Home
Login.
Artikelilmiahs
51735
Update
HARJANTI HANDAYANI
NIM
Judul Artikel
Gambaran Dukungan Keluarga Dan Strategi Koping Pada Penderita Talasemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Cilongok I
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Talasemia merupakan penyakit herediter dengan prevalensi tinggi, termasuk di Indonesia, di mana sekitar 6–10% populasi membawa gen tersebut. Di Banyumas, jumlah kasus terus meningkat, khususnya di Kecamatan Cilongok. Penderita menghadapi tantangan fisik, emosional, dan sosial, serta memerlukan transfusi darah rutin dan terapi kelasi yang berdampak pada kualitas hidup. Dukungan keluarga berperan penting dalam membangun resiliensi, meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, serta membantu proses adaptasi pasien. Strategi koping adaptif juga berkontribusi dalam mengurangi distress psikologis dan meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan keluarga dan strategi koping pada pasien talasemia di Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas empat informan utama dan empat informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, dengan teknik analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian fenomenologi ini mengidentifikasi empat bentuk dukungan keluarga bagi pasien talasemia, yaitu dukungan emosional, penilaian (appraisal), instrumental, dan informasional. Dukungan emosional mencakup empati, toleransi, kasih sayang, serta motivasi. Dukungan penilaian muncul dalam bentuk nyata maupun tidak nyata. Dukungan instrumental meliputi pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan bantuan material. Dukungan informasional diberikan dalam bentuk arahan, instruksi, umpan balik, rekomendasi, serta nasihat. Strategi koping yang digunakan pasien mencakup manajemen masalah dan regulasi emosi. Faktor tambahan seperti hambatan, perkembangan pengetahuan, dan persepsi diri juga memengaruhi kualitas hidup pasien. Dukungan keluarga memainkan peran krusial dalam kehidupan pasien talasemia melalui empat bentuk utama, yakni emosional, penilaian, instrumental, dan informasional. Dukungan tersebut memfasilitasi penerimaan diri, memperkuat strategi koping, memastikan kepatuhan terhadap pengobatan, serta meningkatkan kualitas hidup, meskipun masih terdapat praktik yang kurang tepat serta hambatan internal maupun eksternal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Thalassemia is a hereditary disease with high prevalence, including Indonesia where 6–10% of the population carries the gene. In Banyumas, cases continue to rise, particularly in Cilongok District. Patients face physical, emotional, and social challenges, requiring regular blood transfusions and chelation therapy that affect quality of life. Family support plays a vital role in resilience, treatment adherence, and patient adaptation. Adaptive coping strategies also help reduce psychological distress and enhance well-being. This study aims to describe family support and coping strategies among thalassemia patients in Banyumas.This study uses qualitative research with a phenomenological approach. The research informants consist of four main informants and four supporting informants. The data for this study were obtained through in-depth interviews. The data analysis technique used is thematic analysis.This phenomenological study identified four forms of family support for thalassemia patients consist emotional, appraisal, instrumental, and informational. Emotional support included empathy, tolerance, affection, and motivation. Appraisal support appeared in both tangible and intangible forms. Instrumental support encompassed daily needs and material assistance. Informational support was provided in the form of guidance, instructions, feedback, recommendations, and advice. Coping strategies involved problem management and emotional regulation. Additional factors such as barriers, evolving knowledge, and self-perception also influenced patients quality of life. Family support plays a crucial role in the lives of thalassemia patients through four main forms consist emotional, appraisal, instrumental, and informational. Such support facilitates self-acceptance, strengthens coping, ensures treatment adherence, and enhances quality of life, despite the presence of inappropriate practices and both internal and external barriers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save