Artikelilmiahs
Menampilkan 48.321-48.340 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 48321 | 51720 | L1B022053 | Pengaruh Maltodekstrin dan Kombinasi Maltodekstrin–Whey sebagai Matriks terhadap Karakteristik Nanopakapsul Hidrolisat Peptida Ikan | Peptida ikan yang dihidrolisis dari limbah visceral tuna kaya akan asam amino bioaktif, namun penggunaannya dibatasi oleh stabilitas dan bioavailabilitas yang rendah. Nanoenkapsulasi menawarkan strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan efisiensi perlindungan dan pengiriman hidrolisat peptida. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi ukuran partikel, potensial zeta, dan morfologi peptida ikan yang dihidrolisis yang dikapsulasi menggunakan maltodekstrin (A) dan kombinasi maltodekstrin–whey (B) sebagai bahan pelapis. Hidrolisat peptida dienkapsulasi secara nano melalui nanoemulsi yang diikuti dengan pengeringan semprot. Ukuran partikel dan potensial zeta diukur menggunakan Particle Size Analyzer, sementara karakteristik morfologis dan elemental dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscopy dan Energy Dispersive X-ray Spectroscopy. Nanopartikel yang dihasilkan dengan maltodekstrin menunjukkan ukuran rata-rata 219,6 ± 157,1 nm dan potensial zeta sebesar –16,6 mV, menunjukkan stabilitas yang rendah. Sebaliknya, kombinasi maltodekstrin–whey menghasilkan partikel yang lebih kecil (183,8 ± 88,0 nm) dengan stabilitas yang lebih tinggi (–23,3 mV). Analisis Energy Dispersive X-ray Spectroscopy menunjukkan bahwa nanokapsul terutama terdiri dari oksigen dan karbon, dengan lapisan gabungan menunjukkan kandungan karbon yang lebih tinggi, yang mengindikasikan integritas struktural yang lebih baik. Secara keseluruhan, kombinasi maltodekstrin–whey menghasilkan nanokapsul dengan sifat fisiko-kimia yang superior, mendukung potensi penggunaannya dalam meningkatkan stabilitas peptida, bioaksesibilitas, dan efisiensi pengiriman untuk aplikasi nutrisi akuatik dan makanan fungsional. | Hydrolyzed fish peptides derived from tuna visceral waste are rich in bioactive amino acids but their application is limited by low stability and bioavailability. Nanoencapsulation offers a promising strategy to enhance the protection and delivery efficiency of peptide hydrolysates. This study aimed to evaluate the particle size, zeta potential, and morphology of hydrolyzed fish peptides encapsulated using maltodextrin (A) and a combination of maltodextrin and whey (B) as coating materials. Peptide hydrolysates were nanoencapsulated through nanoemulsion followed by spray drying. Particle size and zeta potential were measured using a Particle Size Analyzer, while morphological and elemental characteristics were analyzed using Scanning Electron Microscope and Energy Dispersive X-ray Spectroscopy. Nanoparticles produced with maltodextrin exhibited an average size of 219.6±157.1 nm and a zeta potential of –16.6 mV, indicating low stability. In contrast, the maltodextrin–whey combination generated smaller particles (183.8±88.0 nm) with higher stability (–23.3 mV). Energy Dispersive X-ray Spectroscopy analysis confirmed that nanocapsules were predominantly composed of oxygen and carbon, with the combined coating material showing higher carbon content, suggesting improved structural integrity. Overall, the maltodextrin–whey combination produced nanocapsules with superior physicochemical properties, supporting their potential use in enhancing peptide stability, bioaccessibility, and delivery efficiency for aquatic nutrition and functional food applications | |
| 48322 | 51721 | J0B021031 | PEMBUATAN VIDEO PROMOSI VIRTUAL TOUR BERBAHASA MANDARIN UNTUK WAHANA EDUKASI DAN OUTBOUND CANDI KARANGKEMIRI | Artikel ini berjudul “Pembuatan Video Promosi Virtual Tour Berbahasa Mandarin Untuk Wahana Edukasi dan Outbound Wisata Candi Karangkemiri”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Desa Wisata Candi, pada bulan Juni 2024 sampai November 2024. Tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk pembuatan video promosi virtual tour Wahana Edukasi dan Outbound Wisata Candi berbahasa Mandarin sehingga dapat menarik minat wisatawan penutur bahasa Mandarin untuk berkunjung ke Wahana Edukasi dan Outbound Candi. Latar belakang artikel ini adalah masih minimnya promosi pariwisata berbahasa asing salah satunya bahasa Mandarin yang dimiliki Wahana Edukasi dan Outbound Candi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, metode studi pustaka, metode observasi, dan jelajah internet. Pada artikel ini, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena hasil terjemahan metode ini menekankan pada isi pesan dan makna kontekstual mengenai informasi wahana yang ingin disampaikan kepada wisatawan penutur bahasa Mandarin. Penulis juga menggunakan teknik produksi audio voice over karena fleksibilitas dalam mengatur gaya dan nada suara sesuai dengan kebutuhan produksi. Hasil dari artikel ini merupakan video promosi virtual tour berbahasa Mandarin yang dapat memberikan informasi lengkap Wahana Edukasi dan Outbound Candi kepada wisatawan penutur bahasa Mandarin. Dengan adanya video promosi virtual tour ini diharapkan dapat membantu Wahana Edukasi dan Outbound Candi dalam menarik wisatawan penutur bahasa Mandarin. | This article is titled "The Creation of a Mandarin-Language Virtual Tour Promotional Video for the Candi Karangkemiri Educational and Outbound Tourism Site." The internship activities were conducted at Candi Tourism Village from June 2024 to November 2024. The purpose of this article is to document the production of a Mandarin-language virtual tour promotional video for the Candi Educational and Outbound site to attract Mandarin-speaking tourists. The background of this study is the lack of foreign language promotional materials, particularly in Mandarin, for the site. Data collection methods included interviews, literature reviews, observation, and internet research. In this article, the author utilized the communicative translation method, as it emphasizes the message content and contextual meaning of the information intended for Mandarin-speaking tourists. The author also employed voice-over production techniques due to the flexibility in adjusting style and tone to meet production needs. The final result of this project is a Mandarin-language virtual tour promotional video that provides comprehensive information about the Candi Educational and Outbound site. It is expected that this video will assist the management in attracting a wider audience of Mandarin-speaking tourists. | |
| 48323 | 51578 | I1C022049 | Antiinflamasi Fraksi N-Heksan Rimpang Zingiber ottensii Terhadap Sel RAW 264.7 dan Identifikasi Kandungan Senyawanya | Inflamasi merupakan respons fisiologis sistem imun terhadap infeksi atau kerusakan jaringan yang berperan dalam berbagai penyakit kronis. Bangle hantu (Zingiber ottensii) diketahui memiliki potensi farmakologis sebagai antiinflamasi, namun kajian terhadap fraksi nonpolar khususnya fraksi n-heksan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiinflamasi fraksi n-heksan rimpang bangle hantu terhadap sel makrofag RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida (LPS) serta mengidentifikasi senyawa penyusunnya menggunakan gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS). Penelitian ini merupakan studi eksperimental in vitro. Rimpang bangle hantu diekstraksi menggunakan etanol 96% kemudian difraksinasi dengan n-heksan. Uji antiinflamasi dilakukan dengan mengukur produksi nitric oxide (NO) menggunakan metode Griess dan viabilitas sel menggunakan MTT assay pada sel RAW 264.7 yang diinduksi LPS. Fraksi n-heksan diuji pada berbagai konsentrasi, dan analisis GC-MS dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif penyusunnya. Fraksi n-heksan rimpang bangle hantu mampu menurunkan produksi NO secara signifikan pada sel RAW 264.7 yang diinduksi LPS tanpa menurunkan viabilitas sel pada konsentrasi tertentu. Analisis GC-MS mengidentifikasi berbagai senyawa lipofilik, terutama golongan terpenoid, yang diduga berperan dalam aktivitas antiinflamasi. Fraksi n-heksan rimpang bangle hantu memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi in vitro dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber kandidat bahan alam antiinflamasi. | Inflammation is a physiological immune response to infection or tissue injury that plays a role in the development of various chronic diseases. Zingiber ottensii, has been reported to possess anti-inflammatory properties; however, studies on its nonpolar fractions, particularly the n-hexane fraction, remain limited. This study aimed to evaluate the anti-inflammatory activity of the n-hexane fraction of Zingiber ottensii rhizome on lipopolysaccharide (LPS)-induced RAW 264.7 macrophage cells and to identify its chemical constituents using gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS). This research was conducted as an in vitro experimental study. The rhizomes were extracted using 96% ethanol and subsequently fractionated with n-hexane. Anti-inflammatory activity was assessed by measuring nitric oxide (NO) production using the Griess assay and cell viability using the MTT assay in LPS-induced RAW 264.7 cells. The n-hexane fraction was tested at various concentrations, and GC-MS analysis was performed to identify the bioactive compounds present. The results demonstrated that the n-hexane fraction significantly reduced NO production in LPS-induced RAW 264.7 cells without causing cytotoxic effects at certain concentrations. GC-MS analysis revealed the presence of several lipophilic compounds, predominantly terpenoids, which are presumed to contribute to the observed anti-inflammatory activity. N-hexane fraction of Zingiber ottensii rhizome exhibits promising in vitro anti-inflammatory potential and may serve as a candidate for further development as a natural anti-inflammatory agent. | |
| 48324 | 51725 | A1D021193 | PENGARUH BERBAGAI FORMULA DAN CARA APLIKASI POC URINE KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L) DI TANAH ULTISOL | Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu jenis tanaman sawi yang populer di Indonesia, dan layak dibudidaykan. Pengaplikasian pupuk organik cair berbahan dasar urine kelinci yang diperkaya bahan organik berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula, cara aplikasi dan dosis kombinasi POC urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Percobaan dilakukan di Lahan percobaan Fakultas Pertanian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 10 taraf perlakuan. Perlakuan meliputi P0S0 = kontrol (tanpa POC), P0S0p kontrol petani, P1 = urine kelinci murni, P2 = urine kelinci + azolla, P3 = urine kelinci + trembesi, P4 = urine kelinci + kipahit, S1 = semprot dan S2 = kocor. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan POC urine kelinci + trembesi dengan cara aplikasi kocor memberikan berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Dosisi pemberian POC 150 mL mampu memberikan hasil yang signifikan pada variabel pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. | Pakcoy (Brassica rapa L.) is a popular type of mustard green in Indonesia. From an economic perspective, pakcoy is worth cultivating. The application of liquid organic fertilizer made from rabbit urine enriched with organic matter has the potential to increase the growth and yield of pakcoy plants. This study aims to determine the formula, application method, and dosage of rabbit urine POC combinations on pakcoy plant growth and yield. The experiment was conducted at the Faculty of Agriculture's experimental field using a non-factorial randomized block design (RAK) consisting of 10 treatment levels. The treatments included P0S0 = control (without POC), P0S0p = farmer control, P1 = pure rabbit urine, P2 = rabbit urine + azolla, P3 = rabbit urine + trembesi, P4 = rabbit urine + kipahit, S1 = spray, and S2 = drench. The results showed that the treatment of rabbit urine + trembesi POC applied by drenching had an effect on the growth and yield variables of pakcoy plants. A POC dosage of 150 mL was able to produce significant results on the growth and yield variables of pakcoy plants | |
| 48325 | 51726 | A1H023007 | DISTRIBUSI UNSUR HARA FOSFOR DAN HASIL TANAMAN PADI DI WILAYAH DAS SERAYU TENGAN KECAMATAN KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA | Padi merupakan komoditas bahan pangan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Produktivitas padi yang optimal dapat dicapai salah satunya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Fosfor merupakan salah satu unsur hara esensial yang dibutuhkan dalam tanaman dalam jumlah yang banyak. Unsur ini digunakan tanaman untuk pembentukan protein terutama dalam transfer metabolik adenosine triphosphate (ATP), fotosintesis dan respirasi, selain itu, peranan fosfor lainnya dalam pembentukan akar, mempercepat pembungaan, mempercepat matangnya buah, dan memperkuat tubuh tanaman. Tanaman menyerap unsur hara P dan bentuk orhofosfat. Sebagian besar pupuk P diaplikasikan akan menjenuhi kapasitas serapan P. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran unsur hara fosfor pada lahan sawah irigasi, keterkaitannya dengan sejumlah faktor di lingkungannya, serta menghasilkan rekomendasi pengelolaan unsur hara fosfor yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah irigasi DAS Serayu Tengah wilayah Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini berlangsung dalam kegiatan survei lapangan dengan metode pengambilan sampel secara purposive random sampling meliputi sampel tanah dan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kandungan unsur hara P di lahan sawah lokasi penelitian memiliki harkat yang cukup bervariasi yaitu sedang sampai dengan tinggi dengan kisaran nilai antara 11-19 ppm P2O5. Nilai rata-rata kandungan P-tersedia pada 2 SLH yang berbeda di titik lokasi penelitian yaitu berada pada kisaran 13-15 P2O5 dengan kategori harkat sedang. Diketahui berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, serapan P (mg P2O5) daun pada 15 titik lokasi di 2 SLH yang berbeda memiliki nilai yang cukup bervariasi dengan rentang antara 0,62 sampai 4,44. Rekomendasi pemupukan P padi sawah di lokasi penelitian diberikan pada kedalaman 0-25 cm dengan kandungan P-tersedia berharkat sedang dengan rata-rata kebutuhan pupuk sebesar 5,1 kg P2O5/ha atau 13,9 kg SP-36/ha atau 11,1 kg TSP/ha atau 33,3 kg Phonska/h. | Rice is a staple food commodity for most Indonesians. Optimal rice productivity can be achieved, among other things, by meeting plant nutritional needs. Phosphorus is an essential nutrient required by plants in large quantities. This element is used by plants for protein formation, especially in the metabolic transfer of adenosine triphosphate (ATP), photosynthesis, and respiration. In addition, phosphorus also plays a role in root formation, accelerating flowering, accelerating fruit ripening, and strengthening the plant body. Plants absorb P nutrients and orhophosphate forms. Most P fertilizers applied will saturate the P absorption capacity. This study aims to determine the distribution of phosphorus nutrients in irrigated rice fields, their relationship with several environmental factors, and produce recommendations for optimal phosphorus nutrient management. This study was conducted in irrigated rice fields in the Central Serayu Watershed, Kutasari District, Purbalingga Regency. This study took place during a field survey activity using a purposive random sampling method covering soil and plant samples. The results of the study showed that the P nutrient content in the rice fields at the research location had a fairly varied value, namely moderate to high with a range of values between 11-19 ppm P2O5. The average value of the available P content in 2 different SLH at the research location point was in the range of 13-15 P2O5 with a moderate value category. It is known based on the results of the analysis that has been carried out, P absorption (mg P2O5) of leaves at 15 location points in 2 different SLH has a fairly varied value with a range between 0.62 to 4.44. Recommendations for P fertilization of rice fields at the research location are given at a depth of 0-25 cm with a moderate available P content with an average fertilizer requirement of 5.1 kg P2O5/ha or 13.9 kg SP-36/ha or 11.1 kg TSP/ha or 33.3 kg Phonska/h. | |
| 48326 | 51727 | A1A022095 | Analisis Kinerja Rantai Pasok Beras SPHP dengan Pendekatan Supply Chain Operations References (SCOR) (Studi Kasus di Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta) | Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan melalui distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Namun, fluktuasi permintaan dan kompleksitas logistik sering kali menghambat efektivitas distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja operasional rantai pasok beras SPHP dan merumuskan strategi perbaikan prioritas menggunakan integrasi model Supply Chain Operations Reference (SCOR) versi 12.0 dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengukuran kinerja dilakukan pada lima atribut utama: Reliability, Responsiveness, Agility, Cost, dan Asset Management. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan enam informan kunci manajerial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut Reliability memiliki performa paling stabil, namun atribut Responsiveness mencatatkan kinerja terendah. Analisis kesenjangan (gap analysis) mengidentifikasi indikator waktu siklus pemenuhan pesanan (cycle time) sebagai titik kritis dengan nilai kesenjangan sebesar -1,17 (kategori tidak efektif). Hasil sintesis AHP menetapkan Strategi Penetapan Rute Alternatif dan Penyesuaian Volume Distribusi sebagai prioritas utama untuk mengatasi hambatan distribusi. Implementasi strategi ini, yang didukung oleh optimalisasi Warehouse Management System (WMS) modular, diproyeksikan dapat mengubah pola distribusi dari statis menjadi dinamis guna meningkatkan responsivitas perusahaan terhadap kebutuhan pasar. | Perum BULOG Surakarta Branch Office plays a strategic role in maintaining food stability through the distribution of Supply and Price Stabilization (SPHP) rice. However, demand fluctuations and logistical complexities often hinder distribution effectiveness. This study aims to measure the operational performance of the SPHP rice supply chain and formulate priority improvement strategies by integrating the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model version 12.0 and the Analytical Hierarchy Process (AHP). Performance measurement was conducted across five core attributes: Reliability, Responsiveness, Agility, Cost, and Asset Management. Data were gathered through field observations and in-depth interviews with six key managerial informants. The results indicate that the Reliability attribute shows the most stable performance, while Responsiveness recorded the lowest. Gap analysis identified the order fulfillment cycle time as a critical bottleneck with a gap score of -1.17 (categorized as ineffective). The AHP synthesis established the Alternative Route Setting and Distribution Volume Adjustment Strategy as the top priority to overcome distribution barriers. Implementing this strategy, supported by modular Warehouse Management System (WMS) optimization, is projected to transform distribution patterns from static to dynamic, thereby enhancing the company's responsiveness to market demands. | |
| 48327 | 51737 | F2D022001 | ISU PEREKONOMIAN DIBALIK KEBIJAKAN JALAN SATU ARAH KORIDOR PERKOTAAN KEBUMEN | ABSTRAK Kebijakan penerapan jalan satu arah pada koridor perkotaan di Kabupaten Kebumen dapat dipahami sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi perkotaan, bukan sekadar pengaturan lalu lintas. Dalam kerangka teori modernisasi ekonomi Walt Whitman Rostow (1960), pembangunan infrastruktur dipandang sebagai elemen penting dalam menciptakan prasyarat pertumbuhan ekonomi, khususnya pada fase awal menuju transformasi ekonomi yang lebih modern. Penataan sistem jalan diarahkan untuk meningkatkan efisiensi mobilitas, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat keterhubungan antaraktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Orientasi kebijakan tersebut menunjukkan adanya dorongan rasionalisasi dan efisiensi yang sejalan dengan logika modernisasi ekonomi, di mana pemerintah berperan aktif dalam menyiapkan fondasi fisik bagi pertumbuhan. Namun, pendekatan ini cenderung berangkat dari asumsi bahwa peningkatan infrastruktur akan menghasilkan manfaat ekonomi yang relatif merata. Pada tingkat lokal, kebijakan jalan satu arah justru memunculkan dampak yang berbeda-beda, terutama bagi pelaku usaha kecil dan sektor informal yang bergantung pada akses langsung ruang kota. Seperti terdapat lapak pedagang yang sepi, di sisi lain pemerintah membuat lapak yang baru di jalur satu arah. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketegangan antara tujuan modernisasi ekonomi dan realitas struktur ekonomi perkotaan Kebumen. Kata kunci: Kebijakan, Modernisasi, Perekonomian; Perkotaan; Rostow | ABSTRACT The policy of implementing a one-way traffic system along urban corridors in Kabupaten Kebumen can be understood as part of an urban economic development strategy, rather than merely a traffic management measure. Within the framework of Walt Whitman Rostow’s theory of economic modernization (1960), infrastructure development is viewed as a crucial element in creating the preconditions for economic growth, particularly in the early stages toward a more modern economic transformation. The restructuring of the road system is aimed at improving mobility efficiency, facilitating the distribution of goods and services, and strengthening connectivity among economic activities in urban areas. This policy orientation reflects a drive toward rationalization and efficiency consistent with the logic of economic modernization, in which the government plays an active role in preparing the physical foundations for growth. However, this approach tends to be based on the assumption that improvements in infrastructure will generate relatively equal economic benefits. At the local level, the one-way traffic policy has in fact produced varied impacts, especially for small business actors and the informal sector that depend on direct access to urban space. While some vendors’ stalls have become less crowded, the government has established new stalls along the one-way route. This condition indicates a tension between the goals of economic modernization and the realities of Kebumen’s urban economic structure. Keywords: Policy; Modernization; Economy; Urban; Rostow | |
| 48328 | 51729 | A1D021024 | PERBANYAKAN MIKORIZA ARBUSKULAR DARI RIZOSFER TANAMAN KOPI ORGANIK DAN ANORGANIK PADA TANAMAN INANG JEWAWUT (Setaria italica L.) DI BERBAGAI MEDIA TANAM | Mikoriza arbuskular merupakan fungi tanah yang bersimbiosis dengan akar tanaman dan dikenal berperan sebagai agen hayati dalam pupuk hayati. Produksi inokulum mikoriza yang berkualitas dan dalam jumlah banyak dilakukan dengan cara perbanyakan mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap perbanyakan inokulum mikoriza dari sumber yang berbeda dan pertumbuhan vegetatif jewawut sebagai inang, 2) Membandingkan respon inokulum mikoriza dari sumber lokasi eksplorasi yang berbeda pada perbanyakan dengan tanaman inang jewawut, dan 3) Mengetahui jenis media tanam dan sumber inokulum terbaik pada perbanyakan mikoriza dengan tanaman inang jewawut. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian, dan Screenhouse Fakultas Pertanian, serta Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah sumber inokulum, yaitu P1 = Tanpa Inokulum, P2 = Inokulum Mikoriza Tanaman Kopi Organik , P3 = Inokulum Mikoriza Tanaman Kopi Anorganik. Faktor kedua adalah jenis media tanam, yaitu N1 = Sekam 20% dan Tanah 80%, N2 = Arang Sekam 20% dan Tanah 80%, N3 = Kompos 20% dan Tanah 80%. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, volume akar, jumlah spora akhir, infeksi akar, dan serapan P tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji F dan dilanjutkan uji DMRT taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber inokulum dan jenis media tanam masing-masing berpengaruh secara tunggal, keduanya tidak menunjukkan interaksi. Jenis media tanam kompos 20% dan tanah 80% berpengaruh terhadap tinggi tanaman (55,1 cm), bobot basah tanaman (52,17 g), bobot kering tanaman (22,95 g), volume akar (15,80 mL), dan serapan P tanaman (1,73 g/tanaman). Inokulum mikoriza dari sumber lokasi eksplorasi yang berbeda menunjukkan kemampuan perbanyakan dan infeksi akar yang sama pada tanaman inang jewawut. Media tanam kompos 20% dan tanah 80% merupakan media terbaik dalam mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman jewawut sebagai inang, sedangkan kedua sumber inokulum efektif digunakan pada perbanyakan mikoriza. | Arbuscular mycorrhiza is a soil fungus that forms a symbiotic relationship with plant roots and is known to act as a biological agent in biofertilizers. The production of high-quality mycorrhizal inoculum in large quantities is carried out through mycorrhizal propagation. This study aims to: 1) Determine the effect of different planting media on the propagation of mycorrhizal inoculum from various sources and the vegetative growth of Jewawut as a host, 2) Compare the response of mycorrhizal inoculum from different exploration sites in propagation using Jewawut as the host plant, and 3) Identify the best type of planting media and inoculum source for mycorrhizal propagation with Jewawut as the host plant. The study was conducted at the Faculty of Agriculture Laboratory, the Faculty of Agriculture Screenhouse, and the Research Laboratory of Jenderal Soedirman University. The design used was a Factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors. The first factor is the inoculum source, namely P1 = Without Inoculum, P2 = Mycorrhizal Inoculum for Organic Coffee Plants, P3 = Mycorrhizal Inoculum for Inorganic Coffee Plants. The second factor is the type of planting medium, namely N1 = 20% Husk and 80% Soil, N2 = 20% Charcoal Husk and 80% Soil, N3 = 20% Compost and 80% Soil. Each treatment was repeated three times. The observed variables included plant height, fresh plant weight, dry plant weight, root volume, final spore count, root infection, and plant P uptake. Data were analyzed using ANOVA with an F-test followed by DMRT at a 95% confidence level. The results of the study indicated that both the inoculum source and the type of planting medium had a significant individual effect, but no interaction was observed between them. The planting medium consisting of 20% compost and 80% soil significantly affected plant height (55.1 cm), fresh plant weight (52.17 g), dry plant weight (22.95 g), root volume (15.80 mL), and plant P uptake (1.73 g/plant). Mycorrhizal inoculum from different exploration site sources showed the same ability to proliferate and infect the roots of the jewawut host plant. A growing medium composed of 20% compost and 80% soil was found to be the most effective in supporting vegetative growth of jewawut as a host, while both inoculum sources were effective for mycorrhizal propagation. | |
| 48329 | 51730 | L1C021091 | Optimasi pH dan Salinitas Pertumbuhan Isolat Aktinobakteria Asal Sedimen Laut Dalam Selat Lombok, Laut Halmahera dan Laut Maluku sebagai Agen Antimikroba | Aktinobakteria merupakan bakteri Gram positif penghasil senyawa bioaktif unik yang melimpah baik di terestrial maupun di akuatik sedimen laut dalam. Eksplorasi isolat dari sedimen laut dalam perairan Indonesia seperti Selat Lombok, Laut Halmahera, dan Laut Maluku merupakan strategi penting untuk menemukan senyawa baru yang berpotensi mengatasi resistensi antibiotik. Pengujian aktivitas antimikroba dengan metode konvensional sulit memproduksi metabolit optimal, sehingga diperlukan optimasi media pertumbuhan, termasuk pH dan salinitas, untuk menyesuaikan kondisi laut dalam. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kondisi optimum salinitas dan pH pada isolat aktinobakteria terpilih dari ketiga lokasi tersebut guna meningkatkan aktivitas antimikroba. Metode eksperimental laboratorium melibatkan variasi konsentrasi NaCl (0%, 5%, 10%), pH (7, 5, 9), dan masa inkubasi (7, 14, 21, 28 hari) pada media fermentasi Starch Yeast Pepton. Aktivitas antimikroba diuji dengan metode disc diffusion terhadap Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Isolat MACM-24-2 terbukti paling potensial, menghambat keempat mikroba uji dengan aktivitas antimikroba kategori kuat pada pH 7, NaCl 5%, dan inkubasi 14 hari. Penelitian ini memberikan informasi mengenai isolat aktinobakteria dapat dikembangkan sebagai agen antimikroba sesuai dengan kondisi lingkungan laut dalam. | Actinobacteria are Gram-positive bacteria that abundantly produce bioactive compounds in both terrestrial and deep-sea aquatic sediments. Exploring actinobacteria from deep-sea sediments in Indonesian waters, such as the Lombok Strait, Halmahera Sea, and Maluku Sea, is a crucial strategy for discovering new antimicrobial compounds. Testing antimicrobial activity with conventional methods is difficult to produce optimal metabolites, necessitating the optimization of growth media to adapt to deep-sea conditions. The aim of this study was to determine the optimal salinity and pH conditions for selected actinobacterial isolates from these three locations to enhance antimicrobial activity. Laboratory experimental methods involved variations in NaCl concentrations (0%, 5%, 10%), pH levels (7, 5, 9), and incubation periods (7, 14, 21, 28 days) in Starch Yeast Pepton fermentation media. Antimicrobial activity was tasted using the disc diffusion method against Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans, Staphylococcus aureus, and Escherichia coli. Screening results indicated that MACL-24-4, MACM-24-2, and MACM-24-3 isolates exhibited antimicrobial activity. MACM-24-2 isolate proved the most potent, inhibiting all four test microbes with strong antimicrobial activity at pH 7, 5% NaCl, and 14 days of incubation. This study provides insights into the potential development of actinobacteria isolate as an antimicrobial agent adapted to deep-sea environmental conditions. | |
| 48330 | 51731 | P2D022007 | ANALYSIS OF THE COMPETITIVENESS OF INDONESIAN SUGAR EXPORT IN THE SOUTH EAST ASIA REGION | Industri gula memiliki peran yang cukup penting dalam perekonomian Indonesia karena dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Berlakunya AFTA (ASEAN Free Trade Area) memberikan kemudahan transaksi ekspor dan impor di antara negara – negara anggota ASEAN. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing ekspor gula Indonesia di kawasan ASEAN dan mengestimasikan kecenderungan ekspor gula Indonesia. Analisis daya saing menggunakan metode RCA (Revealed Comparative Advantage) sementara estimasi kecenderungan ekspor menggunakan analisis trend. Hasil analisis RCA menunjukkan Indonesia memiliki nilai daya saing yang rendah tetapi menunjukkan peningkatan dalam 3 tahun terakhir. Sedangkan Thailand dan Myanmar menunjukkan nilai RCA yang cenderung menurun. Penurunan nilai RCA Thailand disebabkan adanya pengembangan industri ethanol berbasis tebu. Sedangkan penurunan nilai RCA Myanmar disebabkan penurunan luas areal tebu dan hanya bersifat sementara. Sementara dari hasil analisa trend nilai ekspor gula Indonesia berada pada grafik yang meningkat. Negara yang menjadi tujuan utama ekspor gula Indonesia adalah Vietnam. Vietnam juga menunjukkan tren peningkatan impor gula. Hal ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan nilai ekspornya. | Sugar industry has an important role in the Indonesian economy because of its ability to absorp a lot of manpower. AFTA (ASEAN Free Trade Area) provides transaction convenience both export and import between the member of ASEAN. This study aims to analyze the competitiveness of Indonesian sugar export inside ASEAN area and to estimate the trend of Indonesian sugar export. The competitiveness analysis uses RCA (Revealed Comparative Advantage) method while trend estimation uses Trend analysis. The RCA analysis result shows that Indonesia has low competitiveness but shows progress in last 3 years. While RCA analysis of Thailand and Myanmar shows declining trend. The declining trend of Thailand’s RCA is caused by the development of sugar cane based ethanol industry. While the declining trend of Myanmar’s RCA is caused by the decrease of sugarcane area and only temporary. The trend analysis result shows that Indonesian sugar export is increasing. The main export destination country for Indonesian sugar product is Vietnam. Vietnam also shows increasing trend in sugar import. So it will become an opportunity for Indonesia to increase its export value. | |
| 48331 | 51747 | I2B024025 | PENGEMBANGAN DAN UJI EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN VR-BVAP TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT | Abstrak PENGEMBANGAN DAN UJI EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN VR-BVAP TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT Yati Rukhayati¹, Mekar Dwi Anggraeni², Endang Triyanto³ Latar Belakang: Pasien ICU yang menggunakan ventilator mekanik memiliki risiko tinggi mengalami VAP. Perawat berperan penting dalam pencegahan VAP melalui penerapan bundle VAP, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif. Tujuan: Mengembangkan media pembelajaran Virtual Reality Bundle Ventilator-Associated Pneumonia (VR-BVAP) serta menguji efektivitasnya terhadap pengetahuan dan kepatuhan perawat dalam pencegahan VAP. Metode: Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE untuk mengembangkan media VR-BVAP. Tahap kedua menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test with control group. Sampel terdiri dari 50 perawat ICU yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=25) menerima media pembelajaran VR-BVAP dan kelompok kontrol (n=25) menerima materi bundle VAP berupa powerpoint. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan menggunakan CVI, Cohen’s Kappa, ICC dan Cronbach’s Alpha. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: Media VR-BVAP menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik (S-CVI 0,8, Cohen’s Kappa 0,737, Cronbach’s Alpha 0,777, dan ICC average measures 0,786). Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna skor pengetahuan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,018; r=0,33). Kepatuhan self-reported tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05), sedangkan kepatuhan berdasarkan observasi menunjukkan peningkatan skor pada kelompok intervensi (Δ=16,44; r=0,26) meskipun tidak signifikan secara statistik (p=0,061). Simpulan: Media VR-BVAP terbukti layak, reliabel dan efektif meningkatkan pengetahuan, serta menunjukkan peningkatan kepatuhan berdasarkan observasi, meskipun belum berdampak signifikan pada kepatuhan self-reported, sehingga berpotensi digunakan sebagai media pendukung pembelajaran pencegahan VAP. Kata kunci: Kepatuhan, Pengetahuan, Perawat, Ventilator-Associated Pneumonia, VR-BVAP ¹Mahasiswa Program Pascasarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ²Pembimbing Magister Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman , Purwokerto | Abstract Development and Effectiveness Testing of VR-BVAP Learning Media on Nurses’ Knowledge and Compliance in Preventing Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) in the Intensive Care Unit Yati Rukhayati¹, Mekar Dwi Anggraeni², Endang Triyanto³ Background: Patients in intensive care units (ICUs) receiving mechanical ventilation are at high risk of ventilator-associated pneumonia (VAP). Nurses play a critical role in VAP prevention through consistent implementation of VAP bundles; therefore, innovative and effective learning strategies are needed. Objective: This study aimed to develop a Virtual Reality–based Bundle Ventilator-Associated Pneumonia learning media (VR-BVAP) and to examine its effectiveness in improving nurses’ knowledge and compliance in VAP prevention. Methods: This study was conducted in two phases. The first phase employed a Research and Development approach using the ADDIE model to develop the VR-BVAP learning media. The second phase used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group approach. A total of 50 ICU nurses were recruited and divided into an intervention group (n = 25), which received VR-BVAP learning media, and a control group (n = 25), which received VAP bundle materials in the form of PowerPoint presentations. Validity and reliability were assessed using CVI, Cohen’s Kappa, ICC, and Cronbach’s Alpha. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test and the Mann–Whitney U Test. Results: VR-BVAP demonstrated good validity and reliability (S-CVI = 0.80; Cohen’s Kappa = 0.737; Cronbach’s Alpha = 0.777; ICC = 0.786). A significant difference in knowledge scores was found between groups (p = 0.018; r = 0.33). Self-reported compliance showed no significant difference (p > 0.05), while observed compliance increased in the intervention group (Δ = 16.44; r = 0.26) without statistical significance (p = 0.061). Conclusion: VR-BVAP was valid, reliable, and effective in improving nurses’ knowledge, and showed increased observational compliance, despite no significant impact on self-reported compliance, indicating its potential as a supportive learning tool for VAP prevention. Keywords: Compliance, Knowledge, Nurses, Ventilator-Associated Pneumonia VR-BVAP ¹Graduate Student, Master of Nursing Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto ²Supervisor, Master of Nursing Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto | |
| 48332 | 51732 | A1C021026 | PERTUMBUHAN BIBIT KENTANG PADA VARIASI MEDIA TANAM DENGAN FERTIGASI SUMBU KAPILER DAN PENDINGIN DI DATARAN MEDIUM | Kentang merupakan komoditas hortikultura penting yang berperan sebagai sumber pangan alternatif setelah beras, gandum, dan jagung. Peningkatan permintaan kentang di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan produksi. Kendala utama budidaya kentang antara lain keterbatasan lahan dataran tinggi, penurunan kesuburan tanah, keterbatasan bibit berkualitas, serta rendahnya toleransi tanaman kentang terhadap suhu tinggi. Oleh karena itu, pembibitan kentang di dataran medium dapat menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi bibit kentang dengan sistem fertigasi sumbu kapiler dan pendinginan media tanam di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di dalam screenhouse, Kec. Paguyangan, Kab. Brebes, Jawa Tengah, 342 mdpl, dari bulan Juni hingga Oktober 2025. Bahan tanam yang digunakan adalah bibit kentang G1 varietas Granola dan menggunakan nutrisi AB Mix dengan konsentrasi EC 2 mS/cm. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 4 perlakuan media tanam, yaitu cocopeat, arang sekam, tanah utuh, dan pasir utuh, masing-masing 7 kali pengulangan sehingga terdapat 28 kombinasi perlakuan. Pendinginan dilakukan dengan penyemprotan air bersuhu 15°C ke media tanam untuk menurunkan suhu media tanam. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, Leaf Area Index (LAI), biomassa total, bobot umbi, dan jumlah umbi. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji Kruskal Wallis, serta uji lanjut DMRT 5%. Media tanam memberikan pengaruh yang berbeda terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan produksi tanaman kentang ysitu tinggi tanaman, jumlah daun, LAI, dan bobot umbi. Cocopeat memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan vegetatif dan produksi, yaitu pada tinggi tanaman tertinggi, jumlah daun terbanyak, nilai LAI tertinggi, biomassa total terbesar, serta bobot umbi tertinggi. Arang sekam menunjukkan respon yang baik terhadap pertumbuhan akar, sedangkan tanah utuh dan pasir utuh memberikan hasil terendah pada sebagian besar parameter, terutama bobot umbi. | Potato is an important horticultural commodity that serves as an alternative food source after rice, wheat, and maize. The increasing demand for potatoes in Indonesia has not been fully matched by an increase in production. Major constraints in potato cultivation include limited highland areas, declining soil fertility, limited availability of high-quality seed tubers, and the low tolerance of potato plants to high temperatures. Therefore, potato seed production in medium-altitude areas may serve as an alternative approach. This study aimed to determine the effect of different planting media on the growth and production of potato seed tubers using a capillary wick fertigation system combined with planting media cooling under medium-altitude conditions. The research was conducted in a screenhouse located in Paguyangan District, Brebes Regency, Central Java, at an altitude of 342 meters above sea level, from June to October 2025. The planting material used was G1 potato seed tubers of the Granola variety, supplied with AB Mix nutrient solution at an electrical conductivity (EC) concentration of 2 mS/cm. The experiment employed a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor consisting of four planting media treatments, namely cocopeat, rice husk charcoal, intact soil, and intact sand, each replicated seven times, resulting in 28 experimental units. Media cooling was applied by spraying water at a temperature of 15°C onto the planting media to reduce media temperature. Observed parameters included plant height, number of leaves, number of stems, stem diameter, Leaf Area Index (LAI), total biomass, tuber weight, and tuber number. Data were analyzed using ANOVA and the Kruskal–Wallis test, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The planting media significantly affected several growth and production parameters of potato plants, including plant height, number of leaves, LAI, and tuber weight. Cocopeat produced the best results in both vegetative growth and production, showing the highest plant height, greatest number of leaves, highest LAI value, largest total biomass, and highest tuber weight. Rice husk charcoal demonstrated a favorable response in root growth, whereas intact soil and intact sand resulted in the lowest performance across most parameters, particularly tuber weight. | |
| 48333 | 51733 | I2A024001 | Determinan Kemanfaatan Aplikasi RSMS Online bagi Pasien Rawat Jalan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Latar Belakang: Aplikasi RSMS Online di RSUD Margono Soekarjo merupakan inovasi pendaftaran yang efektif namun masih menghadapi keluhan terkait tampilan aplikasi yang membingungkan. Evaluasi sebelumnya menggunakan System Usability Scale (SUS) dinilai belum komprehensif, sehingga penelitian ini menggunakan model DeLone & McLean untuk menganalisis determinan kemanfaatan aplikasi secara lebih mendalam. Metode: Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain cross-sectional terhadap 271 responden pengguna aplikasi RSMS Online pada layanan rawat jalan di RSUD Margono yang dipilih melalui cluster random sampling. Variabel penelitian yang diteliti meliputi kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan sebagai variabel independen, manfaat bersih sebagai variabel dependen, serta penggunaan dan kepuasan pengguna sebagai variabel mediasi. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (korelasi Pearson), serta multivariat (Structural Equation Modeling/SEM). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dan kepuasan pengguna berhasil memediasi hubungan antara kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan terhadap manfaat bersih. Hubungan kepuasan pengguna terhadap manfaat bersih ditemukan sebagai yang paling kuat sehingga menjadi determinan kemanfaatan aplikasi. Kesimpulan: Manajemen RSUD Margono Soekarjo perlu meningkatkan kepuasan pengguna melalui integrasi hasil radiologi dan laboratorium beserta interpretasinya ke dalam aplikasi agar lebih efisien. Selain itu, sistem pendaftaran ulang (pindai barcode) perlu dioptimalkan agar lebih efektif bagi pasien. Perbaikan aspek-aspek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepuasan dan manfaat bersih layanan kesehatan digital secara berkelanjutan. | Background: The RSMS Online application at RSUD Margono Soekarjo is an effective registration innovation that still faces user complaints regarding its confusing interface. As previous evaluations using the System Usability Scale (SUS) were considered insufficient, this study employs the DeLone & McLean model to provide a more comprehensive analysis of the determinants of the application's usefulness. Methods: This observational analytic study used a cross-sectional design involving 271 RSMS Online users in the outpatient department of RSUD Margono, selected via cluster random sampling. Research variables included system, information, and service quality (independent variables); net benefits (dependent variable); and system use and user satisfaction (mediating variables). Data were analyzed using univariate, bivariate (Pearson correlation), and multivariate (Structural Equation Modeling/SEM) techniques. Results: The findings show that system use and user satisfaction successfully mediate the relationship between system, information, and service quality and net benefits. The link between user satisfaction and net benefits was identified as the strongest, establishing it as the primary determinant of the application's effectiveness. Conclusion: Management at RSUD Margono Soekarjo should improve user satisfaction by integrating radiology and laboratory results, including their interpretations, into the application to increase efficiency. Furthermore, the barcode-based re-registration system requires optimization to be more effective for patients. Enhancing these aspects is expected to sustainably increase satisfaction and the net benefits of digital health services. | |
| 48334 | 51710 | C1B022020 | PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL NORMATIF SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA PT. WIJAYA KARYA BETON TBK PPB MAJALENGKA) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja dengan komitmen organisasional normatif sebagai variabel mediasi pada karyawan PT Wijaya Karya Beton Tbk PPB Majalengka. Kepuasan kerja mencerminkan sikap individu terhadap pekerjaannya, baik secara keseluruhan maupun terhadap aspek-aspek tertentu, namun dalam praktiknya belum seluruh karyawan merasakan tingkat kepuasan kerja yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 116 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 dan 6 poin, kemudian dianalisis dengan regresi mediasi menggunakan Sobel test untuk menguji peran komitmen organisasional normatif sebagai variabel mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional normatif dan kepuasan kerja. Selain itu, komitmen organisasional normatif juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta mampu memediasi hubungan antara pengembangan karir dan kepuasan kerja. Temuan ini sejalan dengan Social Exchange Theory dan Two-Factor Theory yang menekankan pentingnya dukungan organisasi dalam membangun keterikatan dan kepuasan kerja karyawan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan program pengembangan karir secara sistematis serta peningkatan komitmen organisasional guna mendorong kepuasan kerja karyawan. | This study aims to analyze the effect of career development on job satisfaction with normative organizational commitment as a mediating variable among employees of PT Wijaya Karya Beton Tbk PPB Majalengka. Job satisfaction reflects an individual's attitude towards their job, both in general and towards specific aspects, but in practice, not all employees experience an optimal level of job satisfaction. This study uses a quantitative approach involving 116 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through a closed questionnaire using a 5- and 6-point Likert scale, then analyzed with mediation regression using the Sobel test to examine the role of normative organizational commitment as a mediating variable. The results of the study indicate that career development has a positive and significant effect on normative organizational commitment and job satisfaction. In addition, normative organizational commitment also has a positive and significant effect on job satisfaction and is able to mediate the relationship between career development and job satisfaction. These findings are in line with Social Exchange Theory and Two-Factor Theory, which emphasize the importance of organizational support in building employee attachment and job satisfaction. The implications of this study emphasize the importance of systematic management of career development programs and increasing organizational commitment to encourage employee job satisfaction. | |
| 48335 | 51735 | I1A021043 | Gambaran Dukungan Keluarga Dan Strategi Koping Pada Penderita Talasemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Cilongok I | Talasemia merupakan penyakit herediter dengan prevalensi tinggi, termasuk di Indonesia, di mana sekitar 6–10% populasi membawa gen tersebut. Di Banyumas, jumlah kasus terus meningkat, khususnya di Kecamatan Cilongok. Penderita menghadapi tantangan fisik, emosional, dan sosial, serta memerlukan transfusi darah rutin dan terapi kelasi yang berdampak pada kualitas hidup. Dukungan keluarga berperan penting dalam membangun resiliensi, meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, serta membantu proses adaptasi pasien. Strategi koping adaptif juga berkontribusi dalam mengurangi distress psikologis dan meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan keluarga dan strategi koping pada pasien talasemia di Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas empat informan utama dan empat informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, dengan teknik analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian fenomenologi ini mengidentifikasi empat bentuk dukungan keluarga bagi pasien talasemia, yaitu dukungan emosional, penilaian (appraisal), instrumental, dan informasional. Dukungan emosional mencakup empati, toleransi, kasih sayang, serta motivasi. Dukungan penilaian muncul dalam bentuk nyata maupun tidak nyata. Dukungan instrumental meliputi pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan bantuan material. Dukungan informasional diberikan dalam bentuk arahan, instruksi, umpan balik, rekomendasi, serta nasihat. Strategi koping yang digunakan pasien mencakup manajemen masalah dan regulasi emosi. Faktor tambahan seperti hambatan, perkembangan pengetahuan, dan persepsi diri juga memengaruhi kualitas hidup pasien. Dukungan keluarga memainkan peran krusial dalam kehidupan pasien talasemia melalui empat bentuk utama, yakni emosional, penilaian, instrumental, dan informasional. Dukungan tersebut memfasilitasi penerimaan diri, memperkuat strategi koping, memastikan kepatuhan terhadap pengobatan, serta meningkatkan kualitas hidup, meskipun masih terdapat praktik yang kurang tepat serta hambatan internal maupun eksternal. | Thalassemia is a hereditary disease with high prevalence, including Indonesia where 6–10% of the population carries the gene. In Banyumas, cases continue to rise, particularly in Cilongok District. Patients face physical, emotional, and social challenges, requiring regular blood transfusions and chelation therapy that affect quality of life. Family support plays a vital role in resilience, treatment adherence, and patient adaptation. Adaptive coping strategies also help reduce psychological distress and enhance well-being. This study aims to describe family support and coping strategies among thalassemia patients in Banyumas.This study uses qualitative research with a phenomenological approach. The research informants consist of four main informants and four supporting informants. The data for this study were obtained through in-depth interviews. The data analysis technique used is thematic analysis.This phenomenological study identified four forms of family support for thalassemia patients consist emotional, appraisal, instrumental, and informational. Emotional support included empathy, tolerance, affection, and motivation. Appraisal support appeared in both tangible and intangible forms. Instrumental support encompassed daily needs and material assistance. Informational support was provided in the form of guidance, instructions, feedback, recommendations, and advice. Coping strategies involved problem management and emotional regulation. Additional factors such as barriers, evolving knowledge, and self-perception also influenced patients quality of life. Family support plays a crucial role in the lives of thalassemia patients through four main forms consist emotional, appraisal, instrumental, and informational. Such support facilitates self-acceptance, strengthens coping, ensures treatment adherence, and enhances quality of life, despite the presence of inappropriate practices and both internal and external barriers. | |
| 48336 | 51736 | H2B022004 | DINAMIKA GARIS PANTAI PANTAI CILACAP BERBASIS SATELIT MENGGUNAKAN GEE DAN DSAS | Kami menganalisis perubahan garis pantai di sepanjang pantai Cilacap, Jawa Tengah, menggunakan rentang waktu citra satelit selama 11 tahun (2010–2020). Citra Landsat dan Sentinel-2 multi-temporal diproses terlebih dahulu dan dikoreksi pasang surut, garis air diekstrak di Google Earth Engine (GEE), dan metrik perubahan berbasis transek dihitung dengan Sistem Analisis Garis Pantai Digital USGS (DSAS). Pergerakan Garis Pantai Bersih (NSM) dihitung untuk dua sub-interval (2010–2015 dan 2015–2020) dan untuk dekade penuh untuk mengungkap pergeseran temporal dalam pola erosi dan akresi. Hasil menunjukkan penarikan garis pantai yang terkonsentrasi di Pelabuhan Perikanan Cilacap dan sektor PLTU Bunton ( Adipala ), dengan kehilangan terkuat terjadi selama 2015–2020. Sebaliknya, sektor PLTU Karangkandri menunjukkan stabilitas relatif dan sedikit akresi, konsisten dengan perangkap sedimen lokal di dekat pemecah gelombangnya. Kami membahas sumber-sumber ketidakpastian termasuk resolusi sensor, asumsi koreksi pasang surut, dan pilihan indikator garis pantai, dan kami merekomendasikan studi lanjutan tentang transportasi litoral, pengambilan sampel lapangan yang ditargetkan, dan pemodelan numerik. Tindakan pengelolaan praktis meliputi pemantauan yang diprioritaskan di titik-titik rawan erosi, penambahan pasir atau penyesuaian pemecah gelombang yang dirancang dengan cermat untuk menghindari dampak ke arah hilir, dan program jangka panjang terintegrasi yang menggabungkan pemantauan satelit dengan validasi lapangan RTK-GPS berkala untuk mendukung pengelolaan pantai adaptif. | We analysed shoreline change along the Cilacap coast, Central Java, using an 11-year satellite time series (2010–2020). Multi-temporal Landsat and Sentinel-2 imagery were preprocessed and tide-corrected, waterlines were extracted in Google Earth Engine (GEE), and transect-based change metrics were computed with the USGS Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Net Shoreline Movement (NSM) was calculated for two sub-intervals (2010–2015 and 2015–2020) and for the full decade to reveal temporal shifts in erosion and accretion patterns. Results show concentrated shoreline retreat at the Fishery Port of Cilacap and the PLTU Bunton (Adipala) sector, with the strongest losses occurring during 2015–2020. By contrast, the PLTU Karangkandri sector exhibited relative stability and slight accretion, consistent with localized sediment trapping near its breakwater. We discuss uncertainty sources including sensor resolution, tidal-correction assumptions, and choice of shoreline indicator, and we recommend follow-up studies on littoral transport, targeted field sampling, and numerical modelling. Practical management actions include prioritized monitoring at erosion hotspots, carefully designed nourishment or breakwater adjustments to avoid downdrift impacts, and an integrated long-term program combining satellite monitoring with periodic RTK-GPS field validation to support adaptive coastal management. | |
| 48337 | 51738 | L1B022029 | STUDI HUBUNGAN KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN MERISTIK TERHADAP ASPEK REPRODUKSI IKAN NILEM BETINA (Osteochilus vittatus) | Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) merupakan salah satu komoditas budidaya air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mudah dibudidayakan, terutama di perairan mengalir seperti di Banyumas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik morfometrik dan meristik dengan aspek reproduksi ikan Nilem betina, guna menentukan indikator yang akurat untuk pemilihan induk ikan. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi dengan pemilihan sampel pada 101 ekor ikan Nilem betina di Banyumas, bulan Desember 2025. Data dianalisis menggunakan regresi linier dan logistik. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan alometrik positif, didukung oleh struktur tulang rusuk sebanyak 28 pasang yang dapat melindungi gonad. Terdapat perbedaan signifikan dalam indikator fisik, panjang tubuh berhubungan lemah dengan aspek reproduksi. Sebaliknya, berat badan terbukti menjadi prediktor utama yang sangat kuat (R2>0,70) untuk berat gonad dan fekunditas. Selain itu, fekunditas yang tinggi tidak menyebabkan penurunan diameter telur, hal ini menunjukkan cadangan nutrisi yang baik pada induk. Hasil analisis regresi logistik menetapkan ukuran matang gonad pertama dengan optimal secara seksual (L50) pada panjang tubuh 15,91 cm dan berat 50,80 g. Disimpulkan bahwa berat badan adalah indikator biologis terbaik untuk memprediksi kematangan gonad. | Bonylip barb (Osteochilus vittatus) is one of the freshwater aquaculture commodities that has high economic value and is easy to cultivate, especially in flowing waters such as in Banyumas. This study aims to analyze the relationship between morphometric and meristic characteristics and the reproductive aspects of female Nilem fish in order to determine accurate indicators for selecting broodstock. The research was conducted using observation methods with a sample selection of 101 female Bonylip barb in Banyumas at December 2025. The data were analyzed using linear and logistic regression. The results showed a positive allometric growth pattern, supported by a rib structure of 28 pairs that can protect the gonads. There were significant differences in physical indicators, with body length weakly correlated with reproductive aspects. In contrast, body weight proved to be a very strong predictor (R2>0.70) for gonad weight and fecundity. In addition, high fecundity did not cause a decrease in egg diameter, indicating good nutrient reserves in the broodstock. The results of logistic regression analysis determined the size of the first sexually mature gonad (L50) to be 15.91 cm in body length and 50.80 gs in weight. It was concluded that body weight is the best biological indicator for predicting gonadal maturity. | |
| 48338 | 51740 | F1A021007 | Perilaku Ibu Sebagai Orang Tua Dalam Merawat Anak Stunting Di Desa Sendang Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali | Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang di alami anak di Indonesia termasuk di Desa Sendang Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali. Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu yang cukup lama serta pola asuh yang kurang tepat sehingga pertumbuhan anak tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang stunting dan untuk mengetahui perilaku ibu sebagai orang tua dalam merawat anak stunting. Ibu yang memiliki anak stunting di Desa Sendang memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting, namun dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari belum sepenuhnya optimal. Hasil penelitian ini akan dianalisis menggunakan teori tingkat pengetahuan Notoatmodjo dan teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan purposive sampling dimana ibu yang memiliki anak stunting sebagai informan utama dan kader posyandu serta bidan sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. | Stunting remains a health problem for children in Indonesia, including in Sendang Village, Karanggede District, Boyolali Regency. Stunting is a chronic nutritional problem caused by prolonged nutritional deficiencies and inadequate parenting practices, resulting in suboptimal child growth. This study aims to determine mothers' knowledge about stunting and their behavior as parents in caring for stunted children. Mothers with stunted children in Sendang Village have good knowledge about stunting, but their application of it in daily life is not yet fully optimal. The results of this study will be analyzed using Notoatmodjo's knowledge level theory and Max Weber's social action theory. This study employed a descriptive qualitative method with purposive sampling, with mothers with stunted children as primary informants and integrated health post (Posyandu) cadres and midwives as supporting informants. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using an interactive model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. | |
| 48339 | 51741 | I1C022096 | Uji Toksisitas Akut Ekstrak Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) terhadap Ikan Zebra (Danio rerio) | Kayu manis (Cinnamomum burmannii) dimanfaatkan sebagai antidiabetes, antioksidan, dan antimikroba karena kandungan senyawa bioaktifnya, seperti sinamaldehid, eugenol, asam sinamat, kumarin, dan flavonoid. Namun, data mengenai toksisitas akut ekstrak kulit batang C. burmannii terhadap organisme akuatik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak kulit batang C. burmannii terhadap mortalitas ikan zebra (Danio rerio) serta menentukan nilai LC₅₀. Penelitian eksperimental ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% untuk ekstraksi, diikuti uji toksisitas terhadap ikan zebra (Danio rerio) sesuai OECD Test Guideline No. 203. Ikan zebra diberi paparan ekstrak pada konsentrasi 62,5; 125; 250; 500; 1000 ppm, dengan pengamatan mortalitas pada jam ke-24, 48, 72, dan 96, data mortalitas kemudian dianalisis menggunakan analisis probit. Ekstraksi menghasilkan rendemen sebesar 28,2%. Uji toksisitas akut menunjukkan hubungan dosis-respon yang signifikan dengan nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,941, dimana persentase mortalitas ikan zebra meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Nilai LC50 pada paparan 96 jam adalah sebesar 140,97 ppm, yang termasuk ke dalam kategori practically non-toxic. | Cinnamomum burmannii is widely used as an antidiabetic, antioxidant, and antimicrobial agent due to its bioactive compounds, including cinnamaldehyde, eugenol, cinnamic acid, coumarin, and flavonoids. However, information on the acute toxicity of its stem bark extract toward aquatic organisms remains limited. This study aimed to evaluate the effect of increasing concentrations of C. burmannii stem bark ethanol extract on zebrafish (Danio rerio) mortality and determine its acute toxic effects based on the LC₅₀ value. Stem bark was extracted via maceration using 96% ethanol, yielding 28.2% extract. Acute toxicity testing followed OECD Test Guideline No. 203, exposing zebrafish to concentrations of 62.5, 125, 250, 500, and 1000 ppm for 96 hours, with mortality recorded at 24, 48, 72, and 96 hours and analyzed via probit analysis. Results revealed a significant dose-response relationship (rs = 0,941), with mortality increasing alongside concentration. The 96-hour LC₅₀ was 140.97 ppm. | |
| 48340 | 51742 | J1E021044 | TEACHING VOCABULARY THROUGH RECOUNT TEXT IN JUNIOR SECONDARY SCHOOL LEVEL (A Narrative Study at 9th Grade of SMP Muhammadiyah Cirebon Academic Year of 2025/2026) | Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan guru, implementasi, serta tantangan dalam pengajaran kosakata melalui teks recount pada siswa kelas sembilan SMP Muhammadiyah 2 Cirebon tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi naratif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, analisa dokumen, dan wawancara semi-terstruktur dengan guru bahasa Inggris, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Penelitian ini difokuskan pada tiga rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana implementasi pengajaran kosakata melalui teks recount, (2) bagaimana pandangan guru terhadap pengajaran kosakata melalui teks recount, dan (3) tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Analisis data didasarkan pada teori pembelajaran kosakata dari Dirgeyaksa dan Schmitt serta teori tantangan pengajaran kosakata dari Thornbury. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang kosakata sebagai fondasi utama dalam pembelajaran bahasa. Keterbatasan penguasaan kosakata menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami teks recount, mengekspresikan ide, dan berpartisipasi aktif di kelas. Dalam praktik pembelajaran, guru menerapkan strategi seperti penjelasan kontekstual, pengulangan, visualisasi, dan penyederhanaan bahasa. Namun, pengajaran kosakata juga menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kosakata siswa, rendahnya kepercayaan diri dan motivasi, kesulitan pelafalan dan ejaan, keterbatasan waktu, minimnya sumber belajar, serta kesulitan dalam mengevaluasi penguasaan kosakata siswa. Sebagai kesimpulan, pengajaran kosakata melalui teks recount memerlukan perencanaan yang matang, strategi yang tepat, serta dukungan pembelajaran yang memadai. | This study aimed to explore how English teachers see, implement, and face challenges in teaching vocabulary through recount texts at the ninth grade of SMP Muhammadiyah 2 Cirebon in the academic year 2025/2026. This research employed a qualitative narrative study. The data were collected through classroom observations, document analysis, and semi-structured interviews with the English teacher and analyzed using thematic analysis. This study addressed three research questions: (1) how vocabulary teaching through recount texts was implemented, (2) the teacher see toward teaching vocabulary through recount texts, and (3) the challenges faced during the teaching process. The analysis was guided by vocabulary learning theories proposed by Dirgeyaksa and Schmitt, as well as vocabulary teaching challenges described by Thornbury. The findings revealed that the teacher viewed vocabulary as the foundation of language learning. Limited vocabulary mastery caused students to experience difficulties in understanding recount texts, expressing ideas, and participating actively in classroom activities. In practice, the teacher applied strategies such as contextual explanation, repetition, visualization, and simplified language to support students’ vocabulary comprehension. However, the implementation was influenced by several challenges, including students’ limited vocabulary mastery, low confidence and motivation, pronunciation and spelling difficulties, time management constraints, limited learning resources, and difficulties in assessing students’ vocabulary understanding. In conclusion, teaching vocabulary through recount texts requires appropriate instructional strategies, sufficient instructional time, and supportive learning environments that consider students’ cognitive and affective needs. |