Home
Login.
Artikelilmiahs
14202
Update
DEVINA ANDAYANI
NIM
Judul Artikel
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE MAYOR PADA TINGKAT KERUSAKAN MANGROVE YANG BERBEDA DI SEGARA ANAKAN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Spesies mangrove yang memiliki bentuk adaptasi serta membentuk tegakan hutan mangrove murni digolongkan sebagai mangrove mayor. Kerusakan hutan mangrove yang akhir-akhir ini terjadi disebabkan penebangan dan konversi lahan mangrove menjadi area pertanian dan tambak. Kondisi seperti itu juga terjadi di hutan mangrove Segara Anakan Cilacap. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur komunitas mangrove mayor, tingkat kerusakan mangrove, serta hubungan antara struktur komunitas mangrove mayor dan berbagai tingkat kerusakan mangrove di Segara Anakan, Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies mangrove mayor yang ditemukan yaitu Avicennia alba, Avicennia marina, Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Ceriops decandra, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera sexangula. Indeks nilai penting tertinggi pada kategori pohon yaitu Avicennia alba, kategori pancang yaitu Rhizophora apiculata dan pada kategori semai yaitu Ceriops tagal. Tiap spesies memiliki nilai kerapatan yang berbeda di setiap stasiunnya dilihat dari penyebaran spesies berdasarkan wilayah, serta memiliki indeks keanekaragaman spesies yang rendah pada kategori pohon dan semai, serta keanekaragaman sedang pada kategori pancang. Stasiun penelitian 2 yang berada di bagian barat dan 12 yang berada di bagian timur dalam kondisi rusak dan stasiun lainnya dalam kondisi tidak rusak. Hutan mangrove dalam kondisi tidak rusak memiliki kerapatan mangrove mayor kategori pancang dan semai yang tinggi, begitupula sebaliknya. Akan tetapi, mangrove mayor pada kategori pohon memiliki kerapatan yang rendah baik pada kondisi hutan mangrove rusak dan tidak rusak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Mangrove species that have adapted form and form pure stands of mangrove forest is classified as mangrove major. Mangrove forests has been damaged and reduced due to excessive utilization and conversion into agricultural areas and aquaculture ponds. This condition were also occured at the mangrove Segara Anakan Cilacap. The aims of this study were to determine the community structure of major mangrove, mangrove damage level, as well as the relationship between the structure of major mangrove communities and damage level of mangroves in Segara Anakan, Cilacap. The results showed there were 10 major mangrove species found, consist of A. alba, A. marina, S. alba, S. caseolaris, R. apiculata, R. mucronata, C. tagal, C. decandra, B. gymnorrhiza, B. Sexangula. The highest important value index in the tree category was A. alba, saplings categories were R. apiculata and the seedlings were C. tagal. Each species had a different density at every location based on its spatial distribution. The tree and seedlings category had a low species diversity, and high species diversity for saplings category. Damaged mangrove found in station 2 and 12, where located in the west and east area, whereas other stations is in good condition. Mangrove forest in a good condition had a high density of saplings and seedlings major mangrove, and then for damaged mangrove had a low density. However the tree category had a low density for good and damage condition of mangrove forest.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save