Home
Login.
Artikelilmiahs
14229
Update
RYAN PRATAMA
NIM
Judul Artikel
KEMAMPUAN MENGINFEKSI Plasmodium falciparum PADA ERITROSIT MANUSIA YANG DIBERI EKSTRAK Chlorella vulgaris IN VITRO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Plasmodium falciparum perlawanan terhadap berbagai obat komersial merupakan tantangan utama yang dihadapi dalam menangani malaria. obat antiplasmodium alternatif menjadi sangat mendesak, terutama dari bahan-bahan alami, misalnya hijau vulgaris ganggang Chlorella, yang dikenal potensial dalam mengobati berbagai penyakit. Hal ini karena senyawa aktif mereka terkandung bernama karotenoid. Karotenoid adalah antioksidan, mampu menjaga integritas membran sel dan jaringan tubuh manusia yang terinfeksi. C. pengobatan vulgaris diharapkan untuk menghambat kemampuan menginfeksi P. falciparum. Penelitian ini bertujuan untuk memahami efek dari C. vulgaris perlakuan ekstrak terhadap P. falciparum menginfeksi kemampuan dalam eritrosit manusia. Penelitian ini eksperimental digunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan ekstrak kasar C. vulgaris dari kloroform pelarut dalam berbagai dosis (0, 5, 10, 15, 20, 25 ug / ml) sebagai pengobatan. Parameter yang diamati adalah persentase eritrosit terinfeksi manusia (derajat parasitemia) dan persentase P. falciparum menginfeksi kemampuan inhibisi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan menginfeksi P. falciparum menurun dengan meningkatnya dosis ekstrak C. vulgaris. Dosis yang paling efektif untuk menghambat infeksi P. falciparum adalah 25 ug / ml.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Plasmodium falciparum resistance against wide range of commercial drug is a major challenge that encountered in tackling malaria. Alternative antiplasmodium drugs becomes very urgent, especially from natural ingredients, for instance green algae Chlorella vulgaris, which known potential in treating various diseases. This due to active compounds they contained named carotenoid. Carotenoids are antioxidant, able to maintain the integrity of cell membranes and tissues of the human body which being infected. C. vulgaris treatment was expected to inhibit the infecting ability of P. falciparum. This research purposed to understand the effect of C. vulgaris extract treatment against P. falciparum infecting ability in human erythrocytes. This experimental research used Random Design Complete, with rough extract of C. vulgaris from chloroform solvent in various dosages (0, 5, 10, 15, 20, 25 µg/ml) as the treatment. The observed parameters were the percentage of infected human erythrocytes (parasitemia degree) and the percentage of P. falciparum infecting ability inhibition. Results showed the infecting ability of P. falciparum decreased with increasing dosage of C. vulgaris extract. The most effective dosage to inhibit P. falciparum infection was 25 µg/ml
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save