Artikelilmiahs

Menampilkan 46.181-46.200 dari 48.741 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4618149551C1G020037PANDAWA PROFESSIONAL RENTAL EQUIPMENT AND EVENT
ORGANIZER
Kewirausahaan adalah suatu proses menciptakan, mengembangkan, dan
menjalankan suatu usaha atau bisnis dengan tujuan menghasilkan keuntungan
serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pandemi COVID-19 membawa
dampak besar bagi sektor kewirausahaan, menyebabkan banyak usaha mengalami
penurunan omzet, bahkan gulung tikar. Pandemi memberikan tantangan besar bagi
wirausaha, khususnya bidang Event Organizer, tetapi juga mendorong percepatan
inovasi dan transformasi digital dalam dunia bisnis. Latar belakang penulis dalam
memulai kegiatan wirausaha Vendor Event dan Event Organizer adalah keinginan
untuk mengembangkan sebuah bisnis penyewaan tenda hajatan tingkat Rukun
Tetangga yang dikelola oleh orangtua menjadi bisnis yang berkembang dan dapat
memperluas jangkauan pasar. Berbekal pengalaman dan ilmu dari relasi yang
didapatkan oleh penulis dan diskusi dengan orangtua terkait permodalan akhirnya
penulis membuat sebuah bisnis di bidang jasa persewaan peralatan acara dengan
konsep yang baru dibandingkan yang sudah dijalankan oleh orangtua penulis
sebelumnya.
Laporan tugas akhir kewirausahaan ini disusun sebagai bentuk
pertanggungjawaban akademik atas kegiatan wirausaha yang telah dilaksanakan
oleh penulis. Dari seluruh rangkaian proses yang telah dijalankan, dapat
disimpulkan bahwa usaha ini memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar,
terutama dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan event
profesional yang praktis, kreatif, dan terintegrasi. Kegiatan ini juga memberikan
wawasan praktis kepada penulis mengenai tantangan nyata di dunia usaha, seperti
mengelola waktu, menghadapi klien dengan berbagai karakter, menanggapi
perubahan kebutuhan pasar, serta menjaga kualitas layanan secara konsisten.
Kata kunci : Kewirausahaan, Jasa, Event Organizer, Vendor Event.
Entrepreneurship is the process of creating, developing, and running a
business with the aim of generating profits and adding value to society. The
COVID-19 pandemic has had a significant impact on the entrepreneurship sector,
causing many businesses to experience a decline in revenue, and even close down.
The pandemic posed major challenges for entrepreneurs, particularly in the event
organizing sector, but it also accelerated innovation and digital transformation in
the business world. The author’s background in starting an event vendor and event
organizing business was driven by the desire to develop a neighborhood-level tent
rental business managed by their parents into a thriving business with expanded
market reach. Armed with experience and knowledge gained from relationships and
discussions with his parents regarding capital, the author eventually established a
business in the field of event equipment rental services with a new concept
compared to what his parents had previously operated.
This final entrepreneurship project report is compiled as an academic
accountability for the entrepreneurial activities carried out by the author. From the
entire process that has been carried out, it can be concluded that this business has
considerable growth potential, especially with the increasing public demand for
practical, creative, and integrated professional event services. This activity also
provided the author with practical insights into real-world business challenges, such
as time management, dealing with clients of various personalities, responding to
changing market needs, and maintaining consistent service quality.
Keywords: Entrepreneurship, Services, Event Organizer, Event Vendor.
4618249555I1C021054Formulasi dan Uji Aktivitas Antibiofilm Tablet Hisap
Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.)
Plak gigi merupakan lapisan biofilm yang terbentuk di permukaan gigi dan menjadi penyebab utama berbagai penyakit mulut, termasuk karies gigi. Bakteri Streptococcus mutans berperan besar dalam pembentukan plak melalui produksi enzim glukosiltransferase (GTF) yang mengubah sukrosa menjadi glukan sebagai komponen utama biofilm. Salah satu pendekatan pencegahan yang potensial adalah penggunaan agen antibiofilm alami seperti ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) yang kaya akan senyawa katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG), yang terbukti dapat menghambat aktivitas GTF. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan tablet hisap ekstrak daun teh hijau dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 20% serta mengevaluasi sifat fisik sediaan dan aktivitas antibiofilm terhadap S. mutans. Tablet hisap dibuat menggunakan metode granulasi basah dan dievaluasi sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, ukuran, kekerasan, kerapuhan, dan waktu melarut. Uji antibiofilm dilakukan menggunakan metode mikrodilusi terhadap biofilm bakteri pada fase pertengahan dan pematangan. Hasil menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan fisik tablet hisap, dan formula dengan 20% ekstrak menunjukkan efektivitas penghambatan biofilm tertinggi sebesar 81,16% pada fase pertengahan. Dengan demikian, tablet hisap ekstrak daun teh hijau berpotensi dikembangkan sebagai sediaan herbal yang efektif dalam mencegah pembentukan biofilm penyebab karies gigi.Dental plaque is a biofilm layer formed on the tooth surface and is a major cause of various oral diseases, including dental caries. Streptococcus mutans plays a key role in plaque formation through the production of the enzyme glucosyltransferase (GTF), which converts sucrose into glucans as the main component of biofilm. One promising preventive approach is the use of natural antibiofilm agents such as green tea leaf extract (Camellia sinensis L.), which is rich in catechins, particularly epigallocatechin gallate (EGCG), known to inhibit GTF activity. This study aimed to formulate lozenges containing green tea leaf extract at concentrations of 5%, 10%, and 20%, and to evaluate their physical properties and antibiofilm activity against S. mutans. The lozenges were prepared using the wet granulation method and evaluated for physical properties including weight and size uniformity, hardness, friability, and dissolution time. Antibiofilm activity was tested using a microdilution method on biofilms at intermediate and mature phases. The results showed that all formulations met the required physical standards, with the 20% extract formula exhibiting the highest biofilm inhibition percentage at 81.16% during the intermediate phase. Therefore, green tea leaf extract lozenges show potential as an effective natural herbal formulation for preventing S. mutans biofilm formation and dental caries.
4618349556E2A023036EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PIDANA DENGAN SYARAT BERUPA
PELAYANAN MASYARAKAT TERHADAP ANAK SEBAGAI
PELAKU TINDAK PIDANA DI KABUPATEN BANYUMAS
Kasus anak yang berhadapan dengan hukum di Kabupaten Banyumas dari tahun 2021-2025 tergolong banyak, di Pengadilan Negeri Banyumas untuk anak yang berhadapan dengan hukum pada tahun 2021-2025 sebanyak 24 kasus, sedangkan di Pengadilan Negeri Purwokerto sebanyak 45 kasus anak. Anak yang dijatuhi pelaksanaan pidana pelayanan masyarakat di Kabupaten Banyumas dari 2021-2025 sebanyak 1 anak yang dijatuhi pelaksanaan pidana pelayanan masyarakat, sedangkan di Pengadilan Negeri Purwokerto anak yang dijatuhi pelaksanaan pidana pelayanan masyarakat sebanyak 4 anak. Pelayanan masyarakat dijatuhkan paling sebentar 7 (tujuh) jam dan paling lama 120 (seratus duapuluh) jam, di Kabupaten Banyumas pelaksanaan pidana pelayanan masyarakat dilaksanakan 1 (satu) jam perhari selama 3 (tiga) bulan lamanya dengan tidak mengganggu kegiatan anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis dengan lokasi penelitian di PN Banyumas, PN Purwokerto, Bapas dan Masjid Jami Baitul Mu’min menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pidana dengan syarat berupa pelayanan masyarakat terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana di Kabupaten Banyumas belum efektif, karena dalam pelaksanaannya tujuan dari pidana pelayanan masyarakat belum sepenuhnya tercapai dan kendala yang dihadapi dalam pelaksaaan pidana dengan syarat berupa pelayanan masyarakat anak sebagai pelaku tindak pidana di Kabupaten Banyumas adalah: pertama dari struktur hukumnya yaitu kurangnya Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto yang ada di Kabupaten Banyumas sehingga dalam pelaksanaan pengawasan pidana pelayanan masyarakat hanya 1 (satu) bulan sekali dan dilakukan oleh 1 (satu) Pembimbing Kemasyarakatan, kedua dari kultur budaya yaitu masih tingginya stigma negatif dari masyarakat.



Kata Kunci: Efektivitas, Pelaksanaan Pidana dengan Syarat, Pelayanan Masyarakat, Anak Pelaku Tindak Pidana
Cases of children in conflict with the law in Banyumas Regency from 2021-2025 are quite numerous, in the Banyumas District Court for children in conflict with the law in 2021-2025 there were 24 cases, while in the Purwokerto District Court there were 45 cases of children. Children who were sentenced to community service in Banyumas Regency from 2021-2025 were 1 child who was sentenced to community service, while in the Purwokerto District Court there were 4 children who were sentenced to community service. Community service is imposed for a minimum of 7 (seven) hours and a maximum of 120 (one hundred and twenty) hours, in Banyumas Regency the implementation of community service is carried out for 1 (one) hour per day for 3 (three) months without disrupting the child's activities. The research method used in this study is a sociological legal approach method with analytical descriptive research specifications with research locations at Banyumas District Court, Purwokerto District Court, Bapas and Baitul Mu'min Grand Mosque using primary data obtained from interviews and secondary data obtained through literature studies. The data obtained were analyzed using qualitative normative methods and presented in the form of narrative text. The results of the research and discussion can be concluded that the implementation of criminal penalties with conditions in the form of community service for children as perpetrators of criminal acts in Banyumas Regency has not been effective, because in its implementation the objectives of community service penalties have not been fully achieved and the obstacles faced in the implementation of criminal penalties with conditions in the form of community service for children as perpetrators of criminal acts in Banyumas Regency are: first from the legal structure, namely the lack of Community Guidance for Class II Purwokerto Correctional Center in Banyumas Regency so that in the implementation of community service criminal supervision it is only once a month and carried out by 1 (one) Community Guidance, second from the cultural culture, namely the still high negative stigma from the community.
4618449557I1E021005Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dengan Risiko Cedera Pada Atlet Bola Basket Fakultas Ilmu-ilmu KesehatanLatar Belakang: Olahraga permainan bola basket memiliki beberapa faktor yang mempengaruhi dan menentukan keberhasilan pada pemain bola basket dalam melakukan beberapa teknik tersebut, diantaranya tinggi lompatan dan indeks massa tubuh dari pemain tersebut yang nilainya ditentukan dari tinggi lompatan, panjang tungkai dan tinggi badan pemain serta berat badan. Indeks Massa Tubuh tinggi terkait risiko dengan cedera olahraga yang lebih tinggi pada remaja, terutama cedera pada ekstremitas bawah dan patah tulang.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan risiko cedera pada atlet bola basket Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan.
Metodologi : Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan korelasional dengan populasi mahasiswa aktif yang mengikuti UKM Fikes Sport Club dan sampel 14 mahasiswa laki laki melalui purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji linieritas, dam uji pearson product moment. Data diperoleh mengunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dan tes Functional Movement Screening (FMS) untuk risiko cedera. Data dianalisis dengan uji korelasi pearson untuk mengetahui hubungan antar variabel.
Hasil Penelitian: Hasil dari uji pearson product moment menunjukkan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara variabel indeks massa tubuh dengan risiko cedera dengan nilai koefisien korelasi yang bernilai negatif dan nilai signifikasi sebesar 0,01 yang berada di bawah 0,05. Ini menunjukan bahwa Indeks Massa Tubuh atlet yang mengikuti UKM bola basket Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan sebanyak 7 (50%) atlet masuk kedalam kriteria Healthy Fitness Zone (HFZ). Dari hasil pengukuran Functional Movement Screening (FMS) menunjukan bahwa sebagian besar siswa masuk kedalam kategori resiko cedera rendah. terdapat korelasi yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan resiko cedera, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan memiliki Indeks Massa Tubuh yang baik atau masuk kedalam kriteria Healthy Fitness Zone, maka akan mengurangi resiko cedera.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan risiko cedera pada atlet bola basket. Atlet dengan IMT dalam kategori Healthy Fitness Zone cenderung memiliki risiko cedera yang lebih rendah, sedangkan atlet yang memiliki IMT Need Improvement atau NI- Healthy Risk meningkatkan potensi cedera. Dengan demikian, menjaga IMT ideal penting untuk mencegah cedera olahraga.

Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Healthy Fitness Zone, Functional Movement Screening, Risiko Cedera, Bola Basket.

Background: The sport of basketball involved several factors that influenced and determined the success of players in performing various techniques, including vertical jump height and the player’s body mass index, which was determined by jump height, leg length, body height, and body weight. A high Body Mass Index was associated with a greater risk of sports injuries in adolescents, particularly injuries to the lower extremities and bone fractures.
Purpose: To determine the relationship between body mass index and injury risk in basketball athletes at the Faculty of Health Sciences.
Methodology: This research used a descriptive quantitative and correlational method with a population of active students participating in the Fikes Sport Club and a sample of 14 male students selected through purposive sampling. The data analysis used in this study included normality test, linearity test, and Pearson product-moment correlation test. Data were obtained through Body Mass Index (BMI) measurement using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) and Functional Movement Screening (FMS) test to assess injury risk. The data were analyzed using Pearson correlation to determine the relationship between variables.
Results: The results of the Pearson product-moment correlation test showed a significant correlation between body mass index and injury risk, with a negative correlation coefficient and a significance value of 0.01, which was below 0.05. This indicated that 7 (50%) of the athletes participating in the basketball student activity unit at the Faculty of Health Sciences were within the Healthy Fitness Zone (HFZ) category. The results of the Functional Movement Screening (FMS) measurement showed that most of the participants fell into the low injury risk category. There was a significant correlation between Body Mass Index (BMI) and injury risk, suggesting that having a good BMI or one that falls within the Healthy Fitness Zone category could reduce the risk of injury.
Conclusion: There was a significant relationship between Body Mass Index (BMI) and injury risk in basketball athletes. Athletes with a BMI in the Healthy Fitness Zone category tended to have a lower risk of injury, while those with a BMI in the Need Improvement or NI-Health Risk categories had a higher potential for injury. Therefore, maintaining an ideal BMI was important for preventing sports-related injuries.

Keywords : Body Mass Index , Healthy Fitness Zone, Functional Movement Screening, Risk of Injury, Basketball.
4618549558I1E021061HUBUNGAN KOORDINASI MATA TANGAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KETEPATAN FLYING SHOOT
BOLA TANGAN TIM HANDBALL PUTRA
SMA N 4 PURWOKERTO
Latar Belakang: Handball atau bola tangan merupakan suatu permainan yang melibatkan bola dilempar dan ditangkap menggunakan kedua tangan, dimainkan di lapangan dengan ukuran tertentu, baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Beberapa teknik yang dapat dilakukan seperti dribling, passing, dan Shooting. Dalam mencapai teknik yang baik salah satunya dapat dilakukan koordinasi mata tangan dan kekuatan otot lengan. Berdasarkan observasi di SMA N 4 PURWOKERTO menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan kurang dalamm melakukan salah satu teknik bola tangan yaitu flying shoot maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti hubungan koordinasi mata tangan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan flying shoot.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain korelasional pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 16 atlet laki-laki bola tangan SMAN 4 Purwokerto berusia 17-19 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diukur meliputi tes two hand eye cordination, tes medicine ball, dan tes Shooting target. Analisis data penelitian ini menggunakan uji normalitas shapiro wilk, uji linearitas, uji hipotesis seperti uji pearson product moment dan korelasi ganda, serta sumbangan efektif (SE) dan sumbangan relatif (SR).
.
Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara koordinasi mata tangan terhadap ketepatan flying shoot. (r = 36,3%; p < 0,05), kekuatan otot lengan terhadap ketepatan flying shoot. (r = 63,7%; p < 0,05), serta koordinasi mata tangan, dan kekuatan otot lengan, secara bersama memiliki hubungan terhadap ketepatan flying shoot. (r = 81%. p < 0,05). Analisis regresi menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan memiliki kontribusi terbesar terhadap ketepatan flying shoot dibandingkan koordinasi mata tangan.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara power otot lengan dan koordinasi mata-tangan terhadap ketepatan flying shoot pada atlet bola tangan SMAN 4 Purwokerto.

Kata Kunci: Handball, kekuatan otot lengan, koordinasi mata tangan, ketepatan flying shoot.
Background: Handball is a game that involves throwing and catching a ball using both hands, played on a field with a certain size, both indoors and outdoors. Some techniques that can be done are dribbling, passing, and Shooting. In achieving good techniques, one of which is hand-eye coordination and arm muscle strength. Based on observations at SMA N 4 PURWOKERTO, it shows that students still have difficulty in doing one of the handball techniques, namely flying shoot, therefore researchers are interested in examining the relationship between hand-eye coordination and arm muscle strength to the accuracy of flying shoot.

Methodology: This study is a quantitative descriptive study with a correlational design of a cross-sectional approach. The sample of the study consisted of 16 male handball athletes of SMAN 4 Purwokerto aged 17-19 years who were selected using a purposive sampling technique. The variables measured included the hand eye coordination test, push up test, and target Shooting test. Data analysis of this study used the Shapiro Wilk normality test, linearity test, hypothesis test such as the Pearson product moment test and multiple correlation, as well as effective contribution (SE) and relative contribution (SR).

Research Results: The results of the analysis showed a significant relationship between hand-eye coordination and flying shoot accuracy. (r = 36.3%; p < 0.05), arm muscle strength and flying shoot accuracy. (r = 63.7%; p < 0.05), and hand-eye coordination and arm muscle strength, together have a relationship to flying shoot accuracy. (r = 81%. p < 0.05). Regression analysis showed that arm muscle strength has the greatest contribution to flying shoot accuracy compared to hand-eye coordination.

Conclusion: There is a significant relationship between arm muscle power and eye-hand coordination on flying shoot accuracy in handball athletes at SMAN 4 Purwokerto.

Keywords: Handball, arm muscle strength, hand eye coordination, flying shoot accuracy.



4618649559L1C018009STATUS KONDISI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PULAU ANGSO, PADANG PARIAMANTerumbu karang merupakan ekosistem pesisir dengan fungsi ekologis yang vital, namun sangat rentan terhadap kerusakan akibat tekanan alami maupun antropogenik. Perairan Pulau Angso, sebagai bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD), memerlukan data kondisi terumbu karang terkini untuk mendukung upaya pengelolaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kondisi tutupan karang, parameter fisika-kimia perairan, dan mengkaji hubungan antara keduanya di perairan Pulau Angso, Padang Pariaman. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan teknik Underwater Photo Transect (UPT), data persentase tutupan karang dianalisis menggunakan perangkat lunak Coral Point Count with Excel extensions (CPCe) dan hubungannya dengan parameter kualitas air diuji melalui analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan kondisi terumbu karang di Pulau Angso tergolong rusak, dengan persentase tutupan karang hidup dalam kondisi rusak sedang (31,6%) sampai rusak berat (3,6%) di stasiun 2, serta didominasi oleh bentuk pertumbuhan Acropora submassive dan tutupan bentik berupa pecahan karang (rubble). Analisis regresi menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kualitas perairan dengan tutupan karang (R² = 1), Kecuali kecerahan yang rendah di bawah baku mutu diduga menjadi salah satu faktor pembatas kelangsungan hidup karang.Coral reefs are vital coastal ecosystems, yet they are highly vulnerable to damage from both natural and anthropogenic pressures. The waters of Angso Island, as part of a Regional Marine Conservation Area (KKPD), require up-to-date data on coral reef conditions to support effective management efforts. This study aims to analyze the status of coral cover, physical-chemical water parameters, and to assess the relationship between them in the waters of Angso Island, Padang Pariaman. The method employed was a field survey using the Underwater Photo Transect (UPT) technique; coral cover percentage data were analyzed using the Coral Point Count with Excel extensions (CPCe) software, and its relationship with water quality parameters was tested through simple linear regression analysis. The results show the condition of the coral reefs at Angso Island is categorized as damaged, with a live coral cover of 31.6% (moderately damaged) at station 1 and 3.6% (severely damaged) at station 2, dominated by the Acropora submassive growth form and benthic cover of rubble. Regression analysis indicates a strong positive relationship between water quality and coral cover (R² = 1), where low water clarity below the quality standard is suspected to be a primary limiting factor.
4618749560K1B021009PENERAPAN METODE BACKPROPAGATION INISIALISASI NGUYEN-WIDROW DALAM PERAMALAN HARGA SAHAM
PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK
Saham merupakan salah satu bentuk investasi yang dapat memberikan keuntungan maupun kerugian bagi investor. Fluktuasi harga saham di sektor perbankan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan tingkat suku bunga. Ketidakstabilan harga saham PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadikan peramalan sebagai salah satu solusi untuk membantu pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan harga saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggunakan metode Backpropagation dengan algoritma inisialisasi Nguyen-Widrow. Pengujian dilakukan sebanyak 24 kali dengan berbagai variasi parameter model. Hasil model terbaik diperoleh pada arsitektur jaringan 6-15-1 dengan persentase data 90:10 dan learning rate 0,3 yang menghasilkan nilai MAPE sebesar 4,0738%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan peramalan yang sangat akurat. Rata-rata nilai MAPE pada pengujian inisialisasi Nguyen-Widrow dengan persentase 90:10 sebesar 4,517% dan pada persentase 80:20 sebesar 7,641%. Rata-rata nilai MAPE pada pengujian inisialisasi bilangan acak dengan persentase data 90:10 sebesar 4,627% dan pada persentase 80:20 sebesar 9,149%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa inisialisasi Nguyen-Widrow dapat mempercepat konvergensi dan memberikan nilai yang stabil meskipun tidak selalu menghasilkan nilai MAPE terkecil pada setiap pengujian. Stocks are a form of investment that can provide profits or losses for investors. Stock price fluctuations in the banking sector are influenced by various external factors such as inflation, the exchange rate of the rupiah against the US dollar, and interest rates. The instability of PT Bank Mandiri (Persero) Tbk's stock price makes forecasting one of the solutions to assist in investment decision-making. This study aims to forecast the stock price of PT Bank Mandiri (Persero) Tbk using the Backpropagation method with the Nguyen-Widrow initialization algorithm. Testing was conducted 24 times with various model parameter variations. The best model results were obtained with a 6-15-1 network architecture, a 90:10 data ratio, and a learning rate of 0.3, yielding a MAPE value of 4.0738%. This value indicates that the model has highly accurate forecasting capabilities. The average MAPE value in the Nguyen-Widrow initialization test with a 90:10 data ratio was 4.517%, and with an 80:20 data ratio, it was 7.641%. The average MAPE value in the random initialization test with a 90:10 data ratio was 4.627% and with an 80:20 ratio was 9.149%. The test results show that the Nguyen-Widrow initialization can accelerate convergence and provide stable values, although it does not always produce the smallest MAPE value in every test.
4618849561I1E021014Hubungan Antara Komposisi Tubuh dengan Tingkat Daya Tahan Kardiovaskular (VO_2Max) Siswa Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 1 Baturraden.Latar Belakang: Bola basket adalah permainan dua tim yang bertujuan memasukkan bola ke ring untuk mencetak poin sebanyak mungkin. VO2Max merupakan faktor penting dalam olahraga permainan seperti basket karena durasi pertandingan bola basket berlangsung selama empat kuarter untuk masing-masing kuarter berdurasi 10 menit dengan intensitas yang tinggi. VO2Max adalah kemampuan maksimal tubuh menyerap dan memanfaatkan oksigen, yang mendukung daya tahan kardiovaskular. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah komposisi tubuh. Komposisi tubuh mengacu pada persentase berbagai komponen tubuh, termasuk massa tulang, cairan, otot, dan lemak. Komposisi tubuh yang kurang ideal dapat berdampak pada menurunnya tingkat kebugaran fisik seseorang.

Tujuan: Mengetahui hubungan antara komposisi tubuh dengan tingkat daya tahan kardiovaskular siswa ekstrakulikuler bola basket SMA N 1 Baturraden.

Metodologi: Jenis Penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dan korelasional dengan 20 responden melalui total sampling yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dalam rentang usia 15-18 tahun. Data diperoleh menggunakan BIA untuk komposisi tubuh dan MFT untuk VO2Max. Data dianalisis dengan uji pearson product moment dan korelasi ganda untuk mengetahui hubungan antar variabel.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) dan persen lemak tubuh yang masuk dalam kategori Healty Fitness Zone (HFZ). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa rata-rata responden laki-laki memiliki tingkat daya tahan kardiovaskular yang masuk dalam kategori “Kurang”, sedangkan mayoritas responden perempuan dalam kategori “Cukup”. Hasil uji korelasi ganda pada variabel indeks massa tubuh dan persen lemak tubuh dengan variabel VO2Max menujukan nilai sig. F Change sebesar 0,000 sehingga p < 0,05, sehingga diketahui bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dan persen lemak tubuh dengan tingkat daya tahan kardiovaskular (VO2Max).

Kesimpulan: Ada hubungan antara indeks massa tubuh dan persen lemak tubuh dengan tingkat daya tahan kardiovaskular (VO2Max).
Kata Kunci: Basket, Indeks Massa Tubuh, Komposisi Tubuh, Lemak Tubuh, VO2Max.
Background: Basketball is a team sport in which two opposing teams aim to score as many points as possible by shooting the ball into the opponent’s hoop. VO₂Max plays a crucial role in sports like basketball, as the game consists of four quarters each lasting 10 minutes and is played at a high intensity. VO₂Max refers to the maximum capacity of the body to absorb and utilize oxygen, which directly supports cardiovascular endurance. One of the key factors influencing VO₂Max is body composition, which encompasses the relative proportions of various bodily components, including bone mass, fluids, muscle tissue, and fat. An unbalanced body composition, particularly a high percentage of body fat, can adversely affect an individual’s level of physical fitness.

Purpose: To determine the relationship between body composition and cardiovascular endurance level (VO₂Max) of basketball extracurricular students at SMA N 1 Baturraden.

Methodology: This research is a descriptive quantitative and correlational approach with 20 respondents selected through total sampling. Body composition data were collected using BIA, while VO₂Max was measured using the Multistage Fitness Test (MFT). Data were analyzed using Pearson product-moment correlation and multiple correlation tests to assess relationships between variables.

Results: he results of the study indicate that the respondents consisted of both male and female participants aged between 15 and 18 years. The majority of the respondents had Body Mass Index (BMI) scores and body fat percentages that fell within the Healthy Fitness Zone (HFZ) category. The study also revealed that, on average, male respondents demonstrated cardiovascular endurance levels categorized as “Poor,” while most female respondents fell into the “Fair” category. Furthermore, the results of a multiple correlation test between the variables of BMI and body fat percentage with VO₂Max showed a significance value (Sig. F Change) of 0.000, indicating that p < 0.05. This confirms a statistically significant relationship between BMI and body fat percentage and cardiovascular endurance (VO₂Max).

Conclusion: There is a relationship between body mass index and body fat with cardiovascular endurance level (VO₂Max).
4618949562C1A021108Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja Pertanian, Luas Lahan Panen, dan Jumlah Produksi Teh terhadap PDRB Sektor Pertanian Kabupaten WonosoboSektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian Kabupaten Wonosobo, salah satunya melalui subsektor perkebunan teh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja pertanian, luas lahan panen teh, dan jumlah produksi teh terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 2008 hingga 2022 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan first difference untuk mengatasi permasalahan stasioneritas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan namun negatif terhadap PDRB sektor pertanian. Luas lahan panen teh memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, menunjukkan pentingnya pemanfaatan lahan secara optimal. Sementara itu, jumlah produksi teh tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB sektor pertanian, diduga karena terbatasnya volume produksi serta minimnya nilai tambah yang dihasilkan. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar pemerintah daerah fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja dan pengelolaan lahan yang lebih efisien, serta mendorong pengembangan hilirisasi produk teh untuk meningkatkan kontribusinya terhadap PDRB sektor pertanian.
The agricultural sector plays an important role in the economy of Wonosobo Regency, particularly through the tea plantation subsector. This study aims to analyze the influence of agricultural labor, harvested tea land area, and tea production volume on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of the agricultural sector in Wonosobo Regency. The research uses secondary data from 2008 to 2022, obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS) of Wonosobo Regency. The analytical method employed is multiple linear regression with a first difference approach to address data stationarity issues. The results show that the number of agricultural workers has a significant but negative effect on the GRDP of the agricultural sector. The harvested tea land area has a positive and significant influence on GRDP, indicating the importance of optimal land use. Meanwhile, tea production volume does not have a significant impact on agricultural GRDP, possibly due to limited production volume and low added value. Based on these findings, it is recommended that local governments focus on improving the quality of the labor force and optimizing land management, as well as promoting the downstream development of tea products to enhance their contribution to the agricultural GRDP.
4619049563D1A018169Pengaruh Penambahan Berbagai Bahan Pengental (Hidrokoloid) Terhadap Viskositas dan Warna Yoghurt Susu Sapi ASIFA LINAHTADIYA. Penelitian yang berjudul “Pengaruh Penambahan Bahan Pengental (Hidrokoloid) yang Berbeda Terhadap Warna dan Viskositas Yoghurt Susu Sapi” dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada tanggal 4-14 November 2022. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai bahan pengental (hidrokoloid) terhadap viskositas dan warna yoghurt susu sapi. Materi dan Metode yang digunakan yaitu susu sapi, starter yoghurt, karagenan, gelatin, skim, dan pektin. Variabel yang diukur adalah viskositas dan warna. Penelitian dilakukan secara eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0: yoghurt susu sapi tanpa pemberian bahan pengental, P1: yoghurt susu sapi yang diberi penambahan karagenan, P2: yoghurt susu sapi yang diberi penambahan gelatin, P3: yoghurt susu sapi dengan penambahan skim, P4: yoghurt susu sapi dengan penambahan pektin. Data di analisis menggunakan Analisis Variansi (ANAVA) dan dilanjutkan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan berbagai bahan bahan pengental memberikan pengaruh nyata terhadap viskositas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna. Nilai rata-rata viskositas sebesar 429,17±35,18 sedang warna sebesar 41,43±0,124. Kesimpulan, pemberian bahan pengental yang berbeda pada yoghurt menghasilkan nilai viskositas yang signifikan dan warna yang relatif sama.ASIFA LINAHTADIYA. The research entitled “The Effect of Addition of Different Thickening (Hydrocolloids) Agents on the Color and Viscosity of Cow's Milk Yoghurt” was conducted at the Animal Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto on November 4-14, 2022. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of various thickeners (hydrocolloids) on the viscosity and color of cow's milk yogurt. Materials and Methods used were cow's milk, yogurt starter, carrageenan, gelatin, skim, and pectin. The variables measured were viscosity and color. The research was conducted experimentally, using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments were P0: cow's milk yoghurt without thickening agent, P1: cow's milk yoghurt with carrageenan added, P2: cow's milk yoghurt with gelatin added, P3: cow's milk yoghurt with skim added, P4: cow's milk yoghurt with pectin added. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and continued using the Honest Real Difference (BNJ) test. The results of the analysis showed that the addition of various thickening agents had a significant effect on viscosity, but no significant effect on color. The average value of viscosity was 429.17 ± 35.18 while the color was 41.43 ± 0.124. In conclusion, the provision of different thickening agents in yogurt produces significant viscosity values and relatively similar colors.
4619149989L1C020059Dinamika Perubahan Garis Pantai Menggunakan Citra Satelit Multispektral di Kabupaten Brebes, Jawa TengahKabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten di utara Pulau Jawa yang memiliki kegiatan ekonomi di kawasan pesisir pantai. Kegiatan di kawasan pesisir sangat dipengaruhi oleh perubahan garis pantai karena memiliki sifat yang dinamis menyebabkan terjadinya abrasi dan akresi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan garis pantai tahun 2008, 2013, 2018, dan 2023 serta laju perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kabupaten Brebes. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah citra Landsat 5 dan citra Landsat 8 dengan memanfaatkan aplikasi Digital Shoreline Analisys System (DSAS). Selama periode tahun 2008-2023 garis pantai di Kabupaten Brebes mengalami abrasi dan akresi dengan kondisi ekstrem, tinggi, dan sedang. Perubahan signifikan terjadi pada wilayah Kecamatan Brebes dan Kecamatan Losari. Akresi menjadi fenomena yang sering terjadi dengan tingkat laju yang tinggi setiap tahunnya. Faktor penyebab perubahan garis pantai Kabupaten Brebes diduga adalah kondisi pasang surut, sedimentasi, gelombang, sea level rise, pengalihan, dan revitalisasi fungsi lahan mangroveBrebes Regency, located on the northern coast of Java Island, plays a significant role in the local economy. These activities occur in dynamic coastal areas due to shoreline changes.This study aimed to analyzed shoreline changes that have occurred in Brebes Regency in the years 2008, 2013, 2018, and 2023, as well as to assess the rate of shoreline change along its coastal areas. The research utilizes Landsat 5 and Landsat 8 satellite imagery, processed with the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) application. During the period from 2008 to 2023, the shoreline in Brebes Regency experienced both erosion and accretion with varying degrees of intensity—extreme, high, and moderate. Significant changes were observed in the districts of Brebes and Losari. Accretion emerged as the predominant phenomenon, occurring at a relatively high annual rate. The factors suspected to influence shoreline changes in Brebes Regency include coastal tides, sedimentation, ocean waves, sea level rise, and the conversion and revitalization of mangrove land use.
4619249564E1A021206PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TERTANGGUNG DALAM SENGKETA KLAIM ASURANSI PROPERTI YANG TIDAK DIBAYARKAN SEPENUHNYA (Studi Putusan Nomor 748/Pdt.G/2023/PN Jkt.Pst)
Kehidupan manusia selalu berdampingan dengan ketidakpastian yang berpotensi menimbulkan risiko kerugian. Asuransi properti sebagai pertanggungan bertujuan untuk mengurangi jumlah kerugian terhadap suatu risiko, evenemen menjadi syarat untuk dapat diajukannya klaim asuransi properti. Polis Asuransi menimbulkan kewajiban bagi Penanggung untuk menerima risiko kerugian yang dialami Tertanggung, sementara Tertanggung berkewajiban untuk membayarkan sejumlah premi kepada Penanggung.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum dan akibat hukum dalam sengketa klaim asuransi yang tidak dibayarkan sepenuhnya pada Putusan Nomor 748/Pdt.G/2023/PN Jkt.Pst. Metode pendekatan penelitian menggunakan metode yuridis normatif. Spesifikasi penelitian berupa deskriptif analitis. Pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan penyajian data secara naratif serta analisis data dilakukan secara kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Tertanggung mendapatkan perlindungan hukum secara kontraktual dan yuridis. Perlindungan hukum kontraktual diberikan akibat perjanjian yang mengikat asas pacta sunt servanda dan perlindungan hukum yuridis diberikan akibat penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi. Eksistensi Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bentuk perlindungan hukum regulatif. Klaim asuransi properti yang tidak dibayarkan sepenuhnya berakibat hukum terjadinya wanprestasi, sehingga Majelis Hakim menjatuhkan sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatan wanprestasi.
Human life is inherently accompanied by uncertainty, which carries the potential risk of loss. Property insurance serves as a form of indemnity intended to reduce the extent of financial loss arising from specific risks. The occurrence of an evenemen is a fundamental prerequisite for filing a property insurance claim. An insurance policy establishes a legal obligation for the insurer to assume the risk of loss experienced by the insured, while the insured is obliged to pay a certain premium to the insurer.
This study aims to analyze the legal protection and legal consequences in disputes concerning partially unpaid property insurance claims, as examined in Verdict Number 748/Pdt.G/2023/PN Jkt.Pst. The research employs a normative juridical approach with an analytical descriptive specification. Data collection was conducted through a literature study, presented narratively, and analyzed qualitatively..
The results and discussion indicate that the insured receives both contractual and juridical legal protection. Contractual legal protection arises from the binding agreement based on the principle of pacta sunt servanda, while juridical legal protection is granted through dispute resolution via litigation. The existence of the Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan) represents a form of regulatory legal protection. The partial non-payment of a property insurance claim constitutes a breach of contract (wanprestasi), leading the panel of judges to impose sanctions in the form of compensation for the losses incurred as a result of such breach.
4619349565K1A021030Isolasi dan Uji Toksisitas Senyawa Bioakif Ekstrak Etil Asetat Rimpang Kencur Hitam (Kaempferia parviflora)Tanaman kencur hitam (Kaempferia parviflora) mengandung berbagai senyawa bioaktif dan dikenal memiliki aktivitas farmakologi, seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Uji toksisitas ekstrak etil asetat rimpang kencur hitam belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa bioaktif dari ekstrak etil asetat rimpang kencur hitam serta menguji toksisitasnya dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pemilihan pelarut etil asetat didasarkan pada kemampuannya mengekstraksi senyawa bioaktif dengan polaritas sedang, seperti metoksiflavon, yang merupakan komponen utama rimpang kencur hitam. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi rimpang kencur hitam dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat, fraksinasi dengan kromatografi cair vakum, pemurnian senyawa menggunakan kromatografi radial, identifikasi senyawa hasil isolasi dengan uji fitokimia dan LC-HRMS, serta uji toksisitas dengan metode BSLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi menghasilkan rendemen 6,68%. Fraksinasi dengan KCV menghasilkan 10 fraksi dengan fraksi utama Fg3, dan pemurnian dengan kromatotron menghasilkan 17 isolat dengan isolat utama Igk2. Isolat Igk2 yang diduga mengandung flavonoid, alkaloid, dan fenolik berdasarkan uji fitokimia. Analisis LC-HRMS Igk2 menunjukkan tiga senyawa utama pada waktu retensi 14,56; 15,92; dan 15,01 menit. Tiga senyawa utama diidentifikasi sebagai tangeretin (C20H20O7), tetrametil scutellarein (C19H18O6), dan 5,7-dimetoksiflavon (C17H14O4). Uji toksisitas BSLT menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat, fraksi Fg3, dan isolat Igk2 memiliki tingkat toksisitas tinggi terhadap Artemia salina L. dengan nilai LC50 berturut-turut sebesar 22,123; 9,344; dan 9,667 μg/mL.Black ginger (Kaempferia parviflora) contains various bioactive compounds and it is known for its pharmacological activities, such as antioxidant, anti-inflammatory, and antibacterial effects. The toxicity test of the ethyl acetate extract of black ginger rhizome has not yet been reported. This study aims to isolate bioactive compounds from the ethyl acetate extract of black ginger rhizome and evaluate their toxicity using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Ethyl acetate was selected as the solvent due to its ability to extract bioactive compounds of medium polarity, such as methoxyflavone, which are the main components of black ginger rhizomes. The research procedures included extraction of black ginger rhizome using maceration with ethyl acetate, fractionation using vacuum liquid chromatography, purification of compounds using radial chromatography, identification of isolated compounds through phytochemical tests and LC-HRMS, and toxicity testing with BSLT method. The results showed that the extraction yielded 6.68%. Fractionation produced 10 fractions with Fg3 as the main fraction, while purification resulted in 17 isolates with Igk2 as the main isolate. Phytochemical test indicated that isolate Igk2 likely contain flavonoids, alkaloids, and phenolics. The LC-HRMS analysis of Igk2 revealed three major compounds with retention times of 14.56, 15.92, and 15.01 minutes. These compounds were identified as tangeretin (C₂₀H₂₀O₇), tetramethyl scutellarein (C₁₉H₁₈O₆), and 5,7-dimethoxyflavone (C₁₇H₁₄O₄). The BSLT toxicity test revealed that the ethyl acetate extract, fraction Fg3, and isolate Igk2 exhibited high toxicity against A. salina L., with LC50 values of 22.123; 9.344; and 9.667 μg/mL.
4619449566F1C021030Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Coworking Space Melalui Media Sosial InstagramPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Hetero Space Banyumas melalui media sosial Instagram dalam mempromosikan layanan coworking space. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya engagement pada konten Instagram @heterospace.bms, khususnya pada konten yang berkaitan dengan promosi coworking space. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori utama Integrated Marketing Communication (IMC) dan kerangka produksi konten (pra-produksi, produksi dan pasca-produksi).
Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pihak internal Hetero Space Banyumas dan satu pakar media sosial, serta dokumentasi terhadap konten Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan belum sepenuhnya optimal. Kekuatan terlihat pada kualitas visual, konsistensi identitas visual dan penggunaan promosi kreatif. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa efektifitas konten sangat bergantung pada pemahaman audiens, pemilihan waktu unggah, serta narasi yang relevan.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi pemasaran digital, khususnya dalam konteks coworking space berbasis komunitas di daerah. Rekomendasi diberikan agar Hetero Space Banyumas lebih aktif membangun komunikasi interaktif, melakukan segmentasi audiens secara tepat dan memanfaatkan insight dari performa konten sebagai dasar evaluasi berkelanjutan.
This research aims to analyze the marketing communication strategy implemented by Hetero Space Banyumas through Instagram in promoting its coworking space services. The background of this study is based on the relatively low engagement on the Instagram account @heterospace.bms, particulary in posts related to coworking space promotion. The study uses a descriptive qualitative approach with Integrated Marketing Communication (IMC) as the main theoretical framework, along with the content production process framework (pre-production, production and post-production).
Data were collected through direct observation, in-depth interviews with internal parties at Hetero Space Banyumas and one social media expert, as well as documentation of Instagram content. The results indicate that the marketing communication strategy is not yet fully optimized. Strengths can be seen in the quality of visuals, consistency of visual identity, and the use of creative promotional content. However, weaknesses lie in the lack of two-way communication approaches, particularly in personal selling and direct marketing. The effectiveness of content is also influenced by audience understanding, timing of posts and the relevance of narrative.
This research is experted to contribute to the development of digital marketing communication strategies, especially in the context of community-based coworking spaces in regional area. It is recommended that Hetero Space Banyumas engage more in interactive communication, conduct accure audience segmentation and utilize content insights as a basis for ongoing evaluation.
4619549567C1C021079PENGARUH INDEPENDENSI, SKEPTISISME, MORAL REASONING DAN EGO DEPLETION TERHADAP KUALITAS AUDIT BPK RI PERWAKILAN PROVINSI BANTENTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh independensi, skeptisisme, moral reasoning dan ego depletion terhadap kualitas audit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik non probability sampling, jenis sampling total. Sampel yang digunakan yaitu 51 auditor yang bekerja di BPK RI Perwakilan Provinsi Banten. Sampel yang diperoleh secara valid sebanyak 46 responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan baik secara langsung, maupun melalui google form. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan bantuan software SPSS versi 26 dengan berbagai uji statistik, termasuk uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dan analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independensi dan skeptisme auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Sementara itu, variabel moral reasoning dan ego depletion berpengaruh negatif, namun tidak signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak BPK RI Perwakilan Provinsi Banten untuk penguatan aspek independensi dan skeptisisme melalui pelatihan terkait etika profesi, serta pelatihan tentang faktor psikoloogis auditor untuk menjaga stabilitas emosional dan kualitas pengambilan keputusan.This study examines the impact of auditor independence, skepticism, moral reasoning, and ego depletion on audit quality within the BPK RI Representative Office of Banten Province. Using a quantitative methodology with total sampling, data were collected from 46 valid respondents out of 51 distributed questionnaires. The analysis, conducted with SPSS version 26, employed multiple statistical techniques including reliability tests, classical assumption evaluations, and multiple linear regression.The findings demonstrate that independence and skepticism significantly enhance audit quality. In contrast, moral reasoning and ego depletion show negative but statistically insignificant effects. The study highlights the need for targeted training in professional ethics and psychological resilience to support auditor performance and decision-making integrity.
4619649568C1G021037ANALYSIS OF EXCHANGE RATE DETERMINANTS
FROM 2021 TO 2023
Penelitian ini menganalisis determinan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS selama periode 2021 hingga 2023, dengan fokus pada pengaruh ekspor neto, inflasi, suku bunga, dan harga minyak dunia. Menggunakan data runtut waktu dan model ARDL, hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor neto dan harga minyak dunia tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar. Inflasi terbukti berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka panjang, sedangkan suku bunga memiliki pengaruh positif dan signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian inflasi, konsistensi kebijakan moneter, serta diversifikasi energi dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan ketahanan makroekonomi.This study analyzes the determinants of the Rupiah exchange rate against the US Dollar from 2021 to 2023, focusing on the effects of net exports, inflation, interest rates, and world oil prices. Using time series data and the ARDL model, the results show that net exports and global oil prices have no significant impact. Inflation has a negative and significant effect in the long run, while interest rates have a positive and significant effect in both the short and long run. These findings highlight the importance of inflation control, consistent monetary policy, and energy diversification in maintaining exchange rate stability and macroeconomic resilience.
4619749569K1C021003Analisis Struktur Geologi Bawah Permukaan Untuk Identifikasi Potensi Panas Bumi Pulau Jawa Berdasarkan Data Gravitasi WGM-12 dan Data Magnetik EMAG2V3Data gravitasi WGM-12 dan data magnetik EMAG2v3 digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan menganalisis struktur geologi bawah permukaan untuk mengidentifikasi potensi panas bumi di Pulau Jawa. Pengolahan data dilakukan menggunakan software Geosoft Oasis Montaj untuk menghasilkan peta anomali residual gravitasi dan magnetik. Estimasi kedalaman Curie Point Depth (CPD) dilakukan melalui metode modified centroid dan defractal, hasilnya menunjukkan nilai CPD yang serupa yaitu masing-masing sebesar 18,346 km dan 18,354 km. Filter TDR, HDTDR, TDX, dan AS digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan cekungan sedimen, formasi batuan, zona sesar, serta mengungkap arah kelurusan struktur geologi bawah permukaan. Hasil interpretasi menunjukkan dominasi kelurusan berarah Barat Laut–Tenggara (NW–SE) yang berkorelasi dengan keberadaan sesar aktif dan jalur migrasi fluida hidrotermal. Profil 2D pada empat lintasan (A–A′, B–B′, C–C′, dan D–D′) memperlihatkan variasi struktur bawah permukaan serta perbedaan potensi panas bumi antarwilayah. Potensi tinggi teridentifikasi di wilayah Gunung Arjuno–Welirang, Gunung Prau, dan Gunung Cakrabuana, sedangkan Gunung Endut menunjukkan potensi sedang. Analisis statistik lebih lanjut menunjukkan bahwa topografi merupakan faktor utama yang memengaruhi distribusi potensi panas bumi di wilayah penelitian.The WGM-12 gravity data and EMAG2v3 magnetic data were utilized in this study to analyze subsurface geological structures and identify geothermal potential in Java Island. Data processing was conducted using Geosoft Oasis Montaj software to generate residual gravity and magnetic anomaly maps. Curie Point Depth (CPD) estimation was performed using the modified centroid and defractal methods, yielding similar results of 18.346 km and 18.354 km, respectively. TDR, HDTDR, TDX, and AS filters were applied to identify sedimentary basins, rock formations, fault zones, and to delineate the orientation of subsurface geological structures. Interpretation results reveal a dominant Northwest–Southeast (NW–SE) lineament pattern, which correlates with the presence of active faults and hydrothermal fluid migration pathways. Two-dimensional profiles along four geological cross-sections (A–A′, B–B′, C–C′, and D–D′) show variations in subsurface structures and differences in geothermal potential across regions. High geothermal potential was identified in the areas of Mount Arjuno–Welirang, Mount Prau, and Mount Cakrabuana, while Mount Endut exhibited moderate potential. Further statistical analysis indicates that topography is the main factor influencing the distribution of geothermal potential in the study area.
4619849570K1C021055Analisis Struktur Bawah Permukaan Pulau Papua Bagian Indonesia Menggunakan Data Gravitasi WGM-12 dan Magnetik EMAG2v3 untuk Identifikasi Prospek MineralPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur bawah permukaan Pulau Papua guna mengidentifikasi potensi mineralisasi menggunakan data gravitasi WGM-12 dan magnetik EMAG2v3. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak Geosoft Oasis Montaj untuk menghasilkan peta anomali residual gravitasi dan magnetik. Metode lanjutan RAPS dan RAAS dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai diskontinuitas Moho, Conrad, struktur dangkal, serta kedalaman titik Curie (CPD), gradien geotermal (GG), dan aliran panas (HF). Hasil analisis menunjukkan diskontinuitas Moho berada pada kedalaman 12–27 km, diskontinuitas Conrad 6,81–17,83 km (rata-rata 10,88 km), dan struktur dangkal 4,4–8,4 km. Kedalaman CPD berkisar antara 10,32–25,58 km, dengan nilai gradien geotermal 22,6–60,5 °C/km dan aliran panas 64,71–142,34 mW/m². Penampang profil 2D dan analisis kelurusan menggunakan filter TDR, TDX, dan HDTDR mengungkap keberadaan cekungan sedimen, intrusi magmatik, serta dua arah dominan struktur bawah permukaan (NW–SE dan NE–SW) yang berasosiasi dengan sesar aktif dan zona mineralisasi. Hasil ini menunjukkan jika wilayah Papua memiliki prospek untuk eksplorasi mineral, khususnya mineral-mineral logam seperti emas, tembaga, dan nikel.This research aims to analyze the subsurface structure of Papua Island to assess its mineral potential using gravity data from WGM-12 and magnetic data from EMAG2v3. The data were processed using Geosoft Oasis Montaj software to generate residual gravity and magnetic anomaly maps. Further analysis using the RAPS and RAAS methods was carried out to determine the depth of the Moho and Conrad discontinuities, shallow subsurface structures, as well as Curie Point Depth (CPD), geothermal gradient (GG), and heat flow (HF). The results show that the Moho discontinuity is found at depths between 12 and 27 km, the Conrad discontinuity ranges from 6.81 to 17.83 km (with an average of 10.88 km), and shallow structures are found at 4.4 to 8.4 km. CPD depth varies from 10.32 to 25.58 km, with geothermal gradient values between 22.6 and 60.5 °C/km and heat flow between 64.71 and 142.34 mW/m². The 2D profile sections and lineament analysis using TDR, TDX, and HDTDR filters reveal sedimentary basins, magmatic intrusions, and two dominant structural trends (NW–SE and NE–SW) associated with active faults and potential mineral zones. These findings suggest that Papua Island has promising prospects for mineral exploration, especially for metals like gold, copper, and nikel.
4619949571L1A021073Strategi Pengelolaan Perairan Berdasarkan Keberadaan Sampah di Daerah Irigasi Kedung Limus Arca,PurwokertoDaerah Irigasi (D.I.) adalah suatu wilayah daratan yang kebutuhan airnya dipenuhi oleh sistem irigasi. Salah satu kawasan irigasi yang ada di Banyumas yaitu D.I. Kedung Limus Arca. Kondisi lingkungan irigasi ini tergolong memprihatinkan, ditandai dengan masih maraknya keberadaan sampah yang mencemari aliran air irigasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kelimpahan, kepadatan, dan komposisi sampah berukuran makro dan meso di D.I. Kedung Limus Arca guna menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengelolaan yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui pengukuran langsung di lapangan, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah yang ditemukan di (D.I.) Kedung Limus Arca terdiri atas 8 jenis sampah makro dan 3 jenis sampah meso meliputi: plastik, busa plastik, kain, kaca, logam, kertas dan kardus, karet, kayu, serta bahan lainnya. Dari keseluruhan jenis sampah tersebut, sampah berbahan plastik merupakan jenis yang paling dominan ditemukan di lokasi penelitian. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi pengelolaan D.I. Kedung Limus Arca berada pada Kuadran I yang mencerminkan bahwa kondisi internal dan eksternal saat ini sangat mendukung penerapan strategi agresif (growth oriented strategy) melalui penguatan kelembagaan, perbaikan infrastruktur irigasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat.Irrigation Area (D.I.) is a land area whose water needs are met by an irrigation system. One of the irrigation areas in Banyumas is D.I. Kedung Limus Arca. The environmental condition of this irrigation is quite alarming, characterized by the rampant presence of garbage that pollutes the irrigation water flow. The purpose of this research is to analyze the abundance, density, and composition of macro and meso- sized waste in D.I. Kedung Limus Arca in order to become the basis for formulating the right management strategy. The method used in this research is a combination of quantitative and qualitative approaches. Quantitative data collection was done through direct measurement in the field, while qualitative data was obtained through interviews with the community. The results showed that the waste found in (D.I.) Kedung Limus Arca consists of 8 types of macro waste and 3 types of meso waste including: plastic, plastic foam, cloth, glass, metal, paper and cardboard, rubber, wood, and other materials. Of all these types of waste, plastic waste is the most dominant type found in the research location. The results of the SWOT analysis show that the management strategy of D.I. Kedung Limus Arca is in Quadrant I, which reflects that the current internal and external conditions are very supportive of implementing an aggressive strategy (growth oriented strategy) through institutional strengthening, improving irrigation infrastructure and increasing community participation.
4620049573L1C021021Evaluasi Kualitas Perairan Berdasarkan Kelimpahan Fitoplankton, Konsentrasi N-P dan Saprobitas Perairan di Kawasan Ekosistem Mangrove Karangtalun, CilacapFitoplankton merupakan mikroorganisme fotosintetik yang melayang di kolom air dan berperan sebagai produsen utama dalam ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas air berdasarkan kelimpahan fitoplankton, konsentrasi nitrat dan fosfat, serta indeks saprobitas. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun yang mewakili karakteristik lingkungan berbeda. Analisis meliputi identifikasi fitoplankton hingga tingkat genus, pengukuran parameter kualitas air secara in situ dan ex situ, serta perhitungan indeks saprobitas. Hasil menunjukkan kelimpahan tertinggi di Stasiun 2 (56.617,15 ind/L) dengan dominasi Peridinium. Tingginya nitrat dan fosfat mendorong pertumbuhan fitoplankton namun berpotensi memicu eutrofikasi. Indeks saprobitas menunjukkan pencemaran sedang hingga berat, hubungan korelasi sangat kuat antara nitrat dan kelimpahan fitoplankton (r = 0,967) serta korelasi kuat antara konsentasi fosfat dengan kelimpahan fitoplankton (r = 0,614).Phytoplankton are photosynthetic microorganisms that float in the water column and act as primary producers in aquatic ecosystems. This study aims to assess water quality based on phytoplankton abundance, nitrate and phosphate concentrations, and the saprobity index. Sampling was conducted at three stations representing different environmental characteristics. Analysis included phytoplankton identification to the genus level, in situ and ex situ measurements of water quality parameters, and calculation of the saprobity index. The results showed the highest abundance at Station 2 (56,617.15 ind/L) with Peridinium domination. High nitrate and phosphate levels encourage phytoplankton growth but have the potential to trigger eutrophication. The saprobity index indicates moderate to severe pollution, with a very strong correlation between nitrate and phytoplankton abundance (r = 0.967) and a strong correlation between phosphate concentration and phytoplankton abundance (r = 0.614).