Artikel Ilmiah : L1A021069 a.n. SULTON FASYA ISLAMI

Kembali Update Delete

NIML1A021069
NamamhsSULTON FASYA ISLAMI
Judul ArtikelEFEKTIVITAS DEPURASI LOGAM BERAT Pb DALAM JANGKA WAKTU
BERBEDA PADA KERANG HIJAU
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan logam berat timbal (Pb) pada
kerang hijau, serta mengukur efektivitas perlakuan depurasi dengan arang aktif
tempurung kelapa dari pesisir Brebes sebelum dan setelah penerapan metode depurasi,
dan mengukur kelayakan konsumsi kerang hijau berdasarkan indeks EDI, THQ, dan MTI.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan metode depurasi filtrasi
menggunakan arang aktif tempurung kelapa (ATK) dan non arang aktif tempurung
kelapa (NATK) pada periode waktu 6 dan 12 jam. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali
pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat Pb menurun
dari 0,14 mg/kg sebelum depurasi menjadi 0,08–0,13 mg/kg setelah depurasi.
Penggunaan ATK berpengaruh signifikan terhadap persentase penurunan kadar logam
berat dalam kerang hijau dengan persentase berkisar 7 - 41%. Nilai EDI berkisar 0,0046
± 0,00022 - 0,0071 ± 0,00039 mg/kg/hari, nilai THQ berkisar 1,14 ± 0,06 sampai 1,78 ±
0,10, dan nilai MTI terbaik diperoleh pada perlakuan ATK 12 jam, yaitu 18,75 ± 0,86
kg/minggu. Kesimpulan, metode depurasi dengan arang aktif tempurung kelapa dapat
menurunan kandungan logam berat Pb, namun menghasilkan nilai EDI dan THQ yang
melebihi batas aman. Oleh karena itu perlu pengelolaan lebih lanjut untuk penurunan
kogam berat Pb pada kerang hijau (Perna viridis).
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to measure the content of heavy metal lead (Pb) in green mussels, as well
as measure the effectiveness of depuration treatment with coconut shell activated
charcoal from coastal Brebes before and after the application of depuration method, and
measure the feasibility of green mussel consumption based on EDI, THQ, and MTI indices.
This study was conducted experimentally with the filtration depuration method using
activated coconut shell charcoal (ATK) and non-activated coconut shell charcoal (NATK)
at 6 and 12 hours time periods. Each treatment was repeated three times. The results
showed that the Pb heavy metal content decreased from 0.14 mg/kg before depuration
to 0.08-0.13 mg/kg after depuration. The use of ATK had a significant effect on the
percentage of heavy metal content reduction in green mussels with percentages ranging
from 7 - 41%. EDI values ranged from 0.0046 ± 0.00022 - 0.0071 ± 0.00039 mg/kg/day,
THQ values ranged from 1.14 ± 0.06 to 1.78 ± 0.10, and the best MTI value was obtained
in the 12-hour ATK treatment, which was 18.75 ± 0.86 kg/week. In conclusion, the
depuration method with coconut shell activated charcoal can reduce the content of heavy
metals Pb, but produce EDI and THQ values that exceed safe limits. Therefore, further
management is needed to reduce Pb heavy metals in green mussels (Perna viridis).
Kata kunciKata kunci: Arang aktif; depurasi; keamanan pangan; kerang hijau, timbal (Pb)
Pembimbing 1Dr. Dyahruri Sanjayasari, S.Pt. M.Si
Pembimbing 2Mahardhika Nur Permatasari, S.Pi., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2025-05-16 13:57:17.947065
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.