Artikelilmiahs
Menampilkan 4.301-4.320 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4301 | 14068 | E1A010070 | PERMUFAKATAN JAHAT UNTUK MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI CILACAP NO.119/PID.SUS/2011/PN.CLP). | Permufakatan Jahat adalah perbuatan dua orang atau lebih yang bersepakat untuk melakukan, tindak pidana,terdakwa telah melakukan tindak pidana jual beli narkotika yang disepakati dengan pelaku yang lain .Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim dalam penerapan unsur tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan bisnis narkotika. Metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis, sumber data sekunder metode studi kepustakaan, buku literatur, dan dokumen resmi . Diketahui bahwa berawal dari perkenalan antara terdakwa dengan Syafrudin telah melakukan jual-beli Narkotika untuk memperlancar jual beli tersebut digunakan beberapa nomor rekening BCA yang dilengkapi dengan fasilitas M-Banking, dengan mempergunakan Hand Phone Perbuatan itu telah memenuhi unsur dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 . | Conspiracy deed two people or more compromising to conspire to conduct, assisting, have a share, ordering, suggesting, doing an injustice Target of this research is to know consideration punish Judge in applying conspiracy doing an injustice elements conduct narcotic business, and to know consideration base punish Cilacap judge of district court in crime fallout at District Court Cilacap Number case decision : 119/Pid.Sus/2011/PN.Clp.To reach the the target writer use method approach normatif yuridis, specification of research have the character of descriptively analysis, source of secondary data obtained with bibliography study method, covering Decision Court District Cilacap Number : 119/Pid.Sus/2011/PN.Clp, law and regulation, literature book, and its its existing formal document with problems fundamental, presented in the form of description and analysed by normatif qualitative. Pursuant to result of research known that early from acquaintanceship between defendant with Syafrudin als. Captain have happened agreement to conduct Narcotic sabu-sabu type sales, for the fast of in conducting the sabu-sabu sales used some BCA account number provided with M-Banking facility, by Hand Phone. Defendant have fulfilled elements as arranged in Section 114 sentence (2) Section jo 132 sentence (1) law No. 35 Year 2009. | |
| 4302 | 14113 | H1E011038 | SIFAT TERMAL DAN KONDUKTIVITAS IONIK KACA KERAMIK (85-x) TeO2 : x Li2O : 15 ZnO SEBAGAI ELEKTROLIT PADA BATERAI LITHIUM | Pembuatan dan peningkatan konduktivitas ionik elektrolit kaca keramik dengan memasukkan Li2O sangat menarik untuk dikembangkan karena meningkatnya permintaan akan keamanan baterai sekunder. Elektrolit kaca keramik berbahan zinc tellurite dengan komposisi (85-x) TeO2 : x Li2O : 15 ZnO dimana x = 0, 5, 10, dan 15 (mol%) telah dibuat menggunakan metode glass ceramic route pada temperatur 380 °C. Struktur elektrolit kaca keramik dikarakterisasi dengan menggunakan X-ray Diffraction. DSC dan LCR Meter digunakan untuk menentukan sifat termal dan konduktivitas elektrolit kaca keramik. Fasa yang terbentuk pada setiap variasi doping berbeda-beda bergantung pada jumlah doping yang diberikan. Ketahanan termal dari elektrolit kaca keramik dengan nilai Tg pada kisaran 140,31 °C– 418,61°C dengan peningkatan konsentrasi Li2O dari 5 mol ke 15 mol % tergolong bagus. Konduktivitas elektrolit kaca keramik sangat fluktuatif terhadap doping Li2O. Nilai konduktivitas tertinggi sebesar 63,33 x 10-9 S cm-1 pada komposisi 5 mol% Li2O dan konduktivitas minimum pada komposisi 10 mol% Li2O sebesar 0,03 x 10-9 S cm-1 menandakan bahwa konduktivitas elektrolit kaca keramik tergolong rendah. | Synthesizing and improving ionic conductivity glass ceramic electrolyte by incorporating Li2O are very interesting to be developed due to increasing demand of secondary battery safety. Glass ceramic electrolytes based on zinc tellurite with chemical composition (85-x) TeO2 : x Li2O : 15 ZnO where x = 0, 5, 10, and 15 mol% are prepared using glass ceramic route method at 380 °C. Glass ceramic electrolytes are characterized by X-ray Diffraction. DSC and LCR Meters uses to determine thermal and conductivity properties of glass ceramic electrolytes. Formed phases of samples depand on concentration of doping. Thermal stability of glass ceramic electrolytes at 140,31 °C– 418,61°C with increasing Li2O concentration up to 15 mol %. Conductivity of glass ceramic electrolytes are very fluctuated to Li2O. Concentration the highest conductivity is 6,33 x 10-8 S cm-1 with 5 mol% Li2O and the lowest conductivity i.e 0,03 x 10-8 is showing by LZT3 with concentration Li2O of 10 mol %. | |
| 4303 | 14114 | G1H011018 | Perbedaan Pola Makan Fast Food dan Status Gizi Pada Remaja di Wilayah Perkotaan dan Perdesaan | Masalah gizi lebih saat ini tidak hanya terdapat pada masyarakat perkotaan akan tetapi juga pada masyarakat pedesaan, prevalensi obesitas pada anak yang tinggal di perkotaan 6.7% cenderung lebih tinggi daripada anak yang tinggal di pedesaan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perubahan perilaku pola makan tradisional-yang sebelumnya tinggi karbohidrat, tinggi serat dan rendah lemak-berubah ke pola makan baru dengan lebih rendah karbohidrat, rendah serat dan tinggi lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola makan fast food serta dan status gizi pada remaja di wilayah perkotaan dan pedesaan. Jenis penelitian yaitu cross-sectional dengan jumlah sampel masing-masing sebanyak 40 subyek di desa dan di kota. Subyek diambil dengan metode simple random sampling serta analisis data bivariat menggunakan uji independent t-test. Hasil analisis diperoleh pola makan dengan kategori baik yaitu di perkotaan (60%) dan di pedesaan (55%). Selain itu, prevalensi gizi lebih remaja di pedesaan (30.7%) lebih tinggi dibanding di perkotaan (22.4%). Sebagian besar status gizi adalah normal baik di kota (80%) dan di desa (75%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan pola fast food antara remaja di perkotaan dan di pedesaan (p value =0,908), serta tidak terdapat perbedaan status gizi antara remaja perkotaan dan perdesaan (p value =0,765). Kata Kunci : Pola Makan, Status Gizi, Remaja, Kota, Desa | Today, nutrition problem is not only exists in urban people, but also in rural. The obesity’s presentation of urban children 6.7% is higher than rural children. It happened because the traditional diet–which was fulfill of carbohydrate, high-fiber, and low-fat before changes into a new diet which has low-carbohydrate, low-fiber, and high-fat. So, this research aims to know the differences of fast food diet and adolescents’ nutritional status in urban and rural. The type of the research is cross-sectional with each 40 sample subjects in urban and rural. The subjects were selected by ‘simple random sampling’ method and the bivariate data analysis used an ‘independent t-test’. The results indicate a good diet in urban (60 %) and rural (55 %). Moreover, the prevalence of overweight adolescents in rural (30,7 %) are more higher than in urban (22,4 %). However, most of nutritional statuses are normal, with percentage in urban (80%) and rural (75 %). The result of bivariate analysis show there was no differences of fast food diet (p value = 0, 908), and nutritional status (p value = 0,765) between urban and rural adolescents. Keywords: Diet, Nutritional status, Adolescents, Urban, Rural | |
| 4304 | 14182 | A1L011047 | PENGARUH MUTAGEN SODIUM AZIDE TERHADAP SENSITIVITAS PADI VARIETAS INPARI 31, 32, DAN 33 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas varietas, lama perendaman mutagen sodium azide, pertumbuhan dan fisiologi selama perkecambahan dan pertumbuhan bibit, dan jarak genetik berdasarkan perubahan penampilan varietas padi Inpari 31, 32, dan 33. Percobaan dilaksanakan di Screen House dan Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian universitas Jenderal Soedirman pada bulan Juli - Agustus 2015. Percobaan disusun dalam rancangan petak terpisah yang terdiri atas 15 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Varietas padi (Inpari 31, 32, dan 33) ditempatkan sebagai petak utama, dan lama perendaman mutagen sodium azide (0, 5, 10, 15, dan 20 jam) sebagai anak petak. Variabel yang diamati adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, LD50, tinggi bibit, panjang akar primer, diameter batang, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, jumlah daun, warna daun, dan jarak genetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas tertinggi benih yang diuji yaitu varietas Inpari 32 dengan nilai LD50 sebesar 4,96 jam, dan sensitivitas paling rendah yaitu inpari 31 dengan nilai LD50 sebesar 25,81 jam. Inpari 32 menunjukkan perkecambahan dan pertumbuhan bibit yang tinggi dibandingkan Inpari 31 dan 33. Hubungan kekerabatan terdekat terjadi pada varietas Inpari 31 tanpa mutagen dengan Inpari 33 tanpa mutagen, inpari 32 perendaman sodium azide 10 jam dengan Inpari 33 perendaman sodium azide 10 jam, dan inpari 32 perendaman sodium azide 20 jam dengan inpari 33 perendaman sodium azide 20 jam. | This objective of this study was to know to sensitivity in different soaking time of sodium azide mutagen, the germination and seedling growth,and genetic distance based on changes in the morphological characters of some Inpari rice varieties of Inpari 31, 32, and 33. The experiment was conducted at Screen House and Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University on July to August, 2015. The experiment was conducted by using a split-plot design and consisted of 15 combinations of treatment with 3 replications. Rice varieties (Inpari 31, 32, and 33) were placed as the main plot, and the mutagen of sodium Azide in different of soaking duration (0, 5, 10, 15, and 20 hours) as the subplot. The variables observed were seed germination, growth rate, LD50, seedling height, primary root length, stem diameter, leaf length, leaf width, number of leaf, number of tiller, leaf color, and genetic distance. The result indicated that the highest sensitivity on tested seed was Inpari 32 variety with the LD50 value of 4.96 hours and the lowest sensitivity was Inpari 31 with LD50 value of 25.81 hours. Inpari 32 shows germination and seedling growth were high compared Inpari 31 and 33. The closest phylogenetic relationship occurred between Inpari 31 variety without mutagen and Inpari 33 without mutagen, between inpari 32 with soaking time of sodium azide for 10 hours and Inpari 33 with soaking time of sodium azide for 10 hours, and between inpari 32 with soaking time of sodium azide for 20 hours and inpari 33 with soaking time of sodium azide for 20 hours. | |
| 4305 | 14115 | E1A010082 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNA JASA PARIWISATA DI KABUPATEN WONOSOBO | Penelitian ini berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap Pengguna Jasa Pariwisata Di Kabupaten Wonosobo”, Adapun latar belakang penelitian ini adalah masih terabaikannya hak-hak dari wisatawan sebagai pengguna jasa sehingga pengguna jasa berada di posisi yang lemah baik disebabkan oaleh tindakan Pelaku Usaha maupun dikarenakan ketidak tahuan pengguna jasa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perlindungan Hukum terhadap Pengguna Jasa Pariwisata di kawasan Objek Wisata Pemandian Kalianget, Telaga Menjer, dan Dieng yang khususnya Dieng Theater Plateau Kabupaten Wonosobo berdasarkan Pasal 20 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan secara Yuridis Normatif yaitu pendekatan konsep legal positif, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah deskriptif. Adapun penelitian ini berlokasi di Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo serta Objek Wisata Pemandian Kalianget, Telaga Menjer, Dieng khususnya Dieng Plateau Theater dan Dinas PEndapatan Daerah Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hak-hak wisatawan di Objek Wisata Pemandian Kalianget, Telaga Menjer dan Dieng khususnya Dieng Plateau Theater Kabupaten Wonososbo belum terpenuhi seluruhnya sebagai pengguna jasa seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang tentang Kepariwisataan. Adapun hak-hak yang sudah terpenuhi adalah a. informasi yang akurat mengenai daya Tarik wisata; b. perlindungan asuransiuntuk kegiatan pariwisata yang berisiko tinggi. Berdasarkan hasil tersebut Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo seharusnya melaksanakan kewajibanya selaku Pelaku Usaha sesuai dengan amanat Undang-Undang Kepariwisataan Pasal 20 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan sehingga dapat secara keseluruhannya tercapai. | The title of this research is "Legal Protection for Tourism Service Users In Wonosobo Regency," Background of this research focuses to the slighted of travelers rights as the service users and make the service users are in a weak position due bythe business communities orby the ignorance of themself. This research aims to determine the legal protection for travelers in theKalianget Baths,Menjer Lake and Dieng tourism object especially in Dieng Theater Plateau Wonosobo based on Article 20 of the Law No. 10 Year 2009 about Tourism. This research is normative juridical approach that means it is the positif legal concept approach, whereas descriptive methodology used as analysis method. This research is located in the office of Tourismand Creative Economy Wonosobo regency, Kalianget Baths, Menjer Lake, Dieng especially in Dieng Plateau Theater and the Department of Revenue Wonosobo Regency. Based on the result of the survey revealed that the rights of travelers in Baths Kalianget, Menjer Lake and Dieng especially Dieng Plateau Theater Wonososbo regency have not been fullfilled as service users as mandated in the Law about Tourism.The rights that have been fulfilled are: a. Accurate information regarding tourism appeal; b. Insurance protection of high-risk tourism activities. Based on these results the office of Tourism and Creative Economy Wonosobo regency should carry out its obligations as the business communities in accordance with the mandate of the Law of Tourism of Article 20 of Law No. 10 years 2009 about Tourism can be achieved entirely. | |
| 4306 | 14117 | C1C010014 | Perlakuan Akuntansi Aset Biologis PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Krumput | Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi pada Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Krumput dan menganalisis perbedaan perlakuan aset biologis berdasarkan perlakuan akuntansi menurut IFRS (IAS 41) dengan perlakuan akuntansi pada Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Krumput. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah dengan cara: Mencatat hasil pengumpulan data dari metode observasi yang digunakan dalam penelitian; Melakukan uji silang antara metode yang digunakan perusahaan saat ini dengan IAS 41; Melakukan konfirmasi dengan informasi sebelumnya. Kesimpulan penelitian yang dapat diambil berdasarkan analisis yang dilakukan adalah: Pengakuan Aset Biologis IFRS (IAS 41) dengan menurut Perusahaan memiliki persamaan meskipun dengan berbeda istilah, Pengukuran Aset Biologis IFRS (IAS 41) dengan menurut Perusahaan memiliki perbedaan, Penyajian aset biologis menurut IFRS (IAS 41) dengan menurut perusahaan memiliki persamaan meskipun dengan berbeda istilah, Pengungkapan aset biologis menurut IFRS (IAS 41) dengan menurut Perusahaan memiliki persamaan. | The aim of this study is to Know how the accounting treatment in PTPN IX (Persero) Gardens Krumput and analyze the differences in treatment of biological assets based on theaccounting treatment under IFRS (IAS 41) with the accounting treatment in PTPN IX (Persero) Garden Krumput. Type of research is descriptive research using qualitative methods. Methods of data analysis in this study is a way: Recording data collected from observational methods used in the study; To cross test between the methods used by the company today with IAS 41; Confirm the previous information. Research conclusions that can be drawn based on the analysis performed are: Recognition Assets Biological IFRS (IAS 41) and according to the company have in common though with different terminology, Measurement Assets Biological IFRS (IAS 41) and according to the company have differences, presentation of biological assets according to IFRS (IAS 41) and according to the company have in common though with different terms, disclosure of biological assets according to IFRS (IAS 41) and according to the Company have something in common. | |
| 4307 | 14118 | A1C010067 | EFEKTIVITAS PROGRAM BERAS MISKIN (RASKIN) DI KECAMATAN AJIBARANG | Program Raskin adalah salah satu program berskala nasional yang bertujuan menanggulangi kemiskinan di Indonesia. Pelaksanaannya melibatkan seluruh tingkatan pemerintahan mulai dari pemerintah pusat hingga ke desa. Kecamatan Ajibarang sebagai salah satu pelaksana program Raskin merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas dengan jumlah penduduk miskin terbanyak kedua di Kabupaten Banyumas. Pada tahun 2014, Kecamatan Ajibarang memiliki 7.777 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) Raskin. Selama enam belas tahun pelaksanaan program, berbagai upaya perbaikan telah dilakukan agar efektivitas program tercapai dengan lebh baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis efektivitas Program Raskin di Kecamatan Ajibarang; (2) mengetahui evaluasi Program Raskin di Kecamatan Ajibarang; dan (3) mengetahui kebermanfaatan Program Raskin bagi masyarakat miskin di Kecamatan Ajibarang. Penelitian dilaksanakan di seluruh desa di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan September-November 2014 dan Februari 2015 dengan sasaran penelitian adalah masyarakat penerima Program Beras Miskin (Raskin) yang dilaksanakan di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas yang akan dianalisis efektivitasnya berdasarkan indikator 6T (Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Waktu, Tepat Harga dan Tepat Administrasi). Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pencapaian indikator ketepatan 6T tidak berjalan dengan baik, (2) proses evaluasi program Raskin di Kecamatan Ajibarang berjalan seadanya, (3) Raskin berhasil memberikan manfaat kepada rumah tangga miskin di Kecamatan Ajibarang. | Raskin program is one of the national programs aimed at reducing poverty in Indonesia. Its implementation involves all levels of Government from the Central Government down to village. Ajibarang District as one of the executor of Raskin program is one of the districts in Banyumas Regency with the largest number of poor population in Banyumas Regency. In 2014, Ajibarang District has 7.777 Target Household Beneficiaries (RTS-PM) of Raskin. During the sixteen years implementation of Raskinprogram, the government has made various efforts to improve the effectiveness of the program. This research aims to (1) analyzing the effectiveness of Raskin program in Ajibarang District; (2) know the evaluation of Raskin program in Ajibarang District; and (3) knowing the level of benefits of Raskin program for the poor in Ajibarang District. The research was carried out in the entire village in Ajibarang District of Banyumas Regency. The research method used was survey methods. Data retrieval is implemented in September-November 2014 and February2015, with the goal of research is the recipient of Raskin program that held in Ajibarang District of Banyumas Regency that will be analyzed its effectiveness based on indicators of 6T (Target Precision, Amount Precision, Quality Precision, Time Precision, Price Precision and Administration Precision). The method of data analysis that is used is descriptive analysis. The results showed that (1) the achievement of 6T precision indicator does not run properly, (2) the evaluation process of the Raskin program in Ajibarang District running subsistence, (3) Raskin successfully provide benefits to the poor households in Ajibarang District. | |
| 4308 | 14164 | E1A112021 | ALUR BERPERKARA DI PERADILAN TATA USAHA NEGARA DALAM SENGKETA KEPEGAWAIAN (Studi Putusan PTUN Jakarta Nomor : 189/G/2013/PTUN-JKT) | Penelitian ini bersumber pada Putusan PTUN Jakarta Nomor : 189/G/2013/PTUN-JKT, bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum Hakim mengenai alur berperkara di Peradilan Tata Usaha Negara dalam menyelesaikan sengketa kepegawaian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan Pasal 48 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, Pengadilan baru berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara jika seluruh upaya administratif yang bersangkutan telah digunakan / ditempuh. Upaya administratif diatur di dalam Pasal 48 UU Nomor 5 Tahun 1986 dan juga diatur di dalam PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Berdasarkan penelitian dan pembahasan Hakim menyatakan Penggugat telah melakukan upaya administrasi yaitu keberatan secara tertulis kepada atasan Penggugat. upaya administrasi yang dimaksud Majelis Hakim dalam perkara ini sebenarnya merupakan suatu proses sebelum terbitnya surat keputusan objek sengketa, sehingga sebetulnya hal tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai upaya administratif. Majelis Hakim juga belum membuat kualifikasi terhadap tingkatan jenis sanksi hukuman disiplin yang tertera dalam surat keputusan objek sengketa, sehingga sebenarnya terhadap sengketa tersebut tidak harus menempuh suatu upaya administratif sebelum mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. | The object of this research is the Jakarta State Administrative Court Decision Number 189/G/2013/PTUN-JKT. The aims of this research are to identify and analyze the legal considerations of justice of the flow of the litigants in the State Administrative Court in resolving employment disputes. This research used normative juridical research method, with the legislation approach. Based on Article 48 of Law No. 5 of 1986, the Court can investigate, decide and resolve the State Administrative disputes if the entire administrative effort has been used or taken. The things about administrative effort is provided in Article 48 of Law No. 5 of 1986 and also regulated in Government Regulation No. 53 Year 2010 on Discipline PNS. Based on the research and discussion, the judge stated that the Plaintiff had did administrative effort about disagreement in written form to the Plaintiff’s boss. Based on the judges, administrative effort was a process before the issuance of the object of dispute decree, so it can not be categorized as an administrative effort. The judges had not made the qualification levels of sanctions against disciplinary sanctions that was contained in the object of dispute decree, so the dispute should not have an administrative effort before filing a lawsuit to the Administrative Court of the State. | |
| 4309 | 14119 | A1L010086 | PEMANFAATAN BERBAGAI JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L) MENGGUNAKKAN HIDROPONIK SISTEM TETES | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis pupuk organik cair (POC) terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil selada dengan hidroponik sistem tetes; (2) dosis POC yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada dengan hidroponik sistem tetes dan (3) Kombinasi jenis dan dosis POC yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada dengan hidroponik sistem tetes. Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik petani di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan dari Mei 2015 sampai Juli 2015. Percobaan polibag menggunakkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama jenis POC (AB-mix, Politahe, Fortifort) dan faktor kedua dosis POC (0,08ml/tanaman, 0,16ml/tanaman, 0,24ml/tanaman) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jenis pupuk organik cair yang mampu menghasilkan komponen pertumbuhan dan hasil terbaik adalah Politahe; (2) dosis pupuk POC 0,08 sampai 0,24ml/tanaman (setara dengan 20 sampai 60ml/ha) menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang tidak berbeda dan (3) belum diperoleh kombinasi jenis dan dosis POC yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada. | The aim of this research was to know: (1) the growth and yield of lettuce in various liquid organic fertilizer (LOF) with dropped irrigation Hydroponic system; (2) the optimal dose of LOF in growth and yield of lettuce dropped irrigation Hydroponic system and (3) The effective combination of dose and kind LOF in growth and yield of lettuce dropped irrigation Hydroponic system. This research was conducted in screen house owned by farmer in Windujaya village, Kedungbanteng subdistrict, Banyumas regency. This research was conducted from May to July 2015. The design of this research was randomized completely Block Design (RCBD) with polybag researches and two factor. The first factor is kind of LOF (AB-mix, Politahe, Fortifort and second factor is dose of LOF (0,08ml/plant, 0,16ml/plant, 0,24ml/plant) with three replications. The result showed: (1) politahe was the best of growth and yield of lettuce; (2) 0,08 ml/plant was the best dose from the growth and yield of lettuce and (3) kind and dose combination of LOF doesn’t obtain for yield and growth of lettuce. The aim of this research was to know: (1) the growth and yield of lettuce in various liquid organic fertilizer (LOF) with dropped irrigation Hydroponic system; (2) the optimal dose of LOF in growth and yield of lettuce dropped irrigation Hydroponic system and (3) The effective combination of dose and kind LOF in growth and yield of lettuce dropped irrigation Hydroponic system. This research was conducted in screen house owned by farmer in Windujaya village, Kedungbanteng subdistrict, Banyumas regency. This research was conducted from May to July 2015. The design of this research was randomized completely Block Design (RCBD) with polybag researches and two factor. The first factor is kind of LOF (AB-mix, Politahe, Fortifort and second factor is dose of LOF (0,08ml/plant, 0,16ml/plant, 0,24ml/plant) with three replications. The result showed: (1) politahe was the best of growth and yield of lettuce; (2) 0,08 ml/plant was the best dose from the growth and yield of lettuce and (3) kind and dose combination of LOF doesn’t obtain for yield and growth of lettuce. | |
| 4310 | 14120 | H1D011041 | KOMPARASI TAHANAN LATERAL SAMBUNGAN GLUGU LAMINASI MENGGUNAKAN PASAK (DOWEL) BAMBU DAN BAUT | Glugu laminasi merupakan salah satu material yang dapat digunakan sebagai struktur bangunan. Pada penggunaan struktur tersebut, komponen sambungan merupakan salah satu bagian lemah dari srtuktur yang perlu didesain dengan baik. Kegagalan pada sambungan dapat mengakibatkan kegagalan struktur sehingga akan memungkinkan terjadinya keruntuhan pada struktur tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahanan lateral alat sambung (dowel) dan mode kegagalan yang terjadi pada sambungan struktus glugu laminasi. Pengujian yang dilakukaan adalah pengujian sifat mekanik glugu laminasi, pengujian kuat tumpu, kuat lentur dan tahanan lateral yang digunakan sebagai salah satu parameter analisis kekuatan sambungan. Hasil penelitian ini adalah nilai tahanan lateral dan kapasitas sambungan yang paling optimal digunakan pada sambungan struktur glugu laminasi. Glugu laminasi memiliki nilai rata – rata kerapatan sebesar 852,4 Kg/m3 dan kadar air rata – rata sebesar 16,099 % dengan berat jenis sebesar 0,734 sehingga glugu laminasi termasuk dalam kayu kelas kuat II. Di lihat dari sifat mekanika, glugu laminasi memiliki nilai kuat tekan tegak lurus arah serat, kuat tekan sejajar arah serat, kuat tarik tegak lurus serat, kuat tarik sejajar arah serat, kuat geser, kuat lentur berturut – turut sebesar 11,64 MPa; 73,16 MPa; 61,67 MPa; 73,16 Mpa; 10 MPa dan 89,74 Mpa. Tahanan lateral glugu laminasi menggunakan dowel bambu diameter 8 mm, dowel bambu diameter 10 mm, dowel bambu diameter 12 mm, baut diameter 8 mm, baut diameter 10 mm, baut diameter 12 mm berturut – turut adalah 5,633 kN; 5,800 kN; 8,033 kN; 17,167 kN; 16,300 kN; 24,033 kN. Mode kelelehan yang terjadi pada hasil pengujian adalah mode kelelehan IV untuk semua dowel bambu dan baut diameter 8 mm, sedangkan pada baut diameter 10 mm, dan baut diameter 12 mm adalah moe kelelehan IIIs. Alat sambung yang optimal di gunakan sebagai alat sambung geser glugu laminasi adalah baut karena memiliki kuat lentur dan tahanan lateral yang lebih tinggi dari pada dowel bambu. | Laminated coconut wood is one of materials that can use as building structures. In the use of the builing structures, conection is a weak part of structures that need to be designed well. Conection failure can affect structural failure which will be continued by the collapse of the structures. The research objective is to determine the lateral resistance and failure mode that happen in laminated coconut wood conection. According to the research, laminated coconut wood has the average of density 0,852 gr/cm2, the average of water content 16,099% and specific gravity 0,734so that laminated coconut wood included into wood category of strong class II. According to wood mechanical properties, laminated coconut wood has value of compressive perpendicular to grain, compressive parallel to grain, tensile perpendicular to grain, tensile parallel to grain, shear strength and bending testing laminated coconut wood row is 11,64 MPa; 73,16 MPa; 61,67 MPa; 73,16 MPa; 10 MPa; 89,74 MPa. Lateral resistence of laminated coconut wood with diameter of 8 mm, 10 mm, and 12 mm bamboo dowel and diameter of 8 mm, 10 mm, and 12 mm bolt dowel value successively equal to 5,633 kN; 5,800 kN; 8,033 kN; 17,167 kN; 16,300 kN; 24,033 kN.The yield mode that occurs in the experiment is yield mode IV to all bamboo dowel and 8 mm bolt dowel, yield model IIIs to 10 mm and 12 mm bolt dowel. Optimals shear conector use as laminated coconut wood conection is bolt dowel, because bolt dowel has higher bending strength and lateral resistance than bamboo dowel. | |
| 4311 | 14121 | A1L011175 | PENAMPILAN GENOTIPE TANAMAN KENTANG VARIETAS GRANOLA, ATLANTIK, DAN TEDJO MZ DI DATARAN MEDIUM PASCA RADIASI SINAR GAMMA | Pengembangan tanaman kentang selama ini berada di dataran tinggi, dan menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap lingkungan. Sehingga diperlukan alternatif untuk mengatasi hal tersebut menggunakan teknik pemuliaan tanaman yaitu induksi mutasi dengan mutagen sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kentang. 2). Mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap variabel kualitatif tanaman kentang. 3). Mengetahui mutan - mutan yang unggul dari segi produksi dan sifat ketahanan terhadap penyakit. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2014 sampai dengan bulan Maret 2015, bertempat di lahan percobaan Desa Karang Tengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Ketinggian lahan percobaan adalah 388 (m dpl). Penelitian menggunakan rancangan bersekat (Augmented Design) dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 3 varietas kentang sebagai pembanding yaitu Atlantik, Granola, dan Tedjo MZ dengan 4 perlakuan. Perlakuan yang di coba meliputi: 0 (kontrol), 15, 25, dan 35 Gy dengan ulangan hanya pada kontrol. Variabel yang diamati meliputi persentase tanaman hidup, waktu tumbuh tanaman, tinggi tanaman, jumlah batang, diameter batang, jumlah daun, susunan daun, warna daun, frekuensi daun menyimpang, berbunga atau tidak, warna mahkota bunga, diameter umbi, bentuk umbi, warna kulit umbi, warna daging umbi, jumlah umbi, bobot total umbi per tanaman, rerata bobot umbi, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, kebiasaan tumbuh, dan umur panen. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji LSI (Least Significant Increase). 1). Hasil penelitian dari perlakuan radiasi sinar gamma 15, 25, dan 35 Gy yang menunjukkan keunggulan dari segi pertumbuhan yaitu pada variabel persentase tanaman hidup, tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun, sedangkan dari segi produksi pada variabel bobot total umbi per tanaman dan rerata bobot umbi. 2). Perlakuan radiasi sinar gamma memberikan pengaruh yang berbeda dengan tanaman kontrol pada variabel bentuk daun, frekuensi daun menyimpang, kebiasaan tumbuh, bentuk umbi, dan sifat ketahanan terhadap penyakit. 3). Mutan yang memberikan keunggulan dalam segi ketahanan terhadap penyakit, bobot total umbi per tanaman, dan bobot umbi adalah mutan D1-A11, D2-A11, D2-A4, D1-G1, D1-G2, D3-G11, D3-G12, dan D2-M11. | The development of the potatoes crop had been in the highlands, and cause unfavorable impact on the environment. So that needed an alternative to overcome this using plant breeding techniques that induced mutation by mutagen gamma rays. This research was aimed to 1). Knowing the influence of gamma radiation to the growth and yield of potato. 2). Knowing the influence of gamma radiation to the qualitative variables potato plants. 3). Knowing mutants that are superior in production and disease resistance. The research was conducted from November 2014 to March 2015, in located experimental field of Karang Tengah village, Baturraden subdistrict, Banyumas Regency. The altitude of experimental field was 388 (m asl). This research design was used (Augmented Design) with the basic design of a randomized block design (RAK) used three varieties of potatoes as a comparison, namely the Atlantic, granola, and Tedjo MZ with four treatments. The treatments tested were four radiation levels of gamma rays, namely 0 (control), 15, 25, and 35 Gy with repetition only in control. Observed variabels were the percentage of live plants, grow a plant, plant height, number of stems, stem diameter, number of leaves, leaf arrangement, leaf color, leaf frequency deviates, flowering or not, the color of petals, diameter tuber, tuber shape, tuber skin color, flesh color tuber, tuber number, total weight tuber plant, average tuber weight, plant fresh weight, plant dry weight, growth habit, and time of harvest. The dates analyzed by F test, if there was obvius diverge continued by Least Significant Increase (LSI) test. 1). The results showed that gamma irradiation treatment 15, 25, and 35 Gy affected gives in terms of growth is at a variable percentage of plant life, plant height, stem diameter, and number of leaves, while in terms of the production of the variable total weight of tubers plant and mean tuber weight. 2). The treatment of gamma-ray radiation give different effect to the control plants variable leaf shape, leaf frequency deviates, growth habit, tuber shape and disease resistance. 3). The mutants which gives advantages in terms of disease resistance, the total weight of tuber plants, and the mean tuber weight is a mutant D1-A11, D2-A11, D2-A4, D1-G1, D1-G2, D3-G11, D3-G12, and D2-M11. | |
| 4312 | 14078 | A1L111027 | KAJIAN TEKNOLOGI BUDIDAYA, PRODUKSI DAN KUALITAS MELATI PUTIH (Jasminum sambac L.) PADA LAHAN TEGALAN DAN PASIR PANTAI DI TIGA KABUPATEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknologi budidaya yang diterapkan, pengaruh penerapan teknologi budidaya terhadap hasil dan kualitas melati putih, dan mengetahui kualitas bunga melati putih yang baik pada tanaman melati yang ditanam di lahan tegalan dan pasir pantai di Kabupaten Pemalang, Pekalongan, dan Batang. Penelitian survai ini menggunakan metode puposive untuk menentukan daerah penelitian; sedangkan untuk menentukan sampel, digunakan Proporsional Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi melati lahan tegalan dan pasir pantai di tiga kabupaten dipengaruhi oleh teknologi budidaya yang diterapkan dan lahan yang digunakan untuk budidaya. Rata-rata di tiga kabupaten produksi melati lahan tegalan lebih tinggi dibandingkan dengan pasir pantai, hal ini disebabkan karena jenis lahan tegalan memiliki tingkat salinitas yang lebih rendah dibandingkan dengan pasir pantai. Melati di lahan tegalan dan pasir pantai Kabupaten Pemalang dan Batang memiliki kualitas yang tidak sesuai dengan standar yang digunakan untuk pewangi teh, sedangkan di lahan pasir pantai Kabupaten Pekalongan sebenarnya kualitas melati memenuhi standar ekspor karena panjang bunga yang mencapai 1-1,5 cm, namun karena keterbatasan relasi melati di wilayah pasir pantai Kabupaten Pekalongan tidak diekspor. | This study aims to know the applied cultivation technology and its effect, on the yield and quality of white jasmine, and to know the quality of white jasmine flowers that grown in coastal land and dry land in Pemalang, Pekalongan, and Batang. This survey research used purposive method to determine the location of research; whereas to determine the sample, used proportional simple random sampling. The results showed that the production of jasmine dry land and coastal land in three regencies affected by applied cultivation technologies and the land used for cultivation. Average in the three regencies of jasmine production in dry land is higher than the coastal land, this is because the type of dry land has a lower salinity levels compared to the coastal land. Jasmine in dry land and coastal land Pemalang and Batang has a quality that does not conform to standards used for perfuming tea, whereas in coastal land Pekalongan actual quality of jasmine meet export standards because long the interest reached 1-1,5 cm, but because of limitation relation jasmine in the coastal land Pekalongan was not exported. | |
| 4313 | 14123 | E1A010017 | PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMALSUAN AKTA OTENTIK YANG DILAKUKAN OLEH NOTARIS (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 67/Pid.B/2012/PN.Slmn.) | Skripsi ini membahas mengenai pembuktian tindak pidana pemalsuan akta otentik yang dilakukan oleh notaris dalam Putusan Pengadilan Negeri Sleman Nomor: 67/Pid.B/2012/PN.Slmn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuktian tindak pidana pemalsuan akta otentik yang dilakukan oleh notaris dan untuk mengetahui akibat hukum bagi terdakwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif dan metode analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pembuktiannya telah memenuhi asas batas minimum pembuktian berdasarkan Pasal 183 KUHAP dan telah memenuhi alat bukti yang diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP berupa keterangan saksi, keterangan ahli, dan surat yang saling bersesuaian dengan keterangan terdakwa, serta memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 264 ayat (1) ke-1 KUHP. Akibat hukum terhadap terdakwa yaitu dipidana penjara selama 1 tahun 9 bulan. Barang bukti berupa surat dikembalikan kepada Penuntut Umum dan terdakwa dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000. Berdasarkan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris maka putusan tersebut dapat dijadikan dasar oleh Majelis Pengawas Pusat untuk mengusulkan kepada Menteri agar notaris yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat sebagai notaris. | This thesis discusses about proving the crime of falsification of an authentic deed done by a notary public in Sleman District Court Decision Number 67/Pid.B/2012/Pn.Slmn. This study aims to determine proof of the crime of falsification of an authentic deed done by a notary and to determine the legal consequences for the defendants. The method used in this study is juridis normative, with specification of the study is prescriptive and data analysis methods used are qualitative normative. Based on the study can be concluded that the proof is in compliance with the principle of a minimum threshold of proof under Article 183 KUHAP and in compliance with the evidence set forth in Article 184 Paragraph (1) KUHAP in the form of witness statements, expert testimonies, and letters that fit together with the testimony of the defendant, as well as meet the elements in Article 264 Paragraph (1) 1st KUHP. The Legal consequences of the defendant is sentenced to imprisonment for 1 year 9 months. The evidence such as the letter was returned to the Prosecutor and the defendant is charged pay court costs amounting to Rp. 5000. Based on Article 13 of Law Number 30 years 2004 about a notary, it can be used for Assembly Center Supervisor to suggest to the Minister that the notary dishonorably discharged as a notary. | |
| 4314 | 14128 | A1H011038 | PERANCANGAN SISTEM PENGENDALI IKLIM MIKRO DALAM MODEL PLANT FACTORY BERBASIS ARDUINO | Plant Factory adalah sistem tanam pada ruang tertutup menggunakan cahaya buatan dan menerapkan berbagai sistem kontrol untuk mengatur unsur-unsur iklim mikro untuk menciptakan kondisi ruangan yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur-unsur iklim mikro yang berpengaruh pada tanaman seperti suhu, kelembaban relatif, dan intensitas cahaya dikendalikan dengan menggunaan Air Conditioner (AC), humidifier, dan lampu LED yang bekerja secara otomatis. Penelitian ini menerapkan sistem kontrol otomatis menggunakan mikrokontroler Arduino sebagai pusat pengendalian keseluruhan sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sistem kontrol otomatis pada aktuator menggunakan prinsip kerja kontrol on-off. Parameter pengendalian kontrol on-off menggunakan sinyal umpan balik dari sensor berbasis sistem close-loop dan penggunaan timer berbasis sistem open-loop. Sensor yang digunakan adalah sensor suhu kelembaban SHT10 dan sensor cahaya Analog Ambient Light Sensor. Selain itu mikrokontroler juga berfungsi untuk menampilkan data pada Liquid Crystal Display (LCD) dan menyimpan data pada perangkat penyimpanan untuk kepentingan analisis dari kinerja sistem keseluruhan dalam ruang Plant Factory. Pengujian pada sistem menunjukkan nilai keluaran sistem untuk setiap unsur yang dikendalikan telah berada pada kondisi yang optimum. | Plant Factory is a cropping system in a confined space using artificial light and apply various control systems to manage the elements of microclimate to create an ideal indoor conditions for plant growth and development. The elements that affect the plants microclimate such as temperature, relative humidity, and light intensity is controlled by the use of Air Conditioner (AC), humidifier, and the LED lights that works automatically. This research applies the automatic control system using the Arduino microcontroller as the control center of the whole system. Results from this research is the automatic control system to the actuator using the principle of on-off control. The parameters of on-off control using feedback signals from the sensor based closed-loop system and the use of timer based open-loop system. The sensor used is a temperature humidity sensor SHT10 and light sensors Analog Ambient Light Sensor. Besides it also display data on a Liquid Crystal Display (LCD) and storing data on a storage device for analysis of overall system performance in space Plant Factory. Tests on the system indicates the output value for each element of the system was to be controlled in an optimum condition. | |
| 4315 | 14132 | A1L110004 | PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA PADA BERBAGAI RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA SECARA ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rakitan teknologi budidaya selada organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati yang menghasilkan komponen pertumbuhan tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, dimulai bulan Maret hingga Mei 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rakitan teknologi budidaya selada organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati yang terpilih adalah rakitan C (pupuk kandang (10 ton/ha) + POC tanah SO-kontan Lq (6 ml/l) + POC daun SO-Kontan Fert (6 ml/l) + Pestisida nabati maja gadung (6%) + agens hayati Trichoderma harzianum (10 g/polybag) + daun bambu) dengan produksi 32.36 g/tanaman. | The aimed of this research was to know lettuce organic cultivation technology assemblies based on liquid organic fertilizer and botanical pesticide which incerases growth component. This research was conducted at Windujaya Village, Kedungbanteng Subdistrict, Banyumas Regency, from March to May 2015. The design of this research was Randomize Completely Block Design (RCBD) with 7 treatments and 4 replications. Result of the research showed that lettuce organic cultivation technology assemblies selected based on liquid organic fertilizer and botanical pesticide was C (biofertilizer (10 ton/ha) + LOF for soil SO-Kontan Lq (6 ml/l) + LOF for leaf SO-Kontan Lq (6 ml/l) + maja gadung botanical pesticide (6%) + bamboo leaves + Trichoderma harzianum (10 g/polybag) with productivity | |
| 4316 | 14133 | A1H011036 | Rancang Bangun Solar Tracker Semi Mekanis pada Konsentrator Surya Tipe Parabola | Energi surya merupakan sumber energi terbarukan terbesar yang ada hingga saat ini. Untuk mencukupi kebutuhan energi di dunia hanya butuh 1% dari total energi surya. Salah satu bentuk pemanfaatan energi surya dapat dilakukan dengan menggunakan sistem konsentrator surya. Konsentrator surya berfungsi memantulkan cahaya matahari menggunakan reflektor yang kemudian dipusatkan pada receiver untuk menghasilkan panas yang digunakan untuk memanaskan fluida kerja yang ada di dalam receiver. Tujuan penelitian ini adalah merancangbangun sistem solar tracker semi mekanik pada konsentrator surya tipe parabola untuk meningkatkan efisiensi penerimaan iradiasi surya. Hasil penelitian menunjukan bahwa desain konsentrator surya tipe parabola dengan penjejak mathari semi mekanis yang telah dibuat memiliki dimensi total 220 cm x 230 cm (diameter x tinggi total), sedangkan bagian reflektor memiliki dimensi diameter 210 cm, kedalaman lengkungan 35 cm dan jarak fokus (F) 78,75 cm. Penjejak matahari yang digunakan terbagi menjadi sistem rel dan dua buah pipa yang salah satunya digunakan sebagai selongsong. Sudut yang dapat dicapai oleh sistem penjejak rel (horizontal) adalah 360o sehingga dapat mengiktui setiap perubahan sudut horizontal seperti, sudut deklinasi (δ ) dan Azimuth (γ), sedangkan pada penjejak pipa selongsong dapat digerakan secara vertikal sejauh 55o atau dapat dikatakan mampu mengikuti sudut jam (ω) mulai dari pukul 09.30 hingga pukul 14.30. dimana pengambilan data dilakukan dari pukul 10.00 sampai pukul 14.00, sehingga dapat disimpulkan bahwa penjejak matahari berfungsi dengan baik untuk mengikuti sudut perpindahan matahari. | Solar energy is renewable energy source the largest exists today .To satisfy the needs of energi in the world just need 1 % of the total energy solar system .One form of the use of solar energi can be done by use the solar concentrator. Solar concentrator serves reflecting the light of the sun use reflectors which then focus on receiver to produce heat used to heat a working fluid which is in receiver. The purpose of this research is design solar system tracker semi mechanical on dish solar concentrator to improve the efficiency of solar irradiated. The research results showed that design solar concentrator parabolic with a semi mechanical solar tracker that has been created has the dimensions of a total of 220 cm x 230 cm (diameter x height in total), while the reflector has a diameter dimension of 210 cm, depth 35 cm arches and focal length (F) 78.75 cm. Solar tracker used divided into the system rail and the two pipe one of which used as shells. Angle can be achieved by a tracking system Rails (horizontal) is 360o so that it can soon followed, each horizontal angle changes such as, the angle of declination (δ) and Azimuth (γ) , While in pipe shells tracker can be set in motion vertically as far as 55o or it can be said able to follow angles hours (ω) ranging from 09.30 to 14.40 . Where the data taken at 10.00 until 14.00 , so that it can be concluded that solar tracker function properly to follow angles displacement of the sun . | |
| 4317 | 14163 | A1L012110 | UJI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora maydis (Rac.) Shaw.) PADA TANAMAN JAGUNG MANIS | Penelitian ini bertujuan untuk mencari isolat efektif metabolit sekunder Trichoderma sp. dalam mengendalikan penyakit bulai serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi serta terhadap senyawa fenol pada tanaman jagung manis. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan lahan pertanaman jagung manis, Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, pada ketinggian tempat 225 m di atas permukaan laut, mulai Juli sampai dengan November 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat jahe, bawang merah, gabungan isolat jahe dan isolat bawang merah, serta fungisida berbahan aktif Metalaksil 35%. Variabel pengamatan meliputi komponen patosistem (masa inkubasi, intensitas penyakit, dan laju infeksi), komponen pertumbuhan (tinggi tanaman), komponen hasil (munculnya bunga petama kali, bobot buah per tongkol, bobot buah per satuan luas, panjang tongkol, jumlah baris), dan analisis senyawa fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat efektif terdapat pada perlakuan metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat jahe dalam mengendalikan penyakit bulai dengan menekan intensitas penyakit sebesar 60,55% dan menunda masa inkubasi sebesar 13,51%. Perlakuan dengan menggunakan metabolit sekunder Trichoderma sp. isolat jahe mampu meningkatkan tinggi tanaman 9,73%, munculnya bunga pertama kali 10,34%, bobot buah per tongkol 31,00%, serta bobot buah per satuan luas 35,53%. Perlakuan metabolit sekunder Trichoderma sp. mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol (tanin, saponin, dan glikosida) di dalam jaringan tanaman yang berperan dalam membangun ketahanan tanaman terhadap penyakit bulai. | This research aimed to find effective isolate of Trichoderma sp. secondary metabolites to control the disease and its effect on growth and yield, and on phenolic compound of sweet corn. This research was carried out at the Laboratory of Plant Protection and the sweet corn field at Banteran Village, Sumbang Sub-District, Banyumas Regency at altitude of 225 m above sea level started from July to November 2015. Randomized block design was used with five replicates. The treatments were control, secondary metabolite of Trichoderma sp. ginger, onion, combinations of onion and ginger isolates, and fungicide with active ingredients of 35% Metalaxyl. Variables observed were pathosystem components (incubation period, disease intensity, and infection rate), growth components (crop height), yield components (emergence of first flower, fruit weight per cob, fruit weight per unit area, cob length, number of rows), and phenolic compound analysis. Results of the research showed that the effective secondary metabolite was found at Trichoderma sp. ginger isolate indicated by suppressing the disease intensity and delaying the incubation period as 60,55 and 13,51%, respectively. The secondary metabolite Trichoderma sp. ginger isolate was effective to increase crop height 9,73%, emergence of first flower 10,34%, fruit weight per cob 31,00%, and fruit weight per unit area 35,53%. Those treatments were able to increase phenolic compounds (tannins, saponins, and glycosides) in the tissues of plants that play a role in developing the plant resistance to downy mildew. | |
| 4318 | 14139 | E1A012009 | PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN TERHADAP ANAK KANDUNG (INCEST) (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 296/Pid.Sus/2015/PN.PDG.) | ABSTRAK Semakin berkembangnya suatu masyarakat maka berkembang pula tindak pidana dalam suatu kelompok masyarakat tersebut. Tindak pidana dapat terjadi dimanapun, kapanpun dan terhadap siapapun termasuk perempuan dan anak- anak, misalnya saja kasus perkosaan terhadap anak kandung (incest). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana proses pembuktian tindak pidana perkosaan terhadap anak kandung (incest). Selain itu ditujukan pula untuk mengetahui kekuatan pembuktian keterangan saksi korban anak dalam Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 296/Pid.Sus/2015/PN.PDG. Berdasarkan atas hasil penelitian, bahwa Hakim Pengadilan Negeri Padang yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara dalam Putusan Nomor 296/Pid.Sus/2015/PN.PDG, sebelum menjatuhkan putusan pidana terhadap terdakwa MY, telah melaksanakan serangkaian proses pembuktian di persidangan. Dalam proses pemeriksaan pembuktian di persidangan Majelis Hakim telah melaksanakan ketentuan Pasal 183 dan Pasal 184 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dan menerapkan teoriteori tentang syarat pemidanaan serta didasarkan pada pertimbangan yuridis. Berdasarkan hal tersebut maka Majelis Hakim menyatakan terdakwa MY terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana Melakukan Kekerasan Atau Ancaman Kekerasan Memaksa Anak Melakukan Persetubuhan Dengannya berdasarkan rumusan Pasal 76D jo Pasal 81 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. | ABSTRACT The higher progression of society the criminal act will increase in the society. The criminal act can happen in everywhere, whenever, and happen to everyone such as female and children, for example the case of rape to own blood children (incest). The research was conducted with the purpose to find out and analyze how was the process of the authentication of criminal act of rape to the own blood children (incest). Beside that it was intended to find out the strength of authentication of the witness explanation to the victim of children in the Decision of Public Court of Padang Number 296/Pid.Sus/2015/PN.PDG. Based on result of research, that the Judge of Public Court of Padang who investigated, judged, and decided of case in Decision Number 296/Pid.Sus/2015/PN.PDG, before took the decision of criminal punishment to the suspect of MY, he had conducted the series of authentication process in trial court. In the investigation process of authentication in court the Judges had conducted the requirement of Article 183 and 184 Legislation Number 8 in 1981 about the Legislation Book of Criminal Trial and implemented the theories about the transfer requirement and based in the juridical consideration. Based on the explanation above so the Judges stated that the suspect of MY was proven legally and conveniently conducted the criminal act of Doing Violence or Violence Threat to Force the Children Doing the Sexual Intercourse with Him based formulation Article 76D jo Article 81 (3) Legislation Number 35 in 2014 about the Legislation change Number 23 in 2002 about the Children Protection. Keywords: Authentication, Witness of Children Victim, Criminal Act of Rape | |
| 4319 | 14134 | F1A011023 | Pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Bagi Penyandang Disabilitas (Studi di Thisable Enterprise, Jakarta Pusat) | Judul penelitian ini adalah Pelaksanaan Program Corporate Social Responsibilty (CSR) Bagi Penyandang Disabilitas (Studi Di Thisable Enterprise, Jakarta Pusat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi penyandang disabilitas di Thisable Enterprise sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Sasaran utama penelitian ini adalah CEO and Founder Thisable Enterprise, karyawan Thisable Enterprise, peserta program CSR dan pelaksana program CSR. Penelitian ini dilakukan di Gedung Graha Anugrah, Teluk Betung, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif kualitatif deskriptif, sedangkan validitas menggunakan model triangulasi. Hasil penelitian ini Pelaksanaan program CSR bersama di Thisable Enterprise mengacu pada pelaksanaan yang dirumuskan oleh Angkie Yudistia selaku CEO Thisable Enterprise dan prakrisi CSR bersama Thisable Enterprise. terdapat tiga tahapan pra-implementasi yang mengacu pada MDGs, tahapan pelaksanaan atau implementasi yang mengacu pada ISO 26000 dan evaluasi yang mengacu GRI. Setiap tahapan model pelaksanaan diatas mengacu pada acuan-acuan standar internasional yang sedang berlaku sebagai bentuk perusahaan dalam mengikuti isu global saat ini termasuk permasalahan sosial terhadap penyandang disabilitas. Tindakan ini merupakan nilai positif bagi perusahaan bahwa perusahaan sangat memperhatikan isu global. Selain itu, dengan memperhatikan isu global saat ini akan membantu CEO Thisable Enterprise dalam melaksanakan program dengan merangkul CSR Officer pemangku kepentingan atau stakeholder. Faktor pendorong terlaksanakanya program CSR bersama Thisable adalah adanya kerjasama dengan Wisma Chesire, Majalah Diffa, dan beberapa yayasan maupun perorangan sehingga memudahkan penyandang disabilitas mendapatkan informasi. Thisable Enterprise merangkul dengan berbagai media karena media merupakan proses sosialisasi yang efektif untuk memasarkan produknya ke berbagai perusahaan. Hambatan yang dihadapi oleh perusahaan sosial Thisable Enterprise adalah pertama anggarannya sedikit, kedua sumber daya manusia yang berkurang dan ketiga masalah aksesibilitas untuk penyandang disabilitas belum memadai. Hambatan lain adalah tidak semua perusahaan memahami kebijakan UUD No 4 Tahun 1997 tentang penyandang disabillitas dan ramah akan penyandang disabilitas karena belum memadainya aksesibilitas di perusahaan tersebut. Kata Kunci: Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Corporate Social Responsibility, Penyandang Disabilitas | ABSTRACT The title of this research is the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) for Person with Disability (Study In Thisable Enterprise, Jakarta Pusat). The purpose of this study was to determine and describe the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) for persons with disabilities in Thisable Enterprise as a form of community empowerment. The main target of this research is the CEO and Founder Thisable Enterprise, Enterprise Thisable employees, program participants implementing CSR and CSR programs. This research was conducted at Graha Anugrah, Telok Betong, Tanah Abang, Central Jakarta. Qualitative research method using descriptive qualitative method, whereas the validity of using triangulation models. Results of this study implementation of CSR programs together in Thisable Enterprise refers to the implementation formulated by AngkieYudistia as CEO Thisable Enterprise and CSR together prakrisiThisable Enterprise. There are three stages of the pre-implementation refers to the MDGs, stages of implementation or implementations based on ISO 26000 and GRI refers evaluation. Each stage of the implementation of the model above references refer to the international standards in force as to follow the shape of the company in the current global issues including social issues for persons with disabilities. This action is a positive value for the company that the company is very concerned about global issues. Moreover, taking into account the current global issues will assist the CEO Thisable Enterprise in implementing the program by embracing CSR Officer of local stakeholders. The driving factors for the implementation of joint Thisable CSR program is the cooperation with the Wisma Cheshire, Diffa Magazine, and several foundations and individuals so as to facilitate persons with disabilities to get information. Thisable Enterprise embrace the media because the media is an effective socialization process to market its products to various companies. Barriers faced by social enterprises Thisable Enterprise is the first budget a bit, both human resources and third reduced accessibility issues for persons with disabilities was inadequate. Another obstacle is that not all companies understand the policy of the Constitution No. 4 of 1997 on disabillities and friendly persons with disabilities will be inadequate due to the accessibility of the company. Keywords: Corporate Social Responsibility, Disability, Corporate, Stakeholder | |
| 4320 | 14137 | A1L011094 | Respon Hama Penggerek Batang Padi Kuning (Scirpophaga incertulas Walker) terhadap Beberapa Varietas Tanaman Padi | Penelitian ini bertujuan mengetahui respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman padi terhadap hama Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK), gejala serangan dan intensitas serangan hama PBPK pada beberapa varietas tanaman padi, serta mengetahui respon pertumbuhan hama PBPK pada beberapa varietas tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas pada bulan April hingga Juli 2015. Rancangan dasar dari penelitian ini adalah menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) untuk setiap varietas dengan tiga ulangan untuk selanjutnya dilakukan analisis ragam. Faktor yang diuji adalah varietas padi Inpari 31, Inpari 32, Inpari 33, Hipa 12 SBU, Hipa 13, Hipa 18, Hipa 19, Situ Bagendit, Ciherang, dan IR 64. Variabel yang diamati yaitu, gejala serangan, intensitas serangan, jumlah ngengat, jumlah kelompok telur, siklus hidup, tinggi tanaman, jumlah malai, panjang malai, jumlah anakan, jumlah anakan produktif per rumpun, jumlah butir per malai, persentase gabah bernas dan hampa dan hasil panen. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F taraf 5% dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukan bahwa hama PBPK menghambat pertumbuhan beberapa varietas padi, namun tanaman mampu mengkompensasi kerusakan dengan menghasilkan anakan baru dan hasil produksi yang didapatkan berkisar 10,12 – 23,09 g per rumpun. Intensitas serangan PBPK pada varietas yang dicoba secara berurutan yaitu Hipa 19 (15,56%), Inpari 32 (15,92%), Hipa 13 (16,14%), Situ Bagendit (16,92%), Ciherang (17,53%), Inpari 33 (17,63%), Hipa 18 (20,30%), Inpari 31 (20,66%), Hipa 12 SBU (21,04%) dan IR 64 (22,16%). Pertumbuhan hama Penggerek Batang Padi Kuning dalam penelitian ini untuk masing-masing stadia yaitu, stadia telur selama 5-10 hari, larva selama 36-40 hari, pupa selama 21-25 hari dan imago selama 3-4 hari. | This research purpose were knowing the response of pest yellow rice stem borer (YRSB) to growth and yield some rice variety tested, knowing attack symptoms and intensity of pest attacks YRSB in some rice variety tested, and knowing response growth pest YRSB on some plant variety rice. The research was conducted at Pasir Kidul village, Purwokerto Barat district, Banyumas regency on April to Juli 2015. The basic design of this research was the randomized complete block design (RCBD) for each variety with three replications for further analysis of variance combined. Factors tested were rice varieties consisting of Inpari 31, Inpari 32, Inpari 33, Hipa 12 SBU, Hipa 13, Hipa 18, Hipa 19, Situ Bagendit, Ciherang, and IR 64. Observed variables were attacks symptoms, intensity of attacks, number of moths, the number of eggs mass, life cycle, plant height, number of panicles, panicle length, number of tillers, number of productive tillers per clump, the number of grains per panicle, percentage of pithy and hollow grain and yield. The Results were analyzed using the F test 5%, followed Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the YRSB inhibit the growth of some variety of rice, but the plant was able to compensated for the damage by produce new tillers and production results obtained range from 10,12 to 23,09 grams per clump. The intensity pest YRSB of the varieties tested sequentially were Hipa 19 (15,56%), Inpari 32 (15,92%), Hipa 13 (16,14%), Situ Bagendit (16,92%), Ciherang (17,53%), Inpari 33 (17,63%), Hipa 18 (20,30%), Inpari 31 (20,66%), Hipa 12 SBU (21,04%) and IR 64 (22,16%). Growth YRSB in this study each were eggs stadia 5-10 days, 36-40 days, larva 21-25 days, pupa and 3-4 day imago. |