penambahan tinggi tanaman, penambahan jumlah daun, penambahan diameter batang, penambahan jumlah cabang, luas daun, saat berbunga, tebal daun, tebal epidermis atas, tebal epidermis bawah, tebal, palisade, populasi mikroba, dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi formula cair Pseudomonas fluorescens P60 (Bio P60) belum mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, ketebalan daun, dan pH tanah. Pemberian Bio P60 hanya dapat meningkatkan populasi mikroba tanah pada frekuensi penyemprotan 3 kali dibandingkan dengan fungisida sintetis.The research was aimed to determine the effects of application liquid formula of Pseudomonas fluorescens P60 and for determine the frequency of application of liquid formula of Pseudomonas fluorescens P60 which effective for the the Arabica coffee plant growth, and 3) determining the effectiveness granting liquid formula of Pseudomonas fluorescens P60 compared with synthetic fungicide. The research was conducted in land owned by Perhutani block 32 in Karangsalam village, Baturraden subdistrict, Banyumas Regency. PGPR analyzed in the Laboratory of Plant Protection Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted from October 2012 to March 2013. The methods used is experimental methods with the form of design was Randomized Blok Design (RBD. The number of treatment there were 6 treatments and 5 replications so the number of all experiment unit there are 30 plot. The treatments include: control (without giving of Bio P60), pouring Bio P60 the land as much as 20-50 ml with a spray each plant, Spraying Bio P60 on the under surface of the leaves with frequency spraying as much as 3 times, Spraying Bio P60 on the under surface of the leaves with frequency spraying as much as 5 times, Spraying Bio P60 on the under surface of the leaves with frequency spraying as much as 7 times, and spraying a synthetic fungicide Dithane M-45. Variable observed were: the addition of plant heiger, the number addition of the number of leaves, the addition of the diameter of stemp, the adition of the number of branches, leaves width, flowering time, leaves thick, upper epidermis thick, lower epidermis thick, palisade thick, microbial population, and soil pH. The application of Bio P60 could only increase the soil microbe populations at the frequency of spraying 3 times compared with a synthetic fungicides.
6846667G1A006023SOCIAL VALUE IN 17TH CENTURY OF NEW ENGLAND AS REFLECTED IN NATHANIEL HAWTHORNE’S YOUNG GOODMAN BROWNPenelitian ini mengkaji tentang nilai sosial dalam kehidupan religi dan kehidupan politik di New England pada masa Puritan. Pendekatan sosiologis diterapkan dalam menganalisa nilai social sebagai symbol dalam yang ada dalam cerita pendek. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan fenomena nilai social pada masyarakat Puritan seperti yang tergambar dalam symbol dari karakter dan seting. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kondisi masyarakat Puritan, terutama nilai sosialnya. Nilai sosial pertama adalah dalam kehidupan religi, yang ditunjukkan dalam karakter Young Goodman Brown dan istrinya Faith menggambarkan kondisi Puritan sebagai pendatang di New England yang ingin memurnikan agamanya, tetapi mereka menjadi orang-orang yang indiviadualistis. Nilai sosial kedua adalah dalam kehidupan politik yang ditunjukkan dalam karakter Old Man dan Staf serta lokasi Forest. Karakter tersebut merepresentasikan hasrat untuk kehidupan baru yang terpengaruh oleh unsur sosial, yang menggambarkan mengenai kondisi ekonomi dan politik masyarakat Puritan yang menjadi materialistis.This research studies about social value in religious life and in political life of New England society in Puritan era. The sociological approach is applied in analyzing the social value as symbolically portrayed in the short story. The method of this research is descriptive qualitative that describes the phenomenon of social value in Puritan people as portrayed in symbol of character and setting. The result of this research is about the condition of Puritan society, especially the social value. In this short story, The first social value is shown in the religious life, which is shown in the character of Young Goodman Brown and his wife Faith which portrays the social condition of Puritan people as new comers in New England that intend to purify their religious view, but they turn into individualistic person. The second is the social value in the political life that is shown in the character of Old Man and Staff. Both characters represent the temptation of the new life and the corrupted people in their society that portrays about the economic and political condition of Puritan society, which becomes materialistic.
6856669H1L009012IMPLEMENTASI SMS GATEWAY UNTUK LAPORAN RENDEMEN HARIAN
DI PABRIK GULA RENDENG KUDUS
Pabrik Gula (PG) Rendeng merupakan salah satu pabrik gula di daerah Jawa Tengah yang telah beroperasi selama puluhan tahun sejak jaman penjajahan Belanda dan telah menghasilkan gula pasir yang baik. Apabila setiap masa produksi dapat menghasilkan nilai rendemen tinggi maka PG akan mendapatkan keuntungan dan sebaliknya semakin kecil nilai rendemen maka keuntungan yang didapat semakin sedikit bahkan dapat terjadi kerugian dan petani tidak mau memasok tebu untuk PG tersebut. Setiap 24 jam kerja pihak pabrik akan memberikan informasi kepada petani tentang nilai rendemen dengan cara mencetak dan menempelkannya di papan pengumuman. Hal ini tidaklah efisien karena petani akan kesulitan apabila jarak rumah dengan pabrik jauh. Dalam penelitian ini dibangun sebuah sistem SMS Gateway yang berfungsi untuk menyebarkan informasi nilai rendemen kepada para petani dan dapat diakses jarak jauh dengan menggunakan telepon genggam. Aplikasi ini dirancang dengan metode waterfall, Data Flow Diagram sebagai alat bantu analisis serta menggunakan Visual Basic sebagai alat untuk membuat aplikasi. Hasil dari penelitian ini sangat membantu pihak PG maupun petani. Hal ini diketahui dari hasil pengujian yang dilakukan di PG Rendeng. Pihak PG merasa terbantu untuk menyebarkan informasi nilai rendemen dan para petani juga terbantu karena tidak perlu datang langsung ke PG untuk mendapatkan informasi nilai rendemen.
Sugar Factory ( PG) Rendeng is one of the sugar factory in Central Java area which have operated since the Dutch colonialism era and have produce good quality of sugar. If a period of production can produce high rendemen value then PG will get benefit and conversely the smaller rendemen value will minimize the benefits or even losses can occur and make farmer do not want to supply sugar cane for that PG anymore. Every 24 hours the factory will give information to farmers about rendemen value in a piece of paper and stick it on the bulletin board. It is not efficient for the farmers who live in a distance from the factory. This study built an SMS Gateway system that serves to disseminate information to farmers about rendemen value and can be accessed remotely using a mobile phone. This application is designed with waterfall method, Data Flow Diagram to assist analysis phase and use Visual Basic as a tool for creating applications. The results of this study are very helpful the PG and farmers. It is known from the results of tests performed in PG Rendeng. PG felt helped to spread the value of the rendemen and farmers also helped because it does not need to come directly to PG to get the information value of the rendemen.
6866671A1L009154PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN FREKUENSI
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP KETERSEDIAAN P,
SERAPAN P DAN HASIL KACANG HIJAU PADA ULTISOL
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) pengaruh dosis pupuk kandang ayam terhadap ketersediaan P, serapan P dan hasil kacang hijau pada Ultisol, 2) pengaruh frekuensi pemberian pupuk organik cair (POC) terhadap ketersediaan P, serapan P dan hasil kacang hijau pada Ultisol, 3) dosis pupuk kandang ayam dan frekuensi pemberian POC yang efektif, terhadap ketersediaan P, serapan P dan hasil kacang hijau pada Ultisol dan 4) interaksi antara dosis pupuk kandang ayam dan frekuensi pemberian POC terhadap ketersediaan P, serapan P dan hasil kacang hijau pada Ultisol. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dengan ketinggian tempat 110 meter diatas permukaan laut (mdpl) selama bulan Juni 2013 sampai dengan Agustus 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk kandang ayam dengan tiga taraf dosis pupuk kandang ayam yaitu 0, 10, 20 ton/ha. Faktor kedua adalah POC dengan tiga kali pemberian POC yaitu 0,1, 3 kali pemberian, dengan taraf konsentrasi POC sebesar 4 cc dengan dosis 0,06 ml dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam (Uji F) dan jika terdapat pengaruh yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Rentang Ganda Duncan dengan p=0,05. Variabel yang diamati meliputi variabel sifat kimia tanah (pH-H2O dan pH-KCl), P-tersedia, serapan P, jumlah daun trifoliate, tinggi tanaman, bobot tajuk kering, bobot kering akar, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan bobot biji kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang ayam memberikan pengaruh pada semua variabel yang diamati, pemberian frekuensi POC memberikan pengaruh terhadap P-tersedia, pH-H2O, pH-KCl, dan bobot kering akar.tetapi interaksi pupuk kandang ayam dan POC tidak memberikan pengaruh terhadap P-tersedia, serapan P, pH-H2 O, pH KCl, dan hasil tanaman kacang hijau. Dosis pupuk kandang ayam yang efektif untuk semua variabel pengamatan adalah 10 ton/ha. Pemberian pupuk kandang ayam dalam meningkatkan ketersediaan P, serapan P dan hasil tanaman kacang hijau pada Ultisol tidak ditentukan oleh frekuensi pemberian POC.The objectives of study were to determine: 1) the effect of chiken manure fertilizer application on the P availability, P uptake and yield of green beans at ultisol, 2) ) the effect of frequency of liquid organic fertilizer aplication on the P availability, P uptake and yield of green beans at ultisol, 3) the effevtive chiken manure fertlizer and frequency of liquid organic fertilizer aplication on the P availability, P uptake and yield of green beans at ultisol and 4) interaction of chiken manure fertilizer and frequency of liquid organic fertilizer aplication on the P availability, P uptake and yield of green beans at ultisol. The experiment had been conducted in a screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, with altitude of 110 meters above sea level (mdpl) during June 2013 to Agust 2013. The experiment was arranged in Randomized Block Design (RBD) factorial with two treatment factor. The first factor was chicken manure with three levels dosages of chicken manure that are 0, 10 and 20 ton/ha. The second factor was frequency of liquid organic fertilizer aplication with three levels liquid organic fertilizer application that are without application, thrice and five times, the concentration POC of four cc level at a dose of 0,06 ml. Results were analyzed by analysis of variance (F test) and if there was different effects, continued by Duncan’s Multiple Range Test at p=0,05. Variables observed were chemical properties of the soil (pH-H2O and pH-KCl), P-available, P uptake, trifoliate levaves, plants height, dried weight of crowns, dried weight of roots, amount of pod per plant’s, amount of beans per plant’s, and dried weight of beans per plant’s. The results showed that chicken manure could increase P uptake , and yield variables observed, showeds that frequency of liquid organic fertilizer effect on P-available, pH-H2O, pH-KCl, and dried weight of root, but the interaction of chiken manure fertlizer application and frequency of liquid organic fertilizer aplication did not have any impact on the P-available, P-uptake, pH H2O, pH KCl, and yield of green beans. The effecyive fertilizer of chicken manure for all observation variables is 10 tons / ha. Chicken manure in increasing P uptake, soil chemical properties, growth and yield of green beans in Ultisol was not determined by the frequency of POC application.
6876636C1C009052ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP
AUDIT JUDGMENT
(Studi pada BPKP di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Penelitian ini merupakan studi kasus pada Badan Pengawasan dan Pembangunan (BPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gender, tekanan ketaatan, pengalaman (experience), pengetahuan (knowledge), dan autoritarian atau authoritarianism secara simultan terhadap judgment (pertimbangan) seorang auditor, untuk mengetahui pengaruh gender, tekanan ketaatan, pengalaman (experience), pengetahuan (knowledge), dan autoritarian atau authoritarianism secara parsial terhadap judgment (pertimbangan) seorang auditor, serta untuk mengetahui variabel manakah yang paling berpengaruh (dominan) terhadap judgment (pertimbangan) seorang auditor di BPKP Provinsi DIY.

Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner dan wawancara sebagai instrumen penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Responden penelitian ini adalah 37 auditor internal yang bekerja pada BPKP di wilayah Provinsi DIY. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS 17.0 for Windows melalui analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender, tekanan ketaatan, pengalaman (experience), pengetahuan (knowledge), dan authoritarian atau authoritarianism secara simultan berpengaruh terhadap audit judgment pada BPKP DIY, secara parsial variabel tekanan ketaatan, pengalaman (experience), pengetahuan (knowledge) berpengaruh terhadap audit judgment sedangkan variabel gender dan authoritarian atau authoritarianism tidak berpengaruh terhadap audit judgment pada BPKP DIY,serta pengalaman (experience) merupakan variabel yang paling berpengaruh (dominan) terhadap audit judgment pada BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
This research is a case study in Yogyakarta BPKP. The purpose of this study was to examine the effect of gender, compliance pressure, experience, knowledge, and authoritarianism are finding out simultaneous influence toward judgment audit, to examine the effect of gender, compliance pressure,experience, knowledge, and authoritarianism are finding out partially influence toward judgment audit, and determine variables that affect dominant toward judgment audit.

This study used primary data with the questionnaire and interview as a research instrument. This research used purposive sampling method. The respondents of this
study were 37 people working in the internal audit Yogyakarta BPKP. Data analysis that was used in this study is SPSS 17.0 for Windows through multiple linear regression \ analysis.

The results showed that gender, compliance pressure, experience, knowledge, and authoritarianism have simultaneous influence toward judgment audit, partially that compliance pressure, experience, knowledge have influence toward judgment audit, and only experience that have dominant influence toward judgment audit in Yogyakarta BPKP.
6886670C1C009058PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA
PEMERINTAH DAERAH DENGAN PENEKANAN ANGGARAN, KEJELASAN
SASARAN ANGGARAN, BUDAYA ORGANISASI DAN SISTEM DESENTRALISASI
SEBAGAI VARIABEL MODERATING
Salah satu elemen sistem Anggaran Berbasis Kinerja yang dinilai mampu
mengoptimalkan kinerja pemerintah daerah adalah partisipasi penyusunan
anggaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh partisipasi
penyusunan anggaran terhadap kinerja pemerintah daerah. Penelitian ini juga
menggunakan memasukkan variabel kontinjensi bersifat organisasial seperti :
penekanan anggaran, kejelasan sasaran anggaran, budaya organisasi dan sistem
desentralisasi sebagai faktor yang diduga memperkuat /memperlemah hubungan
antara partisipasi penyusunan anggaran dengan kinerja pemerintah daerah.
Sampel dalam penelitian ini adalah 47 SKPD di Kabupaten Banyumas,
dengan responden pejabat struktural di pemerintahan daerah Kabupaten
Banyumas yang terlibat dalam praktik penyusunan anggaran. Data dalam
penelitian ini merupakan data primer yang berasal dari kuesioner. Data kemudian
diolah dan dianalisis menggunakan program SPSS 17 for windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi penyusunan anggaran
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemerintah daerah. Selain itu,
faktor yang secara positif dapat memperkuat hubungan antar keduanya adalah
budaya organisasi dan siste desentralisasi. Sedangkan, faktor penekanan anggaran
dan kejelasan sasaran anggaran tidak mampu memoderasi hubungan keduanya.
One of performance-based budgeting element that expected to optimize performance
of local government is budget participation. This research purpose is to know the influence of
budget participation towards performance of local government. This research also include
some organizational contingency variable such as: budget emphasis, budget goal clarity,
organizational culture and decentralization system as moderating factors that can strengthen
or weaken the bond between budget participation and performance of local government.
Sample of this research are 47 SKPD in Banyumas District, with structural
functionary who participate on forming budget, as the respondent. This research uses
primary data derived from questionnaires. Then, data was processed and analyzed using
SPSS 17 for windows program.
The results show that budget participation has a significant positive effect toward
performance of local government. Moreover, organizational culture and decentralization
system has a significant positive effect as moderating variable of budget participation and
performance of local government. Whereas budget emphasis and budget goal clarity can’t
moderate the bond between budget participation and performance of local government.
6896674E1A009121KOORDINASI DAN SUPERVISI KPK TERHADAP PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI KEJAKSAAN NEGERI SEMARANGABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Koordinasi dan Supervisi KPK Terhadap Penyidikan Tindak Pidana Korupsi di Semarang”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian ini bersumber dari data primer yaitu wawancara terhadap Penyidik Tindak Pidana Korupsi di Semarang dan data sekunder yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, karya ilmiah, dokumen-dokumen maupun surat-surat resmi yang ada hubungannya dengan objek penelitian.
Koordinasi dan supervisi adalah tugas Komisi Pemberantasan Korupsi berdasarkan undang-undang dalam memberantas tindak pidana korupsi melalui Kejaksaan dan Kepolisian dengan menjalin hubungan kerja dan sebagai counterpartner bagi kedua lembaga tersebut serta melakukan pengawasan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan dan Kepolisian.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap pelaksanaan koordinasi dan supervisi KPK sebagai bentuk penghubung dan pengawas dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Semarang, praktiknya yang dilakukan KPK dalam bentuk Surat Perintah Dimulainya Penyidikan, dengar pendapat, musyawarah dan pengambilalihan kasus tindak pidana korupsi.
Kata Kunci : Koordinasi dan Supervisi, penyidikan tindak pidana korupsi.
ABSTRACT
This research titled "Coordination and supervision of Corruption Eradication Commission (KPK) Against the Corruption Investigation in Semarang". The research method used in this research was socio-juridical approach. This research sourced from the primary data was the interviews with Corruption investigators in Semarang and the secondary data obtained from the legislation, literature books, papers, documents and official papers which had related with the object of research.
Coordination and supervision was the task of the Corruption Eradication Commission (KPK) under the law in eradicating corruption through the Procuratorate and the police to establish a working relationship and as a counterpartner for both institutions and conduct surveillance in the eradication of corruption committed by the Prosecutor and the Police.
Based on the results of research on the implementation of the coordination and supervision of Corruption Eradication Commission (KPK) as a liaison and supervisor form of in terms of eradication of corruption committed by the State Prosecutor in Semarang, its practice in the form of Warrant Commencement of Investigation, hearings, deliberations and takeover cases of corruption.
Keywords: Coordination and Supervision, investigation of corruption.
6906675A1L009016Kajian Kepadatan Populasi Tanaman dan Konsentrasi Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa. L) Secara VertikulturPenelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) kepadatan populasi yang paling tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara vertikultur, 2) konsentrasi pupuk daun cair yang paling tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara vertikultur dan 3) kombinasi dari kepadatan pupulasi dan konsentrasi pupuk daun cair yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara vertikultur. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dengan ketinggian tempat 110 meter diatas permukaan laut (mdpl) mulai bulan April sampai Mei 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah kepadatan populasi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 13 tanaman (K1), 15 tanaman (K2), dan 19 tanaman (K3), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk daun yang terdiri dari 4 taraf, yaitu 0 ml/l (P0), 1 ml/l (P1), 1,5 ml/l (P2) dan 2 ml/l (P3) dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi 13 tanaman per pot vertikultur (K1) memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah akar, luas daun, bobot kering tanaman dan bobot kering tajuk. Konsentrasi pupuk daun yang memberikan hasil terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman selada selada secara vertikultur adalah konsentrasi 2 ml/l (P3) pada variabel volume akar, bobot kering tanaman dan bobot kering tajuk. Tidak ada kombinasi paling sesuai antara perlakuan kepadatan populasi tanaman dan konsentrasi pupuk daun.This research aims to determine: 1) the most appropriate population density on growth and yield of lettuce in verticulture, 2) the most appropriate concentration of liquid leaf fertilizer for the growth and yield of lettuce in verticulture and 3) a combination of population density and concentration of liquid leaf fertilizer which suitable for the growth and yield of lettuce in verticulture. The experiment was conducted in a screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, District Karangawangkal, Purwokerto, with altitude of 110 meters above sea level (mdpl) starting April until May 2013. This research used a randomized block design (RBD). The first factor was the density of the population consisting of three levels, namely 13 crops (K1), 15 crops (K2), and 19 crops (K3), while the second factor was the concentrations of leaf fertilizer consisting of 4 levels, namely 0 ml / l (P0), 1 ml / l (P1), 1.5 ml / l (P2) and 2 ml / l (P3) and repeated 3 times. The results showed that plant population density of 13 crops per verticulture pot (K1) gives the best result on variable height plant, number of leaves, plant fresh weight, crop fresh weight, root fresh weight, leaf area, dry weight of plant and crop dry weight. The concentration of leaf fertilizer the most appropriate for the growth and yield of letuce was 2 ml / l (P3) on variable root volume, dry weight of plant and crop dry weight. There was no best combination between the population density and the foliar fertilizer concentration.
6916676E1A008025TUGAS DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN BANYUMAS DALAM MELINDUNGI ANAK JALANAN Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.Sesuai dengan tujuan Negara Republik Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea 4 yang merumuskan bahwa Negara Indonesia melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, serta kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila, maka Indonesia termasuk dalam tipe Negara Hukum Kesejahteraan. Negara Hukum Kesejahteraan pada dasarnya bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum bagi rakyat melalui pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia.
Selain itu, negara tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan juga ikut terlibat dalam meningkatkan kesejahteraan umum warga negaranya, yaitu seluruh masyarakat Indonesia termasuk di dalamnya anak-anak jalanan sebagai masyarakat Indonesia yang mengalami permasalahan kesejahteraan. Perhatian kepada anak jalanan dituangkan secara jelas dalam UUD 1945 pasal 34 ayat (1) dan secara khusus dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Masalah anak jalanan merupakan tanggung jawab negara di bidang kesejahteraan sosial, yang penanganan teknisnya merupakan tugas dari pemerintah daerah melalui Dinsosnakertrans. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti serta menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul TUGAS DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN BANYUMAS DALAM MELINDUNGI ANAK JALANAN Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tugas dari Dinsosnakertrans dalam melindungi anak jalanan serta untuk mengetahui hambatan yang dialami oleh Dinsosnakertrans selama melaksanakan tugasnya tersebut. Sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan bahwa Dinsosnakertrans Kabupaten Banyumas dalam menangani anak jalanan hanya bertugas sebagai fasilitator bagi anak jalanan melalui penjaringan atas seleksi, bimbingan mental sosial dan latihan ketrampilan praktis, pelatihan ketrampilan bagi anak jalanan, penyerahan bantuan modal usaha, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap anak jalanan yang telah menerima bantuan modal.
Hambatan yang dirasakan Dinsosnakertrans dalam penanganan anak jalanan yaitu, hambatan internal yang berupa tidak adanya panti rehabilitasi khusus terkait dengan penanganan masalah anak jalanan, bahwa penanganan anak jalanan itu ada jangka waktunya, pembinaan dilakukan selama 6 bulan. Hal ini dirasa kurang, karena untuk merubah pola pikir dan pola hidup bagi anak jalanan adalah tidak mudah, dan keterbatasan dana. Hambatan eksternal yang berupa mobiltas anak jalanan terlalu tinggi ; kebanyakan anak jalanan tidak murni penduduk Banyumas ; sumber daya manusia kebanyakan adalah rendah, kesadaran untuk masuk Baresos cenderung kurang minat ; beraneka ragamnya alasan yang menjadi orang menjadi anak jalanan.
Accordance with the purposes listed Indonesian Republic in 1945 the opening paragraph 4 which formulates that Indonesian state to protect all people and the entire country of Indonesia, promote the general welfare, the intellectual life of the nation, and participate in the establishment of world order based on freedom, abiding peace and social justice, as well as the Indonesian national identity is based on Pancasila, the Indonesian law including the type of welfare state. State welfare law basically aims to provide legal protection for the people through the recognition and protection of human rights.
In addition, the state is not only limited to maintaining law and order, but also involved in promoting the general welfare of its citizens, which is the whole society Indonesia including street children as Indonesian society who experience welfare issues. Attention to street children are clearly outlined in the 1945 Constitution, article 34, paragraph 1, and in particular the Law No. 23 of 2002 on the protection of children.
Problem of street children is the responsibility of the state in the field of social welfare, which is the job of the technical handling of local governments through Dinsosnakertrans. Based on the description, the authors are interested in researching and pour results in a thesis entitled SOCIAL SERVICE task TRANSMIGRATION BANYUMAS DISTRICT PROTECTING THE STREET CHILDREN by law number 23 of 2002 on the protection of children.
This study aims to determine the assignment of Dinsosnakertrans to protect street children and to investigate the barriers experienced by Dinsosnakertrans for carrying out these duties. So as to obtain a conclusion that Dinsosnakertrans Banyumas district in dealing with street children only served as a facilitator for street children crawl through the selection, social and mental guidance of practical skills training, vocational training for street children , the delivery of venture capital assistance, monitoring and evaluation of the child streets that have received capital assistance.
Perceived barriers in dealing with street children Dinsosnakertrans is, internal barriers in the form of the absence of specific rehab associated with the handling of the problem of street children, street children that the handling of the existing duration, coaching is done for 6 months. It is less, because to change the mindset and lifestyle of street children is not easy, and the lack of funding. Mobiltas external barriers in the form of street children is too high ; most street children are not pure Banyumas residents ; human resources are mostly low, awareness Baresos tend to get less interest ; diverse array of reasons that a person becoming street children.


6926847F1C008031PERANAN KOMUNIKASI KELOMPOK PESANGGEM PADA LEMBAGA MASYARAKAT DESA HUTAN (LMDH) WANA LESTARI KARANGSALAM BATURADEN KPH BANYUMAS TIMUR
Penelitian ini berjudul Peranan Komunikasi Kelompok Pesanggem Pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari Karangsalam Baturaden KPH Banyumas Timur. Penelitian ini dilatar belakangi bagaimana peranan pesanggem dalam meningkatkan kesejahteraan petani hutan di LMDH Wana Lestari Karangsalam Baturaden KPH Banyumas Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan komunikasi kelompok pesanggem dalam meningkatkan kesejahteraan petani hutan di LMDH Wana Lestari Karangsalam Baturaden KPH Banyumas Timur.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangsalam Baturaden dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Dalam menganalisis data penelitian menggunakan metode analisis dan interaktif yang mengkaitkan tiga komponen pokok analisis data yaitu dengan reduksi data, kemudian penyajian data dan yang terakhir adalah penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Peranan Komunikasi Kelompok Pesanggem yang dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari Karangsalam Baturaden KPH Banyumas Timur yaitu kelompok kerja (POKJA) Ketua LMDH pada pertama berdirinya program dan kegiatan pengembangan kehutanan yang diarahkan pada aspek sosial yakni upaya pemberdayaan sumber daya manusia melalui upaya penyuluhan kehutanan untuk membantu mengurangi kemiskinan (pro poor) dan pengurangan jumlah pengangguran (pro job), peningkatan pertumbuhan aspek ekonomi (pro growth).
Kata Kunci: Peranan, Komunikasi Kelompok, Pesanggem

The study is titled The Role of Group Communication pesanggem At Forest Village Community Institution (LMDH) Wana Lestari Karangsalam KPH Banyumas Baturaden East. The background of this research how pesanggem role in improving the welfare of farmers in LMDH Wana Lestari forest Karangsalam KPH Banyumas Baturaden East. So the purpose of this study was to determine how the role of group communication to improve the welfare of farmers pesanggem forest in Wana Lestari LMDH Karangsalam KPH Banyumas Baturaden East.
The research was conducted in the village of Karangsalam Baturaden using qualitative research methods with a descriptive approach. Informant selection techniques in the study using purposive sampling. Data collection techniques using in-depth interviews, documentation and observation. In analyzing the study data using interactive analysis methods and linking the three main components, namely data analysis with data reduction, and the presentation of the data and the latter is a conclusion.
Results of this study concluded that the role of Group Communication pesanggem conducted by Forest Village Community Institution (LMDH) Wana Lestari Karangsalam KPH Banyumas Baturaden East is working group (Working Group) Chairman LMDH the first establishment of forestry development programs and activities aimed at empowering the social aspects of human resources through forestry extension efforts to help reduce poverty (pro-poor) and a reduction in the number of unemployed (pro job), increased growth aspects economic (pro-growth).
Keywords: Role, Group Communication, Pesanggem
6936678C1B010100ANALISIS PENGARUH KESEMPATAN INVESTASI, KEBIJAKAN HUTANG, POSISI KAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN
(Studi pada Perusahaan yang Termasuk dalam Indeks LQ45 Periode 2008-2011)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari kesempatan investasi, kebijakan hutang,posisi kas, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 periode 2008 sampai 2011 dengan jumlah sampel 19 perusahaan yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh positif dari kesempatan investasi dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen. Sementara kebijakan hutang, posisi kas, ukuran perusahaan tidak mempengaruhi kebijakan dividen.The purpose of this research is to analyze the effect of investment opportunity set, debt policy, cash position, firm size and profitability on dividend policy. The population are the companies that listed on LQ45 index during 2008 until 2011. It using 19 companies as sample were selected by purposive sampling method. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The result indicates that investment opportunity set and profitability have positive impact on dividend policy. However, debt policy, cash position, and firm size haven’t impact on dividend policy.
6946679A1L009008PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa) PADA BEBERAPA JENIS DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR SECARA HIDROPONIK RAKIT APUNG
Penelitian ini bertujuan untuk: : 1) mengetahui pengaruh jenis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara hidroponik rakit apung dibandingkan dengan AB-Mix, 2) mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara hidroponik rakit apung, dan 3) mencari larutan unsur hara alternatif dari pupuk organik cair yang dapat menggantikan AB-Mix dalam budidaya tanaman selada secara hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan di rumah kasa selama 3 bulan sejak Februari sampai April 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan serta 1 pembanding. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik cair terdiri 3 jenis yaitu SO-Kontan Fert, Superbionik dan Nasa. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1, 2, 3 ml/l serta sebagai pembanding yaitu dengan menggunakan AB Mix 2 ml/l. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar terpanjang, bobot basah akar, bobot basah tajuk, bobot kering akar, bobot kering tajuk dan volume akar. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F dilanjutkan dengan uji Dunnet pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian mennjukkan setiap jenis pupuk organik cair membutuhkan konsentrasi yang tidak sama untuk pertumbuhan dan hasil selada hidroponik rakit apung. Pada variabel pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah akar dan volume akar, pupuk organik cair SO-Kontan Fert dan pupuk organik cair Nasa mampu memberikan hasil yang sama dengan AB-Mix apabila diberikan pada konsentrasi 3 ml/l, sedangkan pupuk organik cair Superbionik apabila diberikan pada konsentrasi 1 ml/l, sedangkan pada variabel hasil pemberian pupuk organik cair SO-Kontan Fert, pupuk organik cair Superbionik dan pupuk organik cair Nasa baik pada konsentrasi 1; 2 maupun 3 ml/l belum mampu memberikan hasil yang sama dengan AB-Mix sehingga pemberian pupuk organik cair belum bisa dijadikan sebagai unsur hara alternatif pengganti AB-Mix.This research was aimed: 1) to examine the influence of liquid organic fertilizer to ward the growth and yield of lettuce which is developed by floating hydroponic system compered with AB-Mix, 2) to examine liquid organic fertilizer concentration for growth and yield of lettuce that is developed by floating hydroponic system, 3) to search for alternative nutrient solution of liquid organic fertilizer that can replace AB-Mix in the cultivation of lettuce that is developed by floating hydroponic system. This research was conducted in greenhouse for 3 months starting from February to April 2013. The design used in this study was Randomized Completely Block Design (RCBD) with 2 factors and replicated 3 times and 1 comparison. The first factors was kind of liquid organic fertilizer SO-Kontan Fert, Superbionik and Nasa. The second factors was concentration of liquid organic fertilizer in 3 levels namely 1, 2, 3 ml/l and the comparison was AB Mix 2 ml/l. Variabel observed were plant height, number of leaves, root length, root wet weight, crown wet weight, root dry weight, crown dry weight and root volume. Data were analyzed using F test followed by Dunnet 5%. The result showed that every kind liquid organic fertilizer requires different concentration to the growth and yield of floating hydroponic lettuce. On growth variable plant height, number of leaves, root dry weight and root volume, SO-Kontan Fert liquid organic fertilizer and Nasa liquid organic fertilizer able to provide the same results with the AB-Mix when given at concentration of 3 ml / l, while the Superbionik liquid organic fertilizer at concentration of 1 ml / l, while the variable outcome, SO-Kontan Fert liquid organic fertilizer, Superbionik liquid organic fertilizer and Nasa liquid organic fertilizer whether at concentration of 1, 2 and 3 ml / l have not been able to provide the same results with the AB-Mix so, liquid organic fertilizer can not be used as nutrient AB-Mix alternatives.
6956680A1L009036RESPON TIGA VARIETAS PAKCOY (Brassica chinensis L.) TERHADAP APLIKASI PUPUK BIOMETHAGREEN PADA BEBERAPA KONSENTRASI Pakcoy (Brassica chinensis L.) termasuk jenis tanaman yang banyak dibudidayakan petani. Pakcoy digunakan sebagai bahan makanan sayuran yang mengandung gizi yang lengkap, sehingga apabila dikonsumsi sangat baik untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Produksi pakcoy setiap tahun mengalami peningkatan, untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan produksi pakcoy maka dapat dilakukan dengan cara memperluas areal tanaman. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tiga varietas pakcoy pada pemberian pupuk biomethagreen, (2) mengetahui konsentrasi pupuk biomethagreen yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy,(3) mengetahui interaksi antara aplikasi pupuk biomethagreen dengan respon tiga varietas pakcoy. Penelitian dilaksanakan di Screenhouse Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, mulai bulan April 2013 sampai dengan Juni 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor yaitu Pupuk Biomethagreen dengan konsentrasi 0, 15, 30 cc/l dan tiga varietas pakcoy yang terdiri atas Gardena, Green, dan Nauli F1. Variabel pengamatan meliputi panjang tanaman (cm), Jumlah daun (helai), lebar daun (cm), panjang daun terpanjang (cm), volume akar (ml), Luas daun (cm2), Bobot basah tanaman (g), bobot basah tajuk (g), bobot basah akar (g), bobot kering tanaman (g), bobot kering tajuk (g), bobot kering akar (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga varietas pakcoy tidak memberikan respon nyata pada semua variabel, aplikasi pupuk Biomethagreen tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati, dan tidak adanya interaksi antara pupuk Biomtehagreen dan varietas pakcoy terhadap semua variabel pengamatan. Pakcoy (Brassica chinensis L.), is a plant species which is highly cultivated by farmers. Pakcoy used as food ingredient vegetable because it contains complete nutrients which are very good for maintaining a healthy body. Pakcoy production increase every year, to meet the needs and improve pakcoy production it can be done by expanding the area of plant. The aims of study are (1) to determine growth and yield responses of three varieties of pakcoy which are fertilized with biomethagreen, (2) to determine the exact concentration of biomethagreen fertilizer on the growth of pakcoy, (3) to examine the interaction between the aplication of biomethagreen fertilizer and the responses of three varieties of pakcoy. The research conducted in Screenhouse Banjarsari Wetan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The research was conducted in 3 months, started from April 2013 to June 2013. The experimental design used was a randomized complete block design (RCBD) factorial consisting of 9 treatments and 3 replications. The treatments consist two factors; Biomethagreen Fertilizer with concentrations of 0, 15, 30 cc / l and three varieties pakcoy consisting of Gardena, Green, and Nauli F1. The observation variables include plant length (g), number of leaves (g), leaf width (g), length of longest leaf (g), root volume (ml), leaf area (cm2), wet weight of plant (g), wet weight of shoot (g), wet weight of root (g), dry weight of plant (g), dry weight of shoot (g), dry weight of root (g).The results show that three varieties pakcoy not give significantly responses to all variables, the aplication of Biomethagreen fertilizer not significantly affect all the observed variables, and no interaction of Biomethagreen fertilizer and varieties pakcoy affect to all the observation variables.
6966682F1B008012PENGARUH SISTEM REKRUTMEN JABATAN STRUKTURAL
TERHADAP KOMPETENSI PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH
KABUPATEN BANYUMAS
Jabatan Struktural merupakan suatu kedudukan yang menunjukkan tugas,
tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam
rangka memimpin suatu satuan organisasi negara. Oleh karena itu diperlukan suatu
sistem rekrutmen jabatan struktural yang baik guna tersedianya aparatur Negara yang
berkualitas dan memiliki kompetensi menjadi suatu syarat penting dalam reformasi
birokrasi guna terwujudnya good governance. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menemukan mekanisme permasalahan tentang seberapa besar pengaruh sistem
rekrutmen jabatan struktural terhadap kompetensi PNS Pemerintah Kabupaten
Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah bentuk penelitian survey
dengan pendekatan kuantitatif. Responden yang dijadikan sampel sebanyak 100
orang PNS yang menduduki jabatan struktural pada Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) Pemerintah Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam
pengumpulan data adalah observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Sedangkan
metode analisis data yang digunakan adalah tabulasi silang dan korelasi kendal tau
dengan taraf kepercayaan 10%. Hasil penelitian ini menunjukan dari penghitungan
korelasi Kendal Tau, bahwa sistem rekrutmen jabatan struktural memiliki 61% pengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pegawai negeri sipil. Baiknya
sistem rekrutmen jabatan struktural dapat dinilai dari segi proses seleksi, penempatan,
dan orientasi.
Structural position is a position that shows the duties, responsibilities, powers,
and privileges of a Civil Servant ( PNS ) in order to lead an organizational unit of the
state. Therefore we need a system that better structural position recruitment to the
availability of qualified personnel and the State has the competence to be an
important condition for the reform of the bureaucracy in order to realize good
governance. The purpose of this research is to find a mechanism concerns about how
much influence the structural position of the recruitment system competence of civil
servants Banyumas regency government. The research method used is a form of
survey research with quantitative approach. Respondents who used a sample of 100
civil servants who occupy structural positions on the Regional Working Units ( on
education ) Banyumas regency government. Methods used in data collection are
observation, questionnaires, and documentation. While the data analysis methods
used are cross-tabulations and Kendal tau correlation with 10 % confidence level.
These results indicate Kendal Tau correlation of calculation, that the structural
position recruitment system has 61 % positive and significant impact on the
competence of civil servants . The good structural position recruitment system can be
assessed in terms of the process of selection, placement, and orientation.
6976683A1L009151KEMEMPANAN EKSTRAK LIMBAH CAIR NILAM TERHADAP HAMA WERENG BATANG COKLAT (NILAPARVATA LUGENS STAL.)Penelitian ini mengkaji tentang kemempanan ekstrak limbah cair nilam terhadap hama wereng batang coklat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemempanan ekstrak limbah cair tanaman nilam terhadap mortalitas wereng batang coklat, mengetahui pengaruh ekstrak limbah cair tanaman nilam terhadap jumlah telur yang diletakkan dan penetasan telur wereng batang coklat, serta mengetahui sifat repelensi ekstrak limbah cair nilam terhadap wereng batang coklat. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Desember 2012 di Laboratorium Perlindungan Tanaman bagian hama dan screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBL) untuk uji kontak dan uji residu dengan 5 perlakuan (dosis 0 %, 2 %, 4 %, 6 % dan 10%) dan 5 ulangan, serta Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji repelensi yang terdiri dari 2 perlakuan (dosis 0 % dan 10 %) dan 16 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak limbah cair nilam dengan dosis 10 % pada uji kontak paling efektif dalam membunuh wereng batang coklat sebesar 88 % dan uji residu pada dosis 10 % meletakkan telur paling sedikit yaitu 59 butir dibandingkan dengan perlakuan kontrol yang mampu meletakkan telur terbanyak yaitu 115 butir. Pengujian sifat repelensi ekstrak limbah cair nilam menunjukkan bahwa jumlah wereng batang coklat lebih banyak mendekat pada kontrol sebanyak 65 ekor dibandingkan pada yang diberi perlakuan sebanyak 31 ekor.
This research studied the effectiveness of liquid patchouli waste extract against brown planthopper. These goals were to know toxicity of liquid patchouli waste extract, to reveal toxicity of liquid patchouli waste extract against fecundity and fertility of brown planthopper, and to know the repellence of the liquid patchouli waste extract against brown planthopper. The research was conducted in April until December 2012 at Laboratory of the Plant Protection in the pest section room and screen house, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The experiment design used Latin Square Design (LSD) for contact and residual tests with 5 treatments (at doses 0, 2, 4, 6, and 10 %) and 5 replications, and Completely Randomized (CRD) to test repellence with 2 treatments (at doses 0 and 10 %) and 16 replications. The results showed that concentration of liquid patchouli waste extract at 10 % on contact test was the most effective killed 88 % of brown planthopper and residual test of liquid patchouli waste extract at 10 % could lay 59 eggs compared with control that produced the greatest quantity reaching 115 eggs. The repellence test of the liquid patchouli waste extract showed that the number of the adults brown planthopper wre more numerous approaching the control reaching 65 insects when the treatment that were 31 insects.
6986684A1G010023STUDI KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) DI DESA JAGAPURA KECAMATAN KERSANA KABUPATEN BREBESBawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani. Bawang merah bagi Bawang merah merupakan produk pertanian yang sudah melekat namanya dengan Kabupaten Brebes, mengingat posisinya sebagai penghasil terbesar komoditi tersebut di tataran nasional. Investasi usahatani bawang merah perlu diperhitungkan dengan cermat agar pendapatan yang diperoleh dari usahatani bawang merah lebih tinggi dari biaya produksi yang telah dikeluarkan. Petani juga perlu memperhitungkan lama waktu pengembalian modal yang digunakan untuk usahatani bawang merah. Tujuan penelitian adalah menganalisis biaya dan pendapatan usahatani bawang merah selama satu kali panen, dan untuk mengetahui kelayakan usahatani bawang merah.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei. Penelitian dilaksanakan pada kelompok tani Agropolitan petani bawang merah di Desa Jagapura Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Biaya dan Pendapatan, analisis R/C Ratio, analisis Break Even Point dan analisis Payback Period.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total rata-rata yang dikeluarkan petani sebesar Rp19.741.013,00, penerimaan total rata-rata sebesar Rp37.456.216,00 dan pendapatan bersih rata-rata sebesar Rp17.715.203,00. Nilai R/C ratio sebesar 1,98, artinya usahatani bawang merah layak untuk dilanjutkan, karena memiliki prospek yang baik. Nilai BEP unit sebesar 218,31 kilogram atau nilai BEP rupiah sebesar Rp6.549.427,00 artinya usahatani bawang merah ini menguntungkan karena nilai volume produksi dan penerimaan bawang merah di atas nilai titik impas atau break even point. Payback Period diperoleh sebesar 1,44 atau 4 bulan lebih 10 hari artinya seluruh modal yang diinvestasikan dalam usaha bawang merah merah dapat diperoleh kembali.
Shallot (Allium ascalonicum L) is one of the leading vegetable commodities that has long been cultivated by farmers. Shallots are agricultural products that have been attached to his name with the Brebes district, given its position as the largest producer of the commodity at the national level. Investment of Shallots Farming French, needs to be carefully considered, so that, the income that derived from Shallots Farming French is higher than the cost of production which has been issued. The farmers also need to take into account about the long payback period that used for Shallots Farming French. The research purpose is to analyze the cost and revenue of Shallots Farming French for a one time harvest, and to know about Shallots Farming French feasibility.
The method that used in this research is survey. The experiment was conducted on farmer groups Agropolitan shallot farmers in the village of Brebes Kersana Jagapura District. Analytical methods used are Cost and Revenue analysis, analysis of R / C Ratio, Break Even Point analysis and Payback Period analysis.
The result of this research showed that the average total cost obtained by the farmers are 19.741.013,00 IDR lower than the total revenues on average are 37.456.216,00 IDR and the average net income are 17.715.203,00 IDR. The result of this research showed that Shallots Farming French has a good prospect with the value of R/C ratio of 1,98, and it means the Shallots Farming French in Jagapura Village, district of Kersana Brebes, is feasibility to continue. The BEP value in the amount of 218,31 kilograms or in rupiah is in the amount of 6.549.427,00 IDR shows that this farming reaches the highest volume of the production and the acceptance of french shallot and it is also reach the BEP. The payback period of this farming has been reached in 1,44 or 4 months and 10 days longer, which means that all of the capital payment for this french shallot farming can be recovered.
6996685A1L009031Respon Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.)
terhadap Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Secara Hidroponik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) pertumbuhan dan hasil tanaman selada hidroponik yang diberi pupuk organik cair dibandingkan dengan pertumbuhan dan hasil tanaman selada hidroponik yang diberi AB Mix, 2) pengaruh konsentrasi dan mencari konsentrasi pupuk organik cair yang paling sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara hidroponik, 3) pengaruh frekuensi dan mencari frekuensi pemberian pupuk organik cair yang paling sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara hidroponik, dan 4) pengaruh interaksi antara konsentrasi dengan frekuensi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara hidroponik serta mengetahui perlakuan yang paling tepat. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik yang terletak di Jl. KS Tubun Karangsalam RT 08 RW 03 No.1A, Purwokerto dengan ketinggian tempat ±110 mdpl pada bulan Februari hingga April 2013. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair (2 ml/l, 4ml/l, 6ml/l) dan faktor kedua adalah frekuensi pemberian pupuk organik cair (1 hari sekali, 2 hari sekali, 3 hari sekali) serta AB mix sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 2 ml/l yang diberikan 3 hari sekali lebih tinggi bila dibandingkan menggunakan AB mix dilihat dari tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 2 ml/l rata-rata menyebabkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar akar, bobot kering tajuk, volume akar, panjang akar terpanjang dan bobot segar tajuk tertinggi. Pemberian pupuk organik cair yang terbaik adalah dengan frekuensi 3 hari sekali, dilihat dari rata-rata tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering tajuk, dan bobot segar tajuk. Interaksi antara konsentrasi dan frekuensi pupuk organik cair terjadi pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar tajuk dengan perlakuan terbaik adalah konsentrasi 2ml/l yang diberikan 3 hari sekali.This research aims to determine: 1) the growth and yield of hydroponic lettuce using liquid organic fertilizer compared with the growth and yield of plants using AB Mix, 2) the effect of concentration and find the most appropriate concentration of liquid organic fertilizer for the growth and yield of lettuce in hydroponics, 3) the effect of the frequency and find the frequency of liquid organic fertilizer that is most suitable for the growth and yield of hydroponic lettuce, and 4) the effect of the frequency of interaction between the concentration of liquid organic fertilizer on the growth and yield of hydroponic lettuce and determine treatment most appropriate. This research was conducted in a plastic house on Jl. KS Tubun Karangsalam No.1A RT 08 RW 03, Purwokerto at 110 m above sea level at February until April 2013. The experiment was use a factorial randomized complete block design (RCBD) with 2 factors and 3 replicates. The first factor was the concentration of liquid organic fertilizer (2 ml / l, 4ml / l, 6ml/ l) and the second factor was application frequency of liquid organic fertilizer (everyday, every 2 days, and every 3 days). The results showed that liquid organic fertilizer application with a concentrations 2 ml / l were given every 3 day is better than using AB mix when seen from the plant height, leaf number, shoot fresh weight, shoot dry weight, and root dry weight. Liquid organic fertilizer with a concentration 2 ml/ l average of the highest growth of crop height, leaf number, root fresh weight, shoot dry weight, root volume, root length and shoot fresh weight. The best liquid organic fertilizer is the frequency every 3 days, when seen from the average of crop height , leaf number, shoot dry weight, and shoot fresh weight. Interaction between concentration and frequency of liquid organic fertilizer occurs in crop height, leaves number, and shoot fresh weight with the best treatment is the concentration 2ml / l were given every 3 days.
7006688A1L009162PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PENYEMPROTAN PUPUK ORGANIK CAIR BIO P 2000Z TERHADAP PERTUMBUHAN HASIL BAWANG DAUN (Allium fistolosum.L)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). pengaruh konsentrasi pupuk organi¬k cair Bio P2000Z terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun, 2). pengaruh frekuensi penyemprotan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun, dan 3). interaksi antara konsentrasi dan frekuensi penyemprotan pupuk Bio P2000Z yang memiliki pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun.
Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2013 sampai dengan Juli 2013, dilahan Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, dengan ukuran petak percobaan (3x2,5) meter. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Terpisah (Splitplot) dengan empat konsentrasi, dua frekuensi penyemprotan, dan tiga kali ulangan, yaitu K0 (konsentrasi 0%), K1 (konsentrasi 3,5%), K2 (konsentrasi 7%), K3 (konsentrasi10,5%),F1 (frekuensi penyemprotan 10 hari sekali sebanyak 3 kali), F2 (frekuensi penyemprotan 15 hari sekali sebanyak 2 kali).
Hasil penelitian menunjukan konsentrasi pupuk organik cair Bio P2000Z memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah akar, bobot petak efektif. Frekuensi penyemprotan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun dan bobot petak efektif, dan interaksi antara konsentrasi dan frekuensi penyemprotan pupuk organik cair Bio P2000Z memberikan pengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman.

The experiment aims to find out 1. Effect of Bio P2000Z concentration on growth and yield of scallion 2. Effect of Bio P2000Z Frequency on the growth and yield of scallion 3. Effect of a interaction between concentration and frequency of Bio P2000Z on the growth and yield scallion.
The experiment research on March 2013 to July 2013, in Melung Kedungbanteng village, district regency of Banyumas, with experiment measure swath (3x2,5) meter. This study uses a separated Random Design (Split plot), with four concentration, two of Provision Time Interval, and three times repetitions, that is K0 (concentration 0%), K1 (concentration 3,5%), K2 (concentration 7%), K3 (concentration 10,5%),F1 (frequency of 10 days as many as 3 times), F2 (frequency of 15 days as many as 2 times).
The results showed that the concentration of liquid organic fertilizer Bio P2000Z effect on plant height, number of leaves, number of tillers, fresh root weight, effective swath weight. Frequency of very influential to number of leaf and effective swath weight. The interaction of concentration and frequency of liquid organic fertilizer Bio P2000Z very influential to plant height.