Artikel Ilmiah : F2D022001 a.n. BADRUZZAMAN
| NIM | F2D022001 |
|---|---|
| Namamhs | BADRUZZAMAN |
| Judul Artikel | ISU PEREKONOMIAN DIBALIK KEBIJAKAN JALAN SATU ARAH KORIDOR PERKOTAAN KEBUMEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Kebijakan penerapan jalan satu arah pada koridor perkotaan di Kabupaten Kebumen dapat dipahami sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi perkotaan, bukan sekadar pengaturan lalu lintas. Dalam kerangka teori modernisasi ekonomi Walt Whitman Rostow (1960), pembangunan infrastruktur dipandang sebagai elemen penting dalam menciptakan prasyarat pertumbuhan ekonomi, khususnya pada fase awal menuju transformasi ekonomi yang lebih modern. Penataan sistem jalan diarahkan untuk meningkatkan efisiensi mobilitas, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat keterhubungan antaraktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Orientasi kebijakan tersebut menunjukkan adanya dorongan rasionalisasi dan efisiensi yang sejalan dengan logika modernisasi ekonomi, di mana pemerintah berperan aktif dalam menyiapkan fondasi fisik bagi pertumbuhan. Namun, pendekatan ini cenderung berangkat dari asumsi bahwa peningkatan infrastruktur akan menghasilkan manfaat ekonomi yang relatif merata. Pada tingkat lokal, kebijakan jalan satu arah justru memunculkan dampak yang berbeda-beda, terutama bagi pelaku usaha kecil dan sektor informal yang bergantung pada akses langsung ruang kota. Seperti terdapat lapak pedagang yang sepi, di sisi lain pemerintah membuat lapak yang baru di jalur satu arah. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketegangan antara tujuan modernisasi ekonomi dan realitas struktur ekonomi perkotaan Kebumen. Kata kunci: Kebijakan, Modernisasi, Perekonomian; Perkotaan; Rostow |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT The policy of implementing a one-way traffic system along urban corridors in Kabupaten Kebumen can be understood as part of an urban economic development strategy, rather than merely a traffic management measure. Within the framework of Walt Whitman Rostow’s theory of economic modernization (1960), infrastructure development is viewed as a crucial element in creating the preconditions for economic growth, particularly in the early stages toward a more modern economic transformation. The restructuring of the road system is aimed at improving mobility efficiency, facilitating the distribution of goods and services, and strengthening connectivity among economic activities in urban areas. This policy orientation reflects a drive toward rationalization and efficiency consistent with the logic of economic modernization, in which the government plays an active role in preparing the physical foundations for growth. However, this approach tends to be based on the assumption that improvements in infrastructure will generate relatively equal economic benefits. At the local level, the one-way traffic policy has in fact produced varied impacts, especially for small business actors and the informal sector that depend on direct access to urban space. While some vendors’ stalls have become less crowded, the government has established new stalls along the one-way route. This condition indicates a tension between the goals of economic modernization and the realities of Kebumen’s urban economic structure. Keywords: Policy; Modernization; Economy; Urban; Rostow |
| Kata kunci | Kata kunci: Kebijakan, Modernisasi, Perekonomian; Perkotaan; Rostow |
| Pembimbing 1 | Luthfi Makhasin, M.A, Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Khairu Roojiqien Sobandi, M.Si, M.A, Ph.D. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2026-02-16 15:16:04.695177 |