Home
Login.
Artikelilmiahs
6654
Update
MURTINA PURBA
NIM
Judul Artikel
EFISIENSI SERAPAN HARA N GALUR-GALUR F6 PADI GOGO PROTEIN TINGGI DARI PERSILANGAN MENTIK WANGI DENGAN G39
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memperoleh galur-galur yang efisien serapan hara N, 2) mengetahui dosis pupuk N optimum untuk setiap galur-galur, dan 3) mempelajari interaksi dosis pupuk dengan galur-galur padi gogo yang dicoba pada karakter yang memiliki kandungan protein tinggi. Penelitian dilaksanakan di screen house Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada bulan Januari – Mei 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 perlakuan dan 2 kali ulangan. Faktor yang diuji adalah 12 galur padi gogo F6 dan pemberian pupuk N. Kedua belas galur tersebut yaitu G30-8, G30-16, G21-9 G30-15, G30-6, G30-12, G30-1, G30-10, G30-18, G25- 10, G21-5, G30-4 dan dua varietas pembanding Inpago UNSOED 1 dan G39, sedangkan pupuk N (urea) yang digunakan yaitu taraf N1 = 0 kg N/ha, N2 = 60 kg N/ha, dan N3 = 120 kg N/ha. Variabel yang diamati variabel pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat galur yang memiliki nilai efisiensi yang memenuhi standar IRRI yaitu galur G30-8 dengan nilai efisiensi sebesar 82.05. Galur F6 padi gogo hasil persilangan Mentik Wangi dengan G39 yang berdaya hasil tinggi dengan pemberian pupuk N yaitu G30-8, G30-12, G21-5, G30-15 dan varietas cek G39. Taraf pemupukan optimum yang diperlukan oleh 4 galur dan 1 varietas cek tersebut berturut-turut sebesar 61 kg N/ha, 66 kg N/ha, 45 kg N/ha, 14 kg N/ha, dan 20 kg N/ha.Terdapat interaksi antara dosis pupuk N dan galur padi gogo yang dicoba pada karakter kandungan protein dan kandungan N jaringan yaitu genotif G30-1 dengan kandungan protein tinggi pada dosis 120 kg N/ha dan galur G30-4 dengan kandungan N jaringan tertinggi pada dosis 120 kg N/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research aimed to 1) find out rice line the having high NUE, 2) find out the most appropriate dose of N applicatin, and 3) evaluate the interaction effects of N application and upland rice line had interaction effects on the variable of protein content. The experiment was conducted in the screen house of Laboratory Plant Breeding and Biotechnology Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University , Purwokerto , in January-May 2013. This experiment was used a randomized complete block design (RCBD) factorial with two treatment and two replication. Factors tested were upland rice line and N fertilization. Upland rice line consisted of G30-8, G30-16, G21-9 G30-15, G30-6, G30-12, G30-1, G30-10, G30-18, G25- 10, G21-5, G30-4 and two other lines check varieties Inpago UNSOED 1 and G39. N fertilization consisted of N1 = 0 kg N/ha, N2 = 60 kg/ha, and N3 = 120 kg N/ha. Variables observed were vegetative growth and crop yield components. There lines that have a value of N utilization efficiency of grain that meets the standards of IRRI i.e.: lines G82-3 with a value of N use efficiency of 82,05. F6 line of upland rice produced from Mentik Wangi and G39 crossing that has high productivity were G30-8, G30-12, G21-5, G30-15 and G39 is varieties check. Optimum dose of N application for each line was 61 kg N/ha, 66 kg N/ha, 45 kg N/ha, 14 kg N/ha, and 20 kg N/ha. N application and upland rice line had interaction effects on the variable of protein content and N content. G30-1 line reached the highest protein content when its was applied by 120 kg N/ha and G30-4 reached the highest N content at N application of 120 kg N/ha.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save