Artikelilmiahs
Menampilkan 44.981-45.000 dari 48.758 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44981 | 48341 | L1B020060 | Karakteristik Morfologi dan Morfometrik Ikan Red Sea Bream (Pagrus major) di Perairan Amakusa, Jepang | Penelitian ini berjudul Karakteristik Morfologi dan Morfometrik Ikan Red Sea Bream (Pagrus major) di Perairan Amakusa, Jepang. Ikan red sea bream diproduksi dan didistribusikan di sebagian besar wilayah Jepang terutama Amakusa. Penelitian morfologi dan morfometrik penting untuk pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dan morfometrik ikan red sea bream di Perairan Amakusa, Jepang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi dengan teknik random sampling yang dilakukan pada bulan Maret dan Mei 2024 di perairan Amakusa, Jepang. Hasil penelitian menunjukkan ciri-ciri morfologi ikan red sea bream meliputi mulut terminal, tipe gigi caniniform dan molariform dengan tipe sisik ctenoid. Secara statistik, karakteristik morfometrik seperti tinggi badan, panjang sirip pectoral, panjang sebelum sirip dorsal, panjang sebelum sirip anal, panjang rahang bawah, panjang rahang atas, dan diameter mata tidak berbeda nyata antara bulan Maret dan Mei. Sedangkan pada panjang total, standar, cagak, dan kepala berbeda signifikan antara bulan Maret dan Mei (P ≤ 0,05). | This study is entitled Morphological and Morphometric Characteristics of Red Sea Bream (Pagrus major) in Amakusa Waters, Japan. Red sea bream is produced and distributed in most parts of Japan, especially Amakusa. Morphological and morphometric research is important for sustainable management. This study aims to determine the morphological and morphometric characteristics of red sea bream in Amakusa Waters, Japan. The method used in this study is observation with random sampling technique conducted in March and May 2024 in Amakusa waters, Japan. The results showed the morphological characteristics of red sea bream include terminal mouth, caniniform and molariform tooth types with ctenoid scale types. Statistically, morphometric characteristics such as body height, pectoral fin length, length before dorsal fin, length before anal fin, lower jaw length, upper jaw length, and eye diameter were not significantly different between March and May. While the total length, standard, fork, and head were significantly different between March and May (P ≤ 0.05). | |
| 44982 | 48348 | I1E021021 | Hubungan Antara Mental Toughness dan Daya Tahan Fisik dengan Kecemasan Olahraga pada Atlet Karate Dojo Akayoza | Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mental toughness dan saya tahan fisik dengan kecemasan olahraga pada atlet karate di Dojo Akayoza. Kecemasan dalam olahraga merupakan faktor psikologis yang dapat mempengaruhi performa atlet, terutama dalam cabang olahraga seperti karate yang membutuhkan konsentrasi, ketenangan, dan ketahanan fisik tinggi. Metodologi: Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu metode pemilihan sampel didasarkan pada tujuan penelitian tanpa melalui proses acak. Sebanyak 57 atlet karate Dojo Akayoza berpartisipasi dalam penelitian ini. Sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 18 atlet dengan rincian 12 atlet putra dan 6 atlet putri. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner mental toughness, tes daya tahan fisik, dan kuesioner kecemasan olahraga. Hasil Penelitian: Hasil analisis data menunjukkan hubungan yang signifikan antara mental toughness dan daya tahan fisik dengan kecemasan olahraga (p < 0,05). Terdapat nilai sumbangan efektif mental toughness sebesar 66,4% dan sumbangan efektif daya tahan fisik sebesar 3,41%. Serta terdapat sumbangan relatif mental toughness sebesar 95% dan sumbangan relatif daya tahan fisik sebesar 5% dengan kecemasan olahraga. Kesimpulan: Kesimpulan hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan signifikan antara mental toughness dengan kecemasan olahraga, serta antara daya tahan fisik dengan kecemasan olahraga. Semakin tinggi tingkat mental toughness dan daya tahan fisik yang dimiliki atlet, semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan aspek psikologis dan fisik secara bersama dalam pembinaan atlet karate. | Background: This study aims to examine the correlation between mental toughness and physical endurance with sports anxiety among karate athletes at Dojo Akayoza. Sports anxiety is a psychological factor that can affect athletic performance, particularly in sports such as karate, which require high levels of concentration, composure, and physical endurance. Methodology: This study employed purposive sampling, a technique in which participants are selected based on specific research objectives without randomization. A total of 57 karate athletes from Dojo Akayoza participated in this study. Of these, 18 athletes met the inclusion criteria, consisting of 12 male and 6 female athletes. The research used a quantitative method with a correlational approach. Data collection instruments included a mental toughness questionnaire, a physical endurance test, and a sport anxiety questionnaire. Results: The data analysis showed a significant relationship between mental toughness and physical endurance with sports anxiety (p < 0.05). The effective contribution of mental toughness was 66,4%, while the effective contribution of physical endurance was 3,41%. Furthermore, the relative contribution of mental toughness was 95%, and that of physical endurance was 5% to sports anxiety. Conclusion: The analysis results indicated a significant relationship between mental toughness and sports anxiety, as well as between physical endurance and sports anxiety. The higher the levels of mental toughness and physical endurance possessed by the athletes, the lower the level of anxiety experienced. These findings highlight the importance of simultaneously developing both psychological and physical aspects in the training of karate athletes. Keywords: Mental toughness, physical endurance, sports anxiety, karate athletes, Dojo Akayoza | |
| 44983 | 48344 | C1C021021 | Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Cloud Menggunakan Google Workspace Dalam Menunjang Kepatuhan Pelaporan Keeanga Badan Usaha Milik Desa (BUM DESA) Kalimasada | Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas dan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Kalimasada melalui perancangan dan implementasi sistem informasi akuntansi berbasis cloud dengan memanfaatkan platform Google Workspace. Pemanfaatan Google Workspace sebagai platform utama dipilih karena kemampuannya dalam menyediakan berbagai aplikasi kolaboratif dan penyimpanan data berbasis cloud yang andal, mudah diakses, serta hemat biaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) mengungkapkan bahwa BUM Desa Kalimasada masih menghadapi sejumlah tantangan fundamental dalam pengelolaan keuangannya seperti proses pencatatan transaksi keuangan masih dilakukan secara manual, yaitu menggunakan buku tulis sebagai media pencatatan utama. Implikasi utama dari temuan penelitian ini adalah urgensi penerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis Cloud (Cloud-Based Accounting Information System) sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi pencatatan dan pelaporan keuangan. Dengan sistem ini, pencatatan dapat dilakukan secara digital, terintegrasi, dan dapat diakses secara real-time oleh pengelola maupun pihak terkait, kapan pun dan di mana pun diperlukan. Hal ini akan memungkinkan tersedianya data yang akurat dan terkini, yang menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). | This research aims to develop the capacity and governance of the Village-Owned Enterprises (BUM Desa) Kalimasada through the design and implementation of a cloud-based accounting information system utilizing the Google Workspace platform. The choice of Google Workspace as the main platform is due to its ability to provide various collaborative applications and reliable cloud-based data storage that are accessible, cost-effective, and easy to use. This research employs a Participatory Action Research (PAR) approach, revealing that BUM Desa Kalimasada still faces several fundamental challenges in financial management, such as the process of recording financial transactions, which is still done manually using notebooks as the primary medium for recording. The main implication of this research finding is the urgency of implementing a Cloud-Based Accounting Information System as a solution to improve the efficiency of financial recording and reporting. With this system, recording can be done digitally, integrated, and accessible in real-time by both managers and related parties, anytime and anywhere needed. This will enable the availability of accurate and up-to-date data, which is essential for data-driven decision making. | |
| 44984 | 48345 | K1C021038 | ANALISIS AKTIVITAS SEISMIK PULAU JAWA MELALUI PERHITUNGAN a-VALUE DAN b-VALUE MENGGUNAKAN METODE GUTENBERG-RICHTER PERIODE (2010-2024) | Pulau Jawa sering terdampak bencana gempa bumi signifikan, karena dinamika tektoniknya yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas seismik Pulau Jawa 2010-2024 menggunakan metode Gutenberg-Richter estimasi maximum likelihood. Parameter utama yang dianalisis adalah a-value dan b-value sebagai parameter tingkat aktivitas gempa dan kerapuhan batuan wilayah penelitian. Data parameter kegempaan bersumber database BMKG yang diolah memakai software ZMAP v6.0, dan QGIS 2.28.2. Metode penelitian meliputi pengumpulan data, pengecekan duplikasi-redunansi, validasi data, declustering data, pemetaan seismisitas, serta perhitungan parameter seismotektonik. Analisis dilakukan secara spasial dan temporal berdasarkan segmen zona tektonik, dan sumber tektonik. Analisis perhitungan dilakukan pada segmen megathrust, benioff, Sesar Bawean, Opak dan Cimandiri. Hasil penelitian menunjukan nilai b-value 0.404-0.753 dan nilai a-value 3.75-5.69 sebagai parameter tingkat aktivitas seismik dan kerapuhan batuan tiap zona. Wilayah Pulau Jawa bagian timur perlu diwaspadai karena memiliki a-value tinggi dan b-value rendah. Zona Megathrust bagian timur Jawa paling dominan dengan b-value (0.776) dan a-value (5.69). Zona Benioff bagian timur Jawa dengan b-value (0.433) dan a-value (4.03). Sedangkan Sesar Bawean di Utara Jawa Timur merupakan sesar lokal paling dominan selama periode penelitian dengan b-value (0.516) dan a-value (3.55). Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi aktivitas seismik guna mitigasi bencana di Pulau Jawa. | Java Island is often affected by significant earthquakes, due to its complex tectonic dynamics. This study aims to analyze the seismic activity of Java Island in 2010-2024 using the Gutenberg-Richter maximum likelihood estimation method. The main parameters analyzed are a-value and b-value as parameters of the level of earthquake activity and fragility of the study area. Seismicity parameter data is sourced from the BMKG database which is processed using ZMAP v6.0 software, and QGIS 2.28.2. The research methods include data collection, duplication-redundancy checking, data validation, data declustering, seismicity mapping, and calculation of seismotectonic parameters. The analysis is carried out spatially and temporally based on tectonic zone segments, and tectonic sources. The calculation analysis is carried out on the megathrust, Benioff, Bawean, Opak and Cimandiri Fault segments. The results of the study showed a b-value of 0.404-0.753 and an a-value of 3.75-5.69 as parameters of the level of seismic activity and rock fragility in each zone. The eastern part of Java Island needs to be watched out for because it has a high a-value and a low b-value. The Megathrust Zone in eastern Java is the most dominant with a b-value (0.776) and a-value (5.69). The Benioff Zone in eastern Java with a b-value (0.433) and a-value (4.03). Meanwhile, the Bawean Fault in North East Java is the most dominant local fault during the study period with a b-value (0.516) and a-value (3.55). This study is expected to provide seismicity information for disaster mitigation in Java Island. | |
| 44985 | 48343 | E1A020038 | PERLINDUNGAN HUKUM LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK) TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN (Studi Putusan Nomor 101/Pid.Sus/2023/PN Bek) | PERLINDUNGAN HUKUM LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK) TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN (Studi Putusan Nomor 101/Pid.Sus/2023/PN Bek.) Oleh: WIDYAYANTI AGUSTIN E1A020038 ABSTRAK Tindak pidana persetubuhan terhadap anak merupakan bentuk kejahatan yang memiliki dampak serius, baik secara fisik maupun psikologis terhadap korban. Negara melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memiliki kewenangan memberikan perlindungan hukum, untuk menjamin pemenuhan hak-hak korban. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum yang diberikan LPSK kepada anak korban dalam Putusan 101/Pid.Sus/2023/PN Bek serta pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi restitusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yang dalam penelitiannya menggunakan sumber data sekunder berupa regulasi dan referensi. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum LPSK dalam perkara ini terbatas pada pemberian layanan restitusi, sementara hak-hak korban lainnya belum sepenuhnya terpenuhi. Dalam pertimbangan hukum hakim pada Putusan Nomor 101/Pid.Sus/2023/PN Bek salah satu amar putusannya terkait restitusi aspek kerugian immateriil tidak dijadikan pertimbangan eksplisit dalam penjatuhan sanksi restitusi dalam putusan tersebut. Penelitian ini mengharapkan agar LPSK dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak korban dilakukan secara proaktif demi hak-hak korban terpenuhi secara optimal. Serta Hakim dalam menjatuhkan restitusi pada putusannya memperhatikan kerugian immateriil anak korban sebagai bentuk pemulihan menyeluruh bagi anak korban. Kata Kunci : Anak, LPSK, Tindak Pidana Persetubuhan | LEGAL PROTECTION BY THE WITNESS AND VICTIM PROTECTION AGENCY (LPSK) FOR CHILD VICTIMS OF SEXUAL OFFENSES (A Case Study of Decision No. 101/Pid.Sus/2023/PN Bek.) Complied By: WIDYAYANTI AGUSTIN E1A020036 ABSTRACT The criminal offense of sexual intercourse with a child constitutes a serious crime that has profound physical and psychological impacts on the victim. The state, through the Witness and Victim Protection Agency (LPSK), holds the authority to provide legal protection in order to ensure the fulfillment of the rights of victims. The purpose of this thesis is to examine the legal protection provided by LPSK to child victims in Decision Number 101/Pid.Sus/2023/PN Bek and to analyze the judge’s considerations in imposing restitution sanctions. This research employs a normative juridical method, utilizing secondary data sources such as laws and legal literature. The data obtained is processed and analyzed using a qualitative normative method with a descriptive-analytical research specification. The research findings indicate that the legal protection provided by LPSK in this case was limited to the restitution service, while other rights of the victim have not been fully fulfilled. In the judicial considerations of Decision Number 101/Pid.Sus/2023/PN Bek, the immaterial losses suffered by the child victim were not explicitly considered in the imposition of restitution sanctions. This research recommends that LPSK adopt a more proactive approach in providing legal protection to child victims to ensure the optimal fulfillment of their rights. It also urges judges to take into account immaterial damages in restitution decisions as part of a comprehensive recovery for the child victim. Keywords : Child, Criminal Offense of Sexual Intercourse, LPSK | |
| 44986 | 48346 | E1A020125 | Tinjauan Yuridis Starvasi sebagai Metode Berperang menurut Hukum Humaniter Internasional (Studi tentang Kasus Penerapan Starvasi dalam Sengketa Bersenjata Israel-Palestina pada 2023-2025) | Sengketa bersenjata antara Israel dan Palestina yang diawali dengan serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 dipenuhi oleh pelanggaran-pelanggaran hukum humaniter internasional. Salah satu pelanggaran yang diduga terjadi yaitu menghancurkan objek-objek penting bagi kelangsungan hidup penduduk sipil sebagai bentuk starvasi sebagai metode berperang yang dilarang dalam Protokol Tambahan I 1977 untuk Konvensi Jenewa 1949 dan Statuta Roma 1998. Dugaan pelanggaran larangan menyerang objek penting bagi kelangsungan hidup penduduk sipil dilakukan oleh Israel terhadap penduduk Gaza selama konflik bersenjata ini berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan starvasi sebagai metode berperang menurut hukum humaniter internasional dan menganalisis penerapan starvasi sebagai metode berperang dalam sengketa bersenjata antara Israel dan Palestina pada 2023-2025. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian deskriptif, dan dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pengaturan starvasi sebagai metode berperang memberikan pemahaman larangan starvasi sebagai metode berperang tidak lagi dimaknai secara sempit. Pengaturan starvasi sebagai metode berperang dapat ditemukan di dalam beberapa peraturan yang meliputi Pasal 54 Protokol Tambahan I 1977 untuk Konvensi Jenewa 1949, Pasal 14 Protokol Tambahan II 1977 untuk Konvensi Jenewa 1949, Aturan 53 hukum Humaniter Internasional Kebiasaan, Paragraf 102 (a) San Remo Manual 1994, dan Pasal 8 (2) (b) (xxv) Statuta Roma 1998. Tindakan permusuhan yang dilakukan Israel di Gaza melanggar prinsip-prinsip hukum humaniter internasional dan larangan starvasi sebagai metode berperang karena menggunakan penderitaan penduduk sebagai strategi perang dan menghancurkan objek-objek yang penting bagi kelangsungan hidup penduduk sipil. | The armed conflict between Israel and Palestine that began with Hamas' attack on Israel on October 7, 2023 was filled with violations of international humanitarian law. One of the violations that allegedly occurred was destroying objects important for the survival of the civilian population as a form of starvation as a method of warfare prohibited in 1977 Additional Protocol I to the 1949 Geneva Convention and the 1998 Rome Statute. Alleged violation of the prohibition against attacking objects essential for the survival of the civilian population is committed by Israel against the population of Gaza during the armed conflict. This study aims to determine the regulation of starvation as a method of warfare according to international humanitarian law and analyze the application of starvation as a method of warfare in the armed conflict between Israel and Palestine in 2023-2025. This research is normative juridical research with statutory, case, and conceptual approaches. This research uses secondary data with data collection methods based on literature studies, presented in the form of descriptive descriptions, and analyzed with qualitative analysis. The results of the research and discussion show that the regulation of starvation as a method of warfare provides an understanding that the prohibition of starvation as a method of warfare is no longer narrowly interpreted. The regulation of starvation as a method of war can be found in several regulations, including Article 54 of Additional Protocol I 1977 to the 1949 Geneva Convention, Article 14 of Additional Protocol II 1977, Rule 53 of customary international humanitarian law, Paragraph 102 (a) of the San Remo Manual 1994, and Article 8 (2) (b) (xxv) of the Rome Statute 1998. Israel's hostile actions in Gaza violate the principles of international humanitarian law and the prohibition of starvation as a method of warfare because it uses the suffering of the population as a war strategy and destroys objects essential to the survival of the civilian population. | |
| 44987 | 48347 | A1G021006 | Kinerja Usahatani Peralihan dari Nilam ke Singkong di Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga | Tujuan utama petani dalam melakukan usahatani adalah untuk memperoleh pendapatan yang tinggi. Besarnya pendapatan petani dapat mempengaruhi kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan dasar baik itu pangan maupun nonpangan. Petani nilam di Kecamatan Kutasari beralih ke komoditas singkong yang permintaan pasarnya lebih banyak dan harga jualnya lebih menguntungkan. Peralihan komoditas nilam ke komoditas singkong yang dilakukan oleh petani ini perlu dilihat kinerja usahataninya baik itu kinerja usahatani pada komoditas nilam maupun kinerja usahatani pada komoditas singkong. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui struktur biaya usahatani nilam dan singkong; (2) Menganalisis pendapatan usahatani nilam dan singkong; (3) Menganalisis kelayakan usahatani nilam dan singkong. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuan sampel yang digunakan adalah teknik nonprobability sampling. Penelitian dilakukan pada Mei-Juni 2024. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Objek penelitian ini adalah kinerja para petani nilam yang beralih komoditas ke komoditas singkong di Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis struktur biaya, analisis pendapatan, analisis kelayakan, serta analisis komparasi pendapatan dan kelayakan usahatani nilam dan singkong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya usahatani nilam dan singkong terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Total biaya produksi usahatani nilam sebesar Rp15.058.933,- per Ha/tahun, sedangkan total biaya produksi usahatani singkong sebesar Rp17.623.610,- per Ha/tahun. Pendapatan usahatani nilam sebesar Rp9.586.895,- per Ha/tahun lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan singkong sebesar Rp38.732.617,- per Ha/tahun. Nilai R/C usahatani singkong 3,29 lebih besar dibandingkan dengan nilai R/C usahatani nilam 1,68. Hasil uji t pendapatan dan kelayakan usahatani nilam dan singkong menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada pendapatan usahatani sebelum dan sesudah beralih komoditas. | The main goal of farmers in managing their agricultural businesses is to obtain a high income. The amount of income farmers earn affects their ability to meet basic needs, both food and nonfood. Patchouli farmers in Kecamatan Kutasari shift to cassava as their main commodity due to its higher selling price compared to fresh patchouli leaves. This transition requires an evaluation of farming performance, both in patchouli and cassava cultivation. This study aims to: (1) Identify the cost structure of patchouli and cassava farming; (2) Analyze the income of patchouli and cassava farming; (3) Analyze the feasibility of patchouli and cassava farming. The research method used in this study was the survey method. The sampling technique applied was nonprobability sampling. The research took place from May to June 2024. The types of data used were primary and secondary data. The research object was the performance of patchouli farmers who transitioned to cassava farming in Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. The analyses used in this study included cost structure analysis, income analysis, feasibility analysis, and a comparative analysis of the income and feasibility of patchouli and cassava farming. The research results showed that the cost structure of patchouli and cassava farming consisted of fixed and variable costs. The total production cost of patchouli farming was Rp15.058.933,- per hectare/year, while the total production cost of cassava farming was Rp17.623.610,- per hectare/year. The income from patchouli farming was Rp9.586.895,- per hectare/year, which was lower than the income of cassava farming, which amounted to Rp38.732.617,- per hectare/year. The R/C Ratio of cassava farming was 3,49, higher that the R/C Ratio of patchouli farming, which was 1,68. The t-test results on income and feasibility of patchouli and cassava farming indicated a significant difference in income before and after shifting commodities. | |
| 44988 | 48349 | J1D021056 | Prinsip Kerja Sama Naturalisasi Pemain Sepak Bola YouTube Metro TV Tahun 2024 | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran terhadap prinsip kerja sama dalam gelar wicara yang berjudul “Naturalisasi untuk Prestasi?” di kanal YouTube Metro TV tahun 2024. Prinsip kerja sama dianalisis berdasarkan teori pragmatik yang dikemukakan oleh Grice (dalam Rahardi, 2017), yang mencakup empat maksim, yaitu maksim kualitas, kuantitas, relevansi, dan pelaksanaan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan Simak, SLBC, sadap, dan rekam. Metode analisis data padan pragmatis dengan teknik dasar PUP dan teknik lanjutan HBS. Sumber data berupa tuturan pembicara yang dipilah menjadi 93 penggalan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 65 data pematuhan terhadap prinsip kerja sama dan 28 data pelanggaran terhadap prinsip kerja sama. Pematuhan paling banyak ditemukan pada maksim relevansi, sedangkan pelanggaran paling sering terjadi pada maksim pelaksanaan. Temuan ini menunjukkan bahwa percakapan dalam gelar wicara tersebut cenderung mematuhi maksim prinsip kerja sama dengan tujuan agar komunikasi dapat berjalan dengan baik. | This research aims to describe the form of compliance and violation of the principle of cooperation in a talk show titled “Naturalization for Achievement?” on Metro TV's YouTube channel in 2024. The principle of cooperation is analyzed based on the theory of pragmatics proposed by Grice (in Rahardi, 2017), which includes four maxims, namely the maxims of quality, quantity, relevance, and implementation. The research method used descriptive qualitative. Data collection techniques used Simak, SLBC, tapping, and recording. The data analysis method is pragmatic commensurate with PUP basic technique and HBS advanced technique. The data source is the speaker's speech which is sorted into 93 pieces of data. The results showed that there were 65 data of compliance with the principle of cooperation and 28 data of violation of the principle of cooperation. The most compliance is found in the maxim of relevance, while the most frequent violation occurs in the maxim of implementation. This finding shows that the conversation in the talk show tends to obey the maxims of the principle of cooperation with the aim that communication can run well. | |
| 44989 | 48351 | L1A021069 | EFEKTIVITAS DEPURASI LOGAM BERAT Pb DALAM JANGKA WAKTU BERBEDA PADA KERANG HIJAU | Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan logam berat timbal (Pb) pada kerang hijau, serta mengukur efektivitas perlakuan depurasi dengan arang aktif tempurung kelapa dari pesisir Brebes sebelum dan setelah penerapan metode depurasi, dan mengukur kelayakan konsumsi kerang hijau berdasarkan indeks EDI, THQ, dan MTI. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan metode depurasi filtrasi menggunakan arang aktif tempurung kelapa (ATK) dan non arang aktif tempurung kelapa (NATK) pada periode waktu 6 dan 12 jam. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat Pb menurun dari 0,14 mg/kg sebelum depurasi menjadi 0,08–0,13 mg/kg setelah depurasi. Penggunaan ATK berpengaruh signifikan terhadap persentase penurunan kadar logam berat dalam kerang hijau dengan persentase berkisar 7 - 41%. Nilai EDI berkisar 0,0046 ± 0,00022 - 0,0071 ± 0,00039 mg/kg/hari, nilai THQ berkisar 1,14 ± 0,06 sampai 1,78 ± 0,10, dan nilai MTI terbaik diperoleh pada perlakuan ATK 12 jam, yaitu 18,75 ± 0,86 kg/minggu. Kesimpulan, metode depurasi dengan arang aktif tempurung kelapa dapat menurunan kandungan logam berat Pb, namun menghasilkan nilai EDI dan THQ yang melebihi batas aman. Oleh karena itu perlu pengelolaan lebih lanjut untuk penurunan kogam berat Pb pada kerang hijau (Perna viridis). | This study aims to measure the content of heavy metal lead (Pb) in green mussels, as well as measure the effectiveness of depuration treatment with coconut shell activated charcoal from coastal Brebes before and after the application of depuration method, and measure the feasibility of green mussel consumption based on EDI, THQ, and MTI indices. This study was conducted experimentally with the filtration depuration method using activated coconut shell charcoal (ATK) and non-activated coconut shell charcoal (NATK) at 6 and 12 hours time periods. Each treatment was repeated three times. The results showed that the Pb heavy metal content decreased from 0.14 mg/kg before depuration to 0.08-0.13 mg/kg after depuration. The use of ATK had a significant effect on the percentage of heavy metal content reduction in green mussels with percentages ranging from 7 - 41%. EDI values ranged from 0.0046 ± 0.00022 - 0.0071 ± 0.00039 mg/kg/day, THQ values ranged from 1.14 ± 0.06 to 1.78 ± 0.10, and the best MTI value was obtained in the 12-hour ATK treatment, which was 18.75 ± 0.86 kg/week. In conclusion, the depuration method with coconut shell activated charcoal can reduce the content of heavy metals Pb, but produce EDI and THQ values that exceed safe limits. Therefore, further management is needed to reduce Pb heavy metals in green mussels (Perna viridis). | |
| 44990 | 48352 | F1A019025 | Dunia Tanpa Laki-laki (Analisis Semiotik tentang Upaya Perempuan dalam Mengatasi Kehidupan Tanpa Laki-laki dalam Film “Y: The Last Man”[2021]) | Kehidupan perempuan sering kali terjebak dalam stigma sosial yang menganggap mereka lemah dan bergantung pada laki-laki. Ketidakadilan gender menciptakan kritik sosial, salah satunya melalui film. Film dapat menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial karena menggambarkan realitas sosial dengan cara yang menarik dengan memberikan pesan. Penelitian ini membahas film Y: The Last Man (2021), yang menceritakan wabah misterius yang hanya menyisakan perempuan di dunia. Film ini menggambarkan perjuangan perempuan untuk hidup mandiri tanpa kehadiran laki-laki, meski dengan berbagai kesulitan akibat wabah. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan dampak dan upaya serta perjuangan perempuan dalam film Y: The Last Man (2021) . Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif interpretatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Terdapat 5 adegan yang akan dianalisis melalui tiga unsur: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukan bahwa stigma sosial dan budaya patriarki berdampak buruk pada kehidupan perempuan, pada film digambarkan perempuan hidup dengan penuh kesulitan akibat kurangnya tenaga ahli yang berakibat krisis, hal ini disebabkan karena budaya patriarki memandang laki-laki lebih baik daripada perempuan sehingga partisipasi perempuan dalam sektor publik di bawah laki. Namun perempuan bukanlah individu yang lemah karena walaupun hidup dengan penuh tekanan akan selalu berusaha untuk bertahan hidup. | Women's lives are often trapped in a social stigma that considers them weak and dependent on men. Gender injustice gives rise to social criticism, one of which is through film. Film can be an effective medium for conveying social criticism because it depicts social reality in an interesting way by conveying a message. This study discusses the film Y: The Last Man (2021), which tells the story of a mysterious plague that leaves only women in the world. This film depicts women's struggle to live independently without the presence of men, despite the various difficulties caused by the plague. This study aims to interpret the impact and efforts and struggles of women in the film Y: The Last Man (2021). The method used is an interpretive qualitative approach with Roland Barthes' semiotic analysis. There are 5 scenes that will be explained through three elements: denotation, connotation, and myth. The results of the study show that social stigma and patriarchal culture have a negative impact on women's lives, in the film women are depicted living with full difficulties due to the lack of experts which results in a crisis, this is because patriarchal culture views men as better than women so that women's participation in the public sector is below men. However, women are not weak individuals because even though they live under pressure, they will always try to survive. | |
| 44991 | 48356 | H1B021041 | STUDI KESEIMBANGAN AIR (WATER BALANCE) KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA WATER BALANCE STUDI IN TENGGARONG DISTRICT KUTAI KARTANEGARA REGENCY | Pada Setiap daerah pasti akan mengalami pertumbuhan penduduk. Begitu juga pada Kecamatan Tenggarong yang penduduknya semakin lama terus mengalami pertumbuhan. Ada banyak hal yang akan terjadi jika pertumbuhan jumlah penduduk semakin meningkat, yaitu penggunahan lahan untuk pemukiman, perkotaan, dan industri akan meningkat. Hal ini berpengaruh pada jumlah penggunaan air meningkat, jika penggunaan air meningkat maka otomatis kebutuhan air akan meningkat pula. Kecamatan Tenggarong memiliki potensi sumber daya air yang signifikan karena mendapat pasokan air utama dari Sungai Mahakam. Kecamatan Tenggarong diharapkan dapat berperan sebagai wilayah penyangga dalam penyediaan kebutuhan air di IKN. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang keseimbangan air yang ada pada Kecamatan Tenggarong. Keseimbangan air merupakan suatu kondisi dimana jumlah air yang masuk dengan jumlah air yang keluar setara. Dalam penelitian ini, komponen dari ketersediaan air (inflow) ialah air hujan. Komponen dari kebutuhan air (outflow) ialah rumah tangga, perkotaan, dan air industri. Dalam penelitian ini curah hujan menggunakan data satelit PERSIANN CHRS Data Portal. Dalam menganalisa ketersediaan air, untuk memperoleh nilai debit metode yang digunakan adalah metode F.J Mock. Selanjutnya untuk kebutuhan air RKI, data jumlah penduduk diperoleh dari Tenggarong Dalam Angka tahun 2014 hingga 2023. Sedangkan data industri diperoleh dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Kartanegara.Dalam perhitungan neraca air, kebutuhan RKI dibandingkan dengan debit air yang tersedia di Kecamatan Tenggarong pada tahun 2014 hingga 2023. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah terjadi kelebihan air (surplus) atau kekurangan air (defisit) pada Kecamatan Tenggarong. Hasil perbandingan kebutuhan air dan ketersediaan air pada Kecamatan Tenggarong didapatkan hasil surplus pada setiap tahun. | Every region will inevitably experience population growth, and the same applies to Tenggarong District, where the population continues to increase over time. As the population grows, several consequences may occur, such as an increase in land use for residential areas, urban development, and industrial purposes. This leads to a rise in water usage, which in turn increases the demand for water. Tenggarong District has significant water resource potential as it receives its main water supply from the Mahakam River. The district is expected to serve as a supporting area in meeting the water needs of the Nusantara Capital City (IKN). Therefore, this study aims to examine the water balance in Tenggarong District. Water balance is a condition where the amount of incoming water equals the amount of outgoing water. In this study, the component of water availability (inflow) is rainfall, while the components of water demand (outflow) include household, urban, and industrial water use.In this study, rainfall data was obtained from the PERSIANN CHRS Data Portal satellite. To analyze water availability and determine discharge values, the F.J. Mock method was used. As for RKI (domestic, urban, and industrial) water demand, population data was collected from "Tenggarong in Figures" from 2014 to 2023. Industrial data was obtained from the Department of Industry and Trade of Kutai Kartanegara.In calculating the water balance, RKI water demand was compared with the available water discharge in Tenggarong District from 2014 to 2023. This comparison aims to determine whether there is a water surplus or deficit in Tenggarong. The results showed that in each year, Tenggarong District experienced a water surplus. | |
| 44992 | 48357 | I1E021017 | EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN CILACAP BAGIAN TIMUR | Latar Belakang: Program ekstrakurikuler adalah program tambahan dari sekolah di luar jam pembelajaran yang bertujuan untuk menyalurkan minat dan bakat siswa. Agar dapat mengetahui keberhasilan suatu program ekstrakurikuler perlu dilakukannya evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program ekstrakurikuler olahraga pada Sekolah Menegah Atas di Kabupaten Cilacap Bagian Timur. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Model evaluasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu model CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan teknik pengambilan sampelnya menggunakan proporsional-random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga dan pembina di SMA N 1 Sampang, SMK N 1 Binangun, dan MAN 3 Cilacap. Hasil Penelitian: Hasil analisis data menunjukan bahwa pada aspek Context mendapatkan rata-rata 90% (sangat baik), aspek Input mendapatkan rata-rata 84% (baik), aspek Process mendapatkan rata-rata 87% (baik), dan aspek Product mendapatkan rata-rata 87% (baik). Kesimpulan: Program ekstrakurikuler olahraga pada Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Cilacap bagian Timur termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata persentase 87%. | Background: Extracurricular programs are additional programs from schools outside of learning hours that aim to channel students' interests and talents. In order to determine the success of an extracurricular program, it is necessary to conduct an evaluation. This study aims to determine how the implementation of extracurricular sports programs at Senior High Schools in Eastern Cilacap Regency. Methodology: This research is a quantitative descriptive research with an evaluative approach. The evaluation model used in this research is the CIPP (Context, Input, Process, and Product) model. Data collection used a questionnaire, while the sampling technique used proportional-random sampling. The samples in this study were students who participated in extracurricular sports activities and coaches at SMA N 1 Sampang, SMK N 1 Binangun, and MAN 3 Cilacap. Results: The results of data analysis show that the Context aspect gets an average of 90% (very good), the Input aspect gets an average of 84% (good), the Process aspect gets an average of 87% (good), and the Product aspect gets an average of 87% (good). Conclusion: The extracurricular sports program at senior high schools in the eastern part of Cilacap district is in the good category with an average percentage of 87%. Keywords: Extracurricular, Evaluation, CIPP | |
| 44993 | 48358 | I1E021034 | HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI, KESEIMBANGAN, DAN KONSENTRASI DENGAN AKURASI SHOOTING SEPAKBOLA PADA ATLET PAKU JAYA SAKTI | Latar Belakang: Sepakbola merupakan olahraga yang menuntut berbagai komponen teknik, salah satunya akurasi shooting. Akurasi shooting dipengaruhi oleh power otot tungkai, keseimbangan, dan konsentrasi. Berdasarkan observasi peneliti pada tim Paku Jaya Sakti, ditemukan bahwa 75% pemain melakukan kesalahan dalam shooting, seperti bola tidak mengarah ke gawang dan titik impac yang tidak tepat. Hal ini mengindikasikan kurangnya penguasaan teknik dasar. Sehingga peneliti membatasi penelitian apakah terdapat hubungan antara power otot tungkai, keseimbangan dan konsentrasi dengan akurasi shooting. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 26 atlet sepak bola Paku Jaya Sakti berusia 12-15 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diukur meliputi Power otot tungkai (standing board jump), keseimbangan (dynamic balance test), konsentrasi (tes kraepelin), dan akurasi Shooting (tes menembak ke gawang bertarget). Analisis data penelitian ini menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji hipotesis yang digunakan adalah pearson corellation dan uji korelasi ganda. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Power otot tungkai dengan akurasi Shooting (r = 0,761; p < 0,05), keseimbangan dengan akurasi Shooting (r = 0,444; p < 0,05), serta konsentrasi (kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan) dengan akurasi Shooting (r berkisar antara 0,503 hingga 0,686; p < 0,05). Analisis regresi menunjukkan bahwa variabel Power otot tungkai memiliki kontribusi terbesar terhadap akurasi Shooting dibandingkan keseimbangan dan konsentrasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara power otot tungkai, keseimbangan, dan konsentrasi dengan akurasi Shooting pada atlet Paku Jaya Sakti. Kata Kunci: Power otot tungkai, keseimbangan, konsentrasi, akurasi Shooting. | Background: Football is a sport that demands various technical components, one of which is shooting accuracy. Shooting accuracy is influenced by leg muscle power, balance, and concentration. Based on the researcher’s observation of the Paku Jaya Sakti team, it was found that 75% of the players made errors in shooting, such as the ball not being directed toward the goal and incorrect impact points. This indicates a lack of mastery in basic techniques. Therefore, the researcher limits the study to examining whether there is a relationship between leg muscle power, balance, and concentration with shooting accuracy. Methodology: This study used a correlational method with a quantitative approach. The research sample consisted of 26 Paku Jaya Sakti soccer athletes aged 12-15 years, selected using purposive sampling. The measured variables included leg muscle Power (standing board jump), balance (dynamic balance test), concentration (Kraepelin test), and Shooting accuracy (targeted goal Shooting test). Data analysis in this study involved prerequisite tests and hypothesis testing. The hypothesis tests used were Pearson correlation and multiple correlation tests. Research Results: The analysis results showed a significant relationship between leg muscle Power and Shooting accuracy (r = 0.761; p < 0.05), balance and Shooting accuracy (r = 0.444; p < 0.05), as well as concentration (speed, accuracy, consistency, and endurance) with Shooting accuracy (r ranging from 0.503 to 0.686; p < 0.05). Regression analysis indicated that the leg muscle Power variable contributed the most to Shooting accuracy compared to balance and concentration. Conclusion: There is a significant relationship between leg muscle Power, balance, and concentration with Shooting accuracy in Paku Jaya Sakti soccer athletes. Keywords: Leg muscle Power, balance, concentration, Shooting accuracy. | |
| 44994 | 48360 | E1A021207 | HAMBATAN IMPLEMENTASI DIVERSI PADA PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN OLEH ANAK PELAKU (Studi di Kejaksaan Negeri Purbalingga) | HAMBATAN IMPLEMENTASI DIVERSI PADA PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN OLEH ANAK PELAKU (Studi di Kejaksaan Negeri Purbalingga) Oleh: SHAFIRA ADELIA PUTRI WAHYUDI E1A021207 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan hambatan dalam implementasi diversi pada penanganan perkara tindak pidana penganiayaan di Kejaksaan Negeri Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan Jaksa, Advokat, Anak Pelaku, dan Korban. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi diversi telah dilaksanakan oleh aparat penegak hukum di Kejaksaan Negeri Purbalingga sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor PER-006/A/JA/04/2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi pada Tingkat Penuntutan. Diversi bertujuan untuk mewujudkan keadilan restoratif. Dalam implementasinya, tidak ditemukan hambatan yang berarti dari segi hukum, aparat penegak hukum maupun sarana dan prasarana. Hambatan utama berasal pada faktor masyarakat, yaitu sulitnya mencapai kesepakatan antara anak pelaku dan korban. Hal ini menyebabkan diversi tidak dapat dilanjutkan dan perkara dilimpahkan ke Pengadilan. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan diversi tidak hanya bergantung pada aturan, fasilitas dan pelaksana hukum, tetapi juga sangat ditentukan oleh partisipasi dan sikap para pihak yang terlibat. | OBSTACLES TO THE IMPLEMENTATION OF DIVERSION IN HANDLING CASES OF ASSAULT COMMITTED BY CHILD OFFENDERS (A Study at the District Attorney’s Office of Purbalingga) By: SHAFIRA ADELIA PUTRI WAHYUDI E1A021207 ABSTRACT This study aims to determine the implementation and obstacles in the application of diversion in handling assault cases committed by child offenders at the District Attorney’s Office of Purbalingga. This research uses a juridical-empirical approach with a descriptive-analytical research specification. The types of data used are primary data obtained through interviews with prosecutors, defense attorneys, child offenders, and victims. Secondary data were obtained through literature studies of statutory regulations. The data analysis method used in this research is qualitative analysis. Based on the findings, the implementation of diversion has been carried out by law enforcement officials at the District Attorney’s Office of Purbalingga in accordance with the provisions of Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System and the Regulation of the Attorney General of the Republic of Indonesia Number PER-006/A/JA/04/2015 concerning Guidelines for the Implementation of Diversion at the Prosecution Stage. Diversion aims to realize restorative justice. In its implementation, no significant obstacles were found in terms of law, law enforcement officers, or facilities and infrastructure. The main obstacle comes from the community, namely the difficulty in reaching an agreement between the child offender and the victim. This causes the diversion process to be discontinued and the case to be submitted to the court. This indicates that the success of diversion not only depends on regulations, facilities, and law enforcement officers, but is also greatly determined by the participation and attitudes of the parties involved. | |
| 44995 | 48359 | J1B021022 | POTRET BIROKRASI DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENUNGGU DI LORONG MENUJU LAUT KARYA DIAN PURNOMO | Penelitian ini mengkaji potret birokrasi dalam novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut karya Dian Purnomo, yang mengangkat isu ketidakadilan sosial akibat aktivitas penambangan ilegal di Pulau Sangihe. Novel ini merefleksikan ketimpangan relasi kekuasaan dan peran birokrasi dalam merespons konflik antara kepentingan masyarakat lokal dan kepentingan korporasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra serta teori potret sosial dari Soerjono Soekanto untuk menganalisis bagaimana birokrasi digambarkan dalam novel tersebut. Hasil penelitian menemukan empat kutipan yang mencerminkan bentuk-bentuk birokrasi, mulai dari birokrasi yang bersifat represif, birokrasi yang memihak kepentingan investor, hingga birokrasi yang abai terhadap suara rakyat. Temuan ini menunjukkan bahwa novel tidak hanya menjadi karya estetika, tetapi juga berfungsi sebagai medium kritik sosial terhadap praktik birokrasi yang timpang dan tidak berpihak pada keadilan lingkungan serta hak masyarakat adat. | This study examines the portrayal of bureaucracy in the novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut (The Woman Waiting in the Corridor Toward the Sea) by Dian Purnomo, which raises the issue of social injustice caused by illegal mining activities on Sangihe Island. The novel reflects the imbalance of power relations and the role of bureaucracy in responding to the conflict between the interests of the local community and those of corporate entities. This research employs a literary sociology approach and the theory of social portrait by Soerjono Soekanto to analyze how bureaucracy is depicted in the novel. The findings reveal four key excerpts that represent various forms of bureaucracy, ranging from repressive bureaucracy and bureaucracy that sides with investor interests, to bureaucracy that is indifferent to the voices of the people. These findings indicate that the novel serves not only as a work of literary art but also as a medium of social critique against unjust bureaucratic practices that neglect environmental justice and the rights of indigenous communities. | |
| 44996 | 48361 | J1B021017 | Perangkap Kemiskinan Kerentanan dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Karya J.S.Khairen | Penelitian ini mengungkap mengenai perangkap kemiskinan bentuk keempat yang ada dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S.Khairen. Perangkap kemiskinan tersebut adalah kerentanan. Kerentanan berhubungan erat dengan kondisi Indonesia saat ini yang sulit dalam menurunkan presentase kemiskinan. Selanjutnya penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dua pembahasan utama, yaitu indikator perangkap kerentanan yang terdapat dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu, hubungan antara perangkap kerentanan dengan perangkap kemiskinan lainnya. Ada dua sumber data yang dipakai, yakni primer berupa novel Dompet Ayah Sepatu Ibu dan sekunder berupa jurnal ilmiah, buku elektronik dan cetak. Metode analisis data yang digunakan dengan tiga tahap, yaitu menganalisis perangkap kerentanan yang terdapat dalam novel, menghubungkan kerentanan dengan perangkap kemsikinan lainnya, dan menyimpulkan penelitian yang ditemukan. Hasil penelitian mengungkapkan ada tiga perangkap kemsikinan desa dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu. Kemudian ditemukan juga tiga hubungan antara perangkap kemiskinan kerentanan dengan isolasi, kemiskinan material, dan kelemahan jasmani. Dapat disimpulkan bahwa, kemiskinan yang terjadi di desa dapat disebabkan karena Masyarakat desa yang sulit terlepas dari jeratan perangkap kemiskinan kerentanan dan berkaitan dengan lingakaran perangkap lainnya yang saling berhubungan. | This study reveals the fourth form of poverty trap in the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu by J.S.Khairen. The poverty trap is vulnerability. Vulnerability is closely related to the current conditions in Indonesia which are difficult to reduce the percentage of poverty. Furthermore, this study aims to examine two main discussions, namely the indicators of vulnerability traps contained in the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu, the relationship between vulnerability traps and other poverty traps. There are two data sources used, namely primary in the form of the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu and secondary in the form of scientific journals, electronic and printed books. The data analysis method used in three stages, namely analyzing the vulnerability traps contained in the novel, connecting vulnerability with other poverty traps, and concluding the research found. The results of the study revealed that there are three village poverty traps in the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu. Then three relationships were also found between the vulnerability poverty trap with isolation, material poverty, and physical weakness. It can be concluded that poverty that occurs in villages can be caused by rural communities who find it difficult to escape the trap of vulnerability poverty and are related to ot her interconnected traps. | |
| 44997 | 48363 | A1D018113 | KAJIAN NUTRISI MODIFIKASI NITROGEN PADA MEDIA TANAM TERHADAP SERAPAN FOSFOR DAN KALIUM TANAMAN MELON (Cucumis melo L) SISTEM IRIGASI TETES | Melon adalah salah satu komoditas buah dengan nilai komersil yang cukup tinggi di Indonesia, komoditas melon memiliki pasar penjualan yang beragam, dari pasar tradisional, pasar modern, restoran, dan hotel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian nutrisi dan media tanam serta interaksinya terhadap pertumbuhan, serapan P dan K oleh tanaman melon pada sistem fertigasi irigasi tetes. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa media tanam yang memiliki pengaruh nyata terhadap pH H2O, pH KCL, DHL, P Total, kadar P tanaman, dan diameter batang. Formula nutrisi N berpengaruh terhadap pH H2O, DHL, P Total, Kadar P tanaman, kadar K tanaman, P serapan, dan panjang akar. Interaksi antara media tanam dan formula nutrisi N tidak berpengaruh nyata terhadap K total, Kadar K tanaman, Serapan K, P serapan dan panjang akar tetapi pada variabel pH H2O, pH KCL, DHL, P Total, kadar P tanaman dan diameter batang berbeda nyata terhadap sifat kimia tanaman pada penelitian ini. | The aim of this study is to determine the effect of nutrient application and growing media, as well as their interaction, on the growth and the uptake of phosphorus (P) and potassium (K) by melon plants in a drip fertigation system. This study used a Completely Randomized Block Design (CRBD) with two factors and three replications. The results of the study showed that the growing media had a significant effect on H₂O pH, KCl pH, EC, total phosphorus (P), plant P content, and stem diameter. The nitrogen (N) nutrient formula affected H₂O pH, EC, total P, plant P content, plant K content, P uptake, and root length. The interaction between growing media and N nutrient formula did not have a significant effect on total K, plant K content, K uptake, P uptake, and root length. However, for the variables H₂O pH, KCl pH, EC, total P, plant P content, and stem diameter, the interaction had a significant effect on the chemical properties of the plant in this study. | |
| 44998 | 48366 | E1A021008 | Tinjauan Yuridis Wanprestasi Dalam Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah (Studi Putusan No. 5/Pdt.G/2024/PN.Gto) | Penelitian ini menganalisis Putusan Pengadilan Negeri Gorontalo Nomor 5/Pdt.G/2024/PN.Gto mengenai wanprestasi yang dilakukan oleh pihak bank dalam perjanjian kredit pemilikan rumah, dimana bank tidak menyerahkan sertipikat rumah meskipun debitur dalam hal ini penggugat telah melunasi kewajibannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugatan wanprestasi dan bentuk perlindungan hukum bagi debitur dalam perjanjian kredit pemilikan rumah pada Putusan Pengadilan Nomor 5/Pdt.G/2024/PN Gto. Metodologi penelitian yang digunakan berupa yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, kasus, dan konseptual. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif normatif, menggunakan sumber data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan, metode penyajian data teks naratif, dan menggunakan metode analisis data normatif kualitatif. Hakim dalam Putusan Pengadilan Nomor 5/Pdt.G/2024/PN Gto telah tepat memutus tindakan bank sebagai wanprestasi, akan tetapi hakim tidak menjabarkan unsur-unsur wanprestasi dalam putusannya. Berdasarkan analisis, penulis menemukan bahwa unsur-unsur wanprestasi, yaitu perikatan yang sah, tidak dipenuhinya prestasi, dan adanya kesalahan oleh bank, telah terpenuhi. Penelitian ini juga mengidentifikasi dua bentuk perlindungan hukum bagi debitur yang beritikad baik. Perlindungan preventif diatur dalam Pasal 1267 KUHPerdata yang memberikan hak kepada pihak yang dirugikan akibat wanprestasi untuk memaksa pihak lain memenuhi kewajibannya, sedangkan perlindungan represif diwujudkan dalam putusan yang memerintahkan bank untuk menyerahkan sertipikat rumah sesuai perjanjian. Penelitian ini menegaskan pentingnya perlindungan hukum bagi debitur dan kepastian hukum dalam pelaksanaan perjanjian kredit. | This study analyzes the Decision of the Gorontalo District Court Number 5/Pdt.G/2024/PN.Gto regarding the default committed by the bank in the home ownership credit agreement, where the bank did not submit the house certificate even though the debtor in this case the plaintiff had paid off his obligations. The purpose of this study is to analyze the judge's legal considerations in granting the default lawsuit and the form of legal protection for debtors in the home ownership credit agreement in the Court Decision Number 5/Pdt.G/2024/PN Gto. The research methodology used is normative juridical with a statutory, case, and conceptual approach. The research specifications are descriptive normative, using secondary data sources with a literature study data collection method, a narrative text data presentation method, and using a qualitative normative data analysis method. The judge in the Court Decision Number 5/Pdt.G/2024/PN Gto has considered the bank's actions as a default, but the judge did not describe the elements of the default in his decision. Based on the analysis, the author found that the elements of default, namely a valid contract, failure to fulfill the performance, and the existence of an error by the bank, have been fulfilled. This study also identified two forms of legal protection for debtors with good intentions. Preventive protection is regulated in Article 1267 of the Civil Code which gives the right to the party harmed by default to force the other party to fulfill its obligations, while repressive protection is manifested in a decision ordering the bank to submit a house certificate according to the agreement. This study emphasizes the importance of legal protection for debtors and legal certainty in the implementation of credit agreements. | |
| 44999 | 48369 | H1A021090 | ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA DUA CHARGER BATERAI MOBIL LISTRIK DENGAN SATU RECTIFIER DAN DUA RECTIFIER | Pengembangan mobil listrik menjadi solusi atas masalah lingkungan dan ketergantungan energi fosil, berkat efisiensi energinya yang mencapai 48%, lebih tinggi dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak sebesar 25%. Namun, tantangan utama terdapat pada baterai, khususnya waktu pengisian yang lama dan risiko kegagalan akibat pengisian yang tidak optimal. Infrastruktur pengisian daya yang efisien dan andal menjadi kunci, di mana Vienna rectifier muncul sebagai solusi potensial dengan keunggulan seperti koreksi faktor daya yang sederhana, riak arus rendah, dan tegangan stress yang kecil. Penelitian ini menganalisis efisiensi dan kualitas daya dua konfigurasi charger baterai kendaraan listrik, yaitu dua charger dengan satu penyearah dan dua charger dengan dua penyearah, melalui simulasi pada aplikasi PSIM. Hasil penelitian ini diharapkan mendukung pengembangan kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini mensimulasikan dua konfigurasi charger mobil listrik dua charger dengan satu dan dua penyearah menggunakan PSIM. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi dua penyearah memberikan efisiensi lebih tinggi, THD lebih rendah (<5%), faktor daya mendekati 1, distribusi daya lebih merata, output DC stabil, serta rugi daya dan panas lebih kecil dibanding satu penyearah. | The development of electric vehicles (EVs) offers a solution to environmental issues and dependence on fossil energy, thanks to their energy efficiency of up to 48%, significantly higher than internal combustion engine vehicles at only 25%. However, the main challenge lies in the battery, particularly the long charging time and the risk of failure due to suboptimal charging. Efficient and reliable charging infrastructure is essential, with the Vienna rectifier emerging as a potential solution due to its advantages, such as simple power factor correction, low current ripple, and reduced voltage stress. This study analyzes the efficiency and power quality of two electric vehicle battery charger configurations: two chargers with one rectifier and two chargers with two rectifiers, through simulations using the PSIM application. The results are expected to support the development of environmentally friendly and sustainable electric vehicles. This study simulates two configurations of electric vehicle chargers using one and two rectifiers employing PSIM software. The simulation results show that the dual-rectifier configuration offers higher efficiency, lower THD (<5%), a power factor close to 1, more balanced power distribution, stable DC output, and reduced power losses and heat generation compared to the single-rectifier configuration. | |
| 45000 | 48370 | G1A021108 | PENGARUH PAPARAN TIMBAL (Pb) PADA KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PLASMA TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus) | Latar Belakang – Timbal (Pb) merupakan logam berat beracun yang dapat memicu stres oksidatif melalui pembentukan reactive oxygen species (ROS). Proses ini menyebabkan peroksidasi lipid yang menghasilkan malondialdehid (MDA) sebagai produk akhirnya. MDA dikenal sebagai biomarker kerusakan oksidatif yang dapat diukur dalam plasma, sehingga penting untuk mengetahui pengaruh paparan Pb terhadap kadar MDA dalam tubuh. Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan timbal (Pb) terhadap kadar malondialdehid (MDA) plasma pada tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus) dengan variasi dosis dan durasi paparan akut. Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan true experimental dengan completely randomized post-test only with control group design. Subjek penelitian adalah 45 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi lima kelompok dosis (0, 50, 100, 150, dan 200 mg/kgBB/hari) dan tiga subkelompok durasi (3, 7, dan 14 hari). Paparan Pb asetat diberikan secara per oral, dan kadar MDA plasma diukur menggunakan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS). Analisis data menggunakan uji Oneway ANOVA. Hasil – Hasil Oneway ANOVA pengaruh dosis paparan timbal didapatkan p<0,001 (p<0,05) untuk perlakuan 3, 7 dan 14 hari sedangkan pengaruh durasi paparan timbal didapatkan p=0,727 (p>0,05) untuk kelompok kontrol serta p<0,001 (p<0,05) untuk kelompok perlakuan terhadap kadar MDA. Kesimpulan – Pemberian timbal berbagai dosis dan durasi berpengaruh terhadap kadar MDA pada tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus). Dosis dan durasi timbal asetat peroral 50 mg/kgBB/hari selama 14 hari sudah dapat meningkatkan kadar MDA secara signifikan. Kata Kunci: Stres oksidatif, malondialdehid (MDA), Rattus norvegicus, timbal (Pb). | Background - Lead (Pb) is a toxic heavy metal widely used in industry and known to induce oxidative stress by increasing the formation of reactive oxygen species. These reactive compounds initiate lipid peroxidation processes that result in malondialdehyde (MDA), a compound commonly used as a biomarker of cellular oxidative damage. Objective - This study aimed to determine the effect of acute lead exposure on plasma malondialdehyde (MDA) levels in male Wistar rats (Rattus norvegicus) based on varying doses and durations of e$xposure. Methodology - The study was conducted using a true experimental design with a completely randomized post-te$st only with control group design. A total of 45 male Wistar rats were randomly divided into five groups, each receiving lead acetate orally at doses of 0, 50, 100, 150, and 200 mg/kg body weight per day. Each dose group was further divided into three subgroups based on exposure duration: 3, 7, and 14 days. Plasma MDA levels were measured using the Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS) method. Data were analyzed using Oneway ANOVA. Results - One-way ANOVA showed a significant effect of lead exposure dose on MDA levels (p<0.001) across all durations. Duration of exposure did not significantly affect MDA levels in the control group (p=0.727) but showed significant effects in the treatment groups (p<0.001). Conclusion - Lead exposure at varying doses and durations impacts MDA levels in male Wistar rats. Even low-dose lead acetate (50 mg/KgBW/day) for 14 days significantly increased MDA levels. Keywords: oxidative stress, malondialdehyde (MDA), Rattus norvegicus, Plumbum (Pb). |