Artikelilmiahs
Menampilkan 4.441-4.460 dari 48.761 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4441 | 14262 | G1A012102 | Persepsi Dokter Terhadap Euthanasia di Kabupaten Banyumas | Latar belakang. Terminologi euthanasia di beberapa negara Eropa memiliki arti harafiah tunggal. Hal ini berbeda dengan yang dianut Indonesia. Mencabut ataupun menghentikan segala bentuk terapi dan pengobatan pada pasien, termasuk pada pasien mati batang otak, dapat digolongkan ke dalam salah satu bentuk Euthanasia yaitu Euthanasia pasif (Notoadmodjo, 2010). Ditemukannya beberapa perbedaan definisi mengenai euthanasia di beberapa negara ini lah yang kemudian mendorong peneliti untuk mengetahui bagaimana persepsi dokter terhadap euthanasia. Tujuan. Mengetahui persepsi dokter terhadap euthanasia. Metodologi Penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara semi terstruktur. Informan penelitian merupakan dokter yang menangani kasus-kasus yang berpotensi untuk dilakukan euthanasia. Hasil dan Pembahasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dokter di Indonesia memahami euthanasia sebagai bentuk pengakhiran kehidupan yang sesuai prosedur perlakuannya dapat dibagi menjadi aktif dan pasif. Penelitian ini juga menemukan bahwa batasan-batasan mengenai euthanasia di Indonesia belum diatur secara jelas sehingga menimbulkan definisi yang masih abu-abu. Kesimpulan Penelitian ini mengidentifikasi perbedaan definisi euthanasia yang dianut Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara di Eropa. Selain itu ditemukan beberapa masalah terkait batasan euthanasia yang belum diatur sehingga menimbulkan definisi yang masih abu-abu. | Background : The term euthanasia is some european countre have a single literal meaning. However, it is different in Indonesia. Revoking or withdrawing any form of therapy and medication for patients, including in patients with brain death, can be classified into a form of passive euthanasia (Notoadmodjo, 2010). The discovery of the differences in definitions of euthanasia in some of these countries is what encouraged th researcher to determine the perceptions of physicians towards euthanasia. Objctive : To explore physicians’ perceptions towards euthanasia. Methods : The design of this study was descriptive qualitative with semi-structured interview. The informants are physicians who deal with cases that have the potential to become cases of euthanasia. Results : The results of this study showed that physicians in Indonesia comprehend euthanasia as a form of life termination and according to the treatment procedures, it can be divided into active and passive. The study also found that restrictions on euthanasia in Indonesia has not been set clearly so as it resulted in the still grey definition. Conclusions : This study identifies differences in the definition of euthanasia adopted by Indonesia compared to some countries in Europe. Also found several problems related to the limitation of euthanasia that has not been set, causing a definition that is still in the grey-area. | |
| 4442 | 14276 | H1F011042 | GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAN INTERPRETASI TEGASAN STRUKTUR GEOLOGI BERDASARKAN DATA SEISMIK DAERAH PAPELA, ROTE TIMUR, PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR | Rote merupakan pulau terbesar dan paling selatan diantara pulau-pulau lain seperti Tanimbar, Kai, dan Seram yang membentuk Busur Banda. Busur Banda sendiri dipisahkan dari paparan benua Australia oleh Terusan Timor dengan kedalaman 3 km. Kemunculan Timor erat kaitannya dengan Busur Banda yang merupakan busur kepulauan ganda yang merupakan pertemuan antara 3 lempeng utama yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia. Busur Banda sering juga disebut Banda Suture karena merupakan zona pertemuan dari tiga lempeng yang berbeda. Metode yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode seismik yang merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi struktur bawah permukaan dari suatu daerah eksplorasi seismik. Metode seismik yang digunakan adalah metoda seismik refleksi yang mengukur waktu yang diperlukan suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara, terpantul oleh batas-batas formasi geologi, dan kembali ke permukaan tanah pada suatu geophone. Akan tetapi gambaran struktur bawah permukaan yang mendekati sebenarnya dapat dicapai ketika gangguan (noise) dapat di hilangkan secara maksimal, serta prosesing seismik dilakukan secara baik dan benar. | Rote is the largest and southern most island in the other islands such as Corella, Kai, and Seram which form the Banda arc. Banda arc is separated from the continental shelf of East Australia by the canal with a depth of 3 km. Emerging Timor is closely related to the Banda Arc is a double island arc which is a meeting between three main plates Indo-Australian Plate, Pacific Plate and the Eurasian Plate. Banda arc often called Banda Suture because it is a zone of confluence of three different plates. The method used in this paper using seismic method which is the method used to determine the condition of the subsurface structure of a seismic exploration area. Seismic methods used are seismic reflection method that measures the time it takes an impulse sound to go from the sound source, reflected by the boundaries of geological formations, and returned to the soil surface at a geophone. However overview of subsurface structures that approach can actually be achieved when interference (noise) can be removed to the maximum, as well as seismic processing done properly and correctly. | |
| 4443 | 14126 | B1J011160 | Distribusi dan Biomassa Spesies Mangrove Familia Rhizophoraceae Serta Potensi Karbon Tersimpannya di Segara Anakan Cilacap | Segara Anakan Cilacap merupakan laguna yang dikelilingi oleh hutan rawa mangrove dan dataran berlumpur, terletak pada koordinat 07°34’29,42’’-07°47’32,39’’LS dan 108°46’30,12’’-109°03’21,02’’BT. Mangrove terdiri dari berbagai familia, salah satunya adalah familia Rhizophoraceae. Familia Rhizophoraceae terdiri dari empat genera yaitu Bruguiera, Ceriops, Kandelia, dan Rhizophora. Rhizophoraceae memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena familia ini banyak ditemukan di hutan mangrove, sehingga sering dimanfaatkan oleh masyarakat. Setiap vegetasi mangrove memiliki kemampuan menyerap CO2 di udara dan disimpan dalam bentuk biomassa yang mampu mengurangi dampak global warming. Stok karbon pada biomassa pohon kemudian diestimasikan dalam bentuk karbon tersimpan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui distribusi spesies mangrove familia Rhizophoraceae dan untuk mengetahui biomassa dan potensi karbon tersimpan pada spesies mangrove familia Rhizophoraceae di Segara Anakan Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 14 stasiun, masing-masing stasiun 3 kali ulangan. Analisis data yang digunakan adalah indeks varians untuk menentukan distribusi spesies mangrove familia Rhizophoracea dan dipetakan menggunakan softwere surfer 10.0, persamaan allometrik digunakan untuk mengukur jumlah biomassa pohon, dan potensi karbon tersimpan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah spesies mangrove familia Rhizophoraceae yang ditemukan pada lokasi penelitian berjumlah 6 spesies yang terdiri dari Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops decandra, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrhiza, dan Bruguiera sexangula baik dalam katagori anakan pohon maupun semai, serta tidak ditemukannya spesies dalam katagori pohon. Distribusi yang didapatkan berpola distribusi mengelompok baik pada katagori anakan pohon dan semai. Nilai biomassa yang terdapat pada lokasi penelitian sebesar 580,32 ton.ha-1, sedangkan nilai potensi karbon tersimpan sebesar 267,07 ton.ha-1. | Segara Anakan Cilacap is a lagoon surrounded by mangrove forest, located at coordinates 07°34’29,42’’S - 07°47’32,39’’S and 108°46’30,12’’E -109°03’21,02’’E. Mangroves consist of many families, one of which is familia Rhizophoraceae. Familia Rhizophoraceae consists of four genera, Bruguiera, Ceriops, Kandelia, and Rhizophora. Rhizophoraceae has a high economic value and people. Mangrove absorbs CO2 from the air and stored in its biomass that can reduce the impact of global warming. Carbon stock in tree biomass then estimated in the form of stored carbon. The aim of the study was to determine the distribution of mangrove species familia Rhizophoraceae and to determine the potential of biomass and carbon stored in mangrove species familia Rhizophoraceae in Segara Anakan Cilacap. This research used purposive sampling method. Samples were taken at 14 stations, each station with 3 repetitions. Data been analysedusing index variance to determine the distribution of mangrove species familia Rhizophoracea and mapped using softwere surfer 10.0, allometric equation used to measure the amount of tree biomass, and stored carbon potential. The result obtained in this study is 6 species of familia Rhizophoraceae which is Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops decandra, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrhiza, and Bruguiera sexangula. All of species only found in samplings and seedlings category. Distribution obtained aggregate distribution pattern both in the category of saplings and seedlings. The biomass value contained in the fieldwas 580,32 ton.ha-1, while the potential value of storedcarbon was 267,07 ton.ha-1. | |
| 4444 | 13912 | E1A111075 | IZIN POLIGAMI DENGAN ALASAN USAHA BERSAMA (Studi Terhadap Putusan Nomor: 0147/Pdt.G/2011/PA.Lmg) | Tulisan hukum ini berjudul Izin Poligami Dengan Alasan Usaha Bersama (Studi Terhadap Putusan Nomor : 0147/Pdt.G/ 2011/PA.Lmg). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan izin poligami dengan alasan usaha bersama (Studi Terhadap Putusan Nomor : 0147/Pdt.G/2011/PA.Lmg). Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif. Penelitian ini digunakan data sekunder yaitu bahan pustaka yang mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku perpustakaan, peraturan perundang-undangan, doktrin, serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan materi penelitian yang tersedia, di perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam hal alasan poligami, permohonan izin poligami Pemohon ditolak karena tidak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, namun karena Pemohon telah memenuhi syarat-syarat poligami menurut perundang-undangan yang berlaku maka permohonan izin poligami dapat dikabulkan oleh Hakim Pengadilan Agama Lamongan. Dalam hal pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Lamongan tidak melihat aspek lain selain perundang-undangan. | This research of law is entitled The Permission To Polygamy Due To Business Relation. (Study Of Decision Number: 0147/Pdt.G/ 2011/PA.Lmg). The purpose of the research is to discover the consideration of judge’s decision to grant polygamy permission due to business relation. This research uses Normative Juridical method. This research is also use secondary data which includes references from official documents, library books, law regulation, doctrine, and journals that relate to the research purpose. Based of the research objective, it can be concluded that the petition from The Applicant to polygamy is refused because it is not proper with the law that exist. However, because of The Applicant has fulfilled conditions which are fix with the law regulation to engage with polygamy, so, the polygamy petition can be granted by the Judge Of Court in Lamongan. In considering this problem, the Judge Of Court in Lamongan does not consider any other aspect except the law regulation. | |
| 4445 | 14255 | B1J009054 | DIVERSITAS DAN SEBARAN RUMPUT LAUT SERTA WILAYAH POTENSIAL BUDIDAYANYA DI PERAIRAN KABUPATEN KEBUMEN | Pemetaan sebaran rumput laut dan wilayah potensial budidayanya yang aktual dan akurat akan dapat membantu analisa perencanaan, pengambilan keputusan dan pelaksanaan pengawasan serta evaluasi pengolahan sumber daya rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui diversitas, sebaran rumput laut dan wilayah potensial budidayanya di perairan Kabupaten Kebumen. Metode penelitian ini menggunakan metode survei, pengambilan sampel penelitian secara acak terpilih berdasarkan pembagian pantai. Data primer yang digunakan yaitu sebaran rumput laut dan faktor fisika kimiawi syarat tumbuh rumput laut yang akan menggambarkan wilayah potensial untuk budidaya rumput laut. Diversitas rumput laut di perairan Kabupaten Kebumen dikategorikan dalam kategori kecil, sedang dan tinggi. Pantai di Kabupaten Kebumen yang dikategorikan dalam diversitas kecil adalah Pantai Pedalen dengan nilai indeks diversitas 0,69. Pantai yang dikatagorikan sedang adalah Pantai Karang Bolong dengan nilai indeks diversitas 1,11. Sedang adalah Pantai Menganti dikatagorikan tinggi dengan nilai indeks diversitas 1,92. Rumput laut yang ditemukan di perairan Kabupaten Kebumen berkisar 19 spesies. Satu spesies tersebar pada daerah Pantai Ayah, tiga spesies tersebar pada Pantai Pedalen, 12 spesies tersebar pada Pantai Menganti dan lima spesies tersebar pada Pantai Karang Bolong. Wilayah potensial budidaya rumput laut di perairan Kabupaten Kebumen semua dikategorikan pada kategori Potensial rendah dengan nilai kelayakan pada Pantai Ayah sebesar 52,72%, Pantai Pedalen 50,90%, Pantai Menganti 47, 27 % dan Pantai Karang Bolong 42,72%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai sebaran rumput laut yang aktual di Kabupaten Kebumen sebagai data kekayaan sumber daya alam. Selain itu memberikan informasi mengenai sebaran daerah potensial serta potensial spesies budidaya rumput laut di Kabupaten Kebumen yang dapat digunakan sebagai acuan kebijakan pengolahan budidaya rumput laut yang efektif dan efisien. | Mapping the distribution of seaweed and its cultivating potential areas accurately and reliable will help the analysis of planning, decision-making and implementation of the monitoring and evaluation the seaweed resources processing. The purpose of this study was to determine the diversity, distribution and potential areas of seaweed cultivation in the waters of Kebumen. This research method used survey methods, sampling randomized study was selected based on the distribution of the beach. Primary data used is the seaweed distribution and chemically physic factors requirements for growing seaweed that would describe the potential area for seaweed cultivation. Seaweed diversity in Kebumen regency's waters categorized in high, medium and low category. The beach in Kebumen were categorized as low category is Pedalen Beach with an index value of 0.69 diversities. The medium category is Karang Bolong Beach with 1,11 diversity index value. Meanwhile, Menganti Beach is categorized as high diversities with 1,92 index value. Distribution of seaweed in Kebumen's waters ranging from 19 species. One species is spread in Ayah Beach areas, three species are distributed in Pedalen Beach, 12 species are distributed in Menganti Beach and five species are distributed in Karang Bolong Beach. Seaweed farming potential areas in the waters of Kebumen all be categorized in the category of low potential with the value of the feasibility of Ayah Beach 52,72%, Pedalen Beach 50,90%, Menganti Beach 47,27% and Karang Bolong Beach 42,72%. | |
| 4446 | 14259 | F1D011034 | Representasi Politik Masyarakat Adat Dalam KAN (Kerapatan Adat Nagari) Di Nagari Tandikek Sumatera Barat | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan; 1) memahami dan mendeskripsikan representasi politik masyarakat adat dalam KAN (Kerapatan Adat Nagari) di Nagari Tandikek Sumatera Barat; 2) mengetahui dan menjelaskan KAN (Kerapatan Adat Nagari) merupakan representasi politik dari kepentingan adat dalam pemerintahan nagari di Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kembalinya Sumatera Barat ke system pemerintahan nagarinya memberikan peluang dan kesempatan bagi orang-orang adat yang tergabung dalam KAN untuk kembali berperan dan berpartisipasi dalam pemerintahan nagari. Dari dinamika nagari dapat dilihat bahwa keterwakilan masyarakat adat melalui KAN di dalam pemerintahan Nagari Tandikek secara deskriptif mereka mewakili masyarakat adat dalam dalam nagari tersebut. Keterwakilan secara deskriptif ini mereka wujudkan melalui keterwakilan karakteristik, yaitu suku dan komposisi tatanan adat lokal nagari. Dari lima suku yang ada di Nagari Tandikek, yaitu Suku Piliang, Suku Koto, Suku Tanjung, Suku Sikumbang, dan Suku Guci orang-orang dalam KAN sudah memiliki perwakilan masing-masing. Sedangkan dari komposisi tatanan adat lokal nagari sudah sesuai dengan istilah tatanannya adat lokalnya yang disebut urang ampek jinih dan bapilin tigo. Secara substantif pun KAN sudah mewakil kepentingan masyarakat adat dalam Nagari Tandikek. Keterwakilan ini mereka wujudkan dengan upaya yang dilakukan, melalui program kerja dan produk yang dihasilkan oleh KAN. Produk yang dihasilkan yaitu berupa ranji keturunan dan pengelolaan harta pusako tinggi. Namun demikian, untuk partisipasi KAN dalam pemerintahan nagari guna mewakili kepentingan masyarakat adat mengalami kesulitan. Hal itu dikarenakan relasi yang kurang baik antara wali nagari sebagai pimpinan nagari dan KAN, seperti kesalahpahaman terkait asset-aset nagari yang termasuk ke dalam harta pusako tinggi sehingga ruang yang diberikan untuk KAN menjadi terbatas. | The pusrpose of the research that was conducted are; 1) to identify and explain the political representation of indigenous people in KAN (Kerapatan Adat Nagari) in Nagari Tandikek West Sumatra; 2) know and explain that KAN (Kerapatan Adat Nagari) is the political representation of indigenous interests in government Nagari Tandikek West Sumatra. The method in this research is the qualitative method with a phenomenological approach. The results showed that the return of the West Sumatra government system to their nagari to provide opportunities for indigenous people who are the members of the KAN to participate in the nagari government. From the dynamics of nagari can be seen that the representation of indigenous people through KAN in Nagari Tandikek government descriptively represent the indigenous people in the nagari. The representation descriptively embodied through the characteristics representation. In this case, the representation seen by tribal and nagari custom order composition. From the five tribes namely Piliang Tribe, Koto Tribe, Sikumbang Tribe, Guci Tribe and Tanjung Tribe people who are in KAN has each representative. While the order of the local indigenous nagari are in accordance with the term that is called urangampekjinih and bapilintigo. Substantively KAN also has been representing the interests of indigenous people. This representative was embodied with the efforts they made. The efforts that are made by KAN in representing the interests of indigenous people in NagariTandikek through its programs and products that were produced by KAN. The products is in the form of ranji inheritance and property management of pusakotinggi. However, for KAN participation in Nagari government to represent the interests of indigenous people are experiencing difficulties. That is because the relationship is not good between the nagari trustee as the nagari leader and KAN, for the example, the misunderstanding regarding the nagarian’s asset including the harta pusako tinggi so the space that were given for KAN is limited. | |
| 4447 | 14248 | B1J011137 | Pengaruh Nutrien dan Bahan Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kentang Kultivar Granola pada Sistem Aeroponik | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh nutrien yang berbeda terhadap pertumbuhan knol dan plantlet tanaman kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik dan menentukan jenis nutrien dan bahan tanam terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial, dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah bahan tanam yang terdiri atas knol G1 (B1) dan Plantlet G1 (B2) tanaman kentang kultivar granola. Faktor kedua adalah nutrien yang terdiri atas nutrien Farran dimodifikasi (N1), nutrien Otazu dimodifikasi (N2) dan nutrien AB mix komersial (N3). Variabel yang diamati dalam percobaan ini adalah pertumbuhan tanaman kentang kultivar granola. Parameter yang diukur adalah luas daun, indeks kandungan klorofil, serta rasio berat kering dan berat basah tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji BNT dengan tingkat kepercayaan 99%. Berdasarkan seluruh variabel yang diamati, bahan tanam knol yang ditanam pada nutrien ABmix menghasilkan pertumbuhan tanaman yang paling baik sebagaimana ditandai dengan luas daun, indeks kandungan klorofil, dan berat basah tanaman. | This research was conducted to study the effect of different nutrients to the growth of potato plantlets and knols cultivar granola in aeroponics system and determine the type of nutrients and the best plant materials to increase potato cultivar granola growth in aeroponics system. This study was conducted experimentally with a completely randomized design (CRD) factorial treatment pattern, with two factors. The first factor is the plant material consisting of a knol G1 (B1) and plantlets G1 (B2) of potato cultivars granola. The second factor is a nutrient consisting of a modified nutrient Farran (N1), nutrient Otazu modified (N2) and the nutrients ABmix comercial (N3). The variables were observed in this experiment is the growth of potato cultivars granola. Parameters measured were leaf area, chlorophyll content index, and the ratio of dry weight and wet weight of the plant. Data were analyzed by analysis of variance (ANOVA), followed by LSD test with a confidence level of 99%. Based on all the observed variables, interaction between knol and nutrient Abmix produce the best plant growth, as indicated by leaf area, chlorophyll content index and plant fresh weight | |
| 4448 | 14253 | G1G011031 | PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK RELINING GIGI TIRUAN NILON TERMOPLASTIK DERAJAT KRISTALIN TINGGI MENGGUNAKAN AKRILIK SELF CURED DENGAN VARIASI SURFACE TREATMENT | Nilon termoplastik sebagai basis gigi tiruan, memiliki beberapa kekurangan antara lain sulitnya dilakukan relining dan sulit melekat dengan resin akrilik self cured. Kombinasi surface treatment dibutuhkan untuk meningkatkan akrilik self cured dengan nilon termoplastik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati efek kombinasi surface treatment terhadap perlekatan relining nilon termoplastik kristalin tinggi menggunakan resin akrilik self cured. Jenis penelitian ini merupakan jenis eksperimental laboratoris murni dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Sampel berbentuk silinder berjumlah 32 buah dibagi menjadi 4 kelompok sesuai dengan metode surface treatment yang akan diaplikasikan, aplikasi silane (kontrol), kombinasi diklorometana dan silane, kombinasi alumina sandblasting dan silane, kombinasi silica coating dan silane. Seluruh sampel selanjutnya dilakukan prosedur relining menggunakan resin akrilik self cured. Setiap kelompok kemudian direndam pada saliva buatan selama 24 jam. Kekuatan perlekatan diuji menggunakan uji tarik. Hasilnya menunjukan terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) untuk kekuatan perlekatan pada kelompok aplikasi silane, kombinasi diklorometana dan silane, kombinasi alumina sandblasting dan silane, serta kombinasi silica coating dan silane. Simpulan penelitian ini adalah kombinasi surface treatment dapat meningkatkan kekuatan tarik relining nilon termoplastik derajat kristalin tinggi menggunakan akrilik self cured dan kelompok silica coating kombinasi silane menunjukan kekuatan tarik tertinggi. Pengembangan penelitian selanjutnya dapat dilakukan uji transversa untuk melihat sifat fisik nilon termoplastik yang telah dilakukan relining menggunakan akrilik self cured setelah diberikan variasi surface treatment. | Nylon thermoplastic as a denture base material have some disadvantage included difficulties in reline and poor adherences to the self cured acrylic resin. A combined surface treatment is necessary to strengthen the bond of self cured acrylic resin to thermoplastic nylon. This study aimed to investigated the effect of combined surface treatment on the bond strength high crystalline nylon thermoplastic material to a self cured acrylic resin. This study is an experimental laboratory research and used simple random sampling technique. The specimens used 32 cylinder nylon thermoplastic were divide into four groups according to the surface treatment method, silane application (control), combination dichloromethane - silane application, alumina sandblasting - silane application, and silica coating - silane application. These four groups were relined with a self cured acrylic resin. The specimens were immersed in artificial saliva for 24hr. Bond strength were determined with a tensile test. The result of tensile test was analyzed by one way ANOVA and LSD post hoc. The result showed that significant differences (p<0,05) for bond strength of silane group, dichloromethane – silane group, alumina sandblasting –silane group, and silica coating –silane group. The conclusion of this research were combined surface treatment could increase the tensile bond strength of high crystalline thermoplastic nylon that relined with self cured acrylic resin and the silica coating - silane combination showed the highest tensile strength. The development of further research can be done by transverse test to evaluation physic strength relined thermoplastic nylon with self cured acrylic resin after treated with variations of surface treatment. | |
| 4449 | 14258 | F1C012004 | Pola Komunikasi Wanita Bekerja Dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga (Studi Kasus Karyawati CV Kompo Motor Sokaraja Purwokerto) | Penelitian ini membahas tentang pola komunikasi wanita bekerja dalam menjaga keharmonisan keluarga.Saat ini terdapat fenomena wanita yang sudah menikah namun memiliki pekerjaan di kantor dengan alasan yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui pola komuniksi wanita bekerja dalam menjaga keharmonisan keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajia data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji dengan triangulasi metode dimana penegcecakan tingkat kepercayaan pada penemuan dari hasil penelitian dengan beberapa teknik pengumpulan data serta pengecekan sumber data dengan metode yang sama. Hasil yang di dapatkan setelah dilakukan penelitian yakni pola komunikasi yang dilakukan oleh karyawati CV Kompo Motor Sokaraja dengan keluarganya yakni pola komunikasi primer, pola komunikasi sekunder, dan pola komunikasi linier. Kemudian tipe pola komunikasi keluarga karyawati CV Kompo Motor yakni konsensual dan pluralisti. | This research about the communication patterns of working women in maintaining family harmony. That now days of married women who are also working with various reasons.The aim of this research is to understand the communication model used by working women in keeping the harmony of their families. The method used for this research is the qualitative one. Purposive sampling is using for determine the informants. Data collection method uses deep interview and observation. Data analysis in this research is done with data reduction, presentation and the conclusion making. For the validity, it is tested with triangulation method in which trust level of research discovery is checked withsame data collection techniques and data source checking methods. The results of this research that communication models that are done by CV. Kompo Motor Sokaraja women employees with their families are the primary, secondary and linier communication model. The types of communication pattern done by CV. Kompo Motor women employees’ families are the consensual and pluralistic. | |
| 4450 | 14260 | B1J011147 | Derajat Parasitemia Pada Darah Berbagai Hewan Uji Yang Diinfeksi Oleh Plasmodium falciparum Secara In Vitro | Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Plasmodium sp. dan disebarkan oleh nyamuk Anopheles sp. betina. Infeksi Plasmodium sp. dimulai ketika sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk bersama gigitan nyamuk ke tubuh manusia menuju ke hati kemudian berkembang menjadi tropozoit selanjutnya menjadi skizon. Skizon yang telah matang akan membebaskan merozoit lalu merozoit menginfeksi ke darah. Plasmodium sp. dalam darah dapat digunakan untuk mendeteksi derajat parasitemia. P. falciparum merupakan salah satu parasit paling patogenik yang menginfeksi manusia karena dapat menyebabkan infeksi akut. P. falciparum memiliki kemiripan morfologi dengan P. knowlesi yang menginfeksi monyet ekor panjang dan bersifat zoonosis. Berdasarkan kemiripan tersebut maka dilakukan penelitian dengan rumusan masalah yaitu bagaimana derajat parasitemia pada berbagai darah hewan uji yang diinfeksi oleh P. falciparum, darah dari hewan uji mana yang memiliki derajat parasitemia tertinggi, bagaimana potensi zoonosis dari infeksi P. falciparum, dan bagaimana perkembangan P. falciparum dalam darah uji yang diinfeksi secara in vitro. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui derajat parasitemia pada darah berbagai hewan uji yang diinfeksi P. falciparum, mengetahui potensi zoonosis dari P. falciparum, dan mengatahui perkembangan P. falciparum pada darah uji yang diinfeksi secara in vitro. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental, dengan rancangan acak kelompok. Perlakuan yang digunakan berupa darah manusia sebagai kontrol, darah monyet ekor panjang, darah sapi, dan darah mencit, setiap perlakuan diulang 7 kali. Variabel bebas penelitian ini ialah P. falciparum, darah manusia dan darah hewan uji, sedangkan variabel terikatnya ialah derajat parasitemia, potensi zoonosis, dan perkembangan P. falciparum . Parameter yang diamati yaitu jumlah darah yang terinfeksi P. falciparum, potensi zoonosis dari P. falciparum, dan stadium P. falciparum selama kultur in vitro. Pengujian derajat parasitemia dilakukan dengan menghitung banyaknya eritrosit yang terinfeksi P. falciparum per 1000 eritrosit pada apusan darah tipis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat parasitemia pada darah manusia lebih tinggi dibandingkan dengan darah hewan uji lainnya, P. falciparum tidak berpotensi menyebabkan zoonosis, serta P. falciparum berkembang secara normal (stadium tropozoit, skizon, merozoit dan tropozoit) terjadi pada kultur darah manusia. | Malaria is a disease caused by Plasmodium sp. and transmitted by Anopheles sp. female. Infection of Plasmodium sp. starts when the sporozoit from the salivary gland of mosquitos enter the human body by biting of infected mosquito enter to the liver and develop into tropozoit and later schizonts. Mature schizonts will rupture, releasing merozoit into the bloodstream and infect to the red blood cell. The red blood cell infecting of Plasmodium sp. can be used to detect the degree of parasitemia. P. falciparum is the most pathogenic human parasite that cause an acute infection. P. falciparum has similar morphology with P. knowlesi that infects long-tailed macaque and zoonotic. Based on the similarity of morphology, the research conducted by the formulation of the problem are how the degree of parasitemia on various blood animal tested, is the P. falciparum potential as zoonotic, and how the development of P. falciparum in fected blood test in vitro. The purpose of this research are to determine the degree of parasitemia on various blood of animals tested, potential zoonotic of P. falciparum, and development of P. falciparum in the red blood cell test in vitro. Research carried out by experimentally, with rondom block design. The red blood cell used are human blood as a control, long-tailed macaque, cow, and mice ech treatment was repeated 7 times. The independent variable is P. falciparum, human blood, and animal blood test, while the dependent variable are the degree of parasitemia, zoonotic potential, and development of P. falciparum. Parameters observated are the number of red blood cell infect by P. falciparum, zoonotic potential of P. falciparum, and the development of P. falciparum inside the red blood cell. The degree of parasitemia was done by counting the number of erythrocytes infected with P. falciparum per 1000 erythrocytes in thin blood smear. The result showed that the degree of parasitemia in human blood is higher than the red blood cell of animal tested, P. falciparum is not a potential cause zoonoses, subsequently P. falciparum is developing normally (stage tropozoit, schizonts, merozoites, and tropozoid) during 24 hours occurs in cultured human blood. | |
| 4451 | 13885 | G1A012137 | Hubungan Kadar Hemoglobin dan Aktivitas Fisik Terhadap Kesanggupan Kardiovaskular Pada Mahasiswa Laki-Laki Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Aktivitas fisik yang kurang saat ini menjadi masalah global yang angka kejadiannya cukup tinggi. WHO menyatakan 40% dari populasi dunia (145 negara) tergolong aktivitas fisik kurang. Di Indonesia, prevalensi nya mencapai angka 22% dari total populasi dan sebagian besar populasi itu adalah mahasiswa, terutama mahasiswa jurusan kesehatan. Aktivitas fisik yang rendah ini akan meningkatkan risiko terkena penyakit hipokinetik (jantung koroner, hipertensi, stroke, diabetes). Hal ini secara tidak langsung akan berdampak pada sistem kardiorespirasi tubuh, salah satunya yaitu kesanggupan kardiovaskular yang diukur dengan VO2 max. Kesanggupan kardiovaskular juga dipengaruhi oleh kadar hemoglobin dan juga aktivitas fisik. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara kadar hemoglobin dan aktivitas fisik terhadap kesanggupan kardiovaskular pada mahasiswa laki-laki jurusan kedokteran UNSOED. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan besar sampel 37 responden. Analisis bivariat dilakukan untuk mencari hubungan antara kadar hemoglobin dengan kesanggupan kardiovaskular dan hubungan antara aktivitas fisik dengan kesanggupan kardiovaskular. Analisis dilakukan dengan uji korelasi spearman pada kedua hubungan tersebut. Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik Penelitian Kedokteran FK UNSOED. Hasil Penelitian: Terdapat korelasi yang bermakna antara kadar hemoglobin dengan kesanggupan kardiovaskular (p=0,004) dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi sedang (r=0,465) dan terdapat korelasi bermakna antara aktivitas fisik dengan kesanggupan kardiovaskular (p=0,000) dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi sangat kuat (r=0,810). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar hemoglobin dan aktivitas fisik seseorang, maka semakin baik pula kesanggupan kardiovaskularnya. | CORRELATION BETWEEN HEMOGLOBIN LEVELS AND PHYSICAL ACTIVITY WITH CARDIORESPIRATORY ENDURANCE IN MEN STUDENTS AT MEDICAL FACULTY OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY Giga Hasabi Alkarani1, M. Nanang Himawan K2, Alfi Muntafiah1 1 Medical Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia 2Physical Educational Health And Recreation Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia E-mail: giga.crypton@gmail.com ABSTRACT Background: Physical activity is a major issue around the world with high prevalence rate. WHO claimed that 40% of world population were in physical inactivity group. In indonesia, the prevalence rate was 22% of all population and students in college were the major group in that populations, especially medical students. Low physical activity will increase the risk of hipokinetic diseases (coronary, hipertension, stroke, diabetes). This is also related indirectly to cardiorespiratory system which one of the content is cardiorespiratory endurance that can be estimated by VO2 max. Cardiorespiratory endurance also be affected by haemoglobin levels and physical acivity. Objective: The aim of this study was to analyze the correlation between hemoglobin levels and physical activity with cardiorespiratory endurance in men students at medical faculty of UNSOED. Methods: This was an observational analytic study with cross sectional approach with 37 subjects. Bivariable analysis was used to analyzed two correlation with both of them using spearmann correlation test. First was betwen hemoglobin level and cardiorespiratory endurance and the second was between physical activity and cardiorespiratory endurance. This study was approved by the Research Committee of FK UNSOED. Results: There was a significant correlation between hemoglobin levels and cardiorespiratory endurance (p=0,004) with positive direction and medium correlation power (r=0,465) and there was a significant correlation between physical activity and cardiorespiratory endurance (p=0,000) with positive direction and very strong correlation power (r=0,810). Conclusion: It was concluded that higher levels of hemoglobin and physical activity will impact on higher cardiorespiratory endurance. | |
| 4452 | 14263 | F1F011037 | AN ANALYSIS OF ILLOCUTIONARY ACTS IN JOHN NASH'S UTTERANCES AS THE MAIN CHARACTER IN A BEAUTIFUL MIND MOVIE | Penelitian ini berjudul " An Analysis of Illocutionary Acts in John Nash’s Utterances as the Main Character in A Beautiful Mind Movie " Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konteks dan jenis-jenis tindak ilokusi yang diujarkan oleh pemeran utama dalam film A Beautiful Mind. Penulis menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Data utama adalah sebuah film berjudul A Beautiful Mind. Data ini dianalisis menggunakan teori tindak ilokusi oleh John R Searle yang membagi ilokusi menjadi 5 tipe: yaitu directive, representative, expressive, commissive dan declarations. Penulis menggunakan beberapa langkah dalam menganalisis data, yaitu pengumpulan data dari naskah film, menggambarkan konteks serta mengkategorikan jenis-jenis tindak ilokusi. Dalam penelitian ini, penulis menemukan ada 246 total jumlah tindak ilokusi yang diucapkan oleh John Nash dengan klasifikas: tipe directive diujarkan 112 kali. Dari 112 tuturan meliputi: asking yang dihasilkan 82 kali, 19 kali commanding, permitting 2 kali, begging 2 kali dan requesting diproduksi 7 kali. Jenis representative diucapkan 115, terdiri dari ujaran concluding yang dihasilkan 63 kali, statement 48 kali dan boasting 4 kali. Jenis expressive diucapkan 10 kali, yaitu thanking yang diucapkan 5 kali dan apologizing yang diucapkan 5 kali. Jenis commissives diujarkan 9 kali dan tipe declaration 0. | This research entitled " An Analysis of Illocutionary Acts in John Nash’s Utterances as the Main Character in A Beautiful Mind Movie ". The purpose of this research was to find out the context and classification of Illocutionary Acts that are produced by the main character in A Beautiful Mind Movie. The researcher used qualitative method in analyzing the data. The main data was a movie entitled A Beautiful Mind movie. The data was analyzed using the types of illocutionary acts theory by John R Searle which included representative, directive, expressive, commissive and declarations. In analyzing the data, the researcher applied some steps. There were collected the data from the script, described the context and categorized the classification of illocutionary acts. The result of this research shows that the researcher found 246 total illocutionary acts that are produced by John Nash, with the classification as follows: directives’ type is uttered 112 times. Those 112 utterances include: asking, which is produced 82 times, commanding 19 times, permitting 2 times, begging 2 times, and requesting is produced 7 times. Representatives’ type is uttered 115 times, those 115 utterances are concluding sentence which is produced 63 times, statement 48 times and boasting 4 times. Expressives’ type is uttered 10 times, those are thanking which is uttered 5 times and apologizing which is uttered 5 times. Commissives’ type is uttered 9 times and declaration type is null. | |
| 4453 | 14264 | B1J011039 | DERAJAT PARASITEMIA Plasmodium falciparum IN VITRO YANG DIBERI EKSTRAK Chaetoceros sp. | Malaria merupakan masalah kesehatan dunia yang masih sulit untuk ditangani, terutama yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Chaetoceros sp. merupakan salah satu jenis mikroalga yang berpotensi sebagai antiplasmodium karena mengandung terpenoid, tokoferol, flavonoid dan karotenoid yang diduga mampu menurunkan derajat parasitemia P. falciparum in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Chaetoceros sp. terhadap derajat parasitemia P. falciparum in vitro. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor berupa konsentrasi esktrak Chaetoceros sp. yang terdiri atas 5 konsentrasi yaitu: 0,01, 0,1, 1, 10, 100 µg/ml dan kontrol (0 µg/ml). Masing-masing konsenterasi diujikan pada eritrosit yang terinfeksi P. falciparum in vitro. Variabel pada penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak Chaetoceros sp. dan derajat parasitemia P. falciparum in vitro. Parameter yang diukur adalah banyaknya eritrosit yang terinfeksi P. falciparum per 1000 eritrosit dan persentase penghambatan pada setiap konsenterasi ekstrak Chaetoceros sp. yang diberikan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan dengan tingkat kesalahan yang sama. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Chaetoceros sp. berpengaruh sangat nyata terhadap derajat parasitemia P. falciparum (P<0,01) dan memberikan hasil terbaik pada konsenterasi 100 mg.µl-1 dengan nilai penghambatan 83,765%. | Malaria is the world's health problems that are still difficult to treat, especially caused by Plasmodium falciparum. Chaetoceros sp. is one species of a potentially microalgae as antiplasmodium because it contains Terpenoids, flavonoids, tocopherols and carotenoids that suspected was able to lower the parasitemia degree of P. falciparum in vitro. The purpose of this research was to know how the granting of Chaetoceros sp. extracts against parasitemia degree of P. falciparum in vitro. This research was conducted by experimentaly methods with Completely Randomized Design that consisting 5 concentrations: 0,01, 0,1, 1, 10, 100 µg.ml-1 and controls (0 µg.ml-1) of Chaetoceros sp. extract. Each concentration tested on erythrocytes infected with P. falciparum in vitro. The variables in this research are concentration of Chaetoceros sp. extract and the parasitemia degree of P. falciparum in vitro. Parameters measured are the large number of erythrocytes infected with P. falciparum per 1000 erythrocytes and percentage of inhibition of Chaetoceros sp. extract on each consentratiton. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) on the error rate of 5% and 1%, and then continued with further test Duncan with the same error level. The results of the analysis showed that the granting of Chaetoceros sp. extracts presented very real effect against P. falciparum parasitemia degrees (P<0,01) and gave the best results on concentration 100 µg.ml-1 with a value of inhibition 83,765%. | |
| 4454 | 14140 | H1H011020 | PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AMPAS TAHU TERFERMENTASI TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN LAJU MORTALITAS Daphnia sp. | Penelitian bertujuan mengetahui laju pertumbuhan dan laju mortalitas Daphnia sp. yang diberi tepung ampas tahu terfermentasi. Metode penelitian adalah eksperimental berdasarkan RAL dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yaitu P1: pemberian tepung ampas tahu terfermentasi 1 g/L, P2: pemberian tepung ampas tahu terfermentasi 1,5 g/L, P3: pemberian tepung ampas tahu terfermentasi 2 g/L, dan P4: pemberian tepung ampas tahu terfermentasi 2,5 g/L. Parameter yang diamati : laju pertumbuhan, laju mortalitas, dan kualitas air Daphnia sp. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung ampas tahu terfermentasi mempengaruhi laju pertumbuhan Daphnia sp. Laju pertumbuhan pada P1, P2, dan P3 serta P1, P3, dan P4 adalah sama, namun laju pertumbuhan pada P2 berbeda dengan P4. Nilai laju pertumbuhan P1 : 1,61 ± 0,74 , individu/L, P2 : 1,02 ± 0,40 individu/L, P3 : 1,84 ± 0,76 individu/L dan P4 : 2,53 ± 0,36 individu/L. Laju mortalitas P1, P2, P3, dan P4 adalah sama. Nilai laju mortalitas P1 : 0,68 ± 0,26 individu/L, P2 : 0,77 ± 0,10 individu/L, P3 : 0,75 ± 0,13 individu/L, dan P4 : 0,66 ± 0,04 individu/L. Kualitas air pemeliharaan Daphnia sp. pada kisaran yang sesuai, kecuali nilai pH sedikit dibawah kisaran normal. Kisarah suhu pemeliharaan adalah 28°C-29°C, pH 5-6, oksigen terlarut rata-rata 4,4 ppm dan amoniak 0,01-0,2 mg/L. | This study aims to determine growth rate and mortality rate of Daphnia sp. fed with fermented tofu flour. Experimental method was used based on CRD with 4 treatments and 4 replications. The treatment are P1: giving fermented tofu flour 1 g / L, P2: giving fermented tofu flour 1.5 g / L, P3: giving fermented tofu flour 2 g / L, and P4: giving fermented tofu flour 2.5 g / L. The parameters observed were growth rate, mortality rate, and water quality of Daphnia sp. The results showed that giving fermented tofu flour affect the growth rate of Daphnia sp. The rate of growth in P1, P2, P3 and P1, P3, P4 were same, but the rate of growth in P2 different with P4. Value growth rate in P1: 1,61 ± 0,74, individuals / L, P2: 1,02 ± 0,40 individuals / L, P3: 1,84 ± 0,76 individuals / L and P4: 2,53 ± 0,36 individual / L. The rate of mortality in P1, P2, P3, and P4 were same. Mortality rate in P1: 0,68 ± 0,26 individuals / L, P2: 0,77 ± 0,10 individuals / L, P3: 0,75 ± 0,13 individuals / L, and P4: 0,66 ± 0,04 individual / L. Water quality maintenance of Daphnia sp. was appropriate, except pH was below normal range. Range maintenance for temperature is 28°C-29°C, 5-6 pH, dissolved oxygen an average of 4,4 ppm of ammonia and 0,01 to 0,2 mg / L. | |
| 4455 | 14269 | H1K011020 | POTENSI KAPANG PADA SERASAH RUMPUT LAUT Ulva lactuca, Chaetomorpha crassa, DAN Chaetomorpha antennina TERDEKOMPOSISI DARI PANTAI KARAPYAK SEBAGAI PENDEGRADASI SELULOSA | Rumput laut merupakan organisme yang memiliki kandungan selulosa tinggi. Selulosa yang terkandung dalam rumput laut merupakan potensi yang perlu dikonversi menjadi karbohidrat agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu mikroorganisme yang mampu mengkonversi selulosa menjadi karbohidrat adalah kapang. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan isolat kapang dari serasah rumput laut terdekomposisi dan isolat kapang yang potensial sebagai pendegradasi selulosa. Metode penelitian yang dilakukan meliputi penelitian lapang dan laboratorium. Pengambilan sampel rumput laut C. antennina, C. crassa, dan U. lactuca yang terdekomposisi dilakukan di Pantai Karapyak. Uji aktivitas degradasi selulosa dilakukan dengan mengamati zona bening yang terbentuk pada media CBM+CMC 1% kemudian dihitung Indeks Selulotik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa jumlah koloni isolat kapang paling banyak terdapat pada C. antennina (88 CFU’s/mL) kemudian C. crassa (45 CFU’s/mL) dan paling sedikit dari U. lactuca (21 CFU’s/mL). Indeks Selulotik paling tinggi terdapat pada isolat dengan kode F. Isolat ini diisolasi dari ketiga spesies rumput laut yang diteliti. Jumlah morfologi isolat kapang yang ditemukan sebanyak 10 morfologi isolat. Isolat kapang yang potensial mendegradasi selulosa ditemukan sebanyak 7 isolat dengan Indeks Selulotik berkisar 0,8577 – 0,2641. | Seaweed is an organism that has a high cellulose content. Cellulose contained in seaweed has a potential that needs to be converted into carbohydrate that can be used optimally. One of the microorganisms that capable to convert cellulose into carbohydrate is mold. The purpose of this research was to obtain a mold isolated from decomposed seaweed and mold isolate potential for degrading cellulose. Methods used in this research included field and laboratory research. Sampling of seaweed C. antennina, C. crassa and U. lactuca that had been decomposed in Karapyak Beach. Cellulose degradation activity test carried out by observing the clear zone formed on media CBM + 1% CMC was then calculated Selulotik Index. The results showed the mold isolated from three decomposed seaweeds that have the highest number of isolate to the lowest respectively were C. antennina (88 CFU’s/mL), C. crassa (45 CFU’s/mL) and U. lactuca (21 CFU’s/mL). The highest Selulotic Index was found in mold isolate with the code F. Those isolate were isolated from three species of seaweeds that was studied. The number of morphology mold isolate were found as many as 10 morphology isolate. Mold isolate that have potential for degrading cellulase found as many as 7 out of 10 isolate with Selulotik Index ranged 0,8577-0,2641. | |
| 4456 | 14267 | F1C012045 | PEMANFAATAN GRUP WHATSAPP HARMONI PERUBAHAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ORGANISASI BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin maju dan kini telah digunakan di berbagai sektor, salah satunya pada sektor organisasi. Banyak organisasi yang memanfaatkan aplikasi pesan instan sebagai media komunikasi organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan metode analisis kualitatif eksploratif. Subjek penelitian adalah anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman Periode 2015-2016 yang tergabung dalam grup WhatsApp Harmoni Perubahan. Teori yang digunakan adalah Teori Computer Mediated Coomunication (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup WhatsApp memiliki aspek strategis sebagai media baru dalam komunikasi organisasi. Semua anggota yang tergabung dalam grup memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada WhatsApp untuk menunjang proses komunikasi organisasi, terutama saat terhalang secara fisik untuk bertemu untuk melakukan proses komunikasi langsung. Hal tersebut membuat koordinasi diantara mereka menjadi lebih baik karena proses komunikasi terus berjalan sehingga mengurangi terjadinya miss komunikasi. Grup WhatsApp mampu menjadi media penyebaran informasi yang efektif dan sarana bertukar ide dalam diskusi. Individu juga memanfaatkan grup WhatsApp sebagai sarana untuk melepas penat setelah melaksanakan program kerja. Hal ini dikarenakan grup tersebut membuat dinding pembatas antar staff dan pimpinan berkurang sehingga meningkatkan kedekatan psikologis diantara mereka. Diharapkan nantinya grup WhatsApp dapat menjadi media komunikasi diantara individu saat kepengurusan telah berakhir sehingga hubungan yang terjalin dapat terus bertahan. | The development of ICT (information and communication technology) nowadays have been increasing and it is used in many sectors of life, including organizations sector. Many organizations use instant messaging application as organizational communication media. This research uses qualitative method and qualitative explorative method. Subject of this research is members of Executive Student Organization of Jenderal Soedirman University in 2015-2016 period who have joined in Harmoni Perubahan WhatsApp group. It uses Computer Mediated Communication (CMC) Theory. Result of this research shows that WhatsApp group takes a very essential role in being a strategic aspect as a new media in organizational communication. All members that are included in this group use features of WhatsApp that support organizational communication process, especially when members cannot meet physically for direct communication process. That makes a good coordination between them because of the flowing process in exchanging communication message, thus reduces the miscommunication among them. WhatsApp group can be an effective media for information spreading and discussion forum in where members can exchange their ideas. Individuals can also take benefit from WhatsApp group as a refreshment after their project is done. This is because the group’s existence diminish the wall that separates members and leaders, in which case improve their psychological intimacy. It is hoped that in the future WhatsApp group can be a communication media between individuals when the period is over so there will be good relationships among members. | |
| 4457 | 14285 | H1L008035 | SISTEM INFORMASI PENGARSIPAN SURAT ELEKTRONIK PADA LEMBAGA KEPOLISIAN NEGARA DI POLSEK SEMPOR KEBUMEN MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK | ABSTRAK SISTEM INFORMASI PENGARSIPAN SURAT ELEKTRONIK PADA LEMBAGA KEPOLISIAN NEGARA DI POLSEK SEMPOR KEBUMEN MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK Bima Satyanto Nugroho Bagian pengarsipan surat pada Lembaga Kepolisian Negara di Polsek Sempor Kebumen membutuhkan pengelolaan pengarsipan surat yang baik. Selama ini pendataan surat yang berjalan di lembaga tersebut masih berjalan secara manual, sehingga mengakibatkan proses pencarian surat yang lama. Pengelolaan pengarsipan surat yang baik menyebabkan semua data surat yang berada di instansi dapat terorganisir dengan baik. Oleh karena itu, perlu dibuat sistem informasi pengarsipan surat berbasis web yang dapat mengelola pengarsipan surat dengan baik. Pembuatan sistem tersebut menggunakan beberapa metode diantaranya studi pustaka, observasi melakukan penelitian langsung ke instansi tersebut. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall. Sistem Informasi Pengarsipan Surat mempunyai dua menu yaitu menu user dan menu archive. Terdapat dua submenu pada menu user yaitu new user dan view user, tiga submenu pada menu archive yaitu new archive, view archive, dan report archive. Pengujian aplikasi dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengujian oleh internal tim pengembang dan pengujian di depan pegawai bagian tata usaha di Polsek Sempor secara localhost. Setelah melalui proses pengujian sistem, didapat hasil dimana sistem informasi pengarsipan surat elektronik bisa berjalan sesuai dengan keinginan lembaga tersebut. Kata kunci : Pengarsipan, sistem informasi, web | ABSTRACT INFORMATION SYSTEMS OF ELECTRONIC ARCHIVING IN POLSEK SEMPOR KEBUMEN USING YII FRAMEWORK Bima Satyanto Nugroho The archiving section in Polsek Sempor Kebumen needs a good letters archiving management. For whole this time, letters data collecting process in the Polsek Sempor still work manually so, it makes letters archiving process become difficult and take a long time. A good letters archiving management can make all the letters data in the Polsek Sempor well organized. Therefore, it’s a need to make a web-based that can manage letters archiving process well. The system development method for this system uses the waterfall system. This system has two menus which are user menu and archive menu. There are two submenus in user menu: new user, and view user. There are three submenus in archive menu: new archive, view archive, and report archive. The electronic letter testing process is done in two steps, testing by internal development team and testing in front of administration staff in Polsek Sempor using localhost. After the testing process, the electronic archiving system can run well according to the Polsek Sempor needs. Key words : Archiving, information system, web | |
| 4458 | 14284 | C1J008010 | Final Report | Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Konversi Lahan Sawah Ke Non Sawah di Perkotaan Purwokerto 2003-2013 | Determinants of Wetland Conversion To Non Wetland In Urban Purwokerto 2003- 2013 | |
| 4459 | 14271 | F1C011046 | MAKNA PENGGUNAAN MEME SEBAGAI SARANA KRITIK SOSIAL (ANALISIS SEMIOTIK MENGENAI MEME SEBAGAI SARANA KRITIK SOSIAL DI SITUS 1CAK.COM) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang menciptakan cara baru dalam menyampaikan kritik sosial, yakni melalui meme. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui makna dalam meme yang didalamnya terkandung unsur kritik sosial dan bagaimana bentuk kritik sosial yang dilayangkan melalui meme melalui pendekatan semiotika. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis leksia dan lima kode pembacaan dari Roland Barthes. Terdapat enam buah meme pilihan dengan tema sosial berbeda yang diunggah di situs 1cak.com sejak Januari hingga September 2015. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini ditemukan bahwa kritik sosial yang disampaikan dalam meme comic adalah dengan bentuk sindiran sarkasme. Ditinjau dari efektivitasnya, penggunaan meme sebagai sarana kritik sosial dapat dikatakan cukup efektif. Hal ini dikarenakan cara penyampaian dan melalui visual dapat lebih mudah untuk dicerna, selain itu penyebarannya dapat lebih cepat karena menggunakan internet yang dapat diakses dari smartphone meskipun bobot dari kritik yang disampaikan jauh lebih ringan. | This research is motivated by the development of technologies that create new ways of delivering social criticism, through meme. The purpose of this study to determine the meaning of the meme that it contains elements of social criticism and the form of social criticism is filed through memes through semiotic approach. The analysis technique used is the lexia analysis and the five codes of reading by Roland Barthes. There are six options meme with different social themes uploaded on 1cak.com from January to September 2015. The conclusions obtained from this study found that social criticism is delivered in the form of a meme comic satire sarcasm. In terms of effectiveness, the use of memes as a means of social criticism can be quite effective. This is because the delivery and through visual can be easier to digest, but it can spread faster because it uses the internet that can be accessed from a smartphone though the weight of criticism delivered much lighter. | |
| 4460 | 14274 | F1I011030 | Implementasi Paradiplomasi Dalam Politik Luar Negeri Pada Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono II (2009-2014) | Kemunculan paradiplomasi dalam aktifitas politik luar negeri Indonesia merupakan fenomena baru dan layak untuk dikaji lebih dalam. Kerjasama luar negeri oleh daerah merupakan sebuah pertanda bahwa telah terjadi perubahan pola yang semula “inward looking” kini berorientasi pada “outward looking”. Hubungan internasional saat ini telah memungkinkan setiap aktor untuk terlibat dan memaksimalkan hasil yang ingin dicapai dalam berhubungan dengan pihak asing. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah Implementasi Paradiplomasi dalam Politik Luar Negeri Indonesia Pada Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono II (2009-2014) adalah dengan cara: Pertama, Penetapan dan Pelaksanaan Total Diplomasi pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono II sebagai strategi diplomasi Indonesia. Kedua, adanya undang-undang yang mengatur mekanisme hubungan dan kerjasama luar negeri oleh daerah. Ketiga, peranan Kemernterian Luar Negeri Indonesia dalam meningkatkan hubungan dan kerjasama luar negeri oleh daerah | The appearance of Paradiplomacy in Indonesian Foreign Policy activities are new and suitable for discussed. The cooperation of territories foreign affairs are a sign that it has already consist of the pattern changes that at the beginning “inward looking” and now oriented to “outward looking”. Today international relation already become possible for every actors to mixed up and maximize the goals that it desiring to reached in cooperates with foreign. From this research it can be concludes the implementation of Paradiplomacy in politics of Indonesian Foreign Affairs on Susilo Bambang Yudhoyono II ( 2009-2014) are by using methods: first, the resolution and realization of Total Diplomacy on Susilo Bambang Yudhoyono 11 Era as an Indonesian Diplomacy Strategy. Second, there are the laws that it regulate the mechanism of foreign affairs cooperation by provinces. Third, the rules of Ministry of Foreign Affairs in increased the relations foreign cooperation by provinces. |