Artikel Ilmiah : A1G021006 a.n. AFIFAH MUMTAZATI FAUZIYYAH

Kembali Update Delete

NIMA1G021006
NamamhsAFIFAH MUMTAZATI FAUZIYYAH
Judul ArtikelKinerja Usahatani Peralihan dari Nilam ke Singkong di Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan utama petani dalam melakukan usahatani adalah untuk memperoleh pendapatan yang tinggi. Besarnya pendapatan petani dapat mempengaruhi kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan dasar baik itu pangan maupun nonpangan. Petani nilam di Kecamatan Kutasari beralih ke komoditas singkong yang permintaan pasarnya lebih banyak dan harga jualnya lebih menguntungkan. Peralihan komoditas nilam ke komoditas singkong yang dilakukan oleh petani ini perlu dilihat kinerja usahataninya baik itu kinerja usahatani pada komoditas nilam maupun kinerja usahatani pada komoditas singkong. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui struktur biaya usahatani nilam dan singkong; (2) Menganalisis pendapatan usahatani nilam dan singkong; (3) Menganalisis kelayakan usahatani nilam dan singkong.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuan sampel yang digunakan adalah teknik nonprobability sampling. Penelitian dilakukan pada Mei-Juni 2024. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Objek penelitian ini adalah kinerja para petani nilam yang beralih komoditas ke komoditas singkong di Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis struktur biaya, analisis pendapatan, analisis kelayakan, serta analisis komparasi pendapatan dan kelayakan usahatani nilam dan singkong.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya usahatani nilam dan singkong terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Total biaya produksi usahatani nilam sebesar Rp15.058.933,- per Ha/tahun, sedangkan total biaya produksi usahatani singkong sebesar Rp17.623.610,- per Ha/tahun. Pendapatan usahatani nilam sebesar Rp9.586.895,- per Ha/tahun lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan singkong sebesar Rp38.732.617,- per Ha/tahun. Nilai R/C usahatani singkong 3,29 lebih besar dibandingkan dengan nilai R/C usahatani nilam 1,68. Hasil uji t pendapatan dan kelayakan usahatani nilam dan singkong menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada pendapatan usahatani sebelum dan sesudah beralih komoditas.
Abtrak (Bhs. Inggris)The main goal of farmers in managing their agricultural businesses is to obtain a high income. The amount of income farmers earn affects their ability to meet basic needs, both food and nonfood. Patchouli farmers in Kecamatan Kutasari shift to cassava as their main commodity due to its higher selling price compared to fresh patchouli leaves. This transition requires an evaluation of farming performance, both in patchouli and cassava cultivation. This study aims to: (1) Identify the cost structure of patchouli and cassava farming; (2) Analyze the income of patchouli and cassava farming; (3) Analyze the feasibility of patchouli and cassava farming.
The research method used in this study was the survey method. The sampling technique applied was nonprobability sampling. The research took place from May to June 2024. The types of data used were primary and secondary data. The research object was the performance of patchouli farmers who transitioned to cassava farming in Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. The analyses used in this study included cost structure analysis, income analysis, feasibility analysis, and a comparative analysis of the income and feasibility of patchouli and cassava farming.
The research results showed that the cost structure of patchouli and cassava farming consisted of fixed and variable costs. The total production cost of patchouli farming was Rp15.058.933,- per hectare/year, while the total production cost of cassava farming was Rp17.623.610,- per hectare/year. The income from patchouli farming was Rp9.586.895,- per hectare/year, which was lower than the income of cassava farming, which amounted to Rp38.732.617,- per hectare/year. The R/C Ratio of cassava farming was 3,49, higher that the R/C Ratio of patchouli farming, which was 1,68. The t-test results on income and feasibility of patchouli and cassava farming indicated a significant difference in income before and after shifting commodities.
Kata kuncikinerja usahatani, nilam, singkong, pendapatan usahatani, biaya usahatani, kelayakan usahatani, R/C Ratio
Pembimbing 1Alpha Nadeira Mandamdari, S.P., M.P.
Pembimbing 2Lutfi Zulkifli, S.P., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman92
Tgl. Entri2025-05-16 13:27:33.904065
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.