Home
Login.
Artikelilmiahs
48608
Update
IRZAL EKA SAPUTRA
NIM
Judul Artikel
DETERMINAN MAKROEKONOMI TERHADAP AKTIVASI INOVASI EKONOMI SIRKULAR DI JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perubahan iklim adalah ancaman bagi pertumbuhan ekonomi dimasa mendatang karena kerusakan lingkungan akibat tidak terkelolanya timbulan sampah, ekonomi sirkular berperan penting karna dapat menjadi solusi untuk meningkatkan perutmbuhan ekonomi dengan mengelola sampah sebagai bahan produksi. Namun, di Indonesia ekonomi sirkular belum berjalan secara optimal sehingga diperlukan dorongan untuk berinovasi dalam menerapkan ekonomi sirkular yang dilihat dari sudut pandang makroekonomi. Penelitian ini meneliti dampak faktor-faktor makroekonomi terhadap adopsi ekonomi sirkular, yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan mengurangi kerusakan lingkungan di Provinsi Jawa Tengah. Studi ini menggunakan pendapatan per kapita, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Pengeluaran Pemerintah sebagai proksi untuk variabel makroekonomi, sementara menggunakan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai proksi untuk ekonomi sirkular. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif analisis regresi data panel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel IPM memberikan pengaruh positif yang signifikan. Sebaliknya, pengeluaran pemerintah pengaruh negatif terhadap IKLH, meskipun pendapatan per kapita dan PMDN tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap IKLH. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pemangku kepentingan yang relevan dalam mengembangkan kebijakan yang sesuai untuk mendorong inovasi dalam penerapan ekonomi sirkular di Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah diharapkan dapat membantu para pemangku kepentingan dalam mengembangkan kebijakan untuk meningkatkan pelaksanaan ekonomi sirkular, terutama dengan memfokuskan pada daerah dengan IKLH rendah namun pendapatan per kapita dan PMDN tinggi dan diiringi dengan meningkatkan pengetahuan publik mengenai pengelolaan limbah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Climate change is a threat to future economic growth due to environmental damage caused by unmanaged waste generation, the circular economy plays an important role because it can be a solution to increase economic growth by managing waste as a production material. However, in Indonesia, the circular economy has not been running optimally, so there is a need for encouragement to innovate in implementing the circular economy from a macroeconomic point of view. This study examines the impact of macroeconomic factors on the adoption of circular economy, which aims to increase local revenue and reduce environmental damage in Central Java Province. This study uses per capita income, Human Development Index (HDI), Domestic Investment (DDI), and Government Expenditure as proxies for macroeconomic variables, while using Environmental Quality Index (IKLH) as a proxy for circular economy. This study utilizes quantitative methodology of panel data regression analysis. The research findings show that HDI variable provides a significant positive influence. In contrast, government expenditure has a negative influence on EQI, although income per capita and FDI do not have a significant influence on EQI. The implications of this study are expected to provide information to relevant stakeholders in developing appropriate policies to encourage innovation in the implementation of circular economy in Central Java Province. The government is expected to assist stakeholders in developing policies to improve the implementation of circular economy, especially by focusing on areas with low IKLH but high per capita income and PMDN and accompanied by increasing public knowledge on waste management.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save