Artikelilmiahs
Menampilkan 46.721-46.740 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 46721 | 49530 | A1D021035 | Invigorasi Benih Kapulaga Lokal Banyumas (Wurfbainia compacta) dengan Konsentrasi Asam Gibrelat (GA3) terhadap Perkecambahan dan Mutu Fisiologis | Kapulaga lokal Banyumas (Wurfbainia compacta) merupakan komoditas rempah bernilai ekonomis tinggi, namun memiliki kendala utama berupa rendahnya viabilitas dan vigor benih akibat dormansi fisik-fisiologis. Penelitian ini mengkaji teknik invigorasi benih kapulaga lokal Banyumas (Wurfbainia compacta) menggunakan asam giberelat (GA₃) untuk mengatasi masalah dormansi dan meningkatkan mutu fisiologis benih. Empat jenis kapulaga yang diteliti meliputi varietas merah besar, merah kecil, merah akar hijau, dan putih, dengan perlakuan konsentrasi GA₃ 0 ppm (kontrol), 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman menggunakan Rancangan Acak Lengkap Petak Terbagi (RALPT) dengan konsentrasi GA3 sebagai faktor utama dan jenis kapulaga sebagai anak faktor. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi GA₃ secara signifikan meningkatkan parameter mutu fisiologis benih. Konsentrasi 150 ppm memberikan hasil terbaik dengan peningkatan persentase perkecambahan sebesar 55% dibandingkan kontrol (32%), serta meningkatkan indeks vigor menjadi 248,6 dari nilai kontrol 108. Dalam hal jenis kapulaga, varietas merah besar menunjukkan performa unggul dengan persentase perkecambahan mencapai 57%, didukung oleh karakteristik morfologi benih yang lebih besar dan kandungan cadangan makanan yang memadai. Interaksi antara faktor konsentrasi GA₃ dan jenis kapulaga diperoleh hasil berbeda nyata pada parameter potensi tumbuh maksimum, di mana kombinasi perlakuan kapulaga merah besar dengan GA₃ 150 ppm menghasilkan nilai tertinggi sebesar 70%.Temuan penelitian ini tidak hanya memberikan solusi praktis bagi petani dalam meningkatkan kualitas benih kapulaga, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan protokol standar perbenihan kapulaga yang dapat diaplikasikan pada skala komersial. Rekomendasi teknis dari penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan GA₃ 150 ppm untuk perlakuan benih kapulaga merah besar guna mencapai hasil perkecambahan yang optimal. | Local cardamom of Banyumas (Wurfbainia compacta) is a high-value spice commodity, but it faces a major constraint in the form of low seed viability and vigor due to physical and physiological dormancy. This study examines seed invigoration techniques for Banyumas local cardamom (Wurfbainia compacta) using gibberellic acid (GA₃) to address dormancy issues and improve seed physiological quality. The research evaluated four cardamom varieties: large red, small red, green-rooted red, and white, treated with GA₃ at concentrations of 0 ppm (control), 50 ppm, 100 ppm, and 150 ppm. Conducted at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, the experiment employed a Completely Randomized Design with Split Plot arrangement, two treatment factors, and two replications. Statistical analysis revealed that increasing GA₃ concentration significantly enhanced seed physiological quality parameters. The 150 ppm concentration yielded the best results, improving germination percentage to 55% compared to the control (32%), and increasing the vigor index to 248,3 from an initial value of 108. Among cardamom varieties, the large red type demonstrated superior performance with 57% germination rate, attributed to its larger seed size and adequate food reserves. A significant interaction between GA₃ concentration and cardamom variety was observed for maximum growth potential, with the combination of large red cardamom and 150 ppm GA₃ achieving the highest value of 70%. These findings provide practical solutions for farmers to improve cardamom seed quality while contributing to the development of standardized seed protocols for commercial-scale application. The study recommends using 150 ppm GA₃ for large red cardamom seeds to achieve optimal germination results, offering significant implications for the enhancement of cardamom cultivation practices. | |
| 46722 | 50127 | C1C021107 | PENGARUH PENGETAHUAN INVESTASI, PERSEPSI RISIKO, DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI DENGAN MINAT INVESTASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA MAHASISWA GENERASI Z DI JAWA TENGAH | Perkembangan pesat teknologi digital dan dominasi Generasi Z dalam penggunaan internet telah memengaruhi perilaku keuangan, termasuk keputusan investasi. Generasi Z, sebagai digital native, memiliki akses luas terhadap informasi dan teknologi, namun meskipun jumlah investor mereka terus meningkat, nilai aset yang dimiliki tetap tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan investasi, persepsi risiko, dan kemajuan teknologi terhadap keputusan investasi mahasiswa Generasi Z di Provinsi Jawa Tengah, dengan minat investasi sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 420 mahasiswa yang telah berinvestasi di pasar modal, dengan metode pengambilan sampel convenience sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varian dengan software SmartPLS 3.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan investasi, persepsi risiko, dan kemajuan teknologi berpengaruh positif terhadap minat investasi, yang pada gilirannya berpengaruh positif terhadap keputusan investasi. Selain itu, variabel-variabel ini juga berpengaruh terhadap keputusan investasi melalui minat investasi sebagai variabel intervening. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur akuntansi keuangan dengan mendukung validitas Theory of Planned Behavior, yang menunjukkan bahwa keputusan investasi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor rasional, tetapi juga oleh sikap, norma sosial, dan persepsi kontrol individu. Implikasi praktisnya, hasil penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya edukasi investasi, pengelolaan risiko, dan pemanfaatan teknologi dalam pasar modal. Bagi OJK dan BEI, hasil ini memberikan dasar untuk merancang strategi edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pasar modal. | The rapid development of digital technology and the dominance of Generation Z in internet usage have significantly influenced financial behavior, including investment decisions. Generation Z, as digital natives, has broad access to information and technology, but despite the increasing number of investors in this generation, the value of their assets remains relatively low. This study aims to analyze the effect of investment knowledge, risk perception, and technological advancement on investment decisions among Generation Z students in Central Java, with investment interest serving as an intervening variable. The study involved a sample of 420 students who had invested in the capital market, with convenience sampling and snowball sampling used to select participants. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on variance with SmartPLS 3.2 software. The findings indicate that investment knowledge, risk perception, and technological advancement positively influence investment interest, which in turn positively influences investment decisions. Additionally, these variables also affect investment decisions through investment interest as an intervening variable. This study contributes to the literature on financial accounting by supporting the validity of the Theory of Planned Behavior, demonstrating that investment decisions are not solely influenced by rational factors, but also by attitudes, social norms, and individuals' perceived control. The practical implications of this study aim to enhance students' understanding of the importance of investment education, risk management, and the use of technology in the capital market. For OJK and IDX, the findings provide insights for designing more effective educational strategies to increase the participation of young generations in the capital market. | |
| 46723 | 50128 | L1C021028 | Analisis Kesesuaian Ekosistem Terumbu Karang Sebagai Kawasan Wisata Selam di Perairan Pulau Tabuhan, Banyuwangi | Pulau Tabuhan termasuk ke dalam kawasan konservasi terumbu karang yang memiliki potensi sebagai wisata bahari khususnya wisata selam. Peningkatan jumlah wisatawan berpotensi meningkatkan kerusakan ekosistem terumbu karang dan biota asosiasinya, sehingga perlu dilakukan monitoring yang berkesinambungan. Penelitian bertujuan untuk memonitoring persentase tutupan karang dan jenis lifeform, kelimpahan dan jenis ikan karang, kondisi parameter fisika kimia air, serta menganalisis indeks kesesuaian wisata selam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan 3 stasiun pengamatan. Persentase tutupan karang diukur menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT), jenis dan jumlah ikan karang diamati dengan Underwater Visual Census (UVC). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase tutupan terumbu karang masuk ke dalam kategori sedang (39,9%) dengan didominasi lifeform massive. Terdapat 11 famili pada perairan Pulau Tabuhan yaitu acanthuridae, balistidae, blennidae, chaetodontidae, labridae, scaridae, nemipteridae, pomacantidae, pomacentridae, serranidae, dan tetraodontidae dengan rata-rata kelimpahan ikan karang sebesar 3,3 ind/m2. Parameter fisika kimia air secara umum sudah sesuai dengan kisaran optimum sebagai habitat karang. Hasil pengukuran indeks kesesuaian lokasi wisata selam menunjukan perairan Pulau Tabuhan termasuk dalam kategori (53,2%-71,6%). | Tabuhan Island is part of a coral reef conservation area that has potential as a marine tourism destination, particularly for diving. An increase in the number of tourists has the potential to damage the coral reef ecosystem and its associated biota, so continuous monitoring is necessary. The study aims to monitor coral cover percentage and lifeform types, abundance and types of reef fish, water physical and chemical parameters, and analyze the diving suitability index. The method used in this study is a survey method with three observation stations. Coral cover percentage is measured using the Underwater Photo Transect (UPT) method, while coral fish species and abundance are observed using the Underwater Visual Census (UVC) method. The results of the study indicate that the average coral cover percentage falls into the moderate category (39.9%), dominated by massive lifeforms. There are 11 families in the waters of Tabuhan Island, namely Acanthuridae, Balistidae, Blennidae, Chaetodontidae, Labridae, Scaridae, Nemipteridae, Pomacantidae, Pomacentridae, Serranidae, and Tetraodontidae, with an average coral fish abundance of 3.3 ind/m². The physical and chemical water parameters are within the optimal range for coral habitats. The results of the measurement of the suitability index for diving tourism indicate that the waters around Tabuhan Island fall into the category of (53.2%-71.6%). | |
| 46724 | 50129 | J0A022059 | Creating English E-Booklet to Deliver Information About Yogyakarta Heritage "Philosophy Axis of Yogyakarta" | Laporan praktik kerja ini berjudul “Pembuatan E-booklet Berbahasa Inggris untuk Menyampaikan Informasi Tentang Poros Filosofi Pusaka Yogyakarta”. Pelatihan kerja ini dilaksanakan pada tanggal 09 September 2024 - 09 Desember 2024. Tujuan dari laporan ini adalah untuk menjelaskan proses pelaksanaan praktek kerja lapangan pembuatan e-booklet informasi, serta kendala dan solusi dalam pembuatan e-booklet di Tourist Information Centre-Dinas Pariwisata Yogyakarta. Tourist Information Centre menyediakan banyak informasi dalam berbagai media mengenai pariwisata di Indonesia, khususnya Yogyakarta. Namun dalam memberikan informasi mengenai sumbu filosofi Yogyakarta, Tourist Information Centre saat ini hanya menggunakan komunikasi verbal dengan memberikan penjelasan secara langsung mengenai topik tersebut kepada turis. Dalam melaksanakan praktik kerja, penulis menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan sebelum dan selama praktik kerja, sedangkan wawancara dan dokumentasi dilakukan selama dan setelah praktik kerja. Ketiga metode ini mendukung kegiatan utama kerja magang, yaitu pembuatan e-booklet berbahasa Inggris yang berisi informasi mengenai sumbu filosofi Yogyakarta. Terdapat lima tahapan dalam proses pembuatan e-booklet berbahasa Inggris, yaitu pra-penulisan, merancang, merevisi, mengedit, dan menerbitkan. Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam proses ini, namun kendala-kendala tersebut dapat diatasi. Hasil akhir dari e-booklet ini berupa QR code yang dapat diakses, dan akan ditempatkan di kantor TIC, dan diharapkan dapat memberikan dan menarik minat wisatawan mancanegara untuk mendapatkan informasi mengenai sumbu filosofi Yogyakarta . E-booklet ini membantu wisatawan asing untuk mendapat informasi, pembuatan e-booklet tentang sumbu filosofi Yogyakarta dalam bahasa Inggris dianggap sebagai langkah yang lebih baik, hal ini dilakukan agar informasi yang diberikan dapat lebih mudah diakses dan dimengerti oleh para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Tourist Information Centre. Dengan menyediakan informasi pada e-booklet, diharapkan dapat menjadi media yang bermanfaat di Tourist Information Centre. | This job training report is entitled “Creating English E-booklet to Deliver Information About Yogyakarta Heritage Philosopy Axis of Yogyakarta.” It was held on September 09, 2024 – December 09, 2024. The purpose of this report are to explain the implementation of job training process of creating the e-booklet information, and the obstacles and solutions in creating e-booklet at Tourist Information Centre – Tourism Office of Yogyakarta. Tourist Information Centre provides many information in various media about the Tourism in Indonesia especially Yogyakarta. However, in providing information of philosopy axis of Yogyakarta, The Tourist Information Centre currently only uses verbal communication by directly giving the explanation about the topic. In implementing the job training, the writer uses three methods: observation, interview, and documentation. Observation was conducted before and during the job training, while the interview and documentation were conducted during and after the job training. These three methods were supported the main activity of the internship, which was the making of english e-booklet that provide about the information of philosopy axis of Yogyakarta. There were five stages in the process of creating the english e-booklet called, pre- writing, drafting, revising, editing, and publishing. There were several obstacles faced in this process, but these obstacles can be overcome. The final result of this e-booklet is a QR code that can be accesed, and will be placed at the TIC office, and it is expected to provide and attract foreign tourists to get information about the philosopy axis of Yogyakarta. This e-booklet will help foreigner to gain the information of the philosophy axis of Yogyakarta, making an e-booklet of Philosophy Axis of Yogyakarta in English, is considered a better step, this is done so that information provided can be more easily accessed and understood by foreign tourist visiting the Tourist Information Centre Office. By providing the information on the e-booklet, it is hoped that it could be useful media at the Tourist Information Centre. | |
| 46725 | 50130 | H1A021017 | ANALISIS KINERJA KONTROL PID TUNGGAL DAN PID CASCADE PADA AC SERI ACI 2001 DI GERBONG KERETA API K1 | Perkembangan transportasi terus meningkat, salah satunya adalah kereta api. Kenyamanan penumpang termasuk pengaturan suhu ruangan menjadi prioritas. Sistem pendingin udara (AC) pada kereta api harus mampu menjaga suhu yang dipengaruhi oleh faktor lain seperti jumlah penumpang, yang memengaruhi beban termal pada gerbong. Untuk mengatasi tantangan ini, kontrol Proporsional-Integral-Derivatif (PID) dapat diterapkan. Kontrol PID merupakan metode yang umum digunakan dan mampu memberikan respon yang cepat serta stabil. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan pengendalian, yaitu PID tunggal dan PID cascade. Sistem dimodelkan dalam bentuk fungsi alih berdasarkan spesifikasi AC seri ACI 2001. Parameter PID ditentukan dengan metode Ziegler-Nichols sebagai acuannya. Simulasi menggunakan MATLAB Simulink mencakup tiga skenario setpoint suhu, yaitu 24°C, 25°C, dan 26°C, dengan suhu awal diasumsikan 35°C. Pengujian mencakup kondisi tanpa gangguan maupun dengan gangguan beban termal berupa 10, 25, dan 50 penumpang. Analisis difokuskan pada respon sistem, meliputi rise time, settling time, overshoot, undershoot, dan peak. Hasil simulasi menunjukkan bahwa baik PID cascade maupun PID tunggal mampu mengendalikan suhu dengan baik terhadap perubahan suhu sebesar 0.0006 per penumpang pada skenario pengujian statik. PID cascade memiliki respon yang lebih cepat dibandingkan PID tunggal, dengan rise time sekitar 6.2 detik dan settling time sekitar 13.3 detik, serta overshoot dan undershoot kecil yang masih berada dalam batas toleransi. Sedangkan PID tunggal memiliki rise time sekitar 21.6 detik, settling time sekitar 41.5 detik, dan tanpa overshoot. | Transportation continues to advance, with trains being one of its key developments. Passenger comfort, including temperature regulation, is a top priority. The air conditioning (AC) system in trains must be able to maintain the desired temperature despite being affected by factors such as the number of passengers, which influences the thermal load in the carriage. One possible solution to this issue is the implementation of a Proportional-Integral-Derivative (PID) control system, a widely used method capable of delivering a fast and stable response. This study employs two control approaches, namely single PID and cascade PID. The system is modeled as a transfer function based on the specifications of the ACI 2001 AC series. The PID parameters are determined using the Ziegler–Nichols tuning method as a reference. Simulations are carried out in MATLAB Simulink with three temperature setpoint scenarios: 24°C, 25°C, and 26°C, assuming an initial temperature of 35°C. Tests are conducted under both disturbance-free conditions and with thermal load disturbances equivalent to 10, 25, and 50 passengers. The analysis focuses on system responses, including rise time, settling time, overshoot, undershoot, and peak. The simulation results show that both cascade PID and single PID controllers can effectively regulate temperature with a change rate of 0.0006 per passenger under static testing conditions. Cascade PID control system demonstrates a faster response, with a rise time of approximately 6.2 seconds and a settling time of around 13.3 seconds, along with minor overshoot and undershoot within acceptable limits. In contrast, the single PID records a rise time of about 21.6 seconds, a settling time of around 41.5 seconds, and no overshoot. | |
| 46726 | 50096 | H1C021042 | Geologi Dan Analisis Kualitas Batugamping Sebagai Bahan Baku Semen Di Area Pertambangan Kecamatan Kerek dan Tambakboyo Kabupaten Tuban, Jawa Timur | Studi penelitian dilakukan pada area pertambangan batugamping dan dolomite yang termasuk ke dalam formasi paciran, Kecamatan Kerek dan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah studi terbagi menjadi satu satuan morfologi, yaitu Satuan Perbukitan Struktural Mliwang menempati seluruh wilayah penelitian. Struktur geologi yang ada di wilayah penelitian secara regional merupakan struktur berupa sesar mendatar dan antiklin. Dalam tatanan stratigrafi, daerah penelitian masuk ke dalam formasi Paciran yang terendapkan pada umur Pliosen menjari dengan formasi Mundu. Hasil analisis petrografi menunjukkan bahwa batugamping dilokasi penelitian diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan klasifikasi Dunham (1962), yaitu Packstone dan Wackstone. Seluruh sampel yang dianalisis termasuk ke dalam Standar Mikrofasies Tipe SMF 8, SMF 10 dan SMF 18, yang merepresentasikan Zona Fasies 7, yaitu lingkungan pengendapan laut terbuka (open marine). Kemudian dari hasil analisis geokimia menggunakan XRF, kualitas batugamping di Lokasi penelitian diklasifikasikan menjadi dua tingkat, yaitu High Grade dengan kadar CaO>48% mencakup sekitar 60% wilayah penelitian, dan Low Grade dengan kadar CaO<48% mencakup 40% wilayah penelitian. Dari total batugamping berkelas Low Grade, sekitar 4% diantaranya terdiri atas material dolomite dengan kadar MgO>18%. Hubungan antara fasies, kualitas batugamping dan dolomite tercermin melalui komposisi organisme kandungan mineral, serta proses diagenesis yang terjadi. Dalam pemanfaatannya batugamping murni direkomendasikan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan semen, batugamping bermagnesium yang masih memenuhi syarat digunakan sebagai bahan campuran semen/ non semen, dan terakhir dolomite digunakan dalam pembuatan bahan pertanian seperti pupuk. | The research study was conducted in the limestone and dolomite mining area included in the Paciran Formation, Kerek and Tambakboyo Subdistrict, Tuban Regency, East Java Province. The analysis shows that the study area is divided into one morphological unit, the Mliwang Structural Hills Unit, which occupies the entire study area. Geological Structures in the study area are regionally in the form of horizontal faults and anticlines. In the stratigraphic order, the study area is included in the Paciran formation which was deposited at the Pliocene age in line with Mundu formation. The results of petrographic analysis show that the limestone at the research site is classified into two types based on Dunham’s (1962) classification, namely Packstone and Wackestone. All samples analyzed belong to standard Microfacies Types SMF 8, SMF 10 and SMF 18, which represent Facies Zone 7, an open marine depositional environtment. The form the results of geochemical analysis using XRF, the quality of limestone in the study is classified into two levels, namely High Grade with CaO > 48% covering about 60% of the study area, and Low Grade with CaO<48% covering 40% of the study area.Of the total low grade limestone, about 4% consists of dolomite material with MgO > 18%. The relationship between facies, limestone and dolomite quality is reflected through the composition of mineral content organism, as well as the diagenesis process that occurs. In its utilization,pure limestone is recommended as the main raw material in the manufacture of cement, magnesium limestone that still meets the requirements is used as a cement / non-cement mixture, and finally dolomite is used in the manufacture of agricultural materials such as fertilizers. | |
| 46727 | 50131 | L1B021068 | Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticus) pada Kolam Sistem Akuaponik dengan Padat Tebar yang Berbeda | Pertumbuhan merupakan proses biologis yang ditandai peningkatan ukuran tubuh dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan serta manajemen budidaya, termasuk kelangsungan hidup (SR) yang menjadi indikator keberhasilan budidaya. Penelitian pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila nirwana (Oreochromis niloticus) pada kolam sistem akuaponik dengan padat tebar yang berbeda bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar ikan nila terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup dalam sistem akuaponik. Penelitian dilakukan selama 42 hari dengan metode eksperimental menggunakan dua kepadatan tebar: 30 ekor/m³ (P1) dan 50 ekor/m³ (P2). Parameter utama yang diamati meliputi pertumbuhan berat dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup (SR), dan rasio konversi pakan. Parameter pendukung berupa kualitas air yaitu pH, suhu, oksigen terlarut (DO), dan TDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar 30 ekor/m³ menghasilkan pertumbuhan terbaik, yaitu berat dan panjang mutlak sebesar 16,25±1,56 g dan 4,13±0,35 cm, serta laju pertumbuhan spesifik 4,40±0,51%/hari. Kelangsungan hidup dan FCR yang dihasilkan pada P1 juga lebih optimal yaitu 72,77% dan 0,57. Kualitas air pada kedua perlakuan tetap dalam kisaran optimal budidaya. Temuan ini menegaskan bahwa padat tebar 30 ekor/m³ lebih optimal dalam sistem akuaponik Nutrient Film Technique (NFT) karena mampu mendukung pertumbuhan dan efisiensi budidaya tanpa menurunkan kualitas air secara signifikan. | Growth is a biological process characterized by an increase in body size and is influenced by environmental factors and cultivation management, including survival rate (SR) as an indicator of farming success. This study aimed to examine the effect of different stocking densities on the growth and survival of nirwana tilapia (Oreochromis niloticus) in an aquaponic system. The experiment lasted for 42 days using two stocking densities: 30 fish/m³ (P1) and 50 fish/m³ (P2). Main parameters observed were absolute weight and length growth, specific growth rate, survival rate, and feed conversion ratio (FCR). Supporting parameters included water quality such as pH, temperature, dissolved oxygen (DO), and total dissolved solids (TDS). Results showed that the stocking density of 30 fish/m³ produced the best growth, with absolute weight and length of 16.25±1.56 g and 4.13±0.35 cm, respectively, and a specific growth rate of 4.40±0.51% per day. Survival rate and FCR in P1 were also more optimal at 72.77% and 0.57. Water quality in both treatments remained within optimal ranges for cultivation. These findings confirmed that a stocking density of 30 fish/m³ was more optimal in the Nutrient Film Technique (NFT) aquaponic system, supporting growth and farming efficiency without significantly reducing water quality. | |
| 46728 | 50132 | A1D021138 | Pemberian Berbagai Dosis Biochar dan Ecoenzyme Terhadap Respon Biokimia Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) | Kopi merupakan komoditas penting nomor dua yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah minyak bumi. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan seringkali menjadi masalah pada budidaya tanaman kopi yang menyebabkan tanah kehilangan kesuburan. Penggunaan pupuk organik serta pembenah tanah dapat memperbaiki tanah dan meningkatkan hasil produksi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik dari penggunaan biochar dan ecoenzyme untuk hasil tanaman kopi. Faktor yang akan dicoba dalam penelitian ini yaitu: tanpa biochar (B0), 200 g biochar (B1), 300 g biochar (B2). Faktor dua ecoenzyme yang terdiri dari tanpa ecoenzyme (E0), 50 ml/L ecoenzyme (E1), 100 ml/L ecoenzyme (E2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pemberian biochar tidak berpengaruh nyata terhadap respon biokimia tanaman kopi robusta. Faktor pemberian ecoenzyme berpengaruh nyata terhadap respon biokimia tanaman pada variabel kandungan klorofil tanaman kopi robusta. Pada kombinasi perlakuan biochar dan ecoenzyme tidak terdapat interaksi pada respon biokimia tanaman kopi robusta. | Coffee is the second most traded commodity in the world after petroleum. Excessive use of inorganic fertilizers is often a problem in coffee cultivation, causing soil loss. The use of organic fertilizers and soil conditioners can improve the soil and increase coffee production. This study aims to obtain the best results from the use of biochar and ecoenzyme for coffee crop yields. The factors that will be tested in this study are: without biochar (B0), 200 g biochar (B1), 300 g biochar (B2). The two ecoenzyme factors consist of without ecoenzyme (E0), 50 ml/L ecoenzyme (E1), 100 ml/L ecoenzyme (E2). The results showed that the biochar administration factor did not significantly affect the biochemical response of robusta coffee plants. The ecoenzyme administration factor significantly affected the biochemical response of plants on the chlorophyll content variable of robusta coffee plants. In the combination of biochar and ecoenzyme treatments, there was no interaction on the biochemical response of robusta coffee plants. | |
| 46729 | 50133 | L1B021054 | PERFORMA DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KOMET (Carassius auratus) DENGAN FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN Tubifex sp. YANG BERBEDA | Pakan merupakan faktor penting dalam mendukung performa pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan kualitas warna ikan hias. Tubifex sp. merupakan pakan alami dengan kandungan protein tinggi (±55–60%) dan karotenoid yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan kecerahan warna ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh frekuensi pemberian Tubifex sp. terhadap performa pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan warna ikan komet (Carassius auratus). Rancangan penelitian menggunakan RAL dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu frekuensi pemberian pakan dua kali (P1), tiga kali (P2), dan empat kali (P3) secara ad satiation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (empat kali pemberian pakan) memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan panjang dan berat masing-masing 1,13 cm dan 1,03 g, laju pertumbuhan spesifik 2,09%, kelangsungan hidup 93,33%, serta kecerahan warna tertinggi 18,66° Hue. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi pemberian Tubifex sp. mampu mengoptimalkan performa dan kelangsungan hidup ikan komet. | Feed is an essential factor in supporting growth performance, survival, and color quality of ornamental fish. Tubifex sp. is a natural feed with a high protein content (±55–60%) and carotenoids that play a role in enhancing growth and color brightness in fish. This study aimed to evaluate the effect of different feeding frequencies of Tubifex sp. on the growth performance, survival, and color of comet fish (Carassius auratus). The experiment was arranged in a completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications, namely feeding frequency of twice daily (P1), three times daily (P2), and four times daily (P3) applied ad satiation. The results showed that P3 (four times feeding) produced the best performance with length and weight growth of 1.13 cm and 1.03 g, a specific growth rate of 2.09%, survival rate of 93.33%, and the highest color brightness of 18.66° Hue. These findings indicate that increasing the feeding frequency of Tubifex sp. can optimize the performance and survival of comet fish. | |
| 46730 | 50134 | F1A021089 | Pengetahuan dan Respons Masyarakat tentang Kekerasan Seksual Anak di Kelurahan Tanjung | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan respons masyarakat terhadap kekerasan seksual terhadap anak di Kelurahan Tanjung, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai kekerasan seksual terhadap anak masih terbatas, meliputi definisi, bentuk, tanda-tanda, serta faktor penyebab. Pemahaman sebagian masyarakat belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan hukum, khususnya terkait tanda-tanda non-fisik pada korban, sehingga menghambat deteksi dini. Meskipun sebagian besar menyadari dampak psikologis dan fisik yang dapat menyebabkan trauma jangka panjang, pengetahuan mengenai pencegahan masih berada pada tahap mengingat informasi, dengan perbedaan pemahaman antarindividu berdasarkan latar belakang pendidikan. Respons masyarakat menunjukkan tingkat tanggung jawab yang tinggi, tercermin dalam keterlibatan aktif melaporkan kasus, mendukung proses hukum, serta memberikan dukungan sosial dan empati kepada korban. Reaksi awal berupa keterkejutan, kemarahan, dan rasa malu memperlihatkan makna subjektif yang kuat terkait norma dan nilai sosial yang dianut. Temuan ini memperlihatkan adanya edukasi komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan deteksi lebih awal, dan penanganan kekerasan seksual secara menyeluruh di masyarakat. | This study aims to analyze community knowledge and responses to sexual violence against children in Tanjung Village, Banyumas Regency. The research method used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. The results show that community knowledge regarding sexual violence against children is still limited, including definitions, forms, signs, and causal factors. Some community members' understanding is not fully in accordance with legal provisions, particularly regarding non-physical signs in victims, thus hampering early detection. Although most are aware of the psychological and physical impacts that can cause long-term trauma, knowledge regarding prevention is still at the stage of memorizing information, with differences in understanding between individuals based on educational background. Community responses demonstrate a high level of responsibility, reflected in active involvement in reporting cases, supporting the legal process, and providing social support and empathy to victims. Initial reactions of shock, anger, and shame demonstrate strong subjective meanings related to adhered social norms and values. These findings demonstrate the need for comprehensive and ongoing education to increase awareness, early detection capabilities, and comprehensive handling of sexual violence in the community. | |
| 46731 | 50144 | A1D021140 | KOMBINASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK N, P, K TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI DAN SIFAT KIMIA TANAH INCEPTISOL | Permintaan kedelai di dalam negeri terus meningkat setiap tahun, sedangkan tingkat produksi belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Solusi peningkatan produksi kedelai yang rendah dilakukan dengan perluasan area penanaman kedelai melalui pemanfaatan lahan Inceptisol. Inceptisol pada umumnya memiliki sifat tanah yang kurang subur. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki karakteristik kimia tanah melalui pemupukan kombinasi pupuk hayati dan pupuk N, P, K. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik N, P, K terhadap pertumbuhan tanaman kedelai dan sifat kimia tanah Inceptisol, serta mengetahui dampaknya pemberian pupuk hayati terhadap pengurangan dosis N, P, K. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati yaitu pH H2O, pH KCl, C Organik, KTK, N total, P tersedia, K tersedia, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang. Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5%. Apabila signifikan, dilakukan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi pupuk hayati dan pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap komponen sifat kimia tanah yaitu C Organik dan N total. Pada pertumbuhan tanaman kedelai dapat meningkatkan tinggi tanaman 4 MST, tinggi tanaman saat panen, jumlah daun 8 MST, jumlah daun saat panen. Kombinasi perlakuan terbaik P4 (100% NPK + 100% Pupuk Hayati) dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai. Sedangkan, kombinasi terbaik dalam meningkatkan sifat kimia tanah yaitu perlakuan P6 (75% NPK + 100% Pupuk Hayati). | Demand for soybeans in the country continues to increase every year, while production levels have not been able to meet these needs. The solution to increase low soybean production is to expand the soybean planting area through the utilization of Inceptisol land. Inceptisol generally has less fertile soil properties. The way that can be done is to improve soil chemical characteristics through fertilizing a combination of biofertilizers and N, P, K fertilizers. This study aims to determine the effect of using a combination of biofertilizers and inorganic N, P, K fertilizers on soybean plant growth and chemical properties of Inceptisol soil, and to determine the impact of applying biofertilizers on reducing the dose of N, P, K. The study used a non-factorial Randomized Group Design (RAK) method consisting of 10 treatments and 3 replications. The observed variables were pH H2O, pH KCl, Organic C, CEC, total N, available P, available K, plant height, number of leaves, stem diameter. Observation data were analyzed with ANOVA at the 5% level. If significant, DMRT test was conducted at the 5% level. The results showed that the combined treatment of biological fertilizers and N, P, K fertilizers had a significant effect on the components of soil chemical properties, namely Organic C and total N. On the growth of soybean plants can increase plant height 4 weeks after harvest, plant height at harvest, number of leaves 8 weeks after harvest, number of leaves at harvest. The best treatment combination P4 (100% NPK + 100% Biofertilizer) in increasing the number of leaves at harvest. The best treatment combination is P4 (100% NPK + 100% Biofertilizer) in increasing soybean plant growth. Meanwhile, the best combination in improving soil chemical properties is treatment P6 (75% NPK + 100% Biofertilizer). | |
| 46732 | 50135 | L1B021005 | Jumlah dan Diferensial Leukosit pada Ikan Lele (Clarias gariepinus) Dumbo yang Dibudidayakan pada Sistem Budikdamber dengan Padat Tebar yang Berbeda | Padat tebar dapat mempengaruhi kesehatan ikan yang tergambar pada jumlah dan diferensial leukosit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan padat tebar pada ikan lele dumbo yang dibudidayakan pada sistem budikdamber terhadap jumlah leukosit dan diferensial leukosit. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari dengan sistem budikdamber. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu padat tebar 30, 40, dan 50 ikan/70 liter air. Jumlah leukosit ditentukan berdasarkan jumlah eritrosit dan rasio leukosit eritrosit. Diferensial leukosit diamati secara mikroskopik pada preparat apus darah ikan. Penelitian ini menghasilkan bahwa padat tebar yang dilakukan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah dan diferensial leukosit. Jumlah total leukosit cenderung naik seiring dengan peningkatan padat tebar, sementara persentase limfosit cenderung menurun dan persentase monosit serta polimorfonuklear cenderung meningkat seiring bertambahnya padat tebar. Berdasarkan hal tersebut padat tebar yang diuji masih mendukung kesehatan ikan lele dumbo. | The density of the stocking can affect the health of the fish, as reflected in the number and differential of leukocytes. The purpose of this study is to determine the effect of different stocking densities on the number and differential of leukocytes in tilapia lutescens that are farmed using the budikdamber system. The study was conducted over 40 days using the budikdamber system. The experimental method used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of three treatments and three replications. The treatments in this study were stocking densities of 30, 40, and 50 fish per 70 liters of water. The leukocyte count is determined based on the erythrocyte count and the erythrocyte-to-leukocyte ratio. The leukocyte differential was observed microscopically on blood smear preparations of the fish. The study found that stocking density did not significantly affect the number and differential of leukocytes. The total leukocyte count tends to increase with increased stocking density, while the percentage of lymphocytes tends to decrease and the percentage of monocytes and polymorphonuclear cells tends to increase with increased stocking density. Based on these findings, the stocking density tested still supports the health of lele dumbo fish. | |
| 46733 | 50136 | A1D021080 | Evaluasi Status Unsur Hara Nitrogen, Serapannya oleh Tanaman, dan Hasil Tanaman Padi Sawah di DAS Serayu Tengah Wilayah Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga | Padi merupakan komoditas bahan pangan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Produktivitas padi yang optimal dapat dicapai salah satunya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Nitrogen merupakan salah satu unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar dan perannya tidak dapat digantikan oleh unsur hara lainnya. Nitrogen berperan dalam keberlangsungan metabolisme tanaman sehingga mampu menentukan produktivitas tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status unsur hara nitrogen pada lahan sawah irigasi, keterkaitannya dengan sejumlah faktor di lingkungannya, serta menghasilkan rekomendasi pemupukan unsur hara nitrogen yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah irigasi DAS Serayu Tengah wilayah Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini berlangsung melalui survei lapangan dengan metode pengambilan sampel secara purposive random sampling meliputi sampel tanah dan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian kadar N-total tanah berkisar antara 0,12-0,66% dengan kadar serapannya oleh tanaman sebesar 1,69-4,05% untuk bagian daun; 0,60-2,73% untuk seluruh bagian tanaman; serta 0,68-3,19% untuk bagian malai. Berdasarkan kadar N-total tanah, diperoleh rekomendasi pemupukan nitrogen dengan jenis pupuk urea sebanyak 763 kg ha-1 untuk harkat sangat rendah, 509 kg ha-1 untuk harkat rendah, serta 254 kg ha-1 untuk harkat sedang. | Rice is a staple food commodity for most Indonesians. Optimal rice productivity can be achieved, among other things, by meeting the plant's nutritional needs. Nitrogen is a nutrient required by plants in large quantities and its role cannot be replaced by other nutrients. Nitrogen plays a role in the sustainability of plant metabolism and thus determines rice productivity. This study aims to determine the status of nitrogen nutrients in irrigated rice fields, its relationship with several environmental factors, and to produce recommendations for optimal nitrogen nutrient fertilizer management. This study was conducted in irrigated rice fields in the Central Serayu Watershed in Karangmoncol District, Purbalingga Regency. This study done through field survey activities using a purposive random sampling method covering soil and plant samples. The results showed that at the study location, the total N content of the soil ranged from 0.12-0.66% with an absorption rate by plants of 1.69-4.05% for the leaves; 0.60-2.73% for all plant parts; and 0.68-3.19% for the panicles. Based on the total N content of the soil, recommendations for nitrogen fertilization with urea fertilizer amounting to 763 kg ha-1 for very low levels soil fertility, 509 kg ha-1 for low levels soil fertility, and 254 kg ha-1 for medium levels soil fertility. | |
| 46734 | 50137 | L1B021096 | Pemberian Pakan Cacing Sutra (Tubifex sp.) dengan Frekuensi Berbeda Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Patin Pustina (Pangasionodon hypophthalmus) | Pakan merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktivitas dan pertumbuhan ikan. Tubifex sp. digunakan sebagai pakan alami karena mengandung nutrisi tinggi, yaitu protein 57% dan lemak 13,3. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan cacing sutra terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Patin Pustina (Pangasianodon hypophthalmus). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) berupa 3 perlakuan dan 3 ulangan secara ad satiation. Perlakuan adalah frekuensi pemberian pakan 2 kali (P1), frekuensi pemberian pakan 3 kali (P2), frekuensi pemberian pakan 4 kali (P3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp.) dengan frekuensi berbeda secara ad satiation pada ikan Patin Pustina (Pangasionodon hypophthalmus) tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Patin dengan pertumbuhan panjang mutlak berkisar 2.02±0.14 cm/individu, pertumbuhan berat mutlak berkisar 0,34±0,02 g/individu, SGR berkisar 2.43±0.13%/hari, dan SR berkisar 87,78±10,52%. Kualitas air berada pada kisaran suhu 25–33°C, pH 7,92–9,18, dan DO 5,1–5,6 mg/L yang masih tergolong optimal untuk pemeliharaan ikan patin. | Feed is an important factor that affects the productivity and growth of fish. Tubifex sp. is used as natural feed because it contains high nutrition, namely 57% protein and 13.3% fat. The purpose of this study was to determine the effect of silkworm feeding frequency on the growth and survival of Pustina Catfish (Pangasianodon hypophthalmus) seeds. The study used a completely randomized design (CRD) in the form of 3 treatments and 3 replications with ad satiation. The treatments were feeding frequency 2 times (P1), feeding frequency 3 times (P2), and feeding frequency 4 times (P3). The results of the study showed that feeding silkworms (Tubifex sp.) with different frequencies ad satiation to Pustina catfish (Pangasionodon hypophthalmus) did not have a significant effect (P>0.05) on the growth and survival of catfish seeds with absolute length growth ranging from 2.02±0.14 cm/individual, absolute weight growth ranging from 0.34±0.02 g/individual, SGR ranging from 2.43±0.13%/day, and SR ranging from 87.78±10.52%. Water quality was in the range of temperature 25–33°C, pH 7.92–9.18, and DO 5.1–5.6 mg/L which were still considered optimal for catfish maintenance. | |
| 46735 | 50138 | J1D021048 | Analisis Perubahan Gaya Bahasa dan Latar Belakang Sosial Budaya dalam novel Hidup Ini Keras Maka Gebuklah (Trilogi Ipung) karya Prie GS | Penelitian ini mengkaji tentang perubahan penggunaan gaya bahasa dan latar belakang sosial budaya novel Hidup Ini Keras Maka Gebuklah (Trilogi Ipung) karya Prie GS. Data dalam penelitian ini berupa kutipan dalam novel Hidup Ini Keras Maka Gebuklah (Trilogi Ipung) karya Prie GS. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan teknik baca dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi. Data yang ditemukan pada penelitian ini berjumlah 503 data berupa bentuk unsur gaya bahasa dan unsur sosial budaya dalam novel Hidup Ini Keras Maka Gebuklah (Trilogi Ipung) karya Prie GS. Bentuk unsur stile yang ditemukan pada buku pertama, kedua, dan ketiga didominasi oleh unsur penyiasatan struktur yang memiliki frekuensi kemunculan data terbanyak. Bentuk unsur sosial budaya yang ditemukan pada buku pertama, kedua, dan ketiga didominasi oleh unsur bahasa yang memiliki frekuensi kemunculan data terbanyak. Adanya kemunculan jumlah data terbanyak dipengaruhi oleh jumlah halaman. | This research examines changes in the use of language styles and the socio-cultural background of the novel Hidup Ini Keras Maka Gebuklah (Trilogi Ipung) by Prie GS. The data in this research is in the form of quotes in the novel Life Is Hard Maka Gebuklah (Trilogi Ipung) by Prie GS. The data collection technique used uses reading techniques and note-taking techniques. The data analysis method used is the content analysis method. The data found in this research amounted to 503 data in the form of language style elements and socio-cultural elements in the novel Hidup Ini Keras Maka Gebuklah (Trilogi Ipung) by Prie GS. The form of stile elements found in the first, second and third books is dominated by structural investigation elements which have the highest frequency of data appearance. The forms of socio-cultural elements found in the first, second and third books are dominated by language elements which have the highest frequency of data appearance. The appearance of the largest amount of data is influenced by the number of pages. | |
| 46736 | 50139 | A1F021030 | PENDUGAAN UMUR SIMPAN NASI RENDANG DAGING SAPI DALAM KEMASAN DENGAN PENAMBAHAN BUBUK KECOMBRANG | Rendang daging sapi mudah rusak karena merupakan media yang cocok bagi pertumbuhan mikroba, karena tingginya kandungan air dan zat gizi seperti protein. Salah satu upaya untuk menjaga mutu rendang daging sapi agar memiliki umur simpan yang lebih panjang dapat dilakukan dengan penambahan pengawet. Bahan tambahan pangan yang dapat ditambahkan ke dalam produk rendang daging sapi dalam kemasan adalah bubuk kecombrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan produk nasi rendang daging sapi dalam kemasan retortable alumunium foil pouch dengan tambahan bubuk kecombrang. Penelitian mengenai umur simpan produk nasi rendang daging sapi dalam kemasan telah diamati. Penelitian ini mengacu pada Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan tiga jenis suhu penyimpanan. Suhu penyimpanan yang digunakan adalah 27o C, 35oC, dan 55o C. Selain perlakuan suhu penyimpanan, digunakan kontrolsebagai pembanding. Variabel yang diamati adalah analisis total mikrobiologi, kadar asam lemak bebas, uji sensori, dan analisis umur simpan. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS pada tingkat kepercayaan 95% dengan nilai probabilitas (p-value) sebesar 0,05. Selain itu telah diamati penurunan mutu produk nasi rendang daging sapi dan umur simpannya. | Beef rendang is highly perishable as it provides a suitable medium for microbial growth due to its high moisture content and rich nutrients such as protein. One of the efforts to maintain the quality of beef rendang and extend its shelf life is through the addition of preservatives. A potential food additive that can be incorporated into packaged beef rendang products is torch ginger (Etlingera elatior) powder. This study aims to determine the shelf life of packaged beef rendang rice in retortable aluminum foil pouches with the addition of torch ginger powder. The shelf life of the packaged beef rendang rice product was observed under various conditions. The research employed a completely randomized design (CRD) with a non-factorial approach using three different storage temperatures: 27°C, 35°C, and 55°C. In addition to temperature treatments, a control sample was used for comparison. The observed variables included total microbial analysis, free fatty acid content, sensory evaluation, and shelf life analysis using the Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) method with the Arrhenius model. The data obtained were analyzed using SPSS at a 95% confidence level with a significance value (p-value) of 0.05. Furthermore, the study observed the quality degradation of the beef rendang rice product and its shelf life over time. | |
| 46737 | 50140 | A1D021122 | Eksplorasi dan Identifikasi Jamur Antagonis Ekosistem Kopi Arabika di Pegunungan Dieng pada Pengendalian Penyakit Busuk Buah Kopi (Fusarium sp.) | Total produksi kopi Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun namun tidak selalu diikuti dengan kenaikan persentase laju pertumbuhannya. Total produksi kopi di Tahun 2023 juga mengalami penurunan sekitar 0,65% yang salah satunya disebabkan oleh serangan patogen. Serangan patogen tersebut juga menjadi kendala produksi dalam budidaya kopi Arabika karena mengakibatkan penyakit busuk buah yang disebabkan oleh Fusarium sp. Adapun cara pengendalian jamur patogen yang umumnya dilakukan adalah dengan menggunakan fungisida sintetik. Penggunaan fungisida sintetik yang tidak tepat dosis atau frekuensi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif khususnya bagi lingkungan. Oleh karena itu, penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui potensi keragaman jamur antagonis pada ekosistem tanaman kopi Arabika ini dilakukan sehingga menghasilkan informasi terkait teknik pengendalian yang tidak merusak lingkungan. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa sembilan isolat jamur antagonis yang dieksplorasi mampu menghambat pertumbuhan Fusarium sp. dengan persentase penghambatan yang berbeda nyata secara statistik meskipun hanya termasuk ke dalam kategori rendah dan sedang. Kelima isolat dengan rerata daya hambat paling tinggi yang sudah diidentifikasi kemudian diaplikasikan di lapangan untuk mengetahui potensinya dalam menekan kejadian penyakit akibat Fusarium sp. Adapun hasil dari aplikasi jamur antagonis ini tidak menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik karena terjadi stres lingkungan dan peningkatan virulensi pada Fusarium sp. Oleh karena itu, tetap diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui klasifikasi, potensi biologis, dan ekologis dari jamur antagonis secara tepat. | Indonesia's total coffee production was increased year on year, but this has not always been accompanied by an increase in the growth rate. Total coffee production in 2023 also declined by around 0.65%, partly due to pathogen attacks. This pathogen attack also poses a production challenge in Arabica coffee cultivation, as it causes fruit rot caused by Fusarium sp. The common method of controlling pathogenic fungi is by using synthetic fungicides. The improper use of synthetic fungicides, either in terms of dosage or frequency, can lead to various negative impacts, particularly on the environment. Therefore, research aimed at identifying and understanding the potential diversity of antagonistic fungi in the Arabica coffee plant ecosystem was conducted, resulting in information related to environmentally friendly control techniques. Laboratory test results showed that nine antagonistic fungal isolates explored were able to inhibit the growth of Fusarium sp. with statistically significant inhibition percentages, although they only fell into the low and moderate categories. The five isolates with the highest average inhibition rates were then applied in the field to assess their potential in suppressing disease incidence caused by Fusarium sp. However, the results of the application of these antagonistic fungi did not show statistically significant differences due to environmental stress and increased virulence in Fusarium sp. Therefore, further research is still needed to accurately determine the classification, biological potential, and ecological potential of antagonistic fungi. | |
| 46738 | 50141 | L1C021059 | Luas Lahan Budidaya Rumput Laut Tahun 2019 - 2023 Di Sepanjang Pesisir Kabupaten Janeponto, Sulawesi Selatan Menggunakan Citra Satelit Sentinel 2A | Kabupaten Janeponto merupakan salah satu wilayah pesisir di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi besar dalam budidaya rumput laut, khususnya jenis Eucheuma cottonii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas lahan budidaya rumput laut dari tahun 2019 hingga 2023 serta mengevaluasi tingkat akurasi penggunaan citra satelit Sentinel-2A yang diolah menggunakan platform Google Earth Engine (GEE). Metode penelitian melibatkan pengolahan citra satelit melalui tahapan koreksi awan dan sunglint, klasifikasi berbasis algoritma Random Forest, serta validasi menggunakan Overall Accuracy (OA) dan Kappa Coefficient. Hasil klasifikasi menunjukkan nilai OA sebesar 0,99 dan Kappa berkisar antara 0,86–0,95, yang menunjukkan keandalan tinggi dari model klasifikasi. Luas lahan budidaya mengalami fluktuasi selama periode penelitian, dengan peningkatan signifikan pada tahun 2023 mencapai 1.487,1 hektar. Namun, peningkatan luas lahan tidak selalu sejalan dengan tren produksi rumput laut, yang mengindikasikan adanya faktor teknis dan lingkungan yang turut memengaruhi produktivitas. Penelitian ini membuktikan bahwa teknologi remote sensing melalui GEE efektif dalam pemantauan lahan budidaya secara spasial dan temporal. | Janeponto Regency, located in South Sulawesi, Indonesia, is one of the coastal regions with high potential for seaweed cultivation, particularly Eucheuma cottonii. This study aims to assess the spatial extent of seaweed farming areas from 2019 to 2023 and evaluate the accuracy of Sentinel-2A satellite imagery processed through the Google Earth Engine (GEE) platform. The methodology includes preprocessing satellite imagery through cloud and sunglint correction, classification using the Random Forest algorithm, and validation using Overall Accuracy (OA) and Kappa Coefficient metrics. The classification results yielded an OA of 0.99 and Kappa values ranging from 0.86 to 0.95, indicating high classification reliability. The spatial extent of seaweed cultivation fluctuated during the study period, with a significant increase observed in 2023, reaching 1,487.1 hectares. However, the increase in cultivated area did not always correlate with production trends, suggesting the influence of technical and environmental factors on productivity. This research demonstrates that remote sensing technology through GEE is effective for spatial and temporal monitoring of aquaculture areas. | |
| 46739 | 50142 | A1D021121 | Respon Pertumbuhan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) dengan Variasi Dosis Pemberian Biochar dan Ekoenzim | Tanaman kopi robusta (Coffea canephora) merupakan tanaman tahunan yang berasal Afrika. Perlakuan budidaya tanaman kopi dapat memanfaatkan biochar sebagai pembenah tanah serta ekoenzim sebagai sumber nutrisi. Pemanfaatan biochar serta ekoenzim merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas berbasis bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik dari penggunaan biochar dan ekoenzim untuk hasil tanaman kopi. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian biochar yang terdiri dari 0 g/tanaman (B0), 200 g/tanaman (B1), dan 300 g/tanaman (B2). Faktor kedua adalah pemberian ekoenzim yang terdiri 0 ml/L (E0), 50 ml/L (E1), dan 100 ml/L (E2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar berpengaruh nyata terhadap variabel pertambahan tinggi tanaman. Pemberian ekoenzim berpengaruh nyata terhadap variabel kandungan klorofil. Terdapat interaksi antara pemberian biochar dan pemberian ekoenzim pada variabel pertambahan tinggi tanaman. | Robusta coffee (Coffea canephora) is a perennial plant native to Africa. Cultivation practices for coffee can employ biochar as a soil amendment and eco-enzyme solutions as a nutrient source. The use of biochar and eco-enzymes represents an effort to enhance productivity through organic-based inputs. This study aimed to identify the optimal application rates of biochar and eco-enzyme for maximizing coffee yield. A randomized block design with two factors was employed. The first factor was biochar applied at three levels: 0 g/plant (B0), 200 g/plant (B1), and 300 g/plant (B2). The second factor was eco-enzyme concentration at three levels: 0 ml/L (E0), 50 ml/L (E1), and 100 ml/L (E2). The results showed that biochar application had a significant effect on the increase in plant height. The application of eco-enzyme significantly influenced the chlorophyll content. Furthermore, a significant interaction was observed between biochar and eco-enzyme applications on the variable of plant height increment. | |
| 46740 | 50143 | F1D021058 | Analisis Marketing Politik Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Presiden 2024 | Pada masa pilpres banyak sekali para calon presiden yang melakukan aktivitas marketing politik dalam kampanye mereka dengan tujuan untuk menarik perhatian dan juga mendapatkan suara sebanyak mungkin dari masyarakat. Salah satu calon presiden yang akan di analisis dalam artikel ini adalah Ganjar Pranowo yang merupakan salah satu politisi terkenal dari PDIP dan pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis lebih lanjut dan lebih luas terkait marketing politik yang Ganjar Pranowo lakukan dalam pilpres 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan data didapatkan melalui jurnal serta artikel dengan topik penelitian yang serupa dengan penelitian ini. Dalam melakukan analisis, penelitian ini akan menggunakan pendekatan teori marketing politik Firmanzah. Pembahasan terkait marketing politik yang dilakukan Ganjar Pranowo selama masa kampanye pilpres 2024 akan dibagi menjadi beberapa pendekatan yaitu branding, positioning dan targeting. Secara kesimpulan artikel ini, marketing politik yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo tidak berhasil memenangkan Ganjar pada pemilihan presiden 2024, dan mendapatkan suara yang paling kecil dibandingkan kedua pasangan calon lainnya. | During the presidential election period, many presidential candidates conducted political marketing activities in their campaigns with the aim of attracting attention and also getting as many votes as possible from the public. One of the presidential candidates that will be analyzed in this article is Ganjar Pranowo, who is a well known politician from PDIP and has served as Governor of Central Java for two terms. The purpose of writing this article is to analyze further and more broadly the political marketing that Ganjar Pranowo is doing in the 2024 presidential election. The method used in this research is a qualitative method and data is obtained through journals and articles with research topics similar to this research. In conducting the analysis, this research will use Firmanzah's political marketing theory approach. The discussion related to political marketing conducted by Ganjar Pranowo during the 2024 presidential election campaign will be divided into several approaches, namely branding, positioning and targeting. In the conclusion of this article, political marketing carried out by Ganjar Pranowo did not succeed in winning Ganjar in the 2024 presidential election, and received the smallest number of votes compared to the other two candidate pairs. |