Artikel Ilmiah : K1A021016 a.n. BIANG PRATAMA

Kembali Update Delete

NIMK1A021016
NamamhsBIANG PRATAMA
Judul ArtikelAktivitas Antibakteri
Fraksi Hasil Destilasi Minyak Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) terhadap Bakteri
Escherichia coli dalam Formula Nanoemulsi
Abstrak (Bhs. Indonesia)Escherichia coli merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan
infeksi pada saluran pencernaan dan saluran kemih, serta menunjukkan peningkatan
resistensi terhadap antibiotik. Oleh karena itu, dibutuhkan agen antibakteri
alternatif. Minyak atsiri dari biji pala (Myristica fragrans Houtt.) mengandung
senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Kestabilan minyak atsiri yang
rendah akibat sifat volatilitasnya sehingga memerlukan inovasi formulasi, salah
satunya melalui pembentukan nanoemulsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi fraksi minyak atsiri paling aktif sebagai antibakteri serta membuat
formula sediaan nanoemulsi yang stabil. Proses penelitian mencakup fraksinasi
minyak atsiri biji pala melalui destilasi fraksinasi pengurangan tekanan, pengujian
aktivitas antibakteri terhadap E. coli, formulasi dan karakterisasi nanoemulsi, serta
uji aktivitas antibakteri dari sediaan nanoemulsi. Hasil menunjukkan bahwa dari
ketiga fraksi, fraksi 2 (FR2) memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dan
mengandung senyawa dominan terpine-4-ol, β-phellandrene, dan γ-terpinene.
Formula nanoemulsi dengan variasi konsentasi 0, 1, 3, 5 dan 7% memiliki pH asam
(4,53–5,43), viskositas 2,6–14,6 mPa.s, serta ukuran partikel dominan di bawah 200
nm. Sediaan nanoemulsi bertipe minyak dalam air (o/w) menunjukkan stabilitas
kinetik dan termal yang baik. Pengujian antibakteri membuktikan bahwa
nanoemulsi mampu memberikan daya hambat lebih kuat dibandingkan fraksi
minyak atsiri, dengan zona hambat berturut dari F1, F2, F3, dan F4 yaitu 4,09; 5,12;
5,69; dan 7,26 nm.
Abtrak (Bhs. Inggris)Escherichia coli is a pathogenic bacterium that can cause infections in the
digestive and urinary tracts, and shows increased resistance to antibiotics.
Therefore, alternative antibacterial agents are needed. Essential oil from nutmeg
seeds (Myristica fragrans Houtt.) contains active compounds with potential
antibacterial properties. The low stability of essential oil due to its volatility
necessitates formulation innovations, one of which is through the formation of
nanoemulsions. The objective of this study is to identify the most active fraction of
essential oil as an antibacterial agent and to develop a stable nanoemulsion
formulation. The research process included fractionation of nutmeg seed essential
oil via reduced-pressure fractional distillation, testing antibacterial activity against
E. coli, formulation and characterization of nanoemulsions, and testing
antibacterial activity of the nanoemulsion formulation. The results showed that of
the three fractions, fraction 2 (FR2) had the highest antibacterial activity and
contained the dominant compounds terpine-4-ol, β-phellandrene, and γ-terpinene.
Nanoemulsion formulas with concentrations of 0, 1, 3, 5, and 7% have an acidic
pH (4.53–5.43), viscosity of 2.6–14.6 mPa.s, and dominant particle
sizes below 200 nm. The oil-in-water (o/w) type nanoemulsion formulation
demonstrated good kinetic and thermal stability. Antibacterial testing demonstrated
that the nanoemulsion exhibits stronger inhibitory activity compared to the
essential oil fraction, with inhibition zones of F1, F2, F3, and F4 measuring 4.09,
5.12, 5.69, and 7.26 nm.
Kata kunciDestilasi fraksinasi, minyak atsiri, biji pala, nanoemulsi, antibakteri
Pembimbing 1Dr. Undri Rastuti S.Si., M.Si.
Pembimbing 2Moch. Chasani S.Si.,M.Si
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman119
Tgl. Entri2025-08-21 12:39:05.269151
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.