Artikelilmiahs

Menampilkan 46.941-46.960 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4694150333F2D022007POPULISME DALAM KEBIJAKAN PROGRAM BANTUAN SOSIAL MENJELANG PEMILU 2024: STUDI TERHADAP BANTUAN PANGAN NON TUNAI DI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAHAbstrak
Artikel ini membahas fenomena populisme dalam kebijakan program bantuan sosial di Indonesia, khususnya perubahan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) menjadi Bantuan Pangan Tunai (BPT) pada tahun 2023 menjelang Pemilu 2024. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis data sekunder, tulisan ini menelaah bagaimana kebijakan populis tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk pengentasan kemiskinan, tetapi juga sarat muatan politik dalam rangka mobilisasi massa dan penguatan basis elektoral. Studi kasus Kabupaten Brebes, Jawa Tengah—sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi sekaligus lumbung suara Presiden Joko Widodo dan PDI Perjuangan—menunjukkan bahwa perubahan pola penyaluran bantuan berimplikasi ganda: di satu sisi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pra-sejahtera, di sisi lain menjadi strategi politik untuk mempertahankan kekuasaan serta mendukung kemenangan partai dan calon yang diusung pada pemilu mendatang. Artikel ini menyimpulkan bahwa populisme dalam kebijakan bantuan sosial di era Jokowi merepresentasikan strategi politik yang efektif, namun rawan menempatkan rakyat miskin hanya sebagai objek mobilisasi politik semata.
Kata kunci: Populisme, Bantuan Sosial, BPNT, Politik Elektoral, Brebes
Abstract
This article examines the phenomenon of populism in Indonesia’s social assistance policies, with a particular focus on the transformation of the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program into Direct Cash Food Assistance (BPT) in 2023, ahead of the 2024 general election. Using a qualitative approach based on secondary data, the study analyzes how this policy shift not only aims to alleviate poverty but also carries strong political overtones as a tool for mass mobilization and electoral consolidation. The case study of Brebes Regency, Central Java—one of the poorest regions yet a strong electoral base for President Joko Widodo and the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP)—demonstrates the dual impact of such assistance: improving the welfare of underprivileged households while simultaneously serving as a political strategy to maintain power and secure victory for the ruling party and its candidates. The article concludes that populism in Jokowi’s social assistance policies represents an effective political strategy, though one that risks reducing the poor to mere objects of electoral mobilization.
Keywords: Populism, Social Assistance, BPNT, Electoral Politics, Brebes
4694250334L1A021018Kebiasaan Makanan Ikan Nilem
(Osteochilus vittatus, Valenciennes 1842)
Di Waduk PB Soedirman, Kabupaten Banjarnegara
Penelitian ini berjudul Kebiasaan Makanan Ikan Nilem (Osteochillus vittatus,
Valenciennes, 1842) di Waduk PB Soedirman Kabupaten Banjarnegara. Ikan nilem
merupakan salah satu spesies ikan asli pada komoditas ikan air tawar yang cukup
populer dan banyak diminati oleh masyarakat. Ikan nilem merupakan salah satu spesies
ikan air tawar yang sering ditangkap dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengidentifikasi kebiasaan makanan (food habits) ikan nilem
(Osteochilus vittatus) di Waduk Panglima Besar Soedirman dan menganalisis
penggolongan ikan nilem berdasarkan jenis makanannya, termasuk karnivora, omnivor
atau herbivora. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari, Februari dan Mei 2025
di Waduk Panglima Besar Soedirman dengan metode survey dan teknik purposive
sampling pada 3 titik stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makanan
ikan nilem di Waduk PB Soedirman adalah herbivora dengan genus Navicula sebagai
makanan utama dengan nilai Index of Preponderance yaitu 74,25%, Ikan nilem tidak
selektif pada pakan utamanya, serta ikan nilem (Osteochilus vittatus) di Waduk PB
Soedirman berdasarkan nilai RLG nya termasuk ikan herbivor
This study is entitled Food Habits of Nilem Fish (Osteochillus vittatus, Valenciennes, 1842)
in PB Soedirman Reservoir, Banjarnegara Regency. Nilem fish is one of the native fish
species in freshwater fish commodities that are quite popular and in great demand by the
public. Nilem fish is one of the freshwater fish species that is often caught and has high
economic value. The purpose of this study is to identify the food habits (food behavior) of
Nilem fish (Osteochilus vittatus) in Panglima Besar Soedirman Reservoir and analyze the
classification of Nilem fish based on their food types, including carnivores, omnivores or
herbivores. This study was conducted in January, February and May 2025 in Panglima
Besar Soedirman Reservoir with survey methods and purposive sampling techniques at 3
station points. The results of the study showed that the food habits of Nilem fish in the PB
Soedirman Reservoir are herbivorous with the genus Navicula as the main food with an
Index of Preponderance value of 74.25%. Nilem fish do not affect their main food, and
Nilem fish (Osteochilus vittatus) in the PB Soedirman Reservoir based on their RLG values
are herbivorous fish.
4694350328K1A021016Aktivitas Antibakteri
Fraksi Hasil Destilasi Minyak Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) terhadap Bakteri
Escherichia coli dalam Formula Nanoemulsi
Escherichia coli merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan
infeksi pada saluran pencernaan dan saluran kemih, serta menunjukkan peningkatan
resistensi terhadap antibiotik. Oleh karena itu, dibutuhkan agen antibakteri
alternatif. Minyak atsiri dari biji pala (Myristica fragrans Houtt.) mengandung
senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Kestabilan minyak atsiri yang
rendah akibat sifat volatilitasnya sehingga memerlukan inovasi formulasi, salah
satunya melalui pembentukan nanoemulsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi fraksi minyak atsiri paling aktif sebagai antibakteri serta membuat
formula sediaan nanoemulsi yang stabil. Proses penelitian mencakup fraksinasi
minyak atsiri biji pala melalui destilasi fraksinasi pengurangan tekanan, pengujian
aktivitas antibakteri terhadap E. coli, formulasi dan karakterisasi nanoemulsi, serta
uji aktivitas antibakteri dari sediaan nanoemulsi. Hasil menunjukkan bahwa dari
ketiga fraksi, fraksi 2 (FR2) memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dan
mengandung senyawa dominan terpine-4-ol, β-phellandrene, dan γ-terpinene.
Formula nanoemulsi dengan variasi konsentasi 0, 1, 3, 5 dan 7% memiliki pH asam
(4,53–5,43), viskositas 2,6–14,6 mPa.s, serta ukuran partikel dominan di bawah 200
nm. Sediaan nanoemulsi bertipe minyak dalam air (o/w) menunjukkan stabilitas
kinetik dan termal yang baik. Pengujian antibakteri membuktikan bahwa
nanoemulsi mampu memberikan daya hambat lebih kuat dibandingkan fraksi
minyak atsiri, dengan zona hambat berturut dari F1, F2, F3, dan F4 yaitu 4,09; 5,12;
5,69; dan 7,26 nm.
Escherichia coli is a pathogenic bacterium that can cause infections in the
digestive and urinary tracts, and shows increased resistance to antibiotics.
Therefore, alternative antibacterial agents are needed. Essential oil from nutmeg
seeds (Myristica fragrans Houtt.) contains active compounds with potential
antibacterial properties. The low stability of essential oil due to its volatility
necessitates formulation innovations, one of which is through the formation of
nanoemulsions. The objective of this study is to identify the most active fraction of
essential oil as an antibacterial agent and to develop a stable nanoemulsion
formulation. The research process included fractionation of nutmeg seed essential
oil via reduced-pressure fractional distillation, testing antibacterial activity against
E. coli, formulation and characterization of nanoemulsions, and testing
antibacterial activity of the nanoemulsion formulation. The results showed that of
the three fractions, fraction 2 (FR2) had the highest antibacterial activity and
contained the dominant compounds terpine-4-ol, β-phellandrene, and γ-terpinene.
Nanoemulsion formulas with concentrations of 0, 1, 3, 5, and 7% have an acidic
pH (4.53–5.43), viscosity of 2.6–14.6 mPa.s, and dominant particle
sizes below 200 nm. The oil-in-water (o/w) type nanoemulsion formulation
demonstrated good kinetic and thermal stability. Antibacterial testing demonstrated
that the nanoemulsion exhibits stronger inhibitory activity compared to the
essential oil fraction, with inhibition zones of F1, F2, F3, and F4 measuring 4.09,
5.12, 5.69, and 7.26 nm.
4694450261J1E021034English Language Teaching at Sekolah Murid Merdeka (SMM) CilandakAnisa, Nurul Rifatul. 2025. English Language Teaching in Mixed-Age Classroom at Sekolah Murid Merdeka (SMM) Cilandak. Pembimbing 1: Weksa Fradita Asriyama, S.Pd., M.Pd., Pembimbing 2: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Penguji 1: Nisa Roiyasa, S.Pd., M.Tesol., Penguji 2: Laxmi Mustika Cakrawati, M.Pd., Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknoligi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran bahasa Inggris di kelas campuran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian terdiri dari 2 guru kelas campuran dari kelas 1-3 sekolah dasar, 1 koordinator akademik atau kepala sekolah, dan 1 koordinator jenjang. Temuan dari analisis data menunjukkan bahwa ada beberapa strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengajar bahasa Inggris untuk memenuhi kebutuhan tiap siswa, seperti bagaimana guru mengetahui setiap tingkat perkembangan siswa, memfasilitasi siswa untuk berinteraksi dan bekerja sama, dan menentukan bahwa siswa telah menerima tantangan yang sesuai. Dan dalam mengajar, metode yang paling ditekankan oleh guru adalah menerapkan instruksi yang sesuai dengan jenjang mereka. Saat pembelajaran berlangsung, tantangan yang sering dihadapi adalah manajemen kelas, yaitu bagaimana guru dapat menjaga suasana kelas tetap kondusif meskipun beberapa anak sudah menyelesaikan tugasnya dan juga harus memiliki kemampuan untuk menghubungkan tujuan pembelajaran dari setiap jenjang agar tercipta pembelajaran yang bermakna. Selain itu, guru juga menghadapi tantangan di bidang teknologi dan komunikasi dengan orangtua. Bagi siswa, pendekatan ini membuka kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru di luar tujuan pembelajaran, sehingga potensi mereka dapat lebih terlihat dan berkembang. Dari sisi guru, fleksibilitas dalam mengajar membuat mereka lebih mudah mengidentifikasi potensi siswa, memberikan tantangan yang sesuai, dan menyusun pembelajaran yang bermakna.
Anisa, Nurul Rifatul. 2025. English Language Teaching in Mixed-Age Classroom at Sekolah Murid Merdeka (SMM) Cilandak. First Supervisor: Weksa Fradita Asriyama, S.Pd., M.Pd., Second Supervisor: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., First Examiner: Nisa Roiyasa, S.Pd., M.Tesol., Second Examiner: Laxmi Mustika Cakrawati, M.Pd., Ministry of Higher Education, Science, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto.

This study aims to determine the application of English language learning in mixed-age classroom. The research method used is qualitative with a case study approach. The research sample consisted of 2 mixed-age classroom teachers from grades 1-3 of elementary school, 1 academic coordinator or school principal, and 1 level coordinator. The findings of the data analysis show that there are several strategies applied by teachers in teaching English to accomplish the needs of students, such as how teachers know each level of student development, facilitate students to interact and collaborate, and determine that students have received appropriate challenges. And in teaching, the method most emphasized by teachers is to apply instructions that are appropriate to their level. During learning, the challenge often encountered is classroom management, namely how teachers can maintain a conducive classroom environment even though some children have already completed their assignments. Teachers must also have the ability to connect the learning objectives of each level in order to create meaningful learning in one classroom. In addition, teachers also encounter challenges in the fields of technology and communication, as well as maintaining good cooperation with parents. And the benefits of implementing mixed-age classroom in English language learning are feel by both teachers and students. For students, this approach opens up opportunities to learn new things beyond the set learning objectives, so that their potential can be more visible and developed. From the teacher's perspective, flexibility in teaching allows them to more easily identify students' potential, provide appropriate challenges, and structure relevant and meaningful learning.
4694549840A1D018188KARAKTER MORFOLOGI DAN LUAS GEJALA ANTRAKNOSA (Colletotrichum sp.) PADA CABAI RAWIT VARIETAS CAKRA PUTIHPenyakit antraknosa adalah penyakit pada tanaman cabai disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. yang mengakibatkan busuk tanaman. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan karakterisasi makroskopis dan mikroskopis jamur antraknosa pada cabai varietas Cakra putih serta luas gejala antraknosa buah yang terinfeksi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif yang dilakukan dengan membandingkan foto penelitian dengan referensi buku, jurnal, dan sebagainya. Variabel yang diamati yaitu gejala antraknosa, luas gejala antraknosa, morfologi mikroskopis antraknosa, dan penampang lintang buah cabai varietas Cakra putih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik morfologis gejala antraknosa pada cabai muda yaitu bercak berwarna coklat kehitaman berbentuk bulat cekung ke dalam, serta buah menjadi kering dan mengkerut. Sedangkan buah cabai tua memiliki bercak kehitaman berbentuk bulat cekung ke dalam, terlihat massa massa spora berwarna oranye/pink, serta buah menjadi kering, busuk, dan lunak. Karakteristik mikroskopis ditunjukkan dengan konidia yang berwarna hialin, berbentuk silindris dengan ujung tumpul, dan tidak bersekat. Berdasarkan acuan jurnal dapat dikategorikan bahwa Colletotrichum sp. yang menyerang cabai varietas Cakra putih adalah C. acutatum. Penambahan luas gejala antraknosa pada cabai varietas Cakra putih menunjukkan bahwa luas gejala pada buah cabai tua sedikit lebih cepat dibandingkan pada buah cabai muda.Anthracnose is a disease in chili plants caused by the fungus Colletotrichum sp. which causes plant rot. The purpose of this study was to explain the macroscopic and microscopic characterization of anthracnose fungus in Cakra Putih chili varieties and the extent of anthracnose symptoms in infected fruit. The study was conducted at the Plant Protection Laboratory, Jenderal Soedirman University. This study used descriptive analysis conducted by comparing research photographs with reference books, journals, and so on. The variables observed were anthracnose symptoms, the extent of anthracnose symptoms, microscopic morphology of anthracnose, and cross-sections of Cakra Putih chili fruit. The results of this study indicate that the morphological characteristics of anthracnose symptoms in young chilies are blackish-brown spots that are round and concave inward, and the fruit becomes dry and shriveled. Meanwhile, old chili fruit has blackish spots that are round and concave inward, visible masses of orange/pink spores, and the fruit becomes dry, rotten, and soft. Microscopic characteristics are indicated by conidia that are hyaline, cylindrical with blunt tips, and without partitions. Based on journal references, it can be categorized that the Colletotrichum sp. that attacks the Cakra Putih chili variety is C. acutatum. The increase in the area of anthracnose symptoms in the Cakra Putih chili variety shows that there is no significant difference between the area of symptom attacks on young and old chili fruits, but the rate of increase in the area of symptom attacks on old chili fruits is slightly faster than on young chili fruits.
4694650335K1C018055PENGUJIAN DAN ANALISIS SISTEM PENGGERAK POMPA AIR
SPIRAL ARCHIMEDES PADA ALIRAN SUNGAI
Penelitian ini bertujuan untuk merancang, merealisasikan, dan menguji kinerja pompa
spiral Archimedes yang digerakkan oleh kincir air dengan memanfaatkan aliran sungai
sebagai sumber energi. Rancangan pompa dibuat dengan konfigurasi spiral berdiameter 40
cm, jumlah lilitan 10, serta selang fleksibel berdiameter 1 inch. Kincir air berdiameter 40
cm dengan 6 sudu digunakan sebagai penggerak utama yang mentransfer energi arus sungai
ke spiral.Hasil pengujian menunjukkan bahwa pompa spiral mampu menghasilkan debit
rata-rata 0,181 L/s pada kondisi tanpa elevasi dan tetap berfungsi pada elevasi 1 meter
dengan debit berkisar 0,0267–0,0406 L/s. Kecepatan arus sungai rata-rata 0,94 m/s terbukti
cukup untuk memutar kincir pada 19–21 RPM dan menghasilkan putaran spiral sekitar 48
RPM. Mekanisme aliran multiphase berupa plug udara–air terbukti berperan penting dalam
mengangkat air ke ketinggian.Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa
pompa spiral Archimedes dengan tenaga kincir air layak digunakan sebagai teknologi tepat
guna berbasis energi terbarukan untuk irigasi skala kecil di pedesaan.
This research aims to design, realize, and evaluate the performance of an Archimedean
spiral pump driven by a water wheel utilizing river flow as the energy source. The pump
was designed with a 40 cm diameter spiral, 10 turns, and a 1-inch flexible hose. A 40 cm
diameter water wheel with 6 blades was employed as the main driver, transferring river
flow energy to the spiral.The experimental results showed that the spiral pump produced
an average discharge of 0.181 L/s at ground level and remained functional at an elevation
of 1 meter with a discharge ranging from 0.0267–0.0406 L/s. The average river flow
velocity of 0.94 m/s was sufficient to rotate the water wheel at 19–21 RPM and drive the
spiral at approximately 48 RPM. The multiphase flow mechanism, consisting of alternating
air–water plugs, played a crucial role in enabling water lifting.Overall, this study
demonstrates that the Archimedean spiral pump powered by a water wheel is a feasible
renewable-energy-based appropriate technology for small-scale irrigation in rural areas.
4694750337E1B021023The Implementation of the Jakarta Disability Card (KPDJ) Program in Ensuring Welfare for Persons with Disabilities in Kayu Putih Subdistrict, Jakarta.Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok rentan yang memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan, pemberdayaan, serta pemenuhan kebutuhan dasar dari negara. Menyadari pentingnya hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewujudkan melalui kebijakan Program Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi KPDJ dalam mewujudkan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara kualitatif melalui proses reduksi, kategorisasi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KPDJ telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari 4 (empat) parameter yaitu, sasaran penerima Program KPDJ sudah diterapkan secara optimal, Tata Cara atau mekanisme pelaksanaan Program KPDJ telah dijalankan dengan baik, Jangka Waktu dan besaran Bantuan Program KPDJ telah dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, monitoring, evaluasi dan pelaporan Program KPDJ telah dilaksanakan dengan baik. Faktor pendukung meliputi regulasi mengenai program KPDJ yang lengkap, pendekatan kolaboratif antara keluarga masyarakat penerima bantuan sosial dengan pendamping sosial dan bantuan cepat dari pendamping sosial dan pendamping dari RT dan RW membantu dalam penanganan kendala. Sementara itu, hambatan yang ditemukan antara lain penyandang disabilitas sulit diverifikasi karena keterbatasan komunikasi, rendahnya pemahaman warga terhadap prosedur administrasi dan potensi gangguan teknis pada sistem DTKS yang dapat menghambat pelaksanaan Program Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).Persons with disabilities are one of the vulnerable groups who have the right to obtain protection, empowerment, and the fulfillment of their basic needs from the state. Recognizing the importance of this matter, the Provincial Government of DKI Jakarta has realized it through the Jakarta Disability Card (KPDJ) Program. This research aims to analyze the implementation of KPDJ in ensuring the welfare of persons with disabilities in Kayu Putih Subdistrict, East Jakarta, as well as to identify its supporting and inhibiting factors. The research method applied is an empirical juridical approach with a descriptive research specification. The types and sources of data consist of primary and secondary data obtained through interviews, literature study, and documentation, which were then analyzed qualitatively through the processes of reduction, categorization, and data presentation. The results of the research show that the implementation of KPDJ has been running well. This can be seen from four parameters: first, the target beneficiaries of the KPDJ Program have been optimally applied; second, the procedures and mechanisms of the KPDJ Program have been properly carried out; third, the duration and amount of assistance under the KPDJ Program have been fulfilled in accordance with the applicable regulations; and fourth, the monitoring, evaluation, and reporting of the KPDJ Program have been conducted effectively. The supporting factors include comprehensive regulations regarding the KPDJ Program, collaborative approaches between the families of social assistance beneficiaries and social facilitators, as well as the prompt assistance provided by social facilitators and community leaders (RT/RW) in addressing obstacles. Meanwhile, the inhibiting factors found include difficulties in verifying persons with disabilities due to communication barriers, low community understanding of administrative procedures, and potential technical disruptions in the Social Welfare Integrated Data (DTKS) system that may hinder the implementation of the Jakarta Disability Card (KPDJ) Program.
4694850336A1D020096KERAGAMAN GENETIK UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) AKSESI ASAL KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN MARKA SIMPLE SEQUENCE REPEATS (SSR)Tanaman ubi kayu di Indonesia merupakan salah satu komoditas pangan yang diminati oleh masyarakat Indonesia sejak awal penjajahan karena mudah untuk dibudidayakan serta berperan sebagai sumber bahan pangan pengganti beras. Kebutuhan ubi kayu dalam negeri akan semakin meningkat di masa yang akan datang sejalan dengan semakin meningkatnya dan berkembangnya industri berbahan baku ubi kayu. Upaya peningkatan produksi ubi kayu demi kecukupan kebutuhan permintaan ubi kayu dapat dilakukan melalui perakitan varietas atau galur superior ubi kayu dengan pemuliaan tanaman. Karakterisasi secara morfologi merupakan informasi awal yang diperlukan dalam upaya mencari karakter unggul dan keragaman yang diperlukan. Didukung dengan karakterisasi secara molekuler untuk menguatkan informasi mengenai hubungan kekerabatan antar kultivar ubi kayu. Salah satu upaya untuk mengetahui informasi keragaman genetik ubi kayu di Indonesia adalah dengan teknologi PCR (Polymerase Chain Reaction) menggunakan penanda molekuler Simple Sequence Repeat (SSR). Karakter morfologi yang didapatkan dari 15 sampel ubi kayu bervariasi terutama pada bagian bentuk daun tengah, warna apikal, urat daun, dan daun. Enam dari delapan primer SSR yang digunakan sangat informatif dengan nilai polimorfisme 0,851 (SSRY164), diikuti 0,843 (SSRY69), 0,834 (SSRY182), 0,824 (SSRY161), 0,809 (SSRY19), dan 0,799 (SSRY9). Adapun nilai heterozigositas paling tinggi dihasilkan oleh primer SSRY182 dengan nilai 0,118, diikuti oleh SSR69 (0,102), SSR19 (0,059), SSR161 (0,059), SSRY164 (0,059), GBSS-I (0,059) dan terakhir SSRY9 (0,043). Dendogram hasil analisis filogenetik mengelompokkan tanaman ubi kayu menjadi dua klaster dengan rentang koefisien kemiripan Jaccard 0,07-0,33, dengan jarak genetik dan jarak identitas tanaman ubi kayu berkisar antara 0,714-1,000 dan 0,000-0,336.Since the beginning of colonization, cassava plants have been in demand by the Indonesian people because they are easy to cultivate and can replace rice as a source of food. The demand for cassava will increase in the future as industries based on cassava grow and develop. Increasing cassava production to meet demand can be achieved by assembling superior varieties or strains of cassava through plant breeding. Morphological characterization is the initial step in identifying superior traits and the necessary diversity. This is supported by molecular characterization, which strengthens information on kinship relationships between cassava cultivars. One way to learn about cassava genetic diversity in Indonesia is to use PCR (polymerase chain reaction) technology with simple sequence repeat (SSR) molecular markers. Morphological characters obtained from 15 cassava samples varied mainly in the shape of the middle leaf, apical color, leaf veins, and leaves. Six of the eight SSR primers used were highly informative with a polymorphism value of 0.851 (SSRY164), followed by 0.843 (SSRY69), 0.834 (SSRY182), 0.824 (SSRY161), 0.809 (SSRY19), and 0.799 (SSRY9). The highest heterozygosity value was produced by primer SSRY182 with a value of 0.118, followed by SSR69 (0.102), SSR19 (0.059), SSR161 (0.059), SSRY164 (0.059), GBSS-I (0.059) and finally SSRY9 (0.043). The dendrogram of phylogenetic analysis results grouped cassava plants into two clusters with a Jaccard similarity coefficient range of 0.07-0.33, with genetic distance and identity distance of cassava plants ranging from 0.714-1.000 and 0.000-0.336.
4694950339J0A022041PROMOTING LOCAL TOURIST ATTRACTION THROUGH BILINGUAL POSTER AND BROCHURELaporan Tugas Akhir ini disusun berdasarkan pelaksanaan praktik kerja lapangan yang berlangsung dari tanggal 2 September hingga 20 Desember 2024. Tujuan utama laporan ini adalah untuk mempromosikan objek wisata lokal dengan menggunakan media bilingual (poster bilingual dan brosur bilingual). Oleh karena itu, media bilingual dipilih untuk memudahkan penyebaran informasi mengenai fasilitas objek wisata dan informasi lainnya mengenai objek tersebut.
Dalam proses penyusunan laporan praktik ini, dua metode utama digunakan: observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan sebelum dan selama praktik kerja, sedangkan dokumentasi dilakukan selama praktik kerja. Kedua metode ini mendukung kegiatan utama magang, yaitu pembuatan poster dan brosur bilingual.
Proses pembuatan poster dan brosur bilingual melibatkan lima tahap, yaitu: Pra-penulisan, Penyusunan, Revisi, Penyuntingan, Penerbitan. Selama proses tersebut, berbagai kendala ditemui, tetapi semuanya dapat diatasi dengan solusi yang tepat. Hasil akhir dari proyek akhir ini dipublikasikan ke TIC (Pusat Informasi Turis) dan beberapa ruang publik dalam bentuk cetakan.
Proyek ini menyediakan alat yang efektif dan praktis untuk mendukung pengembangan pariwisata di Purworejo melalui penggunaan poster dan brosur dwibahasa. Selain membantu upaya promosi, poster dan brosur ini menjadi contoh bagaimana destinasi lokal dapat menggunakan taktik media yang lugas untuk terhubung dengan khalayak yang lebih luas. Hasilnya adalah kumpulan materi promosi yang menarik secara visual, jelas, dan konsisten dengan identitas Purworejo sebagai destinasi wisata yang kaya budaya dan indah alamnya.
This Final Project Report is prepared based on the implementation of job training that took place from 2 September to December 20, 2024. The main purpose of this report is to promoting local tourist attraction by using bilingual media(bilingual postet and bilingual brochure. Therefore, a bilingual was chosen to facilitate the dissemination of information about the facilitate of the tourist attraction and other information about the object
In the process of preparing this job training report, two main methods were used: observation and documentation. The observations were conducted before and during the practical period and documentation were conducted during the practical period. These two methods supported the main activity of the internship, which was the creation of an bilingual poster and brochure
The process of making the bilingual poster and brochure involved five stages, namely: Pre-writing, Drafting, Revising, Editing, Publishing,.During the process, various obstacles were encountered, but all of them could be solved with the right solution. The final result of this final project was published to Tourist Information Center (TIC) and several public space,
This project provides an effective and practical tool for supporting tourism development in Purworejo through the use of bilingual posters and brochures. Besides aiding in promotional endeavors, it serves as an example of how local destinations can employ straightforward media tactics to connect with broader audiences. The outcome is a collection of promotional materials that are visually engaging, clear, and consistent with Purworejo's identity as a culturally rich and naturally beautiful travel destination.
4695050340J1A021001THE IMPACT OF CLIMATE CHANGE ON THE ENVIRONMENT AND THE CHARACTERS IN NICK FULLER GOOGINS’ NOVEL THE GREAT TRANSITION (2023)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan iklim, baik terhadap lingkungan maupun terhadap tokoh utama. Penelitian ini menggunakan teori ekokritik untuk mengkaji dampak perubahan iklim, dan teori psychoterrratic untuk menganalisis dampak psikologis yang dialami oleh para tokoh sebagai respon terhadap krisis iklim. Sumber data diperoleh dari narasi dan dialog di dalam novel karya Nick Fuller Googins yang berjudul The Great Transition (2023), dengan metode analisis kualitatif. Temuan studi menunjukkan bahwa perubahan iklim menyebabkan perubahan lingkungan yang signifikan, seperti polusi udara akibat kebakaran hutan, pencemaran sampah plastik di wilayah pesisir, kematian fauna akibat penyakit dan hama, perpindahan spesies, serta kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es. Selanjutnya, dampak-dampak tersebut juga mempengaruhi kehidupan para tokoh, yang tercermin melalui respon psikologis seperti kecemasan ekologis, yang menegaskan beban emosional akibat perubahan iklim terhadap individu. Oleh karena itu, perubahan iklim dapat dikategorikan sebagai ancaman besar terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan manusia.This research aims to analyze the impact of climate change on both the environment and the characters. It uses ecocriticism theory to examine the effects of climate change, and psychoterratic theory to analyze the psychological effects experienced by the characters in response to the climate crisis. The data sources needed were obtained from the narrative and dialogue in the novel by Nick Fuller Googins entitled The Great Transition (2023), using qualitative analysis methods. The study findings indicate that climate change leads to significant environmental changes, including air pollution from forest fires, plastic waste pollution in coastal areas, the death of wildlife due to diseases and pests, species migration, and rising sea levels caused by melting ice. Furthermore, these impacts are also directly related to the character’s life, as reflected through psychological responses such as ecological anxiety, which underscores the emotional toll of climate change on individuals. Therefore, climate change can be categorized as a major threat to environmental sustainability and human well-being.
4695150341L1B021019Pengaruh Padat Tebar Berbeda Terhadap Indeks Morfoanatomi
Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Dibudidayakan Dengan
Sistem Akuaponik
Ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi serta
banyak dibudidayakan di berbagai daerah serta termasuk ke dalam salah satu komoditas unggulan. Dalam sistem budidaya akuaponik, padat tebar menjadi penentu kelulusanhidup ikan nila. Selain itu padat tebar sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai indeks morfoanatomi berupa indeks visceralsomatik (IVS) dan indeks hepatosomatik (HIS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar yang berbeda terhadap indeks morfoanatomi ikan nila (Oreochromis niloticus) berupa indeks visceralsomatik (IVS) dan indeks hepatosomatik (IHS) pada kolam budidaya sistem akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober-september 2024 di Desa Serayu Larangan Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diteliti meliputi indeks visceralsomatik (IVS) dan indeks hepatosomatik (HIS). Penelitian dilakukan dengan 10 kali ulangan pada ikan nila (Oreochromis niloticus) berukuran 5 - 7 cm dan bobot rata-rata pada kisaran 4,452 g – 5,103 g dengan
2 perlakuan berbeda yaitu kolam 1dengan kepadatan 30 ekor/m3 kolam 2 dengan
kepadatan 50 ekor/m3. Dari penelitian yang didapat pada Uji T untuk parameter indeks visceralsomatik (IVS) menunjukan hasil signifikan atau berbeda nyata dan nilai IHS menunjukan non signifikan atau tidak berbeda nyata. Sedangkan pada pertumbuhan berat mutlak menghasilkan nilai non signifikan. Kualitas air pemeliharaan masih terbilang pada kategori normal untuk budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus).
Tilapia (Oreochromis niloticus) has a fairly high economic value and is widely cultivated in various regions, making it one of the leading commodities. In aquaponic farming systems, stocking density is a key determinant of tilapia survival rates. Additionally, stocking density is one of the factors that can influence morphometric indices such as the visceral-somatic index (IVS) and hepatosomatic index (HIS). This study aims to determine the effect of different stocking densities on the morphoanatomical indices of Nile tilapia (Oreochromis niloticus), specifically the visceral-somatic index (IVS) and hepatosomatic index (IHS), in aquaponic farming ponds. The study was conducted from October to September 2024 in Serayu Larangan Village, Purbalingga District. The method used in this study was an experimental design with a completely randomized design (CRD). The parameters studied included the visceral somatic index (VSI) and hepatosomatic index (HSI). The study was conducted with 10 replicates on tilapia (Oreochromis niloticus) measuring 5–7 cm and with an average weight ranging from 4.452 g – 5.103 g, with two different treatments: pond 1 with a density of 30 fish/m³ and
pond 2 with a density of 50 fish/m³. The results of the T-test for the visceralsomatik somatic index (VSI) showed significant differences, while the HSI values showed no significant differences. Meanwhile, absolute weight growth produced insignificant values. Water quality for maintenance is still considered normal for tilapia (Oreochromis niloticus) farming.
4695250338F2B021008Implikasi Atas Strategi Tokoh Masyarakat Dalam Pelepasan Lahan Pertanian Yang Terkonversi Untuk Kawasan IndustriAbstrak: Sektor pertanian memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di negara agraris seperti Indonesia. Kabupaten Majalengka pada tahun 2018 memiliki luas lahan pertanian sebesar 50.408 hektar (Badan Pusat Statistik, 2022). Seiring dengan pembangunan, pada tahun 2020 lahan pertanian di kabupaten ini banyak yang beralih fungsi menjadi kawasan industri. Total luas areal produksi pertanian pada tahun 2021 adalah 50.323 hektar lahan pertanian (Badan Pusat Statistik, 2022). Kegiatan alih fungsi lahan yang terjadi di pedesaan merupakan hal yang umum terjadi. Alih fungsi lahan di pedesaan biasanya melibatkan tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat juga turut berperan dalam pelepasan lahan pertanian. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi: 1) Strategi apa saja yang digunakan tokoh masyarakat dalam melepaskan lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi kawasan industri di Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka? 2) Bagaimana implikasi dari strategi tokoh masyarakat dalam melepaskan lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi kawasan industri di Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sumber datanya adalah tokoh masyarakat di Kecamatan Sumber Jaya dan masyarakat terdampak alih fungsi lahan. Strategi yang dilakukan masyarakat meliputi strategi komunikasi personal dan struktural; strategi kultural dan keagamaan; strategi persuasif berbasis relasi sosial; dan strategi tokoh masyarakat sebagai mediator. Kemudian, implikasi dari strategi tokoh masyarakat dalam alih fungsi lahan adalah, tokoh masyarakat terkesan membiarkan, sehingga menimbulkan ketegangan setelah lahan dilepas; masyarakat kehilangan mata pencaharian sebagai petani karena lahannya telah dijual; terjadi degradasi ekologi dan ketidakseimbangan fungsi spasial yang berdampak.
Abstract: The agricultural sector plays a vital role in people's lives, especially in agrarian countries like Indonesia. In 2018, Majalengka Regency had an agricultural area of 50,408 hectares (Central Statistics Agency, 2022). Along with development, in 2020, much of the agricultural land in this regency was converted into industrial areas. The total agricultural production area in 2021 was 50,323 hectares of agricultural land (Central Statistics Agency, 2022). Land conversion activities that occur in rural areas are common. Land conversion in rural areas usually involves community leaders. Community leaders also contribute to the release of agricultural land. The problems in this study include: 1) What strategies do community leaders use in releasing agricultural land converted for industrial areas in Sumber Jaya District, Majalengka Regency? 2) What are the implications of the strategies of community leaders in releasing agricultural land converted for industrial areas in Sumber Jaya District, Majalengka Regency. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach, the data sources are community leaders in Sumber Jaya District and communities affected by land conversion. The strategies carried out by the community include personal and structural communication strategies; cultural and religious strategies; persuasive strategies based on social relations; and the strategy of leaders as mediators. Then the implications of the leaders' strategies in land conversion are, community leaders seem to let go, causing tension after the land is released; the community loses its livelihood as farmers because its land has been sold; ecological degradation occurs and an imbalance in spatial functions has an impact.
4695350342F1D018041Thrifting sebagai Fenomena Budaya Populer: Konstruksi Sosial dan Relasi Kuasa dalam Praktik Konsumsi Pakaian Bekas di PurwokertoFenomena thrifting, yaitu praktik membeli pakaian bekas, telah berkembang pesat di
kalangan anak muda Indonesia, khususnya di Purwokerto, sebagai alternatif konsumsi yang lebih
ramah lingkungan. Seiring dengan meningkatnya popularitasnya, thrifting tidak hanya dianggap
sebagai solusi untuk mengurangi dampak ekologis dari fast fashion, tetapi juga sebagai bagian dari
gaya hidup berkelanjutan yang mengedepankan kesadaran sosial. Namun, meskipun thrifting
dipandang sebagai perlawanan terhadap konsumsi berlebihan, fenomena ini tetap beroperasi dalam
kerangka kapitalisme global, yang mempengaruhi preferensi konsumsi konsumen. Penelitian ini
menggunakan Teori Konstruksi Sosial (Berger & Luckmann, 1966) dan Teori Relasi Kuasa (Foucault,
1975) untuk menganalisis thrifting sebagai bagian dari pop culture di Purwokerto dan dampaknya
terhadap pengelolaan limbah tekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thrifting berkontribusi
pada peningkatan limbah tekstil lokal, yang mengarah pada masalah pengelolaan sampah yang
semakin kompleks di daerah dengan infrastruktur terbatas. Penelitian ini juga menyoroti perlunya
kebijakan lokal untuk mengatur limbah tekstil dan mendorong ekonomi sirkular yang berkelanjutan,
memberikan kontribusi pada diskursus ketimpangan ekologis dalam konteks Indonesia.
The phenomenon of thrifting, or the practice of purchasing second-hand clothing, has
rapidly gained popularity among Indonesian youth, particularly in Purwokerto, as an environmentally
friendly consumption alternative. With its growing popularity, thrifting is not only seen as a solution
to mitigate the ecological impact of fast fashion, but also as part of a sustainable lifestyle that
promotes social awareness. However, despite being regarded as resistance to overconsumption, this
phenomenon still operates within the framework of global capitalism, influencing consumer
preferences. This study uses Social Construction Theory (Berger & Luckmann, 1966) and Power
Relations Theory (Foucault, 1975) to analyze thrifting as part of pop culture in Purwokerto and its
impact on textile waste management. The findings reveal that thrifting contributes to the increase in
local textile waste, leading to more complex waste management issues in regions with limited
infrastructure. This study also highlights the need for local policies to regulate textile waste and
promote a sustainable circular economy, contributing to the discourse on ecological inequality in the
Indonesian context.
4695450343A1C018040PENGARUH APLIKASI JENIS MULSA TERHADAP SIFAT FISIK TANAH PADA BUDIDAYA KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L.) DI LAHAN MARGINALKubis bunga merupakan sayuran dengan prospek tinggi dalam nilai ekonomi yang
dibudidayakan di dataran tinggi (Fitriani, 2009). Namun kuantitas dan kualitas produksi
kubis bunga masih rendah yang disebabkan beberapa faktor (Arpanto & Soenyoto, 2018).
Salah satu peningkatan produksi kubis bunga dengan pemberian mulsa baik mulsa jerami
maupun mulsa plastik hitam perak. Tujuan dari penelitian yakni mengetahui pengaruh
aplikasi jenis mulsa terhadap sifat fisik tanah pada budidaya kubis bunga
(Brassica oleracea var. botrythis L.) di lahan marginal dan mengklasifikasi hubungan antar
variabel sifat fisik tanah yang diamati. Penelitian dilakukan di Dusun Bulusari, Desa Sirau,
Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas pada Juni hingga September 2024.
Pengambilan sampel tanah tidak terganggu dilakukan menggunakan ring sampler
berukuran 100 cm3 setiap 1 minggu sekali selama 5 minggu pengamatan yaitu 7, 14, 21,
28, dan 35 hari setelah tanam pada 3 kedalaman tanah yaitu, 0 – 10, 10 – 20, dan
20 – 30 cm. Pada masing-masing kedalaman dilakukan 3 kali pengulangan pengambilan
sampel untuk setiap kombinasi perlakuan (P0M0, P1M0, P1M1, dan P1M2) dan diperoleh
180 sampel. Analisis data menggunakan ANOVA, DMRT 5%, Student T Test, dan
Analisis Regresi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mulsa jerasi berpengaruh
terhadap kadar air tanah basis kering, dry bulk density, porositas tanah, dan permeabilitas
tanah di lapisan tanah bagian atas. Perlakuan mulsa plastik hitam perak berpengaruh
terhadap kadar air tanah basis kering, dry bulk density, porositas tanah, dan permeabilitas
tanah di lapisan tanah bagian bawah. Berdasarkan hasil regresi yang dilakukan, dihasilkan
beberapa hubungan antar variabel sifat fisik tanah yang diamati. Linier negatif antara dry
bulk density dan permeabilitas tanah dengan nilai R2 sebesar 0,2080. Linier positif antara
porositas tanah dan permeabilitas tanah dengan nilai R2 sebesar 0,2080. Linier positif
antara kadar air tanah basis kering dan permeabilitas tanah dengan nilai R2 sebesar 0,1610.
Cauliflower was a vegetable with high prospects in economic value that was
cultivated in highland areas (Fitriani, 2009). However, the quantity and quality of
cauliflower production were still low, caused by several factors (Arpanto & Soenyoto,
2018). One of the efforts to increase cauliflower production was the application of
mulch, either straw mulch or silver–black plastic mulch. The objective of this study
was to determine the effect of mulch type application on soil physical properties in
cauliflower (Brassica oleracea var. botrytis L.) cultivation on marginal land and to
classify the relationships among the observed soil physical property variables. The
research was conducted in Bulusari Hamlet, Sirau Village, Kemranjen Sub-district,
Banyumas Regency, from June to September 2024. Undisturbed soil sampling was
carried out using a ring sampler with a volume of 100 cm³ once every week for 5 weeks
of observation, namely at 7, 14, 21, 28, and 35 days after planting, at three soil depths:
0–10 cm, 10–20 cm, and 20–30 cm. At each depth, three replications of soil sampling
were conducted for each treatment combination (P0M0, P1M0, P1M1, and P1M2),
resulting in a total of 180 samples. Data were analyzed using ANOVA, DMRT at a 5%
significance level, Student’s T-Test, and regression analysis. The results of the study
showed that the straw mulch treatment affected soil water content on a dry weight
basis, dry bulk density, soil porosity, and soil permeability in the upper soil layer. The
silver–black plastic mulch treatment affected soil water content on a dry weight basis,
dry bulk density, soil porosity, and soil permeability in the lower soil layer. Based on
the regression analysis, several relationships among the observed soil physical
property variables were obtained: a negative linear relationship between dry bulk
density and soil permeability with an R² value of 0.2080; a positive linear relationship
between soil porosity and soil permeability with an R² value of 0.2080; and a positive
linear relationship between soil water content on a dry weight basis and soil
permeability with an R² value of 0.1610.
4695550344C1A021019FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WILLINGNESS TO PAY KONSUMEN TERHADAP KANTONG BELANJA BERBAYAR DI PURWOKERTOPertumbuhan jumlah ritel modern di Indonesia mendorong meningkatnya
konsumsi kantong plastik sekali pakai yang berkontribusi besar terhadap timbulan
sampah nasional. Permasalahan ini juga terjadi di Kabupaten Banyumas, khususnya pada
Supermarket Rita Supermall Purwokerto, yang memiliki frekuensi transaksi tinggi
sehingga menghasilkan limbah plastik dalam jumlah besar. Kebijakan kantong belanja
berbayar diterapkan sebagai upaya pengendalian, namun tingkat kesediaan konsumen
untuk membayar (WTP) masih perlu dianalisis.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei terhadap
155 responden konsumen di Rita Supermall Purwokerto. Data primer dikumpulkan
melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan Contingent Valuation Method
(CVM) untuk mengukur nilai WTP dan regresi linear berganda untuk mengetahui
pengaruh variabel independen, yaitu pendapatan, usia, tingkat pendidikan, dan
kesadaran lingkungan terhadap WTP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata WTP konsumen terhadap kantong
belanja berbayar sebesar Rp4.954. Variabel pendapatan dan kesadaran lingkungan
berpengaruh signifikan terhadap WTP, sedangkan usia dan tingkat pendidikan tidak
berpengaruh signifikan. Variabel yang paling dominan memengaruhi WTP adalah
pendapatan konsumen. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterjangkauan harga dan
peningkatan kesadaran lingkungan menjadi faktor penting dalam mendukung
keberlanjutan kebijakan kantong belanja berbayar.
Kata kunci: Willingness to Pay, Kantong Belanja Berbayar, CVM, Regresi Linear Berganda,
Purwokerto.
The growth in the number of modern retailers in Indonesia has driven increased
consumption of single-use plastic bags, which significantly contributes to national waste
generation. This problem also occurs in Banyumas Regency, particularly at the Rita
Supermall Purwokerto Supermarket, which has a high transaction frequency and thus
generates large amounts of plastic waste. A paid shopping bag policy was implemented
as a control measure, but consumer willingness to pay (WTP) remains to be analyzed.
This quantitative study employed a survey method with 155 consumer
respondents at Rita Supermall Purwokerto. Primary data were collected through
questionnaires and analyzed using the Contingent Valuation Method (CVM) to measure
WTP, and multiple linear regression to determine the effect of the independent variables,
namely income, age, education level, and environmental awareness, on WTP.
The results showed that the average consumer WTP for paid shopping bags was
IDR 4,954. Income and environmental awareness significantly influenced WTP, while age
and education level did not. The most dominant variable influencing WTP was consumer
income. These findings indicate that affordability and increased environmental awareness
are important factors in supporting the sustainability of paid shopping bag policies.
Keywords: Willingness to Pay, Paid Shopping Bags, CVM, Multiple Linear Regression,
Purwokerto.
4695650357A1A018052Analisis Strategi Pemasaran Agrowisata Kebun Buah Batur Agung Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten BanyumasSektor pariwisata, termasuk agrowisata, memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Agrowisata Kebun Buah Batur Agung yang berlokasi di Desa Baseh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengalami stagnasi jumlah kunjungan sejak dibuka pada tahun 2019 hingga 2024 akibat minimnya promosi, fasilitas yang kurang memadai, serta tidak adanya event tahunan rutin. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi perusahaan dari faktor internal dan eksternal dalam pemasaran agrowisata, merumuskan alternatif strategi pemasaran, serta menetapkan prioritas strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Metode studi kasus dilakukan pada Mei–Juni 2025 dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sampel sebanyak 100 responden diperoleh dengan accidental sampling. Analisis data menggunakan matriks IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM. Hasil matriks IE menunjukkan posisi agrowisata di sel V (Hold and Maintain), merekomendasikan pengembangan kualitas produk dan perluasan promosi. Strategi alternatif meliputi pengembangan promosi digital aktif, kemitraan dengan organisasi masyarakat untuk event tahunan, serta penyesuaian harga tiket yang terjangkau dan paket variatif. QSPM menetapkan prioritas pada pengembangan promosi digital, kemudian kemitraan, dan peningkatan promosi harga serta aksesibilitas. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan jumlah kunjungan sekaligus mendukung keberlanjutan Agrowisata Kebun Buah Batur Agung.The tourism sector, including agro-tourism, plays a significant role in the national economy and labor absorption in Indonesia. Kebun Buah Batur Agung Agro-tourism, located in Baseh Village, Banyumas Regency, Central Java, has experienced stagnation in visitor numbers since its opening in 2019 until 2024 due to minimal promotion, inadequate facilities, and the absence of regular annual events. This study aims to analyze the company’s position from internal and external marketing factors, formulate alternative marketing strategies, and establish priority strategies to increase tourist visits. Research was conducted from May to June 2025, with data collected through observation, interviews, and literature review. A sample of 100 respondents was obtained using accidental sampling. Data analysis employed IFE, EFE, IE, SWOT, and QSPM matrices. The IE matrix results indicate that the company is positioned in cell V (Hold and Maintain), recommending product quality development and promotion expansion. Alternative strategies include active digital promotion development, partnerships with community organizations for annual events, and adjustment of affordable ticket prices with varied packages. The QSPM prioritizes the development of digital promotion, followed by partnerships, and the enhancement of pricing promotion and accessibility. These strategies are expected to increase the attractiveness and number of visitors while supporting the sustainability of Kebun Buah Batur Agung.
4695750358A1F021063Analisis Tingkat Kepentingan dan Kepuasan Konsumen Terhadap Beras Analog Berbasis Jagung Beras analog jagung yang dipasarkan oleh PT.HDN merupakan salah satu
produk inovasi kesehatan sebagai pengganti beras padi dengan bahan baku jagung
dan singkong berkualitas. Beras berbentuk menyerupai bulir padi sehingga
memudahkan dalam konsumsi. Sebagai produk baru, uji preferensi konsumen perlu
dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan konsumen terhadap
produk secara detail maupun menyeluruh. Oleh karena itu, perlu dilakukannya
survei mengenai tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap produk
beras analog jagung untuk mengetahui atribut yang perlu dilakukan perbaikan guna
meningkatkan kepuasan atau harapan konsumen terhadap produk.
Metode penelitian yang digunakan untuk penetapan tingkat kepentingan dan
kepuasan konsumen beserta perbaikannya adalah dengan melakukan survei
menggunakan instrumen berupa kuesioner, wawancara serta studi pustaka sebagai
data pendukung. data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan metode
Importance Performance Analysis (ipa), Customer Satisfaction Index, dan diagram
fishbone.
Berdasarkan hasil analisis CSI beras analog jagung berada pada kategori puas
dengan nilai 75,82%. sedangkan berdasarkan hasil IPA terdapat 6 atribut yang perlu
dilakukan perbaikan, meliputi aroma beras, aroma nasi, rasa nasi, kemudahan
membuka dan menutup kemasan, promosi online, dan kemudahan mendapat
produk secara offline. Aroma dan rasa yang dihasilkan produk kurang disukai oleh
konsumen karena aromanya terlalu kuat dan sedikit mengganggu perlunya
penambahan bahan alami seperti pandan untuk menutupi aroma pada produk akhir,
mengganti kemasan yang dilengkapi ziplock pada kemasan 250 gram,
menambahkan metode promosi online dengan media sosial yang disukai dan
banyak diakses banyak orang, serta menambahkan lokasi pemasaran atau distribusi
produk agar mudah diterlihat oleh konsumen
Corn analog rice marketed by PT.HDN is one of the innovative products as a
substitute for rice, made from high-quality corn and cassava. The rice resembles
rice grains, making it easy to consume. As a new product, consumer preference
testing is necessary to determine the level of consumer satisfaction with the product
in detail and overall. Therefore, a survey on the level of importance and satisfaction
of consumers toward corn analog rice is needed to identify attributes that require
improvement to enhance consumer satisfaction or expectations toward the product.
The research method used to determine the level of consumer importance and
satisfaction, along with improvements, involves conducting a survey using
instruments such as questionnaires, interviews, and literature reviews as supporting
data. The data obtained is then analyzed using the Importance Performance
Analysis (IPA) method, Customer Satisfaction Index, and fishbone diagram.
Based on the CSI analysis results, corn analog rice falls into the satisfied
category with a score of 75.82%. Meanwhile, based on the IPA results, there are six
attributes that need improvement, including rice aroma, cooked rice aroma, cooked
rice taste, ease of opening and closing the packaging, online promotions, and ease
of obtaining the product offline. The aroma and taste of the product are not favored
by consumers because the aroma is too strong and slightly offensive. It is
recommended to add natural ingredients such as pandan to mask the aroma in the
final product, replace the packaging with a ziplock feature on the 250-gram
packaging, incorporate online promotion methods using social media platforms that
are popular and widely accessed, and expand marketing or distribution locations to
make the product more visible to consumers.
4695850345H1A021044Analisis Performa Wi-Fi Starlink Mneggunakan Layanan Video Streaming YouTube Melalui Parameter Quality of ServiceQuality of Service (QoS) pada internet sangat relevan dengan
perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi. Dalam era digital ini, internet telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, memengaruhi banyak aspek kehidupan manusia, termasuk bisnis, pendidikan, hiburan, dan interaksi sosial. Indonesia merupakan negara kepualuan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, maka Indonesia menghadapi tantangan dalam menyediakan infrastruktur telekomunikasi yang merata. Masih banyak yang merasakan kesenjangan digital antara daerah perkotaan dan perdesaan.Kehadiran starlink di Indonesia menjadi harapan baru dengan menyediakan akses internet berkecepatan tinggi ke seluruh dunia melalui konstelasi satelit di orbit yang rendah atau Low Earth Orbit (LEO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas Wi-Fi Starlink di saat peak - hour dan non peak - hour. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan membandingkan kualitas layanan Wi-Fi Starlink pada layanan video streaming melalui aplikasi YouTube di dua keadaan yang berbeda yakni di saat peak – hour dan non peak – hour. Pemilihan kedua keadaan ini adalah didasarkan pada klaim Wi-Fi Starlink yang menawarkan nilai delay yang sangat rendah dan kecepatan pengiriman data yang sangat cepat. Penelitian ini mengambil sampel pengujian di dua kondisi waktu yang berbeda untuk menilai bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas layanan video streaming. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan aplikasi Wireshark. Nilai rata – rata yang didapatkan pada parameter throughput adalah 2.217.971 Kbps dan 1.576,339 Kbps. Nilai rata – rata yang didapatkan pada parameter jitter adalah 0,0005667 ms dan 0,0002523 ms. Nilai rata – rata yang didapatkan pada parameter packet loss adalah 0% di kedua kondisi waktu. Nilai rata – rata yang di dapatkan pada parameter delay adalah 8,54 ms dan 19,56 ms. Semua hasil parameter yang didapatkan masuk dalam kategori “perfect” dan “sangat bagus”.Hasil penelitian yang didapatkan, diharapkan dapat memberikan referensi dan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat atau perusahaan pengguna yang menggunakan Wi-Fi Starlink untuk video streaming, serta bagi penyedia layanan Wi-Fi ini untuk tetap mempertahankan kualitas jaringan mereka. Analisis ini juga bertujuan untuk memperkaya literatur tentang performansi jaringan nirkabel modern, dengan memberikan data empiris mengenai efektivitas QoS dalam mendukung komunikasi data multimedia dalam era internet yang semakin maju.
Quality of Service (QoS) on the internet is highly relevant to the rapid
development of information and communication technology. In this digital era, the
internet has become an integral part of everyday life, affecting many aspects of
human life, including business, education, entertainment and social interaction.
Indonesia is the largest archipelago in the world with more than 17,000
islands, so it faces challenges in providing equitable telecommunications
infrastructure. Many still feel the digital divide between urban and rural areas.
The presence of starlink in Indonesia is a new hope by providing high
speed internet access to the whole world through a constellation of satellites in
low orbit or Low Earth Orbit (LEO). The purpose of this study is to determine the
quality of Starlink Wi-Fi during peak - hour and non peak - hour. The purpose of this study is to evaluate and compare the quality of
Starlink Wi-Fi service on video streaming services through the YouTube application in two different conditions, namely during peak hours and non-peak hours. The selection of these two conditions is based on Starlink Wi-Fi's claim of
offering very low delay and very fast data transmission speeds. This study
conducted testing samples under two different time conditions to assess their
impact on video streaming service quality. Sampling was performed using the
Wireshark application.The average values obtained for the throughput parameter are 2,217,971 Kbps and 1,576,339 Kbps. The average values obtained for the jitter parameter are 0.0005667 ms and 0.0002523 ms. The average values obtained for the packet
loss parameter are 0% in both time conditions. The average values obtained for the delay parameter are 8.54 ms and 19.56 ms. All the parameter results obtained fall into the “perfect” and “very good” categories.The results of this study are expected to provide useful references and recommendations for individuals or companies using Starlink Wi-Fi for video streaming, as well as for Wi-Fi service providers to maintain their network quality. This analysis also aims to enrich the literature on the performance of modern wireless networks by providing empirical data on the effectiveness of QoS in supporting multimedia data communication in the increasingly advanced
internet era.
4695950346G1B020050Pengaruh Gel Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap Jumlah Makrofag dan Limfosit pada Tikus Model Periodontitis KronisPeriodontitis merupakan inflamasi pada jaringan periodontal yang disebabkan oleh bakteri patogen, salah satunya Porphyromonas gingivalis. Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat serta berpotensi sebagai antiinlamasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemberian gel ekstrak etanol rimpang kencur terhadap jumlah makrofag dan limfosit pada tikus model periodontitis kronis. Penelitian ini menggunakan 3 kelompok perlakuan gel ekstrak etanol rimpang kencur (konsentrasi 1%, 2%, dan 4%), kelompok kontrol positif berupa gel hyaluronic acid 0,2%, dan kelompok kontrol negatif berupa gel CMC-Na 2% yang diamati pada hari ke-1, 3, dan 7 pengamatan dengan pengulangan sebanyak 4 kali. Penghitungan jumlah makrofag dan limfosit dilakukan secara mikroskopis menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 400X. Data dianalisis menggunakan uji Two-Way ANOVA dengan Post-Hoc LSD. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p≤0,05) antara seluruh kelompok perlakuan dengan kontrol negatif gel CMC- Na 2%. Pada penelitian jumlah makrofag, kelompok perlakuan konsentrasi 4% pada seluruh hari pengamatan tidak berbeda secara bermakna dengan kontrol positif gel hyaluronic acid 0,2%. Pada penelitian jumlah limfosit, kelompok perlakuan konsentrasi 1% dan 2% pada hari ke-7 serta konsentrasi 4% pada hari ke-3 pengamatan tidak berbeda secara bermakna dengan kontrol positif gel hyaluronic acid 0,2%. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian gel ekstrak etanol rimpang kencur terhadap jumlah makrofag dan limfosit pada tikus model periodontitis kronis.Periodontitis is inflammation of the periodontal tissue caused by pathogenic bacteria, one of which is Porphyromonas gingivalis. Kencur rhizome (Kaempferia galanga L.) is one of the herbal plants that has many benefits and has the potential as an anti-inflammatory. The purpose of this study was to determine the effect of kencur rhizome ethanol extract gel on the number of macrophages and lymphocytes in chronic periodontitis model rats. This study used 3 treatment groups of kencur rhizome ethanol extract gel (concentrations of 1%, 2%, and 4%), a positive control group in the form of 0.2% hyaluronic acid gel, and a negative control group in the form of 2% CMC-Na gel observed on days 1, 3, and 7 of observation with repetition 4 times. Macrophage and lymphocyte counts were performed microscopically using a light microscope at 400X magnification. Data were analyzed using a Two-Way ANOVA test with post-hoc LSD. The results of statistical analysis showed a significant difference (p 0.05) between all treatment groups with negative control 2% CMC-Na gel. In the study of the number of macrophages, the 4% concentration treatment group on all days of observation was not significantly different from the positive control of 0.2% hyaluronic acid gel. In the study of the number of lymphocytes, the 1% and 2% concentration treatment groups on the 7th day and 4% concentration on the 3rd day of observation were not significantly different from the positive control of 0.2% hyaluronic acid gel. The conclusion of this study is that there is an effect of administering kencur rhizome ethanol extract gel on the number of macrophages and lymphocytes in chronic periodontitis model rats.
4696050347C1C018052PENGARUH GREEN ACCOUNTING DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEKTOR KESEHATAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PADA PERIODE 2021-2024Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan menguji dan menganalisis pengaruh dari green accounting dan komisaris independen terhadap kinerja keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2021-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 13 perusahaan, sehingga data yang diperoleh selama periode penelitian sebanyak 52 data penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Eviews 12 disimpulkan bahwa: (1) green accounting tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan, (2) komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan.This study was a quantitative study to examine and analyze the influence of green accounting and the independent commissioners on company financial performance. The population in this study was all health sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2021 to 2024. The sampling technique used was purposive sampling and resulted in 13 companies. Thus, the data obtained during the study were 52. Based on result of research and data analysis using Eviews 12 it has got the conclusions: (1) green accounting does not influence corporate financial performance, and (2) independent commissioners do not influence corporate financial performance.