Home
Login.
Artikelilmiahs
50106
Update
IRFAN RENDI PAHLEVI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA PANEMBANGAN CILONGOK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Desa ini dipilih karena merupakan wilayah dengan produksi padi tertinggi dan penerapan sistem mina padi, yaitu kombinasi budidaya padi dan ikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 87 orang, yang ditentukan melalui rumus Taro Yamane. Ketahanan pangan diukur melalui indikator pangsa pengeluaran pangan, di mana rumah tangga dikategorikan tahan pangan jika alokasi pengeluaran untuk pangan kurang dari 60 persen dari total pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,56 persen rumah tangga petani tergolong tahan pangan, sedangkan 26,44 persen lainnya masih rentan karena pengeluaran pangannya cukup besar. Sebagian besar pengeluaran pangan dialokasikan untuk beras, sedangkan pengeluaran non-pangan terbesar justru digunakan untuk konsumsi rokok, diikuti oleh pendidikan dan listrik. Faktor usia, rendahnya pendidikan, dan pola konsumsi yang belum seimbang turut memengaruhi kondisi ini. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun memiliki potensi produksi tinggi, sebagian rumah tangga petani masih mengalami keterbatasan ekonomi. Temuan ini penting sebagai dasar kebijakan lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze the level of food security among farming households in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency. The village was selected due to its status as the highest rice-producing area and its implementation of the mina padi system a combination of rice and fish farming. A descriptive quantitative method was employed, involving 87 respondents determined using the Taro Yamane formula. Food security was measured using the proportion of food expenditure, where a household is considered food secure if its food expenditure accounts for less than 60% of total household spending.The results show that 73.56 percent of farming households are classified as food secure, while the remaining 26.44 percent are vulnerable due to relatively high food spending. Most food expenditure was allocated to rice, while the largest portion of non-food spending went to cigarettes, followed by education and electricity. Factors such as age, low education levels, and unbalanced consumption patterns contribute to this condition.The findings highlight that despite the village's high production potential, some farming households still face economic limitations. This underscores the importance of local policy interventions aimed at improving household food security and promoting sustainable farmer welfare.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save