Home
Login.
Artikelilmiahs
48356
Update
HANAN FADHULLOH
NIM
Judul Artikel
STUDI KESEIMBANGAN AIR (WATER BALANCE) KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA WATER BALANCE STUDI IN TENGGARONG DISTRICT KUTAI KARTANEGARA REGENCY
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pada Setiap daerah pasti akan mengalami pertumbuhan penduduk. Begitu juga pada Kecamatan Tenggarong yang penduduknya semakin lama terus mengalami pertumbuhan. Ada banyak hal yang akan terjadi jika pertumbuhan jumlah penduduk semakin meningkat, yaitu penggunahan lahan untuk pemukiman, perkotaan, dan industri akan meningkat. Hal ini berpengaruh pada jumlah penggunaan air meningkat, jika penggunaan air meningkat maka otomatis kebutuhan air akan meningkat pula. Kecamatan Tenggarong memiliki potensi sumber daya air yang signifikan karena mendapat pasokan air utama dari Sungai Mahakam. Kecamatan Tenggarong diharapkan dapat berperan sebagai wilayah penyangga dalam penyediaan kebutuhan air di IKN. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang keseimbangan air yang ada pada Kecamatan Tenggarong. Keseimbangan air merupakan suatu kondisi dimana jumlah air yang masuk dengan jumlah air yang keluar setara. Dalam penelitian ini, komponen dari ketersediaan air (inflow) ialah air hujan. Komponen dari kebutuhan air (outflow) ialah rumah tangga, perkotaan, dan air industri. Dalam penelitian ini curah hujan menggunakan data satelit PERSIANN CHRS Data Portal. Dalam menganalisa ketersediaan air, untuk memperoleh nilai debit metode yang digunakan adalah metode F.J Mock. Selanjutnya untuk kebutuhan air RKI, data jumlah penduduk diperoleh dari Tenggarong Dalam Angka tahun 2014 hingga 2023. Sedangkan data industri diperoleh dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Kartanegara.Dalam perhitungan neraca air, kebutuhan RKI dibandingkan dengan debit air yang tersedia di Kecamatan Tenggarong pada tahun 2014 hingga 2023. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah terjadi kelebihan air (surplus) atau kekurangan air (defisit) pada Kecamatan Tenggarong. Hasil perbandingan kebutuhan air dan ketersediaan air pada Kecamatan Tenggarong didapatkan hasil surplus pada setiap tahun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Every region will inevitably experience population growth, and the same applies to Tenggarong District, where the population continues to increase over time. As the population grows, several consequences may occur, such as an increase in land use for residential areas, urban development, and industrial purposes. This leads to a rise in water usage, which in turn increases the demand for water. Tenggarong District has significant water resource potential as it receives its main water supply from the Mahakam River. The district is expected to serve as a supporting area in meeting the water needs of the Nusantara Capital City (IKN). Therefore, this study aims to examine the water balance in Tenggarong District. Water balance is a condition where the amount of incoming water equals the amount of outgoing water. In this study, the component of water availability (inflow) is rainfall, while the components of water demand (outflow) include household, urban, and industrial water use.In this study, rainfall data was obtained from the PERSIANN CHRS Data Portal satellite. To analyze water availability and determine discharge values, the F.J. Mock method was used. As for RKI (domestic, urban, and industrial) water demand, population data was collected from "Tenggarong in Figures" from 2014 to 2023. Industrial data was obtained from the Department of Industry and Trade of Kutai Kartanegara.In calculating the water balance, RKI water demand was compared with the available water discharge in Tenggarong District from 2014 to 2023. This comparison aims to determine whether there is a water surplus or deficit in Tenggarong. The results showed that in each year, Tenggarong District experienced a water surplus.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save