Artikelilmiahs
Menampilkan 4.381-4.400 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4381 | 14200 | F1B011009 | Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Desa Perempuan (studi di Desa Brecek dan Desa Arenan, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga) | Kepemimpinan perempuan dalam organisasi publik menarik untuk dikaji terutama pada era emansipasi wanita kini. Teori Gaya Kepemimpinan Transformasional dipilih sebagai salah satu teori yang relevan pada era globalisasi dimana pemimpin dituntut untuk senantiasa mengembangkan gaya-gaya kepemimpinan yang modern dan inovatif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala desa perempuan di Desa Brecek dan Arenan, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga dilihat dari aspek gaya transformasional.Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pemillihan informan secarapurposive sampling.Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan model analisis interaktifMilles dan Huberman. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa pada aspek pengaruh ideal, stimulasi intelektual, dan motivasi inspirasional relatif lebih tinggi pada Kepala Desa Brecek, sedangkan aspek pertimbangan ideal relatif lebih tinggi pada Kepala Desa Arenan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya pengembangan model gaya kepemimpinan transformasional yang semi formal. | Woman Leadership in public organizationis interesting to examine , especially in woman emancipation era. Transformational Leader Style Theory chosen as relevant theory in globalization era which leaders demanded to develop modern and innovative leadership style. The purpose of this research is to know and describe the leadership style from transformational leadership aspect on the practice of woman head village in Brecek and Arenan, Kaligondang, Purbalingga. This research used descriptive qualitative method with purposive sampling to determine the informants. Data collection techniques used are depth interview and documentation. The analytical method used is interactive model by Milles and Huberman. Data validity tested with source triangulation.Conclusion of this research isthat in aspect of idealized influence, intelectual stimulation, and inspirational motivation are relatively higher on the village head of Brecek. Then in aspect of inspirational motivation is relatively higher on the village head of Arenan. Implicationof this research is to develop transformationa leadership in semi formal model. | |
| 4382 | 14201 | H1C011054 | ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN INDIHOME DI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk AREA PURWOKERTO | IndiHome adalah suatu layanan data, video dan suara yang dikemas menjadi satu oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Pelayanan IndiHome hanya dapat diterapkan pada wilayah yang tersedia jaringan serat optik. Gigabit-Capable Passive Optical Network (GPON) menjadi teknologi yang dapat mendukung layanan ini karena memiliki kemampuan downstream 2,5 Gbps dan Upstream 1,25 Gbps. Dalam layanan IndiHome, aktivitas jalur downstream menjadi perlakuan khusus, sehingga Quality of Service (QoS) perlu diperhatikan. Nilai QoS didapat dengan menganalisa parameter-parameter QoS seperti throughput, packet loss, delay, dan jitter menggunakan perangkat lunak wireshark. Keunggulan perangkat lunak wireshark dari pada perangkat lunak lainnya yaitu paket-paket data mudah dibaca oleh pengguna karena berupa Graphical User Interface. Dalam analisa mengacu pada standar TIPHON dimana terdapat empat indek kelayakan suatu layanan yaitu indek sangat bagus, bagus, sedang, dan jelek. Sedangkan standar kualitas video mengacu pada ITU.T G 114 . Untuk menjaga dan meningkatkan nilai QoS, dibutuhkan pengklasifikasikan dan memprioritaskan setiap informasi sesuai dengan karakteristik paket masing-masing. | IndiHome is a service of data, video and sound are packaged together by PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. IndiHome services can only be applied to the available area fiber optic network. Gigabit-Capable Passive Optical Network (GPON) into a technology that can support this service because it has a capability of 2.5 Gbps downstream and 1.25 Gbps Upstream. In IndiHome services, activities downstream pathways into special treatment, so that Quality of Service (QoS) Noteworthy. QoS values obtained by analyzing the QoS parameters such as throughput, packet loss, delay, and jitter using software wireshark. Wireshark software excellence of the other software that packets of data readable by the user because it is a Graphical User Interface. In the analysis refers to the standard TIPHON where there are four indices feasibility of a service that indexes are very good, good, moderate, and ugly. While the video quality standard refers to ITU.TG 114. To maintain and increase the value of QoS, it takes classification and prioritizing each packet of information in accordance with the characteristics of each. | |
| 4383 | 14203 | F1D010043 | FORMULASI PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang formulasi pembuatan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa proses formulasi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas sudah sesuai dengan teori tahapan formulasi kebijakan yang dikemukakan oleh Randal B. Ripley yaitu Agenda Setting, Formulation and legittimation of goals and programs, Program implentation dan Evaluation of implementation. , serta sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan dan Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pembentukan Peraturan Daerah. Namun, esensi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas belum sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dalam hal penutupan Tempat Pembuangan Akhir dengan sistem pembuangan terbuka. Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Pasal 44 ayat (1) berbunyi “Pemerintah Daerah harus membuat perencanaan penutupan tepat pemrosesan akhir sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka paling lama 1 (satu) tahun terhitung sejak berlakunya Undang-Undang ini”. Serta, ayat (2) yang berbunyi “Pemerintah Daerah harus menutup tempat pemrosesan akhir sampah yang menggunakan sistem pembungan terbuka paling lama 5 (lima) tahun terhitung sejak berlakunya Undang-Undang ini.”. Sedangkan, dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah di Banyumas tidak ada pasal yang memuat amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 Pasal 44 ayat (1) dan (2). Aktor yang terlibat dalam pembuatan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas adalah Komisi B DPRD Periode 2009-2014 Kabupaten Banyumas, Biro Hukum Kabupaten Banyumas, Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bayumas, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Apabila dilihat dari aktor-aktor yang terlibat, proses perumusan kebijakan ini dikategorikan ke dalam model elit. Melalui penelitian ini, penyusun menyarankan dalam pembuatan Peraturan Daerah seharusnya sesuai dengan amanat Peraturan yang lebih tinggi. Dalam pembahasan Raperda, masyarakat umum yang akan terkena dampaknya ikut dalam pembahasan serta melakukan pengawasan terhadap implementasi peraturan daerah yang telah dibuat. Kata kunci: Kebijakan Publik, Formulasi Kebijakan, Aktor dan Peran | The purpose of this study is to analyze manufacture of formulations Regional of Regulation No. 6 of 2012 on waste in the Banyumas Regency. This study used a descriptive method with qualitative data. Data obtained from interviews. Based on the results, manufacture of formulations Regional of Regulation No. 6 of 2012 on waste in the Banyumas Regency are same with Randal B. Ripley theory like issue schedulle, formulation and legittimation of goals and programs, implentation program and evaluation of implementation. And same with Constitution No. 11 of 2011 on Formulation of Regulation and Ministry of Home Affairs Regulation No. 1 of 2014 on Establishment of Local Regulation. However, elements from Regional of Regulation No. 6 of 2012 on Waste in the Banyumas Regency are not same with Constitution No. 18 of 2008 Article 44 Paragraf 1 and 2. Meanwhile, in Regional of Regulation No. 6 of 2012 on waste in the Banyumas Regency there are inconsistency from Constitution No. 18 of 2008 Article 44 Paragraf 1 and 2. Banyumas Regency still used open dumpling method to waste management. Meanwhile that method is not used anymore in main regulation. Because open dumpling method is not good for the environment. The main actors are Banyumas City Council, Law Biro, Department of Sanitation City Planning and the Department of Environtment Banyumas. When viewed from the actors involved, the process of policy formulation can also be categorized into the elite models. From this study, in formulating the draft regulation, government should pay more attention to the growing issue in society, open access to public disclosure broadly, prepare supporting data accurately , and implementing all phases of the formulation of draft local regulations. Keywords: Public Policy, Policy Formulation, Rule and Actor | |
| 4384 | 14204 | H1G011022 | KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP BERDASARKAN FASE BULAN DI PERAIRAN PANGANDARAN, JAWA BARAT | Perairan Pangandaran merupakan perairan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan memiliki potensi sumberdaya perairan. Wilayah tersebut nelayan menggunakan berbagai macam alat tangkap, salah satunya bagan tancap. Bagan tancap merupakan alat tangkap yang dipasang secara menetap diperairan, terdiri dari rangkaian bambu yang dipasang secara membujur dan melintang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan bagan tancap yang meliputi jenis, jumlah dan ukuran ikan berdasarkan fase bulan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Penelitian dilakukan selama 1 bulan, pengambilan sampel dilakukan pada setiap fase bulannya. Selama penelitian didapat 6 jenis ikan yaitu teri (Stolephorus commersoni), cumi cumi (Loligo pealei), tembang (Sardinella fimbriata), sotong (Sepia officinalis), layur (Trichiurus lepturus), dan pepetek (Leiognathus equulus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil tangkapan pada setiap fase bulannya. Hasil tangkapan pada fase bulan 1, 2 dan 3 didominasi oleh ikan teri, dan pada fase bulan 4 didomiasi oleh ikan tembang. Hal tersebut menunjukkan bahwa fase bulan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah, ukuran dan keragaman hasil tangkapan bagan tancap. | Pangandaran beach directly connect to the Indian Ocean which has potential fishery resources. In this area fishermen use a variety of fishing gears, one of them is a lift net. Lift net is fishing gears installed permanently in the water, consists of a series of bamboo which is mounted longitudinally and transversely. This study aimed to determine the catch composition of lift nets based on the moon phase. This research used survey method, conducted during one month, with sampling at each moon phase. Six fish species were identified during the research, teri (Stolephorus commersoni), cumi cumi (Loligo pealei), tembang (Sardinella fimbriata), sotong (Sepia officinalis), layur (Trichiurus lepturus), and pepetek (Leiognathus equulus). The highest catch was in lunar phase 1, 2 and 3 the catch dominated by teri (Stolephorus commersoni), and in the moon phase 4 dominated by tembang (Sardinella fimbriata). The result showed that the moon phase is one of factors that affect, both the number, size and diversity of lift net catch. | |
| 4385 | 14116 | A1L111042 | EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN KERING UNTUK ARAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN SIRAMPOG, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan kelas kemampuan lahan kering di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. (2) mengetahui faktor pembatas yang mempengaruhi kemampuan lahan kering Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. (3) memberikan arahan pertanian berkelanjutan di Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode survey berdasarkan Satuan Lahan Homogen (SLH). Variabel yang diamati meliputi lereng permukaan, drainase, tekstur tanah, kedalaman efektif, batuan permukaan, erosi dan ancaman banjir. Hasil penelitian menunjukan bahwa: wilayah penelitian dapat dikelompokkan menjadi 5 kelas kemampuan lahan yaitu kelas I, kelas II, kelas III, kelas IV, dan kelas VII Kelas kemampuan lahan I meliputi Desa Wanareja, Desa Dawuhan, Desa Igirklanceng, Desa Kaliloka, Desa Plompong dan Desa Mlayang. Desa Wanareja termasuk kelas kemampuan lahan II. Kelas kemampuan lahan III meliputi Desa Sridadi dan Desa Buniwah. Kelas kemampuan lahan IV meliputi Desa Plompong. Kelas kemampuan lahan VII meliputi Desa Sridadi. | The purpose of this research are: (1) determine the land capability class on dry land the District Sirampog, Brebes. (2) determine the limiting factors that affect the ability of the District land Sirampog, Brebes. (3) planning of sustainable agriculture in Sub Sirampog Brebes. The method of this survey is based Land Force Homogeneous (SLH). Variables that got observed were surface slope, drainage, soil texture, effective depth, surface rocks, erosion and the threat of flooding. The results showed that the area of research can be grouped into 5 of class land capability that is class I, class II, class III, class IV and Class VII. Land capability class I includes Wanareja Village, Dawuhan Village, Igirklanceng Village, Kaliloka Village, Plompong Village and Mlayang Village. Land capability vlass II including Wanareja Village. Land capability class III includes the Sridadi Village and Buniwah Village. Land capability class IV including Plompong Village. Land capabilit class VII inculding Sridadi Village. | |
| 4386 | 14207 | B1J010098 | STUDI KEANEKARAGAMAN DAN PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN OBAT TRADISIONAL DI KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT | Keanekaragaman tumbuhan pada kehidupan masyarakat memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu manfaat tumbuhan yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat saat ini adalah manfaat tumbuhan sebagai obat. Penggunaan obat yang berasal dari tumbuhan atau pengobatan dengan cara tradisional atau alami lebih digemari, karena lebih murah dan sedikit efek samping dibanding dengan menggunakan obat-obat modern atau obat-obatan dari bahan kimia. Salah satu masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadatnya adalah Masyarakat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan; (2) mengetahui cara pemanfaatan dan bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan serta cara pengolahan tumbuhan sebagai bahan obat tradisional di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik wawancara terstruktur dan semi-terstruktur, serta data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 40 spesies yang termasuk dalam 31 genus dan 23 famili tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Bagian yang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional adalah umbi, rimpang, batang, daun, bunga, buah, biji. Cara pemanfaatannya, yaitu: dicuci bersih, diparut, ditumbuk, disangrai/goreng, dihaluskan, dikupas, diiris, diremas, diperas, dikunyah, serta direbus, diseduh dengan air panas, atau dijemur dan dikeringkan, lalu diminum, ditempelkan, dimakan langsung atau dibuat makanan utama. | traditional is popular, because it is cheaper and has minimal side effects compared to the use of modern medicines or drugs from chemicals. One of the society who still adhere to that custom is public palace of Ngayogyakarta that utilize plants as traditional medicine. This research aimed to: (1) know the diversity of plants used as traditional medicine in Ngayogyakarta Palace and; (2) know how to use and parts of plant that can be used, as well as ways of processing plants as traditional medicine in the palace of Ngayogyakarta. The research method used survey method with a structured and semi-structured interview techniques, and the data were analyzed descriptively. The results showed that there were 40 species including 31 genera and 23 families of plants that were used as traditional medicine in the palace of Ngayogyakarta. Part of plants which is used as traditional medicine were tubers, rhizomes, stems, leaves, flowers, fruits, seeds. The way of utilization were: washed, shredded, crushed, roasted / fried, mashed, peeled, sliced, crushed, squeezed, chewed, and boiled, brewed with hot water, squeezed, or dried and dried, and drunk, affixed , eaten directly or made for main meal. | |
| 4387 | 14206 | G1A012128 | PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS LUMBAL TERAPI KOMBINASI OPERATIF DENGAN KONSERVATIF DAN TERAPI KONSERVATIF MURNI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO TAHUN 2015 | Latar Belakang : Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan masalah kesehatan umum yang dapat mengakibatkan pembatasan aktivitas sehingga individu yang mengalaminya menjadi tidak produktif. Sekitar 40% pasien NPB disebabkan oleh hernia nukleus pulposus (HNP) lumbal. HNP lumbal dapat mengganggu peranan fisik, emosi, dan sosial individu. Pemilihan terapi HNP yang tepat diperlukan untuk mengembalikan fungsi tubuh kembali normal. Keberhasilan terapi HNP dikaitkan dengan peningkatan kualitas hidup individu tersebut. Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan kualitas hidup pasien hernia nukleus pulposus lumbal terapi kombinasi operatif dengan konservatif dan terapi konservatif murni di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2015. Metode : Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan besar sampel 39 responden. Teknik pengambilan sampling adalah consecutive sampling. Kualitas hidup yang diukur menggunakan kuesioner Short-Form 36 (SF-36). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil : Responden sebanyak 10 pasien terapi kombinasi operatif dengan konservatif dan 29 pasien terapi konservatif murni. Rerata skor kualitas hidup pada terapi kombinasi operatif dengan konservatif adalah 62,03 ± 19,58, sedangkan rerata skor kualitas hidup pada terapi konservatif murni adalah 52.77 ± 16,88. Analisis data dengan uji Mann-whitney didapatkan p = 0,258 yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kualitas hidup terapi kombinasi operatif dengan konservatif dan terapi konservatif murni. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pasien hernia nukleus pulposus lumbal terapi operatif dengan konservatif dan terapi konservatif murni di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2015. Kata kunci : kualitas hidup, hernia nukleus pulposus lumbal, terapi hernia nukleus pulposus lumbal | COMPARISON OF QUALITY OF LIFE OF PATIENTS WITH LUMBAR SPINAL DISC HERNIATION WITH OPERATIVE-CONSERVATIVE THERAPY COMBINATION AND PURE CONSERVATIVE AT RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO ON 2015 Fillia K.Haryono, Untung Gunarto, RR. Dyah Dwi Woro Lestarie Faculty of Medicine, University Jenderal Sudirman, Purwokerto, Indonesia Email: Filliakh@gmail.com ABSTRACT Background: Low back pain (LBP) is a common health problem that can inflict restrictions of activity that the suffering patient can become unproductive. Approximately 40% of patients with low back pain are caused by herniated nucleus pulposus lumbar (HNP) . Lumbar HNP can interfere with someone’s physical, emotional, and social role. A proper treatment of HNP is needed to restore bodily functions back to normal. The success of HNP therapy is associated with the improvement of quality of life of the individual. Objective: To compare the quality of life of patients with lumbar spinal disc herniation with operative-conservative combination therapy with pure conservative therapy in Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital, 2015. Methods: The design was analytic observational with cross sectional approach with 39 respondents. The sampling method used was consecutive sampling. Quality of life was measured using a questionnaire Short-Form 36 (SF-36). Data were analysed using the Mann-Whitney test. Results: The respondents were 10 patients with conservative-operative combination therapy and 29 patients with pure conservative therapy. The mean score of the quality of life of operative-conservative therapy combination was 62.03 ± 19.58, while the mean score of the quality of life in pure conservative therapy was 52.77 ± 16.88. Data were analyzed by Mann-Whitney test was obtained p = 0.258 which showed no significant difference between the quality of life for operative-conservative therapy combination and pure conservative therapy. Conclusions: There were no significant differences in patients with lumbar spinal disc herniation with operative-conservative combination therapy and pure conservative therapy in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, 2015. Keywords: quality of life, spinal disc herniation lumbar, lumbar herniated nucleus therapy | |
| 4388 | 14208 | C1B012024 | Pengaruh Analisis Rasio Keuangan Early Warning System (EWS) dan Price To Book Value (PBV) Terhadap Harga Saham Perusahaan Asuransi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia | Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang dilakukan pada perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2011-2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rasio likuiditas, rasio beban klaim, rasio agents balance to surplus, rasio pertumbuhan premi, rasio tingkat kecukupan dana, dan PriceTo Book Value terhadap harga saham perusahaan asuransi yang terdaftar di BEI tahun 2011-2014. Penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda sebagai alat pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011 sampai tahun 2014 yaitu sejumlah 12 perusahaan. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 9 perusahaan. Dari hasil penelitian didapatkan: (1) Rasio Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham, (2) Rasio Beban Klaim tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, (3) Rasio Agents Balance To Surplus tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, (4) Rasio Pertumbuhan Premi tiak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, (5) Rasio Tingkat Kecukupan dana berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham, (6) Price To Book Value berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. | This research is associated research that was done at insurance companies, in which those companies are listed in Indonesia stock exchange (BEI) for the period of 2011-2014. The aim of this research is to analyse the impact of liquidity ratio, claim expenses ration, agents balance to surplus ratio, premium growth ratio, the adequacy of funds ratio, and price to book value towards Indonesia stock exchange (BEI) listed insurance companies’ stock prices of 2011-2014. This research used double regression model analysis as a tool of hypothesis test. The population is 12 companies which are taken from Indonesia stock exchange (BEI) listed insurance from 2011 until 2014. Meanwhile, the sample was taken using purposive sampling method, with the result of 9 companies. The result shows that: (1) the liquidity ratio has significance positive impact towards stock prices, (2) claim expenses ratio has no significance impact towards stock prices, (3) agents balance to surplus ratio has no significance impact towards stock prices, (4) premium growth ratio has no significance impact towards stock prices, (5) the adequacy of funds ratio has significance impact towards stock prices, (6) price to book value has significance impact towards stock prices. | |
| 4389 | 14209 | H1G010023 | KELIMPAHAN DAN UKURAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI PERAIRAN MENGANTI, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH | Lobster (Panulirus sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai jual tinggi dan merupakan komoditas ekspor. Keberadaannya melimpah di perairan tropis yang memilki substrat pasir dan karang. Perairan Menganti, Kabupaten Kebumen merupakan perairan dengan substrat karang dan pasir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan ukuran lobster (Panulirus sp.) di Perairan Menganti, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pengamatan dilakukan dengan metode survey dengan melakukan observasi, wawancara dan studi pustaka. Pengamatan identifikasi sampel lobster dilakukan di laboratorium Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman. Hasil dari penelitian ini didapatkan 3 jenis lobster terdiri dari Panulirus homarus ,Panulirus versicolor, Panulirus penicillatus. Hasil dari pengamatan bahwa kelimpahan lobster (Panulirus sp.) dari stasiun I – stasiun III yaitu 0,00005 ind/m2, 0,000175 ind/m2, 0,000275 ind/m2, dan dengan kelimpahan relatif (%) dari stasiun I – III yaitu 10%, 35%, 55%. Hasil dari pengamatan bahwa ukuran panjang dan berat lobster dari stasiun I - III didapatkan panjang rata-rata 53,7 mm, 50,5 mm, 56,2 mm, serta berat rata-rata yang diperoleh yaitu 134 g, 112 g, dan 161 g. | Lobster (Panulirus sp.) is commodity representing a high economically value and export. Its abundant in tropical sea populate a substrate of sand and coral. Menganti Sea of, Kebumen consist of coral and sand substrate. The purpose of this study was to determine the abundance and size of lobster (Panulirus sp.) In Menganti Sea of, Kebumen, Central Java. A survey method was applied with observation, interview and literature study. Sample identification of lobster was done in the laboratory of Fisheries and Marine Faculty, of Jenderal Soedirman University. The results from this study revealed that three types of lobster were found, i.e: Panulirus homarus, Panulirus versicolor, Panulirus penicillatus. The abundance of lobster (Panulirus sp.) from the station I - III station was 0,00005 ind / m2, 0,000175 ind / m2, 0,000275 ind / m2, the relative abundance (%) in station I - III, was10%, 35%, 55% consecutively. The lobster from the station I - III measured in average length consecutively 53,7 mm, 50,5 mm, 56,2 mm consecutively, they weighed in average 134 g, 112 g and 161 g, consecutively. | |
| 4390 | 14210 | H1B011014 | PEMODELAN SINGLE DAN DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING DAN APLIKASINYA PADA PERAMALAN | Pada penelitian ini dibahas cara memodelkan metode single exponential smoothing (SES) dan double exponential smoothing (DES) dan aplikasinya pada peramalan. Data yang digunakan untuk peramalan adalah jumlah penumpang kereta api Daop V Purwokerto. Pada penelitian ini, model ditentukan dengan cara melakukan trial and error untuk menentukan nilai α yang memiliki nilai mean absoloute percentage error (MAPE) terkecil. Dari pengolahan data tersebut, diperoleh model yang signifikan adalah untuk metode SES dan untuk metode DES. | This research discussed about how to modelling single exponential smoothing (SES) and double exponential smoothing (DES) methods and its application for forecasting. The data used for forecasting is the number of train passengers Daop V Purwokerto. In this research, the model is determined by trial and error for some selected α which has minimum mean absoloute percentage error (MAPE). The result showed that the significant model are for SES, and for the DES | |
| 4391 | 14212 | H1C010037 | ANALISA PENGARUH PEMILIHAN BANDWIDTH TERHADAP NILAI PAPR SC-FDMA PADA TEKNOLOGI LTE | Tingkat bit tertinggi dalam sistem komunikasi seluler yang ada saat ini dicapai dengan menggunakan teknik Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA). Namum OFDMA memiliki kekurangan yaitu besarnya nilai Peak to Average Power Ratio (PAPR). Pada Long Term Evolution (LTE) permasalahan ini diselesaikan dengan menggunakan Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) di sisi uplink, karena memungkinkan efisiensi daya amplifier yang lebih baik. SC-FDMA merupakan bentuk modifikasi dari OFDMA, namun memiliki kinerja throughput yang hampir sama dan pada dasarnya juga memiliki kompleksitas yang sama, tapi memiliki keunggulan jika dibandingkan OFDMA, yaitu memiliki PAPR yang lebih rendah. Analisis yang dilakukan untuk mengetahui konsistensi nilai PAPR pada sistem SC-FDMA dengan bandwidth 10 MHz dan 20 MHz. Simulasi dilakukan pada ketiga jenis pemetaan subcarrier pada SC-FDMA yaitu Interleaved-FDMA, Distributed-FDMA, dan Localized-FDMA serta menggunakan tiga jenis modulasi yaitu QPSK, 16-QAM dan 64-QAM. Hasil simulasi menunjukan informasi bahwa pada Interleaved-FDMA memiliki nilai PAPR yang paling rendah jika dibandingkan dengan Localized-FDMA dan Distributed-FDMA untuk semua bandwidth yang diuji. Teknik modulasi yang digunakan memberikan pengaruh terhadap nilai PAPR yang dihasilkan. Penggunaan pulse shaping pada simulasi yang dilakukan mempengaruhi nilai PAPR, yang mana penggunaan Raised Cosine Filter memberikan nilai PAPR yang cenderung lebih rendah dari pada Root Raised Cosine Filter. Keseluruhan informasi tersebut menunjukkan bahwa nilai PAPR cenderung konsisten rendah pada pilihan bandwidth 10 MHz maupun 20 MHz. | The highest bit rate in a mobile communication system that is currently achievable by using the technique of Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA). However the OFDMA has the disadvantage that the value of the Peak to Average Power Ratio (PAPR). On Long Term Evolution (LTE) this problem solved by using Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) in the uplink, as it allows the amplifier power efficiency is better. SC-FDMA is a modified form of OFDMA, but has almost the same throughput performance and basically also have the same complexity, but has advantages when compared OFDMA, which has a lower PAPR. The analysis was conducted to determine the consistency of the value of PAPR in the SC-FDMA system with a bandwidth of 10 MHz and 20 MHz. Simulations carried out on three types of mapping subcarriers in the SC-FDMA is Interleaved-FDMA, Distributed-FDMA, and Localized-FDMA as well as the use of three types of modulation is QPSK, 16-QAM and 64-QAM. The simulation results show that information on Interleaved-FDMA has the lowest PAPR value when compared with Localized-FDMA and Distributed-FDMA for all bandwidth tested. Modulation technique used to give effect to the value of PAPR produced. The use of pulse shaping in the simulation affect the value of PAPR, which is where the use of Raised Cosine Filter value PAPR which tends to be lower than the Root Raised Cosine Filter. Overall the information indicates that the value of PAPR tends to consistently low at 10 MHz bandwidth options and 20 MHz. | |
| 4392 | 14181 | A1L011148 | PENGARUH APLIKASI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA TERHADAP HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA SISTEM TANAM TUMPANGSARI PADI GOGO DAN RUMPUT | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi asap cair tempurung kelapa dengan padi gogo-rumput terhadap hama, musuh alami, dan hasil. Penelitian dilaksanakan di Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, pada bulan Maret sampai Agustus 2015. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan petak terbagi. Petak utama berupa tumpangsari padi gogo-rumput (monokultur, padi-rumput gajah, dan padi-sereh) dan anak petak berupa dosis asap cair tempurung kelapa (tanpa aplikasi, dilarutkan dengan konsentrasi 1:200, dan dilarutkan dengan konsentrasi 1: 400). Data yang dikumpulkan meliputi jenis dan jumlah famili hama dan musuh alami yang dilakukan pada fase sebelum padi ditanam, fase vegetatif, fase generatif, dan setelah panen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa famili hama dan musuh alami yang terdapat di lahan penelitian sebanyak 9 ordo yang terdiri dari 25 famili dengan jumlah individu sebanyak 2.182. | Objective of this study was to know effect of apllication coconut shell wood vinegar with intercropping system upland rice-grass pest and nature enemy. The research was conducted on Desa Cendana, Kutasari Purbalingga. Thee experiment started from March 2015until August 2015. The design used in the study was split plot design. The main plot of intercropping system (rice-elephant grass and rice-lemongrass) and a subplot of concentration coconut shell wood vinegar (without application, diluted with a ratio of 1: 200, and dissolved with a ratio of 1: 400). Data collected were the kinds and number of pest and natural enemy family in before sowing, vegetative, generative, and harvest time. The results showed that pest and natural enemy family were 9 Ordo consisting of 25 Famili with a number of individuals 2.182. | |
| 4393 | 14153 | F1A011053 | POTRET KESENIAN BUNCIS (Pemaknaan Kesenian Buncis Oleh Pelaku Seni Buncis Di Desa Tanggeran Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas) | Masyarakat Banyumas memiliki keanekaragaman budaya tradisional. Terhitung ada 36 jenis budaya tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Banyumas dari sejak zaman dahulu hingga sekarang. Budaya tradisional yang berkembang di masyarakat Banyumas berbeda-beda, hal itu dapat dilihat beberapa aspek kebudayaan antara lain pemahaman tentang leluhur, bahasa, folkor, budaya lisan, ritual dan kesenian. Kesenian buncis merupakan salah satu bentuk kebudayaan tradisonal Banyumas yang bernafaskan pertanian. Kesenian buncis dahulu dipentaskan sebagai bentuk permintaan, permohonan atau biasa disebut penyuwunan kepada sang pencipta untuk kegiatan pertanian. Namun kini kesenian buncis sudah beralih fungsi menjadi kesenian yang dipentaskan sebagai sarana hiburan untuk masyarakat. Penelitian dengan judul “POTRET KESENIAN BUNCIS (Pemaknaan Kesenian Buncis Oleh Pelaku Seni Buncis Di Desa Tanggeran Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas)” ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan para pelaku kesenian buncis terhadap kesenian buncis di Desa Tanggeran Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dengan pendekatan sosiologi budaya. Sasaran dalam penelitian ini adalah para pelaku kesenian buncis di Desa Tanggeran. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan in-depth interview, observasi, serta dokumentasi. Ketiganya dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif, yang dikaji pula dengan menggunakan validitas data yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pada dasarnya para pelaku memaknai kesenian buncis sebagai budaya peninggalan leluhur yang wajib dijaga dan dilestarikan. Kesenian buncis juga diartikan sebagai tari ndayakan karena melihat dari segi sejarah yang terjadi di masa lalu. Disebut tari ndayakan karena kostum dan tata rias para penari seni buncis mirip dengan orang-orang suku Dayak. Kesenian buncis dipentaskan sebagai sarana hiburan pada acara-acara tertentu, antara lain: hajatan pernikahan, khitanan, Festival Bambu Serayu, HUT RI, Hari Jadi Kabupaten Banyumas, Ekstravaganza Banyumas dan sebagainya. Kesenian buncis tergolong sebagai kesenian yang hampir punah, oleh karena itu perlu tindakan lebih agar kesenian tersebut tidak punah. Tindakan yang dilakukan oleh para pelaku kesenian buncis di Desa Tangeran untuk menjaga keberadaan kesenian tersebut agar tetap ada adalah mengadakan latihan rutin bagi Pelaku kesenian buncis dan mengajak masyarakat, khususnya generasi pemuda untuk bersama-sama dalam melestarikan kesenian buncis. | The community of Banyumas has cultural diversity traditional. There are 36 types of traditional culture that belongs to the community of Banyumas since ancient times to the present. Traditional culture that developed in the community of Banyumas have variacy, it can be seen several aspects of culture, among others, an understanding of the ancestors, languages, folkor, oral, rituals and art. Buncis is one form of traditional culture of the Banyumas agricultural. Buncis formerly staged as a form of demand, request or called penyuwunan to the creator for agricultural activities. But now the buncis has changed its function into art are staged as a means of entertainment for community. This research with title “PICTURES OF BUNCIS (Purport Buncis By The Actos Of Buncis In The Village Tanggeran Somagede District Banyumas Regency )” This aims to determine the meaning of the actors for buncis in the Village Tangerang Somagede District Banyumas Regency. The research method used is a qualitative research method that produces descriptive with approach a sociology culture. The targets of this research are the actors of buncis in the Village Tanggeran. The sampling technique used in this research using purposive sampling. Technique of collecting data used in this research is in-depth interview, observation, and documentation. All three were analyzed using an interactive model, studied also by using the validity of the data that is triangulation. Results of the study revealed that basically actors interpret buncis as a cultural heritage that must be maintained and preserved. Buncis is also interpreted as a dance ndayakan as seen in terms of the history that happened in the past. Called dance ndayakan because the costume and makeup dancers buncis similar to Dayak tribe. Buncis staged as a means of entertainment in special events, among other: party marriage, circumcision, Bambu Serayu Festival, Indonesian anniversary, Anniversaries Banyumas Regency, Ekstravaganza Banyumas and so on. Buncis classified as an endangered art, therefore needs action so the art are not extinct. Actions taken by the actors in the Village Tanggeran buncis to maintain the presence of the arts in order to stay there is to conduct an exercise routine for the actors buncis and urge community, especially young generation to come together in preserving the buncis. | |
| 4394 | 14216 | H1C012009 | PERANCANGAN DAN ANALISA BUCK-BOOST CHOPPER UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU DENGAN SISTEM BUS DC 24V | Pembangkit Listrik Tenaga Angin merupakan pembangkit listrik alternatif yang memanfaatkan kecepatan angin untuk menghasilkan energi listrik melalui turbin angin. Turbin angin yang terpasang pada PLTB memuat generator didalamnya dan menghasilkan tegangan keluaran yang dapat dikonsumsi oleh konsumen. Dalam prosesnya tegangan yang dikeluarkan belum stabil disebabkan tegangan yang dihasilkan tergantung pada kecepatan angin yang berubah-ubah, maka dibutuhkan penstabil tegangan. Pada penelitian ini penstabil tegangan tersebut menggunakan buck-boost chopper DC-DC converter. Dengan menggabungkan sifat buck converter yang menurunkan tegangan dan boost converter sebagai penaik tegangan, maka akan dihasilkan tegangan tetap yang mengacu pada suatu tegangan referensi yang dihasilkan oleh sistem secara stabil. Dengan memanfaatkan rectifier sebagai penyearah dan kecepatan angin 1 s/d 15m/s sistem mampu menstabilkan tegangan secara kontinyu sejak angin bergerak dengan kecepatan 2m/s sehingga tegangan yang dihasilkan menjadi stabil sesuai dengan tegangan referensi sebesar -24VDC. | Wind Power Plant is an alternative power generation utilizing wind speed to generate electric energy through wind turbines. Wind turbines installed in the wind power plant contain generator and generates a voltage output that can be consumed by consumers. In the process voltage output was not stable yet due to the voltage generated depends on the wind speed change, so then needed voltage stabilizer. In this study, the voltage stabilizer using buck-boost chopper DC-DC converter. By combining properties of buck converter that step-down the voltage and a boost converter that step-up voltage, it will produce a fixed voltage refer to a reference voltage generated by the system stably. By utilizing the rectifier as a rectifier and wind speed 1 until 15m / s, system is able to stabilize the voltage continuously since wind speeds of 2m / s so that the generated voltage becomes stable in accordance with a reference voltage of -24VDC. | |
| 4395 | 14217 | A1L011120 | Pengaruh Aplikasi Bakteri Antagonis Pseudomonas fluorescens Strain P32 dan P60 terhadap Mortalitas Larva dan Pembentukan Pupa Helicoverpa armigera | Bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens mempunyai potensi sebagai bioinsektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan bakteri Pseudomonas fluorescens isolat P32 dan P60 terhadap mortalitas larva serangga Helicoverpa armigera, penurunan aktivitas makan larva H. armigera dan pembentukan pupa serangga tersebut yang diperlakukan dengan bakteri P. fluorescens. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan April hingga November 2015. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok non-faktorial, dengan tiga ulangan. Percobaan terdiri dari 8 perlakuan yaitu kontrol, P. fluorescens P32 (1, 5, dan 10 mL/ 100 mL ), P60 (1, 5, dan 10 mL/ 100 mL ) dan insektisida profenofos konsentrasi 0,1 mL/ 100 mL. Setiap unit perlakuan percobaan menggunakan larva H. armigera 10 ekor larva dan 15 g baby corn. Variabel yang diamati yaitu mortalitas larva, tingkat konsumsi larva, ukuran pupa yang terbentuk, dan persentase jumlah pupa yang terbentuk. Data dianalisis menggunakan uji F taraf 5 persen dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri P. fluorescens efektif mematikan larva H. armigera sebesar 23,33 persen (P32 konsentrasi 1 mL/ 100 mL dan 10 mL/ 100 mL) dan 16,67 persen (P60 konsentrasi 5 mL/ 100 mL dan 10 mL/ 100 mL), bakteri P. fluorescens cenderung tidak menurunkan tingkat konsumsi larva, tetapi menurunkan panjang pupa (kontrol 20,59 mm, P. fluorescens P32 konsentrasi 1 mL/ 100 mL sebesar 11,46 mm), menurunkan bobot pupa (kontrol 363,33 mg, P. fluorescens P32 konsentrasi 1 mL/ 100 mL sebesar 140 mg) dan menurunkan persentase jumlah pupa yang terbentuk (kontrol 100 persen, P. fluorescens P32 konsentrasi 1 mL/ 100 mL sebesar 60 persen). | Antagonist bacterium, Pseudomonas fluorescens, is a potential biopesticide. The goals of this research were to know the effect Pseudomonas fluorescens P32 isolate and P60 isolate treatment on larval mortality of Helicoverpa armigera, the reduction of feeding activity of H. armigera larvae and formation of the insect pupae that treated with P. fluorescens bacterium. The research was conducted in the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto on April to November 2015. The research design used a non-factorial randomized block design with three replications. The experiment consisted of eight treatments that were control, P. fluorescens P32 (1, 5, and 10 mL / 100 mL), P60 (1, 5, and 10 mL / 100 mL) and prophonopos insecticide of 0.1 mL / 100 mL. Each unit of the treatment used 10 individu H. armigera larvae and 15 gs baby corn. Observed variables were larval mortality (%), the level of consumption of larvae, the size of pupae, and the percentage of formed pupa. The data were analyzed by using the F test in 5 pecent level followed by Least Significant Difference test (LSD). The results showed that P. fluorescens was effective in killing H. armigera larvae as 23.33 percent (P32 1 mL / 100 mL and 10 mL / 100 mL) and 16.67 percent (P60 5ml / 100 mL and 10 mL / 100 mL), P. fluorescens did not reduce the level of the consumption of the larvae, however lowered the pupa length (control 20.59 mm, P. fluorescens P321 mL / 100 mL as 11.46 mm), lowered the pupae weight (control 363,33 mg, P . fluorescens P32 1 mL / 100 mL as 140 mg) and lowered the percentage of the number of pupae (100 percent control, P. fluorescens P32 1 mL / 100 mL about 60 percent). | |
| 4396 | 14218 | H1C012019 | Perancangan dan Analisa Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Kapasitas 1,2 Kw Yang Terhubung Jala-jala Listrik PLN Satu Fase | Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya energi yang sangat melimpah, salah satunya adalah sumber energi angin. Potensi energi angin di Indonesia cukup memadai, karena kecepatan angin rata-rata berkisar 3,5 - 7 m/s. Namun tidak semua wilayah Indonesia memiliki potensi angin diatas rata-rata, sehingga daya dari pembangkit listrik tenaga bayu yang terpasang pada wilayah tersebut dapat berkurang. Perlu dilakukan perancangan pembangkit listrik tenaga bayu yang terhubung jala-jala listrik PLN satu fase untuk mengoptimalkan kinerjanya. Pada tugas akhir ini penggabungan kedua sumber energi ini diperoleh hasil pengujian terhadap beberapa beban berupa bentuk gelombang tegangan dan bentuk gelombang arus yang sinus dari jala-jala PLN satu fase untuk beban resistif dan gelombang terdistorsi pada beban reaktif sedang dari inverter terdapat noise yang besar pada gelombangnya. Faktor daya (PF) pada beban resistif mendekati 1 dan untuk beban reaktif sekitar 0.5 sama untuk kedua sumber yaitu PLTB dan jala-jala listrik PLN satu fase. Pada keluaran inverter diperoleh THD V sebesar 17.26879845% dan THD I sebesar 45.19581839% sedang pada keluaran jala-jala listrik PLN satu fase diperoleh THD V sebesar 2.311493024% dan THD I sebesar 5.650469007%. Kedua hasil keluaran THD hanya jala-jala listik PLN satu fase yang memenuhi standar IEEE519-1992 untuk tegangan sistem kurang dari 69 kV dengan batas maksimum yaitu THD V sebesar 5 % dan THD I sebesar 20 %. Perancangan kedua sistem tidak sepenuhnya terhubung jala-jala listrik PLN satu fase disebabkan karakteristik komponen inverter yang menggunakan controller switching yaitu pergantian penyaluran energi listrik antara PLTB dan jala-jala listrik PLN satu fase. Perbedaan varian beban juga mempengaruhi kualitas listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga bayu kapasitas 1,2 kw yang terhubung jala-jala listrik PLN satu fase. | Indonesia is a country with energy resources are very abundant, one of which is the source of wind energy. The potential of wind energy in Indonesia is quite adequate, because the average wind speed ranges from 3.5 to 7 m / s. But not all parts of Indonesia has the potential of wind is above average, so that the power of wind power plants installed in the region may be reduced. Need to design Wind Power Plant Connected To One Phase PLN to optimize its performance. In this final merger of the two energy sources obtained the test results of some of the burden of the voltage waveform and current waveform is sine of PLN net one phase for resistive load and wave distorted the reactive load being of the inverter there is a big noise in the tuner , Power factor (PF) on a resistive load close to 1 and for a reactive load equal to approximately 0.5 same for two source is Wind Power Plant and One Phase PLN. At the inverter output obtained at 17.26879845% THD V and THD I of 45.19581839% being at the output of One Phase PLN obtained by 2.311493024% THD V and THD I of 5.650469007%. Both output THD only One Phase PLN to meet the standards IEEE519-1992 for system voltages less than 69 kV with a maximum limit is 5% THD V and THD I by 20%. The design of the two systems are not fully connected to grid because the characteristics of the components of inverter which uses a switching controller that is the turn of the distribution of electrical energy between Wind Power Plant and One Phase PLN. Differences load variants also affect the quality of the electricity generated from Wind Power Plant Connected To One Phase PLN. | |
| 4397 | 14368 | G1D012070 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KURMA (Phoenix dactylifera l) TERHADAP KADAR KETON DARAH PADA TIKUS PUTIH MODEL DIABETES | Latar Belakang: Diabetes melitus adalah suatu kondisi kelainan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. Hiperglikemia akan mengakibatkan berbagai komplikasi, misalnya ketoasidosis metabolik (KAD). Pemanfaatan biji kurma yang mengandung β D-glukan dan fenolik (falvonoid) dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologi dalam menurunkan risiko komplikasi diabetes melitus. Tujuan: Mengetahui pengaruh dari pemberian ekstrak biji kurma terhadap kadar keton darah pada tikus putih model diabetes. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan rancangan eksperimen ulang pada 24 ekor tikus putih. Hewan coba dibagi menjadi kontrol negatif (A), kontrol positif (B), kelompok perlakuan ekstrak biji kurma 250 (C), 500 (D), dan 1000 mg/KgBB (E), serta kelompok glibenclamide 0,45 mg/KgBB (F). Data dianalisis dengan uji Shapiro Wilk, uji hipotesis ANOVA, dan post hoc Duncan. Hasil: Uji ANOVA menunjukkan hasil yang signifikan baik pretest maupun posttest (p=0,00), sehingga H0 ditolak. Analisis data kelompok perlakuan ekstrak biji kurma maupun glibenclamide menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan diantara kelompok E,C,F, dan D. Hal ini menunjukkan bahwa dosis ekstrak biji kurma maupun glibenclamid sama kuat dalam menurunkan kadar keton darah. Kesimpulan: Ekstrak biji kurma semua dosis berpengaruh terhadap penurunan kadar keton darah. Dosis ekstrak biji kurma yang disarankan dalam menurunkan kadar keton darah adalah 250 mg/KgBB. | Background: Diabetes mellitus is a condition of metabolic disorders characterized by hyperglycemia. Hyperglycemia may lead to various complications, such as diabetic ketoacidosis (DKA). The utilization of dates palm seed containing β D-glucan and phenolic (flavonoids) can be used as non-pharmacological therapy in reducing the risk of diabetes mellitus complications. Purpose: To determine the influence of dates palm seeds extract on blood ketone level in white rats model of diabetes. Method: The research design used was true experimental by using the pretest and posttest with control group design on 24 white rats. The animals were divided into negative control (A), positive control (B), the treatment group of dates palm seed extract by 250 (C), 500 (D), and 1000 mg/KgBW (E), and group of glibenclamide by 0.45 mg/KgBW (F). Data were analyzed by using Shapiro Wilk test, ANOVA hypothesis testing and Duncan’s post hoc. Result: ANOVA test indicated a significant result both pretest and posttest (p=0.00), so that H0 was rejected. Data analysis on treatment group of dates palm seed extract and glibenclamide indicated that there was no significant difference between groups E, C, F, and D. This indicated that the dose of dates palm seeds extract and glibenclamide had the same power in lowering blood ketone levels. Conclusion: All doses of dates palm seeds extract had influence in lowering blood ketone levels. The dose of dates palm seeds extract suggested in lowering blood ketone levels was 250 mg/KgBW. | |
| 4398 | 14220 | G1A012119 | Sikap Mahasiswa Kedokteran Terhadap Aborsi | Latar Belakang : Aborsi telah menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia yang menyumbang 30% dari angka kematian wanita hamil. Hal ini terjadi karena aborsi yang dilakukan di Indonesia adalah jenis aborsi yang tidak aman. Akan tetapi, pengaturan UU kesehatan belum sepenuhnya memberikan jawaban atas tingginya angka kematian wanita hamil akibat aborsi. Sedikit sekali penelitian yang membahas tentang sikap mahasiswa kedokteran ataupun dokter terhadap aborsi. Namun isu ini penting, karena pembuat kebijakan sebaiknya mengetahui pendapat dan pandangan orang-orang yang mengerti tentang implikasi aborsi dari segi medis maupun etik. Tujuan : Untuk mengetahui sikap dan pandangan mahasiswa kedokteran terhadap aborsi Metode : Survei dilakukan terhadap 100 mahasiswa kedokteran yang terdiri dari 50 mahasiswa pre-klinik dan 50 dokter muda. Survei dilakukan dengan menyebar kuisioner online yang menanyakan tentang sikap, pandangan, alasan responden terhadap aborsi. Hasil : Secara umum, sebanyak 49% responden menyatakan dirinya pro-choice, 39% menyatakan dirinya pro-life, dan 12% netral. Sebanyak 64% dokter muda pro-choice, 30% pro-life, dan 6% netral. Mahasiswa pre-klinik menunjukkan hasil 50% pro-life, 32% pro-choice dan 18% netral. Kesimpulan : Secara umum persentase mahasiswa pro-choice lebih tinggi. Sementara jika dibandingkan berdasarkan tingkat pendidikan, dokter muda cenderung lebih pro-choice sedangkan mahasiswa pre-klinik cenderung lebih pro-life. | Background : Abortion has become one of the biggest health problem in Indonesia, which accounts for 30% of deaths of pregnant women. This happens because of abortions performed in Indonesia is the type of unsafe abortion. However, the health legislation have not been fully responding to the high mortality rate of pregnant women from abortion. There are very few studies that discuss the attitudes of medical students or doctors towards abortion. Yet knowing this is important, as policy-makers should be aware of the views held by the people who understand the implications of abortion in term of medics and ethics. Objective : To determine the attitudes of medical students toward abortion Methods : A survey was conducted on 100 medical students consisting of 50 pre-clinical students and 50 interns. The survey was conducted by distributing questionnaires asking about ther attitudes and views to abortion. Results : In general, 49% of respondents declared themselves pro-choice, 39% declared themselves pro-life, and 12% neutral. 64% of interns are pro-choice, 30% are pro-life, and 6% neutral. Pre-clinical students results showed 50% are pro-life, 32% are pro-choice, and 18% neutral. Conclusions : In general, the percentage pro-choice students are higher. Meanwhile, if compared by level of education, interns tend to be more pro-choice while pre-clinical students tends to be more pro-life. | |
| 4399 | 13877 | G1A012103 | PENGARUH PEMBERIAN SARI BUAH MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS (Rattus Norvegicus) MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA | Latar Belakang: Hiperkolesterolemia dapat meningkatkan risiko aterosklerosis, penyakit jantung koroner dan stroke. Terapi alternatif dari bahan herbal dapat diberikan untuk membantu penggunaan obat standar. Markisa ungu mempunyai bahan aktif berupa antioksidan yang dapat menurunkan kolesterol dalam darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian sari buah markisa ungu (passiflora edulis var edulis) terhadap kadar kolesterol total tikus (rattus norvegicus) model hiperkolesterolemia. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan rancangan pre and post test with control group. Objek penelitian 30 ekor tikus putih dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan. Kelompok I (kontrol sehat), kelompok II (kontrol negatif), kelompok III (sari markisa ungu 1,1 mL/200gram BB/hari), kelompok IV (sari markisa ungu 2,2 mL/200gram BB/hari), kelompok V (sari markisa ungu 4,2 mL/200gram BB/hari). Semua hewan coba diinduksi hiperkolesterolemia menggunakan minyak babi 3 mL/200gram BB/hari dan kuning telur bebek 2 mL/200gram BB/hari selama 10 hari kecuali pada kelompok I. Pengambilan darah melalui retro orbital dilakukan pada akhir induksi dan akhir perlakuan untuk diukur kadar kolesterol total. Analisis data menggunakan software komputer. Uji distribusi data menggunakan Saphiro-Wilk, uji beda menggunakan One Way Anova dan post hoc LSD Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan dengan sari buah markisa ungu (ANOVA, p=0,001). Uji post hoc menunjukan rerata bahwa pemberian markisa ungu dosis 4,2 mL/200gram BB/hari dapat menurunkan kadar kolesterol total dan berbeda signifikan terhadap kelompok II (kelompok sakit) (p=0,046). Kesimpulan: Sari buah markisa ungu dosis 4,2 mL/200gram BB/hari efektif menurunkan kolesterol total pada tikus model hiperkolesterolemia. | Background: Hypercholesterolemia can increase the risk of atherosclerosis, coronary heart disease, and stroke. Herbal medicine can be given as adjuvant therapy along with standardized drugs. Passiflora edulis var edulis has antioxidant potential which can lower blood cholesterol level. Purpose: To analyze the effect of Passiflora edulis var edulis on total cholesterol level in hypercholesterolemia rat models. Methods: This was a true experimental research with pre and post test with control group design. Thirty rats were divided into five groups: group I (healthy control), group II (negative control), group III (1,1 mL/200grBW/day of Passiflora edulis var edulis juice ), group IV (2,2 mL/200grBW/day of Passiflora edulis var edulis juice), and group V (4,2 mL/200grBW/day of Passiflora edulis var edulis juice). All rats were induced using pig fat oil 3 mL/200grBW/day and duck egg yolk 2 mL/200grBW/day for 10 days, except for group I. Blood was collected from retro orbital at the end of induction and at the end of treatment to measure total cholesterol level. Statistic analysis was performed using computer software. Data distribution was tested using Saphiro-Wilk and comparative test was done using One Way Anove with post hoc LSD. Results: There was significant difference between pre and post Passiflora edulis var edulis juice treatment (ANOVA, p=0,001). Post hoc showed Passiflora edulis var edulis 4,2 mL/200grBW/day could lower total cholesterol and it was significantly different to group II (negative control) (p=0,046). Conclusion: 4,2 mL/200grBW/day of Passiflora edulis var edulis juice was effective to lower total cholesterol in hypercholesterolemia rat models. | |
| 4400 | 13941 | B1J011168 | MONITORING BIOMASSA DAN DISTRIBUSI VEGETASI MANGROVE PIONIR DI SEGARA ANAKAN CILACAP | Segara Anakan merupakan laguna yang dikelilingi oleh mangrove dengan substrat berlumpur, terletak pada koordinat 07°34’29,42’’–07°47’32,39’’ LS dan 108°46’30,12’’–109°03’21,02’’ BT. . Luas wilayah Segara Anakan mencapai 34.018 ha. Vegetasi mangrove pionir yaitu vegetasi yang pertama kali tumbuh dan dapat bertahan hidup serta mampu berkembang pada kondisi yang ektrim. Tujuan penelitian adalah mengetahui spesies vegetasi mangrove pionir yang terdapat di Segara Anakan Cilacap, mengetahui jumlah biomassa vegetasi mangrove pionir dan bagaimana distribusi vegetasi mangrove pionir di Segara Anakan Cilacap, dan mengetahui perubahan biomassa dan distribusi vegetasi mangrove pionir pada tahun 2011 dan 2015 di Segara Anakan Cilacap. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 9 stasiun di Segara Anakan, dengan tiga kali ulangan. Pola distribusi dari vegetasi mangrove pionir menggunakan Indeks Varians S2, dipetakan dengan menggunakan software surfer 10.0., pengukuran jumlah biomassa pohon dilakukan dengan menggunakan persamaan allometrik. Hasil penelitian didapatkan 6 spesies dari 3 familia mangrove pionir di Segara Anakan Cilacap yaitu Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, dan Sonneratia caseolaris. Dengan spesies yang mendominasi yaitu Avicennia alba di kategori pohon dan semai serta Rhizophora apiculata di kategori pancang. Jumlah biomassa terbesar pada kategori pohon yaitu pada spesies Sonneratia alba yaitu sebesar 320,15 ton.ha-1 dan pada kategori pancang yaitu spesies Rhizophora apiculata yaitu sebesar 175,42 ton.ha-1. Pola Distribusi yang tebentuk yaitu menunjukkan pola distribusi mengelompok (aggregate) pada semua kategori. Biomassa dan pola distribusi dari vegetasi mangrove pionir pada tahun 2011 dan 2015 mengalami perubahan yang tidak signifikan. | Segara Anakan is lagoon that surrounded by mangrove with muddy substrate, it located at coordinates 07° 34' 29.42" - 07° 47' 32.39" S and 108° 46' 30.12" - 109° 03' 21.02" E. The total area of Segara Anakan is reach 34 018 ha. Pioneer Mangrove vegetation is the first vegetation that can be grow and survive, and be able to thrive in extreme conditions. The research objective was to determine the species of pioneer mangrove vegetation that contain in Segara Anakan, Cilacap, to know the amount of biomass and the distribution of pioneers mangrove vegetation in Segara Anakan Cilacap, and to determine the changes of biomass and distribution of pioneers mangrove vegetation in 2011 and 2015 in Segara Anakan, Cilacap. The method used was survey method with purposive sampling technique. Sampling was carried out at 9 stations in Segara Anakan, with three times of replications. The distribution pattern of pioneers mangrove vegetation was use S2 Variance Index, it mapped using software surfer 10.0, and the measurements of amount of tree biomass was done by using the allometric equation. The result was show 6 species from 3 families of pioneer mangrove in Segara Anakan Cilacap namely Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, and Sonneratia caseolaris. The distribution patterns was form showed the clumped (aggregate) distribution pattern in all categories, with the dominating species is Avicennia alba at trees and seedlings category and Rhizophora apiculata at stake category. The largest amount of biomass at the tree category was Sonneratia alba species that was equal to 320.15 ton.ha-1 and at the saplings category was Rhizophora apiculata species that was equal to 175.42 ton.ha-1. The biomass and distribution pattern of mangrove vegetation pioneers in 2011 and 2015 were not had significant changes. |