Artikel Ilmiah : F1D018041 a.n. ALFIAN YUSRIL ANDIRI BARA
| NIM | F1D018041 |
|---|---|
| Namamhs | ALFIAN YUSRIL ANDIRI BARA |
| Judul Artikel | Thrifting sebagai Fenomena Budaya Populer: Konstruksi Sosial dan Relasi Kuasa dalam Praktik Konsumsi Pakaian Bekas di Purwokerto |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Fenomena thrifting, yaitu praktik membeli pakaian bekas, telah berkembang pesat di kalangan anak muda Indonesia, khususnya di Purwokerto, sebagai alternatif konsumsi yang lebih ramah lingkungan. Seiring dengan meningkatnya popularitasnya, thrifting tidak hanya dianggap sebagai solusi untuk mengurangi dampak ekologis dari fast fashion, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang mengedepankan kesadaran sosial. Namun, meskipun thrifting dipandang sebagai perlawanan terhadap konsumsi berlebihan, fenomena ini tetap beroperasi dalam kerangka kapitalisme global, yang mempengaruhi preferensi konsumsi konsumen. Penelitian ini menggunakan Teori Konstruksi Sosial (Berger & Luckmann, 1966) dan Teori Relasi Kuasa (Foucault, 1975) untuk menganalisis thrifting sebagai bagian dari pop culture di Purwokerto dan dampaknya terhadap pengelolaan limbah tekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thrifting berkontribusi pada peningkatan limbah tekstil lokal, yang mengarah pada masalah pengelolaan sampah yang semakin kompleks di daerah dengan infrastruktur terbatas. Penelitian ini juga menyoroti perlunya kebijakan lokal untuk mengatur limbah tekstil dan mendorong ekonomi sirkular yang berkelanjutan, memberikan kontribusi pada diskursus ketimpangan ekologis dalam konteks Indonesia. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The phenomenon of thrifting, or the practice of purchasing second-hand clothing, has rapidly gained popularity among Indonesian youth, particularly in Purwokerto, as an environmentally friendly consumption alternative. With its growing popularity, thrifting is not only seen as a solution to mitigate the ecological impact of fast fashion, but also as part of a sustainable lifestyle that promotes social awareness. However, despite being regarded as resistance to overconsumption, this phenomenon still operates within the framework of global capitalism, influencing consumer preferences. This study uses Social Construction Theory (Berger & Luckmann, 1966) and Power Relations Theory (Foucault, 1975) to analyze thrifting as part of pop culture in Purwokerto and its impact on textile waste management. The findings reveal that thrifting contributes to the increase in local textile waste, leading to more complex waste management issues in regions with limited infrastructure. This study also highlights the need for local policies to regulate textile waste and promote a sustainable circular economy, contributing to the discourse on ecological inequality in the Indonesian context. |
| Kata kunci | Thrifting, Limbah Tekstil, konstruksi sosial, relasi kuasa, ekonomi sirkular, ketimpangan ekologis. |
| Pembimbing 1 | Oktafiani Catur Pratiwi, M.A. |
| Pembimbing 2 | Dr. Indaru Setyo Nurprojo, MA. |
| Pembimbing 3 | Triana Ahdiati, M.Si |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2025-08-21 13:59:34.503284 |