Home
Login.
Artikelilmiahs
14335
Update
NOVIANTI DIAN LESTARI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK BROTOWALI, SAMBILOTO, MENIRAN, DAN KAYU MANIS TERHADAP HISTOPATOLOGI GLOMERULUS TIKUS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Brotowali, sambiloto, meniran, dan kayu manis merupakan tanaman unggulan Indonesia yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Keempat tanaman tersebut telah banyak diteliti dan digunakan untuk mengatasi kondisi hiperglikemi namun keamanan kombinasi keempat tanaman tersebut belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol keempat tanaman tersebut terhadap perubahan histopatologi glomerulus tikus wistar jantan yang mengalami hiperglikemi akut . Tikus wistar jantan diinduksi hiperglikemi dengan pemberian glukosa 2 gram/kg BB kemudian diberi kombinasi ekstrak etanol brotowali, sambiloto, meniran, dan kayu manis dengan dosis terendah (100 mg/kg bb, 100 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 300 mg/kg bb) dan tertinggi (500 mg/kg bb, 400 mg/kg bb, 400 mg/kg bb, dan 600 mg/kg bb) pada fase akut selama 24 jam. Perubahan histopatologi yang diamati berupa degenerasi albumin, degenerasi vakuolar, dan perubahan ruang bowman. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak memberikan pengaruh terhadap perubahan histopatologi glomerulus tikus hiperglikemi dengan p value 0,001 untuk degenerasi albumin dan degenerasi vakuolar; 0,048 untuk pelebaran ruang bowman; dan 0,020 untuk penyempitan ruang bowman.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Brotowali, sambiloto, meniran, and kayu manis are Indonesia main comodity those have secondary metabolite as hypoglycemic activity. Those plant have been used and studied for resolving hyperglcemic condition but safety of combining those plants remain unknown. Objective of this study was to explore effect of brotowali, sambiloto, meniran, and kayu manis extracts combination against rat glomerular histopathology in acute hyperglycemia. Male wistar rat was induced to hyperglcemia using 2 gram/kg bw glucose following with combination of brotowali, sambiloto, meniran, and kayu manis extracts using lowest dose (100 mg/kg bw, 100 mg/kg bw, 200 mg/kg bw, dan 300 mg/kg bw) and highest dose (500 mg/kg bw, 400 mg/kg bw, 400 mg/kg bw, and 600 mg/kg bw) in acute periode for 24 hour. Histopathological change such albumin and vacuolar degeneration and change in bowman space were observed. Data of observation were analyzed using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test with 95% Confident Interval (CI). Result of this study showed there are some effects of administering extracts combination to glomerular histopathological change with p value 0,001 for albumin and vacuolar degeneration; 0,048 for increasing bowman space; and 0,020 for decreasing bowman space.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save