Artikelilmiahs
Menampilkan 46.981-47.000 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 46981 | 50366 | C1I019026 | The Influence of Good Corporate Governance and Green Accounting on The Performance of Mining Companies Listed on The Indonesia Stock Exchange | penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dan akuntansi hijau terhadap kinerja perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020 hingga 2024. Menggunakan kerangka teori sinyal, penelitian ini mempertimbangkan proksi GCG termasuk kepemilikan asing, kepemilikan manajemen, kepemilikan institusional, dan independensi komite audit, sementara akuntansi hijau diproksikan oleh biaya lingkungan dan kinerja lingkungan. Kinerja perusahaan diukur dengan Return on Equity (ROE), dengan harga komoditas sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan regresi data panel pada 10 perusahaan pertambangan yang dipilih secara purposif, dengan total 50 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajemen, kepemilikan institusional, dan biaya lingkungan secara signifikan meningkatkan kinerja, sementara kepemilikan asing, independensi komite audit, dan kinerja lingkungan tidak menunjukkan efek yang signifikan. Hal ini menyarankan bahwa tidak semua sinyal yang diberikan oleh perusahaan melalui praktik tata kelola dan lingkungan dipersepsikan secara sama oleh pasar. Implikasinya menekankan perlunya memperkuat kepemilikan manajemen dan institusional, serta memperlakukan biaya lingkungan sebagai investasi strategis | This study aims to analyse the influence of Good Corporate Governance (GCG) and green accounting on the performance of mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2020 to 2024. Using the signaling theory framework, this research considers GCG proxies including foreign ownership, managerial ownership, institutional ownership, and audit committee independence, while green accounting is proxied by environmental cost and environmental performance. Company performance is measure by Return on Equity (ROE), with commodity prices as a control variable. The research uses panel data regression on 10 purposively selected mining companies, with a total of 50 observations. The findings indicate that managerial ownership, institutional ownership, and environmental cost significantly improve performance, while foreign ownership, audit committee independence, and environmental performance don’t show a significant effect. This suggests that not all signals given by companies through governance and environmental practices are equally perceived by market. The implications emphasize strengthening managerial and institutional ownership and treating environmental cost as strategic investments. | |
| 46982 | 50379 | A1D019062 | Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis dan Tomat pada Pematah Angin Berbasis Sistem Pertanaman di Lahan Pasir Pantai Antar Musim | Pemanfaatan lahan pasir pantai sebagai media tanam hortikultura berpotensi mengatasi keterbatasan lahan pertanian, meskipun menghadapi cekaman lingkungan seperti salinitas dan angin kencang yang membawa garam. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh berbagai jenis pematah angin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (peka salinitas) dan kubis (tahan salinitas) pada dua musim berbeda (kemarau dan penghujan). Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah dengan tiga faktor: musim, jenis pematah angin, dan jenis tanaman. Hasil menunjukkan bahwa pematah angin plastik 1,5 m memberikan capaian tertinggi pada variabel jumlah bunga, bobot kering batang, bobot kering akar, dan bobot kering buah. Tanaman tomat memberikan hasil lebih baik pada parameter vegetatif dan generatif, sedangkan kubis unggul pada akar dan krop. Musim kemarau secara umum menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman lebih optimal dibandingkan musim penghujan. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi mikroklimat seperti pematah angin dalam meningkatkan produktivitas hortikultura di lahan marginal pesisir. | The utilization of beach sand land as a horticultural planting medium has the potential to overcome agricultural land limitations, despite facing environmental stresses such as salinity and strong winds carrying salt. This study aims to evaluate the effects of different types of windbreaks on the growth and yield of tomato (salinity-sensitive) and cabbage (salinity-resistant) crops in two different seasons (dry and rainy). The design used is a Split Plot with three factors: season, type of windbreak, and type of plant. The results show that a 1.5 m plastic windbreaker achieves the highest outcomes in the variables of flower count, dry weight of the stem, dry weight of the roots, and dry weight of the fruit. Tomato plants perform better in vegetative and generative parameters, while cabbage excels in root and head development. Generally, the dry season produces more optimal plant growth and yield compared to the rainy season. This research emphasizes the importance of microclimate strategies such as windbreaks in enhancing horticultural productivity on marginal coastal lands. | |
| 46983 | 50367 | B1B021031 | ETHNOBOTANICAL STUDY OF MEDICINAL PLANTS IN THE SAMBETAN RITUAL IN BUMIJAWA DISTRICT, TEGAL REGENCY | Pengobatan tradisional telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di daerah pedesaan, sebelum berkembangnya pengobatan modern. Praktik ini biasanya menggunakan tumbuhan obat, dengan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu tradisi yang menggabungkan pengobatan tradisional dan nilai budaya adalah Ritual Sambetan di Desa Batumirah, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan dalam ritual tersebut, cara pemanfaatannya, bagian tumbuhan yang dipakai, cara pengolahan, asal tumbuhan, serta manfaatnya. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tumbuhan obat tersebut, serta peran ritual ini dalam melestarikan budaya dan menjaga keanekaragaman hayati. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik snowball sampling untuk menemukan informan yang memiliki pengetahuan mendalam. Fokus penelitian meliputi jenis tumbuhan obat dalam Ritual Sambetan, bagian yang digunakan, cara pengolahan, khasiat, Asal pengambilan tumbuhan, serta upaya pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan beberapa metode kuantitatif, yaitu Use-Value (UV), Plant Part Use (PPU), Fidelity Level (FL), dan Index of Cultural Significance (ICS). Enam tumbuhan obat utama yang digunakan dalam Ritual Sambetan di Desa Batumirah adalah dringo (Acorus calamus), bengle (Zingiber montanum), Ginger (Zingiber officinale), bawang merah (Allium cepa), kelapa (Cocos nucifera), dan kayu putih (Melaleuca cajuputi). Bahan-bahan ini digunakan secara topikal setelah ditumbuk dan dicampur minyak, kemudian dioleskan pada tubuh untuk mengatasi demam, pegal-pegal, gangguan kondisi tubuh yang dipercaya berkaitan dengan aspek spiritual. Hasil analisis menunjukkan bahwa dringo dan bengle memiliki nilai penggunaan (UV) tertinggi (0,89 dan 0,84). Analisis PPU menunjukkan bahwa bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah rimpang dan daun (lebih dari 80% dari seluruh ramuan). Nilai FL yang tinggi pada dringo (88%) dan bengle (82%) menunjukkan adanya kesepakatan yang kuat dalam penggunaannya. Nilai ICS juga menunjukkan bahwa dringo adalah tumbuhan yang paling penting secara budaya. Pengetahuan ini masih banyak dikuasai oleh orang-orang tua dan belum sepenuhnya diteruskan ke generasi muda, meskipun upaya pelestarian seperti budidaya di rumah dan penyampaian lisan tetap dilakukan oleh masyarakat. | Traditional medicine has long been an integral part of life in Indonesian society, particularly in rural areas, preceding the advancement of modern medicine. This practice often involves the use of medicinal plants, with knowledge passed down through generations. One tradition that combines traditional medicine with cultural values is the Sambetan Ritual in Batumirah Village, Bumijawa District, Tegal Regency. This study aims to identify the diversity of medicinal plant species used in the ritual, explore their diversity and utilization including the parts used, processing methods, sourcing, and benefits and analyze the community's level of trust in the use of these plants in the ritual, as well as their contribution to cultural preservation and biodiversity conservation. This study employed a mixed-methods approach, combining quantitative and qualitative descriptive methods with surveys. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation, using snowball sampling to identify knowledgeable informants. It focused on plant diversity and utilization in the Sambetan Ritual, examining plant morphology, parts used, preparation methods, efficacy, sourcing, and community conservation efforts. Data analysis included descriptive identification of species/cultural significance and quantitative metrics: Use-Value (UV), Plant Part Use (PPU), Fidelity Level (FL), and Index of Cultural Significance (ICS). Six key medicinal plants are used in the Sambetan ritual: dringo (Acorus calamus), bengle (Zingiber montanum), ginger (Zingiber officinale), shallot (Allium cepa), coconut oil (Cocos nucifera), and cajuput oil (Melaleuca cajuputi). Applied topically after pounding and oil mixing, they treat fever, muscle aches, and spiritual imbalances. Quantitative analysis confirmed their cultural importance: dringo and bengle had the highest UV (0.89 and 0.84). PPU showed rhizomes/leaves were preferred (>80% of preparations). High FL values for dringo (88%) and bengle (82%) indicated strong consensus on their use, while ICS identified dringo as the most culturally significant. This knowledge is primarily preserved by elders, with limited intergenerational transmission; however, home cultivation and oral traditions help maintain its continuity. | |
| 46984 | 50368 | A1A018027 | Analisis Daya Saing Tembakau Indonesia di Pasar Internasional Serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya | Sektor pertanian memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional Indonesia, salah satunya melalui komoditas tembakau. Tembakau telah lama terintegrasi dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai produk konsumsi maupun sebagai bagian dari agribisnis, sehingga potensial untuk dikembangkan di pasar internasional. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kemampuan daya saing komoditas ini dalam menghadapi negara pesaing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing tembakau Indonesia di pasar internasional secara komparatif dan kompetitif, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dengan data sekunder perdagangan tembakau Indonesia ke lima negara tujuan ekspor utama, yaitu Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Nicaragua, dan Sri Lanka. Alat analisis yang digunakan meliputi Revealed Comparative Advantage (RCA), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Export Product Dynamics (EPD), serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara komparatif, daya saing tembakau Indonesia masih rendah, meskipun hasil analisis ISP memperlihatkan adanya spesialisasi ekspor yang memberikan potensi besar untuk menjadi pemasok tembakau di pasar internasional. Analisis EPD menunjukkan tren menurun, sehingga diperlukan strategi penguatan daya saing. Uji asumsi klasik menunjukkan bahwa volume ekspor, Produk Domestik Bruto (GDP) negara tujuan, serta nilai tukar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing, sedangkan harga tembakau Indonesia maupun harga tembakau dunia berpengaruh negatif signifikan. Temuan ini menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat posisi tembakau Indonesia di pasar global. | The agricultural sector plays a crucial role in Indonesia’s national economy, with tobacco being one of the key contributing commodities. Tobacco has long been integrated into Indonesian society, both as a consumer product and as part of the agribusiness sector, making it a potential commodity for international market expansion. However, the main challenge lies in its competitiveness against other producing countries. This study aims to analyze the competitiveness of Indonesian tobacco in the international market from both comparative and competitive perspectives, as well as to identify the factors influencing its competitiveness. The research applies a literature review method using secondary data on Indonesia’s tobacco trade with five main export destinations: the United States, the Netherlands, Germany, Nicaragua, and Sri Lanka. The analytical tools employed include Revealed Comparative Advantage (RCA), Trade Specialization Index (ISP), Export Product Dynamics (EPD), and classical assumption testing. The results reveal that Indonesia’s comparative competitiveness remains low, although the ISP analysis indicates an export specialization that reflects significant potential to position Indonesia as a major supplier in the global market. The EPD analysis shows a declining trend, highlighting the need for strategic measures to enhance competitiveness. Furthermore, the classical assumption testing demonstrates that export volume, destination countries’ Gross Domestic Product (GDP), and exchange rates have a positive and significant effect on competitiveness, while Indonesian tobacco prices and global tobacco prices exert a significant negative effect. These findings underline the importance of collaboration between the government and industry stakeholders to strengthen Indonesia’s tobacco position in the global market. | |
| 46985 | 50369 | H1D020051 | PERBANDINGAN PERFORMA INERTIA – VUE DAN BLADE TEMPLATE TERHADAP WEBSITE SISTEM INFORMASI SEEO DENGAN FRAMEWRORK LARAVEL 11 | Organisasi berskala kecil seperti Soedirman Engineering Entrepreneurship Organization dari Fakultas Teknik di Universitas Jenderal Soedirman yang memiliki kegiatan bisnis seringkali disibukan dengan urusan pengelolaan data dan informasi. Dengan perkembangan teknologi saat ini, banyak hal yang bisa diotomasi yang kemudian membawa peningkatkan produktivitas bisnis dan organisasi itu sendiri. Sistem informasi berbasis website dapat menjadi solusi yang realistis dan efektif, namun tidak semua teknologi sesuai kebutuhan dan ketersediaan sumber daya. Salah satu teknologi tersebut adalah Laravel yang menawarkan kerangka kerja siap pakai, dan umumnya menggunakan teknologi Blade Template sebagai frontend utama. Penelitian ini bertujuan menilai teknologi pengganti yang lebih canggih dan terbarukan yaitu InertiaJs sebagai penghubung antara backend Laravel dan frontend berbasis javascript seperti VueJs. Penilaian dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi ketika pengguna virtual dengan jumlah banyak melakukan request untuk pertama kalinya secara serentak. Setelah dilakukan simulasi didapatkan bahwa teknologi Blade Template lebih cepat sekitar 7% - 13% pada simulasi backend dengan tools Apache JMeter dan lebih cepat 400% - 900% pada simulasi hybrid dengan tools K6. Namun simulasi tersebut tidak mengukur cara kerja teknologi InertiaJs dan VueJs dengan tepat yang justru lebih baik menangani request kedua dan seterusnya bukan yang pertama. Meskipun hasil penelitian ini belum benar benar mengukur kelebihan InertiaJs dan VueJs, tetapi diketahui bahwa diperlukan kemampuan programer tingkat lanjut untuk bisa menggunakan teknologi InertiaJs dan VueJs secara efektif dan kelebihan InertiaJs, VueJs, dan teknologi dengan konsep Single Page Application lainnya efektif bekerja ketika pengguna melakukan lebih dari sekali request. | Small-scale organizations such as the Soedirman Engineering Entrepreneurship Organization from the Faculty of Engineering at Jenderal Soedirman University that have business activities are often busy with data and information management. With today's technological developments, many things can be automated, which then leads to an increase in the productivity of the business and the organization itself. A website-based information system can be a realistic and effective solution, but not all technologies are as needed and available as resources. One such technology is Laravel which offers a ready-to-use framework, and generally uses Blade Template technology as the main frontend. This study aims to assess a more advanced and renewable replacement technology, namely InertiaJs as a link between the Laravel backend and javascript-based frontend such as VueJs. The assessment was carried out by comparing the results of the simulation when a large number of virtual users made a request for the first time simultaneously. After the simulation was carried out, it was found that the Blade Template technology was around 7% - 13% faster in the backend simulation with the Apache JMeter tools and 400% - 900% faster in the hybrid simulation with the K6 tools. However, the simulation does not measure how InertiaJs and VueJs technology work precisely, which in fact better handles the second request and so on, not the first. Although the results of this study have not really measured the advantages of InertiaJs and VueJs, it is known that advanced programmers are needed to be able to use InertiaJs and VueJs technologies effectively and the advantages of InertiaJs, VueJs, and other technologies with the concept of Single Page Application effectively work when users make more than one request. | |
| 46986 | 50370 | K1A021026 | Kajian Adsorpsi Zat Warna Methyl Orange Menggunakan Hidrotalsit Ni/Al-Polyoxometalate | Zat warna methyl orange merupakan zat warna anionik azo yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan yang benar. Pengolahan zat warna methyl orange dapat dilakukan dengan metode adsorpsi. Hidrotalsit adalah mineral yang terbentuk melalui proses hidrotermal. Hidrotalsit digunakan sebagai adsorben karena memiliki kemampuan menyerap zat warna secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mensintesis hidrotalsit Ni/Al-Polyoxometalate dan mengetahui kondisi optimum adsorpsi methyl orange yang meliputi parameter pH, waktu kontak dan konsentrasi serta model kinetika dan isoterm adsorpsi dari zat warna methyl orange dengan hidrotalsit Ni/Al-Polyoxometalate. Hidrotalsit Ni/Al-Polyoxometalate berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi secara hidrotermal selama 15 jam pada suhu 100 °C. Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Berdasarkan penelitian ini diperoleh kondisi optimum adsorpsi methyl orange oleh hidrotalsit Ni/Al-Polyoxometalate pada pH 4, waktu kontak 40 menit dan konsentrasi adsorbat 40 ppm dengan persentase adsorpsi sebesar 98,537% dan kapasitas adsorpsi sebesar 39,41 mg/g. Persamaan kinetika adsorpsi mengikuti model kinetika pseudo orde dua dengan nilai R2 sebesar 0,9999, konstanta laju adsorpsi sebesar 0,1534 mg/g.menit dan nilai qe sebesar 18,52 mg/g. Isoterm adsorpsi mengikuti model isoterm Temkin dengan nilai R2 sebesar 0,9429; bT sebesar 131,072 kJ/mol; KT sebesar 1,48 x 1022 L/g dan E sebesar 127,110 kJ/mol. | Methyl orange dye is an anionic azo dye that can have a negative impact on the environment if discharged without proper treatment. The treatment of methyl orange dye can be done by adsorption method. Hydrotalcite is a mineral formed through a hydrothermal process. Hydrotalcite is used as an adsorbent because it has the ability to effectively and efficiently absorb dyes. This study aimed to synthesize Ni/Al-Polyoxometalate hydrotalcite and to determine the optimum adsorption conditions of methyl orange, including parameters such as pH, contact time, and concentration, as well as the kinetic and isotherm models of methyl orange dye adsorption with Ni/Al-Polyoxometalate hydrotalcite. Ni/Al-Polyoxometalate hydrotalcite was successfully synthesized by the coprecipitation hydrothermal method for 15 hours at 100 °C. The synthesis results were characterized using Fourier Transform Infra Red (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), and Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Based on this study, the optimum adsorption conditions for methyl orange by Ni/Al-Polyoxometalate hydrotalcite were obtained at pH 4, a contact time of 40 minutes, and an adsorbate concentration of 40 ppm. The adsorption kinetic equation followed the pseudo second order kinetic model with an R2 value of 0,9999, an adsorption rate constant of 0,1534 mg/g.minute, and a qe value of 18,52 mg/g. The adsorption isotherm followed the Temkin isotherm model with an R2 value of 0,9429; bT of 131,072 kJ/mol; KT of 1,48 x 1022 L/g, and E of 127,110 kJ/mol. | |
| 46987 | 50371 | A1D021090 | ASPEK PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) PADA SALINITAS UDARA DAN WAKTU PEMBILASAN AIR DALAM MEDIA TANAH PASIR PANTAI | Melon (Cucumis melo L.) adalah komoditas hortikultura bernilai tinggi, namun produksinya di Indonesia belum mencukupi permintaan pasar. Pemanfaatan lahan pasir pantai menjadi solusi alternatif, meskipun tantangan salinitas udara dari angin laut dapat menghambat fisiologi tanaman. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh salinitas udara dan waktu pembilasan terhadap pertumbuhan dan hasil melon di media pasir pantai. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu salinitas udara (0, 12, 24 mS/cm) dan faktor kedua adalah waktu pembilasan air (0, 45, 90 menit) dengan tiga kali ulangan. Variabel yang diamati antara lain variabel fisiologi, variabel pertumbuhan, dan variabel hasil. Salinitas udara memberikan pengaruh nyata pada variabel fisiologi dan variabel pertumbuhan. Waktu pembilasan memberikan pengaruh nyata pada variabel fisiologi dan variabel pertumbuhan. Interaksi antara keduanya memberikan pengaruh nyata pada variabel fisiologis. Hasil menunjukkan salinitas udara tinggi menurunkan kehijauan daun dan bobot segar batang. Waktu pembilasan langsung menurunkan kadar klorofil namun meningkatkan kerapatan stomata dan jumlah cabang. Interaksi antara salinitas udara dan waktu pembilasan menurunkan kadar klorofil namun meningkatkan akumulasi prolin sebagai respons adaptif terhadap stres salinitas. | Melon (Cucumis melo L.) is a high-value horticultural commodity, but its production in Indonesia is not yet sufficient to meet market demand. Utilization of coastal sand land is an alternative solution, although the challenge of air salinity from sea breezes can inhibit plant physiology. This study aims to examine the effect of air salinity and leaching time on the growth and yield of melons in coastal sand media. The study used a Split Plot Design with two factors. The first factor was air salinity (0, 12, 24 mS/cm) and the second factor was water leaching time (0, 45, 90 minutes) with three replications. The variables observed included physiological variables, growth variables, and yield variables. Air salinity had a significant effect on physiological variables and growth variables. Leaching time had a significant effect on physiological variables and growth variables. The interaction between the two had a significant effect on physiological variables. The results showed that high air salinity decreased leaf greenness and stem fresh weight. Direct leaching time decreased chlorophyll content but increased stomatal density and number of branches. The interaction between air salinity and leaching time decreases chlorophyll content but increases proline accumulation as an adaptive response to salinity stress. | |
| 46988 | 50374 | J0B021023 | Buku Panduan Berbahasa Mandarin Untuk Meningkatkan Pelayanan di Hotel Java Heritage Purwokerto | Artikel ini ini berjudul “Buku Panduan Berbahasa Mandarin Untuk Meningkatkan Pelayanan di Hotel Java Heritage Purwokerto”. Latar belakang artikel ini adalah karena tidak adanya media informasi berbahasa Mandarin di Hotel Java Heritage Purwokerto. Artikel bertujuan menghasilkan buku panduan berbahasa Mandarin untuk meningkatkan pelayanan di Hotel Java Heritage Purwokerto. Buku panduan ini berfungsi sebagai sumber informasi yang lengkap mencakup informasi pelayanan hotel, jenis gedung, dan fasilitas. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode wawancara, metode studi pustaka, metode jelajah internet. Penulis menerjemahkan buku panduan menggunakan metode penerjemahan komunikatif. Hasil artikel ini adalah buku panduan berbahasa Mandarin yang akan tersedia pada meja resepsionis Hotel Java Heritage. | This article is entitled "A Mandarin Guidebook to Improve Service at the Java Heritage Hotel in Purwokerto." The background of this article is due to the lack of Mandarin-language information at the Java Heritage Hotel in Purwokerto. The article aims to produce a Mandarin-language guidebook to improve service at the Java Heritage Hotel in Purwokerto. This guidebook serves as a comprehensive source of information covering hotel services, building types, and facilities. The data collection methods used were observation, interviews, library research, and internet browsing. The author translated the guidebook using the communicative translation method. The result of this article is a Mandarin-language guidebook that will be available at the reception desk of the Java Heritage Hotel. | |
| 46989 | 50375 | A1F021086 | Pengaruh Konsentrasi Starter dan Frekuensi Pengadukan Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Coconut Aminos | Coconut aminos merupakan kecap asin berbahan dasar nira kelapa yang difermentasi dengan metode fermentasi moromi. Coconut aminos merupakan solusi permasalahan kandungan alergen pada kecap kedelai sekaligus sebagai wujud pemanfaatan sumber daya dan representasi dari kearifan lokal yang ada di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Proses fermentasi moromi umumnya dilakukan secara spontan dan membutuhkan waktu yang lama. Penambahan starter pada proses ini dapat mempercepat waktu fermentasi. Adanya pengadukan selama proses fermentasi akan melancarkan proses fermentasi dengan meratakan substrat dan sel. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh konsentrasi starter terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris Coconut aminos, 2) Mengetahui pengaruh frekuensi pengadukan terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris Coconut aminos, 3) Mengetahui kombinasi dengan hasil terbaik antara perlakuan konsentrasi inokulum dan frekuensi pengadukan didasarkan pada aspek fisikokimia dan sensoris Coconut aminos. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 kombinasi perlakuan (4 konsentrasi starter: 0%, 5%, 10%, 15%; dan 3 frekuensi pengadukan: tanpa pengadukan, setiap hari, setiap 3 hari). Fermentasi moromi dilakukan dengan penambahan kadar garam sebanyak 20%. Fermentasi dilakukan pada wadah berupa kendi tanah liat dengan durasi fermentasi selama 30 hari. Proses dilanjutkan dengan pemasakan hingga mencapai TPT ±50°brix. Analisis kimia yang dilakukan meliputi pH, TPT, kadar gula reduksi, kadar gula total, protein terlarut, jumlah mikroba, kadar air produk, serta uji sensoris dengan metode uji mutu hedonik dan uji hedonik. Analisis data dilakukan dengan software SPSS Statistics version 27 dengan uji Two-Way ANOVA, Uji Friedman, Uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), dan Uji lanjut Wilcoxon Signed Rank. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, konsentrasi starter berpengaruh nyata terhadap pH, Total Padatan Terlarut (TPT), gula reduksi, protein terlarut, dan jumlah mikroba selama fermentasi. Selama fermentasi, konsentrasi starter berpengaruh pada penurunan nilai pH, TPT, gula reduksi, dan protein terlarut, diakibatkan adanya aktivitas mikroba seperti pembentukan asam organik, pemecahan kadar gula, aktivitas enzim invertase dan enzim protease. Semakin tinggi konsentrasi starter, semakin intensif aktivitas mikroba yang terjadi. Konsentrasi starter berpengaruh pada jumlah mikroba yang berkaitan dengan fase kehidupan mikroba selama fase fermentasi. Semakin tinggi konsentrasi starter yang digunakan, semakin memperpendek fase lag mikroba dan langusng masuk ke fase pertumbuhan. Frekuensi pengadukan berpengaruh nyata terhadap gula reduksi dan protein terlarut selama fermentasi, serta kadar gula reduksi dan kadar gula total produk Coconut aminos. Perlakuan tanpa pengadukan menghasilkan kadar gula reduksi dan protein terlarut yang paling tinggi selama fermentasi dibandingkan frekuensi pengadukan lainnya. Pada produk Coconut aminos, kadar gula reduksi dan kadar gula total paling tinggi juga didapatkan oleh perlakuan tanpa pengadukan. Kombinasi perlakuan berpengaruh pada atribut sensoris seperti warna, aroma, rasa asin, rasa manis, dan kekentalan. Sampel yang mendapatkan penilaian kesukaan keseluruhan paling tinggi oleh panelis adalah sampel dengan konsentrasi 5% dan tanpa pengadukan. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi starter 5% tanpa pengadukan, dengan kadar garam 22,52% dan kadar protein total 0,8%. | Coconut aminos is a soy sauce made from coconut sap fermented using the moromi fermentation method. Coconut aminos is a solution to the problem of allergen content in soy sauce as well as a form of resource utilization and a representation of local wisdom in the Banyumas area and its surroundings. The moromi fermentation process is generally carried out spontaneously and requires a long time. The addition of a starter in this process can accelerate the fermentation time. Stirring during the fermentation process will facilitate fermentation by evenly distributing the substrate and cells. This research aims to: 1) Determine the effect of starter concentration on the physicochemical and sensory characteristics of Coconut aminos, 2) Determine the effect of stirring frequency on the physicochemical and sensory characteristics of Coconut aminos, 3) Determine the best combination between starter concentration and stirring frequency treatments based on the physicochemical and sensory aspects of Coconut aminos. This research used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 12 treatment combinations (4 starter concentrations: 0%, 5%, 10%, 15%; and 3 stirring frequencies: without stirring, daily, every 3 days). Moromi fermentation was carried out with the addition of 20% salt concentration. Fermentation was conducted in clay jar containers with a fermentation duration of 30 days. The process was continued with heating until reaching TSS (Total Soluble Solids) ±50°Brix. Chemical analyses conducted included pH, TSS, reducing sugar content, total sugar content, soluble protein, microbial count, moisture content of the product, as well as sensory tests using hedonic quality test and hedonic test methods. Data analysis was conducted using SPSS Statistics version 27 with Two-Way ANOVA test, Friedman test, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), and Wilcoxon Signed Rank test. Based on the research conducted, starter concentration significantly affected pH, Total Soluble Solids (TSS), reducing sugar, soluble protein, and microbial count during fermentation. During fermentation, starter concentration affected the decrease in pH, TSS, reducing sugar, and soluble protein, caused by microbial activity such as organic acid formation, sugar breakdown, and the activity of invertase and protease enzymes. The higher the starter concentration, the more intensive the microbial activity that occurred. Starter concentration affected microbial count related to the microbial life phases during fermentation. The higher the starter concentration used, the shorter the microbial lag phase, and directly entering the growth phase. Stirring frequency significantly affected reducing sugar and soluble protein during fermentation, as well as the reducing sugar and total sugar content of the Coconut aminos product. Treatments without stirring produced the highest reducing sugar and soluble protein content during fermentation compared to other stirring frequencies. In the Coconut aminos product, the highest reducing sugar and total sugar content was also obtained from the treatment without stirring. The combination treatment affected sensory attributes such as color, aroma, salty taste, sweet taste, and viscosity. The sample that received the highest overall liking score by panelists was the sample with 5% starter concentration and without stirring. The best treatment was obtained at 5% starter concentration without stirring, with a salt content of 22.52% and total protein content of 0.8%. | |
| 46990 | 50376 | I1A021082 | Determinan Ability to Seek Layanan Kesehatan Mental pada Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Prevalensi gangguan mental di Indonesia mengalami peningkatan. Berdasarkan data Riskesdas, angka prevalensi gangguan mental meningkat dari 6% (2013) menjadi 9,9% (2018). Permasalahan kesehatan mental juga dialami mahasiswa FIKes UNSOED, dimana 83,3% mahasiswa mengalami gejala permasalahan kesehatan mental. Akan tetapi, proporsi akses layanan kesehatan mental pada mahasiswa FIKes UNSOED hanya mencapai 13,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan ability to seek layanan kesehatan mental pada mahasiswa fakultas tersebut. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dianalisis secara univariat, kemudian dilanjutkan analisis bivariat dengan uji chi-square, dan diakhiri dengan uji multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Sampel pada penelitian ini berjumlah 102 mahasiswa FIKes UNSOED angkatan 2022-2024 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Hasil Penelitian: Variabel yang diteliti pada penelitian ini, antara lain literasi kesehatan (nilai p = 0,981), kepercayaan (nilai p = 0,730), stigma (nilai p = 0,649), jenis kelamin (nilai p = 0,258), dan kebebasan mengambil keputusan (nilai p = 0,004). Variabel yang paling berpengaruh terhadap ability to seek layanan kesehatan mental pada mahasiswa FIKes UNSOED adalah kebebasan mengambil keputusan dengan nilai odds ratio sebesar 3,344. Kesimpulan: Peningkatan literasi kesehatan dan akses informasi layanan kesehatan berperan dalam meningkatkan ability to seek layanan kesehatan mental pada mahasiswa. Fasilitas kesehatan mental yang mudah dijangkau, fleksibel, dan anonimitas dapat mendukung mahasiswa untuk memutuskan mencari bantuan psikologis. | Background: The prevalence of mental disorders in Indonesia has been increasing. Based on Riskesdas data, the prevalence rose from 6% (2013) to 9,9% (2018). Mental health problems are also experienced by FIKes UNSOED students, where 83,3% reported symptoms of mental health issues. However, the proportion of access to mental health services among FIKes UNSOED students was only 13,3%. This study aims to identify the determinants of the ability to seek mental health services among students of the faculty. Methodology: This research applied a quantitative approach with a cross-sectional study design. Data were analyzed using univariate analysis, followed by bivariate analysis with the chi-square test, and finally multivariate analysis using multiple logistic regression. The sample consisted of 102 FIKes UNSOED 2022-2024 students, selected through proportionate stratified random sampling. Results: The variables examined in this study, included health literacy (p-value = 0,981), trust (p-value = 0,730), stigma (p-value = 0,649), gender (p -value = 0,258), and autonomy (p-value = 0,004). The most influential factor on the ability to seek mental health services among FIKes UNSOED students was autonomy, with an odds ratio of 3,344. Conclucion: Increasing health literacy and access to information on mental health services play a role in enhancing students’ ability to seek mental health services. Mental health services that are accesible, flexible, and anonymous can support students in deciding to seek psychological help. | |
| 46991 | 50377 | K1C018033 | IDENTIFIKASI POTENSI STRONSIUM FERIT SILIKA SEBAGAI PENYERAP GELOMBANG MIKRO BERBAHAN DASAR SEKAM PADI DAN PASIR BESI CILACAP | Pancaran gelombang mikro yang semakin banyak dapat menyebabkan gangguan sinyal elektromagnetik yang dapat mempengaruhi kinerja alat yang berada di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik material penyerap gelombang mikro berbasis stronsium ferit dengan doping silika dengan variasi konsentrasi sebesar 0, 0,05, 0,10, dan 0,15 mol yang dibuat menggunakan metode solid state reaction. Penambahan doping silika menpengaruhi struktur kristal, sifat magnetik dan ukuran kristal material . Terbentuk tiga fasa kristal yaitu SrFe12O19 dengan struktur kristal hexagonal, SiO2 dengan struktur kristal hexagonal, dan Fe2O3 dengan struktur kristal rombohedral. Ukuran kristal SrFeSiO berkisar pada 39,4 hingga 44,5 nm. Hasil karakterisasi VSM menunjukkan material SrFe-SiO2 bersifat soft magnetik dan termasuk dalam bahan superparamagnetic. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan ukuran partikel pada material SrFeSiO (di atas 1 μm) akan menurunkan medan koersivitasnya sehingga berpotensi menghasilkan penyerapan gelombang mikro lebih optimal. | The increasing proliferation of microwave radiation can cause electromagnetic signal interference that may affect the performance of devices in the surrounding environment. This study aims to investigate the characteristics of microwave-absorbing materials based on strontium ferrite doped with silica at concentrations of 0, 0,05, 0,10, and 0,15 mol, synthesized using the solid state reaction method. The addition of silica doping influences the crystal structure, magnetic properties, and crystal size of the material. Three crystalline phases are formed: SrFe12O19 with a hexagonal crystal structure, SiO2 with a hexagonal crystal structure, and Fe2O3 with a rhombohedral crystal structure. The crystal size of SrFeSiO ranges from 39,4 to 44,5 nm. VSM characterization results indicate that SrFe-SiO2 materials exhibit soft magnetic properties and belong to superparamagnetic materials. SEM characterization shows that particle sizes in SrFeSiO materials (above 1 μm) can reduce their coercivity field, potentially enhancing microwave absorption efficiency. | |
| 46992 | 50378 | J1D021034 | Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Pemberitaan Kepala Desa Terkait Dugaan Korupsi Dana Bantuan di Kompas.com dan Mengomparasikan dengan Detik.com | Penelitian ini menganalisis pemberitaan kasus dugaan korupsi dana bantuan oleh kepala desa di Kompas.com dan Detik.com dengan menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough pada dimensi teks (representasi, relasi, identitas). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan strategi wacana: Kompas.com formal dan berhati-hati dengan menekankan institusi hukum dan prosedural, sementara Detik.com lebih dinamis dengan menonjolkan suara masyarakat dan konflik lokal. Representasi aktor, relasi antaraktor, dan identitas kepala desa ditampilkan berbeda, namun keduanya sama-sama mengonstruksi kepala desa secara negatif. Disimpulkan bahwa pemberitaan tidak hanya memberi informasi, tetapi juga membentuk opini publik, sehingga analisis wacana kritis penting untuk mengungkap kepentingan ideologis di balik teks berita. | This study analyzes the news coverage of the alleged corruption of aid funds by a village head on Kompas.com and Detik.com using Norman Fairclough's critical discourse analysis on the text dimensions (representation, relations, identity). The results show differences in discourse strategies: Kompas.com is formal and cautious by emphasizing legal and procedural institutions, while Detik.com is more dynamic by highlighting community voices and local conflicts. The representation of actors, relations between actors, and the identity of the village head are presented differently, but both construct the village head negatively. It is concluded that news reporting not only provides information but also shapes public opinion, so critical discourse analysis is important to uncover the ideological interests behind the news text. | |
| 46993 | 50380 | K1C021013 | RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL OTOMATIS DISTRIBUSI GAS MENGGUNAKAN KONTROLER ON-OFF BERBASIS ARDUINO UNO | Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol otomatis distribusi gas berbasis sensor tekanan MPX5700AP dan mikrokontroler Arduino Uno menggunakan metode kontrol on-off. Sistem ini mengatur aliran gas dari tabung sumber gas menuju tabung penampung berdasarkan setpoint tekanan yang telah ditentukan, yaitu batas bawah dan batas atas. Ketika tekanan mencapai batas atas, solenoid valve akan terbuka untuk mengalirkan gas, dan akan menutup kembali ketika tekanan turun hingga batas bawah. Data yang diukur meliputi tekanan gas, status solenoid valve, dan waktu operasi yang dicatat secara real-time menggunakan modul RTC DS1302, yang berfungsi untuk menampilkan dan merekam waktu aktual pada LCD I2C dan Serial Monitor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga tekanan dalam kisaran 104,2 kPa hingga 113,3 kPa. Penerapan sistem ini dapat meningkatkan efisiensi pengaturan distribusi gas dan memastikan kestabilan tekanan secara otomatis. | This study aims to design and implement an automatic gas distribution control system based on the MPX5700AP pressure sensor and Arduino Uno microcontroller using the on-off control method. The system regulates gas flow from the gas source cylinder to the storage cylinder based on predetermined pressure setpoints, namely the lower and upper limits. When the pressure reaches the upper limit, the solenoid valve opens to release gas, and it closes again when the pressure drops to the lower limit. The measured data include gas pressure, solenoid valve status, and operating time recorded in real-time using the RTC DS1302 module, which functions to display and log the actual time on the I2C LCD and Serial Monitor. Test results show that the system can maintain pressure within the range of 104.2 kPa to 113.3 kPa. The implementation of this system can improve the efficiency of gas distribution control and ensure stable pressure automatically. | |
| 46994 | 50381 | A1F021007 | Pemberian Yoghurt Susu Jagung dengan Penambahan Spirulina, Isolat Protein Kedelai, dan Bubuk Kulit Buah Naga Merah pada Tikus Hiperkolesterolemia | Penyakit degeneratif termasuk penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh hiperkolesterolemia. Untuk menanganinya dapat dilakukan pengobatan statin, namun memiliki efek samping jika digunakan jangka panjang, sehingga diperlukan supply serat pangan dan antioksidan sebagai upaya alternatif. Salah satu produk fungsional yang dikembangkan yaitu yoghurt susu jagung dengan penambahan spirulina, isolat protein, dan bubuk kulit buah naga merah. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengkaji karakteristik fisikokimia dan sensori yoghurt susu jagung dengan penambahan spirulina, isolat protein kedelai, dan bubuk kulit buah naga merah. 2) Mengkaji pengaruh pemberian yoghurt susu jagung dengan penambahan spirulina, isolat protein kedelai, dan bubuk kulit buah naga merah terhadap berat badan, tekanan darah, MDA, dan profil lipid tikus hiperkolesterolemia. Penelitian ini dilakukan 2 tahap. Variabel yang diamati pada penelitian tahap 1 yaitu penyiapan yoghurt susu jagung meliputi sifat fisikokimia dan sensori yoghurt susu jagung dengan penambahan spirulina, isolat protein kedelai, dan bubuk kulit buah naga merah sebagai sampel pangan uji. Sifat fisikokimia yang diamati terdiri dari kadar protein, lemak, air, abu, karbohidrat, serat pangan, antioksidan, viskositas, sineresis, bakteri asam laktat (BAL), nilai pH, serta analisis sensori yoghurt susu jagung berupa uji hedonik meliputi warna, rasa, aroma, tekstur, dan kesukaan keseluruhan (overall). Variabel yang diamati dalam penelitian tahap 2 yaitu intervensi yoghurt susu jagung C1, C2, dan C4 pada tikus percobaan, meliputi berat badan tikus, pengukuran tekanan darah, kolesterol total plasma, trigliserida plasma, kadar HDL dan LDL plasma, dan kadar MDA. Hasil penelitian tahap 1 pada karakteristik fisikokimia menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan bubuk kulit buah naga merah pada yoghurt susu jagung dengan spirulina dan isolat protein kedelai, maka akan semakin rendah kadar air, karbohidrat, sineresis, dan total bakteri asam laktat (BAL), namun akan semakin tinggi pada kadar abu, lemak protein, serat pangan, aktivitas antioksidan, viskositas, dan nilai pH. Sedangkan pada karakteristik sensori menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan bubuk kulit buah naga merah, maka akan semakin rendah skor kesukaan panelis. Pada penelitian tahap 2 menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan bubuk kulit buah naga pada yoghurt susu jagung dengan spirulina dan isolat protein kedelai, maka akan semakin menurunkan resiko kenaikan badan berlebih dan memperbaiki profil lipid tikus hiperkolesterolemia. | Degenerative diseases include cardiovascular diseases caused by hypercholesterolemia. Statin treatment can be used to manage this condition, but it has side effects when used long-term, so dietary fiber and antioxidants are needed as alternative measures. One functional product developed is corn milk yogurt with added spirulina, soy protein isolate, and red dragon fruit peel powder. The objectives of this study are: 1) To examine the physicochemical and sensory characteristics of corn milk yogurt with added spirulina, soy protein isolate, and red dragon fruit peel powder. 2) To examine the effects of corn milk yogurt with added spirulina, soy protein isolate, and red dragon fruit peel powder on body weight, blood pressure, MDA, and lipid profiles in hypercholesterolemic rats. This study was conducted in two stages. The variables observed in stage 1 of the study were the preparation of corn milk yogurt, including the physicochemical and sensory properties of corn milk yogurt with the addition of spirulina, soy protein isolate, and red dragon fruit peel powder as food samples. The physicochemical properties observed included protein content, fat, moisture, ash, carbohydrates, dietary fiber, antioxidants, viscosity, syneresis, lactic acid bacteria (LAB), pH value, and sensory analysis of corn milk yogurt in the form of hedonic testing, including color, taste, aroma, texture, and overall preference. The variables observed in the second phase of the study, which involved the intervention of corn milk yogurt C1, C2, and C4 on experimental mice, included mouse body weight, blood pressure measurements, total plasma cholesterol, plasma triglycerides, plasma HDL and LDL levels, and MDA levels. The results of phase 1 research on physicochemical characteristics indicate that the higher the addition of red dragon fruit peel powder to corn milk yogurt with spirulina and soy protein isolate, the lower the water content, carbohydrates, syneresis, and total lactic acid bacteria (LAB) content, but the higher the ash content, protein fat, dietary fiber, antioxidant activity, viscosity, and pH value. Meanwhile, sensory characteristics indicate that the more red dragon fruit peel powder is added, the lower the panelists' liking scores. In the second phase of the study, it was found that the higher the addition of red dragon fruit peel powder to corn milk yogurt with spirulina and soy protein isolate, the lower the risk of excessive weight gain and the better the lipid profile of hypercholesterolemic rats. | |
| 46995 | 50245 | B1A021016 | Pengaruh Asap Cair Tempurung Kelapa, Sekam, dan Kayu Jati terhadap Penekanan Intensitas Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Bawang Merah | Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satu penyakit yang timbul pada budidaya bawang merah adalah penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Pengendalian penyakit layu fusarium pada bawang merah dapat dilakukan dengan penggunaan asap cair. Kandungan utama dalam asap cair berupa fenol, asam dan karbonil memiliki sifat antimikroba dan antioksidan. Efektivitas asap cair dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi asap cair yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis asap cair dari tempurung kelapa, sekam, dan kayu jati dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan jamur Fusarium sp., mengetahui kemampuan asap cair dalam menekan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah, dan mengetahui kombinasi jenis dan konsentrasi asap cair yang optimal dalam menekan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi, dan Green House Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa bahwa perlakuan asap cair tempurung kelapa 2% dan 3% menghasilkan indeks antijamur 100%, asap cair dari sekam 3% sebesar 30,72%, dan asap cair kayu jati 3% sebesar 100%. Sementara itu, pada uji in plantae menunjukkan bahwa asap cair tempurung kelapa 2% memiliki pengaruh terbaik dalam menekan penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah. Perlakuan asap cair sekam 3% dan kayu jati 3% juga masih mampu menekan penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah, namun efektivitasnya tidak sebaik asap cair tempurung kelapa 2%. | Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity with high economic value. One of the diseases that occurs in shallot cultivation is fusarium wilt, which is caused byFusarium oxysporum. Fusarium wilt disease in shallots can be controlled using liquid smoke. The main components of liquid smoke, phenols, acids, and carbonyls, have antimicrobial and antioxidant properties. The effectiveness of liquid smoke is influenced by the type and concentration of liquid smoke used. This study aimed to determine the effect of liquid smoke from coconut shells, rice husks, and teak wood at different concentrations on fungal growth. Fusariumsp., to determine the ability of liquid smoke to suppress the intensity of fusarium wilt disease in shallot plants, and to determine the optimal combination of types and concentrations of liquid smoke to suppress the intensity of fusarium wilt disease in shallot plants. This research was conducted in the Mycology and Phytopathology Laboratory, andGreen HouseFaculty of Biology, Jenderal Soedirman University, using an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD). The test results in vitro showed that the treatment of 2% and 3% coconut shell liquid smoke produced an antifungal index of 100%, 3% liquid smoke from rice husks produced 30.72%, and 3% teak wood liquid smoke produced 100%. Meanwhile, the test results in plantae showed that 2% coconut shell liquid smoke had the best effect in suppressing fusarium wilt in shallots. Treatments with 3% rice husk liquid smoke and 3% teak wood were also able to suppress fusarium wilt in shallots, but their effectiveness was not as good as 2% coconut shell liquid smoke | |
| 46996 | 50382 | E1B019009 | ENFORCEMENT OF CRIMINAL LAW AGAINST ONLINE GAMBLING PERPETRATORS (A Study in the Jurisdiction of Cempaka Putih Police Sector, Central Jakarta) | Judi online adalah praktik perjudian yang dilakukan melalui internet menggunakan perangkat seperti komputer atau ponsel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana judi online oleh Polsek Cempaka Putih Jakarta Pusat dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi Kepolisian dalam penegakan hukum tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Lokasi penelitian berada di wilayah hukum Polsek Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Jenis data yang digunakan adalah data primer (wawancara) dan sekunder (penelusuran pustaka terhadap peraturan perundang-undangan). Data disajikan secara naratif dan dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan penelitian, penegakan hukum terhadap tindak pidana judi online oleh Polsek Cempaka Putih Jakarta Pusat melibatkan patroli, pengumpulan bukti, dan penyidikan jika bukti cukup, sesuai Pasal 33 Ayat (1) KUHAP. Penggeledahan dapat dilakukan sesuai ketentuan, sementara penahanan hanya berlaku untuk kasus dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun (Pasal 1 angka 21 dan Pasal 21 Ayat (1) KUHAP). Tindak pidana judi online diatur dalam Pasal 27 Ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 (Perubahan UU No. 11 Tahun 2008) tentang ITE, dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda hingga Rp1.000.000.000,00 (Pasal 45 Ayat (2) UU ITE). Hambatan dalam penegakan hukum meliputi: 1) Struktur Hukum: a) Kurangnya pelatihan penegak hukum dan kesulitan melacak teknologi pelaku serta bukti dari server internasional; b) Keterbatasan teknologi investigasi, penggunaan server luar negeri, dan VPN yang mengaburkan jejak digital serta menghambat kerja sama internasional. 2) Kultur Hukum: Kurangnya kesadaran hukum masyarakat mengenai risiko judi online menghambat pencegahan dan penegakan hukum, dengan masyarakat cenderung mengabaikan regulasi dan enggan melapor atau bekerja sama. | Online gambling is the practice of betting conducted over the internet using devices such as computers or smartphones. This study aims to analyze the enforcement of law against online gambling offenders by the Cempaka Putih Police Station in Central Jakarta, as well as to identify the obstacles faced by the police in enforcing these laws. The research employs a juridical-sociological approach with a prescriptive-analytical research specification. The study is located within the jurisdiction of the Cempaka Putih Police Station, Central Jakarta. Primary data was obtained through interviews, while secondary data was gathered through library research on relevant legislation. The data is presented narratively and analyzed qualitatively in a normative manner. The findings show that law enforcement against online gambling involves patrols, evidence collection, and investigation if sufficient evidence is found, in accordance with Article 33 Paragraph (1) of the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP). Searches may be conducted according to legal provisions, while detention is only applicable in cases with penalties exceeding five years (Articles 1, paragraph 21, and 21, paragraph 1 of KUHAP). Online gambling is regulated under Article 27, Paragraph (2) of Law No. 19 of 2016 (Amendment to Law No. 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions), with penalties of up to six years of imprisonment and/or a fine of up to IDR 1,000,000,000 (Article 45, Paragraph 2 of the ITE Law). Barriers to law enforcement include: 1) Structural Issues: a) Lack of law enforcement training and difficulties in tracking technology used by offenders and obtaining evidence from international servers; b) Limitations in investigative technology, the use of foreign servers, and VPNs that obscure digital traces and hinder international cooperation. 2) Cultural Issues: A lack of public awareness of the risks of online gambling, which hampers prevention and law enforcement, as society tends to disregard regulations and is reluctant to report or cooperate with authorities. | |
| 46997 | 50383 | E1A018197 | DISPARITAS PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA ABORSI (Studi Kasus Putusan No.181/Pid.Sus/2017/PN.Amb Dan Putusan No. 161/Pid.Sus/2018/PN.Amb) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya praktik aborsi ilegal di Indonesia yang dilakukan tanpa indikasi medis yang sah, baik oleh tenaga medis maupun non-medis. Fokus utama dalam penelitian ini adalah adanya disparitas dalam putusan hakim terhadap dua perkara tindak pidana aborsi, yakni Putusan Nomor 181/Pid.Sus/2017/PN.Amb dan Putusan Nomor 161/Pid.Sus/2018/PN.Amb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap dua perkara tersebut serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya disparitas pemidanaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam penjatuhan pidana pada kedua kasus tersebut. Dalam Putusan No. 181/Pid.Sus/2017/PN.Amb, terdakwa dijatuhi pidana 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp300.000.000,00, sedangkan dalam Putusan No. 161/Pid.Sus/2018/PN.Amb, terdakwa hanya dijatuhi pidana 2 tahun 3 bulan penjara dengan denda yang sama. Disparitas tersebut dipengaruhi oleh perbedaan peran terdakwa, motif, serta faktor yang meringankan maupun memberatkan. Hakim mempertimbangkan asas individualisasi pidana dan menggunakan teori pemidanaan serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun perbedaan putusan dapat dibenarkan secara hukum, disparitas yang terlalu jauh dapat mengganggu rasa keadilan masyarakat dan menimbulkan ketidakpastian hukum. Oleh karena itu, diperlukan pedoman pemidanaan yang mengikat guna mendorong konsistensi dan transparansi dalam sistem peradilan pidana. | This research is motivated by the ongoing prevalence of illegal abortion practices in Indonesia, carried out without legitimate medical indications, both by medical and non-medical personnel. The primary focus of this research is the disparity in judicial decisions regarding two criminal abortion cases, namely Decision No. 181/Pid.Sus/2017/PN.Amb and Decision No. 161/Pid.Sus/2018/PN.Amb. The aim of this study is to analyze the legal considerations of judges in delivering sentences in the two cases and to identify the factors that led to sentencing disparities. This research employs a normative juridical approach with a legal-normative research specification. The results of the study indicate that there is a significant difference in sentencing of the two cases. In Decision No. 181/Pid.Sus/2017/PN.Amb, the defendant was sentenced to 4 years and 6 months in prison and a fine of IDR 300,000,000.00, while in Decision No. 161/Pid.Sus/2018/PN.Amb, the defendant received only 2 years and 3 months of imprisonment with the same fine. The disparity is influenced by the defendants’ differing roles, motives, and the mitigating and aggravating factors considered by the judge. The judges applied the principle of individualized sentencing and referred to sentencing theories and judicial reasoning in rendering their verdicts.This study concludes that while differences in sentencing can be legally justified, excessive disparities may harm the sense of justice in society and create legal uncertainty. Therefore, the implementation of binding sentencing guidelines is necessary to encourage consistency and transparency in the criminal justice system. | |
| 46998 | 50319 | A1G021005 | Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi dan Pengaruhnya terhadap Produksi Padi di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. | Padi merupakan salah satu sumber makanan pokok masyarakat Indonesia dan merupakan komoditas strategis tanaman pangan yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan. Usahatani padi tentu memerlukan sarana produksi pertanian, salah satunya adalah pupuk. pupuk merupakan salah satu sarana pertanian yang memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian demi peningkatan hasil produksi pertanian. Pupuk yang seringkali digunakan dalam ushatani padi adalah pupuk organik. Pemerintah terus menghimbau penggunaan pupuk secara efisien melalui kebijakan-kebijakan. Salah satunya adalah kebijakan pupuk bersubsidi. Kebijakan pupuk bersubsidi bertujuan untuk menekan harga pupuk agar penggunaan pupuk lebih optimal, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Akan tetapi, pada kenyataannya pelaksanaan subsidi pupuk banyak mengalami persoalan, yaitu masih dijumpainya permasalahan dalam subsidi pupuk menunjukkan bahwa program subsidi pupuk belum efektif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait efektivitas distribusi pupuk bersubsidi. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas distribusi pupuk bersubsidi dan pengaruhnya terhadap produksi padi di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Penelitia ini dilaksanakan Januari sampai dengan Juli 2025. Objek penelitian ini adalah petani padi di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Variabel dalam penelitian ini adalah tepat harga, tepat jumlah, tepat jenis, tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, efektivitas distribusi pupuk bersubsidi, luas lahan, benih, pupuk npk, pupuk urea, dan tenaga kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas distribusi pupuk bersubsidi di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen terbilang cukup efektif dengan persentase sebesar 76 persen. Tingkat persentase paling tinggi terdapat pada keefetifan tepat tempat dimana terbilang sangat efektif dengan persentase 91,48 persen. Efektivitas distribusi pupuk bersubsidi bepengaruh signifikan tetapi negatif terhadap produksi padi. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun distribusi pupuk tergolong efektif menurut Hal ini bisa disebabkan masih dijumpainya ketidak efektifan pada beberapa indikator efektivitas. Hasil analisis usahatani padi menunjukkan bahwa usahtani padi di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen memiliki R/C ratio sebesae 2,2. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani padi layak diusahakan. | Rice is one of the staple foods of the Indonesian people and is a strategic food crop commodity that plays an important role in maintaining food security. Rice farming certainly requires agricultural production facilities, one of which is fertilizer. Fertilizer is one of the agricultural facilities that plays a strategic role in supporting the agricultural sector to increase agricultural production. The fertilizer that is often used in rice farming is organic fertilizer. The government continues to encourage the efficient use of fertilizers through various policies. One of these is the subsidized fertilizer policy. The subsidized fertilizer policy aims to reduce fertilizer prices to optimize fertilizer use, thereby increasing agricultural productivity. However, in practice, the implementation of fertilizer subsidies has faced numerous issues. The persistence of issues in fertilizer subsidies indicates that the fertilizer subsidy program is not yet effective. Therefore, researchers are interested in conducting research on the effectiveness of subsidized fertilizer distribution. The objective of this study is to determine the effectiveness of subsidized fertilizer distribution and its impact on rice production in Tambakmulyo Village, Puring Subdistrict, Kebumen District. This study was conducted from January to July 2025. The research subjects were farmers registered as recipients of subsidized fertilizer listed in the RDKK, who had farmer cards, owned rice fields for rice cultivation, and planted rice three times a year. The variables in this study are accurate pricing, accurate quantity, accurate type, accurate location, accurate timing, accurate quality, effectiveness of subsidized fertilizer distribution, land area, seeds, NPK fertilizer, urea fertilizer, and labor. The results of this study indicate that the effectiveness of subsidized fertilizer distribution in Tambakmulyo Village, Puring Subdistrict, Kebumen Regency is quite effective, with a percentage of 76 percent. The highest percentage is found in the effectiveness of proper placement, which is very effective with a percentage of 91.48 percent. The effectiveness of subsidized fertilizer distribution has a significant but negative effect on rice production. This indicates that although fertilizer distribution is considered effective, this may be due to the presence of ineffectiveness in some effectiveness indicators. The results of the rice farming analysis show that rice farming in Tambakmulyo Village, Puring Subdistrict, Kebumen Regency has an R/C ratio of 2.2. This indicates that rice farming is viable. | |
| 46999 | 50386 | J0A022045 | Creating an English Bilingual E-Booklet about the History of Trains at PT KAI DAOP 5 Purwokerto | Tujuan utama dari praktik kerja ini adalah untuk membuat sebuah buku daring dwibahasa yang mendeskripsikan serta memperkenalkan berbagai Kereta Api yang beroperasi di wilayah PT KAI DAOP 5 Purwokerto. Buku daring ini memperkenalkan sebanyak 13 Kereta Api yang berasal dari PT KAI DAOP 5 Purwokerto, yaitu: KA Serayu, KA Sawunggalih, KA Kutojaya Utara, KA Kutojaya Selatan, KA Logawa, KA Kertanegara, KA Purwojaya, KA Kamandaka, KA Joglosemarkerto, KA Wijayakusuma, KA Malioboro Ekspres, KA Cakrabuana, dan KA Sancaka Utara. Selama praktik kerja dilaksanakan, penulis juga aktif terlibat dalam kegiatan edutrain untuk anak-anak, mendampingi mereka dalam memahami dunia perkeretaapian melalui tur edukasi dan aktivitas interaktif. Dalam pelaksanaan praktik kerja ini, digunakan tiga metode utama, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data dan informasi dari staf PT KAI DAOP 5 Purwokerto. Wawancara dilakukan guna memperkuat keakuratan data yang diperoleh serta mendapatkan solusi dalam upaya memperkenalkan dan mempromosikan kereta api di wilayah tersebut. Selanjutnya, dokumentasi dikumpulkan berdasarkan sumber-sumber resmi yang dimiliki oleh PT KAI DAOP 5 Purwokerto. Proses pembuatan buku daring ini meliputi beberapa tahap penulisan yang sistematis, yaitu prewriting, drafting, editing, revising, dan publishing, sehingga menghasilkan produk akhir yang sesuai dengan standar yang diharapkan. Selama pelaksanaan praktik kerja, beberapa tantangan dihadapi, seperti keterbatasan referensi produk sejenis, waktu yang terbatas, dan minimnya sumber data yang tersedia. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan pencarian data tambahan secara mandiri melalui internet, dokumentasi, dan berbagai sumber lainnya. Selain itu, keterlibatan Unit Angkutan Penumpang sangat membantu dalam proses pembuatan buku daring ini. | The primary objective of this job training report is to develop a bilingual e-booklet that describes and introduces various trains operating in the PT KAI DAOP 5 Purwokerto area. This e-booklet presents a comprehensive overview of thirteen rail lines originating from PT KAI DAOP 5 Purwokerto, namely: The following trains are included in the report: Serayu train, Sawunggalih train, Kutojaya Utara train, Kutojaya Selatan train, Logawa train, Kertanegara train, Purwojaya train, Kamandaka train, Joglosemarkerto train, Wijayakusuma train, Malioboro Ekspres train, Cakrabuana train, and Sancaka Utara train. During this job training, some activities were done: edutrain activities for children by assisting them in understanding the world of railways through educational tours and interactive activities. The implementation of this job training report involved the utilization of three primary methods: observation, interview, and documentation. To this end, observations were conducted both directly and indirectly to obtain data and information from PT KAI DAOP 5 Purwokerto staff. To ensure the integrity of the data and identify effective solutions, interviews were conducted with relevant stakeholders. The objective of these interviews was to explore the potential for introducing and promoting train services in the region. In addition, the documentation was collected from official sources that are the property of PT KAI DAOP 5 Purwokerto. The process of producing this e-booklet involves several systematic writing stages, namely prewriting, drafting, editing, revising, and publishing, with the objective of producing a final product that meets the expected standards. During the implementation of job training report, several challenges were encountered, including a paucity of references to similar products, a limited timeframe, and an absence of available data sources. However, these obstacles can be overcome by searching for additional data independently through the internet, documentation, and various other sources. Moreover, the involvement of the Passenger Transport Unit proved to be of significant assistance in the development of this online publication. | |
| 47000 | 50299 | H1D021044 | ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA WEBSITE AUTONOMOUS MAINTENANCE CHECKLIST (AM CHECKLIST) BERBASIS FRAMEWORK CODEIGNITER DAN LARAVEL | Pemilihan framework PHP yang tepat sangat penting untuk performa aplikasi website. Penelitian ini menyajikan analisis perbandingan performa antara framework CodeIgniter 3 (CI3) dan framework modern Laravel 12. Metodologi penelitian meliputi pengembangan ulang aplikasi AM Checklist fungsional ke dalam kedua framework, diikuti dengan serangkaian pengujian performa menggunakan Apache JMeter di lingkungan lokal. Pengujian utama mencakup Uji Beban pada fitur inti dengan pengguna konkuren (10-50 pengguna), Uji Skalabilitas Data pada fitur Audit Trail dengan membandingkan teknik Client-Side dan Server-Side DataTables pada volume data hingga 50.000 baris, dan Analisis Performa Akses Database di Laravel dengan membandingkan Query Builder dan Eloquent ORM (Eager Loading). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CodeIgniter 3 secara signifikan lebih unggul dalam hal performa pada uji beban, disebabkan oleh arsitekturnya yang minimalis. Pada uji skalabilitas, Server-Side terbukti jauh lebih unggul dibandingkan Client-Side pada kedua framework. Analisis mendalam pada Laravel mengungkap bahwa metode Eloquent ORM dengan Lazy Loading menyebabkan N+1 Query Problem, yang menghasilkan beban kueri database lebih tinggi. Namun, dengan penerapan teknik Eager Loading, performa Eloquent ORM mampu mendekati kecepatan Query Builder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun framework CodeIgniter unggul dalam performa, framework modern seperti Laravel menawarkan mekanisme optimasi yang kuat yang jika digunakan dengan benar dapat mencapai performa tinggi sambil mempertahankan keunggulan dalam produktivitas pengembangan. | The selection of an appropriate PHP framework is crucial for web application performance. This research presents a comparative performance analysis between the lightweight framework CodeIgniter 3 (CI3) and the modern framework Laravel 12. The research methodology involved redeveloping a functional AM Checklist application in both frameworks, followed by a series of performance tests using Apache JMeter in an isolated local environment. The primary tests included Load Testing on core features with concurrent users (10-50 users), Data Scalability Testing on an Audit Trail feature, comparing Client-Side Rendering and Server-Side Rendering techniques across datasets up to 50,000 rows, and Database Access Performance Analysis in Laravel, comparing the Query Builder and Eloquent ORM (Eager Loading). The results indicate that CodeIgniter 3 is significantly superior in terms of raw performance in load testing, attributable to its minimalist architecture. In scalability tests, SSR proved to be far superior and more scalable than CSR in both frameworks. The in-depth analysis of Laravel revealed that the Eloquent ORM with Lazy Loading causes the N+1 Query Problem, resulting in higher database query load. However, with the implementation of the Eager Loading technique, the performance of Eloquent ORM was able to closely match the speed of the raw Query Builder. This research concludes that while lightweight frameworks excel in low-latency tasks, modern frameworks like Laravel provide powerful optimization mechanisms that when used correctly can achieve high performance while maintaining advantages in development productivity. |