Artikelilmiahs
Menampilkan 48.261-48.280 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 48261 | 51660 | K1B022107 | Pengaplikasian Algoritma Genetika dalam Penyelesaian Vehicle Routing Problem | Distribusi barang pada toko bangunan merupakan salah satu aktivitas penting yang memerlukan perencanaan rute pengiriman secara efisien untuk meminimalkan total jarak tempuh kendaraan. Permasalahan distribusi tersebut dapat dimodelkan sebagai Vehicle Routing Problem (VRP), yaitu permasalahan penentuan rute optimal dari satu titik pengantaran ke sejumlah pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan total jarak tempuh kendaraan dalam proses distribusi barang Toko Bangunan Setia dengan menerapkan metode Algoritma Genetika dan mengimplementasikannya dalam sebuah aplikasi berbasis komputer. Algoritma Genetika dipilih karena mampu menghasilkan solusi optimal atau mendekati optimal melalui beberapa tahapan, yaitu inisialisasi populasi, evaluasi nilai fitness, seleksi, crossover, dan mutasi. Data yang digunakan berupa data jarak antar titik pengiriman ke pelanggan yang diperoleh dari pengelola toko bangunan. Jumlah kendaraan dibatasi hingga tiga kendaraan tanpa mempertimbangkan faktor waktu pelayanan maupun kondisi lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Algoritma Genetika mampu menghasilkan rute pengiriman yang lebih efisien dengan total jarak tempuh yang lebih pendek dibandingkan rute awal. Aplikasi yang dikembangkan mampu menyajikan hasil rute optimal dalam bentuk teks serta visualisasi grafik. Dengan demikian, penerapan Algoritma Genetika pada penyelesaian VRP dapat menjadi solusi yang efektif dalam perencanaan rute distribusi toko bangunan. | Product distribution in a building materials store is an important activity that requires efficient route planning to minimize total vehicle travel distance. This distribution problem can be modeled as the Vehicle Routing Problem (VRP), which focuses on determining optimal delivery routes from a single delivery point to multiple customers. This study aims to minimize the total travel distance of delivery vehicles in the distribution process at Setia Building Materials Store by applying a Genetic Algorithm and implementing it in a computer-based application. The Genetic Algorithm is selected because it can find optimal or near-optimal solutions through several stages, including population initialization, fitness evaluation, selection, crossover, and mutation. The data used in this study consist of a distance data between the delivery point and customer location obtained from a building materials store. The number of vehicles is limited to three, without considering service time or traffic conditions. The results show that the Genetic Algorithm is able to generate more efficient solutions with shorter total travel distances compared to the initial routes. The developed application can present the results in both textual form and graphical visualization. Therefore, the application of the Genetic Algorithm in solving the VRP can be an effective solution to delivery route planning for building materials stores. | |
| 48262 | 51661 | A1D021007 | Perbanyakan Mikoriza Arbuskular dari Rizosfer Tanaman Kapulaga pada Berbagai Medium Tanam dan Pengaruhnya Terhadap Tanaman Inang Jagung Manis | Pupuk adalah materi sumber hara yang mengandung satu atau lebih unsur hara, yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman. Pupuk hayati merupakan substans yang mengandung mikroorganisme hidup yang mengkolonisasi rizosfer. Salah satu organisme hidup yang digunakan dalam pembuatan pupuk hayati untuk kesuburan tanah yaitu mikoriza arbuskular. Mikoriza arbuskular adalah jenis endomikoriza yang merupakan cendawan yang terbentuk karena bersimbiosis dengan perakaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap perbanyakan mikoriza dan pertumbuhan tanaman jagung, mengetahui respon pertumbuhan tanaman jagung terhadap mikoriza arbuskular, serta membandingkan respon mikoriza dari sumber inokulum yang berbeda dalam proses perbanyakan dalam media tanam inang yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Screen House Experimental Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu sumber inokulan mikoriza dan media tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, luas daun, volume akar, bobot segar dan kering tanaman, serta serapan fosfor. Kemudian, aplikasi mikoriza arbuskular berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah spora, tingkat kolonisasi akar, dan serapan fosfor. Interaksi antara mikoriza dengan media tanam yang diuji hanya berpengaruh nyata pada variabel serapan fosfor, dengan kombinasi terbaik adalah inokulan mikoriza tanpa naungan dan media tanam + kompos. | Fertilizer is a nutrient source material containing one or more essential elements that is added to the growing medium or plants. Biofertilizer is a substance containing living microorganisms that colonize the rhizosphere. One of the living organisms used in the production of biofertilizers to improve soil fertility is arbuscular mycorrhiza. Arbuscular mycorrhiza is a type of endomycorrhiza formed through a symbiotic association with plant roots. This study aimed to determine the effect of different growing media on mycorrhizal propagation and maize growth, to evaluate the growth response of maize to arbuscular mycorrhiza, and to compare the response of mycorrhiza from different inoculum sources during propagation in different host growing media. The research was conducted at the Screen House Experimental Farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experiment used a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of two factors, namely mycorrhizal inoculum source and growing media. The results showed that the growing media had a significant effect on plant height, leaf area, root volume, fresh and dry plant weight, and phosphorus uptake. The application of arbuscular mycorrhiza significantly increased spore number, root colonization rate, and phosphorus uptake. The interaction between mycorrhiza and growing media significantly affected only phosphorus uptake, with the best combination being mycorrhizal inoculum without shading and growing media amended with compost. | |
| 48263 | 51659 | P2E024015 | HUBUNGAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN, KEBERLANJUTAN USAHATANI, DAN KEGIATAN AGRIBISNIS: PENDEKATAN PARTIAL LEAST SQUARES–STRUCTURAL EQUATION MODELING | Sektor pertanian Indonesia menghadapi rendahnya kapasitas kewirausahaan pelaku usaha tani, terutama petani muda yang masih didominasi berpendidikan rendah dan memiliki keterbatasan akses teknologi, standarisasi produk, kemitraan, serta permodalan. Kondisi ini semakin mendesak di tengah perubahan iklim, dinamika pasar, dan tuntutan keberlanjutan agribisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kapasitas kewirausahaan, keberlanjutan usahatani, dan kegiatan agribisnis pada petani muda hortikultura di Karangreja, Purbalingga, serta menguji pengaruh karakteristik petani, dukungan eksternal, dan peran penyuluh dengan moderasi perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa karakteristik petani, dukungan eksternal, dan peran penyuluh berpengaruh signifikan terhadap kapasitas kewirausahaan dan keberlanjutan usahatani. Perubahan iklim terbukti memoderasi beberapa hubungan tersebut. Selain itu, kapasitas kewirausahaan dan keberlanjutan usahatani berpengaruh signifikan terhadap kegiatan agribisnis. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kewirausahaan, dukungan eksternal yang tepat sasaran, dan pendampingan penyuluh untuk mendorong agribisnis hortikultura yang adaptif, modern, dan berkelanjutan. | The Indonesian agricultural sector faces low entrepreneurial capacity among farmers, particularly young farmers who are predominantly low-educated and have limited access to technology, product standardization, partnerships, and capital. This condition has become increasingly critical amid climate change, market dynamics, and the demand for sustainable agribusiness. This study aims to analyze the relationship between entrepreneurial capacity, farm sustainability, and agribusiness activities among young horticultural farmers in Karangreja, Purbalingga, and to examine the influence of farmer characteristics, external support, and extension services, with climate change as a moderating variable. The study employed Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that farmer characteristics, external support, and extension services significantly influence entrepreneurial capacity and farm sustainability. Climate change moderates several of these relationships. Furthermore, entrepreneurial capacity and farm sustainability significantly affect agribusiness activities. These findings highlight the importance of strengthening entrepreneurial capacity, improving targeted external support, and enhancing extension services to promote adaptive, modern, and sustainable horticultural agribusiness. | |
| 48264 | 51663 | E1A022107 | TANGGUNG JAWAB PEMEGANG SAHAM ATAS WANPRESTASI YANG DILAKUKAN OLEH PERSEROAN TERBATAS (Studi Putusan Nomor 23/Pdt.G.S./2024/PN Btm) | Prinsip tanggung jawab terbatas merupakan prinsip yang melindungi pemegang saham atas akibat hukum dari tindakan Perseroan Terbatas (PT). Secara umum, prinsip tanggung jawab terbatas membatasi tanggung jawab pribadi pemegang saham atas akibat hukum dari tindakan PT. Namun penerapan prinsip tanggung jawab terbatas bagi pemegang saham kerap dikesampingkan yang mengakibatkan tanggung jawab pemegang saham menjadi tidak terbatas. Salah satu sengketa terkait penerapan prinsip tanggung jawab terbatas bagi pemegang saham yaitu, sengketa wanprestasi antara PT Mencast Offshore and Marine dengan PT Lentera Sakti dalam Putusan Nomor 23/Pdt.G.S./2024/PN Btm. Penelitian ini untuk menganalisis tanggung jawab dan akibat hukum dari tindakan wanprestasi PT terhadap pemegang saham dalam Putusan Nomor 23/Pdt.G.S./2024/PN Btm. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka dan disajikan dalam bentuk uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembebanan tanggung jawab atas tindakan wanprestasi PT kepada pemegang saham dalam Putusan Nomor 23/Pdt.G.S./2024/PN Btm bertentangan dengan prinsip tanggung jawab terbatas dalam UU 40/2007 dan tidak terdapat pelanggaran hukum yang membuat prinsip tanggung jawab terbatas dapat dikesampingkan. Berdasarkan hal tersebut maka tanggung jawab atas akibat hukum dari tindakan wanprestasi PT semestinya tidak dapat dibebankan kepada pemegang saham karena tidak sejalan dengan prinsip tanggung jawab terbatas sehingga pembebanan tanggung jawab kepada pemegang saham atas tindakan wanprestasi PT dalam Putusan Nomor 23/Pdt.G.S./2024/PN Btm bukan merupakan tindakan yang tepat. Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat menjadi referensi terhadap sengketa yang melibatkan PT sebagai para pihak di dalamnya guna memberikan perlindungan serta menjamin kepastian hukum bagi pemegang saham. | The principle of limited liability is a principle that protects shareholders from the legal consequences of the actions of a private limited company (PT). In general, the principle of limited liability limits the personal liability of shareholders for the legal consequences of the actions of a PT. However, the application of the principle of limited liability for shareholders is often disregarded, resulting in unlimited liability for shareholders. One of the disputes related to the application of the principle of limited liability for shareholders is the breach of contract dispute between PT Mencast Offshore and Marine and PT Lentera Sakti in Decision Number 23/Pdt.G.S./2024/PN Btm. This study analyzes the liability and legal consequences of PT's breach of contract against shareholders in Decision Number 23/Pdt.G.S./2024/PN Btm. The research method used is a normative juridical method with descriptive-analytical research specifications. The data sources used are secondary data obtained from literature studies and presented in the form of narrative descriptions. The results of the study show that imposing liability for PT's default on shareholders in Decision Number 23/Pdt.G.S./2024/PN Btm is contrary to the principle of limited liability in Law 40/2007 and there is no violation of law that would allow the principle of limited liability to be set aside. Based on this, liability for the legal consequences of PT's default should not be imposed on shareholders because it is not in line with the principle of limited liability, so that the imposition of liability on shareholders for PT's default in Decision Number 23/Pdt.G.S./2024/PN Btm is not an appropriate action. The research conducted is expected to serve as a reference for disputes involving PT as a party in order to provide protection and ensure legal certainty for shareholders. | |
| 48265 | 51664 | C1C021030 | Pengaruh Penerapan Green Accounting, Kinerja Lingkungan dan Struktur Modal terhadap Kinerja Keuangan | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan green accounting, kinerja lingkungan, dan struktur modal terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Populasi penelitian meliputi perusahaan consumer non cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) pada periode 2021–2024. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, menghasilkan 85 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi Eviews versi 13 melalui tahapan uji outlier, analisis statistik deskriptif, uji pemilihan model regresi, uji asumsi klasik, regresi data panel, uji kelayakan model, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting dan kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sedangkan struktur modal berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan consumer non cyclicals. | This study aims to analyze the effect of implementation green accounting, environmental performance, and capital structure on financial performance. This is a quantitative study using secondary data. The study population includes non-cyclical consumer companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2024 period. The sample selection used a purposive sampling method, resulting in 85 observations. Data analysis was performed using the Eviews application version 13 through the stages of outlier test, descriptive statistical analysis, regression model selection test, classical assumption tests, panel data regression, model feasibility tests, and hypothesis testing. The results show that green accounting and environmental performance have no effect on financial performance, while capital structure has a negative effect on the financial performance of non-cyclical consumer companies. | |
| 48266 | 51651 | E1A022120 | LEGALITAS DUKUN BAYI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Keberadaan dukun bayi sebagai penolong persalinan tradisional masih dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyumas. Meskipun pemerintah telah menetapkan bahwa pertolongan persalinan merupakan kewenangan tenaga kesehatan, praktik dukun bayi tetap bertahan karena faktor sosial, budaya, dan kepercayaan masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan hukum terkait legalitas dukun bayi dalam memberikan pelayanan kesehatan serta sinkronisasi pengaturan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas dukun bayi dalam memberikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyumas serta menelaah sinkronisasi pengaturan hukumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, analitis, dan konseptual. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukun bayi memiliki legalitas dalam memberikan pelayanan kesehatan, yaitu sebagai penyehat tradisional dan tenaga pendukung atau penunjang kesehatan dalam lingkup pelayanan kesehatan tradisional empiris serta dalam pola kemitraan dengan tenaga kesehatan dengan memenuhi persyaratan administratif yang ditentukan. Akan tetapi, legitimasi legal-rasional hanya dimiliki oleh sebagian dukun bayi, yaitu dukun bayi yang menjalankan praktiknya dalam kemitraan dengan tenaga kesehatan dan sudah mengikuti pelatihan, sedangkan dukun bayi yang melakukan praktik secara mandiri dengan mengunjungi rumah-rumah masyarakat belum memiliki legitimasi legal-rasional. Sinkronisasi pengaturan terkait legalitas dukun bayi dalam memberikan pelayanan kesehatan juga telah menunjukkan adanya taraf sinkronisasi vertikal. | The existence of dukun bayi as traditional birth attendants is still found in various regions of Indonesia, including Banyumas Regency. Although the government has stipulated that childbirth assistance falls under the authority of health professionals, the practice of dukun bayi persists due to social, cultural, and community belief factors. This condition gives rise to legal issues concerning the legality of dukun bayi in providing health services as well as the synchronization of the laws and regulations governing them. This research aims to analyze the legality of dukun bayi in providing health services in Banyumas Regency and to examine the synchronization of the relevant legal regulations. The research method used is normative juridical research with statutory, analytical, and conceptual approaches. The data used consist of secondary data obtained through literature study and analyzed using qualitative normative analysis. The results of the study indicate that dukun bayi possess legality in providing health services as traditional healers and as supporting or auxiliary health personnel within the scope of empirical traditional health services and partnership schemes with health professionals, provided that the stipulated administrative requirements are fulfilled. However, legal-rational legitimacy is only held by certain dukun bayi, namely those who practice in partnership with health professionals and have undergone training, whereas dukun bayi who practice independently by visiting community households do not yet possess legal-rational legitimacy. The regulation concerning the legality of dukun bayi in providing health services also demonstrates a level of vertical synchronization. | |
| 48267 | 51665 | C2A024008 | Green Policy Meets Retail Efficiency: The Case of Plastic Bag Ban in Alfamart, Banyumas | Permasalahan sampah plastik menjadi isu lingkungan yang krusial di tingkat global. Pada tahun 2021, kawasan Asia-Pasifik (APAC) memproduksi 52% dari 390,7 juta ton produksi plastic secara global (Stevenson & Nodet, 2023). Indonesia sebagai salah satu negara di Benua Asia menempati peringkat kedua sebagai penyumbang limbah plastik yang salah dikelola mencapai 3,22 juta metrik ton per tahun, dan diproyeksikan pada tahun 2025 naik menjadi 7,42 juta metrik ton per tahun (Jambeck et al., 2015). Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), total timbulan sampah Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar 34,21 juta ton, dengan komposisi terbesar berasal dari sisa makanan (39,25%) dan sampah plastik (19,73%) (KLHK, 2024b). Provinsi Jawa Tengah menjadi penyumbang sampah terbesar ketiga secara nasional, setelah Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan total timbulan sampah mencapai 5,04 juta ton per tahun, di mana 14% adalah sampah plastic (KLHK, 2024b). Pada Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten yang kompeten dalam mengurangi sampah, yang dibuktikan dengan Kabupaten Banyumas menduduki peringkat kedua dalam kategori pengurangan sampah di Provinsi Jawa Tengah (KLHK, 2024a). Prestasi Kabupaten Banyumas dalam mengurangi sampah memang cukup baik, namun demikian,timbulan sampah yang dihasilkan masih cukup tinggi, yaitu sekitar 230 ribu ton per tahun, dan berada di peringkat ke-8 tertinggi di Jawa Tengah. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas, dari 230 ribu ton sampah yang dihasilkan, 30% nya merupakan sampah plastik. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan persentase sampah plastik nasional maupun provinsi yang masih dibawah 20%. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pengurangan plastik masih harus terus diperkuat, khususnya pada sektor konsumsi (KLHK, 2024a). | Abstract (Calibri Light 11, Bold, space 1, spacing before 12 pt, after 0 pt) This research aims to analyze how the plastic bag reduction policy contributes to operational efficiency in the retail sector, using Alfamart in Banyumas Regency, Indonesia, as a case study. This policy is part of the local government's green economy initiative to reduce plastic waste and promote sustainable business practices. The study adopts a qualitative descriptive approach, utilizing in-depth interviews with Alfamart management, local government officials, and consumers, complemented by SWOT analysis. The findings indicate that eliminating single-use plastic bags leads to significant cost savings, particularly by removing expenses associated with plastic bag procurement. Furthermore, the company gains additional revenue from selling eco-friendly bags and related sustainable products. This policy also enhances the brand image as an environmentally responsible business. However, the research identifies initial challenges, including consumer resistance and behavioral adaptation issues, which could lead to temporary customer loss. Despite these challenges, continuous consumer education and promotional strategies effectively mitigate the negative impacts. The SWOT analysis further reveals that the company is in a strong position to transform environmental regulations into competitive advantages through operational efficiency and market differentiation. The practical implication highlights that environmental policies can serve not only as compliance measures but also as business strategies to improve cost efficiency and competitiveness. Limitations of this study include a narrow focus on one retail chain and a specific type of waste reduction. Future research is recommended to explore broader waste management impacts, apply quantitative methods, and conduct longitudinal studies to assess long-term behavioral changes. | |
| 48268 | 51666 | K1B022035 | SOLUSI PERSAMAAN BURGERS DENGAN DAN TANPA VISKOSITAS MENGGUNAKAN METODE HOMOTOPI PERTURBASI | Persamaan Burgers merupakan salah satu model matematika yang menggambarkan fenomena adveksi nonlinier dan difusi. Penelitian ini membahas solusi persamaan Burgers dengan dan tanpa viskositas menggunakan metode homotopi perturbasi. Tujuan penelitian adalah memperoleh solusi aproksimasi serta menganalisis perilaku solusi, khususnya pengaruh viskositas terhadap bentuk profil dan amplitudo gelombang. Solusi diperoleh dalam bentuk deret perturbasi hingga orde dua dan dianalisis melalui visualisasi grafik profil solusi menggunakan perangkat lunak Maple. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solusi aproksimasi yang diperoleh bersifat konvergen pada parameter yang digunakan, ditandai dengan semakin kecilnya kontribusi koreksi pada orde yang lebih tinggi. Pada model dengan viskositas, amplitudo gelombang mengalami peredaman yang semakin signifikan seiring bertambahnya waktu, sedangkan pada kasus tanpa viskositas amplitudo gelombang bernilai konstan. | The Burgers equation is a mathematical model that describes nonlinear advection and diffusion phenomena. This study discusses the solutions of the Burgers equation with and without viscosity using the homotopy perturbation method. The objective of this research is to obtain approximate solutions and to analyze the behavior of the solutions, particularly the effect of viscosity on the wave profile and amplitude. The solutions are obtained in the form of a perturbation series up to the second order and are analyzed through graphical visualization of the solution profiles using Maple software. The results show that the obtained approximate solutions exhibit convergent behavior for the parameters used, indicated by the decreasing contribution of correction terms at higher orders. In the viscous mode, the wave amplitude experienxes increasingly significant damping over time due to diffusion effects, whereas in the nonviscous case, the wave amplitude remains constant over time | |
| 48269 | 51667 | E1A022090 | Perlindungan Hukum Terhadap PT Pegadaian sebagai Kreditur Gadai Efek berdasarkan Prinsip Paritas Creditorium dalam PKPU PT WMP Tbk sebagai Debitur | PT Pegadaian merupakan lembaga keuangan tertua di Indonesia yang memberikan pinjaman berbasis hukum gadai, salah satunya menyalurkan pinjaman melalui gadai efek dengan jaminan saham atau obligasi tanpa warkat (scriptless) di Bursa Efek Indonesia. Praktiknya memiliki risiko hukum saat Debitur mengalami business failure hingga masuk status PKPU, yang berdampak pada volatilitas efek. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap PT Widodo Makmur Tbk (“PT WMP Tbk”) memiliki kredit macet yang diajukan permohonan PKPU, di mana PT Pegadaian mendaftarkan diri sebagai kreditur lain demi pelunasan piutang secara Prorate. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip Paritas Creditorium dan perlindungan hukum bagi PT Pegadaian. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dengan analisis data secara normatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan prinsip Paritas Creditorium pada PKPU PT WMP Tbk diwujudkan melalui split tagihan yang membagi kedudukan PT Pegadaian sebagai Kreditur Separatis sekaligus Kreditur Konkuren. Perlindungan hukum terhadap PT Pegadaian terpenuhi secara Preventif melalui Pasal 1131, Pasal 1156 dan Pasal 1157 KUHPerdata Jo. Pasal 138 dan Pasal 270 ayat (1) UU K-PKPU serta Pasal 15 ayat (5) dan ayat (7) Jo. Pasal 17 ayat (1) Perjanjian Gadai Efek dan secara Represif melalui Putusan Homologasi Nomor 340/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN.Niaga.Jkt.Pst. | PT Pegadaian is the oldest financial institution in Indonesia that provides pawn-based loans, one of which is channeling loans through securities pawn with collateral in the form of scriptless shares or bonds on the Indonesia Stock Exchange. In practice, this carries legal risks when the debtor experiences business failure and enters PKPU status, which has an impact on securities volatility. This research is a case study of PT Widodo Makmur Tbk (“PT WMP Tbk”) which has bad debts and has filed for PKPU, where PT Pegadaian has registered itself as Other Creditors for the purpose of prorated debt repayment. This study aims to analyze the application of the Paritas Creditorium principle and legal protection for PT Pegadaian. The research method used is normative juridical with prescriptive analytical research specifications. Data collection was carried out through literature study, with normative data analysis. The results show that the application of the Paritas Creditorium principle in the PKPU of PT WMP Tbk is realized through a split bill that divides the position of PT Pegadaian as a Separate Creditor and a Concurrent Creditor. Legal protection for PT Pegadaian is fulfilled preventively through Articles 1131, 1156, and 1157 of the Civil Code in conjunction with Articles 138 and 270 paragraph (1) of the K-PKPU Law as well as Articles 15 paragraph (5) and paragraph (7) in conjunction with Article 17(1) of the Pledge Agreement, and repressively through Homologation Decision No. 340/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN.Niaga.Jkt.Pst. | |
| 48270 | 51668 | D1A021173 | ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN KONTRIBUSI TENAGA KERJA WANITA PADA USAHA TERNAK SAPI POTONG PO KEBUMEN | Usaha ternak sapi potong Peranakan Ongole (PO) di Kabupaten Kebumen banyak melibatkan tenaga kerja wanita dalam kegiatan pemeliharaan ternak, namun produktivitas dan kontribusinya belum banyak dianalisis secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas dan kontribusi tenaga kerja wanita serta menganalisis pengaruh jumlah ternak, umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman beternak terhadap produktivitas dan kontribusi tenaga kerja wanita. Penelitian dilakukan dengan metode survei pada 96 peternak wanita di enam kecamatan dengan populasi sapi PO tertinggi di Kabupaten Kebumen. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja wanita berada pada kategori rendah sebesar 88,54% dengan rata-rata Rp 5.863,00/JKSP ± Rp 4.060,00/JKSP. Kontribusi tenaga kerja wanita juga berkategori rendah sebesar 87,50% dengan rata-rata 33,98% ± 6,96%. Persamaan regresi produktivitas tenaga kerja wanita adalah Y₁ = −1584,828 + 1248,451X₁ − 30,597X₂ − 57,253X₃ + 280,840X₄ dengan nilai R² sebesar 71,9%. Jumlah ternak dan pengalaman beternak berpengaruh sangat nyata terhadap produktivitas, sedangkan umur dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata. Persamaan regresi kontribusi tenaga kerja wanita adalah Y₂ = 10,803 + 0,168X₁ + 0,520X₂ + 0,734X₃ − 0,195X₄ dengan nilai R² sebesar 61,4%. Umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman beternak berpengaruh nyata terhadap kontribusi tenaga kerja wanita, sedangkan jumlah ternak tidak berpengaruh nyata. Kata Kunci: produktivitas, kontribusi, tenaga kerja wanita, regresi linier berganda, sapi po, kebumen | Peranakan Ongole (PO) beef cattle farming in Kebumen Regency involves a substantial contribution of women workers in daily livestock management activities; however, their productivity and contribution have not been widely analyzed quantitatively. This study aimed to determine the level of productivity and contribution of women workers and to analyze the effects of herd size, age, education level, and farming experience on their productivity and contribution. The study was conducted using a survey method involving 96 women farmers in six sub-districts with the highest PO cattle population in Kebumen Regency. Data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression analysis. The results showed that the productivity of women workers was classified as low of 88,54% , with an average of IDR 5,863.00/JKSP ± IDR 4,060.00/JKSP. The contribution of women workers was also by the low category, accounting for 87,50%, with an average contribution of 33.98% ± 6.96%. The regression equation for women workers’ productivity was Y₁ = −1584.828 + 1248.451X₁ − 30.597X₂ − 57.253X₃ + 280.840X₄, with anR² value of 71.9%. Herd size and farming experience had a highly significant effect on productivity, while age and education level had no significant effect. The regression equation for women workers’ contribution was Y₂ = 10.803 + 0.168X₁ + 0.520X₂ + 0.734X₃ − 0.195X₄, with an R² value of 61.4%. Age, education level, and farming experience significantly affected women workers’ contribution, whereas herd size had no significant effect. Keywords: productivity, contribution, women workers, multiple linear regression, po beef cattle, kebumen | |
| 48271 | 51669 | E1A021225 | KEPATUHAN HUKUM KPPS TERHADAP KEWAJIBAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU (Studi di Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas) | Keberhasilan penyelenggaraan Pemilu sangat bergantung pada integritas dan profesionalisme penyelenggara di setiap tingkatan, termasuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan hukum KPPS terhadap kewajiban dalam penyelenggaraan pemilu serta pengaruh faktor kedisiplinan, fasilitas, dan motivasi terhadap kepatuhan hukum KPPS pada kewajiban dalam penyelenggaraan pemilu di Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan metode angket, kepustakaan, dan dokumenter. Pengolahan data dengan menggunakan metode editing, coding, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi, dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan hukum KPPS terhadap kewajiban dalam penyelenggaraan pemilu adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan 4 (empat) indikator meliputi tingginya tingkat kepatuhan KPPS terhadap kewajiban menempelkan DPT di TPS; tingginya kepatuhan KPPS melaksanakan pemungutan, penghitungan suara, dan penyerahan hasil penghitungan suara; tingginya kepatuhan KPPS menjaga, mengamankan, dan menyerahkan kotak suara; dan tingginya kepatuhan KPPS menindaklanjuti temuan dan laporan dari pihak terkait. Faktor kedisiplinan, faktor motivasi, dan faktor fasilitas berpengaruh secara positif terhadap tingkat kepatuhan hukum KPPS pada kewajiban dalam penyelenggaraan pemilu. Artinya semakin tinggi kedisiplinan dan motivasi, serta semakin baik fasilitas, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan hukum KPPS terhadap kewajiban dalam penyelenggaraan pemilu. | The success of the elections depends heavily on the integrity and professionalism of the organizers at every level, including the Voting Organizing Group (KPPS). This study aims to determine the level of legal compliance of KPPS with their obligations in conducting elections, as well as the influence of discipline, facilities, and motivation on KPPS legal compliance with their obligations in conducting elections in Bantarwuni Village, Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency. This study uses a quantitative research method with an empirical juridical approach and descriptive research specifications. This study was conducted in Bantarwuni Village, Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency, with 25 KPPS members who had participated in Bantarwuni Village, Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency as respondents. Simple random sampling was used for the research sample. The types and sources of data included primary and secondary data obtained through questionnaires, literature, and documents. Data processing was carried out using editing, coding, and tabulation methods and analyzed using frequency distribution analysis, cross-tabulation analysis, content analysis, and comparative analysis. The results of the study show that the level of compliance of KPPS with their obligations in conducting elections is high. This is evidenced by four indicators, including the high level of compliance of KPPS with their obligation to post the final voter list (DPT) at polling stations; the high level of compliance of KPPS in conducting voting, counting votes, and submitting vote counting results; the high level of compliance of KPPS in safeguarding, securing, and submitting ballot boxes; and the high level of compliance of KPPS in following up on findings and reports from related parties. Discipline, motivation, and facilities have a positive effect on the level of legal compliance of KPPS with their obligations in the implementation of elections. This means that the higher the level of discipline and motivation, and the better the facilities, the higher the level of legal compliance of KPPS with their obligations in the implementation of elections. | |
| 48272 | 51670 | A1D022025 | Karakterisasi Isolat Bakteri Tanah setelah Aplikasi Bakteri Endofit Akar Padi sebagai Pengendali Rhizoctonia solani dan Pengaruhnya pada Perkecambahan Padi | Eksplorasi bakteri tanah setelah aplikasi bakteri endofit akar padi didapatkan 15 isolat bakteri tanah. Bakteri tanah berperan dalam menyediakan unsur hara, melindungi tanaman dari infeksi patogen, serta menghasilkan hormon pertumbuhan, seperti IAA, pelarut fosfat, penambat nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengkarakterisasi isolat bakteri tanah untuk mengetahui potensinya sebagai agenssia pengendali hayati R. solani dan pengaruhnya terhadap perkecambahan padi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang diamati adalah seleksi isolat bakteri tanah, karakteristik fisiologi dan biokimia bakteri tanah potensial, serta pengaruh bakteri tanah potensial pada perkecambahan padi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dirancang cara deskriptif dan sidik ragam (ANOVA). Analisis data secara deskriptif dilakukan untuk menganalisis hasil pengujian karakteristik bakteri tanah potensial. Analisis data menggunakan ANOVA dengan taraf kesalahan 5% dilakukan untuk hasil pengujian in vitro dan pengaruh bakteri tanah potensial pada perkecambahan padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 isolat bakteri tanah yang diuji terhadap R.solani didapatkan 5 bakteri tanah potensial yaitu bakteri genus Paenibacillus, Micrococcus, Streptomyces dan Actinomyces. Uji antagonis bakteri tanah terhadap R. solani didapatkan daya hambat tertinggi yaitu sebesar 40,55% pada isolat P11 (Paenibacillus). Pada pengujian karakteristik fisiologi, pertumbuhan bakteri tertinggi umumnya diperoleh pada perlakuan NaCl 3% dan suhu 30°C, sedangkan pertumbuhan terendah terlihat pada suhu 8°C dan beberapa perlakuan pH. Hasil pengujian karakteristik biokimia seluruh isolat bakteri tanah potensial menunjukkan hasil positif pada uji siderofor, IAA, pelarutan fosfat, protease dan fermentasi karbohidrat, sedangkan aktivitas kitinase hanya ditemukan pada isolat P3 (Micrococcus) dan P10 (Actinomyces). Seluruh isolat bakteri tanah potensial juga memberikan pengaruh yang nyata terhadap kecepatan tumbuh benih, panjang akar, panjang tunas, bobot segar akar, bobot kering akar dan bobot kering tunas. Sementara itu, isolat bakteri tanah potensial tidak berpengaruh nyata terhadap daya kecambah dan bobot segar tunas. | This study explored soil bacteria obtained after the application of rice root endophytic bacteria, which resulted in 15 soil bacterial isolates. Soil bacteria play important roles in nutrient availability, plant protection against pathogen infection, and the production of plant growth–promoting substances. The objective of this study was to select and characterize soil bacterial isolates to determine their potential as biological control agensts against Rhizoctonia solani and their effects on rice seed germination. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The observed variables included the selection of soil bacterial isolates, the physiological and biochemical characteristics of potential soil bacteria, and the effects of potential soil bacteria on rice seed germination.This study employed an experimental method designed using descriptive analysis and analysis of variance (ANOVA). Descriptive analysis was carried out to evaluate the characteristics of potential soil bacteria. ANOVA at a 5% significance level was used to analyze the results of the in vitro tests and the effects of potential soil bacteria on rice germination. The results showed that among 15 soil bacterial isolates tested against R. solani, five potential isolates belonging to the genera Paenibacillus, Micrococcus, Streptomyces, and Actinomyces were obtained. The highest inhibition against R. solani was 40.55% by isolate P11 (Paenibacillus). Physiological characterization indicated that bacterial growth was generally highest at 3% NaCl and 30°C, and lowest at 8°C and under several pH treatments. Biochemical characterization showed that all potential isolates were positive for siderophore production, IAA production, phosphate solubilization, protease activity, and carbohydrate fermentation, while chitinase activity was only detected in isolates P3 (Micrococcus) and P10 (Actinomyces). All potential soil bacterial isolates significantly affected germination rate, root length, shoot length, fresh root weight, dry root weight and shoot dry weight, but had no significant effect on germination percentage and shoot fresh weight. | |
| 48273 | 51671 | H1E021032 | PENGUJIAN VALIDASI INFORMASI DAN USULAN PERBAIKAN ANTARMUKA WEBSITE MUNCAK.ID DENGAN METODE DESIGN THINKING, QUIS DAN NIELSEN HEURISTIC | Website Muncak.id merupakan platform berbasis web yang menyediakan informasi pendakian gunung dan aktivitas alam terbuka di Indonesia. Informasi yang disajikan berperan penting dalam membantu pendaki mempersiapkan pendakian secara aman dan efisien. Namun, berdasarkan observasi awal dan wawancara pengguna, masih ditemukan permasalahan terkait keakuratan informasi serta aspek usability antarmuka website. Beberapa informasi seperti elevasi, jarak tempuh, estimasi waktu, dan tingkat kesulitan jalur dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi lapangan serta belum disajikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian validasi informasi serta menyusun usulan perbaikan antarmuka website Muncak.id menggunakan metode Design Thinking, Questionnaire for User Interaction Satisfaction (QUIS), dan Nielsen Heuristic Evaluation. Metode Design Thinking diterapkan melalui lima tahapan, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengujian validasi informasi dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara pendaki pada dua lokasi penelitian, yaitu Gunung Prau via Patak Banteng dan Gunung Bismo via Sikunang. Evaluasi usability dilakukan menggunakan kuesioner QUIS terhadap 20 responden serta Heuristic Evaluation oleh lima evaluator yang memiliki pemahaman UI/UX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian informasi pada website Muncak.id cukup mendekati kondisi lapangan, meskipun masih terdapat perbedaan pada beberapa variabel. Selain itu, hasil evaluasi QUIS menunjukkan adanya peningkatan kepuasan pengguna setelah perbaikan antarmuka, dengan nilai rata-rata meningkat dari 7,81 menjadi 8,21. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi perbaikan antarmuka dan penyajian informasi yang diharapkan dapat meningkatkan akurasi informasi, kemudahan penggunaan, serta pengalaman pengguna website Muncak.id secara keseluruhan. | Muncak.id is a web-based platform that provides information on mountain hiking and outdoor activities in Indonesia. This information is essential in supporting hikers to plan safe and efficient hiking activities. However, based on preliminary observations and user interviews, issues were identified related to information accuracy and interface usability. Several information components, such as elevation, distance, estimated hiking time, and route difficulty, were found to be not fully aligned with actual field conditions and not optimally presented. This study aims to conduct information validation testing and propose interface improvements for the Muncak.id website using the Design Thinking approach, the Questionnaire for User Interaction Satisfaction (QUIS), and Nielsen Heuristic Evaluation. The Design Thinking method was implemented through five stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. Information validation was conducted through field observations and hiker interviews at two research locations, Mount Prau via Patak Banteng and Mount Bismo via Sikunang. Usability evaluation involved 20 respondents using the QUIS questionnaire and heuristic evaluation by five UI/UX evaluators. The results show that while several information components on the Muncak.id website are relatively close to actual field conditions, discrepancies still exist in some variables. Furthermore, the QUIS evaluation indicates an improvement in user satisfaction, with the average score increasing from 7.81 to 8.21 after the interface redesign. This study provides recommendations to improve information accuracy, usability, and overall user experience of the Muncak.id website. | |
| 48274 | 51672 | E1A021100 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMILIK MEREK YANG BERITIKAD BAIK DALAM KASUS PELANGGARAN MEREK DI SEKTOR JASA KECANTIKAN (Studi Putusan Pengadilan Niaga Nomor: 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/PN.Niaga Surabaya) | Kasus pelanggaran merek yang terjadi di Pengadilan Niaga Nomor: 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/PN.Niaga Surabaya menjadi fokus penting dalam memahami bagaimana sistem hukum Indonesia melindungi pemilik merek yang beritikad baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap pemilik merek yang beritikad baik dan akibat hukum yang timbul dalam kasus pelanggaran merek di sektor jasa kecantikan berdasarkan putusan Pengadilan Niaga Nomor 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/PN.Niaga Surabaya. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif, yang dilakukan dengan mengkaji hukum positif tertulis. Penelitian menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menjukan bahwa perlindungan hukum terhadap pemilik merek yang beritikad baik dalam Putusan Pengadilan Niaga Nomor 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/PN.Niaga Surabaya menunjukkan sistem hukum Indonesia memberikan perlindungan preventif dan represif. Perlindungan hukum preventif bagi pemilik merek beritikad baik diimplementasikan secara komprehensif melalui prinsip first-to-file sesuai Undang-Undang No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografi, serta secara represif melalui Putusan Pengadilan Niaga Surabaya Nomor 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024 yang memulihkan hak pemilik merek lewat pembatalan merek lawan yang beritikad tidak baik. Tindakan Tergugat yang mendaftarkan merek dengan itikad tidak baik menekankan pentingnya perlindungan hukum substantif untuk memastikan keadilan bagi pemilik merek dan melindungi konsumen dari kebingungan serta kerugian. Akibat hukum dari Putusan Pengadilan Niaga Nomor 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/PN.Niaga Surabaya terhadap perlindungan merek di sektor jasa kecantikan sudah sesuai dengan UU tentang Merek dan Indikasi Geografi mencakup pembatalan pendaftaran merek Tergugat dan kewajiban Tergugat untuk menghentikan penggunaan merek yang serupa dengan JMB pada produk, media sosial, dan materi promosi lainnya. | ABSTRACT The trademark infringement case heard by the Commercial Court under Number: 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/PN.Niaga Surabaya is a significant focus for understanding how the Indonesian legal system protects good-faith trademark owners. This research aims to analyze the legal protection for good-faith trademark owners and the legal consequences arising in trademark infringement cases in the beauty services sector based on the Surabaya Commercial Court decision Number 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/PN.Niaga Surabaya. The research uses a normative legal method, which is conducted by examining written positive law. The research utilizes both a statute approach and a case approach. The research results show that the legal protection for honest trademark owners in the Commercial Court Decision Number 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/PN.Niaga Surabaya shows that the Indonesian legal system offers Good-faith trademark owners receive preventive legal protection through the first-to-file rule in Law No. 20 of 2016 about Trademarks and Geographical Indications, and they also get repressive protection through Surabaya Commercial Court Decision No. 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024, which restores their rights by canceling The defendant's bad faith registration of the trademark points to the need for substantive legal protection to ensure justice for trademark owners and protect consumers from confusion and harm. The outcome of the Commercial Court Decision Number 11/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/PN.Niaga Surabaya about trademark protection in beauty services follows the Law on Trademarks and Geographical Indications, which includes canceling the Defendant's trademark registration and requiring the Defendant to stop using trademarks similar to JMB on products, social media, and other advertising | |
| 48275 | 51675 | K1A021054 | OPTIMASI PROSES FILTRASI NANOPLASTIK MENGGUNAKAN MEMBRAN NANOFIBER cPVDF DAN cPVDF/KARBON HITAM | Peningkatan kontaminasi plastik di lautan menjadi masalah global. Sebanyak 18% penyumbang sampah plastik di lautan berasal dari alat penangkap ikan yang salah satunya terbuat dari nilon 6,6. Alat penangkap ikan ini jika dibiarkan di lautan akan terdegradasi menjadi nanoplastik. Nanoplastik memiliki sifat luas permukaan terhadap volume yang tinggi sehingga mudah masuk ke dalam tubuh organisme laut. Salah satu penanganan nanoplastik adalah dengan menggunakan membran filtrasi. Electrospinning dapat menghasilkan membran dengan kualitas yang dapat disesuaikan. kopolimer-polyvinylidene fluoride (cPVDF) memiliki ketahanan terhadap tekanan yang tinggi, tetapi terlalu hidrofobik. Kinerja membran filtrasi dapat ditingkatkan dengan penambahan karbon hitam (CB) 1%. Penelitian ini menggunakan pemodelan nanoplastik dengan membran r-nilon 6,6 sebanyak 10% dan 30% yang dilakukan pencacahan secara fisik menggunakan ultrasonic probe. R-nilon 10% menghasilkan diameter serat yang lebih kecil sehinga proses pencacahan lebih singkat. Hasil pencacahan diperoleh mayoritas distribusi ukuran partikel r-nilon 30% dan 10% berturut-turut 420,8 nm dan 513,3 nm, sehingga sudah dikategorikan nanoplastik. Hasil penambahan CB 1% sebagai membran filtrasi dapat menurunkan diameter serat, sudut kontak, dan jari-jari pori, serta dapat meningkatkan porositas membran. Hasil akhir memunjukan penambahan CB 1% dapat meningkatkan fluks, permeabilitas, dan efisiensi rejeksi baik itu air maupun nanoplastik. | The increasing amount of plastic contamination in the ocean has become a serious global issue. Around 18% of the plastic waste found in marine environments comes from fishing gear, including nets made from nylon 6,6. When this gear is left in the ocean, it gradually breaks down into nanoplastics. These nanoplastics have a very high surface-area-to-volume ratio, which makes them easy to enter the bodies of marine organisms. One of the approaches used to remove nanoplastics is membrane filtration. Electrospinning is widely chosen because it can produce membranes with tunable properties. Copolimer-polyvinylidene fluoride (cPVDF) has strong mechanical resistance, but it is highly hydrophobic. Adding 1% carbon black (CB) can help improve its filtration performance. In this study, nanoplastics were modeled using recycled nylon 6,6 at concentrations of 10% and 30%, which were physically broken down using an ultrasonic probe. The 10% solution produced smaller fibers, so the breakdown process required less time. The resulting particle size distributions were mainly around 420.8 nm for 30% r-nylon and 513.3 nm for 10%, confirming that both fall within the nanoplastic range. Incorporating 1% CB into the membrane reduced fiber diameter, contact angle, and pore radius, while increasing the overall membrane porosity. Overall, adding CB 1% improved flux, permeability, and rejection performance for both water and nanoplastics. | |
| 48276 | 51676 | C1B021076 | PENGARUH SIKAP TERHADAP AI DALAM MENINGKATKAN NIAT BELI PENGGUNA SHOPEE DENGAN INOVATIVITAS KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MODERASI | Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam platform e-commerce telah mengubah cara konsumen berinteraksi dan mengambil keputusan pembelian. Namun, sikap konsumen terhadap AI dan peran inovativitas konsumen dalam memengaruhi niat beli masih belum banyak dikaji, khususnya di pasar negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived usefulness, perceived ease of use, perceived enjoyment, dan perceived risk terhadap sikap terhadap AI, serta pengaruh sikap terhadap AI terhadap niat beli dengan inovativitas konsumen sebagai variabel moderasi pada pengguna Shopee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 210 pengguna Shopee di Kabupaten Banyumas yang pernah berinteraksi dengan fitur AI. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived usefulness, perceived ease of use, dan perceived enjoyment berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap terhadap AI, sedangkan perceived risk berpengaruh negatif dan signifikan. Sikap terhadap AI terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli. Selain itu, inovativitas konsumen secara signifikan memperkuat pengaruh sikap terhadap AI terhadap niat beli. Penelitian ini memperluas Technology Acceptance Model dalam konteks adopsi AI di e-commerce dan memberikan implikasi bagi pengembangan strategi pemasaran berbasis AI. | The integration of Artificial Intelligence (AI) into e-commerce platforms has transformed the way consumers interact and make purchasing decisions. However, consumer attitudes toward AI and the role of consumer innovativeness in influencing purchase intentions remain understudied, particularly in emerging markets. This study aims to analyze the influence of perceived usefulness, perceived ease of use, perceived enjoyment, and perceived risk on attitudes toward AI, as well as the influence of attitudes toward AI on purchase intentions, with consumer innovativeness as a moderating variable among Shopee users. This study used a quantitative approach with a causality design. Data were collected through an online questionnaire from 210 Shopee users in Banyumas Regency who had interacted with AI features. Data analysis was performed using Structural Equation Modeling based on Partial Least Square (SEM-PLS). The results showed that perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived enjoyment had a positive and significant effect on attitudes toward AI, while perceived risk had a negative and significant effect. Attitudes toward AI were shown to have a positive and significant effect on purchase intentions. In addition, consumer innovativeness significantly strengthened the influence of attitudes toward AI on purchase intentions. This research extends the Technology Acceptance Model in the context of AI adoption in e-commerce and provides implications for the development of AI-based marketing strategies. | |
| 48277 | 51677 | I1A022089 | Fakto Faktor Yang Memengaruhi Kualitas Tidur Mahasiswa Fikes Unsoed | ABSTRAK FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI KUALITAS TIDUR MAHASISWA S1 FIKES UNSOED Nur Aini Nisaˡ Colti Sistiarani² Qoni Oktanti³ Kualitas tidur merupakan aspek krusial yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Beban akademik yang tinggi, penggunaan gawai berlebihan, serta tekanan psikologis dapat menjadi faktor pemicu gangguan tidur. Studi ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas tidur mahasiswa S1 Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 367 responden yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Perceived Stress Scale (PSS-10), kuesioner penggunaan gawai, konsumsi kafein, aktivitas fisik (GPAQ), kondisi lingkungan kamar, serta status gizi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (88,8%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur (p = 0,000), sedangkan variabel penggunaan gawai, konsumsi kafein, lingkungan kamar, aktivitas fisik, status gizi, dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan (p > 0,05). Analisis multivariat mengidentifikasi tingkat stres sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi kualitas tidur mahasiswa (OR = 6,027). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor stres memengaruhi kualitas tidur pada mahasiswa, tingkat stres yang lebih tinggi berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih buruk. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan upaya manajemen stres guna membantu menurunkan tingkat stres dan memperbaiki kualitas tidur mahasiswa. Kata Kunci: kualitas tidur, tingkat stres, mahasiswa, faktor determinan ˡMahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman ²Dosen Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT FACTORS INFLUENCING SLEEP QUALITY OF UNDERGRADUATE STUDENTS AT THE FACULTY OF HEALTH SCIENCES, JENDERAL SOEDIRMAN. Nur Aini Nisaˡ Colti Sistiarani² Qoni Oktanti³ Sleep quality is a crucial aspect influencing the physical and mental health of university students. Heavy academic workload, excessive digital device usage, and psychological stress are potential contributing factors to sleep disturbances. This study aimed to analyze factors affecting sleep quality among undergraduate students at the Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University. A cross-sectional design was employed, involving 367 respondents selected through proportional stratified random sampling. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Perceived Stress Scale (PSS-10), digital device usage questionnaire, caffeine consumption assessment, Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), room environment evaluation, and nutritional status assessment. Data analysis was performed using Chi-Square tests and logistic regression. The results indicated that the majority of respondents (88.8%) experienced poor sleep quality. Bivariate analysis revealed a significant association between stress levels and sleep quality (p = 0.000), whereas digital device usage, caffeine consumption, room environment, physical activity, nutritional status, and sex showed no significant associations (p > 0.05). Multivariate analysis identified stress level as the most dominant factor affecting sleep quality (POR = 6,027). The results of this study indicate that stress is a factor influencing sleep quality among university students. Higher stress levels are associated with poorer sleep quality. Therefore, increased efforts in stress management are needed to help reduce stress levels and improve students sleep quality. Keywords: sleep quality, stress level, university students, determinant factors ˡCollege Students of Public Health Department, Faculty of Sciences Jenderal Soedirman University. ²Lecturer of Public Health Departmen, Faculty of Sciences Jenderal Soedirman University. | |
| 48278 | 51674 | C1G019036 | Analysis the influence of the people's business credit on unemployment rates in west java province 2018-2024 | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif mengenai Tingkat Pengangguran pada kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Kredit Usaha Rakyat terhadap Angka Pengangguran di Provinsi Jawa Barat, Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari Kredit Usaha Rakyat terhadap Angka Pengangguran di Provinsi Jawa Barata dengan menggunakkan analisis regresi data panel. Hasil analisis dengan pendekatan fixed effect model mengungkapkan bahwa ada tiga temuan utama: (1) Kredit Usaha Rakyat berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka pengangguran di Provinsi Jawa Barat, (2) Jumlah UMKM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka pengangguran di Provinsi Jawa Barat, (3) Penyerapan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Jawa Barat, namun arah dan besaran pengaruh tersebut tidak sesuai dengan hipotesis penelitian, sehingga hipotesis yang diajukan ditolak Berdasarkan temuan tersebut, beberapa langkah kebijakan dapat disarankan untuk mengurangi angka pengangguran di Provinsi Jawa Barat dengan memanfaatkan potensi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Perlu adanya penguatan promosi dan aksesibilitas terhadap KUR, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini akan mendorong mereka untuk mengembangkan usaha yang sudah ada atau bahkan memulai usaha baru, yang pada gilirannya akan menciptakan lebih banyak peluang kerja di berbagai sektor, khususnya di sektor yang berhubungan langsung dengan perekonomian lokal. Kemudia peningkatan investasi pada sektor-sektor produktif yang mendukung pengembangan KUR harus menjadi prioritas. | This study is quantitative in nature and examines unemployment rates in districts and cities in West Java Province. The study is titled "Analysis of the Effect of People's Business Credit on Unemployment Rates in West Java Province." The purpose of this study is to analyze the effect of People's Business Credit on unemployment rates in West Java Province using panel data regression analysis. The results of the analysis using the fixed effects model approach reveal three main findings: (1) People's Business Credit has a negative and significant effect on unemployment rates in West Java Province, (2) The number of MSMEs has a negative and significant effect on unemployment rates in West Java Province, (3) Labor absorption has a significant effect on the unemployment rate in West Java Province, but the direction and magnitude of this effect do not match the research hypothesis, so the proposed hypothesis is rejected. Based on these findings, several policy measures can be recommended to reduce unemployment in West Java Province by utilizing the potential of People's Business Credit (KUR). There is a need to strengthen the promotion and accessibility of KUR, especially for micro, small, and medium enterprises (MSMEs). This will encourage them to develop existing businesses or even start new ones, which in turn will create more job opportunities in various sectors, especially those directly related to the local economy. Then, increasing investment in productive sectors that support KUR development should be a priority. For example, the development of the creative industry, tourism, and technology-based agriculture sectors, which have great potential in West Java. | |
| 48279 | 51680 | J1E021042 | STUDENTS’ PERCEPTION OF THE IMPLEMENTATION OF VIDEO-MAKING AS COLLABORATIVE PROJECT-BASED LEARNING IN WRITING PROCEDURE TEXT (A Narrative Inquiry of Grade XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 3 at SMK Kesatrian Purwokerto in the Academic Year of 2025/2026) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembuatan video sebagai pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek kolaboratif dalam pembelajaran menulis teks prosedur serta mengeksplorasi persepsi siswa terhadap pengalaman belajar selama proses tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Kesatrian Purwokerto dengan melibatkan siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 3 pada tahun ajaran 2025/2026. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif melalui pendekatan narrative inquiry, penelitian ini berfokus pada pemahaman mengenai bagaimana siswa membangun makna dari keterlibatan mereka dalam aktivitas menulis berbasis proyek. Data dikumpulkan melalui empat kali observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan tiga siswa yang mewakili tingkat partisipasi yang berbeda, serta analisis dokumen berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran guru. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta didukung oleh triangulasi untuk meningkatkan kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mengikuti tahapan Pembelajaran Berbasis Proyek yang terstruktur, yaitu pengenalan proyek, pembentukan kelompok, penulisan naskah, pembuatan video, revisi, dan presentasi. Tahap penulisan naskah berperan signifikan dalam membantu siswa mengorganisasi ide serta menerapkan struktur generik dan ciri kebahasaan teks prosedur. Persepsi siswa bervariasi sesuai dengan tingkat partisipasi mereka. Siswa dengan partisipasi aktif dan cukup aktif melaporkan peningkatan motivasi, kepercayaan diri, kemampuan kolaborasi, serta berkurangnya kecemasan dalam menulis, sedangkan siswa dengan partisipasi rendah mengalami tantangan terkait keterbatasan kemampuan bahasa, ketimpangan kontribusi dalam kelompok, dan manajemen waktu. Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar siswa dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan mereka serta peran guru dalam memberikan bimbingan selama pelaksanaan proyek. | This study aims to describe the implementation of video-making as a collaborative Project-Based Learning approach in teaching writing procedure texts and to explore students’ perceptions of learning experiences during the process. The research was conducted at SMK Kesatrian Purwokerto involving Grade XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 3 students in the academic year of 2025/2026. Employing a qualitative research design with a narrative inquiry approach, the study focused on understanding how students constructed meaning from their involvement in the project-based writing activity. Data were collected through four classroom observations, semi-structured interviews with three students representing different levels of participation, and document analysis of the teacher’s lesson plan. The data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation. The findings reveal that the implementation followed structured Project-Based Learning, including project introduction, grouping, scriptwriting, video-making, revision, and presentation. The scriptwriting stage played a significant role in helping students organize ideas and apply the generic structure and language features of procedure texts. Students’ perceptions varied according to their level of participation. Active and moderately active students reported increased motivation, improved confidence, stronger collaboration, and reduced anxiety in writing, whereas less active students experienced challenges related to language proficiency, unequal group involvement, and time management. Overall, the findings indicate that students’ learning experiences were shaped by their engagement level and the instructional guidance provided during the project. | |
| 48280 | 51681 | B1A022182 | PENGARUH SUKROSA DAN 6-BENZYLAMINOPURINE (BAP) PADA PERBANYAKAN PISANG CAVENDISH (Musa acuminata L.) DALAM KULTUR IN VITRO | Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) adalah komoditas unggulan dengan permintaan tinggi, namun produksi alaminya terbatas karena perbanyakan konvensional hanya menghasilkan sedikit anakan per tahun. Teknik kultur in vitro menjadi solusi perbanyakan yang efisien. Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada optimasi media kultur, khususnya penggunaan 6-Benzylaminopurine (BAP) untuk merangsang pembentukan tunas, dan sukrosa sebagai sumber karbon utama. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) Mempelajari pengaruh interaksi antara konsentrasi sukrosa dan BAP pada multiplikasi tunas mikro pisang Cavendish dalam kultur in vitro; 2) Menentukan konsentrasi sukrosa dan BAP terbaik untuk multiplikasi tunas mikro pisang Cavendish dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi sukrosa dengan tiga taraf (20 g/L, 30 g/L, dan 40 g/L). Faktor kedua adalah konsentrasi BAP dengan empat taraf (2 mg/L, 4 mg/L, 6 mg/L, dan 8 mg/L). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak lima kali, sehingga diperoleh 60 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah konsentrasi sukrosa dan BAP. Variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan tunas mikro pisang Cavendish. Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas per eksplan, rataan panjang tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan 1%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbanyakan pisang Cavendish (Musa acuminata L.) secara in vitro tidak dipengaruhi oleh interaksi antara sukrosa dan BAP. Faktor mandiri sukrosa berpengaruh nyata pada rataan panjang tunas. Faktor mandiri BAP berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tunas dan jumlah akar, serta berpengaruh nyata terhadap rataan panjang tunas dan jumlah daun. Media MS yang disuplementasi dengan BAP 6 mg/L merupakan media terbaik untuk multiplikasi tunas pisang Cavendish. | Cavendish banana (Musa acuminata L.) represents a high-demand flagship commodity, yet its natural production remains limited as conventional propagation produces only a few saplings annually. In vitro culture techniques offer an efficient means of propagation. The success of this method depends heavily on optimizing the culture media, specifically using 6-Benzylaminopurine (BAP) to stimulate bud formation and sucrose as the primary carbon source. This study aimed to: 1) evaluate the interaction between sucrose and BAP concentrations on the multiplication of Cavendish banana microshoots in vitro; and 2) determine the optimal concentrations for both factors on the multiplication of Cavendish banana microshoots in vitro. The experiment was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with a two-factor factorial treatment pattern. The first factor consisted of three sucrose concentrations (20 g/L, 30 g/L, and 40 g/L), while the second factor consisted of four BAP levels (2 mg/L, 4 mg/L, 6 mg/L, and 8 mg/L). Each treatment combination was replicated 5 times, totaling 60 experimental units. The independent variables tested were sucrose and BAP concentrations. The dependent variable observed was the growth of Cavendish banana microshoots. with the measured parameters, including shoot number per explant, average shoot length, and leaf and root counts. The data were analysed using an analysis of variance (ANOVA) at 5% and 1% significance levels, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% level of confidence. The results showed that the multiplication of Cavendish banana (Musa acuminata L.) microshoots was not controlled by the interaction between sucrose and BAP concentrations used. Sucrose concentration affected shoot length. Meanwhile, BAP concentration controlled shoot, leaf, and root numbers as well as shoot length. MS media supplemented with 6 mg/L BAP resulted in the best shoot multiplication of Cavendish banana. |