Home
Login.
Artikelilmiahs
15896
Update
YASIR ASHAR
NIM
Judul Artikel
Studi Analisis Faktor Pendorong Dysfunctional Audit Behavior pada Tahap Perencanaan Audit serta Implementasi Desk Audit Berbasis e-Document di Inspektorat BPKP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, analisis dokumen, penelusuran data online, dan studi kepustakaan. Sementara analisis data menggunakan Constant Comparative Methode dengan proses analisis data dimulai dari tahap reduksi data, kategorisasi, sintesisasi, dan menyusun hipotesis kerja. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, diperoleh kesimpulan (1) telah terjadi dysfunctional audit behavior (DAB) di Inspektorat dengan faktor pendorong (a) kurangnya kemampuan auditor dalam bidang teknologi informasi, (b) kesulitan mengolah database dari aplikasi, (c) adanya bantuan dari auditee untuk mengolah database, (d) faktor psikologis bagi auditee, (e) keterbatasan data di Inspektorat BPKP, (f) adanya peralihan aplikasi dari SIM Monev ke IPMS, (g) tidak adanya kemauan dari auditor untuk melakukan desk audit, (h) faktor tambahan penghasilan, dan (i) kurang berfungsinya pengendali teknis. (2) Untuk menanggulangi Dysfunctional Audit Behavior yang terjadi di Inspektorat BPKP, dapat dilakukan dengan (a) meningkatkan peran dalnis dalam mengarahkan tim audit, (b) menekankan tugas ketua tim dalam penyusunan perencanaan, (c) adanya kemauan dari auditor, (d) kebijakan pimpinan dan pimpinan teknis, (e) adanya pedoman yang jelas (SOP), dan (f) adanya instruksi kepada auditor untuk dilaksanakan. (3) Desk audit berbasis e-document dapat diimplementasikan di Inspektorat BPKP
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study was a qualitative research. Data collected through observation, interviews, document analysis, data searches online, and literature study. While the data analysis using the Constant Comparative Method to the data analysis process starts from the stage of data reduction, categorization, sintesisation, and develop a working hypothesis. After that, data validity checking with the triangulation of sources. Based on the research an analysis of the data, we concluded (1) there has been a dysfunctional audit behavior (DAB) in the Inspectorate with the factors (a) lack of ability of auditors in the field of information technology, (b) difficulties database processing of the application, (c) the aid auditees for database processing, (d) a psychological factor for the auditee, (e) the limitations of the data in the Inspectorate BPKP, (f) the application switching of SIM Monev to IPMS, (g) absence of a willingness of auditors to conduct audit desk, (h ) additional factor income, and (i) lack of a functioning technical controller. (2) To overcome Dysfunctional Audit Behavior that occurs in the Inspectorate BPKP, can be done by (a) increasing the role technical controller in directing the audit team, (b) emphasize the task team leader in the preparation of planning, (c) the willingness of the auditor, (d) policy management and technical leadership, (e) the existence of clear guidelines (SOP), and (f) the instructions to the auditor to be implemented. (3) Desk audit- based e-document can be implemented in the Inspectorate BPKP.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save