Artikelilmiahs

Menampilkan 4.401-4.420 dari 48.761 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
440114221A1L011161POTENSI PEMBIBITAN SEPULUH JENIS JAMUR KONSUMSI EKONOMIS DAN PROSPEKTIFJamur konsumsi (edible mushroom) merupakan jamur yang mempunyai cita rasa, nilai gizi yang tinggi, dan memiliki banyak jenis sehingga dapat diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui jenis jamur yang paling sesuai tumbuh pada media serbuk gergaji, dan 2) membedakan pertumbuhan sepuluh jenis jamur pada media serbuk gergaji. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah (Sumber Daya Lahan),Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Juni 2015
hingga Desember 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, faktor percobaan ialah sepuluh jenis jamur (jamur tiram putih, jamur tiram cokelat,jamur tiram pink, jamur tiram ungu, jamur merang, jamur shiitake, jamur kuping, jamur enokitake, jamur nyoko, dan jamur ling zhi). Variabel yang diamati adalah bobot segar jamur, waktu pertumbuhan jamur, dan laju tumbuh jamur. Data dianalisis dengan analisis ragam,terhadap perlakuan yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (P < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis jamur yang tidak tumbuh pada media serbuk
gergaji dan ada tujuh jenis jamur yang tumbuh, dimana jamur yang paling sesuai tumbuh pada media serbuk gergaji yaitu jamur tiram pink dengan laju pertumbuhan paling besar yaitu1,8927 g/hari.
Mushroom consumption (edible mushroom) is a mushroom which has the taste, high nutritional value, and has many types of mushrooms that can be accepted by society. This research aims to 1) determine the most appropriate type of mushroom that grows on sawdust media, and 2) distinguish ten growths of types of mushrom on sawdust media. This research was conducted at the Laboratory of Soil Science (Land Resources), Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, in June 2015 to December 2015. This study examined using Completely Randomized Design (CRD) one factor. Trial factors are ten types of mushrooms (white oyster mushroom, brown oyster mushroom, pink oyster mushroom, purple oyster mushroom, straw mushroom, shiitake mushroom, cloud ear mushrom, enokitake mushroom, nyoko mushroom, and ling zhi mushroom). The variables measured fresh weight mushroom, growth time and growth rate of the mushroom. Data were analyzed by analysis of
variance towards the different treatment and continued with DMRT (P <0.05). The results showed that tthree types of mushroom did not grow on sawdust media, and the seven types of mushroom are grow, the most appropriate species of mushroom that grows on sawdust media is pink oyster with highest growth rate of the mushroom is 1,8927 grams/days.
440214230B1J011052KEMAMPUAN ISOLAT Azospirillum spp. DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN CABAI (Capsicum frutescens) PADA MEDIA CAMPURAN TANAH PASIR BESI DAN KOMPOSAzospirillum digunakan sebagai biofertilizer karena mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Mekanisme peningkatan pertumbuhan tanaman disebabkan kemampuannya dalam melarutkan fosfat, menambat nitrogen dan mampu memproduksi hormon tumbuh IAA. Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan salah satu komoditas sayuran penting bagi masyarakat Indonesia. Permasalahan dalam budidaya cabai rawit adalah lahan yang terbatas dan keterbatasan hara. Sumber hara bagi tanaman berasal dari bahan organik, pupuk, dan mikroba. Penambahan Azospirillum spp. dan kompos ke dalam tanah pasir besi diharapkan dapat memperbaiki kualitas struktur dan kesuburan tanah. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tumbuh terhadap kemampuan Azospirillum spp. dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman cabai, isolat Azospirillum spp. yang mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman cabai pada komposisi media tumbuh berbeda, komposisi media dan isolat Azospirillum spp. terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman cabai. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial (RAL Faktorial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tumbuh berpengaruh terhadap peningkatan kadar klorofil daun dan tinggi tanaman, tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang akar. Komposisi media pasir besi dan kompos 2:1 (T2) mampu meningkatkan tinggi tanaman dan kadar klorofil daun cabai tertinggi yaitu 30,25 cm dan 36,92 cci. Inokulasi Azospirillum meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai. Hasil tertinggi ditunjukkan oleh isolat KR16 (perlakuan I1) mampu meningkatkan kadar klorofil daun cabai yaitu 36,32 cci, dan isolat KR67 (perlakuan I2) mampu meningkatkan tinggi tanaman cabai yaitu 26,46 cm. Interaksi isolat Azospirillum spp. dan media tanam tidak berpengaruh terhadap peningkatan tinggi tanaman dan pertumbuhan panjang akar terpanjang tanaman cabai, tetapi berpengaruh terhadap peningkatan kadar klorofil daun cabai.Azospirillum used as biofertilizer due to capable of supporting plant growth. Mechanism of plant growth enhancement due to its ability to phosphate solubilize, nitrogen fix and to produce plant growth hormone like IAA. Chili (Capsicum frutescens) is one of the important vegetable crops for Indonesian society. Problems in chili cultivation is land limitation and nutrient limitation. Nutrient source of plants comes from the remains of organic matter, fertilizer, and microbes. The addition of Azospirillum spp. and compost into the iron sand soil is expected to improve the quality of soil structure and fertility.
The study was conducted to determine the effect of media types on the ability of Azospirillum spp. in improving vegetative growth of chili plants, isolates Azospirillum spp. were able to increase vegetative growth chili plants at different composition of growth media, composition of the media and isolates Azospirillum sp. to the increased growth of chili plants. The method used was an experimental method which is based on completely Randomized Design Factorial pattern (RDF Factorial).
The results showed that the composition of growth media affect the increased leaf chlorophyll content and plant height, but has no effect on root length. The composition of growth media T2 (2:1) increased plant height and leaf chlorophyll content of chili is 30.25 cm and 36.92 cci. Azospirillum inoculation promote growth of chili plants. The highest result was shown by isolates KR16 (treatment I1) increases the leaf chlorophyll content is 36.32 cci, and isolates KR67 (treatment I2) increased plant height is 26.46 cm. Interaction between Azospirillum spp. and growth media did not affect the increase in plnt height and root length, but affect to increasing of leaf chlorophyll content of chili plant.
440314222A1L011061EVALUASI STATUS UNSUR HARA Zn PADA LAHAN SAWAH WILAYAH IRIGASI BENDUNG ARCA KIRI DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan unsur hara Zn pada tanah sawah dan mengetahui rekomendasi penambahan pupuk mikro Zn pada tanah sawah di Wilayah Saluran Irigasi Bendung Arca Kiri, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah di areal jaringan irigasi Bendung Arca Kiri di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan cara menumpangsusunkan peta (overlay) dari peta administrasi, peta jenis tanah, peta kelerengan, dan peta penggunaan lahan daerah penelitian. Jumlah sampel adalah 8 yang terletak pada 5 desa, yaitu Desa Dukuhwaluh, Bojongsari, Pliken, Ledug dan Kedondong. Variabel yang diamati meliputi variabel utama yaitu unsur hara Zn dan variabel pendukung meliputi kandungan pH H2O, Daya Hantar Listrik (DHL), Kapasitas Tukar Kation (KTK), dan Kejenuhan Basa (KB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan unsur hara Zn pada semua SLH tergolong sangat rendah, yaitu pada SLH A1f 5,2 ppm dan SLH A2f 6 ppm dan rekomendasi pupuk mikro Zn untuk SLH A1f perlu penambahan 5,76 kg/ha dan untuk SLH A2f perlu penambahan 4,8 kg/ha untuk hasil yang lebih optimal.
This study was aimed to evaluate the nutrient content of Zn in paddy soil and to know the addition of micro-Zn fertilizer on a rice field in the Left Arca Irrigation, Banyumas. The experiment was conducted in paddy fields in the left weirs Arca area of irrigation in twinning District Banyumas. The research was conducted by survey method. Determination of sample points is based on Homogeneous Soil Map Unit (HSM), which is made by overlaying map from the administrative map, map of soil types, slope maps, land use maps and research areas. The number of samples is 8, which is located on the 5 villages, namely Dukuhwaluh, Bojongsari, Pliken, Ledug and Kedondong. Variables observed were the main variables, namely nutrient Zn and supporting variables include the pH content of H2O, electrical conductivity (EC), cation exchange capacity (CEC), and Base saturation (KB). The results showed that the nutrient content of Zn in all HSM classified as very low, it’s at A1f HSM on 5 ppm, and A2F HSM on 6 ppm and Zn micro fertilizer recommendations for A1f HSM need the addition of 5.76 kg / ha and for A2f HSM need additional 4.8 kg / ha for a more optimal result.
440414202B1J011112STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE MAYOR PADA TINGKAT KERUSAKAN MANGROVE YANG BERBEDA DI SEGARA ANAKAN CILACAP
Spesies mangrove yang memiliki bentuk adaptasi serta membentuk tegakan hutan mangrove murni digolongkan sebagai mangrove mayor. Kerusakan hutan mangrove yang akhir-akhir ini terjadi disebabkan penebangan dan konversi lahan mangrove menjadi area pertanian dan tambak. Kondisi seperti itu juga terjadi di hutan mangrove Segara Anakan Cilacap. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur komunitas mangrove mayor, tingkat kerusakan mangrove, serta hubungan antara struktur komunitas mangrove mayor dan berbagai tingkat kerusakan mangrove di Segara Anakan, Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies mangrove mayor yang ditemukan yaitu Avicennia alba, Avicennia marina, Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Ceriops decandra, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera sexangula. Indeks nilai penting tertinggi pada kategori pohon yaitu Avicennia alba, kategori pancang yaitu Rhizophora apiculata dan pada kategori semai yaitu Ceriops tagal. Tiap spesies memiliki nilai kerapatan yang berbeda di setiap stasiunnya dilihat dari penyebaran spesies berdasarkan wilayah, serta memiliki indeks keanekaragaman spesies yang rendah pada kategori pohon dan semai, serta keanekaragaman sedang pada kategori pancang. Stasiun penelitian 2 yang berada di bagian barat dan 12 yang berada di bagian timur dalam kondisi rusak dan stasiun lainnya dalam kondisi tidak rusak. Hutan mangrove dalam kondisi tidak rusak memiliki kerapatan mangrove mayor kategori pancang dan semai yang tinggi, begitupula sebaliknya. Akan tetapi, mangrove mayor pada kategori pohon memiliki kerapatan yang rendah baik pada kondisi hutan mangrove rusak dan tidak rusak.Mangrove species that have adapted form and form pure stands of mangrove forest is classified as mangrove major. Mangrove forests has been damaged and reduced due to excessive utilization and conversion into agricultural areas and aquaculture ponds. This condition were also occured at the mangrove Segara Anakan Cilacap. The aims of this study were to determine the community structure of major mangrove, mangrove damage level, as well as the relationship between the structure of major mangrove communities and damage level of mangroves in Segara Anakan, Cilacap. The results showed there were 10 major mangrove species found, consist of A. alba, A. marina, S. alba, S. caseolaris, R. apiculata, R. mucronata, C. tagal, C. decandra, B. gymnorrhiza, B. Sexangula. The highest important value index in the tree category was A. alba, saplings categories were R. apiculata and the seedlings were C. tagal. Each species had a different density at every location based on its spatial distribution. The tree and seedlings category had a low species diversity, and high species diversity for saplings category. Damaged mangrove found in station 2 and 12, where located in the west and east area, whereas other stations is in good condition. Mangrove forest in a good condition had a high density of saplings and seedlings major mangrove, and then for damaged mangrove had a low density. However the tree category had a low density for good and damage condition of mangrove forest.
440514223C1B012040ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI DALAM RANGKA EKSPANSI ( STUDI KASUS PADA PDAM TIRTA SATRIA KABUPATEN BANYUMAS)Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan di PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas. Penelitian ini berjudul " Analisis Kelayakan Investasi Dalam Rangka Ekspansi (Studi Kasus Pada PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas)". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspansi dalam aktiva tetap yang akan dilakukan oleh PDAM Tirta Satria layak untuk dijalankan ditinjau dari metode Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.
Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tinjauan pustaka dan pencarian dari internet. Penelitian ini tidak menggunakan perumusan hipotesis. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah PDAM Tirta Satria, dengan menggunakan sampling jenuh sebagai metode pengambilan sampelnya.
Dari hasil penelitian didapatkan: (1) Investasi dalam rangka ekspansi penambahan aktiva tetap yang akan dijalankan oleh PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas layak untuk dijalankan dengan mempertimbangkan hasil analisis metode Internal Rate of Return sebesar 21 % yang lebih besar daripada cost of capital yang telah ditentukan yakni sebesar 10 % ( IRR > k ), (2) Metode Payback Period, rencana investasi akan menghasilkan waktu selama 4 tahun 8 bulan 26 hari untuk pengembalian modal yang ditanamkan. Periode waktu yang disyaratkan selama 10 tahun, hal ini berarti bahwa dana yang diinvestasikan sebesar Rp 101.825.902.707,27 sudah akan dapat diperoleh dalam waktu yang kurang dari waktu yang disyaratkan (lebih cepat) sehingga investasi ini layak untuk dijalankan.
This research study is a case study conducted in PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas. This research entitled “ Invesment Feasibility Analysis in the Context Expansion (Case Study of PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas)”. The objective of this research study is to determine the expansion in fixed assets that will conducted by PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas feasible in the term of Internal Rate of Return (IRR) and Payback Period methods.
Data collection techniques using the methods of documentation, literature review, and internet search. This research study is not use formulation of hypotheses. Population and sample in this research is PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas, using boring sampling as a sampling method.
The result of the research showed : (1) the investment in order to expand the addition of fixed assets that will be run by PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas feasible by considering the results of the analysis Internal Rate of Return method of 21% which greater than the cost of capital that has been determined of 10% (IRR>k), (2) Payback Period method, the investment will show a time for 4 years and 8 months 26 days to capital return on investment. The period of time required for 10 years, it means that the funds invested Rp 101,825,902,707.27 will be obtained in less than the time required (faster) so that investment is feasible.
The implications of the conclusion above are : (1) For management of PDAM Tirta Satia Kabupaten Banyumas better to still carry out an investment plan to be implemented, (2) For the government should provide more support to state-owned firms to manage their business both in goods or services firms so it’s not competed by foreign firms which operating in the same field by still considering to government policies in relation to the state-owned firm itself, (3) For the education field, to add a reference in management science on the analysis of capital budgeting that can be used to assist firms in analyzing an investment will done.
440614224C1B012053Analisis Pengaruh Intellectual Capital Firm Size dan Leverage Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Keuangan Subsektor Bank Yang Terdaftar di BEIPenelitian ini merupakan penelitian studi empiris yang dilakukan pada perusahaan sektor keuangan subsektor bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Intellectual Capital Firm Size dan Leverage Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Keuangan Subsektor Bank yang Terdaftar di BEI”. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bank yang terdaftar di sektor keuangan subsektor bank Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2012-2014. Setelah purposive sampling, hanya ada 27 bank dari total 41 bank yang terdaftar di BEI, yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Regresi Berganda (dibantu alat analisis software SPSS 16 for Windows) menunjukkan bahwa: (1) Human Capital Efficiency (HCE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM) perusahaan sektor keuangan subsektor bank yang terdaftar di BEI, (2) Structural Capital Eficiency (SCE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM) perusahaan sektor keuangan subsektor bank yang terdaftar di BEI, (3) Capital Employed Efficiency (CEE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM) perusahaan sektor keuangan subsektor bank yang terdaftar di BEI, (4) Firm Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM) perusahaan sektor keuangan subsektor bank yang terdaftar di BEI, dan (5) Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM) perusahaan sektor keuangan subsektor bank yang terdaftar di BEI.
This research is an empirical study that done at bank subsector of financial sector firm which is listed in Indonesia Stock Exchange (BEI). The title of this research is “Analysis of Intellectual Capital Firm Size and Leverage Effect toward Bank Subsector of Financial Sector Firm’s Profitability that listed in BEI”. Population of this research is all of bank that listed in bank subsector of BEI’s financial sector in 2012-2014 period. Purposive sampling will be used to find out the sample of this research. The result of purposive sampling is there are 27 out of 41 bank which is listed in BEI that qualified as a sample.
According to the result of this research and data analysis use Multiple Regression (SPSS 16 for Windows) show that: 1) Human Capital Efficiency (HCE) have effect toward Bank Subsector of Financial Sector Firm’s NPM that listed in BEI positively and significantly 2) Structural Capital Efficiency (SCE) have effect toward Bank Subsector of Financial Sector Firm’s NPM that listed in BEI positively and significantly 3) Capital Employed Efficiency (CEE) have effect toward Bank Subsector of Financial Sector Firm’s NPM that listed in BEI positively and significantly 4) Firm size have effect toward Bank Subsector of Financial Sector Firm’s NPM that listed in BEI positively and significantly 5) Debt to Equity Ratio have effect toward Bank Subsector of Financial Sector Firm’s NPM that listed in BEI negatively and significantly.
440714323B1J011001KEKERABATAN UDANG Metapenaeus spp. BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN MORFOMETRIKUdang genus Metapenaeus termasuk udang laut, stadia larva bermigrasi ke salinitas lebih rendah dan setelah juvenil bergerak ke salinitas lebih tinggi bersama air pasang. Ciri yang membedakan udang Metapenaeus dengan spesies udang Penaeid lainnya adalah tepi bawah rostrum tidak terdapat gigi. Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap merupakan salah satu tempat pendaratan ikan yang terbesar di Cilacap, dan salah satu komoditas perikanan yang didaratkan adalah berbagai spesies udang. Informasi tentang spesies dan hubungan kekerabatannya masih terbatas, sehingga ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah spesies Metapenaeus di PPSC, mengetahui karakter morfologi dan morfometrik spesifik dan mengetahui hubungan kekerabatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling. Sampel diambil sebanyak 3 kali dengan interval 2 minggu. Variabel yang diamati adalah karakter morfologi dan morfometrik, serta hubungan kekerabatan. Data morfometrik yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif. Kekerabatan fenetik udang dilakukan dengan membandingkan persamaan dan perbedaan ciri morfologi dan morfometrik masing – masing spesies. Data morfometrik dianalisis menggunakan software SPSS. Hasil perbandingan dihitung dengan koefisien assosiasi. Fenogram digambar menggunakan cara manual maupun menggunakan software MEGA 5.05.
Hasil penelitian diperoleh sebanyak 3 spesies udang Metapenaeus yaitu Metapenaeus affinis, Metapenaeus dobsoni dan Parapenaeopsis stylifera Ketiga sampel udang yang diperoleh M. affinis dengan M. dobsoni memiliki kekerabatan terdekat dengan nilai perbedaan 0,782 dan kekerabatan terjauh adalah M. affinis dengan Parapenaeopsis stylifera dengan nilai perbedaan 1,175. Karakter morfometrik yang paling membedakan diantara tiga spesies udang Metapenaeus dari 23 karakter yang diamati adalah rasio panjang antenulla. Karakter morfologi yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah bentuk rostrum, jumlah gigi rostrum bagian atas, dan letak gigi rostrum.

Metapenaeus shrimp including marine shrimp who stadia larvae empties into lower salinitas and move to highes salinitas after juvenil with the tide. Characteristic Metapenaeus shrimp of the other species shrimp Penaeid are the lower edge of rostrum there is no teeth. Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap is one largest of the TPI in Cilacap, and one of commodities a fishing ashore is a variety of shrimp. Information about Metapenaeus shrimp still limited. Survey method, and sample collection is Purposive Random Sampling. Sample taken three times with interval 2 weeks. Variables examined is morphology, morfometrik and kinship. Data morfometrik analyzed with statistically descriptive. Kindship fenetik shrimp done by comparing similarities and disimilarities feature morphology and morfometrik each species. Data morfometrik analyzed uses software SPSS. Fenogram draw using manual way and uses software mega 5.05.
The result found that M.affinis, M.dobsoni and Parapenaeopsis stylifera. M.affinis with M.dobsoni having kinship closest to the distinction 0,782 and the farthest is M.affinis with Parapenaeopsis stylifera with the distinction 1,175. Character morfometrik most distinguist between three species shrimp Metapenaeus of 23 character observed is a long ratio antenulla.Character morphology who can uses to distinguish each species that shape of rostrum, number of rostrum upper teeth, and location of rostrum teeth.
440814335G1F012020PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK BROTOWALI, SAMBILOTO, MENIRAN, DAN KAYU MANIS TERHADAP HISTOPATOLOGI GLOMERULUS TIKUSBrotowali, sambiloto, meniran, dan kayu manis merupakan tanaman unggulan Indonesia yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Keempat tanaman tersebut telah banyak diteliti dan digunakan untuk mengatasi kondisi hiperglikemi namun keamanan kombinasi keempat tanaman tersebut belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol keempat tanaman tersebut terhadap perubahan histopatologi glomerulus tikus wistar jantan yang mengalami hiperglikemi akut .
Tikus wistar jantan diinduksi hiperglikemi dengan pemberian glukosa 2 gram/kg BB kemudian diberi kombinasi ekstrak etanol brotowali, sambiloto, meniran, dan kayu manis dengan dosis terendah (100 mg/kg bb, 100 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 300 mg/kg bb) dan tertinggi (500 mg/kg bb, 400 mg/kg bb, 400 mg/kg bb, dan 600 mg/kg bb) pada fase akut selama 24 jam. Perubahan histopatologi yang diamati berupa degenerasi albumin, degenerasi vakuolar, dan perubahan ruang bowman. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak memberikan pengaruh terhadap perubahan histopatologi glomerulus tikus hiperglikemi dengan p value 0,001 untuk degenerasi albumin dan degenerasi vakuolar; 0,048 untuk pelebaran ruang bowman; dan 0,020 untuk penyempitan ruang bowman.
Brotowali, sambiloto, meniran, and kayu manis are Indonesia main comodity those have secondary metabolite as hypoglycemic activity. Those plant have been used and studied for resolving hyperglcemic condition but safety of combining those plants remain unknown. Objective of this study was to explore effect of brotowali, sambiloto, meniran, and kayu manis extracts combination against rat glomerular histopathology in acute hyperglycemia.
Male wistar rat was induced to hyperglcemia using 2 gram/kg bw glucose following with combination of brotowali, sambiloto, meniran, and kayu manis extracts using lowest dose (100 mg/kg bw, 100 mg/kg bw, 200 mg/kg bw, dan 300 mg/kg bw) and highest dose (500 mg/kg bw, 400 mg/kg bw, 400 mg/kg bw, and 600 mg/kg bw) in acute periode for 24 hour. Histopathological change such albumin and vacuolar degeneration and change in bowman space were observed. Data of observation were analyzed using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test with 95% Confident Interval (CI).
Result of this study showed there are some effects of administering extracts combination to glomerular histopathological change with p value 0,001 for albumin and vacuolar degeneration; 0,048 for increasing bowman space; and 0,020 for decreasing bowman space.
440914183A1L011082KARAKTER FISIOLOGI DAN HASIL BERBAGAI VARIETAS PADI GOGO DENGAN APLIKASI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asap cair tempurung kelapa terhadap karakter fisiologi dan hasil beberapa varietas padi gogo. Percobaan ini dilakukan di screen house Agroekologi Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto pada ketinggian 110 m dpl, mulai April sampai Agustus 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan petak terbagi dengan dua faktor percobaan yaitu konsentrasi asap cair sebagai petak utama yang terdiri dari tanpa asap cair, asap cair 1:200, dan asap cair 1:400 serta varietas padi gogo sebagai anak petak yang terdiri dari Jatiluhur, Gilirang, Batutegi, Unsoed 1, dan Situ Patenggang. Variabel fisiologi dan hasil yang diamati yaitu laju pertumbuhan tanaman (LPT), laju pertumbuhan relatif (LPR), laju asimilasi bersih (LAB), kadar klorofil, jumlah malai, panjang malai, jumlah gabah isi permalai dan perumpun, jumlah gabah hampa permalai dan perumpun, bobot gabah isi dan hampa perrumpun, bobot 1000 biji dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asap cair tempurung kelapa belum mampu meningkatkan karakter fisiologi dan hasil beberapa varietas padi gogo.The objective of this study was to know the effect of concentration coconut shell wood vinegar on physiological character and yield of upland rice varieties. The study was conducted in Screenhouse of Agroecology and Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Unsoed, Purwokerto at 110 m dpl, from March to August 2015. A split plot design was applied with factors of coconut shell as main plot consisted of: without wood vinegar (A0), a concentration of 1:200 (A1) and concentration of 1: 400 (A2) and upland rice varieties as subplots consisted of: Jatiluhur (V1), Gilirang (V2), Batutegi (V3), Unsoed 1 (V4), and Situ Patenggang (V5), with three replications. Physiological characters and yield observed were the crop growth rate (CGR), relative growth rate (RGR), net assimilation rate (NAR), chlorophyll content, panicle length, number of panicles per hill, number of filled grain per panicle and per hill, the number of unfilled grain per panicle and per hill, weight of filled and unfilled grain per hill, weight of 1000 grain and harvest index (HI). The results showed that the applied coconut shell wood vinegar could not increase on the character of physiology and yield on upland rice varieties.
441014226C1B011106Pengaruh Curent Rasio,Return On Aset, Price Earning Ratio, Debt to Equity, Arus Kas Operasi dan Earnings terhadap return saham perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indosensiaPenelitian ini merupakan studi empiris pada perusahaan perbankan di Indonesia. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Current Ratio, Return On Assets, Price Earning Ratio, Debt to Equity Ratio, Arus Kas Operasi dan Earnings terhadap return saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Current Ratio, Return On Assets, Price Earning Ratio, Debt to Equity Ratio, Arus Kas Operasi dan Earnings terhadap return saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan di Indonesia dari tahun 2009 sampai dengan 2013. Prosedur pemilihan sampel adalah purposive sampling sehingga diperoleh 16 perusahaan. Model penelitian yang digunakan adalah uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Current Ratio (CR), Return On Assets (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap return saham. Sedangkan variabel Price Earning Ratio (PER), Arus Kas Operasi dan Earnings berpengaruh terhadap return saham.
The purpose of this research is to examine the effect of Current Ratio (CR), Return On Assets (ROA), Price Earning Ratio (PER), Debt to Equity Ratio (DER), Operating Cash Flow and Earnings toward stock return. The population for this research consist of Banking Firms wich listed on the Indonesian Stock Exchange from 2009 until 2013. The method of the research is purposive sampling, there are 16 companies will be used as observation data. It was analize using linier multiple regression with classic asumtion. The results indicate that Current Ratio (CR), Return On Assets (ROA), and Debt to Equity Ratio (DER), have no effect on stock return. Meanwhile, the results show that Price Earning Ratio (PER), Operating Cash Flow and Earnings have effect on stock return.
441114235H1C011034RANCANG BANGUN DAN ANALISIS FULL BRIDGE CURRENT SOURCE INVERTER DENGAN KONTROL MODIFIED SINUSInverter merupakan suatu perangkat yang banyak digunakan dalam berbagai bidang misalnya dalam industri. Inverter yang digunakan disini yaitu current source inverter (CSI), dimana inverter ini berfungsi mengubah arus DC (Direct Current) menjadi arus AC (Alternating Current). Sumber tegangan dari inverter dapat dari baterei, aki atau pun sumber tegangan DC lainnya. Inverter ini dalam outputnya memberikan berbagai tingkat efisiensi dan distorsi yang dapat mempengaruhi perangkat elektronik dengan cara yang berbeda. Gelombang sinus yang dimodifikasi merupakan gelombang yang bentuknya hampir sama dengan gelombang kotak, namun pada gelombang sinus yang dimodifikasi keluarannya menyentuh titik nol untuk beberapa saat sebelum berubah ke kondisi positif atau negatif. Inverter ini mampu digunakan untuk peralatan listrik dengan suplai listrik AC dan juga dapat dirancang dengan biaya yang lebih terjangkau. Berdasarkan penjelasan inilah yang menjadi dasar pelaksanaan Tugas Akhir peneliti yang berjudul “Rancang Bangun Dan Analisis Full Bridge Current Source Inverter Dengan Kontrol Modified Sinus”. Pada penelitian ini dilakukan simulasi dan perancangan sistem dan kemudian pengujian sistem. Pada pengujian dengan beban resistor 10 Ohm dan kapasitor 0,55 mikroFarad didapat hasil pengujian arus sumber dc sebesar 848 mA rms, arus beban inverter sebesar 489 mA rms dan tegangan beban inverter sebesar 4,89 V rms.The inverter is a device widely used in various fields, for example in the industry. The inverter used is current source inverter (CSI), which serves to change the DC (Direct Current) current inverter to AC (Alternating Current). Source voltage of the inverter can be from the battery or other DC voltage source. This inverter in its output providing different levels of efficiency and distortion that can affect electronic devices in different ways. Modified sine wave is a wave shape similar to a square wave, but in a modified sine wave output is touching zero for some time before it turns into a positive or negative conditions. This inverter can be used to power equipment with AC power supply and can also be designed with a more affordable cost. Based on the explanation is the basis for the implementation of the Final researchers entitled "Design and Analysis of Full Bridge Current Source Inverter With Modified Sine Control". In this research, simulation and system design and then test the system. In the test with a 10 Ohm load resistor and capacitor 0.55 microfarads test results obtained dc current source of 848 mA rms, the load current of 489 mA rms inverter and inverter load voltage of 4.89 V rms.
441214227F1C011067POLA KOMUNIKASI KELUARGA PENDUDUK KOMUTER JABODETABEK DI KELURAHAN CIPADU JAYA KOTA TANGERANGPenelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan waktu penduduk komuter untuk berkumpul dengan anggota keluarganya. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana pola komunikasi keluarga penduduk komuter di Kelurahan Cipadu Jaya Kota Tangerang melalui pendekatan teori sistem keluarga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif dari Miles dan Huberman. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini bahwa keluarga penduduk komuter memiliki Pola Komunikasi yang berbeda-beda berdasarkan karakteristik sifat orangtua, dan karakteristik sifat anak. Pola komunikasi ibu lebih menyentuh hati dibandingkan dengan ayah disebabkan berbagai faktor seperti tanggung jawab ibu dalam hal pendidikan anak-anaknya, tanggung jawab ayah yang sebagai kepala keluarga wajib mencari nafkah apapun kondisi saat berkomuter, anak yang merasa kurang akrab dengan orangtuanya, hingga ayah dalam keluarga penduduk komuter yang sedikit membatasi diri. The background of this research is the limitations of time commuting population to gather with family members. The purpose of this study to see how the pattern of family communication commuter population in Sub Cipadu Jaya Tangerang City through family systems theory approach. The method used is descriptive qualitative method. The collecting data used is interviews and observation. This research used purposive sampling to choose informants. Data analysis technique used is an interactive model of Miles and Huberman. The conclusions obtained from this study that the family has a commuter population that Communication Patterns vary based on the characteristic properties of the parent, and characteristics of the nature of children. Communication patterns mother is more heartfelt than the father due to various factors such as the responsibility of the mother in terms of their children's education, the responsibility of the father as head of the family is required to seek any support current conditions commute, children feel less close to their parents, to the father in the family commuter population slightly self-limiting.
441314229B1J011090KEMAMPUAN MENGINFEKSI Plasmodium falciparum PADA ERITROSIT MANUSIA YANG DIBERI EKSTRAK Chlorella vulgaris IN VITROPlasmodium falciparum perlawanan terhadap berbagai obat komersial merupakan tantangan utama yang dihadapi dalam menangani malaria. obat antiplasmodium alternatif menjadi sangat mendesak, terutama dari bahan-bahan alami, misalnya hijau vulgaris ganggang Chlorella, yang dikenal potensial dalam mengobati berbagai penyakit. Hal ini karena senyawa aktif mereka terkandung bernama karotenoid. Karotenoid adalah antioksidan, mampu menjaga integritas membran sel dan jaringan tubuh manusia yang terinfeksi. C. pengobatan vulgaris diharapkan untuk menghambat kemampuan menginfeksi P. falciparum. Penelitian ini bertujuan untuk memahami efek dari C. vulgaris perlakuan ekstrak terhadap P. falciparum menginfeksi kemampuan dalam eritrosit manusia. Penelitian ini eksperimental digunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan ekstrak kasar C. vulgaris dari kloroform pelarut dalam berbagai dosis (0, 5, 10, 15, 20, 25 ug / ml) sebagai pengobatan. Parameter yang diamati adalah persentase eritrosit terinfeksi manusia (derajat parasitemia) dan persentase P. falciparum menginfeksi kemampuan inhibisi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan menginfeksi P. falciparum menurun dengan meningkatnya dosis ekstrak C. vulgaris. Dosis yang paling efektif untuk menghambat infeksi P. falciparum adalah 25 ug / ml.Plasmodium falciparum resistance against wide range of commercial drug is a major challenge that encountered in tackling malaria. Alternative antiplasmodium drugs becomes very urgent, especially from natural ingredients, for instance green algae Chlorella vulgaris, which known potential in treating various diseases. This due to active compounds they contained named carotenoid. Carotenoids are antioxidant, able to maintain the integrity of cell membranes and tissues of the human body which being infected. C. vulgaris treatment was expected to inhibit the infecting ability of P. falciparum. This research purposed to understand the effect of C. vulgaris extract treatment against P. falciparum infecting ability in human erythrocytes. This experimental research used Random Design Complete, with rough extract of C. vulgaris from chloroform solvent in various dosages (0, 5, 10, 15, 20, 25 µg/ml) as the treatment. The observed parameters were the percentage of infected human erythrocytes (parasitemia degree) and the percentage of P. falciparum infecting ability inhibition. Results showed the infecting ability of P. falciparum decreased with increasing dosage of C. vulgaris extract. The most effective dosage to inhibit P. falciparum infection was 25 µg/ml
441414349F1G012022Pengelompokan dan Proses Pembentukan Kata dalam Artikel di Hipwee.comRINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Pengelompokan dan Proses Pembentukan Kata dalam Artikel di Hipwee.com”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelompokan dan proses pembentukan kata dalam artikel di Hipwee.com. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.

Data dalam penelitian ini adalah kata-kata dalam ragam bahasa tulis. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah artikel di situs Hipwee.com. Teknik penyediaan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan. Teknik dasar penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu (PUP). Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik Hubung Banding Menyamakan dan Memperbedakan.
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pengelompokan kata dalam artikel di Hipwee.com berdasarkan kategori yaitu kategori verba meliputi verba dasar dan verba turunan, kategori adjektiva, kategori nomina, kategori pronomina, kategori adverbia, kategori numeralia, kategori preposisi, dan kategori konjungsi. Proses pembentukan kata dalam artikel di Hipwee.com meliputi proses fonologi dan proses morfologi. Pada proses fonologi adanya perubahan bunyi antara lain, monoftongisasi meliputi perubahan dua bunyi vokal [au] menjadi vokal tunggal [o] dan perubahan dua bunyi vokal [ai] menjadi vokal tunggal [e], zeroisasi meliputi aferesis dan sinkop, anaptiksis meliputi paragog dan protesis, dan penggantian fonem. Pada proses morfologi pembentukan kata antara lain, prefiks, sufiks, dan simulfiks. Selain proses fonogi dan morfologi ada juga kata-kata yang mengalami perbedaan leksikon, tetapi mengandung arti yang sama.
SUMMARY

The title of this research is “Pengelompokan dan Proses Pembentukan Kata dalam Artikel di Hipwee.com”. The aims of this research are to describe the grouping and the word formation process of articles in Hipwee.com. This is descriptive qualitative research.
The data in this research were the words in the variety of written language. The source of the data in this research were the articles in Hipwee.com. The techniques that were used to provide the data used observation method and noting techniques. The method that was used in analyzing the data was comparing method. The basic technique of this research was dividing-key-factors technique. The advance techniques that were used were connect and compare equate technique and connect and compare distinguish technique.
The conclusions of this research showed that the grouping of words in the articles in Hipwee.com were based on the categories, there were verbs categories include verbs and derived verbs, adjective categories, noun categories, pronoun categories, adverb categories, numeral categories, preposition categories, and conjunction categories. The words formation process of the articles in Hipwee.com were including the phonological and morphological processes. In phonological process, there were the sound changes like monophthongization, it is the changes of two vowels [au] into a single vowel [o] and the change of two vowels [ai] into a single vowel [e], zeroization includes apheresis and syncope, anaptyxis includes paragoge and prothesis and the replacement of phonemes. In the morphology process of words formation, there were prefix, suffix, and simulfix. Besides phonology and morphology process, there were also words that had different lexicon, but had a similar meaning.
441514231G1A012053HUBUNGAN LOKASI LESI DENGAN FUNGSI KOGNITIF PARAMETER MONTREAL COGNITIVE ASSESSMENT VERSI INDONESIA (MOCA INA) PADA PASIEN STROKE Stroke adalah penyakit serebrovaskuler yang dapat menyebabkan gangguan kognitif pasca stroke setelah bulan ketiga. Jika dibandingkan dengan volume lesi dan jumlah lesi, lokasi lesi stroke merupakan parameter yang lebih penting untuk status kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lokasi lesi dengan fungsi kognitif parameter Monrtreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA Ina) pada pasien stroke. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan populasi terjangkau adalah pasien stroke rawat jalan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian dilakukan pada tanggal 11 Januari – 4 Februari 2016 di Poliklinik Saraf dan bagian rekam medik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Total yang mengikuti penelitian ini adalah 49 responden yang dilakukan wawancara dengan kuesioner MoCA Ina dan telah dianalisis lokasi lesinya berdasarkan interpretasi gambaran CT-Scan Otak. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Lama pendidikan merupakan faktor yang memiliki pengaruh lebih bermakna (p=0,001) terhadap timbulnya gangguan kognitif pasca stroke dari pada faktor usia (p=0,256) dan lokasi lesi (p=0,363). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lokasi lesi dengan fungsi kognitif parameter Montreal Cognitive Assessment Versi Indonesia (MoCA Ina) pada pasien stroke.Stroke is the cerebrovascular disease that caused cognitive impairment post stroke after the third month. If compared with the volume of lesions and the number of lesions, stroke lesion location is more important parameter for cognitive status. This study aims to determine the relation between lesion location with cognitive function Monrtreal Cognitive Assessment Indonesia version (MoCA Ina) parameter in stroke patients. This observational study used cross-sectional approach. Sample selection used consecutive sampling with affordable population was outpatient stroke patients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This study conducted on 11 January – 4 February 2016 at Neurology Department and Medical Record Department of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This study involved 49 respondents who conducted the interview with MoCA Ina questionnaire and had been analyzed the location of lesion by brain CT-Scan imaging interpretation. Bivariat analysis used Chi-Square and multivariate analysis used logistic regression. Educational status were factors that have a more significant on the incidence of cognitive impairment after stroke (p=0.001) than age (p=0.256) and lesion location (p=0.363). There were no significant relation between lesion location with cognitive function Monrtreal Cognitive Assessment Indonesia version (MoCA Ina) parameter in stroke patients.
441614233G1A012090Perbedaan Tingkat Depresi antara Narapidana Pria dan Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I dan II A Kota Bandung PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI ANTARA NARAPIDANA PRIA DAN WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I DAN II A KOTA BANDUNG

Maisa Fadillah, Basiran, Dewi Nilam Sari
Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto, Indonesia
E-mail : maisa.fadhilah@yahoo.com
ABSTRAK

Latar Belakang : Depresi merupakan salah satu gangguan mood dengan insidensi dan prevalensi tinggi di Indonesia yaitu 7-12% pada pria dan 20-25% pada wanita. Salah satu faktor penyebabnya adalah perubahan kehidupan yang terjadi pada narapidana di Lapas. Perbedaan jenis kelamin menjadi salah satu faktor risiko adanya perbedaan tingkat depresi pada narapidana. Pada narapidana pria ditemukan 17,4% mengalami depresi dan narapidana wanita sebanyak 35,5%.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan tingkat depresi antara narapidana pria dan wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I dan IIA kota Bandung.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasinal dengan pendekatan cross sectional. Jumlah Responden pada penelitian ini sebanyak 58 narapidana yang terdiri dari 29 narapidana pria dan 29 narapidana wanita.Penelitian dilakukan dengan menyebar kuesioner dan dilakukan sratifikasi pengendalian bias dengan ekslusi dan inklusi. Pengukuran tingkat depresi menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI). Analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov.
Hasil : Sebanyak 55,2% narapidana pria mengalami depresi normal dan 20,7 % depresi ringan, sedangkan pada narapidana wanita sebanyak 37,9% mengalami depresi sedang dan 37,9% mengalami depresi berat. Analisis bivariat pada tingkat depresi menunjukkan hasil p =0,001 (p<0,05)
Kesimpulan : terdapat perbedaan tingkat depresi antara narapidana pria dan wanita bermakna secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat depresi antara narapidana pria dan wanita.
THE DIFFERENCE LEVEL OF DEPRESSION BETWEEN MALE AND FEMALE INMATE IN PENITENTIARY CLASS I AND II A BANDUNG

Maisa Fadillah, Basiran, Dewi Nilam Sari
Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto, Indonesia
E-mail : maisa.fadhilah@yahoo.com
ABSTRACT

Background : Depression is a mood disorder with a high incidence and prevalence in Indonesia 7-12% in male and 20-25% in female. It may occured due to several factor, one of it is the changes that occur in the life of inmates in prisons. Gender differences become one risk factor differences in the level of depression in prisoners. At 17.4% of male prisoners found to have depression and as many as 35.5% of women prisoners.
This study aims to determine differences in the level of depression between male and female inmates at the penitentiary Class I and IIA Bandung.
Methods : The study was observational with cross sectional method.58 samples were taken as the subject by consecutive sampling, including 29 male prisoners and 29 female. The research by spreading the questionnaire and conducted sratification bias control with exclusion and inclusion. Measurement the levels of depression by the Beck Depression Inventory questionnaire (BDI). Univariat analysis by frequency distribution tables and bivariate analysis by the Kolmogorov-Smirnov test.
Results : The results showed that as many as 55.2% of male prisoners experiencing normal depression and 20.7% mild depression, while the women prisoners as much as 37.9% experienced moderate depression and 37.9% had severe depression. Bivariate analysis at the level of depression indicate the results of p = 0.001 (p <0.05)
the difference level of depression between male and female inmates were statistically significant. The conclusion from this study is that there were significant differences in the level of depression between male and female inmates.
441714236A1L011055Uji Efektivitas Beberapa Agensia Hayati Terhadap Penyakit Layu Bakteri Pada Tanaman TomatTomat merupakan salah satu hasil dari pertanian hortikultura di Indonesia. Budidaya tomat memiliki kendala yang dapat mempengaruhi produksi. Kendalanya yaitu adanya gangguan patogen. Salah satu patogen yang membahayakan adalah Ralstonia solanacearum yang menyebabkan penyakit layu bakteri. Petani di Indonesia masih mengandalkan pestisida sintetis dalam mengendalikan penyakit layu bakteri. Penggunaan bakterisida yang tidak bijaksana akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Cara alternatif pengendalian yang tepat dan aman bagi lingkungan adalah dengan menggunakan agensia hayati. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan beberapa agensia hayati dalam mengendalikan penyakit layu bakteri pada tanaman tomat, (2) mengetahui pengaruh agensia hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dan, (3) menetapkan agensia hayati terbaik pengendali penyakit layu bakteri pada tanaman tomat.
Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2015 di lahan pertanaman tomat, Desa Banteran Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 8 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: Kontrol, Trichoderma sp. TS.1, Trichoderma sp. TS.2, Gliocladium sp. TS 32, Bacillus sp. B.42, Bacillus sp. B.64, P. fluorescens 42, dan bakterisida. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, berat segar tajuk, berat segar akar, jumlah buah, bobot buah, dan analisis senyawa fenol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa agensia hayati Trichoderma sp. isolat TS 1 dan Bacillus sp. isolat B.64 mampu mengendalikan penyakit layu bakteri dengan menekan intensitas penyakit masing-masing sebesar 47,61% dan 52,37%. Bacillus sp. isolat B.64 mampu meningkatkan bobot segar tajuk 37,68%, bobot segar akar 46,17%, jumlah buah 33,45% dan bobot buah 44,82%. Bacillus sp. B.64 merupakan agensia hayati terbaik dalam mengendalikan penyakit layu bakteri dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman tomat.
Tomatoes are one of product from farming horticulture in Indonesia. Cultivation of tomatoes having constraints which can affect the production. The obstacle is existence of interference of pathogens. One of the pathogen harmful is Ralstonia solanacearum that cause bacterial wilt disease. Farmer in Indonesia still rely synthetic pesticides for controlling of bacterial wilt disease. The use of bactericidal that don’t thoughtful will cause environmental damage and very harmful to human health. The right control alternative and safe for the environment is by biological agensia. This research aimed to: (1) know the ability of some biological agent to controlling wilt diseases bacteria in tomato plants (2) know the effect of biological agent for growth and yield of tomato (3) determine the best biological agent in controlling wilt diseases of tomato plants.
Research conducted in April to July 2015 on the tomatoes field, Banteran village in discordant district Banyumas and Laboratory experiment and the protection of the faculty of agriculture plant Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The design of the research used Completed Randomize Block Design with 8 treatment and 4 replication. Those who attempted covering: control, Trichoderma sp. TS.1; Trichoderma sp. TS.2; Gliocladium sp. TS 32; Bacillus sp. B.42; Bacillus sp. B.64; P. fluorescense 42; and bactericide. Variable observed covering the incubation, intensity disease, tall plant, heavy fresh header, heavy fresh roots, the number of fruit, weights fruit, and analysis compound of phenol .
Results of the research showed that treatment the biological agent Trichoderma sp. isolate TS 1 and Bacillus sp. isolate B.64 were able to controlled of bacterial wilt by suppress the disease intensity as 47,61% and 52,37%. Bacillus sp. isolate B.64 was the best treatment to increase fresh crop weight as 37,68%, fresh root weight 46,17%, the number of fruit 33,45% and weight of fruit 44,82%. Bacillus sp. B.64 was the best biological agent for controlling of bacterial wilt and to increase the growth and yield of tomato plant.
441814195F1D010017Analisis Konflik Politik Agraria Dalam Sengketa Kepemilikan Lahan Perkebunan Di Desa Karangreja Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2014Penelitian ini mengambil judul Analisis Konflik Politik Agraria Dalam Sengketa Kepemilikan Lahan Perkebunan Di Desa Karangreja Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2014. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) memahami dan mendeskripsikan bagaimana konflik politik agraria yang terjadi di desa Karangreja Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap; 2) bagaimana pengaruh konflik politik agraria dalam penguasaan lahan perkebunan terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualititatif. Pendeketan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Cilacap dengan sasaran penelitian meliputi pihak perhutani, serikat tani merdeka, DPRD Cilacap, BPN Cilacap, dan masyarakat setempat penggarap dan pemilik lahan. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu pihak perhutani, serikat tani merdeka, DPRD Cilacap, BPN Cilacap, dan masyarakat setempat penggarap dan pemilik lahan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan studi dokumentasi. Analisis data meggunakan model analisis interaktif.
Hasil dari penelitin ini dapat disimpulkan : 1) Tanah yang berkonflik di desa Karangreja kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap sudah sejak lama ditempati oleh masyarakat. Masyarakat mempunyai bukti kepemilikan lahan berupa kartu kuning yang disahkan oleh Presiden Soekarno melalui undang-undang darurat no 8 tahun 1954. Namun pasca orde baru pecahnya 30SPKI surat-surat tersebut di ambil paksa oleh militer dan mengusir masyarakat untuk pindah dari lahan tersebut. Lahan yang kosong tersebut diambil alih oleh Kodam IV Diponegoro dan dijadikan aset militer. Pasca orde baru lahan tersebut di ambil alih oleh perhutani.; 2) Konflik yang terjadi sekarang antara masyarakat dan perhutani, dikarenakan lahan yang berkonflik sudah dikelola oleh pihak perhutani. Pada tahun 2002 terjadi kesepakatan tukar guling antara lahan milik masyarakat dengan milik perhutani, namun perjanjian tukar guling gagal terjadi dikarenakan masyarakat tidak dapat memenuhi data-data bukti kepemilikan lahan. Surat Kepemilikan lahan telah lama hilang dirampas oleh militer era orde baru . 3) Pada tahun 2015 muncul titik terang bagi masyarakat, dikarenakan dibentuknya tim IP4T ( Inventarisasi Penguasaan,Pemilikan,Penggunaan,dan Pemanfaatan Tanah) di Kabupaten Cilacap yang bertujuan dapat menyelesaikan konflik lahan yang terjadi di Kabupaten Cilacap. Tim tersebut bertugas mengukur kembali dan memetakan lahan-lahan baik milik pemerintah maupun masyarakat untuk di data kembali agar diketahui mana tanah milik pemerintah dan mana milik masyarakat berdasarkan data-data sejarah maupun data lapangan.
This study took the title of Conflict Analysis Agrarian Politics In Ownership Dispute plantation In the village Karangreja Cipari District of Cilacap 2009-2014. This study aims to: 1) understand and describe how the political conflicts that occurred in the village agrarian Karangreja Cipari District of Cilacap; 2) the influence of political conflicts in the agrarian plantation land to the socio-economic life of the community.
The method used in this research is descriptive qualitative. Pendeketan research used in this research is a case study. This research was conducted in Cilacap with research goals include the forestry, farmer union independence, Parliament Cilacap, Cilacap BPN, and local community tenants and landowners. Informants selected with purposive sampling technique, namely the forestry, farmer union independence, Parliament Cilacap, Cilacap BPN, and local community tenants and landowners. Data were collected through interviews (in-depth interviews), observation and documentation study. Receipts data analysis interactive model.
Results of this experiment can be concluded: 1) Land conflict in rural districts Karangreja Cipari Cilacap district has long been occupied by the community. Society has evidence of land ownership in the form of a yellow card, signed by President Soekarno through the emergency law No. 8 in 1954. However, after the outbreak of the new order 30SPKI letters were taken by the military and forcibly evicted people to move away from the land. Vacant land is taken over by the Diponegoro military command and used as a military asset. Post new order of the land is taken over by perhutani .; 2) The conflict now between society and forestry, due to conflicting land has been managed by the forestry. In 2002 a swap agreement between the community land owned perhutani, but the swap agreement fails to occur because people can not meet the data proof of land ownership. Letter Land ownership has long gone era military seized by the new order. 3) In 2015 appeared a bright spot for the community, due to the establishment of teams IP4T (Inventory Control, Ownership, Use and Utilization of Land) in Cilacap which aims to resolve land disputes occurring in Cilacap. The team in charge of re-measure and map the land either owned by the government and the public to back the data in order to know where the land belongs to the government and which belong to the community based on historical data and field data.
441914232A1L011166PENGARUH PEMUPUKAN KALIUM TERHADAP PENINGKATAN KANDUNGAN KALIUM PADA TANAMAN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) PADA INCEPTISOLTanaman obat banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan karena memiliki banyak khasiat dan minimnya efek samping yang ditimbulkan. Saat ini prospek pengembangan produk tanaman obat semakin meningkat. Salah satu tanaman yang termasuk dalam kategori tanaman obat ialah tempuyung (Sonchus arvensis L.). Tempuyung merupakan tanaman obat tradisional yang digunakan untuk pengobatan asma, batuk, dan dapat menenangkan saraf serta dapat meluruhkan atau menghancurkan batu ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan takaran terbaik pemberian pupuk kalium dari KCl dan abu sekam padi terhadap peningkatan kandungan kalium pada tanaman tempuyung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas dua faktor, yaitu jenis pupuk kalium (K1 dan K2) dan takaran pupuk (T0, T1, T2, T3, dan T4) yang diulang tiga kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi kandungan kalium, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, bobot basah tanaman dan bagian atas tanaman, serta bobot kering tanaman dan bagian atas tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kalium yang bersumber dari KCl dan campuran abu sekam padi, pupuk kandang, dan kompos tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, bobot basah dan kering akar, batang, maupun daun, namun berpengaruh nyata terhadap lebar daun dan sangat nyata terhadap kandungan kalium pada tanaman. Perlakuan K1T4 (pupuk KCl dengan takaran 0,228 g K2O/polibag) mampu memberikan pengaruh nyata terhadap lebar daun, sedang perlakuan K2T3 (pupuk organik dengan takaran 0,171 g K2O/polibag) mampu memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap peningkatan kandungan kalium pada daun tanaman sampai 4,66% K2O.
Herbs are publicly used as alternative medicine because it has many benefits and low side effects. Currently, the prospects for herbs products development is increasing. One of the herbs is tempuyung (Sonchus arvensis L.). Tempuyung is herb traditionally used for treating asthma, cough, and nerve relaxation and dissolve kidney stones. This research aimed to determined the effect and best potassium fertilizer dose from KCl and rice husk ash to the increasing content of potassium in tempuyung. Research was using Randomized Completely Block Design (RCBD) consisted by two factors, type of potassium fertilizers (K1 and K2) and fertilizer doses (T0, T1, T2, T3, and T4,) which were repeated three times, forming 27 experimental units. Observed variables were uptake of potassium as well as plant observations using growth parameters which included plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, fresh weight of roots and the top of the plant, as well as the dry weight of the roots and the top of the plant.
The results showed that application of potassium from KCl and mixture of rice husk ash, manure, and compost did not significantly affect plant height, leaf length, number of leaves, fresh weight and dry roots, stems, and leaves, but significantly affected leaf width and highly significant to potassium content in plants. K1T4 treatment (0,228 g K2O/polybag) was significantly influenced the width of the leaf, meanwhile K2T3 treatment (0,171 g K2O/polibag) was highly significant to increasing the potassium content in plant leaves to 4,66% K2O.
442014237F1C012078STRATEGI KOMUNIKASI LINE OFFICIAL ACCOUNT ‘GOLONGAN DARAH’ DALAM MENARIK MINAT FOLLOWERSABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi LINE Official Account ‘Golongan Darah’ dalam Menarik Minat Followers. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh pihak pengelola LINE Official Account (LINE@) ‘Golongan Darah’ dalam menjalankan akunnya. Hal tersebut dikarenakan akun LINE@ ‘Golongan Darah’ adalah penyedia jasa promosi berbayar yang mendapatkan penghasilan melalui iklan yang dipasang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan studi deskriptif. Dalam penelitian ini, informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik tersebut bertujuan agar informasi yang diperoleh merupakan data yang terpercaya serta dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Oleh sebab itu subyek penelitian sekaligus informan dalam penelitian ini adalah pengelola akun LINE@ ‘Golongan Darah’ sebagai pihak yang paling mengerti seluk beluk akun tersebut. Obyek penelitiannya adalah strategi komunikasi yang digunakan dalam mengelola akun LINE@ ‘Golongan Darah’. Data-data dalam penelitian ini diambil melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Kemudian validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber data dan metode.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi yang digunakan oleh pengelola akun LINE@ ‘Golongan Darah’ dalam usaha mendapatkan followers sehingga menarik minat pengiklan adalah memilih tema konten yang sesuai, menentukan target audiens dan menjaga stabilitas followers, membangun kredibilitas akun, melakukan komunikasi pemasaran terpadu, memaksimalkan penggunaan fitur pada aplikasi LINE@, serta melakukan evaluasi secara berkala.

ABSTRACT
This research titled “Communication Strategy of LINE Official Account 'Golongan Darah' in Attracting Followers”. The aim of this study is to determine the communication strategy used by the manager of LINE Official Account (LINE @) 'Golongan Darah'. That is because the LINE@ account 'Golongan Darah' is a paid promotion service provider which earns income through the advertisements posted on the account itself. This study uses the qualitative method, with descriptive study approach. In this study, the informant is selected using purposive sampling technique. The technique is used to obtain the information that is reliable and can be used to answer the problem. Therefore, the research subjects as well as the informant in this study is the account manager of LINE @ 'Golongan Darah', as the one who understands the ins and outs of the account the most. The object of this research is the communication strategy used in managing the LINE@ account 'Golongan Darah'. The data in this study were taken through observation, interview and documentation. The validity of the data is tested using triangulation of data sources and methods.
The result shows that the communication strategies used by the account manager LINE@ 'Golongan Darah' in an effort to gaining followers, is to choose a theme-appropriate content, define the target audience and maintain the stability of followers, build the credibility of the account, perform integrated marketing communications, maximize the use of features on the LINE@ application, as well as conduct regular evaluation.