Artikelilmiahs

Menampilkan 46.881-46.900 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4688150276C1H018028THE EFFECT OF HALAL LABELAND HALAL AWARENESS ON PURCHASING DECISIONS (Survey of MSME consumers in Purwokerto) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami lebih dalam apakah Label Halal dan Kesadaran Halal mempengaruhi Keputusan Pembelian konsumen UMKM di Purwokerto. Ukuran sampel untuk penelitian ini adalah 100 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui kuesioner online (google form). Alat analisis yang digunakan adalah SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Label Halal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Kesadaran Halal juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Baik Label Halal maupun Kesadaran Halal secara positif dan signifikan mempengaruhi Keputusan Pembelian.This research aims to analyse and understand more deeply whether Halal Labels and Halal Awareness affect the Purchasing Decision of MSME consumers in Purwokerto. The sample size for this research is 100 respondents. The research method is descriptive quantitative through an online questionnaire (google form). The analysis tool used is SPSS version 23. The results of the research indicate that Halal Labels have a positive and significant effect on Purchasing Decisions. Halal Awareness also has a positive and significant effect on Purchasing Decisions. Both Halal Labels and Halal Awareness positively and significantly influence Purchasing Decisions.
4688250504I1C021042PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE ANALISIS KURKUMIN DAN PIPERIN SECARA SIMULTAN PADA JAMU TRADISIONAL DENGAN GRADIENT HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC)Abstrak
Kurkumin dan piperin merupakan senyawa bioaktif penting pada jamu tradisional yang bekerja sinergis dalam meningkatkan efek farmakologis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta memvalidasi metode analisis simultan kedua senyawa tersebut menggunakan teknik gradien HPLC yang lebih sesuai untuk matriks kompleks dibandingkan metode isokratik. Optimasi dilakukan pada fase gerak, panjang gelombang, konsentrasi sampel, dan komposisi gradien, kemudian divalidasi mengacu pedoman ICH Q2(R2) meliputi linearitas, presisi, akurasi, LOD, LOQ, selektivitas, dan spesifisitas. Kondisi HPLC terpilih diperoleh menggunakan kolom C8, fase gerak metanol–deionized water (60:40 v/v) dengan elusi gradien, laju alir 1 mL/menit, injeksi 20 μL, konsentrasi sampel 50.000 µg/mL, serta deteksi UV pada 365 nm. Metode menunjukkan linearitas baik (R ≥ 0,98), LOD/LOQ kurkumin 7,98/26,62 µg/mL dan piperin 2,92/9,76 µg/mL. Uji akurasi memberikan %recovery kurkumin 26,539–504,079% dan piperin 87,089–143,828%, sedangkan presisi intra-day <2,382%/<12,938% dan inter-day <103,505%/<26,319%. Beberapa parameter validasi belum memenuhi batas keberterimaan, meskipun pemisahan antar puncak baik (Rs >1,5) dan waktu analisis lebih singkat dibanding isokratik. Aplikasi metode pada tiga sampel jamu menunjukkan kadar kurkumin/piperin masing-masing JUH 0,036%/0,048%, JS 0,166%/0,077%, dan SMGS 0,147%/0,105% b/b. Metode ini dapat digunakan untuk penetapan kadar kurkumin dan piperin secara cepat pada jamu tradisional, namun diperlukan optimasi lanjutan agar validasi lebih sesuai standar.
Curcumin and piperine are key bioactive compounds in traditional herbal medicine with synergistic pharmacological effects. This study developed and validated a simultaneous gradient HPLC method, which is more suitable for complex matrices than the isocratic approach. Optimization covered mobile phase, wavelength, sample concentration, and gradient profile, followed by validation according to ICH Q2(R2) guidelines. The conditions were achieved using a C8 column with a mobile phase of methanol–deionized water (60:40 v/v) under gradient elution, sample concentration of 50,000 µg/mL, and UV detection at 365 nm. The method demonstrated good linearity (R ≥ 0.98), with LOD/LOQ values of 7.98/26.62 µg/mL for curcumin and 1.02/3.43 µg/mL for piperine. Accuracy tests showed %recovery ranges of curcumin/piperine <504.079%/<143.828%, while intra-day precision was <2.382%/<12.938% and inter-day precision <103.505%/<26.319%. Although some validation parameters did not fully meet acceptance criteria, peak separation was adequate (Rs > 1.5) and the analysis time was shorter than the isocratic method. Application of the method to three herbal samples revealed curcumin/piperine contents of 0.036%/0.048% (JUH), 0.166%/0.077% (JS), and 0.147%/0.105% b/b (SMGS). This method can be applied for rapid determination of curcumin and piperine in traditional herbal medicine, though further optimization is required to achieve full compliance with validation standards
4688350503C1I018041THE INFLUENCE OF PROFITABILITY, LIQUIDITY AND SOLVENCY ON FIRM VALUE IN THE BANKING SECTOR LISTED ON THE INDONESIAN STOCK EXCHANGE DURING 2021-2024Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas terhadap nilai perusahaan di sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Pendekatan kuantitatif menggunakan laporan keuangan tahunan diterapkan. Sampel akhir terdiri dari 154 observasi perusahaan-tahun yang diperoleh melalui purposive sampling setelah mengeliminasi data outlier. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS 25. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan data pasar saham. Hasil menunjukkan bahwa DAR memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa risiko likuiditas yang tinggi dapat mengurangi persepsi pasar. Hasil menunjukkan bahwa ROA dan LDR memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi manajemen bank, investor, dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan manajemen kinerja keuangan untuk meningkatkan nilai perusahaan.This study aims to empirically analyze the effect of profitability, liquidity, and solvency on company value in the banking sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2021–2024. A quantitative approach using annual financial reports was employed. The final sample consists of 154 firm-year observations obtained through purposive sampling after eliminating outlier data. The data analysis technique in this study is multiple linear regression analysis using SPSS 25. This research employs secondary data obtained from annual financial statements and stock market data. The results indicate that DAR has a significant negative effect on firm value, suggesting that high liquidity risk may reduce market perception. Results indicate that ROA and LDR have a significant positive effect on firm value. The findings of this research are expected to provide practical contributions for bank management, investors, and policymakers in optimizing financial performance management to enhance firm value.
4688450812L1A021080Pengaruh Fotoperiod Berbeda Terhadap Warna Ikan Cupang (Betta splendens) Jantan Strain SeritPenelitian ini berjudul “Pengaruh Fotoperiod Berbeda Terhadap Warna Ikan Cupang (Betta splendens) Jantan Strain Serit”. Ikan cupang merupakan ikan hias air tawar yang mempunyai corak dan pola warna yang unik ditubuhnya. Fotoperiod atau pencahayaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pigmentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fotoperiod berbeda terhadap warna ikan cupang (Betta splendens) jantan strain serit. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 Januari – 5 Februari 2025 di Laboraturium Riset Betta FPIK Unsoed. Metode eksperimen diterapkan melalui rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan 1 (P1 16 jam terang dan 8 jam gelap 16L-8D), perlakuan 2 (P2 8 jam terang dan 16 jam gelap 8L-16D), dan perlakuan 3 (P3 cahaya alami kontrol). Lampu penerangan berupa pijar 5W diatur dengan timer elektrik. Hasil penelitian yaitu peningkatan kepadatan warna merah pada P1, P2, dan P3 berturut-turut dengan nilai -3,2; 0,4; dan 2,6. Peningkatan kepadatan warna hijau pada P1, P2, dan P3 berturut-turut dengan nilai -1,9; 0,5; dan 1,3. Peningkatan kepadatan warna biru pada P1, P2, dan P3 berturut-turut dengan nilai -1,6; -0,3; dan 0,3. Berdasarkan ANOVA, perlakuan fotoperiod berbeda sangat nyata terhadap kepadatan warna merah hijau dan biru pada ikan cupang jantan strain serit.This study is entitled “The Effect of Different Photoperiods on the Coloration of Male Serit Strain Betta Splendens”. Betta splendens fish are freshwater ornamental fish that have unique colors and patterns on their bodies. Photoperiod or lighting is one of the factors that affect pigmentation. The study aimed to determine the effect of different routine photoperiods on the coloration of male serit strain Betta fish. The study was conducted for 30 days (January 6 - February 5, 2025), at the FPIK Unsoed Research Laboratory. An experimental method was employed using a completely randomized design (CRD) with three treatments in five replicates. Treatment 1 (P1 consisted of 16 hours of light and 8 hours darkness (16L-8D), treatment 2 (P2 comprised 8L and 16D, and treatment 3 served as the control with natural light. Illumination was provided by a 5W ligt-blub controlled by an electric timer. Results showed that in red color density increased by (-3.2), 0.4, and 2.6 under treatments P1, P2, and P3, respectively; in green color density increased by (-1.9), 0.5, and 1.3; and blue color density increased by (1.6), (-0.3), and 0.3. According to ANOVA, routine photoperiod treatment had a significant effect on red, green, and blue color density in male serit strain betta fish.
4688550280F2D023011POLITIK KEWARGANEGARAAN DAN HAK KELOMPOK
MINORITAS AGAMA
Path Dependence Analisis Kebijakan Keagamaan Kota Surakarta tahun 2014-2024
Abstrak
Penelitian ini mengkaji implementasi Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2023 tentang Internalisasi Nilai Pancasila serta implikasinya terhadap hak-hak kelompok minoritas agama dalam kerangka politik kewarganegaraan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, purposive sampling, snowball sampling, dan studi lapangan, penelitian ini menganalisis bagaimana kebijakan lokal berinteraksi dengan realitas sosial masyarakat minoritas, khususnya Konghucu, Hindu, dan Kristen. Temuan menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan normatif kebijakan yang berorientasi pada toleransi dan inklusivitas dengan praktik lapangan yang masih memunculkan hambatan birokratis dan diskriminasi sosial. Analisis dengan kerangka teori kewarganegaraan Richard Bellamy dan Rachel Busbridge, serta path dependence David Collier, mengungkap bahwa keberlanjutan pola historis dan dominasi nilai mayoritas menghambat terciptanya perlindungan setara bagi kelompok minoritas. Meskipun kebijakan ini diapresiasi sebagai langkah awal progresif, efektivitasnya masih bergantung pada penguatan mekanisme pengawasan, sosialisasi, dan reformasi institusional. Studi ini berkontribusi pada pengembangan kajian politik kewarganegaraan di Indonesia dengan menegaskan pentingnya kebijakan afirmatif berbasis nilai Pancasila guna memastikan partisipasi setara dan perlindungan nyata bagi kelompok minoritas agama.
Kata Kunci: Politik Kewarganegaraan, Minoritas Agama, Internalisasi Pancasila, Path Dependence, Kebijakan Publik
Abstract
This study examines the implementation of Surakarta City Regulation No. 5 of 2023 on the Internalization of Pancasila Values and its implications for the rights of religious minority groups within the framework of citizenship politics. A qualitative approach was employed using in-depth interviews, purposive and snowball sampling, as well as field studies. The findings reveal a gap between the normative objectives of the policy aimed at inclusivity and tolerance and the realities on the ground, where minorities such as Confucians, Hindus, and Christians continue to face bureaucratic obstacles and social discrimination. Analysis based on Richard Bellamy’s and Rachel Busbridge’s theories of citizenship, combined with David Collier’s path dependence approach, demonstrates that historical legacies and the dominance of majority values persist in shaping policy implementation. Although appreciated as a progressive step, the policy’s effectiveness relies on stronger oversight, socialization, and institutional reform. This study contributes to the discourse on citizenship politics in Indonesia by highlighting the importance of Pancasila-based affirmative policies to ensure equal protection for religious minority groups.
Keywords: Citizenship Politics, Religious Minorities, Pancasila Internalization, Path Dependence, Public Policy

4688650510L1B020067Persentase Ikan Gabus (Channa striata) Jantan yang diberi Pakan dengan
Substitusi Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostona L.) pada Dosis yang Berbeda
Sumberdaya ikan yang penting dan ekonomis adalah ikan gabus (Channa striata). Budidaya ikan gabus dihadapkan kendala pertumbuhan yang lambat dari ukuran benih hingga ikan siap panen. Teknologi yang digunakan yakni maskulinisasi dengan pencampuran pakan menggunakan ekstrak kulit manggis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit manggis dengan dosis berbeda dan efektivitas dosis untuk menghasilkan ikan gabus jantan melalui metode oral. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan yang dilakukan pada benih ikan gabus yang berumur kurang lebih 7 hari berupa pakan yang dicampur dengan larutan ekstrak kulit manggis dengan dosis: A (0 mg/kg), B (200 mg/kg), C (400 mg/kg), D (600 mg/kg). Perlakuan D (dosis 600 mg/kg) memperoleh hasil persentase ikan gabus jantan tertinggi yakni 86.67%. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada D (ulangan 2) sebesar 90%. Rata-rata berat dan panjang tertinggi juga terdapat pada perlakuan D. Berdasarkan hasil yang didapat, ekstrak kulit manggis berpengaruh untuk maskulinisasi ikan gabus. Meskipun secara statistik tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata, namun terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi konsentrasi dosis perlakuan, juga semakin tinggi persentase jantan yang didapatkan. An important and economical fish resource is snakehead fish (Channa stria ta). Snakehead fish cultivation is faced with slow growth obstacles from the size of seeds to fish ready to harvest. The technology used is masculinization by mixing feed using mangosteen peel extract. This study aims to determine the effect of mangosteen peel extract with different doses and dosage effectiveness to produce male snakehead fish through oral methods. The research method used a complete random design (RAL) consisting of 4 treatments and 3 iterations. The treatment carried out on snakehead fish seeds that are approximately 7 days old is in the form of feed mixed with mangosteen peel extract solution with doses: A (0 mg/kg), B (200 mg/kg), C (400 mg/kg), D (600 mg/kg). Treatment D (dose of 600 mg/kg) obtained the highest percentage of male snakehead fish, which was 86.67%. The highest survival rate was found in D (test 2) at 90%. The highest average weight and length were also found in the D treatment. Although statistically no significant difference was shown, there was a tendency that the higher the concentration of the treatment dose, the higher the percentage of males obtained.
4688749452I1B021079HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN AYAH DENGAN
TINGKAT STRES IBU BAYI USIA 6-12 BULAN
DALAM PEMBERIAN MPASI
DI KELURAHAN TELUK
Latar Belakang: Periode pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) merupakan periode penting dalam 1000 hari pertama kehidupan. Pemberian MPASI yang optimal salah satunya dipengaruhi oleh kondisi kesehatan mental ibu yang baik. Dukungan ayah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat stres ibu dalam pemberian MPASI. Stres ibu yang tidak diatasi dapat menyebabkan kegagalan pemberian MPASI yang berdampak pada nutrisi anak yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan ayah dengan tingkat stres ibu dalam pemberian MPASI.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling dengan melibatkan 54 ibu yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Lokasi penelitian berada di Posyandu Kelurahan Teluk. Pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner demografi, kuesioner dukungan ayah, dan kuesioner Parental Stress Scale (PSS). Analisis data menggunakan uji Soomer’s d.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan ayah dengan tingkat stres ibu bayi usia 6-12 bulan dalam pemberian MPASI dengan arah korelasi negatif dan bersifat lemah (r =- 0,273, p = 0,032).

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan ayah dengan tingkat stres ibu bayi usia 6-12 bulan dalam pemberian MPASI.
Background: The period of complementary feeding is a crucial stage in the first 1,000 days of a child's life. Optimal provision of complementary foods, in part, by the mother's good mental health. Father's support is one factor influencing maternal stress levels during complementary feeding. This study aims to investigate the relationship between fathers' support and maternal stress levels during the complementary feeding period.

Methods: This is an correlational analytical study with a cross-sectional approach. Sampling used a convenience sampling technique involving 54 mothers. The study location was at the Integrated Health Service Post in Teluk Village. Data were collected by distributing demographic questionnaires, father’s support questionnaires, and the Parental Stress Scale (PSS) questionnaire. Data analysis utilized the Somers' test.

Results: This study found a significant relationship between paternal support and maternal stress levels in infants aged 6-12 months, specifically regarding complementary feeding with a negative and weak correlation (r =-0,273, p = 0,032).

Conclusion: This study has established a clear and significant relationship between paternal support and maternal stress levels during the period of complementary feeding for infants aged 6-12 months
4688850281A1D021181Pengaruh Salinitas Udara serta Volume Pembilasan terhadap Pertumbuhan dan
Hasil Tanaman Kubis (Brassica oleracea L.) pada Media Tanah Pasir Pantai
Lahan pasir pantai memiliki potensi untuk budidaya tanaman hortikultura, termasuk kubis
(Brassica oleracea L.), meskipun menghadapi kendala seperti salinitas udara dan rendahnya
kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh salinitas udara dan volume
pembilasan terhadap pertumbuhan, fisiologi, dan hasil tanaman kubis di media tanah pasir pantai.
Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Unsoed menggunakan Rancangan
Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor dengan tiga taraf salinitas udara (0, 12, dan 24
mS/cm) dan tiga taraf volume pembilasan (0, 3,5, dan 7,0 mm), menghasilkan 9 kombinasi
perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa salinitas udara menurunkan tinggi tanaman, jumlah daun,
dan kadar klorofil vegetatif secara signifikan. Volume pembilasan mempengaruhi kadar prolin
vegetatif dan bukaan stomata generatif. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh nyata hanya pada
nilai kehijauan daun vegetatif. Temuan ini menunjukkan kemampuan adaptif tanaman kubis
terhadap stres salinitas melalui mekanisme fisiologis internal.
Coastal sandy land in Indonesia offer potential for horticultural crop cultivation, including
cabbage (Brassica oleracea L.), but face limitations such as air salinity and poor soil fertility.
This study aimed to examine the effects of air salinity and water flushing volumes on cabbage
growth, physiology, and yield in coastal sandy media. The experiment was conducted in a screen
house at the Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, using a Completely
Randomized Block Design with two factors: three air salinity levels (0, 12, and 24 mS/cm) and
three water flushing volumes (0, 3.5, and 7 mm), resulting in 9 treatment combinations. Results
showed that increased air salinity significantly reduced plant height, leaf number, and vegetative
chlorophyll content. Water flushing significantly influenced vegetative proline accumulation and
generative stomatal aperture. Interaction between the treatments significantly affected only
vegetative leaf greenness. These findings suggest that cabbage plants can maintain productivity
under saline stress through internal physiological adjustments.
4688950675H1D021032IMPLEMENTASI APLIKASI MEKAAR DIGITAL SUPPORT BERBASIS WEB DI PT. PERMODALAN NASIONAL MADANIPerkembangan teknologi informasi telah menjadi elemen penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. PT. Permodalan Nasional Madani (PNM), sebagai lembaga keuangan mikro dan pemberdayaan, membutuhkan sistem teknologi informasi yang terintegrasi untuk meningkatkan kinerja layanan dukungan TI-nya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Aplikasi Dukungan Mekaar Digi berbasis web sebagai solusi untuk manajemen layanan TI di PT. PNM. Pengembangan sistem mengikuti metode Waterfall, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Golang (Go) untuk backend, Vue.js untuk frontend, dan MySQL untuk basis data. Fitur-fitur utama meliputi autentikasi berbasis JSON Web Token (JWT), manajemen data pelanggan, modifikasi data Dukcapil, pengembalian status pencairan, dan pencatatan aktivitas otomatis. Hasil pengujian blackbox menunjukkan bahwa semua fungsi sistem beroperasi dengan baik tanpa kesalahan. Implementasi aplikasi ini meningkatkan alur kerja tim TI dengan membuatnya lebih cepat, lebih terstruktur, dan terdokumentasi dengan baik, sehingga meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam menangani proses dukungan teknis di PT. PNM.The development of information technology has become an essential element in improving the efficiency and effectiveness of corporate operations. PT. Permodalan Nasional Madani (PNM), as a microfinance and empowerment institution, requires an integrated information technology system to enhance the performance of its IT support services. This study aims to design and implement a web-based Mekaar Digi Support Application as a solution for IT service management within PT. PNM. The system development follows the Waterfall method, which includes requirement analysis, design, implementation, testing, and maintenance stages. The application was developed using Golang (Go) for the backend, Vue.js for the frontend, and MySQL for the database. Key features include JSON Web Token (JWT)-based authentication, customer data management, Dukcapil data modification, disbursement status rollback, and automatic activity logging. The blackbox testing results indicate that all system functions operate properly without errors. The implementation of this application improves the IT team’s workflow by making it faster, more structured, and well-documented, thus enhancing efficiency and accuracy in handling technical support processes at PT. PNM.
4689050750D1A020043pH, Total Asam, dan Warna Yoghurt Susu Kambing dengan Penambahan Jahe MerahYoghurt susu kambing memiliki potensi gizi yang tinggi namun umur simpannya pendek dan aromanya kurang disukai. Penambahan ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas fisikokimia yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak jahe merah dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pH, total asam tertitrasi (TAT), dan warna (L*, a*, b*) yoghurt susu kambing. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan konsentrasi ekstrak jahe merah, yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%, dengan masing-masing lima ulangan. Parameter yang diukur meliputi pH, TAT, dan warna yang dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANAVA) dan uji lanjut Ortogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe merah berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap semua parameter yang diuji. Seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak jahe merah, nilai pH (dari 2,90 menjadi 3,09), kemerahan a* (dari -2,02 menjadi -1,81), dan kekuningan b* (dari 9,63 menjadi 10,98) meningkat secara signifikan. Sebaliknya, nilai total asam tertitrasi (dari 1,90% menjadi 1,81%) dan kecerahan L* (dari 62,47 menjadi 61,80) menurun secara signifikan. Disimpulkan bahwa penambahan ekstrak jahe merah dapat memodifikasi karakteristik yoghurt susu kambing secara signifikan.The short shelf life and distinctive goaty scent of goat's milk yogurt limit its high nutritious potential. The addition of red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum) extract is an approach to enhance the product's physicochemical qualities. This study aimed to evaluate the effect of adding different concentrations of red ginger extract on the pH, total titratable acidity (TTA), and color (L*, a*, b*) of goat's milk yogurt. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments of red ginger extract concentrations: 0%, 2%, 4%, and 6%, each with five replications. The measured parameters were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and a subsequent Polynomial Ortogonal Contrast test. The results showed that the addition of red ginger extract had a highly significant effect (P<0.01) on all tested parameters. As the concentration of red ginger extract increased, the pH value (from 2.90 to 3.09), redness a* value (from -2.02 to -1.81), and yellowness b* value (from 9.63 to 10.98) significantly increased. Conversely, the total titratable acidity (from 1.90% to 1.81%) and lightness L* value (from 62.47 to 61.80) significantly decreased. It was concluded that the addition of red ginger extract can significantly modify the physicochemical characteristics of goat's milk yogurt.
4689150282F1C021013Strategi Komunikasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tegal Dalam Pemanfaatan Aplikasi Digimon Sebagai Media Informasi Bisnis Kepada UMKMAplikasi Digimon diluncurkan oleh DPMPTSP Kota Tegal sebagai inovasi layanan digital untuk mendukung penyampaian informasi dan kemitraan bisnis bagi pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan melalui aplikasi tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi DPMPTSP meliputi Pembahasan memahami audiens, pemanfaatan fitur, sosialisasi, kerjasama dengan stakeholder dan Evaluasi. Berdasarkan temuan tersebut, strategi komunikasi yang ada belum sepenuhnya memenuhi karakteristik media kaya informasi sebagaimana dijelaskan dalam Media Richness Theory. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komunikasi dua arah, pelaporan digital yang terencana, serta dukungan kebijakan agar Digimon dapat berfungsi secara maksimal sebagai media informasi bisnis dan mendorong partisipasi UMKM secara berkelanjutan.The Digimon application was launched by the Tegal City DPMPTSP as a digital service innovation to support information delivery and business partnerships for UMKM. This study aims to analyze the communication strategies implemented through the application. The method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that the DPMPTSP communication strategy includes a discussion of understanding the audience, utilizing features, multi-channel socialization, collaboration with stakeholders, and evaluation. Based on these findings, the existing communication strategy does not fully meet the characteristics of information-rich media as described in the Media Richness Theory. Therefore, it is necessary to strengthen two-way communication, planned digital reporting, and policy support so that Digimon can function optimally as a business information medium and encourage sustainable UMKM participation.
4689250283L1C021016Keanekaragaman dan Distribusi Makroalga di Pantai Pameungpeuk
Kabupaten Garut
Makroalga merupakan kelompok tumbuhan laut berukuran besar yang hidup menempel pada substrat di lingkungan pesisir, terutama pada zona intertidal yang terpengaruh pasang surut. Organisme ini memiliki peran ekologis penting sebagai produsen primer, penyedia oksigen, pelindung bagi biota lain, serta penstabil ekosistem pesisir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi, keanekaragaman dan distribusi makroalga, mengetahui parameter fisika kimia air di Pantai Pameungpeuk dan mengetahui kekerabatan makroalga yang ada di Pantai Pameungpeuk Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan observasi langsung ke lapang. Pengamatan dilakukan di 3 stasiun dengan perbedaan karateristik kondisi stasiun. Hasil penelitian menemukan 17 spesies makroalga yaitu Padina australis, Valoniopsis pachynema, Ulva reticulate, Ulva prolifera, Sargassum polycystum, Ulva Lactuca, Turbinaria ornata, Gracilaria verrucosa, Eucheuma spinosum, Palmaria palmata, Chaetomorpha crassa, Hormophysa cuneiformis, Gracilaria coronopifolia, Boergesenia forbesii, Laurencia obtuse, Caulerpa taxifolia dan Amphiroa fragilissima. Indeks keanekaragaman termasuk kedalam kategori sedang (H’: 1,70 - 1,22) dan pola sebaran makroalga termasuk kedalam kategori merata (id: 0,73 - 0,49). Parameter fisika-kimia perairan di Pantai Pameungpeuk Kabupaten Garut masih berada pada kondisi normal atau layak untuk pertumbuhan makroalga. Analisis kekerabatan makroalga berdasarkan karakteristik morfologi diperoleh 5 cluster makroalga.ABSTRACT Macroalgae are a group of large marine plants that live attached to the substrate in coastal environments, especially in the intertidal zone affected by tides. These organisms have an important ecological role as primary producers, oxygen providers, protectors for other biota, and stabilizers of coastal ecosystems. The purpose of this research is to determine the composition, diversity and distribution of macroalgae, to determine the physicochemical parameters of water in Pameungpeuk Beach and to determine the kinship of macroalgae in Pameungpeuk Beach, Garut Regency. The research method used is the survey method and direct observation in the field. Observations were carried out at 3 stations with different characteristics of station conditions. The results of the study found 17 species of macroalgae, namely Padina australis, Valoniopsis pachynema, Ulva reticulate, Ulva prolifera, Sargassum polycystum, Ulva Lactuca, Turbinaria ornata, Gracilaria verrucosa, Eucheuma spinosum, Palmaria palmata, Chaetomorpha crassa, Hormophysa cuneiformis, Gracilaria coronopifolia, Boergesenia forbesii, Laurencia obtuse, Caulerpa taxifolia and Amphiroa fragilissima. The diversity index is included in the moderate category (H’: 1.70 - 1.22) and the distribution pattern of macroalgae is included in the even category (id: 0.73 - 0.49). The physicochemical parameters of the waters at Pameungpeuk Beach, Garut Regency are still in normal conditions or suitable for macroalgae growth. Analysis of macroalgae kinship based on morphological characteristics obtained 5 macroalgae clusters.
4689350284J1D021057Studi Kasus Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik
Pada Pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia Kelas XI Sma di Semester Genap 2023/2024 di Kabupaten Pubalingga
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis perencanaan pendidik dalam penyusunan LKPD, penggunaan LKPD menulis Bahasa Indonesia, komponen yang terdapat dalam LKPD, serta respons peserta didik dalam menggunakan LKPD pembelajaran menulis Bahasa Indonesia kelas XI SMA semester genap 2023/2024 di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, observasi, dan penyebaran angket melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan penyusunan LKPD di SMA Negeri 1 Padamara dilakukan lebih terstruktur dibandingkan dengan SMA Negeri 1 Kutasari, yang masih terbatas pada satu bab materi. Dari segi penggunaan, LKPD digunakan secara rutin di SMA Negeri 1 Padamara untuk berbagai teks, sedangkan di SMA Negeri 1 Kutasari penggunaannya belum optimal dan cenderung berbasis teknologi. Hasil analisis dokumen menunjukkan bahwa LKPD di kedua sekolah memuat komponen seperti judul, petunjuk belajar, informasi pendukung, dan langkah kerja, tetapi belum mencantumkan kompetensi dasar dan penilaian. Sementara itu, persepsi peserta didik terhadap penggunaan LKPD menunjukkan respons positif. Mayoritas peserta didik menyatakan LKPD membantu dalam memahami materi, meskipun terdapat harapan agar LKPD lebih menarik dan interaktif. Berdasarkan hal tersebut, disarankan agar pendidik mengembangkan LKPD secara lebih menyeluruh mempertimbangkan umpan balik peserta didik, serta menyelaraskan komponen LKPD dengan kebutuhan pembelajaran.This study aims to analyze educators' planning in the preparation of LKPD, the use of LKPD for Indonesian writing, the components contained in the LKPD, and the response of students in using LKPD for learning Indonesian writing in grade XI of high school even semester 2023/2024 in Purbalingga Regency. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, documentation, observation, and questionnaire dissemination through google form. The results of the study show that the preparation of LKPD at SMA Negeri 1 Padamara is carried out in a more structured manner compared to SMA Negeri 1 Kutasari, which is still limited to one material chapter. In terms of use, LKPD is routinely used at SMA Negeri 1 Padamara for various texts, while at SMA Negeri 1 Kutasari its use is not optimal and tends to be technology-based. The results of the document analysis showed that the LKPD in both schools contained components such as titles, study instructions, supporting information, and work steps, but did not include basic competencies and assessments. Meanwhile, students' perceptions of the use of LKPD showed a positive response. The majority of students stated that LKPD was helpful in understanding the material, although there was hope that LKPD would be more interesting and interactive. Based on this, it is recommended that educators develop LKPD more comprehensively considering student feedback, as well as aligning LKPD components with learning needs.
4689450285B1B018043MEASUREMENT OF ORGANIC WASTE WATER TREATMENT IN THE CROCODILE CAPTIVITY, DAWUHAN KULON VILLAGE, KEDUNGBANTENG SUBDISTRICT, BANYUMAS REGENCYFasilitas penangkaran buaya di Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas menghasilkan air limbah yang berpotensi mencemari lingkungan sekitarnya. Meskipun pengelolaan fasilitas tersebut telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, pembuangan limbah domestik yang belum diolah ke badan air dapat menurunkan kualitas perairan akibat tingginya kandungan organik, bakteri coliform, serta padatan terlarut. Kondisi ini menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat, ekosistem perairan, dan keberlanjutan konservasi. Untuk meminimalisasi dampak tersebut, dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis biofilter sebagai sistem pengendalian pencemaran.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kualitas air limbah setelah pengolahan menggunakan biofilter serta menganalisis efektivitas sistem dalam menurunkan parameter pencemar utama. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei menggunakan purposive sampling pada titik inlet dan outlet IPAL, dengan total 24 sampel air masing-masing sebanyak 1 liter. Parameter utama yang diukur meliputi Biochemical Oxygen Demand (BOD₅), Total Dissolved Solids (TDS), dan Most Probable Number (MPN) coliform, sedangkan parameter pendukung berupa pH, suhu, dan Total Plate Count (TPC). Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata, perbedaan antara inlet dan outlet, serta efisiensi pengolahan, kemudian dibandingkan dengan baku mutu lingkungan. Efektivitas biofilter diuji lebih lanjut menggunakan IBM SPSS dengan analisis ANOVA (uji t berpasangan), didukung interpretasi dari parameter sekunder.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem biofilter mampu menurunkan MPN sebesar 30,2%, yang mengindikasikan efektivitas sedang dalam mengurangi mikroorganisme patogen. Sebaliknya, nilai BOD₅ meningkat dari 2,2 menjadi 2,4 mg/L dengan efisiensi negatif sebesar -9,1%, dan TDS naik dari 67,6 menjadi 70,3 mg/L dengan efisiensi negatif sebesar -3,9%. Temuan ini mengonfirmasi bahwa sistem biofilter kurang efektif dalam menurunkan bahan organik dan padatan terlarut, sehingga diperlukan perbaikan dengan teknologi lanjutan seperti reverse osmosis, nanofiltrasi, atau membran bioreaktor.

Selain itu, parameter pendukung memperkuat hasil tersebut. Nilai pH sedikit bergeser menuju netral (7,82 menjadi 7,96) dan suhu relatif stabil (25,96 °C menjadi 25,79 °C), keduanya mendukung aktivitas mikroba. Yang paling signifikan, jumlah Total Plate Count (TPC) menurun drastis dari 150,2 × 10⁴ menjadi 38,1 × 10⁴ CFU/mL, yang menegaskan kemampuan sistem dalam mengurangi kontaminasi mikroba.

Secara keseluruhan, meskipun biofilter menunjukkan potensi dalam menurunkan beban mikroba, optimalisasi lebih lanjut masih diperlukan agar kinerjanya dapat ditingkatkan dalam menurunkan bahan organik maupun padatan terlarut.
The crocodile captivity facility in Dawuhan Kulon Village, Kedungbanteng The crocodile captivity in Dawuhan Kulon Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency generates wastewater that has the potential to pollute the surrounding environment. Although the facility is managed in accordance with existing regulations, untreated domestic wastewater discharged into water bodies can decrease water quality due to high organic content, coliform bacteria, and dissolved solids. This condition poses risks to public health, aquatic ecosystems, and conservation sustainability. To mitigate these impacts, a biofilter-based Wastewater Treatment Plant (WWTP) was constructed as a pollution control system.The aim of this study was to assess the quality of wastewater after biofilter treatment and to analyze the effectiveness of the system in reducing key pollutants. The research was conducted using a survey method with purposive sampling at the inlet and outlet of the WWTP, resulting in 24 water samples of 1 liter each. The main parameters measured were Biochemical Oxygen Demand (BOD₅), Total Dissolved Solids (TDS), and Most Probable Number (MPN) of coliforms, while pH, temperature, and Total Plate Count (TPC) were analyzed as supporting parameters. Data analysis included calculating mean values, inlet–outlet differences, and treatment efficiency, which were then compared with the environmental quality standards. The effectiveness of the biofilter was further tested using IBM SPSS with ANOVA (paired t-test), supported by the interpretation of secondary parameters.The results showed that the biofilter system reduced MPN by 30.2%, indicating moderate effectiveness in lowering pathogenic microorganisms. In contrast, BOD₅ increased from 2.2 to 2.4 mg/L with a negative efficiency of -9.1%, and TDS rose from 67.6 to 70.3 mg/L with a negative efficiency of -3.9%. These findings confirm that the system was less effective for organic matter and dissolved solids, and further improvements with advanced technologies such as reverse osmosis, nanofiltration, or membrane bioreactors are required. In addition, supporting parameters supported these results. The pH shifted slightly toward neutrality (7.82 to 7.96) and temperature remained stable (25.96 °C to 25.79 °C), both favorable for microbial activity. Most notably, the Total Plate Count (TPC) decreased substantially from 150.2 × 10⁴ to 38.1 × 10⁴ CFU/mL, reinforcing the system’s capacity to reduce microbial contamination. Overall, while the biofilter showed promise in lowering microbial loads, further optimization is necessary to improve its performance in reducing organic matter and dissolved solids.
4689550286L1C021025Variasi Suhu Permukaan Laut dan Nutrien Pada Fase Enso
Serta Dampaknya Terhadap Produktivitas Primer di Laut Sulawes
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi spasial-temporal suhu permukaan laut
(SPL) dan nutrien pada fase ENSO serta pengaruhnya terhadap produktivitas primer di
Laut Sulawesi selama periode 2013–2022. Data suhu, nutrien (nitrat, fosfat, silikat), dan
produktivitas primer dianalisis menggunakan metode Empirical Orthogonal Function
(EOF) serta korelasi dengan indeks ONI 3.4. Hasil menunjukkan bahwa SPL
memberikan kontribusi variansi tertinggi (83,29%) dengan pola penurunan suhu saat El
Niño dan peningkatan saat La Niña. Nutrien nitrat dan fosfat menurun saat El Niño,
sementara silikat mengalami peningkatan. Produktivitas primer menunjukkan
kecenderungan meningkat pada saat El Niño dan menurun pada saat La Niña, dengan
korelasi positif kuat terhadap nitrat dan fosfat, tetapi berkorelasi negatif terhadap silikat.
Hasil menunjukkan bahwa fenomena ENSO berperan penting dalam mengatur
variabilitas oseanografi dan produktivitas primer di Laut Sulawesi melalui perubahan
suhu permukaan laut dan distribusi nutrien.
Kata kunci: Suhu Permukaan Laut; Nutrien; ENSO; Produktivitas Primer; Laut
Sulawesi
This study aimed to analyze the spatial–temporal variation of sea surface temperature
(SST) and nutrients during the ENSO phase, as well as their effects on primary
productivity in the Sulawesi Sea during 2013–2022. Data on temperature, nutrients
(nitrate, phosphate, silicate), and primary productivity were analyzed using the Empirical
Orthogonal Function (EOF) method and correlation with the ONI 3.4 index. The results
showed that SST contributed the highest variance (83.29%) with a pattern of temperature
decrease during El Niño and increase during La Niña. Nitrate and phosphate decreased
during El Niño, while silicate increased. Primary productivity tended to increase during
El Niño and decrease during La Niña, showing a strong positive correlation with nitrate
and phosphate, but a negative correlation with silicate. The findings indicated that the
ENSO phenomenon played an important role in regulating oceanographic variability and
primary productivity in the Sulawesi Sea through changes in sea surface temperature and
nutrient distribution.
Key words: Sea Surface Temperature; Nutrients; ENSO; Primary Productivity; Sulawesi
Sea.
4689650287C1C021016PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT PADA PERUSAHAAN ASURANSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja keuangan dan corporate governance terhadap pengungkapan sustainability report. Sampel pada penelitian ini berjumlah 11 perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Teknik penetapan sampel pada penelitian ini mengunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Eviews 13. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Profitabilitas menunjukkan arah hubungan yang positif namun tidak signifikan terhadap pengungkapan sustainability report, (2) Likuiditas menunjukkan arah hubungan yang negatif dan tidak signifikan terhadap pengungkapan sustainability report, (3) Dewan komisaris independen menunjukkan arah hubungan yang negatif dan tidak signifikan terhadap pengungkapan sustainability report, (4) Komite audit menunjukkan arah hubungan yang positif namun tidak signifikan terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024.This study aims to examine the effect of financial performance and corporate governance on the disclosure of sustainability reports. The sample in this research consists of 11 insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. The sampling technique used in this study was purposive sampling. The analysis was conducted using EViews 13. The results of the study indicate that: (1) Profitability has a positive but insignificant effect on sustainability report disclosure, (2) Liquidity has a negative and insignificant effect on
sustainability report disclosure, (3) The proportion of independent commissioners has a negative and insignificant effect on sustainability report disclosure, (4) The audit committee has a positive but insignificant effect on sustainability report disclosure in insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020–2024 period
4689750288B1A021083Pengaruh Perlakuan Paklobutrazol terhadap Pertumbuhan Generatif dan Pembungaan Anggrek Phalaenopsis sp.Anggrek Phalaenopsis diharapkan dapat berbunga dalam jumlah banyak, serempak, dan berkesinambungan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah menggunakan aplikasi paklobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan generatif dan pembungaan pada tiga kultivar anggrek Phalaenopsis sp. dan mengetahui konsentrasi paklobutrazol yang optimal dalam memacu inisiasi pembungaan tiga kultivar anggrek Phalaenopsis sp. Manfaat penelitian ini antara lain untuk memberikan informasi ilmiah tentang konsentrasi paklobutrazol yang efektif untuk memacu pertumbuhan generatif dan pembungaan tiga kultivar anggrek Phalaenopsis sp. yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pembudidaya anggrek sehingga tanaman berbunga secara cepat dan serempak, untuk mememenuhi permintaan pasar.
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama berupa kultivar Phalaenopsis, no ID Pos 06, HBO 1678, dan PO 202. Faktor ke dua berupa konsentrasi paklobutrazol (0; 20; 40; 60 mg/L). Perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Variabel bebas yang dicobakan pada penelitian ini adalah konsentrasi paklobutrazol dan kultivar anggrek Phalaenopsis sp. Variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan generatif dan pembungaan. Variabel pertumbuhan generatif diamati dengan parameter waktu muncul spike, diameter spike, dan jumlah spike. Sementara itu, variabel pembungaan diamati dengan parameter waktu saat bunga pertama mekar, panjang tangkai bunga, panjang rangkaian bunga, panjang internodus tangkai bunga, panjang bunga, lebar bunga, panjang sepal dorsal, lebar sepal dorsal, panjang sepal lateral, lebar sepal lateral, panjang petal, lebar petal, dan jumlah kuntum. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf uji 0,05 dan 0,01. Hasil perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut dengan BNT pada taraf uji 0,05.
Hasil analisis menunjukkan bahwa aplikasi paklobutrazol pada konsentrasi 20 mg/L, 40 mg/L dan 60 mg/L tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan generatif dan pembungaan tiga kultivar anggrek Phalaenopsis sp. Ketiga konsentrasi paklobutrazol, termasuk 40 mg/L juga tidak dapat memacu inisiasi pembungaan tiga kultivar anggrek Phalaenopsis sp. secara optimal. Namun demikian, secara mandiri perlakuan jenis kultivar berpengaruh signifikan terhadap parameter waktu muncul, diameter spike, dan jumlah spike yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh genetik yang lebih dominan pada kultivar daripada perlakuan paklobutrazol dalam memicu fase awal pembungaan.
Phalaenopsis orchids are expected to flower in large quantities, simultaneously, and continuously. One approach that can be done to achieve this is the application of paclobutrazol on Phalaenopsis orchid plants. This study aimed to determine the effect of paclobutrazol application on generative growth and flowering in three Phalaenopsis cultivars and to determine the optimal concentration of paclobutrazol in spurring flowering initiation of three Phalaenopsis cultivars. The benefit of this reseacrh include providing information on the optimal paclobutrazol concentration for inducing generative growth and flowering across three cultivars of Phalaenopsis orchids. The outcomes aim to guide commercial growers in accelerating and synchronizing bloom cycles to better meet market demands and improve production efficiency.
This study was conducted experimentally with a Completely Randomized Design (CRD) with two-factors factorial treatment. The first factor was Phalaenopsis cultivars, no ID Post 06, HBO 1678 and PO 202. The second factor is the concentration of paklobutrazol (0; 20; 40; 60 mg/L). The treatment was replicated three times, resulting 36 experimental units. The independent variables were paklobutrazol concentration and Phalaenopsis sp. cultivar. The dependent variables observed were generative growth and flowering. The generative growth parameter were observed by the spike appearance time, the spike diameter, the number of spike, and the time when the first flower blooms. While the flowering parameter were observed by the flower stalk length, the flower arrangement length, the flower stalk internodus length, the flower length, the flower width, the dorsal sepal length, the dorsal sepal width, the lateral sepal length, the lateral sepal width, the petal length, the petal width, and the number of florets. The observational data were transformed and analyzed using analysis of variance (F-test) at the 0.05 and 0.01 significance levels, with treatments showing significant effects further evaluated using the Least Significant Difference (LSD) test at the 0.05 significance level.
The analysis results showed that the application of paclobutrazol at concentrations of 20 mg/L, 40 mg/L and 60 mg/L did not affect the generative growth and flowering of three Phalaenopsis sp. orchid cultivars. The three concentrations of paclobutrazol, including 40 mg/L, were also unable to optimally stimulate the initiation of flowering of three Phalaenopsis sp. orchid cultivars. However, independently, the cultivar type treatment significantly affected the parameters of emergence time, spike diameter, and number of spikes, indicating that there was a more dominant genetic influence on the cultivar than the paclobutrazol treatment in triggering the initial phase of flowering.
4689850038F1C021029Hubungan Penerapan Social Media Marketing dengan Brand Awareness Point Coffee (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2021-2024)Media sosial berperan penting dalam membangun brand awareness, termasuk di industri coffee shop. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dan arah hubungan social media marketing (SMM) dengan brand awareness Point Coffee menggunakan teori Uses and Effect. Dalam penelitian ini, SMM diukur melalui lima dimensi utama: entertainment, customization, interaction, eWOM, dan trendiness. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan populasi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2021–2024. Sampel sebanyak 84 responden ditentukan melalui rumus Slovin, dengan pengukuran skala rating 1–10. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif antara SMM dan brand awareness (r = 0,856; sig. 0,000 < 0,05), sementara uji regresi linear menunjukkan arah hubungan positif dengan koefisien regresi 0,463. Pada variabel SMM, dimensi customization (8,55) dan trendiness (8,39) mendapatkan skor tertinggi. Selanjutnya pada variabel brand awareness, recall (8,49) dan recognition (8,35) memperoleh skor tertinggi. Uji t mengungkapkan bahwa social media marketing memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan kekuatan tinggi (t hitung = 14,998 > t tabel = 1,989; Sig. 0,000 < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan social media marketing yang baik dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran merek secara signifikan. Disarankan agar Point Coffee mempertahankan keunggulan pada aspek customization dan trendiness serta mengoptimalkan dimensi lainnya untuk memperkuat brand awareness.Media sosial berperan penting dalam membangun brand awareness, termasuk di industri coffee shop. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dan arah hubungan social media marketing (SMM) dengan brand awareness Point Coffee menggunakan teori Uses and Effect. Dalam penelitian ini, SMM diukur melalui lima dimensi utama: entertainment, customization, interaction, eWOM, dan trendiness. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan populasi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2021–2024. Sampel sebanyak 84 responden ditentukan melalui rumus Slovin, dengan pengukuran skala rating 1–10. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif antara SMM dan brand awareness (r = 0,856; sig. 0,000 < 0,05), sementara uji regresi linear menunjukkan arah hubungan positif dengan koefisien regresi 0,463. Pada variabel SMM, dimensi customization (8,55) dan trendiness (8,39) mendapatkan skor tertinggi. Selanjutnya pada variabel brand awareness, recall (8,49) dan recognition (8,35) memperoleh skor tertinggi. Uji t mengungkapkan bahwa social media marketing memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan kekuatan tinggi (t hitung = 14,998 > t tabel = 1,989; Sig. 0,000 < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan social media marketing yang baik dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran merek secara signifikan. Disarankan agar Point Coffee mempertahankan keunggulan pada aspek customization dan trendiness serta mengoptimalkan dimensi lainnya untuk memperkuat brand awareness.

Abstract
Social media is important for building brand awareness, including in the coffee shop industry. This study aims to find out how strong and in what direction the relationship is between social media marketing (SMM) and brand awareness of Point Coffee, using the Uses and Effect theory. SMM was measured through five dimensions: entertainment, customization, interaction, eWOM, and trendiness. The research used an quantitative method with a population of Communication Science students at Universitas Jenderal Soedirman class of 2021–2024. A total of 84 respondents were selected using the Slovin formula, and answers were measured with a 1–10 rating scale. The Pearson correlation test showed a very strong and positive relationship between SMM and brand awareness (r = 0.856; sig. 0.000 < 0.05). The regression test showed a positive direction of the relationship, with a regression coefficient of 0.463. In SMM, customization (8.55) and trendiness (8.39) had the highest scores, while in brand awareness, recall (8.49) and recognition (8.35) were the highest. The t-test confirmed that SMM has a significant and strong positive relationship with brand awareness. The study suggests that Point Coffee should keep its strengths in customization and trendiness, while improving other areas to make brand awareness even stronger.
4689950289A1F021031Pendugaan Umur Simpan Cookies Temulawak dalam Kemasan Aluminium Foil dengan Metode ASLT Model ArrheniusCookies temulawak merupakan inovasi pengolahan temulawak (Curcuma xanthorrhiza R.) menjadi produk pangan fungsional dengan cita rasa yang dapat diterima masyarakat. Produk ini dikemas menggunakan aluminium foil yang mampu melindungi dari cahaya, kelembapan, dan kontaminasi mikroba. Namun, hingga kini belum tersedia informasi mengenai umur simpan cookies temulawak dalam kemasan aluminium foil, padahal data ini penting untuk menjamin mutu, keamanan, dan penerimaan konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menentukan umur simpan cookies temulawak dalam kemasan aluminium foil, yang dilakukan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) model Arrhenius. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui perubahan karakteristik fisikokimia dan sensori cookies temulawak dalam kemasan aluminium foil selama penyimpanan, dan 2) Mengetahui umur simpannya pada variasi suhu penyimpanan tertentu.
Faktor yang diteliti pada penelitian ini meliputi variasi suhu penyimpanan, yaitu suhu 35oC (T1), 45oC (T2), dan 55oC (T3), serta lama penyimpanan dengan 6 kali pengamatan (L1, L2, L3, L4, L5, L6). Produk disimpan selama 35 hari dan dianalisis setiap 7 hari. Parameter yang dianalisis adalah kadar air, kadar asam lemak bebas, kadar gula reduksi, kadar total fenol, kapasitas antioksidan, serta warna dan karakteristik sensori. Data hasil analisis diuji secara statistik menggunakan ANOVA Welch, Kruskall Wallis, dan Friedman dengan taraf signifikansi 5%.
Dari hasil pengujian diketahui bahwa selama penyimpanan, kadar air, kadar gula reduksi, kadar total fenol, kapasitas antioksidan, nilai warna L* dan b*, serta tingkat kesukaan panelis terhadap cookies temulawak mengalami penurunan, sedangkan kadar asam lemak bebas dan nilai warna a* menunjukkan peningkatan. Umur simpan cookies temulawak dalam kemasan aluminium foil pada suhu penyimpanan 35oC, 45oC, dan 55oC secara berurutan adalah 19, 16, dan 14 hari.
Temulawak cookies are an innovation in processing temulawak (Curcuma xanthorrhiza R.) into a functional food product with an acceptable taste for consumers. The product is packaged in aluminum foil, which protects it from light, moisture, and microbial contamination. However, information regarding the shelf life of temulawak cookies in this packaging is not yet available, although this data is crucial to ensure product quality, safety, and consumer acceptance. Therefore, this study was conducted to determine the shelf life of temulawak cookies packaged in aluminum foil using the Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) method with the Arrhenius model. This study aims to 1) Determine the changes in physicochemical and sensory characteristics of temulawak cookies during storage, and 2) Estimate their shelf life under different storage temperatures.
The factors examined in this study included storage temperature variations, namely 35oC (T1), 45oC (T2), and 55oC (T3), as well as storage duration with six observation points (L1, L2, L3, L4, L5, L6). The product was stored for 35 days and analyzed every 7 days. The parameters analyzed included moisture content, free fatty acid content, reducing sugar content, total phenolic content, free radical scavenging activity, color, and sensory characteristics.
The results showed that during storage, moisture content, reducing sugar content, total phenol content, antioxidant capacity, L* and b* color values, and the level of panelists’ acceptance of temulawak cookies decreased, while free fatty acid content and a* color value showed an increase. The shelf life of temulawak cookies in aluminum foil packaging at storage temperatures of 35oC, 45oC, and 55oC was 19, 16, and 14 days respectively.
4690050292L1A021038Parameter Pertumbuhan Ikan Selar Bentong (Selar crumenophthalmus, Bloch 1793) Yang Didaratkan di TPI Pelabuhan Perikanan Nusantara PekalonganPenelitian ini berjudul Parameter Pertumbuhan Ikan Selar Bentong (S.
crumenophthalmus, Bloch 1793) yang Didaratkan di TPI Pelabuhan Perikanan Nusantara
Pekalongan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis parameter pertumbuhan ikan selar
bentong (S. crumenophthalmus) yang didaratkan di TPI PPN Pekalongan yang meliputi
laju mortalitas, ukuran pertama kali tertangkap, dan pola rekruitmen. Data ikan sampel
dengan total 800 ekor ikan terdiri dari 373 ekor ikan betina dan 427 ekor ikan jantan
dilakukan pengukuran panjang total dan berat ikan sampel kemudian diolah
menggunakan Microsoft Excel dan software FISAT II versi 1.2.2. Hasil penelitian
menunjukkan nilai parameter pertumbuhan L∞: 29,75 cm , K: 1,01/tahun, dan t0:-
0,93/tahun. Nilai M sebesar 1,83/tahun, nilai Z sebesar 4,25/tahun, nilai F sebesar
2,42/tahun, dan nilai laju eksploitasi sebesar 0,56/tahun yang artinya fullyexploited.
Ukuran pertama kali tertangkap (Lc) sebesar 25,6 cm dan pola rekruitmen tertinggi
terdapat pada bulan Agustus sebesar 29,49%.
This research was entitled Growth Parameters of Bigeye Scad (S.
crumenophthalmus, Bloch 1793) Landed at PPN Pekalongan. The purpose of this study was
to analyze the growth parameters of bigeye scad (S. crumenophthalmus) landed at PPN
Pekalongan. Total samples collected from June-September 2024 were 373 female and 427
male. Total length and weight were measured and analyzed with Microsoft Excel and FISAT
II software version 1.2.2. The results showed the value of growth parameters L∞: 29,75 cm
, K: 1,01/year, dan t0:-0,93/year. The value of M is 1.83/year, the value of Z is 4.25/year, the
value of F is 2.42/year, and the value of the exploitation rate is 0.56/year which means fully exploited. The first caught size (Lc) was 25.6 cm and the highest recruitment pattern was in
August at 29.49%.