Home
Login.
Artikelilmiahs
15880
Update
FATRIA NUGRAHA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN TINGKAT ADOPSI INOVASI PETANI JAGUNG DI DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jagung merupakan tanaman pangan sebagai sumber karbohidrat. Sebagian masyarakat memanfaatkan jagung untuk makanan pokok sehari-hari. Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas jagung diantaranya adalah program Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Desa Karanggintung merupakan salah satu desa yang telah melaksanakan kegiatan PTT jagung dengan produktivitas jagung terbesar kedua di Kecamatan Sumbang. Keberhasilan program PTT jagung sangat tergantung dengan tingkat adopsi inovasi para petani sasaran. Tingkat adopsi inovasi suatu masyarakat dapat dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya adalah sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui tingkat faktor sosial ekonomi, (2) mengetahui tingkat adopsi inovasi serta (3) menganalisis hubungan faktor sosial ekonomi dengan tingkat adopsi inovasi petani jagung di Desa Karanggintung. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Sasaran pada penelitian ini adalah seluruh petani di Desa Karanggintung yang membudidayakan jagung dan pernah mengikuti PTT jagung. Pengambilan data dilaksanakan pada 27 Juli sampai 11 Agustus 2015. Metode analisi data yang digunakan yaitu (1) uji validitas, (2) uji reliabilitas, (3) lebar interval dan (4) uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat sosial ekonomi petani jagung di Desa Karanggintung dikategorikan dalam kategori sedang (19,44), (2) tingkat adopsi inovasi petani jagung di Desa Karanggintung dikategorikan dalam kategori sedang (30,24) serta (3) hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan tingkat adopsi inovasi petani jagung memiliki hubungan yang positif. Variabel yang memiliki hubungan yang signifikan adalah variabel pengalaman, variabel luas dan kepemilikan lahan serta variabel pendapatan petani.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Corn is a crop that known as a source of carbohydrates. Most people use corn for everyday staple food. One of the government's program to increase the productivity of corn is the program of Integrated Crop Management (ICM). Karanggintung village is a village that has been conducting PTT corn with the second largest corn productivity in Sumbang Sub-District. The success of the program depends on the corn PTT innovation adoption rate of the farmers targeted. The innovation adoption rate of a society can be influenced by many things including the socio-economic. The purpose of this study were (1) determine the level of socio-economic factors, (2) determine the level of innovation adoption and (3) analyze the relationship between socio-economic factors with the level of innovation adoption of corn farmers in the Karanggintung village. Location research done deliberately (purposive). Targets in this study were all farmers who cultivate corn and participated in corn PTT in the Karanggintung village. Retrieval of data held on July 27 until August 11, 2015. The data analysis method used: (1) validity, (2) test reliability, (3) the width of the interval and (4) Spearman Rank correlation test. The results showed that (1) the socio-economic levels of corn farmers in the Karanggintung village categorized in the medium category (19.44), (2) the level of innovation adoption of corn farmers in the Karanggintung village categorized in the medium category (30.24) and (3) the relationship between socio-economic factors with the level of innovation adoption of corn farmers have a positive relationship. The variables that had a significant association was variable experience, variable land area and land ownership and variable income of farmers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save