Artikelilmiahs
Menampilkan 46.701-46.720 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 46701 | 50106 | C1A018098 | ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA PANEMBANGAN CILONGOK | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Desa ini dipilih karena merupakan wilayah dengan produksi padi tertinggi dan penerapan sistem mina padi, yaitu kombinasi budidaya padi dan ikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 87 orang, yang ditentukan melalui rumus Taro Yamane. Ketahanan pangan diukur melalui indikator pangsa pengeluaran pangan, di mana rumah tangga dikategorikan tahan pangan jika alokasi pengeluaran untuk pangan kurang dari 60 persen dari total pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,56 persen rumah tangga petani tergolong tahan pangan, sedangkan 26,44 persen lainnya masih rentan karena pengeluaran pangannya cukup besar. Sebagian besar pengeluaran pangan dialokasikan untuk beras, sedangkan pengeluaran non-pangan terbesar justru digunakan untuk konsumsi rokok, diikuti oleh pendidikan dan listrik. Faktor usia, rendahnya pendidikan, dan pola konsumsi yang belum seimbang turut memengaruhi kondisi ini. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun memiliki potensi produksi tinggi, sebagian rumah tangga petani masih mengalami keterbatasan ekonomi. Temuan ini penting sebagai dasar kebijakan lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. | This study aims to analyze the level of food security among farming households in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency. The village was selected due to its status as the highest rice-producing area and its implementation of the mina padi system a combination of rice and fish farming. A descriptive quantitative method was employed, involving 87 respondents determined using the Taro Yamane formula. Food security was measured using the proportion of food expenditure, where a household is considered food secure if its food expenditure accounts for less than 60% of total household spending.The results show that 73.56 percent of farming households are classified as food secure, while the remaining 26.44 percent are vulnerable due to relatively high food spending. Most food expenditure was allocated to rice, while the largest portion of non-food spending went to cigarettes, followed by education and electricity. Factors such as age, low education levels, and unbalanced consumption patterns contribute to this condition.The findings highlight that despite the village's high production potential, some farming households still face economic limitations. This underscores the importance of local policy interventions aimed at improving household food security and promoting sustainable farmer welfare. | |
| 46702 | 50107 | A1C021081 | ANALISIS KEKERINGAN EL NINO TAHUN 2023-2024 TERHADAP POLA FASE PERTUMBUHAN PADI DI KABUPATEN BANYUMAS DENGAN MEMANFAATKAN CITRA SATELIT | El-Nino merupakan penyimpangan meningkatnya suhu air permukaan laut di Samudra Pasifik, sehingga peristiwa El-Nino mengakibatkan perubahan iklim secara global yang berupa menurunnya curah hujan dan dapat berdampak pada pertanian. Kekeringan pada pertanian dapat mempengaruhi pola fase pertumbuhan tanaman padi. Menurut BMKG, Banyumas merupakan salah satu wilayah yang terdampak peristiwa El Nino oleh karenanya dalam penelitian ini akan mengamati fase padi pada periode El Nino dan normal dengan pendekatan penginderaan jauh secara timeseries. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hasil identifikasi tingkat kekeringan dan perubahan pola fase pertumbuhan padi di Banyumas menggunakan indeks NDDI dan NDRE, mengetahui hubungan antara NDDI, NDRE dan CH menggunakan citra CHIRPS. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati dan membandingkan perubahan pola fase padi antara periode normal dan periode El Nino. Penelitian ini memanfaatkan citra Sentinel 2 untuk menentukan lahan padi dengan membuat peta LULC, analisis tingkat kekeringan dan perubahan fase padi. Selain itu pemanfaatan citra CHIRPS digunakan untuk mengetahui curah hujan yang terjadi selama periode El Nino dan normal. Pengolahan citra dilakukan menggunakan platform Google Earth Engine dan QGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat kekeringan El Nino lebih tinggi dibandingkan saat periode normal; 2) Masa tanam dan panen saat periode El Nino dan normal memiliki pola yang berbeda hal ini dikarenakan para petani menggeser jadwal penanaman padi; 3) Hubungan antara NDDI dengan NDRE memiliki korelasi positif sangat kuat pada fase vegetatif sedangkan saat fase generatif berkorelasi negatif sangat rendah, hubungan CH dengan NDDI menunjukkan korelasi negatif sedang, dan hubungan antara CH dengan NDRE bersifat positif rendah. Tentu hal ini menunjukkan bahawa El Nino tidak begitu mempengaruhi pertumbuhan padi, hal ini diperkuat oleh data dari BPS Kabupaten Banyumas, pada tahun 2017, 2019, 2023 masing-masing mencapai 370,95 ton, 368,96 ton, 374,62 ton yang menunjukkan selisih tidak begitu jauh. | El-Nino is a deviation of increasing sea surface water temperatures in the Pacific Ocean, so El-Nino events result in global climate change in the form of decreased rainfall and can have an impact on agricultural drought. Drought in agriculture can affect the growth phase pattern of rice plants. According to BMKG, Banyumas is one of the areas affected by the El Nino event, therefore this research will observe the phase of rice in the El Nino and normal periods with a timeseries remote sensing approach. The purpose of this study is to determine the results of the identification of the level of drought and changes in the growth phase pattern of rice in Banyumas using NDDI and NDRE index, knowing the relationship between NDDI, NDRE and rainfall using CHIRPS satellite. This research was conducted by observing and comparing changes in the phase pattern of rice between the normal period and the El Nino period. This research utilizes Sentinel 2 imagery to determine rice fields by creating LULC maps, analyzing drought levels and changes in rice phases. In addition, the utilization of CHIRPS imagery was used to determine the rainfall that occurred during the El Nino and normal periods. Image processing was done using Google Earth Engine and QGIS platforms. The results showed that: 1) The level of El Nino drought is higher than during the normal period; 2) The planting and harvesting periods during the El Nino and normal periods have different patterns, this is because farmers shift the rice planting schedule; 3) The relationship between NDDI and NDRE has a very strong positive correlation in the vegetative phase while during the generative phase has a very low negative correlation, the relationship between CH and NDDI shows a moderate negative correlation, and the relationship between CH and NDRE is low positive. Of course this shows that El Nino does not really affect rice growth, this is reinforced by data from BPS Banyumas Regency, in 2017, 2019, 2023 each reached 370.95 tons, 368.96 tons, 374.62 tons which shows a difference not so far. | |
| 46703 | 50108 | C1A018068 | PENGARUH PARIWISATA, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, DANA PERIMBANGAN, DAN DANA DESA TERHADAP KEMISKINAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA | Tingkat kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meskipun berbagai program pembangunan telah dilaksanakan, termasuk pengembangan sektor pariwisata dan alokasi dana transfer dari pemerintah pusat seperti dana perimbangan dan dana desa. Pembangunan manusia melalui peningkatan IPM juga terus diupayakan sebagai bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pariwisata, IPM, dana perimbangan dan dana desa terhadap tingkat kemiskinan di lima kabupaten/kota di DIY selama periode 2016–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan instansi terkait. Analisis dilakukan dengan metode regresi data panel, yang memungkinkan analisis terhadap kombinasi data lintas wilayah dan waktu. Pemilihan model menghasilkan Fixed Effect Model (FEM) sebagai model terbaik. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat kemiskinan, sedangkan variabel independen mencakup jumlah kunjungan wisatawan, nilai IPM, jumlah dana perimbangan dan dana desa per kabupaten/kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata dan IPM berpengaruh signifikan negatif terhadap tingkat kemiskinan, yang berarti peningkatan kualitas manusia dapat menurunkan kemiskinan di DIY. Dana Perimbangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di DIY. Sebaliknya, dana desa memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kemiskinan, mengindikasikan bahwa implementasi dana desa belum optimal dalam mengurangi kemiskinan. Temuan ini menekankan pentingnya evaluasi program pembangunan desa serta perlunya peningkatan efektivitas pengelolaan dana dan kebijakan pembangunan berbasis kebutuhan lokal. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan pembangunan manusia melalui peningkatan IPM harus tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan penanggulangan kemiskinan. Pemerintah daerah juga perlu mengoptimalkan penggunaan dana perimbangan agar lebih tepat sasaran dan berpihak pada program-program pengentasan kemiskinan. Di sisi lain, pengaruh positif dana desa terhadap kemiskinan menjadi sinyal perlunya perbaikan tata kelola dana desa, dengan fokus pada efektivitas pelaksanaan dan akuntabilitas program. Pemerintah juga perlu mendorong model pengembangan pariwisata yang lebih inklusif agar manfaatnya menjangkau masyarakat secara lebih luas. | Poverty remains a primary issue in the Special Region of Yogyakarta (DIY) despite the implementation of various development programs. These programs include the development of the tourism sector and the allocation of transfer funds from the central government, such as Balancing Funds (Dana Perimbangan) and Village Funds (Dana Desa). Efforts to improve human development through an increased Human Development Index (HDI) have also been pursued as part of the poverty reduction strategy. Therefore, this study aims to analyze the effect of tourism, HDI, balancing funds, and village funds on poverty levels in five regencies/cities in DIY during the period 2016–2023. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and other relevant institutions. The analysis was performed using the panel data regression method, which allows for the analysis of a combination of cross-sectional and time-series data. The model selection process identified the Fixed Effect Model (FEM) as the best fit. The dependent variable in this study is the poverty rate, while the independent variables include the number of tourist visits, the HDI value, and the amount of balancing funds and village funds per regency/city. The research findings indicate that tourism and the Human Development Index (HDI) have a significant negative effect on poverty levels. This suggests that improvements in human quality can effectively reduce poverty in the Special Region of Yogyakarta (DIY). Conversely, Balancing Funds (Dana Perimbangan) do not have a significant effect on poverty in DIY. However, Village Funds (dana desa) show a significant positive effect on poverty, indicating that their implementation has not yet been optimal in poverty reduction. These findings emphasize the importance of evaluating village development programs, as well as the need to improve the effectiveness of fund management and implement development policies that are based on local needs. The implications of this research suggest that strengthening human development through an improved Human Development Index (HDI) must remain a top priority in poverty reduction policies. Local governments also need to optimize the use of Balancing Funds (Dana Perimbangan) to ensure they are more targeted and supportive of poverty alleviation programs. On the other hand, the positive effect of Village Funds (dana desa) on poverty signals the need for better governance of these funds, with a focus on the effectiveness of program implementation and accountability. The government should also encourage a more inclusive tourism development model so that its benefits reach a wider segment of the community. | |
| 46704 | 50109 | A1F021085 | Pengaruh Siklus Pemberian Ozon Terhadap Laju Respirasi, Sifat Fisikokimia, dan Sifat Mikrobiologi Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) Selama Penyimpanan | Cabai merah keriting (Capsicum annum L.) merupakan komoditas hortikultura yang bersifat perishable sehingga kualitasnya cepat menurun selama penyimpanan. Salah satu upaya untuk memperpanjang umur simpannya adalah melalui aplikasi ozon bersiklus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh siklus ozon terhadap mutu cabai selama penyimpanan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dengan empat ulangan, yaitu siklus ozon (0–5 kali) dan lama penyimpanan (0, 4, 8, 12, 16 hari). Ozon diberikan setiap 48 jam sekali dengan konsentrasi 5 ppm selama 1 jam, kemudian cabai disimpan pada suhu 20 ℃. Parameter yang diamati meliputi susut bobot, tekstur, warna, kadar air, respirasi, serta angka lempeng total (ALT) bakteri dan kapang khamir. Hasil menunjukkan bahwa siklus ozon berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap susut bobot, elastisitas kulit, warna a*, b*, ΔE, kadar air, respirasi, dan populasi mikroba, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kekuatan kulit, L*, dan ΔC. Perlakuan terbaik diperoleh pada 5 siklus ozon, dengan susut bobot 18,51%, elastisitas kulit 31,95 mm, kadar air 79,47%, serta menekan ALT bakteri (5,22 log CFU/g) dan kapang khamir (4,03 log CFU/g) hingga 16 hari penyimpanan. Dengan demikian, aplikasi ozon bersiklus efektif memperlambat kerusakan dan memperpanjang umur simpan cabai merah keriting. | Curly red chili (Capsicum annum L.) is a perishable horticultural commodity that undergoes rapid quality deterioration during storage. Cyclic ozone application is a potential method to extend its shelf life. This study aimed to evaluate the effect of ozone cycles on chili quality during storage. A randomized block design (RBD) with two factors and four replications was applied: ozone cycles (0–5 times) and storage duration (0, 4, 8, 12, 16 days). Ozone was applied every 48 hours at 5 ppm for 1 hour, and samples were stored at 20 ℃. Observed parameters included weight loss, texture, color, moisture content, respiration, and microbial population (total plate count of bacteria and yeast-mold). The results indicated that cyclic ozone significantly (P<0.05) affected weight loss, skin elasticity, color values (a*, b*, ΔE), moisture content, respiration rate, and microbial load, but had no significant effect on skin strength, L*, and ΔC. The best result was obtained with 5 ozone cycles, yielding 18.51% weight loss, 31.95 mm skin elasticity, 79.47% moisture content, and reduced microbial counts to 5.22 log CFU/g (bacteria) and 4.03 log CFU/g (yeast-mold) after 16 days of storage. Therefore, cyclic ozone application effectively delays deterioration and extends the shelf life of curly red chili. | |
| 46705 | 50103 | A1F021075 | Optimasi Maizena dan Sukrosa pada Pembuatan Selai Melon Sub-Grade Menggunakan Simplex Lattice Design | Melon sub-grade adalah buah yang tidak memenuhi standar mutu pasar namun masih layak dikonsumsi dan berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah. Salah satu alternatif pengolahannya adalah selai, namun rendahnya kandungan pektin pada melon membuat perlu adanya penambahan bahan pengental seperti maizena dan sukrosa sebagai pemanis sekaligus pembentuk tekstur.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan formulasi terbaik penambahan maizena dan sukrosa dalam pembuatan selai melon sub-grade; (2) mengidentifikasi karakteristik fisikokimia dan sensoris terhadap selai yang dihasilkan dari formulasi terbaik; dan (3) membandingkan karakteristik selai melon sub-grade dengan selai melon normal.Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari Februari-Juni 2025. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan optimasi formula menggunakan Simplex Lattice Design (SLD). Faktor yang dioptimasi adalah maizena (3–4%) dan sukrosa (35–36%), dengan respon optimasi kadar gula dan kesukaan menggunakan uji hedonik. Variabel karakterisasi yang diamati meliputi sifat fisikokimia (kadar air dan pH) dan uji segitiga untuk mengetahuikualitas sensori antara selai melon sub-grade dengan selai melon normal. Hasil penelitian menunjukkan formula optimum pada konsentrasi maizena 3,1% dan sukrosa 35,8% dengan nilai desirability 1, kadar gula rata-rata 56%, dan nilai kesukaan 3,7. Karakterisasi fisikokimia selai melon sub-grade menghasilkankadar air 43,19% dan pH 4,42, sedangkan uji sensori memberikan nilai kesukaan keseluruhan 3,85 yang menandakan penerimaan baik dari panelis. Selai melon subgrade juga terbukti memiliki kualitas sensori yang setara dengan selai melon normal sehingga dapat dinyatakan bahwa produk ini berpotensi dikembangkan sebagai alternatif olahan bernilai ekonomis dan disukai konsumen. | Sub-grade melon is a fruit that does not meet market quality standards but is still suitable for consumption and has the potential to be processed into value-added products. One alternative processing method is jam production; however, the low pectin content in melon requires the addition of thickening agents such as cornstarch, while sucrose functions as both a sweetener and a texture-forming agent. This study aimed to: (1) determine the optimal formulation of cornstarch and sucrose in the production of sub-grade melon jam; (2) identify the physicochemical and sensory characteristics of the jam produced from the optimal formulation; and (3) compare the characteristics of jam made from sub-grade melon with those made from normal melon.The research was conducted at the Agricultural Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, from February to June 2025. The experimental design applied was a Completely Randomized Design (CRD) with formulation optimization using the Simplex Lattice Design (SLD). The factors optimized were cornstarch (3–4%) and sucrose (35–36%), with optimization responses based on sugar content and preference scores obtained through hedonic testing. Characterization variables included physicochemical properties (moisture content and pH) and a triangle test to evaluate sensory quality differences between sub-grade melon jam and normal melon jam.The results showed that the optimum formulation consisted of 3.1% cornstarch and 35.8% sucrose, yielding a desirability value of 1, an average sugar content of 56%, and a preference score of 3.7. Physicochemical characterization of sub-grade melon jam revealed a moisture content of 43.19% and a pH of 4.42, while sensory evaluation produced an overall preference score of 3.85, indicating good acceptance by the panelists. Furthermore, sub-grade melon jam demonstrated sensory quality comparable to that of normal melon jam, suggesting that it has strong potential to be developed as an economically valuable and consumeracceptable processed product. | |
| 46706 | 50110 | F1C021048 | CULTURE SHOCK DAN STRATEGI ADAPTASI MAHASISWA ASAL PAPUA DI PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui culture-shock yang dihadapi dan strategi adaptasi yang dimiliki oleh mahasiswa FISIP Unsoed asal Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Hal yang melatar belakangi keputusan merantau mahasiswa asal Papua adalah komunikasi dengan orang sekitar dan kerabat yang sudah pernah merantau serta kualitas sumber daya di daerah yang kurang, dan adanya beasiswa, (2) Komunikasi memiliki peran penting bagi perantau dalam membangun hubungan dan menjalin koneksi dengan lingkungan sekitar, (3) Bentuk culture shock yang dialami oleh mahasiswa FISIP asal Papua antara lain; ketidaktahuan mengenai daerah Purwokerto atau Jawa Tengah, ketidakpastian untuk pulang, konflik dan kesalahpahaman dengan orang di sekitar, rasa malu dan ketidaknyamanan dalam berbicara, kesulitan mempelajari bahasa Jawa Ngapak, keterbatasan akses dalam berkomunikasi kerabat atau keluarga di daerah asal, lingkup pergaulan yang luas, perilaku bullying, stereotipe, dan rasisme. (4) Adapun bentuk strategi komunikasi adaptasi yang diterapkan oleh mahasiswa FISIP asal Papua, antara lain; Tidak menganggap diri berbeda, melepaskan pemikiran inferior, menyesuaikan perilaku dengan norma yang berlaku, menerapkan komunikasi basa-basi, dan membangun relasi lewat perkuliahan serta organisasi baik dalam kampus maupun luar kampus, | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui culture-shock yang dihadapi dan strategi adaptasi yang dimiliki oleh mahasiswa FISIP Unsoed asal Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Hal yang melatar belakangi keputusan merantau mahasiswa asal Papua adalah komunikasi dengan orang sekitar dan kerabat yang sudah pernah merantau serta kualitas sumber daya di daerah yang kurang, dan adanya beasiswa, (2) Komunikasi memiliki peran penting bagi perantau dalam membangun hubungan dan menjalin koneksi dengan lingkungan sekitar, (3) Bentuk culture shock yang dialami oleh mahasiswa FISIP asal Papua antara lain; ketidaktahuan mengenai daerah Purwokerto atau Jawa Tengah, ketidakpastian untuk pulang, konflik dan kesalahpahaman dengan orang di sekitar, rasa malu dan ketidaknyamanan dalam berbicara, kesulitan mempelajari bahasa Jawa Ngapak, keterbatasan akses dalam berkomunikasi kerabat atau keluarga di daerah asal, lingkup pergaulan yang luas, perilaku bullying, stereotipe, dan rasisme. (4) Adapun bentuk strategi komunikasi adaptasi yang diterapkan oleh mahasiswa FISIP asal Papua, antara lain; Tidak menganggap diri berbeda, melepaskan pemikiran inferior, menyesuaikan perilaku dengan norma yang berlaku, menerapkan komunikasi basa-basi, dan membangun relasi lewat perkuliahan serta organisasi baik dalam kampus maupun luar kampus, Abstract This research aims to identify the culture shock experienced and the adaptation strategies employed by FISIP Unsoed students from Papua. The method used in this research is a qualitative approach with a case study type. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used in this study are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The conclusions of this study are: (1) The factors behind the decision of Papuan students to migrate are communication with people around them and relatives who have migrated before, the poor quality of resources in their home region, and the availability of scholarships. (2) Communication plays an important role for migrants in building relationships and connecting with their surroundings. (3) Forms of culture shock experienced by Papuan students in the Faculty of Social and Political Sciences include: lack of knowledge about the Purwokerto or Central Java region, uncertainty about returning home, conflicts and misunderstandings with people around them, feelings of shame and discomfort in speaking, difficulty learning the Ngapak Javanese language, limited access to communicating with relatives or family in their home region, a wide social circle, bullying behavior, stereotypes, and racism, (4) As for the forms of adaptive communication strategies implemented by FISIP students from Papua, they include: Not considering themselves different, letting go of inferior thinking, adjusting behavior to prevailing norms, using small talk communication, and building relationships thru lectures and organizations both on and off campus. | |
| 46707 | 50111 | A1C021083 | PENGARUH PUPUK ORGANIK, KIMIA, DAN CAMPURAN TERHADAP TINGKAT PEMADATAN TANAH PADA KEDALAMAN 0 – 50 CM (12 BULAN SETELAH PERLINTASAN TRAKTOR RODA 4) | Perlintasan traktor dapat memadatkan tanah, menghambat pertumbuhan akar, serta mengganggu pergerakan air dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik, kimia, dan campuran terhadap pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 hingga kedalaman 0 – 50 cm setelah 12 bulan, serta menganalisis hubungan antar sifat fisik tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 taraf yaitu tanpa pupuk, pupuk organik (20 ton/ha), pupuk kimia (1,15 ton/ha), serta pupuk campuran (10 ton/ha pupuk organik dan 0,45 ton/ha pupuk kimia), dan 5 kedalaman tanah (0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik, menurunkan dry bulk density dan meningkatkan porositas, kadar air, serta konduktivitas hidrolik jenuh. Semakin dalam tanah, pemadatan semakin berkurang. Analisis statistik menunjukkan hubungan linier antar variabel fisik tanah, dan hanya konduktivitas hidrolik jenuh yang berbeda nyata antara 12 bulan dengan 6 dan 0 bulan. | Tractor passage can compact the soil, inhibit root growth, and disrupt water and air movement. This study aimed to determine the effect of organic, chemical, and mixed fertilizers on soil compaction caused by four-wheeled tractor passage to a depth of 0–50 cm after 12 months, and to analyze the relationship between these physical properties. The study used a completely randomized design with four levels: no fertilizer, organic fertilizer (20 tons/ha), chemical fertilizer (1.15 tons/ha), and mixed fertilizer (10 tons/ha of organic fertilizer and 0.45 tons/ha of chemical fertilizer), and five soil depths (0–10, 10–20, 20–30, 30–40, and 40–50 cm). The results showed that the organic fertilizer treatment reduced dry bulk density and increased porosity, water content, and saturated hydraulic conductivity. The deeper the soil, the less compaction occurred. Statistical analysis showed a linear relationship between soil physical variables, and only saturated hydraulic conductivity was significantly different between 12 months and 6 and 0 months. | |
| 46708 | 50113 | B1A021064 | Isolasi dan Identifikasi Bakteri Selulolitik Asal Daerah Aliran Sungai (DAS) Logawa, Banyumas, Jawa Tengah Berdasarkan Gen 16S rRNA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas selulolitik isolat bakteri asal DAS Logawa dan mengidentifikasi bakteri dengan aktivitas selulolitik tertinggi berdasarkan gen 16S rRNA. Pengambilan sampel dilakukan di tiga titik lokasi di DAS Logawa. Sampel yang diambil terdiri dari sampel sedimen, serasah, dan air. Penelitian ini terdiri dari isolasi, pemurnian, skrining bakteri selulolitik, identifikasi molekuler bakteri dengan aktivitas selulolitik tertinggi, serta karakterisasi morfologi, fisiologis, dan biokimia pada bakteri dengan aktivitas selulolitik tertinggi sebagai konfirmasi hasil identifikasi molekuler. Sebanyak 24 isolat bakteri berhasil diisolasi dari kawasan DAS Logawa menggunakan medium Reasoner’s 2A dengan pemadat gellan gum. Hasil skrining selulolitik pada medium R2A-CMC menunjukkan bahwa empat isolat memiliki aktivitas selulolitik. Aktivitas selulolitik tertinggi ditunjukkan oleh isolat SRT1, dengan indeks selulolitik sebesar 7,34. Hasil identifikasi molekuler berdasarkan sekuens gen 16S rRNA menunjukkan isolat SRT1 termasuk anggota genus Chitinophaga dengan presentase similaritas 97,84% terhadap spesies Chitinophaga silvisoli strain K20C18050901T. Hal tersebut dikonfirmasi dengan hasil karakterisasi fenotipik meliputi pengamatan morfologi, uji fisiologis, dan uji biokimia. | This research aimed to determine the cellulolytic activity of bacterial isolates from the Logawa watershed and to identify the isolate with the highest cellulolytic activity based on the 16S rRNA gene. Sampling was conducted at three point locations in the Logawa watershed. The samples collected consisted of sediment, litter, and water samples. The research steps included bacterial isolation and purification, screening of cellulolytic bacteria, molecular identification of the isolate with the highest cellulolytic activity, and morphological, physiological, and biochemical characterization of the selected isolate as a confirmation of the molecular identification results. A total of 24 bacterial isolates were successfully isolated from the Logawa watershed using Reasoner’s 2A medium solidified with gellan gum. Qualitative screening of cellulolytic activity on R2A-CMC medium observed that four isolates showed cellulolytic activity. The highest cellulolytic activity was shown by SRT1 isolate, with cellulolytic index of 7.34. Molecular identification based on the 16S rRNA gene sequence revealed that SRT1 belongs to the genus Chitinophaga, showing 97.84% similarity to Chitinophaga silvisoli strain K20C18050901T which was confirmed based on phenotypic characterization including, morphological, physiological, and biochemical assays. | |
| 46709 | 50112 | B1A021078 | Isolasi dan Identifikasi Molekuler Bakteri Amilolitik dari Kawasan Hulu Sungai Logawa Banyumas, Jawa Tengah Berdasarkan Gen 16S rRNA | Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan skrining bakteri amilolitik dari air dan sedimen kawasan hulu Sungai Logawa dan melakukan identifikasi bakteri amilolitik berdasarkan gen 16S rRNA. Sebanyak 22 isolat bakteri telah berhasil diperoleh dari kawasan hulu Sungai Logawa. Skrining aktivitas amilolitik menunjukkan bahwa 8 dari 22 isolat bakteri berhasil mendegradasi 0,1% substrat amilum. Isolat SH 8 menunjukkan indeks amilolitik paling tinggi dengan nilai 1,08. Hasil pensejajaran gen 16S rRNA di NCBI menunjukkan bahwa isolat SH 8 memiliki similaritas tertinggi dengan Streptomyces lactacystinicus strain OM-6519T dengan persentase kemiripan sebesar 99,71%. Konstruksi pohon filogenetik menggunakan metode neighbor-joining dengan model Kimura 2-parameter menunjukkan bahwa isolat SH 8 memiliki hubungan kekerabatan paling dekat dengan Streptomyces lactacystinicus strain OM-6519T, keduanya membentuk klad monofiletik dengan nilai bootstrap sebesar 93 dan jarak genetik sebesar 0,001. Berdasarkan konfirmasi karakter morfologi, fisiologi, dan biokimia, isolat SH 8 termasuk ke dalam genus Streptomyces. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak delapan bakteri amilolitik telah diperoleh dari air dan sedimen kawasan hulu Sungai Logawa dan berdasarkan identifikasi gen 16S rRNA, isolat SH 8 sebagai bakteri amilolitik potensial memiliki similaritas tertinggi dengan Streptomyces lactacystinicus strain OM-6519T. | This study aims to isolate and screening of amylolytic bacteria from the water and sediment from the upstream area of the Logawa River and identify amylolytic bacteria based on the 16S rRNA gene. A total of 22 bacterial isolates have been successfully obtained from the upstream area of the Logawa river. Screening of amylolytic showed that 8 out of 22 bacterial isolates successfully degraded 0.1% amylum substrate. Isolate SH 8 became a bacteria with the highest amylolytic index with a value of 1.08. The results of the 16S rRNA gene alignment at NCBI showed that isolate SH 8 had the highest similarities with Streptomyces lactacystinicus strain OM-6519T with a similarity percentage of 99.71%. Phylogenetic tree construction using the neighbor-joining method with the Kimura 2-parameter model shows that isolate SH 8 has the closely related to Streptomyces lactacystinicus strain OM-6519T, both forming a monophyletic with a bootstrap value of 93 and a genetic distance of 0,001. Based on the confirmation of morphological, physiological, and biochemical characters, isolate SH 8 belongs to the genus Streptomyces. The results showed that eight amylolytic bacteria were obtained by water and sediment from the upstream area of the Logawa river. Based on 16S rRNA gene identification, isolate SH 8, as a potential amylolytic bacteria, had the highest similarity to Streptomyces lactacystinicus strain OM-6519T. | |
| 46710 | 50114 | A1F021055 | Karakterisasi Sensori, Fisikokimia, dan Aktivitas Antioksidan Cookies Sorgum dengan Penambahan Rosemary (Rosmarinus offinalis L.) | Cookies merupakan produk bakery yang umumnya berbahan dasar tepung terigu, namun perlu dikembangkan menjadi pangan yang lebih sehat dan bebas gluten. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bentuk dan rasio penambahan rosemary terhadap karakteristik sensorik, fisikokimia, dan aktivitas antioksidan cookies berbasis tepung sorgum terfermentasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu bentuk rosemary (puree dan filtrat) serta rasio air:rosemary (1:2, 1:5, dan 1:10), masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi total fenolik, flavonoid, aktivitas antioksidan, warna, baking loss, spread ratio, kadar air, serta uji sensoris dan proksimat. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah filtrat rosemary dengan rasio 1:10, yang menghasilkan cookies dengan warna kuning kecoklatan, aroma khas rosemary, tekstur remah, rasa agak astringent, serta tingkat kesukaan panelis yang tinggi. Secara fisikokimia, cookies ini memiliki nilai lightness 59,10, redness 5,22, yellowness 28,08, baking loss 9,14%, spread ratio 4,62%, aktivitas antioksidan 27,65%, dan kadar air 3,17%. Hasil ini menunjukkan potensi penggunaan rosemary dan tepung sorgum terfermentasi dalam pengembangan cookies fungsional bebas gluten. | Cookies are bakery products that are generally made from flour, but need to be developed into healthier and gluten -free food. This study aims to evaluate the effect of the form and ratio of the addition of rosemary on sensory, physicochemical characteristics, and antioxidant activities based on fermented sorghum flour. The experimental design used was a random group design (shelf) with two factors, namely the form of rosemary (puree and filtrate) and water ratio: rosemary (1: 2, 1: 5, and 1:10), each with four replications. Observed parameters include total phenolic, flavonoids, antioxidant activity, color, baking loss, spread ratio, water content, and sensory and proximate tests. The results show that the best treatment is a rosemary filtrate with a ratio of 1:10, which produces cookies with brownish yellow, rosemary's distinctive aroma, crumb texture, rather astringent taste, and high panelist level. Physically, this cookies have a lightness value of 59.10, redness 5.22, yellownness 28.08, baking loss 9.14%, spread ratio 4.62%, antioxidant activity 27.65%, and water content of 3.17%. These results indicate the potential to use rosemary and fermented sorghum flour in the development of gluten -free functional cookies. | |
| 46711 | 50117 | F2B022005 | Pengetahuan tentang Stunting pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Banyumas Kelurahan Mersi | Abstrak. Problem stunting di Indonesia masih menjadi persoalan serius, meskipun dalam lima tahun terakhir prevalensinya terus mengalami penurunan. Data BPS menyebutkan bahwa pada tahun 2018, angka prevalensi stunting mencapai 30,8 persen dan menurun menjadi 27,7persen pada tahun 2019. Pada 2021 angka prevalensi stunting menurun lagi sebanyak 3,3 persen menjadi 24,4 persen dan turun lagi di tahun 2022 menjadi 21,6 persen. Meskipun mengalami penurunan, prevalensi stunting di Indonesia masih di bawah standar WHO yang mengharuskan angkanya di bawah 20 persen. Pada tahun 2023, angka prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 21,6 persen. Padahal, target pemerintah Indonesia di tahun 2024, prevalensi stunting harus mencapai 14 persen. Artinya, perlu kerja keras untuk memperbaiki angka stunting dari 21 persen menjadi 14 persen. Stunting dapat disebabkan oleh banyak faktor. Pertama, kondisi kekurangan gizi kronis diawal 1000 hari pertama kehidupan sehingga dapat menyebabkan anak gagal tumbuh atau disebut janin tumbuh lambat dalam Rahim. Kedua, nutrisi yang tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan. Ketiga, adanya infeksi yang berulang. Keempat, faktor ekonomi dan pendidikan masih rendah. Kemudian Faktor lainya adalah kehamilan masa remaja serta gangguan mental pada ibu, dan jarak kelahiran antar anak yang sangat dekat. Stunting juga dapat dipengaruhi oleh masalah asupan gizi yang kurung tepat dan pengetahuan ibu yang masih rendah tentang gizi sebelum kehamilan pada 1000 hari pertama kehidupan. Kata Kunci: Stunting, Pasangan Usia Subur | Abstract. In Indonesia, stunting problems remain serious, even though their prevalence has continued to decline in recent five years. Bank Indonesia the central bank/bi governor burhanuddin abdullah said here on Thursday the country's economic growth was expected to reach 6.3 percent in the third quarter of 2008. In 2021, stunting rates fell by 3.3 percent to 24.4 percent, down by 2022 to 21.6 percent. Despite the decrease, stunting prevalence in Indonesia is still below who standards that require the number to be below 20 percent. In 2023, stunting rates in Indonesia still decreased by 21.6 percent. The government's target for the year 2024 should be at least 14 percent. That makes it hard work to correct stunting from 21 percent to 14 percent. Stunting can be caused by many factors. First, chronic undernourishment conditions at the beginning of the first 1000 days of life can cause a child to fail or be called a fetus to grow slowly in the womb. Second, insufficient nutrition to sustain growth. Third, there is a recurring infection. Fourth, economic and educational factors remain low. Then there are other factors of teen pregnancy and maternal disorders, and the proximity between children. Stunting can also | |
| 46712 | 50115 | H1B021090 | Pembuatan Riwayat Waktu Gempa Tiruan Berdasarkan Respons Spektrum Target dengan Metode Intensitas Gempa yang Sama | Indonesia memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi karena terletak di pertemuan lempeng tektonik utama dunia, sehingga perencanaan struktur bangunan yang tahan gempa menjadi sangat penting. Pedoman perencanaan struktur tahan gempa di Indonesia, SNI-03-1726-2019, telah menjadi acuan wajib untuk memastikan keamanan dan fungsionalitas bangunan pasca-gempa. Untuk mengevaluasi ketahanan struktur secara akurat, penelitian ini menggunakan metode Analisis Riwayat Waktu (Time History Analysis), yang dikenal realistis dan efektif dalam mensimulasikan respons struktur terhadap beban gempa dinamis. Tantangan utama dalam analisis ini adalah ketersediaan data gempa yang terbatas dan proses pencocokan yang memakan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggabungkan seluruh data riwayat waktu gempa tiruan dari katalog peneliti terdahulu (gempa Subduksi dan Patahan) menjadi satu basis data yang terintegrasi. Penggabungan ini bertujuan untuk menciptakan sumber data yang lebih lengkap, terorganisir, dan dapat mempercepat proses analisis. Penskalaan intensitas gempa dilakukan menggunakan pendekatan m-SIS Intensity Level (mSIL), sebuah metode inovatif yang mengklasifikasikan intensitas gempa berdasarkan nilai percepatan gempa. Dengan menggunakan mSIL, data riwayat waktu yang sudah terintegrasi dapat diskalakan agar sesuai dengan berbagai level intensitas pada Skala Intensitas Badan Meteorologi Jepang (JMAI). Penelitian ini bertujuan untuk memadukan data riwayat waktu gempa Subduksi dan Patahan menjadi katalog terpadu serta mengetahui cara melakukan penskalaan intensitas gempa (mSIL) agar respons spektrum gempa yang dihasilkan sesuai dengan respons spektrum target. | Indonesia has a high level of seismic activity due to its location at the convergence of the world's major tectonic plates, making earthquake-resistant building structure planning highly crucial. The Indonesian guideline for earthquake-resistant structure planning, SNI-03-1726-2019, has become a mandatory reference to ensure the safety and functionality of buildings post-earthquake. To accurately evaluate structural resilience, this study employs the Time History Analysis method, known for its realistic and effective simulation of a structure's response to dynamic earthquake loads. A major challenge in this analysis is the limited availability of earthquake data and the time-consuming matching process. To address this, this research integrates all simulated earthquake time history data from previous researchers' catalogs (Subduction and Fault earthquakes) into a single, integrated database. This integration aims to create a more comprehensive and organized data source that can expedite the analysis process. Earthquake intensity is performed using the m-SIS Intensity Level (mSIL) approach, an innovative method that classifies earthquake intensity based on the Peak Ground Acceleration (PGA) value. By using mSIL, the integrated time history data can be scaled to match various intensity levels on the Japan Meteorological Agency Intensity Scale (JMAI). This research aims to merge the Subduction and Fault earthquake time history data into a unified catalog and to determine how to perform mSIL so that the resulting earthquake response spectra align with the target response spectra. | |
| 46713 | 50119 | A1D021013 | Keanekaragaman Serangga Hama dan Musuh Alami pada Pertanaman Padi Inpago Unsoed Protani di Wilayah Brebes | Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama yang menjadi sumber karbohidrat mayoritas penduduk Indonesia. Kabupaten Brebes, produksi padi mengalami penurunan dari sebesar 4,04% pada tahun 2023. Salah satu faktor penyebab penurunan ini adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), terutama serangga hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, intensitas serangan, dan keanekaragaman serangga hama serta musuh alaminya pada varietas padi Inpago Unsoed Protani. Penelitian dilakukan di tiga desa di Kabupaten Brebes, yaitu Desa Pamijen, Desa Pangebatan, dan Desa Pakujati, menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara diagonal berpola anak tangga. Serangga dikoleksi menggunakan sweep net dan yellow trap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan serangga hama tergolong rendah dengan nilai antara 11,30% hingga 13,99%. Indeks keanekaragaman (H’) serangga hama berkisar antara 1,4588–1,6604, sedangkan indeks keanekaragaman musuh alami berkisar antara 1,5590–1,9311, yang keduanya dikategorikan sebagai keanekaragaman sedang. | Rice (Oryza sativa L.) is the main food commodity that is the source of carbohydrates for the majority of the Indonesian population. In Brebes Regency, rice production has decreased from 4.04% in 2023. One of the factors causing this decline is the attack of plant pest organisms (OPT), especially insect pests. This study aims to identify the types, intensity of attack, and diversity of insect pests and their natural enemies on Inpago Unsoed Protani rice varieties. The research was conducted in three villages in Brebes Regency, namely Pamijen Village, Pangebatan Village, and Pakujati Village, using a survey method with a diagonal sampling technique with a ladder pattern. Insects were collected using sweep net and yellow trap. The results showed that the intensity of insect pests was low with values between 11.30% and 13.99%. The diversity index (H') of insect pests ranged from 1.4588-1.6604, while the diversity index of natural enemies ranged from 1.5590-1.9311, both of which were categorized as moderate diversity. | |
| 46714 | 50120 | A1D021098 | Potensi Daun Tembakau (Nicotiana tabacum) sebagai Moluskisida Nabati untuk Pengendalian Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata) pada Tanaman Padi (Oryza sativa) | Keong mas (Pomacea canaliculata) merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi. Pengendalian hama ini masih banyak mengandalkan penggunaan pestisida kimia sintetis yang dapat mencemari lingkungan dan berisiko terhadap kesehatan petani. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan. Salah satu solusi yang berpotensi dikembangkan adalah penggunaan pestisida nabati berbahan dasar daun tembakau (Nicotiana tabacum). Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui potensi ekstrak daun tembakau dalam menyebabkan mortalitas keong mas, (b) mengetahui konsentrasi efektif ekstrak terhadap keong mas, (c) mengetahui efektivitas ekstrak dalam menekan kerusakan tanaman padi akibat serangan keong mas, dan (d) mengetahui potensi efek fitotoksisitas ekstrak terhadap tanaman padi. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahapan, yaitu uji pendahuluan, uji efektivitas ekstrak daun tembakau terhadap mortalitas keong mas, uji kemampuan ekstrak dalam menekan intensitas serangan keong mas, dan uji fitotoksisitas ekstrak terhadap tanaman padi. Seluruh rangkaian penelitian dilaksanakan di rumah kaca. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai desain percobaan. Variabel yang diambil (1) mortalitas keong mas, (2) konsentrasi efektif, (3) intensitas serangan keong mas, (4) fitotoksisitas pada tanaman padi. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test/DMRT) dan analisis probit menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tembakau bersifat toksik terhadap hama keong mas. Konsentrasi efektif yang menyebabkan mortalitas sebesar 75% (LC75) tercapai pada konsentrasi 2,89%. Aplikasi ekstrak pada konsentrasi 7,86% mampu menekan intensitas serangan keong mas hingga 100% dan setara dengan penggunaan pestisida kimia sintetis. Ekstrak daun tembakau tidak menimbulkan gejala fitotoksisitas pada tanaman padi. | The golden apple snail (Pomacea canaliculata) is a significant pest of rice plants. Control of this pest still relies heavily on chemical pesticides, which can pollute the environment and pose health risks to farmers. Therefore, safer and more environmentally friendly control methods are needed. One potential solution is the use of botanical pesticides based on tobacco leaves (Nicotiana tabacum). This study aimed to: (a) determine the potential of tobacco leaf extract to cause mortality in golden apple snails, (b) determine the effective concentration of the extract against golden apple snails, (c) determine the effectiveness of the extract in suppressing rice plant damage caused by golden apple snail attacks, and (d) determine the potential phytotoxic effects of the extract on rice plants. This study was conducted in four stages: a preliminary test, a test of the effectiveness of tobacco leaf extract on golden apple snail mortality, a test of the extract's ability to suppress the intensity of golden apple snail attacks, and a test of the extract's phytotoxicity on rice plants. All research was conducted in a greenhouse. This quantitative study used a Randomized Block Design (RBD) as the experimental design. The variables studied were: (1) golden apple snail mortality, (2) effective concentration, (3) intensity of golden apple snail attacks, and (4) phytotoxicity in rice plants. The data obtained were analyzed statistically using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) and probit analysis using SPSS. The results showed that tobacco leaf extract is toxic to golden apple snail pests. The effective concentration causing 75% mortality (LC75) was achieved at 2.89%. Application of the extract at a concentration of 7.86% was able to suppress the intensity of golden apple snail attacks by up to 100% and was equivalent to the use of chemical pesticides. The tobacco leaf extract did not cause phytotoxicity symptoms in rice plants. | |
| 46715 | 50121 | A1D021124 | Pertumbuhan, Hasil, dan Fisiologi Beberapa Varietas Melon (Cucumis melo L.) pada Berbagai Jenis Suplemen dengan Media Tanam Pasir Pantai | Pemanfaatan lahan marginal seperti pasir pantai dapat menjadikan pilihan untuk meningkatkan produksi pertanian di Indonesia. Namun, pemilihan varietas dan suplemen yang tepat perlu diperhatikan agar petumbuhan, perkembangan, dan produksi tanaman dapat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menjelaskan pengaruh varietas melon Golden Alisha, Sweet Hami, dan Gracia terhadap pertumbuhan, hasil dan fisiologi tanaman melon. 2) Menjelaskan pengaruh suplemen AB-Mix, POC, and KNO3 terhadap pertumbuhan, hasil, dan fisiologi tanaman melon 3) Menjelaskan jenis varietas dan suplemen terbaik bagi pertumbuhan, hasil, dan fisiologi tanaman melon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor, dengan tiga jenis varietas melon (Golden Alisha, Sweet Hami, Gracia) dan tiga suplemen (AB-Mix, POC, KNO3). Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan, fisiologi, dan hasil tanaman melon. Data yang diperoleh dialysis menggunakan ANOVA dan jika terjadi perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan Varietas Sweet Hami dan suplemen AB-Mix merupakan varietas dan suplemen terbaik. Sweet Hami memiliki nilai kemanisan tertinggi yaitu 12,67brix dan AB-Mix memberikan pengaruh pada tinggi tanaman tertinggi yaitu 212,13 cm. KNO3 memebrikan pengaruh nyata pada umur berbunga tanaman tercepat yaitu 12,56 (hst). Penelitian ini memberikan informasi mengenai varietas dan suplemen terbaik yang dapat ditanamn pada media pasir pantai | Uilization of marginal land such as beach sand can be an alternative to increase agricultural production in Indonesia. However, proper selection of varieties and nutrients is crucial to maximize plant growth, development, and yield. This study aimed to: 1) explain the effects of melon varieties (Golden Alisha, Sweet Hami, and Gracia) on growth, yield, and physiological characteristics; 2) explain the effects of nutrient types (AB-Mix, POC, and KNO₃); and 3) determine the best variety and nutrient combination for optimal plant performance. The research employed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors: three melon varieties (Golden Alisha, Sweet Hami, and Gracia) and three types of nutrients (AB-Mix, POC, and KNO₃). Observed variables included growth, physiology, and yield components. The collected data were analyzed using ANOVA, and significant differences were further tested with the 5% DMRT. The results indicated that Sweet Hami and AB-Mix were the most effective variety and nutrient. Sweet Hami produced the highest sweetness level at 12.67 °Brix, and AB-Mix resulted in the tallest plants at 212.13 cm. KNO₃ significantly accelerated flowering, with the earliest flowering time recorded at 12.56 days after planting. This study provides useful insights into the best variety and nutrient combination for melon cultivation on beach sand media. | |
| 46716 | 50122 | A1D021020 | EVALUASI KETERTARIKAN IMAGO Spodoptera frugiperda TERHADAP BERBAGAI JENIS PERANGKAP DI TANAMAN JAGUNG | Spodoptera frugiperda J.E. Smith merupakan hama invasif utama pada tanaman jagung yang mengancam produksi pangan. Pemantauan populasi imago di lapangan melalui perangkap menjadi bagian penting dalam strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan jenis perangkap paling efektif menangkap imago S. frugiperda, (2) mengidentifikasi keanekaragaman arthropoda tertangkap, dan (3) mengevaluasi efektivitas serta dampak ekologis penggunaan berbagai perangkap pada budidaya jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, pada Januari hingga April 2025, menggunakan enam jenis perangkap (kontrol, warna kuning, warna biru, madu, feromon, dan cahaya). Data dianalisis dengan RAK empat ulangan, uji ANOVA dan DMRT 5% untuk tangkapan imago, serta indeks Shannon-Wiener (H′) untuk keanekaragaman arthropoda. Hasil menunjukkan perangkap madu (P3) paling efektif menarik imago S. frugiperda (rata-rata 5,75 ekor/minggu), disusul perangkap cahaya (P5) yang juga menangkap arthropoda terbanyak (646 individu; H′ = 2,60). Terdapat 23 spesies dari 6 ordo, termasuk hama, predator, dan parasitoid. Perangkap madu dinilai paling selektif dengan gangguan minimal terhadap ekosistem, sedangkan perangkap cahaya memiliki risiko ekologis tinggi. Perangkap feromon selektif, namun kurang efektif. Pemilihan perangkap perlu mempertimbangkan ketertarikan terhadap target dan dampaknya terhadap komunitas arthropoda lainnya. | Spodoptera frugiperda J.E. Smith is a major invasive pest of maize that poses a serious threat to food production. Monitoring adult populations in the field using traps is a key component of Integrated Pest Management (IPM). This study aimed to: (1) identify the most effective trap for capturing S. frugiperda adults, (2) assess the diversity of arthropods caught by each trap type, and (3) evaluate the effectiveness and ecological impact of different traps in sweet corn cultivation. The research was conducted in Mersi Village, East Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency, from January to April 2025, using six trap types: control, yellow and blue color traps, honey trap, pheromone trap, and light trap. Data were analyzed using a randomized complete block design (RCBD) with four replications, followed by ANOVA and DMRT at a 5% significance level for moth captures, and Shannon-Wiener Index (H′) for arthropod diversity. Results showed that the honey trap (P3) was the most effective, capturing an average of 5.75 moths per week. The light trap (P5) ranked second but caught the highest number of total insects (646 individuals), with a diversity index (H′) of 2.60 (moderate category). A total of 23 species from 6 orders were recorded, including pests, predators, and parasitoids. The honey trap showed high selectivity with minimal ecological disturbance, while the light trap posed a higher ecological risk by capturing beneficial insects. Pheromone traps were selective but less responsive in the field. Therefore, trap selection should balance target effectiveness with potential impacts on the arthropoda community. | |
| 46717 | 50123 | A1C021033 | Pengaruh Perbedaan Tekanan Angin Roda Traktor Roda 4 Terhadap Tingkat Pemadatan Tanah Pada Kedalaman 0 – 50 cm (12 Bulan Setelah Perlintasan Traktor) | Penggunaan traktor roda 4 dapat meningkatkan efisiensi pengolahan tanah, namun berpotensi menyebabkan pemadatan tanah yang berdampak negatif bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan tekanan angin ban traktor roda 4 terhadap tingkat pemadatan tanah hingga kedalaman 0 – 50 cm pada 12 bulan setelah perlintasan traktor, serta menganalisis hubungan antar sifat fisik tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat taraf perlakuan, yaitu tanpa perlintasan traktor (T0), 7 psi (T7), 15 psi (T15), dan 20 psi (T20), serta lima kedalaman tanah (0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm). Variabel yang diamati meliputi dry bulk density, porositas, kadar air tanah, dan konduktivitas hidrolik jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan angin ban traktor meningkatkan dry bulk density, namun menurunkan porositas, kadar air, dan konduktivitas hidrolik jenuh. Semakin bertambah kedalaman tanah, tingkat pemadatan menurun, disertai peningkatan porositas, kadar air, dan konduktivitas hidrolik jenuh. Analisis regresi menunjukkan bahwa dry bulk density berhubungan negatif dengan konduktivitas hidrolik jenuh, sedangkan porositas dan kadar air berhubungan positif. Dibandingkan 0 dan 6 bulan setelah perlintasan, pada 12 bulan setelah perlintasan terjadi peningkatan dry bulk density dan penurunan porositas, kadar air, serta konduktivitas hidrolik jenuh. | The use of four-wheeled tractors improves tillage efficiency but potentially causes soil compaction, which negatively affects plant growth. This study aimed to evaluate the effect of different tire pressures of a four-wheeled tractor on soil compaction up to 0–50 cm depth at 12 months after tractor passes and to analyze the relationship among soil physical properties. A Completely Randomized Design was applied with four treatments: no tractor pass (T0), 7 psi (T7), 15 psi (T15), and 20 psi (T20), and five soil depths (0–10, 10–20, 20–30, 30–40, and 40–50 cm). Observed variables included dry bulk density, porosity, soil water content, and saturated hydraulic conductivity. The results showed that increasing tractor tire pressure increased dry bulk density, while decreasing porosity, soil water content, and saturated hydraulic conductivity. With increasing soil depth, compaction decreased, accompanied by higher porosity, water content, and saturated hydraulic conductivity. Regression analysis indicated that dry bulk density was negatively correlated with saturated hydraulic conductivity, whereas porosity and water content were positively correlated. Compared to 0 and 6 months after tractor passes, at 12 months, dry bulk density increased while porosity, water content, and saturated hydraulic conductivity decreased. | |
| 46718 | 50124 | F1C021028 | Pemanfaatan Media Online Sebagai Sarana Komunikasi Digital dalam Proses E-Recruitment pada PT Erajaya Swasembada Tbk | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda serta kebutuhan perusahaan untuk menjangkau kandidat secara lebih efisien. PT Erajaya Swasembada Tbk memanfaatkan website, Instagram, LinkedIn, dan TikTok sebagai sarana komunikasi digital dalam proses e-recruitment. Tujuan penelitian adalah menganalisis pemanfaatan media online, faktor pendorong, serta peluang dan tantangan yang dihadapi perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan karyawan Divisi Talent Acquisition & Employer Branding, observasi konten media sosial, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media online didorong oleh perkembangan teknologi, perubahan perilaku pencari kerja, serta penyelarasan dengan nilai perusahaan (ILEAD). Instagram dan LinkedIn menjadi platform paling dominan karena jangkauannya yang luas dan interaktivitas tinggi, sementara TikTok dimanfaatkan untuk konten kreatif dan sesi live. Website berperan sebagai media formal yang menyediakan informasi lowongan secara lengkap dan menjadi pusat pendaftaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah risiko penyebaran hoaks dan misinformasi, yang diantisipasi melalui verifikasi informasi serta edukasi audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media online terbukti mendukung efektivitas e-recruitment sekaligus memperkuat citra perusahaan, terutama dalam menarik generasi muda sebagai target utama pencari kerja. | This study is motivated by the increasing use of social media among young generations and the need for companies to reach candidates more efficiently. PT Erajaya Swasembada Tbk utilizes a website, Instagram, LinkedIn, and TikTok as digital communication tools in its e-recruitment process. The objective is to analyze the use of online media, the driving factors, as well as the opportunities and challenges faced. This research employed a qualitative descriptive method, using in-depth interviews with employees of the Talent Acquisition & Employer Branding Division, observation of social media content, and documentation. The findings reveal that the adoption of online media is driven by technological developments, shifting job-seeker behavior, and alignment with the company’s core values (ILEAD). Instagram and LinkedIn emerged as the most dominant platforms due to their wide reach and interactivity, while TikTok is used for creative content and live sessions. The website serves as the formal channel, providing comprehensive job information and functioning as the main registration hub. Key challenges include the risk of hoaxes and misinformation, which are addressed through information verification and audience education. In conclusion, the use of online media effectively supports the e-recruitment process and strengthens corporate image, particularly in attracting young job seekers as the primary target group. | |
| 46719 | 50125 | H1A021033 | ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN SELULER 4G LTE PADA WILAYAH URBAN DAN RURAL DI PURBALINGGA MENGGUNAKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE DAN DRIVE TEST | Jaringan seluler 4G LTE merupakan salah satu jaringan telekomunikasi yang banyak digunakan dan memiliki jangkauan yang luas di Indonesia. Wilayah urban dan rural memiliki geografi, demografi, dan infrastruktur telekomunikasi yang bervariasi dapat mempengaruhi kinerja jaringan seluler 4G LTE. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh wilayah urban dan rural terhadap kualitas layanan dan kualitas sinyal jaringan seluler 4G LTE. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan drive test dengan pengambilan data menggunakan perangkat lunak G-Net Track Pro yang akan menganalisis parameter RSRP, RSRQ dan SNR berdasarkan standar KPI. Pengambilan data dilakukan dengan merekam informasi kualitas sinyal dari BTS yang telah ditentukan. Selain itu, metode lain yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan quality of service dengan pengambilan data menggunakan perangkat lunak Wireshark dan aplikasi video streaming YouTube yang akan menganalisis parameter packet loss, delay, jitter, dan throughput berdasarkan standar TIPHON. Pengambilan data dilakukan dengan merekam informasi kualitas layanan jaringan 4G LTE dari aplikasiYouTube saat melakukan streaming video di wilayah urban dan rural di Kabupaten Purbalingga. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa parameter drive test dan QoS jaringan seluler 4G LTE pada wilayah urban memiliki performansi yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah rural. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan kontur wilayah dan infrastruktur telekomunikasi antara wilayah urban dan rural berpengaruh terhadap performansi jaringan seluler 4G LTE. | The 4G LTE cellular network is one of the most widely used telecommunication networks and has extensive coverage in Indonesia. Urban and rural areas have varying geography, demographics, and telecommunication infrastructure, which can affect the performance of the 4G LTE cellular network. The aim of this study is to analyze the impact of urban and rural areas on service quality and signal quality of the 4G LTE cellular network. The method used in this study is the Drive Test, where data is collected using the G-Net Track Pro software to analyze RSRP, RSRQ, and SNR parameters based on KPI standards. Data collection is carried out by recording signal quality information from predetermined BTS. Additionally, this study also uses the Quality of Service (QoS) method, where data is collected using Wireshark software and the YouTube video streaming application. This method analyzes packet loss, delay, jitter, and throughput parameters based on TIPHON standards. Data collection is conducted by recording 4G LTE network service quality information while streaming videos on YouTube in urban and rural areas of Purbalingga Regency. The research results showed that the drive test and Quality of Service (QoS) parameters of the 4G LTE cellular network in urban areas have better performance compared to rural areas. This indicates that the differences in terrain and telecommunication infrastructure between urban and rural areas affect the performance of the 4G LTE cellular network. | |
| 46720 | 50126 | J1D021010 | Kohesi Gramatikal pada Kumpulan Cerpen Mekar Semalam karya Mushoffa | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kohesi gramatikal yang terdapat pada kumpulan cerpen Mekar Semalam karya Mushoffa. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini berupa kumpulan cerpen Mekar Semalam karya Mushoffa. Objek penelitian ini berupa kalimat pada dialog, narasi cerita, dan penggalan cerita yang di dalamnya menggunakan kohesi gramatikal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kohesi gramatikal Sumarlam (2008). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dengan teknik lanjutan teknik catat, sementara metode yang digunakan dalam analisis data menggunakan metode agih dengan teknik berupa Bagi Unsur Langsung (BUL). Uji validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 131 data bentuk kohesi gramatikal yang terdiri atas 55 data referensi, 22 data substitusi, 11 data elipsis, dan 43 data konjungsi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan kohesi gramatikal yang paling dominan adalah bentuk referensi dan yang paling sedikit adalah elipsis. | This study aims to describe the forms of grammatical cohesion contained in the collection of short stories Mekar Semalam by Mushoffa. The form of this research is qualitative research. The subject of this research is a collection of short stories Mekar Semalam by Mushoffa. The object of this research is in the form of sentences in dialog, story narration, and story fragments in which grammatical cohesion is used. The theory used in this research is the theory of grammatical cohesion Sumarlam (2008). The data collection technique used is the free listening technique (SBLC) with the advanced technique of note-taking technique, while the method used in data analysis uses the agih method with a technique in the form of Direct Elements (BUL). The data validity test used in this research is theoretical triangulation. The results showed that there were 131 data of grammatical cohesion forms consisting of 55 reference data, 22 substitution data, 11 ellipsis data, and 43 conjunction data. The conclusion of this research is that the most dominant use of grammatical cohesion is the form of reference and the least is ellipsis. |