Home
Login.
Artikelilmiahs
48614
Update
CHRISTOFER MAHER IMMANUEL
NIM
Judul Artikel
Inversi Formula Genre Isekai pada Anime Isekai Shokudou
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Peningkatan jumlah anime bergenre isekai yang sangat pesat membuat genre ini menarik untuk diteliti lebih mendalam, terutama terkait formula cerita yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis inversi formula genre isekai pada anime Isekai Shokudou dengan membandingkannya terhadap teori formula isekai menurut Ummah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui teknik simak-catat dan dokumentasi, kemudian data dianalisis dan dikelompokkan sesuai tema. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat inversi utama, yaitu penggabungan latar dunia fantasi dan restoran sebagai latar utama, tidak adanya konflik besar yang berkelanjutan, fokus plot pada pengalaman kuliner dengan unsur iyashikei yang memberikan suasana tenang tanpa pertempuran, serta ketiadaan tokoh antagonis. Inversi-inversi ini diterima dengan baik oleh penonton dan berpotensi membuka peluang munculnya subgenre baru dalam isekai yang lebih menekankan kehidupan sehari-hari dan penyelesaian masalah tanpa konfrontasi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan studi genre dan industri anime dalam menciptakan variasi cerita yang inovatif serta memperkaya wacana akademis mengenai evolusi narasi dalam genre isekai.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The rapidly increasing number of isekai anime has made this genre interesting to study in more depth, especially regarding the story formulas used. This research aims to identify and analyze the inversions of the isekai genre formula in the anime Isekai Shokudou by comparing it to the isekai formula theory according to Ummah. The method used is descriptive qualitative with data collection through observation-recording and documentation, then the data is analyzed and grouped according to themes. The results of the research show that there are four main inversions, namely the combination of fantasy world and restaurant settings as the main setting, the absence of major ongoing conflicts, the plot's focus on culinary experiences with iyashikei elements that provide a calm atmosphere without battles, and the absence of antagonistic characters. These inversions are well-received by the audience and potentially open opportunities for the emergence of new subgenres in isekai that emphasize daily life and problem-solving without confrontation. It is hoped that these findings can be an important reference for the development of genre studies and the anime industry in creating innovative story variations and enriching the academic discourse on narrative evolution in the isekai genre.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save