Artikelilmiahs

Menampilkan 4.361-4.380 dari 48.759 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
436114176E1E008045PERANAN NOTARIS DALAM PROSES PERADILAN BERKAITAN DENGAN KEWAJIBAN MENJAGA KERAHASIAAN INFORMASI KENOTARIATAN (Studi Di Kabupaten Wonosobo)ABSTRAK

Notaris adalah jabatan kepercayaan dan untuk kepentingan masyarakat, oleh karena itu seseorang bersedia mempercayakan sesuatu kepadanya. Tindak lanjut dari tugas yang diemban oleh notaris mempunyai dampak secara hukum, artinya setiap pembuatan akta notaris dapat dijadikan sebagai alat bukti, apabila terjadi sengketa diantara para pihak. Hal ini menyebabkan rahasia jabatan yang dimiliki notaris dapat tetap terjaga sehubungan dengan peran notaris dalam proses peradilan.
Berdasarkan hal tersebut, maka muncul permasalahan mengenai : (1) Apakah Notaris yang memberikan kesaksian terhadap suatu perkara dapat mengungkapkan informasi kenotariatan yang dibuatnya baik sebagian atau seluruhnya kepada pihak lain? (2) Sejauh mana batasan-batasan Notaris dalam memberikan keterangan agar tetap dapat menjaga kerahasiaan informasi kenotariatan dalam proses peradilan, baik di tingkat penyidikan maupun di pengadilan?
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan mengkaji data primer dan data sekunder yang di analisis secara kualitatif. Untuk memperkuat penelitian ini, maka dilakukan wawancara dengan pihak terkait. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Wonosobo.
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, maka menurut ketentuan Pasal 1909 ayat (1) KUHPerdata, setiap orang yang cakap menjadi saksi, diharuskan memberikan kesaksian di muka hakim. Bagi mereka yang karena kedudukannya, pekerjaannya, atau jabatannya menurut Undang-Undang diwajibkan merahasiakan sesuatu dapat minta dibebaskan dari kewajibannya memberikan kesaksian mengenai hal-hal yang dipercayakan kepadanya. Notaris sebagai Warga Negara Indonesia berkewajiban memberikan keterangan dalam proses hukum.
ABSTRACT

Notary, is a trust’s profession that is purposed for the public interest so that someone is disposed to trust something to him/her. The follow up of the duty that is burdened to the notary has legal effects. It means that every process to make notary’s official documents can be an evidence if lawsuit is appeared between the parties. It causes the profession’s secret belonging to the notary can still be guarded relating to the role of the notary in the judicature process.
Based on that, there are some issues that appear concerning of 1. Whether the notary who testified against a notaries may disclose information that is made, either in part or entirety to the other parties? 2. How far limitations the notary in providing information in order to remain able to maintain the secretly of information notaries in judicial process, both at the level of investigation or in court?
This research is a juridically empirical with examining primary data and secondary data source that is constituted by qualitatively data analysis. In order to strengthen the literature research, the writer interview the related parties. Location of this research in Wonosobo.
Based on the writer’s research, according to the stipulation of Article 1909 paragraph (1) of Civil Code, every person who is capable to be a witness, must give a testimony in front of the judge. For people who are relating to their positions, their jobs, or their professions according to the Law, are obliged to keep something secret, may ask for being free from the duty to give a testimony relating to the things that is trusted to him/her. Notary, as Indonesian citizen, has a duty to give an officialstatement in the process of law.
436214177G1A012135HUBUNGAN KEJADIAN MENINGITIS ANAK DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Belakang. Meningitis merupakan penyakit infeksi pada selaput otak dan dapat menjalar hingga ke otak dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi terutama pada anak. ASI eksklusif mengandung berbagai zat yang dapat mengoptimalkan fungsi sistim imunitas tubuh serta berperan sebagai antibakteri dan antivirus yang baik bagi anak, salah satunya untuk melawan agen penyebab meningitis. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif dapat menjadi pencegahan dini kejadian meningitis pada anak.
Tujuan Penelitian. Mengetahui hubungan kejadian meningitis anak dengan pemberian ASI eksklusif di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode Penelitian. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan case control. Subjek penelitian adalah anak yang didiagnosa meningitis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto sebagai kelompok kasus dan anak yang tidak meningitis di Posyandu Desa Sambirata yang masing-masing kelompok terdiri atas 41 anak dengan usia 6 bulan – 12 tahun. Analisis statistik menggunakan uji chi square.
Hasil Penelitian. Kelompok kasus menunjukkan rata-rata anak yang didiagnosa meningitis usia balita (1 – 5 tahun) dengan lebih banyak jenis kelamin laki-laki (53,7%) dari pada perempuan. Hasil penelitian menyatakan bahwa kelompok kasus lebih banyak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif (63,4%) dari pada kelompok kontrol (19,5%). Analisis bivariat kejadian meningitis anak dan pemberian ASI eksklusif pada kedua kelompok menunjukan hubungan yang signifikan (p<0,05).
Kesimpulan. Terdapat hubungan antara kejadian meningitis anak dengan pemberian ASI eksklusif di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Background. Meningitis is an infectious disease on the cerebral membrane. It can spread through the brain and causes high morbidity and mortality especially in children. Exclusive breast milk contains many substances those can optimize the function of the body's immune system. It acts as an antibacterial and antiviral that is good for children, one of them against the causative agent of meningitis. Therefore, exclusive breastfeeding can be an early prevention of meningitis in children.
Objectives. To studies the association between the incident of meningitis in children with exclusive breastfeeding in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospital.
Methods. This research used an analitic observational with case control study. The subjects were children diagnosed meningitis in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital as a case group and children who have no meningitis in Posyandu Sambirata’s as a control group. Each group consisted of 41 children aged 6 months - 12 years. Chi square was used to analyse the data.
Result. The result showed that the average age of the case group is 1 - 5 year old children, with the boys subjects (53,7%) were bigger than the girls. It also showed that the case were more in exclusively breastfeed (63,4%) than the control group (19,5%). The bivariate analysis showed a significant result in association between the incident of meningitis in children and exclusive breastfeeding (p>0,05).
Conclusions. There was association between the incident of meningitis in children with exclusive breastfeeding in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospital.
436314175A1L111023PENGARUH TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN PADI TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI LOGAWA KABUPATEN BANYUMASPenurunan kualitas air dapat terjadi karena ekspoitasi lahan untuk memenuhi kebutuhan akan tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui teknik budidaya yang dilakukan petani tanaman padi di Sub DAS Logawa Kabupaten Banyumas, 2) mengetahui dampak teknik budidaya tanaman padi terhadap kualitas air sungai Sub DAS Logawa Kabupaten Banyumas, 3) mengetahui kearifan lokal dalam budidaya tanaman yang dilakukan oleh petani dalam upaya pengendalian kerusakan lingkungan di Sub DAS Logawa Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling. Variabel yang diamati adalah 1) aspek budidaya meliputi teknik budidaya dan variabel pendukung, 2) aspek fisik dan kimia kualitas air sungai meliputi zat padat terlarut, zat padat tersuspensi, pH, BOD, COD, Total PO4 sebagai P, Total NO3 sebagai N, Sulfat, dan Belerang sebagai H2S, 3) aspek sosial meliputi perilaku petani. Analisis data yang digunakan pada rancangan penelitian ini adalah metode deskriptif (descriptive analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Teknik budidaya yang umumnya dilakukan petani tanaman padi di Sub DAS Logawa Kabupaten Banyumas adalah teknik budidaya konvensional, 2) Teknik budidaya tanaman padi memberikan dampak negatif terhadap kualitas air sungai di wilayah Sub DAS Logawa Kabupaten Banyumas terutama di wilayah hulu pada kegiatan pemupukan, 3) Kearifan lokal yang dilakukan oleh petani dalam upaya pengendalian kerusakan lingkungan di Sub DAS Logawa Kabupaten Banyumas, diantaranya adalah penggunaan kalender Pranata Mangsa dan penanaman sereh (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) di bedengan sawah sebagai bentuk konservasi.Water quality degradation occurs due to excessive land exploitation for the supply of rice plants. The aims of the research are: 1) To determine cultivation techniques by the farmers plant rice in Sub watershed Logawa Banyumas Regency, 2) To determine the impact techniques of rice cultivation on river water quality Sub watershed Logawa Banyumas Regency, 3) To know the local wisdom in the paddy cultivation by farmers in an effort to control environmental damage in the Sub watershed Logawa Banyumas Regency. This study uses a survey with a sampling technique used was purposive sampling. Variabel observed from this research are 1) the aspect of cultivation including : cultivation techniques, cropping patterns and other supporting variables. 2) variables measured in terms of physical and chemical aspects of water quality was dissolved solids, suspended solids, pH, BOD, COD, Total PO4 as P, Total NO3 as N, Sulphates, and sulfur as H2S. 3)Social aspect including farmer behavior. Analysis of the data used in this study design is descriptive (descriptive analysis). The results showed that: 1) The cultivation technique generally done by the farmers plant paddy in the Sub watershed Logawa Banyumas Regency is conventional cultivation techniques, 2) Techniques of rice cultivation have negative impact on water quality in Sub watershed Logawa Banyumas Regency especially in the upstream region at fertilization, 3) Local wisdom conducted by farmers in an effort to control environmental damage in the Sub watershed Logawa Banyumas Regency, including the using of Pranata Mangsa calendars and lemongrass (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf ) planting techniques in rice beds as conservation.
436414880A1L009173TANGGAP PERTUMBUHAN DAN HASILPADI GOGO (Oryza Sativa L.) PADA PEMBERIAN KOMPOS NILAM DAN PUPUK ORGANIK CAIR DIPERKAYA KHAMIR BAMBU (POC+kb) PADA TANAH ULTISOLPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemberian kompos Nilam dan POC+kb terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo pada Ultisol, 2) memilih takaran POC+kb dan kompos Nilam terbaik atas dasar pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo pada Ultisol.Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAKL faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu takaran kompos Nilam dengan 3 taraf, yaitu 0 g/pot atau setara dengan 0 ton/ha, 200 g/pot atau setara dengan 40 ton/ha dan 400 g/pot atau setara dengan 80 ton/ha.Faktor kedua yaitu takaran POC dengan 4 taraf, yaitu 0ml/pot atau setara dengan 0L/ha, 0,05ml/pot atau setara dengan 10L/ha, 0,10ml/pot atau setara dengan 20L/ha dan 0,20 ml/pot atau setara dengan 40 L/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan total dan produktif, bobot akar kering, panjang malai, bobot jerami basah dan kering, bobot gabah isi dan hampa, jumlah gabah, jumlah gabah isi dan hampa. Data dianalisisdengan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilakukan uji Duncan pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pemberian kompos Nilam mampu meningkatkan jumlah anakan produktif dari 18 menjadi 19 batang/rumpun; bobot jerami kering dari 49,90 menjadi 84,04 g/rumpun; dan jumlah gabah dari 38 menjadi 60 bulir/malai, 2) pemberian POC+kb tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo, 3) pemberian kompos Nilam dan POC+kb terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo yaitu pada takaran 40 ton kompos Nilam/ha dan tanpa POC (N1C0), 4) Ultisol adalah tanah dengan pH 5,3; N total 0,109 % dan K total 0,017 % (tidak subur).This research aims to: 1) determine the effect of Patchouli compost and LOM+yeast-bamboo on growth and yield of upland rice in the Ultisol, 2) select LOM+yeast-bamboo dose and the best quality of Patchouli compost on the basis of growth and yield of upland rice in the Ultisol. Experiments carried out upland rice in a pot, with Patchouli compost and LOM Ultisol soil dosed. This research used a CRBD with 2 factor and 3 replications. The first factor is the dose of Patchouli compost with 3 levels, is 0 g/pot or equal to 0 tonnes/ha, 200 g/pot, equivalent to 40 tonnes/ha and 400 g/pot or equivalent with 80tonnes/ha. The second factor is the dose of LOM with 4 levels, namely 0ml/pot or equal to 0L/ha, 0.05ml/pot, equivalent to 10 L/ha, 0.10 ml/pots or equal to 20 L/ha and 0.20 ml/pot, equivalent to 40 L/ha. The variables measured were plant height, number of productive and total tillers, root dry weight, panicle length, weight of wet and dry straw, the weight of contents and empty grains, grain number, the number of empty and filled grains. The Research data analyzed using the F test continued Duncan test at 5 % error level.The results of study showed that:1) Patchouli composting can increase the number of productive tillers from 18 to 19 rod/clump; weight of dry straw from 49,90 to 84,04 g/clump; and total of grain from 38 to 60 grain/panicle, 2) LOM+yeast had no effect on the growth and yield of upland rice, 3)Patchouli compost andLOM+yeast best for growth and yield of upland rice is 40 tonnes Patchouli compost/ha and without LOM (N1C0) , 4)Ultisols are the soil with pH 5,3; N total 0,109 % and K total 0,017 % (unfertile).
436514179A1C011002OPTIMALISASI USAHATANI TOMAT BEEF DAN TOMAT CHERRY
DI PT. MOMENTA AGRIKULTURA KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT, JAWA BARAT
PT. Momenta Agrikultura merupakan perusahaan yang bergerak di bidang hortikultura. Perusahaan tersebut memiliki beberapa macam tanaman hortikultura yang dibudidayakan, salah satunya adalah tomat beef dan tomat cherry. Kedua jenis tomat tersebut ditanam dengan sistem hidroponik subtrat di dalam greenhouse. Sebagai perusahaan yang menanam komoditas tomat dengan jenis yang berbeda maka perlu mengenai kedua jenis usahatani tersebut. Tujuan penelitian : (1) mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan, (2) mengetahui Break Even Point , (3) optimalisasi keuntungan dengan penggunaan faktor produksi pada usahatani tomat beef dan tomat cherry. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengambilan data dilaksanakan 17 Agustus- 17 September 2015. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, analisis Break Even Point, rasio imbangan penerimaan dan biaya (R/C) dan program linier. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk tomat beef adalah Rp20.196.221,00 dan untuk tomat cherry adalah Rp22.790.890,00. Penerimaan yang diperoleh dari satu kali musim tanam adalah Rp26.831.000 untuk tomat beef dan Rp26.689.000,00 untuk tomat cherry maka pendapatan yang diterima untuk usahatani tomat beef adalah Rp6.634.779,00 dan Rp3.929.360,00 untuk usahatani tomat cherry. Dari hasil penerimaan yang didapat serta biaya yang dikeluarkan maka nilai R/C untuk usahatani tomat beef sebesar 1,32 dan untuk usahatani tomat cherry sebesar 1,17. Serta keuntungan maksimal yang bisa diperoleh perusahaan adalah sebesar Rp33.700.120,00 dengan jumlah produksi tomat beef sebesar 15.562,50 kg.
ABSTRACT
PT. Momenta Agrikultura is a holticulture company. The company has several kinds of horticultural crops, kind of cultivated is a beef tomato and cherry tomato. Both types of tomatoes are grown with hydroponic substrate systems in the greenhouse. As companies that cultivated tomatoes commodities with different types it is necessary on both the type of farming. The objective of this research is: (1) determine the cost, revenue and income, (2) determine Break Even Point, (3) optimization of profits with using of factors of production in farming beef tomatoes and cherry tomatoes. The method used in this research is a case study. Retrieval of data held 17 August untill 17 September 2015. Analysis of the data used is the analysis of costs, revenues and income, break even point analysis, revenue cost ratio (R/C) and linier programming.The results showed that the costs for beef tomato is Rp20.196.221,00 and to cherry tomato is Rp22.790.890,00. Revenue from one growing season is Rp26.831.000 for beef tomato and cherry tomato is Rp26.689.000,00, for the revenue received from tomato beef farming is Rp6.634.779,00 and Rp3.929.360,00 for farming of cherry tomato. From the revenue obtained and costs incurred the revenue cost ratio for tomato beef farming is 1.32 and cherry tomato farming is 1.17. As well as the maximum profit that can be obtained by the company amounted Rp33.700.120,00 by the number of beef tomato production amounted to 15.562.50 kg.
436614178G1F012048PEMBUATAN NANOSUSPENSI KOMBINASI EKSTRAK SAMBILOTO, BROTOWALI, MENIRAN, DAN KAYU MANIS MENGGUNAKAN POLIMER KITOSAN DAN CROSSLINKER TRIPOLIFOSFAT SECARA GELASI IONIKSambiloto (Andrographis paniculata Ness), brotowali (Tinospora crispa L.), meniran (Phyllanthus niruri L.), dan kayu manis (Cinnamomum burmannii Ness) berkhasiat sebagai antidiabetes. Meniran dan kayu manis juga memiliki efek antioksidan. Tetapi, sambiloto, brotowali, dan meniran memiliki rasa pahit. Sedangkan kayu manis beraroma khas. Sehingga harapannya kombinasi ke-empatnya dapat memiliki efek sinergis yang dapat meningkatkan aktivitas sebagai antidiabetes. Tujuan penelitan ini adalah membuat dan mengetahui karakteristik sediaan nanosuspensi kombinasi ekstrak sambiloto, brotowali, meniran, dan kayu manis.
Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Nanosuspensi dibuat menggunakan kitosan 0,2% sebagai polimer dan tripolifosfat 0,1% sebagai crosslinker. Pembuatan nanosuspensi dilakukan dengan metode gelasi ionic. Penentuan formula optimum dilakukan dengan perbandingan konsentrasi larutan kombinasi ekstrak dan perbandingan volume larutan kombinasi ekstrak dengan kitosan dan tripolifosfat.. Analisis data menggunakan analisis deskriptif pada evaluasi nanosuspensi meliputi evaluasi organoleptis, pH, uji volume sedimentasi serta karakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan Transmission Electron Microscope (TEM).
Hasil menunjukkan nanosuspensi dapat dibuat dengan perbandingan volume larutan kombinasi ekstrak 0,8%, kitosan 0,2%, dan tripolifosfat 0,1% yaitu 0,250 : 3,950 : 0,800. Berdasarkan hasil karakterisasi nanosuspensi menunjukkan rata-rata ukuran partikel 448,5 nm, nilai zeta potensial 0,3 mV, berbentuk sferis, cukup seragam, dan memiliki stabilitas yang kurang baik.
Sambiloto (Andrographis paniculata Ness), brotowali (Tinospora crispa L.), meniran (Phyllanthus niruri L.) and kayu manis (Cinnamomum burmannii Ness) have been used traditionally for treatment of diabetes. Meniran and kayu manis have also antioxidant activity. But, Sambiloto, and brotowali are less bioavability and bitter, whereas kayu manis is sweet. Due to different properties, therefore, the combination of these extract can potentially generate the synergistic effect as antidiabetic drug. Aim of this research is to prepare the nanosuspension of the extract combination.
These medicinal plant were extracted by maceration using 70% ethanol. The composition of nanosuspension consisted of combination extract, 0.2% chitosan as polymer and 0.1% tripolyphosphate as crosslinker. The preparation of nanosuspension used the ionic gelation method. The optimum formulation was determined by mixing variation volume of combination extract, chitosan, and tripolyphosphate. The data were evaluated using descriptive analysis. The organoleptic, pH, volume sedimentation of nanosuspension were evaluated. The size, morphology, and stability were characterized using Particle Size Analyzer (PSA), Transmission Electron Microscope (TEM) and zeta potential.
The result showed that nanosuspension could be obtained by combination of 0.8% extract, 0,2% chitosan and 0,1% tripolyphosphate with ratio volume of 0,250 : 3,950 : 0,800, respectively. The nanosuspension particles were sphere with the average size of 448,5 nm. The zeta potential of 0,3 mV was obtained, indicating that the nanosuspension was less stable.
436714185F1A011048FENOMENA PEMBALAKAN LIAR (ILLEGAL LOGGING) DI KECAMATAN DUKUHSETI KABUPATEN PATIPenelitian ini berjudul Fenomena Pembalakan Liar (Illegal Logging) Di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan tentang kegiatan pembalakan liar yang terjadi di hutan Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini mendiskripsikan adanya beberapa alasan dan strategi yang dilakukan oleh para pelaku pembalakan liar di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Pada awalnya para pelaku mengambil kayu hutan hanya untuk kebutuhan membuat rumah mereka. Selanjutnya mereka menjadikan hal tersebut sebagai pekerjaan utama maupun sampingan. Selain itu mereka melakukan pencurian kayu hutan dikarenakan iri pada para penggarap lahan di hutan. Strategi para pelaku dalam melakukan kegiatan pembalakan liar yaitu mereka memanfaatkan kelengahan petugas hutan, menggunakan hitungan jawa, dan memiliki kerjasama dengan pihak lain. Jumlah polisi hutan yang sedikit memudahkan mereka untuk melakukan aktivitas pembalakan liar. Dalam setiap aksinya mereka tidak ceroboh untuk masuk ke hutan. Hal itu dikarenakan ada orang yang memberikan informasi tentang keamanan hutan. Para Pelaku juga masih menggunakan hitungan jawa sebelum melakukan aksinya. Kondisi hutan di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati kini semakin mengalami kerusakan. Tidak hanya para pelaku pembalakan liar saja yang melakukan pengerusakan hutan, akan tetapi para penggarap lahan hutan juga menjadi pelaku pengerusakan tanaman yang ada di hutan. Pemerintah harus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar hutan di Kecamatan Dukuhseti dan harus memberikan saksi yang tegas bagi mereka yang melakukan pencurian maupun pengerusakan pohon yang ada di hutan. Peran perhutani, LMDH, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan pembalakan liar yang terjadi selama ini. Kesadaran bersama akan cinta kepada lingkungan harus ditumbuhkan karena melihat kerusakan hutan yang semakin lama semakin parah.
This research entitled the phenomenon of illegal logging ( illegal logging that ) in sub-district Dukuhseti district Pati .This research aims to understand and described about illegal logging activities occurring in the forest district sub-district Dukuhseti district Pati . The methodology used was a qualitative methodology descriptive the case study .Data is collected from the observation , interview , and study documentation .The data analyzed uses the analysis interactive model miles and huberman .To ensure data validity , this research used technique triangulation data. The results of this research describe the presence of some of the reasons and the strategies undertaken by the perpetrators of illegal logging in sub-district Dukuhseti district Pati. At first the perpetrators took the wood of the forest just for the need to make their home. Furthermore they made it as a side or main occupation. In addition they do forest timber theft due to envy on the tenants of land in the forest. The strategy of the perpetrators of illegal logging activities in the conduct of those utilizing the forest officer careless, use count, and has a joint venture with another party. The number of Rangers who were a bit makes it easy for them to conduct illegal logging activity. In any action they are not forced to go into the forest. It is because there are people who provide information about the safety of the forest. The perpetrators also still use a count of Java before doing the action. The condition of the forest in sub-district Dukuhseti district Pati is getting damaged. Not only actors illegal logging had destruction forest , but the tenant forest land also be doers destruction plants that is in the forest .The government should open job opportunities for the people around forest in sub-district Dukuhseti and should give witness who expressly for those who do theft and destruction the trees in the forest .The role of goverment , lmdh , and the community is really needed to solve the problems illegal logging occurring during this. The role of goverment, lmdh, and the community is really needed to solve the problems illegal logging occurring during this.Common awareness would love to environment should be generated from because see injuries forest increasingly severe.
436814186A1C010029TINGKAT AKSES INFORMASI PETANI DALAM BERUSAHATANI SAYUR DAN FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHINYA
(Studi Kasus pada Kelompok Tani Cahaya Slamet di Desa Gombong Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang)
Akses informasi merupakan kemudahan yang diberikan seseorang atau masyarakat untuk memperoleh informasi publik yang dibutuhkan. Petani yang dapat mengakses sumber informasi dengan baik, akan lebih maju karena dapat beradaptasi dengan perkembangan inovasi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat akses petani dalam berusahatani sayur; (2) menganalisis pengaruh faktor internal petani sayur terhadap akses informasi. Penelitian dilakukan di Kelompok Tani Cahaya Slamet di Desa Gombong Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Oktober 2015 dengan objek penelitian anggota kelompok tani tersebut. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi liner berganda dan analisis deskriptif dengan bantuan alat ukur likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) tingkat akses informasi Kelompok Tani Cahaya Slamet secara keseluruhan berada pada kategori sedang (2) secara keseluruhan terdapat pengaruh antara faktor internal petani sayur terhadap akses informasi. Secara parsial tingkat pendidikan dan luas lahan berpengaruh terhadap tingkat akses informasi petani dan dengan tingkat kepercayaan 95 persen, sedangkan umur berpengaruh pada tingkat kepercayaan 80 persen. Dan variabel yang tidak berpengaruh terhadap tingkat akses informasi petani adalah pengalaman.Information access is given to a person or society to obtain public information needed. The farmers who can access the resources properly, it is more advanced because they can adapt to the development of innovation agriculture. This study aimed to (1) analyze the level of farmer for farming; (2) analyze the affect of vegetables farmer factors internal to information access. The study was conducted in Cahaya Slamet farmer groups in the Gombong Village, Belik District of Pemalang. The method used in this study is census method. This study was conducted in June and October 2015 with the object of research members of group. Analysis of the data used is multiple linear regression analysis and descriptive analysis with the help of Likert measuring instrument. The results showed that (1) the level of Cahaya Slamet Farmers Group information access as a whole in middle category (2) as a whole there is influence between internal factors vegetable farmers to access information. Partially education level and land affect the level of farmers information access and the confidence level of 95 percent, while the age effect on the confidence level of 80 percent. And variables that do not affect the level of farmers information access is experience.
436914187E1A109026KEWENANGAN PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA
(Tinjauan Yuridis Terhadap Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000
Tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia)
Pengadilan HAM merupakan jenis pengadilan yang khusus untuk mengadili kejahatan pelanggaran HAM berat. Pengadilan ini dikatakan khusus karena dari segi penamaan bentuk pengadilannya sudah secara spesifik menggunakan istilah Pengadilan HAM dan kewenangan pengadilan ini juga mengadili perkara-perkara tertentu. UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM yang menjadi landasan berdirinya Pengadilan HAM mengatur tentang beberapa kekhususan atau pengaturan yang berbeda dengan pengaturan dalam hukum acara pidana. Atas dasar pengaturan mengenai Pengadilan HAM tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Pengadilan Hak Asasi Manusia berdasarkan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai kewenangan Pengadilan Hak Asasi Manusia berdasarkan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, maka dapat disimpulkan bahwa kewenangan Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah bertugas untuk memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat dan memeriksa dan memutus pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang dilakukan di luar batas teritorial wilayah negara Republik Indonesia oleh warga negara Indonesia. Jenis kejahatan yang dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat yang dapat diperiksa atau diputus dan merupakan yurisdiksi pengadilan HAM adalah kejahatan genosida, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 8 UU No. Tahun 2006 dan kejahatan terhadap kemanusiaan, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 9 UU No. Tahun 2006.
The Court of Human Right is the type of court that specifically to judge the violation of weight Human right. This court is considered as specific court because from the side of its court form it specifically uses the term of Human Right Court and the authority of this court also to judge the certain cases. The Law Number 26 in 2000 about the Court of Human Right that become the foundation of the establishment of Human Right Court is to regulate about some of specification or regulation about the Human Right Court, so this research aims to analyze the authority of Human Right Court based The Law Number 26 in 2000 about the Human Right Court.
Based on the result of research and discussion about the authority of Human Right Court based The Law Number 26 in 2000 about Human Right Court, so it can be concluded that the authority of Human Right Court is to investigate and decide the case of the human right violation and investigate and decide the weight human right violation that conducted in the out side territorial boundaries of the Republic of Indonesia by society of Indonesia. The type of violation that categorized as the weight human right violation that can be investigated or decided and it is the jurisdiction of the Human Right court such as the genocide violation, as explained in the Article 8 The Law Number 26 in 2006 and crime to the human, as explained in the Article 9 The Law Number 26 in 2006.
437014189C1A010108Usaha Tani Tebu Di Desa Tonjong Kecamatan Pasaleman Kabupaten CirebonPenelitian ini berjudul “Usaha Tani Tebu di Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan tingkat efisiensi dari usaha tani tebu, serta mengetahui besar produksi dan pendapatan agar mencapai titik impas.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunkan metode analisis data primer, data diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner. Pengambilan sample dilakukan dengan metode Stratified Random Sampling. Jumlah responden sebanyak 68 petani tebu diataranya 19 petani dengan luas lahan < 0,5 Ha, 15 petani dengan luas lahan 0,51 – 1 Ha dan 34 petani dengan luas lahan 1,1 – 2 Ha. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, Revenue Cost (R/C),dan Break Even Point (BEP).
Hasil dari analisis pendapatan menunjukan bahwa usaha tani tebu di Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon masih memberikan keuntungan bagi petani. Hasil dari analisis efisiensi menunjukan usaha tani tebu sudah efisien, petani dengan luas lahan 0,51-1 Ha memiliki R/C rasio paling tinggi karena lebih efisien dalam penggunaan input produksi terutama biaya penggunaan tenaga kerja.
Usaha tani tebu secara keseluruhan sudah memberikan keuntungan kepada petani di Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon. Usaha tani tebu ini dapat tetap dilanjutkan karena telah memberikan keuntungan kepada petani. Hasil analisis titik impas menunjukan bahwa usaha tani tebu sudah mencapai titik impas dalam nilai penjualan, harga produksi, dan volume penjualan namun masih ada 34 responden yang belum bisa mencapai titik impas dalam luas lahan, hal ini dialami oleh petani dengan luas lahan kurang dari atau sama dengan 1 Ha, maka diharapkan petani bisa memperluas lahan yang digunakan. Untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar petani diharapkan menggunakan bibit yang sudah bersertifikasi, dalam hal ini peran pemerintah sangat diharapkan agar penggunaan bibit bersertifikasi bisa berjalan, baik dengan mempermudah pengadaan modal atau dengan pemberian bantuan bibit bersertifikasi bagi petani.
The tittled of this reaserch is “Sugar Cane Farm In Tonjong District Pasaleman Cirebon Regency”. The purpose of this reaserch is to knows the income and the level of efficiency of sugarcane farming, and to knows the great production and income that could reach the break even.
This research had beencomducted used primary data analysis methods. Data Obtained from interviews and questionnaires. This sampling is done with Stratified Random Sampling metodhs. Total respondents 68 sugarcane farmers that among 19 farmers with < 0,5 Ha land area, 15 farmers with 0,5 – 1 Ha land area and 34 farmers with >1 Ha land area. The analysis that in use is analysis income, Revenue Cost (R/C),and Break Even Point (BEP).
The result from analysis income shows that sugarcane farming business at Tonjong village , Pasaleman subdistrict ,of Cirebon still gave the advantage towards the farmers it self. The result from efficency analysis shows that sugar cane farming business was efficient, the farmers with 0,51-1 Ha has higest R/C ratio due they more efficient in employed of input production especially to expenses the use of labor it self.
Overall the sugarcane business was giving the advantage toward the farmers at Tonjong village,subdistric Pasaleman of Cirebon. This sugar cane business can be continued for providing benefits to farmers. The result of break event point analysis shows that sugar cane business already reach break even point in sales, prices,production and sales volumes, but there are 34 respondents who have not been able to break even in the land area, this case experienced by the farmers with land area of less than or equal to 1 Ha , it is expected the farmers can expand the area used to gain more income, the farmers expected to use the seed that has been certified, in this case the role of government is very expected to use certified seed can goes well, with facilitate the procurement of capital or with the assistance of certified seeds toward the farmers it self.
437114191A1L011118Pengaruh Perlakuan Bakteri Antagonis Pseudomonas fluorescens Terhadap Mortalitas Larva, Tingkat Konsumsi Larva dan Ukuran Pupa Epilachna vigintioctopunctata Fab. (Coleoptera: Coccinelidae), Hama pada Tanaman Terung
Abstrak.
Bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens mempunyai potensi sebagai bioinsektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan bakteri Pseudomonas fluorescens terhadap mortalitas larva serangga Epilachna vigintioctopunctata, penurunan aktivitas makan larva E. vigintioctopunctata dan ukuran pupa serangga tersebut yang diperlakukan dengan bakteri P. fluorescens. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Mei hingga September 2015. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok non-faktorial, dengan tiga ulangan. Percobaan terdiri dari 8 perlakuan yaitu kontrol, P. fluorescens P32 (1, 5, dan 10 mL/100 mL ), P60 (1, 5, dan 10 mL/100 mL ) dan insektisida profenofos konsentrasi 0,1 mL/100 mL. Setiap unit perlakuan percobaan menggunakan larva E. vigintioctopunctata 10 ekor larva dan 10 g daun terung. Variabel yang diamati yaitu mortalitas larva, tingkat konsumsi larva, ukuran pupa yang terbentuk, dan persentase jumlah pupa yang terbentuk. Data dianalisis menggunakan uji F taraf 5 persen dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri P. fluorescens efektif mematikan larva E. vigintioctopunctata sebesar 60 persen (P. fluorescens P32) dan 36 persen (P. fluorescens P60), bakteri P. fluorescens cenderung menurunkan tingkat konsumsi larva, menurunkan panjang pupa (kontrol 5,86 mm, P. fluorescens P32 4,63 mm), menurunkan bobot pupa (kontrol 65,0 mg, P. fluorescens P32 32,0 mg) dan menurunkan persentase jumlah pupa yang terbentuk (kontrol 83,33 persen, P. fluorescens P32 40,00 persen).
Abstract
Pseudomonas fluorescens is well-known bacterial antagonist has potency as bioinsecticide. The goals of this research were to find out effect of bacterial antagonist treatment (Pseudomonas fluorescens) on larval mortality of Epilachna vigintioctopunctata, consumption activity of E. vigintioctopunctata larvae and pupal size of E. vigintioctopunctata that treated with P. fluorescens. The research was conducted in greenhouse and Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed Purwokerto on May - September 2015. The research used Randomized Block Design with non-factorial, with three replications. The trial consisted of 8 treatments : kontrol, P. fluorescens P32 (1, 5, and 10 mL/100 mL ), P60 (1, 5, and 10 mL/100 mL ) and insecticide prophenophos 0,1 mL/100 mL. Each treatment was used 10 individu of larvae E. vigintioctopunctata and 10 g eggplant leaf. Measured variables were larval mortality, consumption level, pupal size and percentage of formed pupae. Data were analyzed using ANOVA followed by Least Significant Difference test (LSD) level of 5 percent. Result showed bacterial antagonist P. fluorescens were effective to kill larvae of E. vigintioctopunctata up to 60 percent (P. fluorescens P32) and 36 percent (P. fluorescens P60), lower comsumption level of larvae, lowered pupal length (control 5.86 mm, P. fluorescens P32 4.63 mm), lowered pupal weight (control 65,0 mg, P. fluorescens P32 32,0 mg) dan lowered percentage of formed pupae (control 83.33 percent, P. fluorescens P32 40.00 percent).
437214193E1A112099Kajian Yuridis terhadap Pengawasan dan Pengendalian Muatan Kendaraan Angkutan Barang dengan Alat Timbang Portable pada Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan JalanABSTRAK
Kajian Yuridis Terhadap Pengawasan dan Pengendalian Muatan Kendaraan Angkutan Barang dengan Alat Timbang Portable pada Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas berdasarkan Undang-Undang Nomor
22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Oleh : Roizal Mubarok
Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas merupakan unit pelaksana teknis di bidang perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang salah satu tugasnya adalah melaksanakan pengawasan dan pengendalian muatan kendaraan angkutan barang. Banyaknya pelanggaran kelebihan muatan mengakibatkan kondisi ruas jalan rusak dan kecelakaan lalu lintas. Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas menggunakan alat timbang portable untuk melakukan pengawasan dan pengendalian muatan kendaraan angkutan barang di jalan.
Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dan situs internet dengan cara studi pustaka. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui wawancara di Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas. Kemudian data tersebut disajikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis.
Tulisan ini mengkaji pelaksanaan pengawasan dan pengendalian muatan kendaraan angkutan barang dengan alat timbang portable di Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas telah menerapkan ketentuan kewajiban penimbangan muatan, tata cara penimbangan muatan, dan sanksi pelanggaran kelebihan muatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
ABSTRACT
Juridical Study of Supervision and Control of Cargo Transport Goods with Portable Scales in Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas based on Act Number 22 of 2009 about Traffic and Road Transport.
By : Roizal Mubarok
Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas is a technical implementer unit in communications department of Central Java Government which one of its duty is implementing supervision and control of cargo transport goods. Many overload offense could damage on the condition of roads and much traffic accident for the rider itself or even for other. Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas use portable scales to supervise and control cargo transport goods.
This study is arranged by using normative-juridical approaching method. The data which used are primary and secondary data. Secondary data is including literatures, legislation, and internet using book study. Primary data is gotten by interview in Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas. Then those data are systematically presented in narrative-text.
This article is reviewing the application of supervision and control of cargo transport good with portable scales in Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas based on Act Number 22 of 2009 about Traffic and Road Transport. The result of the research is that Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Banyumas have applied the duty provision of cargo scaling, cargo scaling procedures, and the sanctions of overload cargo offense based on Act Number 22 of 2009 about Traffic and Road Transport.
437314190B1J012080KERAGAMAN GENETIK KULTIVAR DUKU (Lansium parasiticum (Osbeck) K.C. Sahni & Bennet) DI PURBALINGGA BERDASARKAN PENANDA RAPDTanaman duku (Lansium parasiticum (Osbeck) K.C. Sahni & Bennet) merupakan tanaman buah asli Indonesia, termasuk ke dalam suku Meliaceae. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi di kalangan masyarakat, sehingga hampir di seluruh wilayah Indonesia tanaman ini dapat ditemukan. Salah satu daerah penghasil duku yaitu di daerah Purbalingga. Informasi keanekaragaman sangat diperlukan untuk menjaga dan mempertahankan keragaman genetik yang tinggi guna mendukung pengembangan duku unggul yang baru. Informasi tentang keragaman genetik dapat diketahui berdasarkan karakter molekuler, dengan menggunakan penanda RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui primer apa yang paling baik digunakan dalam analisis keragaman duku di daerah Purbalingga dengan teknik RAPD dan mengetahui tingkat keragaman duku daerah Purbalingga dengan menggunakan penanda RAPD. Hasil penelitian menunjukkan dari 9 primer yang digunakan diperoleh pita polimorfik sebanyak 64 (96.96%) dan pita monomorfik sebanyak 2 (3.03%) dengan ukuran pita 100-3000 bp. Pita monomorfik terdapat pada primer OPB-11 dan OPT-16. Dari 9 primer yang dapat digunakan dalam penelitian ini yaitu OPA-1, OPA2, OPA-10, OPB-11, OPB-12, OPB-15, OPT-16, OPU-19 dan OPU-20 diperoleh hasil bahwa primer OPU-20 menghasilkan pola pita yang paling banyak dan beragam. Dendogram yang dibuat menggunakan UPGMA pada program MEGA 6.06 menunjukkan bahwa pada jarak genetik 30% terbentuk 2 cluster. Kedua cluster tersebut terpisah berdasarkan kecenderungan letak geografisnya. Duku (Lansium parasiticum (Osbeck) K.C. Sahni & Bennet) is one among the indigenous plant belongs to the Meliaceae family. This plant is known to have high economic value and so this plant is easily found in all ones Indonesia archipelagoes. Purbalingga regencies has been being known to be one of the duku producer in Indonesia. Information about the duku diversity become prerequisite in keeping genetic diversity especially to support to development for new varieties. Information about genomic diversity caan be obtained from molecular character including by marking RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Current study was proposed to find out the fittest primer in analyze of duku diversity from Purbalingga regency through RAPD technique. Second, to known the duku diversity rate ground in Purbalingga using RAPD markers. The result showed 9 primers were amplified the DNA by showing polymorphic band i.e : 64 (96.96%) and 2 monomorphic bands (3.03%) both DNA bands are in 100 to 3000 bp. The Monomorphic bands showed when the DNA was amplified by OPB-11 and OPT-16. On the other hand of those 9 primers OPA-1, OPA2, OPA-10, OPB-11, OPB-12, OPB-15, OPT-16, OPU-19 and OPU-20 showed that the last primer (OPU-20) resulted the most pattern in diverse form. Futher analyze using UPGMA in MEGA 6.06 figured in Dendogram showed that genetic distance 30% there are 2 clusters. Which is splited because of there geographic location.
437414194B1J011064Pertumbuhan Kentang Kultivar Granola dalam Sistem Aeroponik dengan Nutrien dan Kepadatan Tanam BerbedaPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh nutrien dan kepadatan tanam terhadap pertumbuhan knol kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik dan menentukan jenis nutrien dan kepadatan tanam yang paling baik untuk memacu pertumbuhan knol kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan dasar acak lengkap (RAL) dengan pola perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah nutrien dengan 3 taraf: nutrien Farran; nutrien Otazu; dan nutrien AB mix komersial. Dan faktor kedua adalah kepadatan tanam dengan 3 taraf: 100 tanaman/m2; 75 tanaman/m2; dan 50 tanaman/m2. Setiap kombinasi perlakuan diulang 4 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan tanaman kentang dengan parameter yang diukur meliputi luas daun, indeks kandungan klorofil, laju pertumbuhan tanaman, dan rasio berat basah dan berat kering tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Pertumbuhan tanaman kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik dipengaruhi oleh interaksi antara penggunaan nutrien dan kepadatan tanam. Knol yang ditanam pada nutrien AB Mix pada kepadatan tanam 75 tanaman/m2 menunjukkan laju pertumbuhan relatif yang paling tinggi pada minggu kedua setelah tanam.This research was conducted to study the effect of nutrients and plant density on the growth knol of granola cultivar in aeroponic systems and determine what kind of nutrients and the best planting density to spur growth knol granola potato cultivars in aeroponics system. This research was carried out experimentally with the basic design of completely randomized (RAL) with factorial treatment patterns. The first factor is the nutrient with 3 levels: Farran nutrients; Otazu nutrients; and nutrient AB commercial mix. The second factor is the density of planting with 3 levels: 50 plants/m2; 75 plants/m2; and 100 plants/m2. Each combination treatment was repeated 4 times to obtain 36 experimental units. The variables measured were the growth of potato plants with the parameters measured include leaf area, chlorophyll content index, the rate of plant growth, and the ratio of wet weight and dry weight of plants. Data were analyzed by analysis of variance (ANOVA), and followed by BNT test with a confidence level of 95% and 99%. Growth granola potato cultivars in aeroponics system is influenced by the interaction between the use of nutrients and planting density. Knol grown in nutrient AB Mix on the density of planting 75 plants/m2 shows the relative growth rate is highest in the second week after planting.
437514205H1C011013PERANCANGAN SISTEM MONITORING KECEPATAN PUTARAN PADA GENERATOR PLTMH BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MELALUI KOMUNIKASI DATA ZIGBEEPerkembangan teknologi saat ini telah banyak mengubah cara hidup manusia, sehingga pada akhirnya akan mempermudah dan mempercepat pekerjaan. Energi listrik memiliki peranan yang sangat penting dalam usaha meningkatkan mutu kehidupan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah salah satu pembangkit energi listrik terbarukan saat ini adalah pembangkit litstrik tenaga mikrohidro (PLTMH) yakni pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai penggeraknya. Optimalisasi PLTMH dapat dilakukan dengan memonitor sistem tersebut secara realtime, salah satunya dengan memonitor kecepatan putaran pada generator. Namun jarak dan biaya pengkabelan seringkali menjadi kendala dalam proses monitoring tersebut. Oleh karena itu, dirancang sebuah prototype sistem monitoring kecepatan putaran dari generator secara nirkabel menggunakan mikrokontroler Arduino. Pada penelitian ini digunakan sebuah optocoupler sebagai sensor untuk membaca kecepatan putaran, dan untuk pengiriman data secara nirkabel menggunakan Xbee Series 2 berbasis protokol Zigbee. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan nilai RPM yang terbaca dari sistem monitoring tidak jauh berbeda dengan nilai RPM dari alat ukur konvensional dengan presentase error yang sangant kecil. Setelah dilakukan beberapa pengujian sistem, dapat dikatakan sistem ini sudah bekerja dengan baik yang dimodelkan menggunakan generator yang dikopel dengan motor AC.Current technological developments have changed the way many people's lives, which in turn will simplify and speed up the work. Electrical energy has an important role in efforts to improve the quality of life and economic growth in Indonesia. One of the renewable energy power plant is micro hydro power (MHP), which is a small-scale power plants that use hydropower as its driving. Optimizing MHP can be done by monitoring the system in real time, either by monitoring the rotational speed of the generator. But distance and wiring costs often become an obstacle in the monitoring process. Therefore, designed a prototype system of monitoring the speed of rotation of the generator wirelessly using an Arduino microcontroller. In this study used an optocoupler as a sensor to read the speed of rotation, and for sending data wirelessly using XBee Series 2 ZigBee protocol-based. From the research that has been done RPM value is read from the monitoring system is not much different from the value of RPM of a conventional measuring instrument with a very small percentage of error. After doing some testing system, it can be said this system is working properly modeled using a generator coupled with an AC motor.
437613952E1A012048Tinjauan Hukum Terhadap Perlindungan Konsumen Jasa Pengangkutan Darat Dalam Hal Kenaikan Tarif Lebaran Bus Aladdin Tahun 2015 Di Tasikmalaya Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.Bus Aladdin merupakan salah satu sarana transportasi angkutan darat yang melayani trayek Tasikmalaya-Banjar-Purwokerto. Sebagai pelaku usaha di bidang jasa transportasi, maka Perusahaan Otobus Aladdin dalam menjalankan usahanya mempunyai tanggungjawab atas kewajiban untuk menjamin hak-hak dari konsumen sebagai pengguna jasa transportasi, seperti yang tercantum dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pada kondisi tertentu seperti pada saat lebaran, kenyataannya masih terdapat hak-hak konsumen sebagai penumpang yang terabaikan dalam hal kenyamanan dan keselamatan serta hak untuk memperoleh kebenaran informasi yang jelas dan jujur baik mengenai trayek maupun tarif dari pelaku usaha, sehingga Penulis tertarik membuat penelitian tentang perlindungan hukum terhadap konsumen jasa pengangkutan darat dalam hal kenaikan tarif lebaran bus Aladdin tahun 2015 di Tasikmalaya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah perlindungan konsumen jasa pengangkutan darat dalam hal kenaikan tarif lebaran bus Aladdin tahun 2015 di Tasikmalaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen?.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang dipakai adalah bahan hukum sekunder dan primer. Metode yang dipakai dalam pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan wawancara. Data yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk uraian deskriptif dengan metode analisa data normatif kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi konsumen jasa pengangkutan darat dalam hal kenaikan tarif lebaran bus Aladdin tahun 2015 di Tasikmalaya belum sesuai dengan apa yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dikatakan belum sesuai karena bus Aladdin pada tahun 2015 di Tasikmalaya telah melakukan kenaikan tarif lebaran tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 31 Tahun 2015 tentang Tarif Dasar, Tarif Dasar Batas Atas dan Tarif Dasar Batas Bawah Angkutan Penumpang Antarkota Antarprovinsi Kelas Ekonomi di Jalan dengan Mobil Bus Umum serta aturan-aturan di bawahnya. Menurut aturan yang berlaku besaran tarif lebaran tahun 2015 untuk trayek Tasikmalaya-Banjar-Purwokerto adalah sebesar Rp. 26.060,- (dua puluh enam ribu enam puluh rupiah) sementara bus Aladdin menetapkan tarif sebesar Rp. 62.500,- (enam puluh dua ribu lima ratus rupiah). Tindakan bus Aladdin tersebut telah melanggar 5 (lima) asas hukum perlindungan konsumen, serta melanggar ketentuan Pasal 4 huruf a dan huruf c, Pasal 7 huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
The Aladdin Bus is one of land transportation that serve Tasikmalaya-Banjar-Purwokerto route. As a businessman in public transportation services, so Aladdin Otobus Company has responsibility and obligation to give guarantee for consumer’s as a user of transport services, as stated in the provisions of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. In certain condition, such as during Eid. In fact, there are consumer rights as a passenger are neglected in terms of comfort and safety as well as the right to obtain truth information about the route and rate of businesses that clearly and good honest, so the author is interested in create research on protection consumer law against land transport services in the terms of the Eid rate increase in Aladdin bus 2015 in Tasikmalaya. Problem that examine in this study is: How can consumer protection in land transport services in terms of the Eid rate increase in Aladdin bus 2015 in Tasikmalaya based on Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection?
This study uses normative juridical approach, with specification of descriptive research. The data used are secondary and primary legal materials. The method used in the data collection is the study of literature and interviews. The data obtained will be presented in the form of descriptive terms with normative qualitative data analysis method.
Results and discussion of research shows that the legal protection for consumers in land transportation services in the terms of Eid rate increase in Aladdin bus 2015 in Tasikmalaya not accordance with what is stipulated in Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection because the Aladdin bus in 2015 in Tasikmalaya has done a Eid rate increase are not in accordance with the Regulation of the Minister of Transport Number PM 31 Year 2015 concerning Basic Rate, Basic Rate Upper Limit and Basic Rate Limit Down Passenger Intercity interprovincial Economy Class on the Road by Car Public Bus and rules below. According rules applicable about rate in 2015 to Tasikmalaya-Banjar-Purwokerto route is Rp. 26 060, - (twenty-six thousand sixty rupiah) while the bus Aladdin set a rate of Rp. 62.500, - (sixty-two thousand five hundred rupiah). Aladdin bus actions had violated five (5) the principle of consumer protection laws, as well as the violation of the provisions of Article 4 character a and c, Article 7 character a and b of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection.
437714214B1J011118PENGARUH INOKULASI Azospirillum spp. TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum) PADA CAMPURAN TANAH PASIR BESI DAN PUPUK KOMPOSAzospirillum merupakan bakteri tanah penambat nitrogen non simbiotik yang mampu menghasilkan zat tumbuh IAA (Indole Acetic Acid) dan hidup berasosiasi dengan sistem perakaran tanaman. Azospirillum juga diketahui mampu meningkatkan ketersediaan hara tanah, sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman. Isolat Azospirillum spp. (HR42, KR36, dan KP37) yang digunakan pada penelitian berasal dari rhizosfer dan tanah pasir besi yang telah diketahui kemampuannya dalam menambat nitrogen. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh: komposisi media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tomat, inokulasi Azospirillum spp. terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tomat, dan interaksi antara komposisi media tanam dan isolat Azospirillum spp. terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tomat. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama yaitu komposisi media tumbuh tanaman dengan 3 taraf, yaitu media tanah pasir besi (M1), campuran antara media tanah pasir besi dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1 (M2), dan 1:1 (M3). Faktor kedua yaitu isolat Azospirillum spp. dengan 5 taraf yaitu kontrol tanpa Azospirillum spp. (A0), isolat Azospirillum sp. HR42 (A1), isolat Azospirillum sp. KR36 (A2), isolat Azospirillum sp. KP37 (A3), dan campuran isolat Azospirillum sp. HR42, KR36, serta KP37 (A4). Isolat-isolat tersebut diinokulasikan pada akar tanaman tomat di rumah kaca. Hasil penelitian menunjukkan komposisi media tanam campuran tanah pasir besi dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1 berpengaruh paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat, terutama terhadap kadar klorofil daun tanaman tomat (Fhit > Ftab.o,5). Jenis isolat Azospirillum spp. dan interaksi antara komposisi media tanam dengan isolat Azospirillum spp. tidak mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman tomat (Fhit < Ftab.o,5).Azospirillum is a non symbiotic nitrogen-fixing soil bacterium was capable of producting IAA (Indole Acetic Acid) and live in association with plant roots. Azospirillum is also known to increase nutrients status of the soil, which is expected to increase the growth of plants. Azospirillum spp. (HR42, KR36, and KP37) used in the research were isolated from the rhizosphere and iron sand soil, they were known able to fix N2. The purposes of this study were to know the effect of : composition of different growth media to vegetative growth of tomato, inoculation of Azospirillum spp. on the vegetative growth of tomato at different growth media compositions, interaction between the composition of growing media and isolates of Azospirillum spp. on the vegetative growth of tomato. The research was done experimentaly by using completely randomized design (CRD) and arranged in factorial pattern. Treatment were consisted of two factors. The first factor was the composition of the plant growth medium with 3 levels, i.e. soil medium iron sand (M1), mixture of iron sand soil and compost with a ratio of 2:1 (M2), and 1:1 (M3). The second factor was isolates of Azospirillum spp. with 5 levels, i.e. without inoculation of Azospirillum spp. (A0), Azospirillum sp. HR42 (A1), Azospirillum sp. KR36 (A2), Azospirillum sp. KP37 (A3), and a mixture of Azospirillum sp. isolates HR42, KR36 and KP37 (A4). The results showed the composition of growth media of iron sand soil and compost in the ratio 1:1 gave significant increase to the growth of tomato plants, especially for tomato plant leaf chlorophyll content (Fhit > Ftab.o,5). Isolates of Azospirillum spp. and interaction between the composition of growth media with Azospirillum spp. did not affect the increased of vegetative growth of tomato plants (Fhit < Ftab.o,5).
437814198G1B009063HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) BURUH ANGKUT DI PASAR WAGE PURWOKERTOKeselamatan kerja bertujuan untuk memberikan perlindungan kesejahteraan fisik, keluhan muskuloskeletal merupakan masalah kesehatan yang paling sering terjadi dalam dunia pekerjaan. Survey terbaru oleh Center of Disease Control (CDC) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 33% (69,9 juta) penduduk AS mengalami gangguan muskoloskeletal. Pekerja yang berisiko mengalami MSDs diantaranya adalah pekerja buruh angkut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara beban kerja dengan musculoskeletal disorders pada buruh angkut di Pasar Wage Purwokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 responden. Data yang didapat melalui hasil wawancara dengan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (Chi-Square Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada bagian leher atas (0,013), leher bawah (0,026), bahu kiri (0,007), bahu kanan (0,047), lengan atas bagian kiri (0,001), punggung (0,007), lengan atas bagian kanan (0,000), Siku kiri (0,027), Siku kanan (0,027), Lengan kiri bawah (0,047), Lengan kanan bawah (0,014), Pergelangan tangan kiri (0,042), Pergelangan tangan kanan (0,015), Telapak tangan kiri (0,047), Telapak tangan kanan (0,042), Paha kiri (0,027), Paha kanan (0,007), Lutut kiri (0,000), Lutut kanan (0,007), Betis kiri (0,047), Betis kanan (0,002), Pergelangan kaki kiri (0,014), Pergelangan kaki kanan (0,007). Beban kerja tidak berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada bagian pinggang (0,345), Pinggul (0,126), Pantat (0,196), Telapak kaki kiri (0,122) dan Telapak kaki kanan (0,514). Disarankan pekerja sebaiknya memperhatikan beban kerja dan meminta bantuan rekan sekerja jika jenis barang yang diangkut berat.Safety aims to protect the physical, musculoskeletal disorders are the most common health problems occurring in the world of work. A recent survey by the Center of Disease Control (CDC) in the United States showed that 33% (69.9 million) of the US population muskoloskeletal impaired. Workers at risk of MSDs include workers porters. The purpose of this study was to determine the relationship between workload with musculoskeletal disorders in the Market Wage porters in Purwokerto. This research is a quantitative research with cross sectional approach. The total sample of 40 respondents. Data were obtained through interviews with the questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate (Chi-Square Test). The results showed that the workload related to complaints Musculoskeletal Disorders (MSDs) in the upper neck (0.013), lower neck (0.026), left shoulder (0,007), right shoulder (0.047), arm on the left ( 0.001), back (0,007), the upper arm right side (0.000), left elbow (0,027), right elbow (0.027), left arm down (0.047), right arm down (0,014), left wrist (0.042), wrist right (0.015), The palm of the left hand (0.047), right palm (0.042), Thigh left (0,027), Thigh right (0.007), left knee (0.000), right knee (0.007), left calf (0.047), right calf (0.002), left ankle (0,014), right ankle (0,007). The workload is not associated with complaints Musculoskeletal Disorders ( MSDs ) in the waist (0.345), hips (0.126), Butt (0.196), soles of the left foot (0.122), soles of the right foot (0.514). Suggested workers should pay attention to the workload and ask for help co-workers if the weight of goods transported.
437914199C1B012123ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN PESAING, ATRIBUT PRODUK, DAN PERILAKU MENCARI VARIASI TERHADAP PERILAKU PERPINDAHAN MEREK (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman)Penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Efektivitas Iklan Pesaing, Atribut Produk, dan Perilaku Mencari Variasi Terhadap Perilaku Perpindahan Merek Produk Indomie” bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas iklan pesaing, atribut produk, dan perilaku mencari variasi terhadap perilaku perpindahan merek produk indomie ke merek mie instan lain. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman yang pernah mengkonsumsi produk Indomie dan telah memutuskan untuk berpindah merek ke produk mie instan lain, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan untuk pengujian hipotesis digunakan uji secara parsial (uji t).
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengujian secara parsial menunjukan variabel efektivitas iklan pesaing, atribut produk, dan perilaku mencari variasi masing-masing berpengaruh positif terhadap perilaku perpindahan merek produk Indomie. Impilkasi dari kesimpulan penelitian ini yaitu untuk meminimalisir perpindahan merek yang dilakukan konsumen, pihak manajemen produk Indomie sebaiknya melakukan peningkatan frekuensi pengiklanan, penggunaan endorse, meningkatkan kualitas produk, mengembangkan produk dengan menambah variasi rasa, serta melakukan inovasi baik pada produk maupun harga yang terjangkau.
The research entitled “effect of competitor advertisement effectiveness, product attribute, and variety seeking behavior to brand switching behavior of Indomie. The aim of this research is to analyze the effect of competitor advertisement effectiveness, product attribute, and variety seeking behavior to brand switching behavior of Indomie to other brand. Data collection method use questionnaire with a sample 100 respondents from economics and business faculty of Jenderal Soedirman university students who have switched from Indomie to other instant noodle brand. The data is analyzed by using multiple linier regression, meanwhile the significance level use partial test (t test).
The result shows that competitor advertisement effectiveness, product attribute, and variety seeking behavior have positive significant effect to brand switching behavior of Indomie. Based on this research, managers are recommended to increase the advertising frequency, increase the quality of product, do endorsement, expand the taste variety, and also give innovation to every detail of product or pricing in order to minimalize brand switching behavior of consumer.
438014211E1A011225Kedudukan Pengadilan Pajak Dalam Sistem Peradilan Di Indonesia Setelah Berlakunya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 Tentang Pengadilan PajakKedudukan lembaga-lembaga peradilan di Indonesia tidak bisa terlepas dari konsep Negara hukum yang menghendaki adanya supremasi dan penegakan hukum. Salah satu lembaga peradilan yang bertugas melakukan penegakan hukum tersebut adalah Pengadilan Pajak.

Pengadilan Pajak dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak. Sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman dan Undang-undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dapat diketahui bahwa Pengadilan Pajak merupakan Pengadilan khusus dalam lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara, dengan demikian Pengadilan Pajak merupakan bagian dari sistem kekuasaan Kehakiman di Indonesia.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kedudukan pengadilan pajak dalam sistem peradilan di Indonesia dan impelementasi pengadilan pajak di Indonesia. Metode pengumpulan data dengan studi pustaka dan metode analisa data dengan mnggunakan normatif kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pengadilan Pajak merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara. Pembinaan yang menyangkut teknis peradilan ada di bawah mahkamah agung sedangkan pembinaan menyangkut administrasi, organisasi dan finansial ada di bawah Departemen Keuangan.

Implementasi Pengadilan Pajak dapat dilihat dari tugas dan wewenang yang telah dilakukan Pengadilan Pajak dalam memeriksa dan memutus sengketa pajak. Sengketa Pajak adalah sengketa yang timbul dalam bidang perpajakan antara Wajib Pajak atau penanggung Pajak dengan pejabat yang berwenang. Putusan pengadilan pajak merupakan putusan akhir dan mempunyai kekuatan hukum tetap dan apabila wajib pajak atau penanggung pajak yang bersengketa belum puas dengan putusan tersebut dapat mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali.

Kata Kunci : Kedudukan Pengadilan Pajak, Sistem Peradilan di Indonesia
The positions of judical institutions in Indonesia can’t be separated from the concept of juristical nation that requires supremacy and law establishment exist.One of the judical institution which is in charge to enforce the law is Tax Judiciary.
Tax Judiciary is made based on The Constitution number 14 (year) 2002 pertaining to taxation judiciary. Such as fixed in The Constitution number 48 (year) 2009 pertaining to judiciary authorities, and The Constitution number 51 (year) 2009 pertaining to Administration Nation Justice, can be known if Tax Judiciary is a particular judiciary in Administration Nation Justice environment. Therefore, Tax Judiciary is a part of the system of judicial authorities in Indonesia.
The purpose of this research is to find out the position of Tax Judiciary in justice system in Indonesia and the implementation of Tax Judiciary in Indonesia
The data-collection method by literature review and the data-analysis method utilize normative qualitative. Based on the research results, it can be concluded if The Tax Judiciary is a particular judiciary which exists in Administration Nation Justice environment. The making which concerns justice technical does stand under The Supreme Courts, whilst the making which concerns administration, organization, and financial stand under The Finance Department.
The implementation of Tax Judiciary can be seen from the duties and authorities Tax Judiciary makes in inspecting and resolving tax disputes. Tax disputes is a dispute appeared in taxation filed between assessable or taxpayer with authorized official.
The verdicts of Tax Judiciary are the final verdicts and own its permanent legal force, and if the assessables or the taxpayers who have a legal dispute aren’t satisfied with the verdict, they may propose legal effort reconsideration.
Keywords: The positions of Tax Judiciary, Justice System in Indonesia