Artikel Ilmiah : F1I011008 a.n. RIZKY HERDIYANTHI PUSPITA
| NIM | F1I011008 |
|---|---|
| Namamhs | RIZKY HERDIYANTHI PUSPITA |
| Judul Artikel | Sekuritisasi Semenanjung Crimea Sebagai Upaya Mempertahankan Pengaruh Rusia di Eropa Timur |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Krisis berkepanjangan di Ukraina yang dimulai sejak November 2013 lalu telah menjadi pemicu intervensi Rusia di Ukraina. Pasukan khusus Rusia menempati Semenanjung Crimea yang merupakan bagian dari daerah teritorial Ukraina untuk melindungi etnis Rusia di Crimea dari kemungkinan adanya ethnic cleansing oleh para pendemo di Ukraina. Intervensi tersebut dilakukan karena bagi Rusia, Semenanjung Crimea merupakan wilayah yang memiliki peran penting bagi upaya Rusia mempertahankan pengaruhnya di kawasan dan membendung perluasan NATO di Eropa Timur. Intervensi Rusia kemudian berujung dengan aneksasi Republik Otonomi Crimea oleh Federasi Rusia. Masyarakat Crimea merancang sebuah referendum yang menuntut reunifikasi dengan Federasi Rusia. Sebagian besar negara anggota PBB, khususnya Amerika Serikat dan negara-negara pemimpin Uni Eropa kemudian meyakini bahwa referendum tersebut ilegal. Dari sudut pandang konsep keamanan non-tradisional, aneksasi Semenanjung Crimea yang dilakukan oleh Federasi Rusia dapat diidentifikasin sebagai sebuah sekuritisasi. Terdapat beberapa faktor yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah proses sekuritisasi yang dapat dibilang berhasil. Faktor-faktor tersebut adalah referent object, securitizing actors dan functional actors. Proses sekuritisasi sendiri terbagi dalam tiga tahapan, antara lain; identifikasi ancaman nyata, tindakan darurat, hubungan antar-unit yang menciptakan tindakan di luar aturan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti proses sekuritisasi oleh Federasi Rusia terhadap masyarakat Crimea. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The prolonged Ukraine crisis that began in November 2013 had been the impetus for Russian intervention in Ukraine. Russian Special Forces occupied the Crimean Peninsula which was the part of Ukraine territory to protect the Russian ethnic in Crimea from the possibility of ethnic cleansing by the Ukrainian protesters. The intervention was done because Crimean Peninsula has the important roles for Russia to maintain its’ regional power and counter the NATO expansion in East Europe. The intervention culminated with the annexation of Autonomous Crimean Republic by Russian Federation. Crimean people arranged a referendum which demands for a reunification with Russian Federation. Most of United Nations members, especially United States and the leaders of European Union believe that the referendum is illegal. From the perspective of non-traditional security concept, the annexation of Crimean Peninsula by the Russian Federation can be identified as securitization. There are several factors that needed to accomplish a successful securitization process. Those factors are referent object, securitizing actors and functional actors. The securitization process is divided into three stages; identification of existential threats, emergency action, and effects on inter-unit relations by breaking free of rules. The purpose of this research is to examine the securitization process by Russian Federation to the people of Crimea. |
| Kata kunci | Sekuritisasi, Semenanjung Crimea, Aneksasi, Rusia |
| Pembimbing 1 | Renny Miryanti S.IP., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Elpeni Fitrah, S.Sos., MA |
| Pembimbing 3 | Sri Wijayanti, S.IP., M.Si. |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 101 |
| Tgl. Entri | 2016-08-16 20:07:46.791171 |