Home
Login.
Artikelilmiahs
50970
Update
MARDATILLA AISYAH PALSA
NIM
Judul Artikel
Food as Performance dan Food in Performance dalam Film Dokumenter Jiro Dreams of Sushi Karya David Gelb
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel ini membahas representasi makanan sebagai bentuk performa budaya dalam film dokumenter Jiro Dreams of Sushi karya David Gelb. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri bagaimana makanan direpresentasikan sebagai tindakan performatif (food as performance) sekaligus sebagai medium representasional dalam pertunjukan (food in performance). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, analisis difokuskan pada adegan-adegan yang memperlihatkan praktik kuliner, disiplin kerja, dan interaksi sosial dalam konteks budaya Jepang. Kajian ini menggunakan kerangka teori Barbara Santich serta Lindenfeld & Langellier yang memandang makanan sebagai media ekspresi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan sushi dalam film tersebut merepresentasikan nilai-nilai spiritual seperti kodawari (pencarian kesempurnaan), shokunin kishitsu (semangat profesionalisme), dan wabi-sabi (keindahan dalam kesederhanaan). Film ini memperlihatkan bahwa makanan bukan hanya sarana pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi juga media performatif yang mengomunikasikan etika, estetika, dan identitas budaya Jepang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This article discusses the representation of food as a form of cultural performance in the documentary film Jiro Dreams of Sushi directed by David Gelb. The research aims to explore how food is represented as both a performative act (food as performance) and as a representational medium within performance (food in performance). Using a descriptive qualitative method, the analysis focuses on scenes that display culinary practice, discipline, and social interaction within the context of Japanese culture. The study is based on the theoretical framework of Barbara Santich and Lindenfeld & Langellier, who propose that food can function as a medium of cultural expression. The findings indicate that the making of sushi in the film represents spiritual values such as kodawari (pursuit of perfection), shokunin kishitsu (craftsmanship spirit), and wabi-sabi (beauty in simplicity). The film illustrates that food is not merely a means of sustenance but also a medium of performance that communicates Japanese aesthetics, ethics, and identity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save