Artikelilmiahs

Menampilkan 601-620 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
6016572F1B008006Networking Governance Dalam Penanganan Gelandangan dan Pengemis di PurwokertoKota Purwokerto merupakan kota administratif dari Kabupaten Banyumas. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, ironisnya masih banyak gelandanganya dan pengemis menghiasi kota ini. Mereka adalah masyarakat yang berurbanisasi namun tidak mempunyai keterampilan dan berakhir menjadi gelandangan dan pengemis. Penelitian ini bertujuan untuk mencari eksistensi networking governance dalam penanganan gelandangan dan pengemis di Purwokerto. Penanganan gelandangan dan pengemis merupakan tanggung jawab Negara, yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitain di Kota Purwokerto. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif dari Miles dan Huberman Hasil penelitian menunjukan bahwa networking governance dalam penanganan gelandangan dan pengemis di Purwokerto belum optimal. Saat ini hanya pemerintah saja yang terlibat langsung dalam penanganan gelandangan dan pengemis di Purwokerto. Aktor tersebut adalah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Satuan Polisi Pamong Praja Banyumas. Baik Dinsosnakertrans maupun Satpol PP mempunyai tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam menangani gelandangan dan pengemis. Dibutuhkan komunikasi yang baik pula antara para aktor dengan gelandangan dan pengemis agar dalam proses penanganan lebih efektif. Purwokerto is an administrative city of Banyumas Regency. As the center of economic growth and development, ironically there are still a lot of homeless drifters and beggars adorn this city. They are the people who do urbanization but does not have the skills and ended up to be a homeless drifters and beggars. The purpose of this research is to find there is or is not networking governance in handling of homeless drifters and beggars in Purwokerto City. Handling of homeless drifters and beggars are the responsibility of nation, there are state, privat and society. This research uses descriptive qualitative method research and the locus is Purwokerto City. Informan selection techniques in this research is purposive sampling technique and snowball sampling technique. Techniques of data collection by interview, observation and documentation. The analysis techniquesed is interactive analysis from Milles and Huberman. The result of the research is networking governance in handling beggars and homeless drifters in Purwokerto have not been successful. The involvement of other actors than government, the private and the society is needed. Currently only governments who are directly involved in the handling of homeless drifters and beggars in Purwokerto. There are Social, Labor and Transmigration Service and Police Unit of Civil Service Banyumas. Both of them have duties and functions in handling beggars and homeless drifters. Communication between Social, Labor and Transmigration Service and Police Unit of Civil Service are good. Communication between the actors with beggars and homeless drifters need to be good too in order handling process more effective.
6026576F1C006057KOMUNIKASI INSTRUSIONAL DALAM “METODE KOMUNIKASI TOTAL” PADA KELAS TUNARUNGU DI SDLB NEGERI KEBAKALAN KEBUPATEN BANJARNEGARAProses pendidikan berbahasa pada anak tunarungu menarik untuk dilakukan suatu penelitian. Berdasarkan hal tersebut di atas perumusan masalah yang diajukan adalah Bagaimana Komunikasi Instruksional dalam pengajaran metode komunikasi total pada kelas tunarungu di SDLB Negeri Kebakalan Kabupaten Banjarnegara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana komunikasi instruksinal pada proses pengajaran komunikasi total beserta kendala-kendalanya. Lokasi penelitian dilakukan di Banjarnegara, dengan mengambil objek penelitian adalah pengajar anak tunarungu di SDLB Negeri Kebakalan Banjarnegara.
Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan komunikasi instruksional. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen yang menunjang penelitian. validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber yaitu mengumpulkan data sejenis dari sumber yang berbeda. Dengan demikian kebenaran sumber data yang satu akan dikonfirmasikan dengan data yang diperoleh dari sumber yang lain. Teknik analisa data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang bergerak diantara tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengajar SDLB Negeri Kebakalan menerapkan kombinasi antara komunikasi lisan dan komunikasi isyarat dengan dibantu dengan berbagai media pembelajaran pada metode Komunikasi Total yang mereka terapkan. Pengajaran Komunikasi Total pada kelas 1 sampai kelas 3 diutamakan pada penggunaan isyarat. Pengajaran Komunikasi Total pada kelas 4 hingga kelas 6 siswa tunarungu difokuskan untuk lebih mengasah kemampuan oral. Namun Komunikasi Total di SDLB Negeri Kebakalan tidak sesuai dengan prinsip Komunikasi Total. Penerapan prinsip tersebut dianggap akan menyulitkan dan memperlambat proses pendidikan sedangkan masa studi anak SDLB dibatasi oleh sistem pendidikan. Keadaan ini memaksa SDLB Negeri Kebakalan tetap menggunakan satu bentuk komunikasi yang sama untuk diterapkan pada semua siswa tunarungu di sekolahnya. SDLB Negeri Kebakalan Banjarnegara juga tidak dapat menerapkan ketentuan tinggal kelas bagi siswa tunarungu dikarenakan kondisi psikologi siswa tunarungu yang sangat sensitif terhadap kekurangan pada diri mereka.
Process of language education for deaf students is interesting to study. Based on the above, the researcher proposed the formulation of the problem is How Instructional Communication in the Total Communication method of teaching deaf class in the Kebakalan Special Public School of Banjarnegara. The research objective is to identify and explain how the instructional communication in the Total Communication teaching process and its constraints. Location of the research conducted in Banjarnegara, by taking the object of research are deaf student teachers in Kebakalan Special Public School of Banjarnegara.
The research methods is descriptive qualitative method by using the theory of instructional communication. Informants in this study were selected by purposive sampling technique. Primary data were obtained from observations and interviews. While the secondary data obtained from the documents that support the research. Validity of the data is done by triangulation techniques that collect similar data from different sources. Thus the truth of the data source to be confirmed with data obtained from other sources. Data analysis technique used is interactive model that moves between three components: data reduction, data display and conclusion (verification).
The results showed that the Kebakalan Special Public School teachers applying a combination of verbal communication and sign language communication, assisted with a variety of instructional media at Total Communication methods that they used. Teaching Total Communication in grade 1 to grade 3 are focused on the use of sign language communication. Total Communication teaching at grade 4 to grade 6 students are focused on the use of oral communication. But Total Communication in Kebakalan Special Public School is not in accordance with the principles of Total Communication. The application of these principles will be difficult and make the process of education going slow while Special Public School study period was limited by the education system. This situation forced the Kebakalan Special Public School still using the same form of communication to be applied to all deaf students at the school. Kebakalan Special Public School of Banjarnegara also can not apply no grade system for deaf students, it was because they psychological conditions are very sensitive to deficiencies in them.
6036577H1F009004Geologi dan Karakteristik Lapangan Panasbumi Kenkoinan dan Sekitarnya, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera BaratDaerah penelitian berada pada Lapangan Panasbumi Kenkoinan milik PT. Supreme Energy. Penelitian dilakukan untuk identifikasi kondisi geologi, mineral-mineral berdasarkan data bawah permukaan, korelasi sumur eksplorasi dengan pendekatan vulkanostratigrafi, peta penyebaran zonasi alterasi bawah permukaan dan model sistem panas bumi. Litologi daerah penelitian tersusun dari batuan vulkanik berumur Kuarter yang terdiri dari Lava Andesit, Lava Basalt, Andesit Piroksen, Breksi Piroklastik, Breksi Laharik, Tuf, Tuf Litik, dan Tuf Kristal. Pola struktur di daerah penelitian dikontrol oleh rekahan-rekahan yang terbentuk akibat Sesar Besar Sumatra, dan manifestasi permukaan yang terdapat di daerah penelitian terdiri dari mataair panas dan fumarola. Vulkanostratigrafi di daerah penelitian berdasarkan hasil mudlog terdiri dari fasies proksimal dan medial. Sedangkan zonasi alterasi terdiri dari Smektit±Kuarsa Sekunder dengan temperatur 50°-180° C yang berperan sebagai cap rock dan zona Ilit±Epidot±Aktinolit±Wairakit±Klorit dengan temperatur 120°-320° C yang berperan sebagai reservoar. Berdasarkan temperatur mineral alterasi daerah penelitian termasuk kedalam sistem panasbumi dengan temperatur menengah-tinggi.Research area is Kenkoinan Geothermal Field which is belong to PT. Supreme Energy. Research is applied to identify geology condition, their minerals based on subsurface data, correlation exploration wells with vulcanostratigraphy method, subsurface zonation alteration map, and geothermal model for research area. Lithology of research area consists of Quartenary volcanic rocks which are consists of Andesite Lava, Basalt Lava, Pyroksen Andesite, Pyroclastic Breccia, Laharic Breccia, Tuff, Lithic Tuff, and Crystal Tuff. Structure of research area is controlled by Great Sumatra Fault System, and manifestation consists of hotsprings and fumaroles.Vulcanostratigraphy in research area based on mudlog data consists of proximal and medial facies. Lithology in the research area has been altered and consists of Smectite±Secondary Quartz which has temperature 50°-180° C as the cap rock and Illite±Epidote±Actinolite±Wairakite±Chlorite that shows temperature between 120°-320° C as the reservoir zone. Based on alteration mineral temperature, geothermal system of Kenkoinan Geothermal Field is moderate to high.
6046580C1A009057DAMPAK EKONOMI TAMAN REKREASI ANDHANG PANGRENAN
(TRAP) PURWOKERTO TERHADAP PEREKONOMIAN
Taman Rekreasi Andhang Pangrenan (TRAP) merupakan obyak wisata baru di Kabupaten Banyumas yang memiliki jumlah kunjungan cukup tinggi. Kegiatan wisata yang berlangsung di TRAP memiliki dampak ekonomi yang terkait dengan masyarakat di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh biaya perjalanan ke lokasi wisata, jarak tempuh, umur, tingkat pendapatan, dan jumlah individu terhadap jumlah kunjungan ke TRAP serta untuk mengetahui bagaimana dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh aktivitas wisata di TRAP terhadap masyarakat sekitar baik yang membuka usaha (pengusaha) maupun sebagai tenaga kerja (karyawan), serta bagi masyarakat umum.
Alat analisis dari penelitian ini adalah regresi linear berganda dengan jumlah kunjungan sebagai variabel dependen, dan sebagai variabel independen yaitu biaya perjalanan individu, jarak tempuh, umur, pendapatan, serta jumlah individu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel independen yaitu biaya perjalanan, jarak tempuh, pendapatan, dan jumlah individu signifikan. Sedangkan variabel umur tidak signifikan. Nilai surplus ekonomi yang diterima pengunjung adalah Rp 42.798 per individu per kunjungan sedangkan nilai ekonomi TRAP yaitu Rp 105.349. Dampak ekonomi diestimasi dengan menggunakan pendekatan Multiplier Effect. Berdasarkan pendekatan tersebut diperoleh dampak langsung yang diterima pengusaha yang membuka usaha di TRAP, dampak tidak langsung yang diterima oleh tenaga kerja lokal, dan dampak lanjutan yang merupakan pengeluaran dari tenaga kerja lokal. Nilai Keynesian Income Multiplier sebesar 0,79 dan nilai Ratio Income Multiplier Tipe I sebesar 2,41.
Andhang Pangrenan Recreational Park (TRAP) is a new tourist attraction in Banyumas which has high number of visit. Tourism activities that take place in TRAP has economic impact associated with the surrounding community. The purpose of this study was to determine how the effect of travel cost, travel distance, age, income level, and the number of individual on the number of visit to TRAP, to know how the economic impact generated by tourist activity in TRAP on surrounding community either entrepreneurs, local labor, or general public.
Analysis tool of this research was multiple linear regression with the number of visitas as the dependent variable, and individual travel cost, travel tdistance, age, income, and the number of individual as independent variables.
Research result shows that four of the independent variables, travel cost, travel distance, income, and individual number were significant. While age variable was not significant. Economy surplus value accepted by visitor was Rp. 42.798 per individual per visit while TRAP economy value was Rp 105.349. Economy impact estimated using Multiplier Effect approach. Based on the approach obtain the direct impact accepted by entrepreneurs which open business in TRAP, indirect impact accepted by local labor, and induced impact that is an expenditure from local labor. Keynesian Income Multiplier by 0,79 and Ratio Income Multiplier Tipe 1 by 2,41.
6056588P2FB09003KEPUASAN JEMAAH HAJI TERHADAP PENERAPAN SISTEM KOMPUTERISASI HAJI TERPADU (SISKOHAT) ON-LINE DI KABUPATEN BREBES TAHUN 2011
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan SISKOHAT dan tingkat kepuasan jemaah haji terhadap penerapan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) on-line di Kabupaten Brebes. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian di laksanakan di Kabupaten Brebes. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Sedangkan model analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis data interaktif.
Hasil penelitian menemukan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Brebes selaku penyelenggara pelayanan ibadah haji telah melaksanakan pembinaan pelayanan, menerapkan manajemen penyelenggaraan, dan memberikan perlindungan melalui sistem dalam bentuk pengawasan terhadap setiap tahapan pelayanan ibadah haji. Meskipun demikian dalam penyelenggaraan pelayanan ibadah haji masih menghadapi kendala, yaitu adanya kerusakan sistem dan gangguan jaringan internet. Pada umumnya jemaah haji sudah merasa puas terhadap aspek pelayanan ibadah haji melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) yang meliputi aspek reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (kepastian), empathy (empati), dan tangible (penampilan fisik) diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes.
The research aims at reviewing and analyzing the using integrated hajj computered system (SISKOHAT) On-Line in Brebes Regency Period 2011. The phenomenological of research used qualitative. Research was conducted at Brebes. Data were obtained from the key-informans by interviewing them, and it was supported by observation and documentation. The data analysis was employed by using interactive analysis model in order to reveal the phenomenon occured from the different informant’s perspectivees.
The result shows that ministry of religion Brebes as operator hajj services have applying operating management and extend protection for jemaah through system organized as control on each step of hajj service. Nevertheless its facet constraint such as system breakage and failure internet connection. Commonnly hajj jemaah have meet the expectation for hajj service using integrated hajj computered system (SISKOHAT) its shown on aspect reliability, responsiveness assurance, empathy, and tangible provided by ministry of religion Brebes
6066582C1B008034Pengaruh Keterlibatan kerja dan Motivasi Kerja Dengan Organizational Citizenship Behaviour ( OCB ) Sebagai Variabel Mediasi Terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto (studi kasus pada perawat ruang inap Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto)RINGKASAN
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Keterlibatan Kerja dan Motivasi Kerja Dengan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) Sebagai Variabel Mediasi Terhadap Kinerja ( Studi kasus pada perawat ruang inap Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor faktor apa saja yang mempengaruhi OCB serta pengaruhnya secara langsung ataupun tidak langsung terhadap kinerja itu sendiri. Populasi dari penelitian ini adalah perawat ruang inap pada Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto yang berjumlah 74 orang. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linear berganda, menunjukan bahwa, keterlibatan kerja berpengaruh secara langsung terhadap OCB dan kinerja, serta, keterlibatan kerja juga memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kinerja melalui OCB sebagai variabel mediasi. Variabel motivasi kerja berpengaruh secara langsung terhadap kinerja dan OCB, serta, memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kinerja melalui OCB sebagai variabel mediasi.
Kata kunci: keterlibatan kerja, motivasi kerja,kinerja , Organizational Citizenship Behaviour.
SUMMARY
The study is titled "The Effect of Job Involvement and Motivation to Work With Organizational Citizenship Behaviour ( OCB ) As Variable Mediation on Performance (Case Study in Hospital inpatient room nurse Wijaya Kusuma Purwokerto ) " .The purpose of this study was to determine and analyze the factors that influence OCB and its influence directly or indirectly to the performance itself. Population of this study is patient room nurse at the Hospital Wijaya Kusuma Purwokerto , amounting to 74 people .The samples in this study using the technique of saturated samples.
Based on the results of research and data analysis using the classical assumption test and multiple linear regression , showed that job involvement directly affects OCB and performance , as well as , work engagement also have indirect effect on performance through the OCB as a mediating variable . Work motivation variables directly affect the performance and OCB , as well , has no direct effect on performance through the OCB as a mediating variable .

Keywords : job involvement , work motivation , performance , Organizational Citizenship Behavior .
6076583G1G008026PENGARUH PEMBERIAN TOPIKAL GEL LIDAH BUAYA
(Aloe vera (L.) Burm. f) 30% TERHADAP JUMLAH
FIBROBLAS GRANULASI SOKET PASCA
PENCABUTAN GIGI INSISIVUS
MARMOT (Cavia cobaya)
Ekstraksi gigi merupakan tindakan yang sering dilakukan oleh dokter gigi. Ekstraksi gigi ini akan mengakibatkan terjadinya kerusakan jaringan yang selanjutnya akan pulih kembali melalui proses penyembuhan luka. Fibroblas merupakan salah satu penyusun jaringan ikat gingiva yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka. Lidah buaya merupakan bahan alami yang digunakan oleh masyarakat luas sebagai obat tradisional. Lidah buaya mengandung acemannan dan mannose-6-phosphate yang berkhasiat untuk mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan adanya pengaruh pemberian topikal gel lidah buaya konsentrasi 30% terhadap jumlah fibroblas pada proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi insisivus marmot. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan 36 ekor marmot (Cavia cobaya) yang dibagi secara acak menjadi 3 kelompok, yaitu: kelompok perlakuan yang diberi gel lidah buaya, kelompok kontrol positif yang diberi gliserin dan kelompok kontrol negatif yang diberi aquades. Pada semua kelompok marmot dibuat perlukaan dengan mencabut gigi insisivus rahang bawah. Pada daerah luka, setiap kelompok diaplikasikan gel lidah buaya, gliserin dan aquades. Pada hari ke-3, ke-5, dan ke-7 dilakukan dekapitasi pada marmot sesuai dengan kelompoknya (4 marmot setiap kelompok). Jaringan dibuat preparat histologis kemudian dilakukan pengamatan gambaran histologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel lidah buaya mempunyai efek penyembuhan luka dilihat dari adanya fibroblas pada hari ke-3, jumlah meningkat pada hari ke-5, dan menurun pada hari ke-7. Simpulan dari penelitian ini adalah aplikasi topikal gel lidah buaya konsentrasi 30% berpengaruh terhadap jumlah fibroblas pada penyembuhan luka pasca pencabutan gigi insisivus marmot (Cavia cobaya).


Tooth extraction is a proceeding which frequently done by the dentist. Tooth extraction resulting the tissue damage that will be recovered by wound healing process. Fibroblast is one of the connective tissue constituent which has an important role to wound healing process. Aloe vera is natural ingredients used by people as traditional medicine. Aloe vera contains acemannan and mannose-6-phosphate which is believed to accelerate wound healing. This study aimed to prove the influence of aloe vera topical application 30% concentration to the number of fibroblast in wound healing process post extraction guinea pig incisor. The samples of this study using 36 guinea pigs (Cavia cobaya) divided into 3 gropus randomly, which are: group with aloe vera gel, positive control group with aquades. All groups injured by repealing mandibular incisor. On day 3, 5, and 7 was decapitation to the guinea pig according to the groups (4 guinea pigs in each group). The tissue was made into histological preparations then observe the histological description. The results showed that aloe vera gel has seen a wound healing effects of the fibroblasts on day 3, the number increased on day 5 and decreased on day 7. This study concluded that the application of topical aloe vera concentration of 30% effecting to the number of fibroblasts in wound healing post extraction guinea pig incisor (Cavia cobaya).


6086584F1C009023Makna Mimpi dalam Film Inception (Analisis Semiotik Tentang Mimpi dalam Film Inception)Penelitian ini mengambil judul “Makna Mimpi dalam Film Inception (Analisis Semiotik Tentang Mimpi dalam Film Inception)”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna mimpi yang terdapat dalam film Inception.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotik, khususnya analisis Roland Barthes. Sedangkan untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi isi film dan juga studi literatur yang berkaitan dengan mimpi dan alam bawah sadar.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah film Inception merupakan film yang memvisualisasikan mimpi-mimpi yang terjadi pada tokoh-tokohnya. Pemaknaan terhadap mimpi-mimpi dalam film Inception dilakukan dengan dua cara yaitu pemaknaan secara denotasi dan pemaknaan secara konotasi. Secara denotasi makna mimpi dalam film Inception menggambarkan apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada mimpi tersebut yang dilihat dari aspek visual dan audionya. Sedangkan secara konotasi, mimpi dalam film Inception menggambarkan kondisi alam bawah sadar seseorang yang menjadi tempat bagi keinginan, hasrat, pikiran, dan emosi dalam diri individu yang tidak dapat muncul dalam kesadarannya, baik karena menyakitkan ataupun keinginan yang terpendam. Selain itu mimpi-mimpi dalam film Inception sebagian besar menggambarkan perwujudan keinginan-keinginan terpendam dari para tokohnya dimana mimpi tersebut lebih memberikan kepuasan kepada mereka dibandingkan alam sadar. Mimpi-mimpi dalam film Inception juga memperlihatkan keadaan manusia yang sudah kehilangan batasan antara yang nyata dan gambaran alam bawah sadar sehingga imaji atau gambaran di dalam mimpi dianggap lebih nyata oleh mereka dibandingkan kenyataan itu sendiri.
The title of this research is “The Meaning of Dream in Inception Movie (Semiotic Analysis about dreams in Inception Movie)”. This research was conducted to determine the meaning of dreams contained in Inception movie.
The method that used in this research is semiotic analysis method, especially analysis of Roland Barthes. Meanwhile, the method that used for gathering a data is observation through the content of the film and literature that be related to dream and unconscious subject.
The result from this research, Inception movie is a film that visualize a dream that happen to the actors. Meaning to dream in Inception movie happen in two ways, denotation and connotation. In denotation way, the meaning of dream picture what is really happen in dream based on visual and audio meanwhile in connotation way, dream picture unconscious state to person that become a place for desire, wish, mind and emotion that can’t be show up in conscious state, because it hurts or it went out of one’s way. Besides, dreams in Inception movie mostly explain about wish-fullfilment from the actors and that dream give more satisfaction than the real world. Dreams in Inception movie also shows the human condition that has lost grip on what’s real and what’s unconscious image so that image in a dream considered more real than the reality it self.
6096624C1C006100PENGARUH PERUBAHAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN
( Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI Tahun 2008 – 2012 )
Penelitian ini merupakan penelitian empiris pada perusahaan – perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI. Penelitian ini mengambil judul: “ Pengaruh Perubahan Struktur Modal Terhadap Profitabilitas Perusahaan ( Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI Tahun 2008 – 2012 ) ”Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pungaruh perubahan struktur modal terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2008 – 2012.Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di BEI selama tahun 2008 – 2012. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 29 perusahaan. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan sampel.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana menunnjukkan bahwa perubahan struktur modal yang diproksikan dengan Δ Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan yang diproksikan dengan Return on Assets, pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2008 – 2012.Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu pihak manajemen sebaiknya mampu menciptakan struktur modal optimalnya dengan menyesuaikan sesuai kebutuhan perusahaan, seperti pada teori trade off, yaitu perusahaan yang memiliki aktiva yang tinggi, sebaiknya menggunakan sedikit hutang dan perusahaan yang membayar pajak tinggi sebaiknya lebih banyak menggunakan hutang dibandingkan perusahaan yang membayar pajak rendah.This research is an empirical study on consumer goods industry sector’s manufacturing firms in Indonesian Stock Exchange in 2008 – 2012. The aims of this research to analyze the influence of capital structure’s changes to profitability of the firms.The population in this research are all companies included in the category of manufacturing companies listed on the Stock Exchange Indonesia, which meets criteria to be used as sample 29 companies with the sampling technique of purposive sampling method. Based on the result of research and data analysis using simple regression linear, can be concluded capital structure’s changes ( Δ Debt to Equity Ratio ) has no significant effect on profitability ( Return on Assets ).The implications of the conclusion above, the management shold create optimum capital structure suite with company’s need, like in Trade Off Theory, company that has huge assets should using small amount of debt, and company that pays high tax should using debt much more than company that pays low tax.
6106587F1F008061THE EFFECTIVENESS OF “THINK-PAIR-SHARE” MODEL
TO IMPROVE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY
(An Experimental Study in the First Grade Students of SMP Ma’arif NU 2 Ajibarang inSchool Year 2012/2013)
Cooperative learning adalah metode belajar yang digunakan untuk menciptakan sebuah kegiatan belajar mengajar yang terfokus kepada siswa atau berorientasi kepada siswa. Ada beberapa model dari cooperative learning, salah satunya adalah Think-Pair-Share. Think-Pair-Share adalah sebuah diskusi kecil dimana siswa mendengarkan sebuah pertanyaan atau presentasi, kemudian berpikir secara individu, berdiskusi dengan pasangan dan kemudian berbagihasil diskusi dengan kelompok yang lebih besar.
Penelitian ini memfokuskan kepada efektifitas dari penggunaan Think-Pair-Share dalam meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui tingkat penguasaan kosakata siswa SMP Ma’arif NU 2 Ajibarang setelah menggunakan Think-Pair-Share, (2) untuk mengetahui efektifitas dari Think-Pair-Share dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa.
Data yang digunakan diambil dari siswa kelas satu SMP Ma’arif NU 2 Ajibarang tahun pelajaran 2012/2013. Data dikumpulkan melalui tes, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menghitung hasil pre-test dan post-test, menganalisa hasil observasi dan wawancara, dan kemudian membuat beberapa kesimpulan.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini mendeskripsikan tentang efek dari penggunaan model Think-Pair-Share untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa pada kelas eksperimen. Penelitian ini dilakukan selama setengah semester.
Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan pada penguasaan kosakata siswa setelah menggunakan Think-Pair-Share dalam proses belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata di kelas eksperimen yang naik dari 63, 33 pada saat pre-test menjadi 71, 97 pada saat post-test. Think-Pair-Share memberikan dampak positif pada penguasaan kosakata siswa. Ini ditunjukan dengan hasil penghitungan t-test dimana t-count pada penelitian ini adalah 2, 563 sedangkan t-table dengan tingkat signifikansi 0, 05 adalah 1, 980. Hal ini menunjukan t-count lebih tinggi dibandingkan dengan t-table. Hal ini didukung
3
pula dengan hasil observasi dan wawancara yang menunjukan bahwa siswa merasa lebih nyaman dan menjadi lebih aktif selama proses belajar mengajar.
Cooperative learning is a learning method that used to create a teaching-learning activity focused on students or student-oriented. There were some models of cooperative learning, one of them is Think-Pair-Share. Think-Pair-Share is a small discussion in which students listen to a question or presentation, have time to think individually, talk with each other in pair, and finally share responses with the large group.
The main concern of this research is about the effectiveness of using Think-Pair-Share in improving students’ vocabulary mastery. The purposes of this research are (1) to find out the levels of the students’ mastery in learning vocabulary of first grade students at SMP Ma’arif NU 2 Ajibarang, (2) to find out the effectiveness of using “Think-Pair-Share” model in improving the students’ mastery in learning vocabulary.
The data used for the analysis were taken from the first grade students of SMP Ma’arif NU 2 Ajibarang academic year 2012/2013. The data were collected through test, observation and interview. The data analysis was done by calculating pre-test and post-test scores, analyzing the results of observation and interview, and then drawing some conclusions.
This research belongs to an experimental research. It describes about a study that investigates the effect of giving treatment of using Think-Pair-Share to improve students’ vocabulary mastery to an experimental group. The research was conducted for a half of semester.
2
The result of this research shows an improvement on students’ vocabulary mastery after using Think-Pair-share in their teaching-learning process. It can be seen from the mean of experimental group which increased from 63, 33 in pre-test to 71, 97 in post-test. Think-Pair-share givespositive effect to the students vocabulary mastery. It is shown by the result of t-test computation in which t-count of this research is 2, 563, while the T-table value with the level of significance 0, 05 and degree of freedom 64 is 1, 980. It denotes that T-count is higher than T-table. It is also supported by the result of observation and interview which showed that the students felt more enjoyable and active during the teaching learning process.
6116585F1F008066YOUNG ADULTS’ PERCEPTIONS ON GLAMOUR DEPICTED IN THE CHARACTER OF MATHILDE IN GUY DE MAUPPASANT SHORT STORY’S THE NECKLACE (A Reader Response Study)Karya sastra yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebuah cerpen berjudul The Necklace karya Guy De Maupassant yang mengangkat kehidupan glamor tokoh Mathilde pada abad ke 19. Kepopuleran cerpen ini tidak lepas dari peran pembaca, sehingga peneliti tertarik untuk mendiskusikan persepsi dan peran pembaca mengenai glamor yang tercermin dari tokoh Mathilde. Data diperoleh dari hasil kuisioner dan wawancara dengan pembaca. Penelitian ini menerapkan teori strukturalisme reader response dan gaya hidup glamor untuk menganalisa data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil menunjukan bahwa pembaca pria dan wanita memiliki jawaban yang bervariasi mengenai kepribadian Mathilde, cara ia untuk menjadi glamor, indikator Mathilde sebagai wanita glamor, akibat kehidupan glamor Mathilde, serta pentingnya Mathilde untuk berpenampilan glamor di pesta. The literary work discussed in this research is a short story entitled The Necklace by Guy De Mauppasant that has issue the glamorous lifestyle of Mathilde character in 19th century. The popularity of this work is highly related with the reader’s role, thus the research interest to discuss readers’ perceptions and reasons on glamour reflected in Mathilde character. The data is gained from the result of questionnaire and interview. This research applied queer theory and glamorous lifestyle for analyzing the data with descriptive qualitative method. The results find that the females and males readers’ perceptions on glamour have the various answers on Mathilde’s personality, the way of Mathilde to be glamorous woman, the impact of her glamorous lifestyle, and the importance for her to perform glamorously in the party.
6126592D1E008123ANALISIS FUNGSI PRODUKSI PADA USAHA AYAM NIAGA PEDAGING DI KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian berjudul analisis fungsi produksi Usaha Ayam Niaga Pedaging di Kabupaten Purbalingga dilaksanakan mulai tanggal 8 Maret 2013 sampai 15 April 2013. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengetahui tingkat produksi peternakan ayam niaga pedaging di Kabupaten Purbalingga. 2. Mengetahui pengaruh Jumlah DOC (Day Old Chick), Jumlah pakan, Curahan Jam Kerja, Obat-obatan dan Vaksin, serta Kandang terhadap produksi ayam niaga pedaging di Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sasaran Penelitian adalah peternakan ayam niaga pedaging di Kabupaten Purbalingga. Penetapan sampel wilayah menggunakan metode Purposive Sampling yaitu dengan memilih kecamatan yang memiliki populasi yang cukup tinggi. Terpilih 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Pangadegan, Kecamatan Kejobong, dan Kecamatan Kaligondang. Masing-masing kecamatan dipilih dengan menggunakan metode Stratisfied Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata proudksi ayam niaga pedaging yaitu sebesar 2,25 kg/ekor. Hasil analisis regresi diperoleh dari persamaan Log Y = Log 1.351184009 + 0.004595870 Log X1 + 0.240713590 Log X2 – 0.00017242 Log X3 + 3.42884E-09 Log X4 - 0.0003008 Log X5. Faktor yang mempengaruhi produksi pada ayam niaga pedaging di Kabupaten Purbalingga adalah Jumlah DOC, Jumlah Pakan, dan curahan jam kerja.

Analysis of Production Function of Broiler Chickens Farms in Purbalingga was carried out on March 8th to April 15th, 2013. This research was aimed to (1) knowing the level of production of broiler chicken farms in Purbalingga (2) know the influence number of DOC (Day Old Chick), amount of feed, labor hours, cost of medicines and vaccines, housing to the production of broiler chickens in Purbalingga.The research used survey method to broiler chicken farms in Purbalingga. The sample area (Pangadegan, Kejobong and Kaligondang sub districts) were chosen using purposive sampling method based on large population. Respondents were selected using Stratisfied Random Sampling method. Results of the study showed that the average production of broiler chickens was of 2.25 kg/heads. Regression analysis resulted in equation of Log Y = Log 1.351184009 +0.004595870 Log X1 +0.240713590 Log X2 –0.00017242 Log X3+3.42884E-09Log X4 - 0.0003008 Log X5. Number of DOC, the amount of feed, and labor hours were significantly influence the production of broiler chicken
6136593D1E008023HUBUNGAN ADOPSI TEKNOLOGI PAKAN SILASE DENGAN KINERJA EKONOMI ANGGOTA KELOMPOK TANI TERNAK PEGUMAS DI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan mengetahui kinerja ekonomi (pendapatan dan efisiensi ekonomi) peternak pegumas dan menganalisis hubungan umur, pendidikan, dan lama beternak dengan kinerja ekonomi (pendapatan dan efisiensi ekonomi) peternak pegumas. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, yaitu melakukan pengamatan langsung dan wawancara dengan menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel wilayah dilakukan secara sengaja (purposive sampling), yaitu Kecamatan Gumelar dan Kelompok Tani Ternak Pegumas. Pengambilan sampel responden dilakukan secara sensus sebanyak 32 responden yang telah mengadopsi teknologi pakan silase. Variabel penelitian yang digunakan adalah pendapatan, efisiensi ekonomi, umur, pendidikan, dan lama beternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pemeliharaan ternak kambing PE dengan menggunakan teknologi pakan silase menguntungkan dan berjalan efisien. Pendidikan dan lama beternak terdapat hubungan dengan kinerja ekonomi (pendapatan dan efisiensi ekonomi) peternak, sedangkan umur terdapat hubungan yang berlawanan dengan kinerja ekonomi (pendapatan dan efisiensi ekonomi) peternak.The research aimed to knowing economic performance (income and economic efficiency) of farmers pegumas and analyze the relationship between age, education, and farming experience with economic performance (income and economic efficiency) of farmers pegumas. The research using was a survey method is a direct observations and interview with the questionnaires. Sampling area was conducted purposive sampling it is a Gumelar subdistrict and group members pegumas livestock farmers. Sampling was conducted census respondents were 32 respondents who have adopted the feed technology of silage. The variables used in this study were income, economic efficiency, age, education, and farming experience. The results showed that effort maintenance goats PE with have implemented feed technology of silage profitable and walking with efficien. Education and farming experience have relationship with economic performance (income and economic efficiency) of farmers, whereas ages there is a relationship the antipodes with economic performance (income and economic efficiency) of farmers.
6146594D1E009128CURAHAN TENAGA KERJA PEREMPUAN DALAM USAHA TERNAK SAPI JABRES
DI KABUPATEN BREBES
Penelitian berjudul “Curahan Tenaga Kerja Perempuan Dalam Usaha Ternak Sapi Jabres Di kabupaten Brebes”, dilaksanakan mulai dari tanggal 3 Juni 2013 sampai dengan tanggal 13 Juli 2013 di Kabupaten Brebes.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui profil kegiatan peternak perempuan pada usaha sapi Jabres di Kabupaten Brebes, (2) mengetahui besarnya kontribusi curahan kerja perempuan terhadap total curahan kerja peternak sapi Jabres di Kabupaten Brebes, (3) mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhi curahan tenaga kerja perempuan pada usaha sapi Jabres di Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan dengan metode survei.Teknik penetapan sampel menggunakan metode purposive sampling (secara sengaja) yaitu memilih wilayah di Kabupaten Brebes yang memiliki populasi sapi Jabres terbanyak serta memiliki peternak yang melibatkan tenaga kerja perempuan pada usaha sapi Jabres.Wilayah terpilih adalah Kecamatan Bantarkawung dan Kecamatan Ketanggungan.Sampel dipilih dengan metode simple random sampling secara disproposional menggunakan dasar perbedaan pola pemeliharaan yang berbeda (pola pemeliharaan kereman dan umbaran), dari kedua wilayah tersebut sampel peternak diambil sebanyak 60 responden.Kontribusi tenaga kerja perempuan pada usaha sapi Jabres di Kabupaten Brebes sebesar 40,43 persen. Faktor jumlah kepemilikan ternak, jumlah anggota keluarga, umur tenaga kerja perempuan dan pola pemeliharaan berpengaruh terhadap kontribusi tenaga kerja perempuan.The title of the research is " Working Hours of Female Labour in The Farm Jabres Beef Cattle in Brebes”, The researchstarted from June, 3rd 2013 until July,13th2013. The aim of the research are to(1) know the profile of female breeder activities in Jabres Beef cattle bussiness, (2) to know the biggest contribution of working hours female breeder toward hours worker breeder bussiness of Jabres Beef cattle, (3) to know the influence factors working hours female breeder in Jabres Beefcattle worked in Brebes Regency. Survey held as the method of the research is interviewingJabres Beef cattle’s breeder in involving female labour.Technic to determine the sampleusespurposive samplingmethod(intentionally), which choosedistrict in Brebes Regencywho hasmost Jabres Beef cattle Population and has female breeder as the labour. Selected subdistrictare Bantarkawungand Ketanggungan. The sample is chosenusingdifferentbase of different set maintenance pattern (maintenance patternis in shed andis shepherd), sampletaken withsimple random samplingmethodby disproposionally, samples from these areas farmers were taken as many as 60 respondents.Female workers contributioninJabres Beef cattle bussinessin Brebes Regencyis 40,43%.Factor ofthe numberof cattleownership, total familymembers, age offemalelaborandmaintenancepatterns areaffected thecontribution ofwomen's labor.
6156595E1A009151PENGAWASAN KEGIATAN PASAR MODAL SETELAH DIBERLAKUKANNYA UNDANG UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGANAmandemen Undang-Undang Dasar 1945 telah memberikan perubahan dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia khususnya dalam kelembagaannya, sejalan dengan perkembangan tersebut telah muncul lembaga-lembaga negara independen yang dibentuk oleh Undang-Undang Dasar 1945, undang-undang dan peraturan dibawahnya. Otoritas Jasa Keuangan merupakan lembaga negara independen yang dibentuk oleh Undang-Undang Nomor 21 tahun 2011 menggantikan peran fungsi pengawasan perbankan, pengawasan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan bukan bank (Asuransi, Dana Pensiun dan lembaga pembiayaan keuangan lainya) yang sebelumnya dilakukan oleh Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keunagan (Bapepam-LK).
Pengawasan kegiatan pasar modal yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan telah mengalami perubahan dari pengawasan yang dilakukan oleh Bapepam-LK. Dengan metode pendekatan yang digunakan yaitu yuridis normatif dan menggunakan spesifikasi penelitian preskriptif dengan pendekatan masalah comparative approach, skripsi ini akan menggambarkan tentang perubahan perubahan yang ada dalam pengawasan kegiatan pasar modal setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 21 tahun 2011 tentang Otortitas Jasa Keuangan. Adanya penelitian ini kita dapat mengetahui tentang persamaan dan perbedaan pengawasan kegiatan pasar modal yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bapepam-LK.
Amendment of the 1945 Constitution has contributed to changes in the system of parliamentary democracy in Indonesia particularly in the institution, in line with that development is formed independent institution by UUD 1945, UU, and the other regulations that under it. The financial services authority is a independent state agency that was created by the law number 21 of the year 2011, replacing the role of the banking supervision function, Capital market supervisory activities, and the other financial institution (insurance, pension fund, and financing institution) which was done by Bank Indonesia (BI) and Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keunagan (Bapepam-LK).
Capital market supervisory activities undertaken by financial services authority has undergone a change of supervisory conducted by Bapepam-LK. Approaching method that used in this research was normative-juridical and the specification of this research was prescriptive research with problem approach is comparative approach, this research will describe about changes of capital market supervisory after was valid the law number 21 in 2011 about Financial Service Authority. With the writing of this research we can know about the similarities and differences of supervision of the capital market activities are conducted by the financial services authority and Bapepam-LK.
6166597A1L109004PENGARUH CAIRAN PRODUK FERMENTASI LIMBAH UDANG
UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT REBAH SEMAI
TANAMAN CABAI MERAH BESAR VARIETAS PRABU F1
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh cairan produk fermentasi limbah udang pada pengendalian penyakit rebah semai tanaman cabai merah besar varietas Prabu F1 pada media yang diinokulasi dan yang tidak diinokulasi Rhizoctonia solani Kuhn, 2) mengetahui pengaruh cairan produk fermentasi limbah udang pada pertumbuhan tanaman cabai merah besar varietas Prabu F1. Penelitian dilaksanakan di Perumahan Griya Limas Permai, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas serta di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Riset Terpadu, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari Bulan November 2012 sampai Desember 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri atas 22 perlakuan dan 3 kali ulangan. Petak utama terdiri dari media persemaian tanpa inokulasi Rhizoctonia solani dan media persemaian yang diinokulasi Rhizoctonia solani. Anak petak terdiri dari perlakuan perendaman benih dan penyiraman bibit dengan air (H2O), cairan produk fermentasi limbah udang alami (lama fermentasi 0, 7, 30, 60, 90 hari), cairan produk fermentasi limbah udang yang ditambahkan Bacillus B298 (lama fermentasi 0, 7, 30, 60, 90 hari). Variabel yang diamati adalah daya kecambah benih, kejadian penyakit, jumlah daun per bibit, tinggi bibit, panjang akar, bobot kering bibit, bobot kering tajuk, bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan produk fermentasi limbah udang tidak dapat dilihat pengaruhnya pada pengendalian penyakit rebah semai yang disebabkan patogen R. solani, karena inokulasi R. solani tidak menyebabkan kematian pada bibit cabai merah besar. Cairan produk fermentasi limbah udang alami dengan lama fermentasi 7 hari pada media tanpa inokulasi R. solani memiliki pengaruh paling baik untuk meningkatkan pertumbuhan akar bibit cabai merah besar. Cairan produk fermentasi limbah udang alami dengan lama fermentasi 30 hari, serta cairan produk fermentasi limbah udang yang ditambahkan Bacillus B298 dengan lama fermentasi 0, 7, 30 hari pada media yang diinokulasi R. solani menunjukkan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan akar bibit cabai merah besar.This research aimed 1) to determine the effect of liquid products of shrimp waste fermentation on damping off disease control in large red pepper variety Prabu F1 on media inoculated with and without inoculation of Rhizoctonia solani Kuhn, 2) to determine the effect of liquid products of shrimp waste fermentation on the growth of the large red pepper variety Prabu F1. The research was conducted in Griya Limas Permai, Karangwangkal Banyumas and in Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, and Integrated Research Laboratory, The Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was carried out from November to December 2012. The experiment was laid out in Split Plot Design consists of 22 treatments and 3 replications. The main plots consists of media without inoculation of Rhizoctonia solani and media inoculated with Rhizoctonia solani. The sub plots consists of water (H2O), liquid products of 0, 7, 30, 60, 90 day natural fermentation of shrimp waste and liquid products of 0, 7, 30, 60, 90 day Bacillus B298 fermentation of shrimp waste. The variable measured were seed germination, disease incidence, number of leaves per plant, plant height, root length, dry mass of plant, dry mass of canopy, dry mass of root.
Results showed that the effect of liquid products of shrimp waste fermentation on the damping off disease control can not be seen, because R. solani inoculation did not cause death of plants. Liquid products of 7 day natural fermentation of shrimp waste on media without inoculation of R. solani has the best effect on root growth. Liquid products of 30 day natural fermentation of shrimp waste, and liquid products of 0, 7, 30 day Bacillus B298 fermentation of shrimp waste on media inoculated with R. solani have the best effect on root growth.
6176605F1D009033POLITIK DINASTI DALAM PEMERINTAHAN DESA PADA ERA ORDE BARU HINGGA REFORMASI: STUDI DI DESA KEDUNGWULUH KIDUL KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Politik Dinasti Dalam Pemerintahan Desa Pada Era Orde Baru Hingga Reformasi: Studi Di Desa Kedungwuluh Kidul Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya politik dinasti di Desa Kedungwuluh Kidul serta mengetahui dampak politik dinasti terhadap hak-hak politik masyarakat.
Untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya politik dinasti di Desa Kedungwuluh Kidul adalah budaya politik dinasti itu sendiri yang telah menjadi warisan. Faktor kedua yang juga merupakan dampak dari faktor pertama yaitu adanya persepsi dari masyarakat yang mempercayai bahwa kepala desa yang berasal dari dinasti Bapak H. Minhaj akan dapat memimpin desa dengan baik. Faktor ketiga adalah adanya kemampuan yang dimiliki dari calon kepala desa yang diajukan oleh dinasti pada setiap suksesi kepemimpinan. Faktor keempat adalah loyalitas dari keluarga atau dinasti, dimana anggota keluarga sangat solid ketika dihadapkan pada masalah. Selain itu, dengan adanya jumlah anggota dinasti yang lebih dari 50 persen dari masyarakat Desa kedungwuluh Kidul. Hasil dari penelitian ini juga menyebutkan bahwa dengan adanya dinasti yang berkuasa di Desa Kedungwuluh Kidul, akan tetapi tidak menutup hak-hak politik masyarakat.

The tittle of this research is “ Politic Dinasty in Government Village on New Era until Reformasi: Study in Kedungwuluh Kidul Village, Patikraja District, Banyumas Regency”. The aim of this research is knowing some factors that effect of happening dynasty politics in Kedungwuluh Kidul Village and also to knowing the smash of dynasty politics towards the authority of society politics.
To analyze this problem in the research, the writer using kualitatif research method with approximation of study case. The result of this research is showing some factors that effect happenied of dynasty politic in Kedungwuluh Kidul Village is the culture of dynasty politics.it self that had been inheritance. The second factor there are include of smash from the first factor that is perception from society. Who trusted that village chief come from Bapak H. Minhaj dynasty will leading the village well. The third factors are skill from the candidate of village chief has and the propose by dynasty on every the leader succession. The forth factors are loyality from family or dynasty, there is the family member is very solidarity when to face on problem. Beside that there are number of dynasty family that more than 50 percents from society in Kedungwuluh Kidul Village. The result of this research also called that there is the dynasty that sovereign in Kedungwuluh Kidul Village, however it doesn’t close the authority of society politics.
6186606A1L009064EVALUASI KETAHANAN BEBERAPA GALUR PADI GOGO TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (Xanthomonas oryzae pv. oryzae)Penyakit hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh patogen. Xanthomonas oryzae pv. oryzae merupakan salah satu faktor pembatas produksi tanaman padi. Pencarian gen tahan terhadap HDB sangat diperlukan untuk pengendalian penyakit HDB. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui tingkat ketahanan beberapa galur padi gogo terhadap serangan patogen penyebab penyakit HDB (Xanthomonas oryzae pv. oryzae). Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Perlakuan yang diuji yaitu inokulasi bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae terhadap setiap tanaman dari 35 galur padi gogo hasil persilangan 5 tetua yaitu G39 x Ciherang, Mentik Wangi x G39, G39 x Mentik Wangi, Silugonggo x G39, dan Poso x Milky Rice serta terhadap 1 varietas tahan (Ciherang) dan 1 varietas rentan (Silugonggo), diuji menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit (%), jumlah stomata, jumlah anakan maksimum, tinggi tanaman (cm). Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman memberikan respon tingkat ketahanan yang berbeda dan memberikan respon tahan pada seluruh galur, kecuali pada galur 13 (PF6-MW//G39-G30-12) dengan intensitas penyakit sebesar 11.29 % dan masa inkubasi sebesar 5.78 hari.Bacterial leaf blight (BLB) caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae is one of the rice production limiting factors. Searching for resistant genes for bacterial leaf blight is for the doesn’t is highly needed to control the diease. The research aimed at knowed: To knowing the resistance level the rice lines on attack of the pathogen. The research was stared out at the Laboratori of plant protect and the screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. Attack of the pathogen to every lines upland rice from were 35 upland rice resulted from of crossing 5 parental i.e G39 x Ciherang, Mentik Wangi x G39, G39 x Mentik Wangi, Silugonggo x G39, dan Poso x Milky Rice and to resistant varieties (Ciherang), and susceptible varieties (Silugonggo), using a randomized block design with three replicated. Variables observed were incubation period, the disease intensity (%), crop height (cm), number of stomata, the number maximum of tillers. Data were analyzed by F test, continuous with DMRT at 5%. Of the result indicated that the different resistance responsis was given in the lines and resistance respon was performed in all lines except for strain 13 (PF6-MW//G39-G30-12) with disease intensity is 11.29 % and incubation period is 5.78 day.
6196607D1E009238SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) PENGARUHNYA TERHADAP KECERNAAN NDF (Neutral Detergent Fiber) DAN ADF (Acid Detergent Fiber) PAKAN SAPI LOKAL YANG MENGANDUNG JERAMI PADI AMONIASIPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun waru (Hibiscus tiliaceus) dalam ransum sapi lokal berbasis jerami padi amoniasi terhadap kecernaan neutral detergent fiber dan kecernaan acid detergent fiber secara in vivo. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), materi penelitian adalah 18 ekor sapi lokal jantan dengan berat antara 199,5-251 kg dan memiliki Koefisien Keragaman (KK) adalah 6,39. Perlakuan berupa taraf penambahan daun waru. A : Ransum basal + tepung daun waru 0 % dari berat konsentrat, B : Ransum basal + tepung daun waru 0,24 % dari berat konsentrat, C : Ransum basal + tepung daun waru 0,48 % dari berat konsentrat. Perlakuan diulang sebanyak enam kali. Data di analisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil rataan kecernaan NDF masing-masing perlakuan A, B dan C berturut-turut adalah 65,52 ± 2,77 %, 68,14 ± 3,21 % dan 70,88 ± 2,82 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung daun waru (Hibiscus tiliaceus) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan Neutral Detergent Fiber (NDF), tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan Acid Detergent Fiber (ADF). Uji lanjut terhadap kecernaan NDF memberikan respon linear dengan persamaan Y= 65,50+ 11,17 X dengan nilai r2= 0,40. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun waru (Hibiscus tiliaceus) dengan taraf 0,48 % dari berat konsentrat dapat meningkatkan kecernaan Neutral Detergent Fiber tetapi tidak mempengaruhi kecernaan Acid Detergent Fiber pada sapi potong lokal yang diberi ransum berbasis jerami padi amoniasi secara In vivo. This research was aimed to determine the effect Hibiscus tiliaceus meal in local cattle rations based on amoniated rice straw on the digestibility of neutral detergent fiber (NDF) and acid detergent fiber (ADF) by in vivo .This research was perfomed by in vivo experimental with a completely randomized design (CRD). Material were 18 local cattles strain PO (Peranakan Ongol) and three diets i.e. A : basal diet + 0% of hibiscus leaf meal (% DM of concentrate); B : basal diet + 0.24% of hibiscus leaf meal; C : basal diet + 0.48% of hibiscus leaf. The treatment was repeated six times. The data were analyzed using analysis of variance and was followed by Orthogonal Polynomial test. The average values of NDF digestibility of each treatment (A , B and C) were 65.52 ± 2.77% , 68.14 ± 3.21 % and 70.88 ± 2.82%. The results showed that the addition of hibiscus leaf meal significantly (P < 0.05) affected the digestibility of NDF, and have no significantly (P>0,05) to the digestibility of ADF. Orthogonal Polynomial test gave quadratic response with an equation Y= 65.50+ 11.17 X with R2 value = 0.40 for NDF digestibility. Based on these results, it can be conclude that the addition of Hibiscus tiliaceus leaf meal with a level of 0.48 % by weight of the concentrate improve the digestibility of NDF but the ADF digestibility have no affect by the leaf meal addition.
6206612A1L008088POTENSI PENGGUNAAN PLANT GROWTH PROMOTING RIZHOBACTERIA (PGPR) Bacillus subtilis B1 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI PADA DUA KETINGGIAN TEMPATAbstrak
Salah satu penyebab penurunan produksi padi nasional adalah karena levelling off (kejenuhan tingkat produksi lahan) akibat penggunaan bahan-bahan agrokimia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh formula Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Bacillus subtilis B1 bentuk padat dan cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah, mengetahui pengaruh waktu aplikasi formula PGPR Bacillus subtilis B1 bentuk padat dan cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah serta mengetahui perbedaan pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah yang telah diberi perlakuan formula PGPR Bacillus subtilis B1 bentuk padat dan cair pada ketinggian 230 meter di atas permukaan laut dan 580 mdpl. Penelitian dilaksanakan di lahan di Desa Kebumen Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dan Desa Karangsalam Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas serta dilaksanakan dari bulan April hingga Oktober 2012. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor yang dicoba adalah waktu aplikasi kombinasi formula PGPR Bacillus subtilis B1 padat dan cair pada 10 hari setelah tanam (HST); 20 HST; 30 HST; kontrol serta faktor ketinggian tempat yaitu ketinggian 230 mdpl dan 580 mdpl dengan masing-masing 6 ulangan. Varibel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang malai, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per rumpun, bobot kering tanaman, bobot 1000 biji, dan bobot gabah per petak efektif. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNJ dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian formula PGPR tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada lahan 230 mdpl maupun 580 mdpl. Faktor ketinggian tempat memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap variabel pertumbuhan tanaman padi meskipun perlakuan waktu pemberian formula PGPR tidak ada yang memberikan pengaruh nyata di kedua lahan. Semua variabel yang ada di lahan dengan ketinggian 230 mdpl menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi daripada lahan dengan ketinggian 580 mdpl.

Abstract
One of the national rice production decreasing causes is levelling off because of solid and liquid form agrochemical materials uses. The aims of the research were to know the influence of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Basillus subtilis B1 form on growth and rice yield, to know the influence of PGPR Basillus subtilis B1 form apllied time for growth and rice yield, and to know the differences of growth and rice yield that had been treated PGPR Basillus subtilis B1 form in altitude of 230 and 580 above sea levels.
The research was conducted at Kebumen and Karangsalam Village, Baturraden subdistrict, Banyumas regency from April up to October 2012. Completely Randomized Block Design was used. The factors of the research were combination of liquid and solid PGPR Basillus subtilis B1 form application with different applied time 10 days after planting; 20 days after planting; 30 days after planting; and control and altitude factor 230 and 580 m above sea level and repeated 6 time for each altitude. The observed variables were crop high, number of leaves, number of tiller, lenght of panicle, number of productive tiller, number of grains per clump, dry crop weight, weight of 1000 grains, and grain weight per effective plot. Data result was analized with F test continued by Honest Significant Difference Test (HSD) at 5% levels.
Result of the research showed that application of PGPR Bacillus subtilis B1 form did not influence all of growth and yield variables at both altitude. The altitude factor affected significantly all of paddy growth and yield variables although the apllication of the PGPR Bacillus subtilis B1 form did not influence in all altitude. All of growth and yield variables at altitude 230 above sea levels were higher than 580.