Artikel Ilmiah : C1A018068 a.n. MUHAMMAD DENI HIMAWAN

Kembali Update Delete

NIMC1A018068
NamamhsMUHAMMAD DENI HIMAWAN
Judul ArtikelPENGARUH PARIWISATA, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, DANA PERIMBANGAN, DAN DANA DESA TERHADAP KEMISKINAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tingkat kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY) meskipun berbagai program pembangunan telah
dilaksanakan, termasuk pengembangan sektor pariwisata dan alokasi dana transfer
dari pemerintah pusat seperti dana perimbangan dan dana desa. Pembangunan
manusia melalui peningkatan IPM juga terus diupayakan sebagai bagian dari
strategi penanggulangan kemiskinan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh pariwisata, IPM, dana perimbangan dan dana desa terhadap
tingkat kemiskinan di lima kabupaten/kota di DIY selama periode 2016–2023.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder
yang diperoleh dari BPS dan instansi terkait. Analisis dilakukan dengan metode
regresi data panel, yang memungkinkan analisis terhadap kombinasi data lintas
wilayah dan waktu. Pemilihan model menghasilkan Fixed Effect Model (FEM)
sebagai model terbaik. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat
kemiskinan, sedangkan variabel independen mencakup jumlah kunjungan
wisatawan, nilai IPM, jumlah dana perimbangan dan dana desa per kabupaten/kota.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata dan IPM berpengaruh
signifikan negatif terhadap tingkat kemiskinan, yang berarti peningkatan kualitas
manusia dapat menurunkan kemiskinan di DIY. Dana Perimbangan tidak
berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di DIY. Sebaliknya, dana desa
memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kemiskinan, mengindikasikan bahwa
implementasi dana desa belum optimal dalam mengurangi kemiskinan. Temuan ini
menekankan pentingnya evaluasi program pembangunan desa serta perlunya
peningkatan efektivitas pengelolaan dana dan kebijakan pembangunan berbasis
kebutuhan lokal.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan pembangunan
manusia melalui peningkatan IPM harus tetap menjadi prioritas utama dalam
kebijakan penanggulangan kemiskinan. Pemerintah daerah juga perlu
mengoptimalkan penggunaan dana perimbangan agar lebih tepat sasaran dan
berpihak pada program-program pengentasan kemiskinan. Di sisi lain, pengaruh
positif dana desa terhadap kemiskinan menjadi sinyal perlunya perbaikan tata
kelola dana desa, dengan fokus pada efektivitas pelaksanaan dan akuntabilitas
program. Pemerintah juga perlu mendorong model pengembangan pariwisata yang
lebih inklusif agar manfaatnya menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Abtrak (Bhs. Inggris)Poverty remains a primary issue in the Special Region of Yogyakarta (DIY)
despite the implementation of various development programs. These programs
include the development of the tourism sector and the allocation of transfer funds
from the central government, such as Balancing Funds (Dana Perimbangan) and
Village Funds (Dana Desa). Efforts to improve human development through an
increased Human Development Index (HDI) have also been pursued as part of the
poverty reduction strategy. Therefore, this study aims to analyze the effect of
tourism, HDI, balancing funds, and village funds on poverty levels in five
regencies/cities in DIY during the period 2016–2023.
This research employs a quantitative approach using secondary data
obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and other relevant institutions.
The analysis was performed using the panel data regression method, which allows
for the analysis of a combination of cross-sectional and time-series data. The model
selection process identified the Fixed Effect Model (FEM) as the best fit. The
dependent variable in this study is the poverty rate, while the independent variables
include the number of tourist visits, the HDI value, and the amount of balancing
funds and village funds per regency/city.
The research findings indicate that tourism and the Human Development
Index (HDI) have a significant negative effect on poverty levels. This suggests that
improvements in human quality can effectively reduce poverty in the Special Region
of Yogyakarta (DIY). Conversely, Balancing Funds (Dana Perimbangan) do not
have a significant effect on poverty in DIY. However, Village Funds (dana desa)
show a significant positive effect on poverty, indicating that their implementation
has not yet been optimal in poverty reduction. These findings emphasize the
importance of evaluating village development programs, as well as the need to
improve the effectiveness of fund management and implement development policies
that are based on local needs.
The implications of this research suggest that strengthening human
development through an improved Human Development Index (HDI) must remain
a top priority in poverty reduction policies. Local governments also need to
optimize the use of Balancing Funds (Dana Perimbangan) to ensure they are more
targeted and supportive of poverty alleviation programs. On the other hand, the
positive effect of Village Funds (dana desa) on poverty signals the need for better
governance of these funds, with a focus on the effectiveness of program
implementation and accountability. The government should also encourage a more
inclusive tourism development model so that its benefits reach a wider segment of
the community.
Kata kunciKemiskinan, Pariwisata, Indeks Pembangunan Manusia, Dana Perimbangan, Dana Desa
Pembimbing 1Prof. Dr. Lilis Siti Badriah, S.E., M.Si
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2025-08-19 16:41:31.264512
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.