| NIM | H2B022004 |
| Namamhs | MARSID |
| Judul Artikel | DINAMIKA GARIS PANTAI PANTAI CILACAP BERBASIS SATELIT MENGGUNAKAN GEE DAN DSAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kami menganalisis perubahan garis pantai di sepanjang pantai Cilacap, Jawa Tengah, menggunakan rentang waktu citra satelit selama 11 tahun (2010–2020). Citra Landsat dan Sentinel-2 multi-temporal diproses terlebih dahulu dan dikoreksi pasang surut, garis air diekstrak di Google Earth Engine (GEE), dan metrik perubahan berbasis transek dihitung dengan Sistem Analisis Garis Pantai Digital USGS (DSAS). Pergerakan Garis Pantai Bersih (NSM) dihitung untuk dua sub-interval (2010–2015 dan 2015–2020) dan untuk dekade penuh untuk mengungkap pergeseran temporal dalam pola erosi dan akresi. Hasil menunjukkan penarikan garis pantai yang terkonsentrasi di Pelabuhan Perikanan Cilacap dan sektor PLTU Bunton ( Adipala ), dengan kehilangan terkuat terjadi selama 2015–2020. Sebaliknya, sektor PLTU Karangkandri menunjukkan stabilitas relatif dan sedikit akresi, konsisten dengan perangkap sedimen lokal di dekat pemecah gelombangnya. Kami membahas sumber-sumber ketidakpastian termasuk resolusi sensor, asumsi koreksi pasang surut, dan pilihan indikator garis pantai, dan kami merekomendasikan studi lanjutan tentang transportasi litoral, pengambilan sampel lapangan yang ditargetkan, dan pemodelan numerik. Tindakan pengelolaan praktis meliputi pemantauan yang diprioritaskan di titik-titik rawan erosi, penambahan pasir atau penyesuaian pemecah gelombang yang dirancang dengan cermat untuk menghindari dampak ke arah hilir, dan program jangka panjang terintegrasi yang menggabungkan pemantauan satelit dengan validasi lapangan RTK-GPS berkala untuk mendukung pengelolaan pantai adaptif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | We analysed shoreline change along the Cilacap coast, Central Java, using an 11-year satellite time series (2010–2020). Multi-temporal Landsat and Sentinel-2 imagery were preprocessed and tide-corrected, waterlines were extracted in Google Earth Engine (GEE), and transect-based change metrics were computed with the USGS Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Net Shoreline Movement (NSM) was calculated for two sub-intervals (2010–2015 and 2015–2020) and for the full decade to reveal temporal shifts in erosion and accretion patterns. Results show concentrated shoreline retreat at the Fishery Port of Cilacap and the PLTU Bunton (Adipala) sector, with the strongest losses occurring during 2015–2020. By contrast, the PLTU Karangkandri sector exhibited relative stability and slight accretion, consistent with localized sediment trapping near its breakwater. We discuss uncertainty sources including sensor resolution, tidal-correction assumptions, and choice of shoreline indicator, and we recommend follow-up studies on littoral transport, targeted field sampling, and numerical modelling. Practical management actions include prioritized monitoring at erosion hotspots, carefully designed nourishment or breakwater adjustments to avoid downdrift impacts, and an integrated long-term program combining satellite monitoring with periodic RTK-GPS field validation to support adaptive coastal management. |
| Kata kunci | Perubahan garis pantai, Google Earth Engine, DSAS, Pergerakan Garis Pantai Bersih, koreksi pasang surut, Landsat, Sentinel-2, Cilacap |
| Pembimbing 1 | Dr. Eng. Purwanto Bekti Santoso, S.T., M.T. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Nastain, S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2026-02-16 15:08:53.415209 |
|---|