| NIM | I1C022096 |
| Namamhs | SHALMA ERWINA PUTRI |
| Judul Artikel | Uji Toksisitas Akut Ekstrak Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) terhadap Ikan Zebra (Danio rerio) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kayu manis (Cinnamomum burmannii) dimanfaatkan sebagai antidiabetes, antioksidan, dan antimikroba karena kandungan senyawa bioaktifnya, seperti sinamaldehid, eugenol, asam sinamat, kumarin, dan flavonoid. Namun, data mengenai toksisitas akut ekstrak kulit batang C. burmannii terhadap organisme akuatik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak kulit batang C. burmannii terhadap mortalitas ikan zebra (Danio rerio) serta menentukan nilai LC₅₀. Penelitian eksperimental ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% untuk ekstraksi, diikuti uji toksisitas terhadap ikan zebra (Danio rerio) sesuai OECD Test Guideline No. 203. Ikan zebra diberi paparan ekstrak pada konsentrasi 62,5; 125; 250; 500; 1000 ppm, dengan pengamatan mortalitas pada jam ke-24, 48, 72, dan 96, data mortalitas kemudian dianalisis menggunakan analisis probit. Ekstraksi menghasilkan rendemen sebesar 28,2%. Uji toksisitas akut menunjukkan hubungan dosis-respon yang signifikan dengan nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,941, dimana persentase mortalitas ikan zebra meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Nilai LC50 pada paparan 96 jam adalah sebesar 140,97 ppm, yang termasuk ke dalam kategori practically non-toxic. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Cinnamomum burmannii is widely used as an antidiabetic, antioxidant, and antimicrobial agent due to its bioactive compounds, including cinnamaldehyde, eugenol, cinnamic acid, coumarin, and flavonoids. However, information on the acute toxicity of its stem bark extract toward aquatic organisms remains limited. This study aimed to evaluate the effect of increasing concentrations of C. burmannii stem bark ethanol extract on zebrafish (Danio rerio) mortality and determine its acute toxic effects based on the LC₅₀ value. Stem bark was extracted via maceration using 96% ethanol, yielding 28.2% extract. Acute toxicity testing followed OECD Test Guideline No. 203, exposing zebrafish to concentrations of 62.5, 125, 250, 500, and 1000 ppm for 96 hours, with mortality recorded at 24, 48, 72, and 96 hours and analyzed via probit analysis. Results revealed a significant dose-response relationship (rs = 0,941), with mortality increasing alongside concentration. The 96-hour LC₅₀ was 140.97 ppm. |
| Kata kunci | Ekstrak etanol, Cinnamomum burmannii, toksisitas akut, ikan zebra, LC50 |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. apt. Warsinah, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. apt. Esti Dyah Utami, M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2026-02-16 19:06:56.238383 |
|---|