Artikel Ilmiah : J1C020052 a.n. MARDATILLA AISYAH PALSA

Kembali Update Delete

NIMJ1C020052
NamamhsMARDATILLA AISYAH PALSA
Judul ArtikelFood as Performance dan Food in Performance dalam Film Dokumenter Jiro Dreams of Sushi Karya David Gelb
Abstrak (Bhs. Indonesia)Artikel ini membahas representasi makanan sebagai bentuk performa budaya dalam film dokumenter Jiro Dreams of Sushi karya David Gelb. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri bagaimana makanan direpresentasikan sebagai tindakan performatif (food as performance) sekaligus sebagai medium representasional dalam pertunjukan (food in performance). Dengan
menggunakan metode deskriptif kualitatif, analisis difokuskan pada adegan-adegan yang memperlihatkan praktik kuliner, disiplin kerja, dan interaksi sosial dalam konteks budaya Jepang. Kajian ini menggunakan kerangka teori Barbara Santich serta Lindenfeld & Langellier yang memandang makanan sebagai media ekspresi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan sushi dalam film tersebut merepresentasikan nilai-nilai spiritual seperti kodawari (pencarian kesempurnaan), shokunin kishitsu (semangat profesionalisme), dan wabi-sabi (keindahan dalam kesederhanaan). Film ini memperlihatkan bahwa makanan bukan hanya sarana pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi juga media performatif yang mengomunikasikan etika, estetika, dan identitas budaya Jepang.
Abtrak (Bhs. Inggris)This article discusses the representation of food as a form of cultural performance in the documentary film Jiro Dreams of Sushi directed by David Gelb. The research aims to explore how
food is represented as both a performative act (food as performance) and as a representational medium within performance (food in performance). Using a descriptive qualitative method, the
analysis focuses on scenes that display culinary practice, discipline, and social interaction within the context of Japanese culture. The study is based on the theoretical framework of Barbara Santich and Lindenfeld & Langellier, who propose that food can function as a medium of cultural expression. The findings indicate that the making of sushi in the film represents spiritual values such
as kodawari (pursuit of perfection), shokunin kishitsu (craftsmanship spirit), and wabi-sabi (beauty in simplicity). The film illustrates that food is not merely a means of sustenance but also a medium
of performance that communicates Japanese aesthetics, ethics, and identity.
Kata kuncistudi makanan, performa budaya, budaya Jepang, sushi, film dokumenter
Pembimbing 1Mardatilla Aisyah Palsa
Pembimbing 2Heri Widodo, S.S., M.A.
Pembimbing 3Nadia Wirda Ummah, S.S., M.A.
Tahun2025
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2025-11-24 09:28:19.077619
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.