Home
Login.
Artikelilmiahs
48622
Update
ARJUNA RADITYA SUDDYWO
NIM
Judul Artikel
Faktor Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Hipertensi Pada Petani Di Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas Tahun 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang juga berdampak pada petani di Indonesia, negara agraris dengan banyak pekerja sektor pertanian. Kondisi ini menurunkan produktivitas dan menimbulkan kerugian ekonomi. Faktor risiko hipertensi meliputi jenis kelamin, usia, masa kerja, riwayat keluarga, merokok, stres, pola makan, konsumsi natrium, beban kerja fisik, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hipertensi pada petani di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi terdiri dari 5.286 petani di Kecamatan Wangon, dengan sampel 100 petani yang dibagi melalui teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data mencakup univariat (uji frekuensi), bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil Penelitian : Stres dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap hipertensi pada petani di Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas (p-value < 0,05). Sementara itu, usia, masa kerja, riwayat keluarga, merokok, pola makan, konsumsi natrium, beban kerja fisik, dan obesitas tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p-value > 0,05). Kesimpulan : Stres dan jenis kelamin merupakan variabel yang berpengaruh terhadap hipertensi pada petani di Kecamatan Wangon, dengan stres sebagai faktor paling dominan (OR = 11,213). Petani disarankan mengelola stres melalui teknik relaksasi, pola tidur teratur, dan hubungan sosial yang harmonis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Hypertension is a global health problem that also affects farmers in Indonesia, an agricultural country with many people working in farming. This condition can reduce productivity and cause economic losses. Risk factors for hypertension include gender, age, years of work, family history, smoking, stress, eating habits, sodium intake, physical workload, and obesity. This study aims to find out what factors affect hypertension in farmers in Wangon District, Banyumas Regency. Methods: The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The population was 5,286 farmers in Wangon District, and 100 farmers were chosen using proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using univariate (frequency test), bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression tests). Results: Stress and gender had a significant effect on hypertension in farmers in Wangon District (p-value < 0.05). Other factors like age, years of work, family history, smoking, eating habits, sodium intake, physical workload, and obesity did not have a significant effect (p-value > 0.05). Conclusion: Stress and gender are the main factors affecting hypertension in farmers, with stress being the most dominant (OR = 11.213). Farmers are advised to manage stress through relaxation techniques, regular sleep patterns, and good relationships with others.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save