Home
Login.
Artikelilmiahs
50110
Update
SEAN YOSIA CHRISTIAN
NIM
Judul Artikel
CULTURE SHOCK DAN STRATEGI ADAPTASI MAHASISWA ASAL PAPUA DI PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui culture-shock yang dihadapi dan strategi adaptasi yang dimiliki oleh mahasiswa FISIP Unsoed asal Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Hal yang melatar belakangi keputusan merantau mahasiswa asal Papua adalah komunikasi dengan orang sekitar dan kerabat yang sudah pernah merantau serta kualitas sumber daya di daerah yang kurang, dan adanya beasiswa, (2) Komunikasi memiliki peran penting bagi perantau dalam membangun hubungan dan menjalin koneksi dengan lingkungan sekitar, (3) Bentuk culture shock yang dialami oleh mahasiswa FISIP asal Papua antara lain; ketidaktahuan mengenai daerah Purwokerto atau Jawa Tengah, ketidakpastian untuk pulang, konflik dan kesalahpahaman dengan orang di sekitar, rasa malu dan ketidaknyamanan dalam berbicara, kesulitan mempelajari bahasa Jawa Ngapak, keterbatasan akses dalam berkomunikasi kerabat atau keluarga di daerah asal, lingkup pergaulan yang luas, perilaku bullying, stereotipe, dan rasisme. (4) Adapun bentuk strategi komunikasi adaptasi yang diterapkan oleh mahasiswa FISIP asal Papua, antara lain; Tidak menganggap diri berbeda, melepaskan pemikiran inferior, menyesuaikan perilaku dengan norma yang berlaku, menerapkan komunikasi basa-basi, dan membangun relasi lewat perkuliahan serta organisasi baik dalam kampus maupun luar kampus,
Abtrak (Bhs. Inggris)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui culture-shock yang dihadapi dan strategi adaptasi yang dimiliki oleh mahasiswa FISIP Unsoed asal Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Hal yang melatar belakangi keputusan merantau mahasiswa asal Papua adalah komunikasi dengan orang sekitar dan kerabat yang sudah pernah merantau serta kualitas sumber daya di daerah yang kurang, dan adanya beasiswa, (2) Komunikasi memiliki peran penting bagi perantau dalam membangun hubungan dan menjalin koneksi dengan lingkungan sekitar, (3) Bentuk culture shock yang dialami oleh mahasiswa FISIP asal Papua antara lain; ketidaktahuan mengenai daerah Purwokerto atau Jawa Tengah, ketidakpastian untuk pulang, konflik dan kesalahpahaman dengan orang di sekitar, rasa malu dan ketidaknyamanan dalam berbicara, kesulitan mempelajari bahasa Jawa Ngapak, keterbatasan akses dalam berkomunikasi kerabat atau keluarga di daerah asal, lingkup pergaulan yang luas, perilaku bullying, stereotipe, dan rasisme. (4) Adapun bentuk strategi komunikasi adaptasi yang diterapkan oleh mahasiswa FISIP asal Papua, antara lain; Tidak menganggap diri berbeda, melepaskan pemikiran inferior, menyesuaikan perilaku dengan norma yang berlaku, menerapkan komunikasi basa-basi, dan membangun relasi lewat perkuliahan serta organisasi baik dalam kampus maupun luar kampus, Abstract This research aims to identify the culture shock experienced and the adaptation strategies employed by FISIP Unsoed students from Papua. The method used in this research is a qualitative approach with a case study type. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used in this study are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The conclusions of this study are: (1) The factors behind the decision of Papuan students to migrate are communication with people around them and relatives who have migrated before, the poor quality of resources in their home region, and the availability of scholarships. (2) Communication plays an important role for migrants in building relationships and connecting with their surroundings. (3) Forms of culture shock experienced by Papuan students in the Faculty of Social and Political Sciences include: lack of knowledge about the Purwokerto or Central Java region, uncertainty about returning home, conflicts and misunderstandings with people around them, feelings of shame and discomfort in speaking, difficulty learning the Ngapak Javanese language, limited access to communicating with relatives or family in their home region, a wide social circle, bullying behavior, stereotypes, and racism, (4) As for the forms of adaptive communication strategies implemented by FISIP students from Papua, they include: Not considering themselves different, letting go of inferior thinking, adjusting behavior to prevailing norms, using small talk communication, and building relationships thru lectures and organizations both on and off campus.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save