Artikelilmiahs
Menampilkan 4.481-4.500 dari 48.761 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4481 | 14295 | C1K011001 | THE INFLUENCE OF WORK-FAMILY CONFLICT TOWARDS WORK STRESS : THE ROLE OF EDUCATION LEVELS AND GENDER AS MODERATING VARIABLES. (A Study On Civil Servant Working For Ministry Of Manpower Indonesia). | ABSTRAK Penelitian ini berjudul "Pengaruh Konflik Pekerjaan-keluarga terhadap Stres Kerja: Peran Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin sebagai Moderating Variabel (Studi pada Pegawai Negeri Sipil Kerja Untuk Departemen Tenaga Kerja Indonesia). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara konflik kerja-keluarga, konflik keluarga-pekerjaan dan stres kerja, juga untuk menyelidiki peran moderasi dari tingkat pendidikan dan jenis kelamin dalam hubungan mereka. Data penelitian ini diperoleh dari Departemen Tenaga Kerja Indonesia di Jakarta Selatan dengan mendistribusikan kuesioner kepada 180 karyawan menggunakan random purposive sampling. teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian least square menggunakan analisis multi-kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) konflik kerja-keluarga yang positif dan signifikan terkait dengan stres kerja, 2) konflik keluarga-pekerjaan yang positif dan signifikan berhubungan dengan stres kerja, 3) Tingkat pendidikan tidak memiliki efek moderasi pada hubungan antara konflik kerja-keluarga dan konflik keluarga-pekerjaan untuk bekerja stres, dan 4) jenis kelamin tidak memiliki efek moderasi pada hubungan antara konflik kerja-keluarga dan konflik keluarga-pekerjaan untuk bekerja stres. Untuk meningkatkan kinerja dan juga produktivitas kerja, masing-masing Kepala Unit Kerja di Departemen Tenaga Kerja Indonesia perlu 1) mengurangi konflik kerja-keluarga dan konflik keluarga-pekerjaan yang dihadapi oleh karyawan, sehingga stres kerja juga dapat dikurangi, dan 2 ) seharusnya tidak ada perlakuan khusus bagi perekrutan karyawan menurut jenis kelamin juga karena tidak ada perbedaan pada memahami stres kerja antara laki-laki dan perempuan karena tidak ada perbedaan antara tingkat pendidikan tinggi dan menengah dalam hubungan konflik antar-peran terhadap pekerjaan menekankan. | ABSTRACT This research is entitled “The Influence of Work-family Conflict towards Work Stress : The Role of Education Levels and Gender as Moderating Variables (A Study on Civil Servant Working For Ministry Of Manpower Indonesia). The aims of this research were to investigate the relationship between work-family conflict, family-work conflict and work stress, also to investigate the moderating role of education levels and gender in those relationship. This research data were obtained from Ministry of Manpower Indonesia in South Jakarta by distributing the questionnaires to 180 employees using random purposive sampling. The data analysis techniques used in this research were partial least square using multi-group analysis. The results show that 1) work-family conflict are positively and significantly related to work stress, 2) family-work conflict are positively and significantly related to work stress, 3) education level has no moderating effects on the relationship between work-family conflict and family-work conflict to work stress, and 4) gender has no moderating effects on the relationship between work-family conflict and family-work conflict to work stress. To increase the work performance and also work productivity, each Head of Work unit in Ministry of Manpower Indonesia needs to 1) decreasing work-family conflict and family-work conflict who faced by the employees, so work stress also can be reduced, and 2) there should be no special treatment for employee recruitment according to gender also due to there is no differences on perceiving work stress between male and female due to there is no differences between high and secondary education levels in the relationship of inter-role conflict towards work stress. | |
| 4482 | 14296 | F1A009059 | Demam Barang Fesyen Bermerek (Studi Tentang Motivasi Penggunaan Barang Fesyen Bermerek di Kalangan Mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto) | Studi kasus di kalangan mahasiswa Fisip Unsoed terkait barang bermerek menunjukkan bahwa alasan yang melatarbelakangi mahasiswa Fisip Unsoed memakai barang branded adalah bahwa alasan yang melatarbelakangi mahasiswa Fisip Unsoed memakai barang branded adalah memberikan kenyamanan pribadi, kualitas yang didapat dalam barang bermerek, bentuk penghargaan diri, mendapat pengakuan dari orang lain dan menunjukan status sosial ekonomi orang tua. Mereka meyakini bahwa semakin terkenal merek barang, maka semakin terjamin pula kualitasnya. Kualitas didasarkan pada pengalaman dan kepuasan para mahasiswa terhadap produk bermerek tersebut. Selain itu terkait merek, produk branded yang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Jenderal Soedirman pakai selama beraktivitas di kampus adalah sangat beragam. Berbagai kebutuhan dari pakaian, celana, tas, jam tangan, hingga sepatu merupakan barang yang bermerek seperti Zara, Lee Copper, Gosh, Polo, Adidas, dan Nike. Sebenarnya masih banyak lagi merek-merek produk yang disebutkan oleh para informan yang juga mahasiswa Fisip Unsoed. Beberapa merek seperti Giordano, G-Shock, Gaudi, Converse, dan sebagainya. Keberadaan barang-barang ini di lingkungan Fisip Unsoed terutama sudah tidak asing lagi untuk dilihat. Mereka cenderung memakai barang-barang bermerek tersebut untuk menunjang penampilan mereka di lingkungan kampus. | The case study among students Fisip related Unsoed branded goods shows that the reasons behind FISIP Unsoed wearing branded goods is the recognition of self or self-esteem. This refers to the attitude of acceptance by the individual as a capable, significant, successful, popular, successful. Another motivation is the reason why the students Fisip Unsoed consume branded goods is the identity and social status are realized through the use of branded goods to show identity and social status. The final reason behind the students Fisip Unsoed to buy branded goods is on the quality aspects of the product itself. They believe that the more well-known brand of goods, the more assured quality anyway. Quality is based on the experience and satisfaction of the students towards the branded products. Additionally related to your brand, product branded the students of the Faculty of Social and Political Sciences, UnSoed wear during activity on campus is very diverse. Various needs of clothes, pants, bags, watches, until the shoe is the branded goods such as Zara, Lee Copper, Gosh, Polo, Adidas, and Nike. Actually there are many product brands mentioned by informants who also FISIP Unsoed. Some brands such as Giordano, G-Shock, Gaudi, Converse, and so forth. The existence of these items in the environment Fisip Unsoed especially is not foreign to be seen. They tend to wear the branded goods to support their appearance on campus. | |
| 4483 | 14297 | B1J011009 | Keanekaragaman Duku Lokal (Lansium parasiticum (Osbeck) K. C. Sahni & Bennet) Berdasarkan Karakter Anatomi Daun di Kabupaten Purbalingga | Duku (Lansium parasiticum (Osbeck) K. C. Sahni & Bennet) merupakan tanaman berupa pohon yang buahnya memiliki rasa manis yang khas dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, dan dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai pada ketinggian 500 m dpl. Duku merupakan salah satu tanaman yang dapat dijadikan komoditas unggulan Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman karakter anatomi daun duku lokal di tiga lokasi di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Variabel yang diamati berupa karakter anatomi daun dan parameter yang diukur meliputi tebal kutikula (atas dan bawah), tebal epidermis (atas dan bawah), tebal mesofil, jumlah trikomata per satuan luas daun, jumlah stomata per satuan luas daun, ukuran stomata (panjang dan lebar), letak stomata, dan tipe stomata. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui keanekaragaman karakter anatomi beberapa daun duku pada lokasi yang berbeda. Hasil penelitian tanaman duku Purbalingga dari tiga lokasi yang berbeda yaitu Bakulan, Senon, dan Kalikajar memiliki struktur anatomi daun yang seragam yaitu terdiri dari jaringan pelindung, jaringan mesofil, dan jaringan berkas pengangkut. Karakter anatomi daun yang dimiliki ketiga kultivar duku beragam pada ukuran dan jumlah stomata serta jumlah trikomata, hal ini terlihat dari hasil setiap pengukuran dan penghitungan yang didapatkan meliputi, tebal kutikula yang paling tebal pada duku ‘Senon’ yaitu 5,72 µm pada permukaan adaksial maupun abaksial. Tebal epidermis paling tebal didapatkan pada duku ‘Senon’ pada permukaan adaksial yaitu 14,04 µm. Tebal mesofil paling tebal didapatkan pada duku ‘Senon’ yaitu 212,16 µm. Ukuran stomata bervariasi dengan panjang antara 17,68 – 20,28 µm dan lebar antara 14,4 µm – 18,72 µm, ukuran terpanjang stomata terdapat pada duku ‘Kalikajar’ yaitu 20,28 µm, sedangkan stomata dengan ukuran paling lebar terdapat pada duku ‘Senon’ yaitu 18,72 µm. Jumlah stomata yang paling tinggi pada duku ‘Kalikajar’ yaitu 12 per mm2 luas daun, dan jumlah trikomata paling tinggi yaitu pada duku ‘Bakulan’ 3 per mm2 luas daun. | Duku (Lansium parasiticum (Osbeck) K. C. Sahni & Bennet) is a plant that has a high economic value because it has sweet and unique fruit. Duku is one of the plants that can be used as a leading commodity from Purbalingga. The purpose of this study was to determine the diversity of local duku leaves anatomical characters at several locations in Purbalingga. This research showed that the leaves anatomy structure from three different locations in Purbalingga Bakulan, Senon, and Kalikajar were similar and consists of a cuticle, epidermis, mesophyll, and the vessels tissue. The difference was found only in the size and the number of stomata and trikomata. The thickest cuticle found in 'Senon' that was 5.72 μm on the adaxial and abaxial surface. The thickest epidermis found in 'Senon' on the adaxial surface that was 14.04 μm. The thickest mesophyll found in 'Senon' that was 212.16 μm. Stomata size varies with length between 17.68 - 20.28 μm and width 14.4 μm - 18.72 μm, the longest size of stomata were found in 'Kalikajar' that was 20.28 μm, and the size of the widest stomata are on the 'Senon' that is equal to 18.72 μm. The shortest size of stomata was found in 'Kalikajar' that is equal to 12 mm2. The highest density of stomata was found in ‘Kalikajar’ that was 12 mm2. The highest density of trichomes found in 'Bakulan' that was 3 mm2. | |
| 4484 | 14298 | F1D011062 | PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI KREATIF UNTUK KELOMPOK DIFABEL MELALUI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) PADA TAHUN 2012-2015 DI KABUPATEN SUKOHARJO | Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan ekonomi politik: pengembangan usaha ekonomi kreatif untuk kelompok difabel melalui kelompok usaha bersama difabel, mengetahui dan menjelaskan aktor yang terlibat dalam pengembangan usaha ekonomi kreatif untuk kelompok difabel oleh KUBE¸serta mengetahui dan menjelaskan faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pemerintah dalam mengembangkan KUBE difabel.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, serta teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini digunakan teknik trianggulasi data untuk menjamin validitas data.Hasil penelitian ini mengenai menunjukkan pengembangan usaha ekonomi kreatif untuk kelompok difabel melalui kelompok usaha bersama (KUBE) dilakukan sejak tahun 2012 dengan diberikannya bantuan dana dan juga pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh dinas sosial. Aktor-aktor yang terlibat dalam pengembangan usaha untuk kelompok difabel adalah 1) Bupati, 2) Dinas sosial (eksekutif), 3) Paguyuban Difabel Sehati, 4)Perusahaan konveksi glory, 5)Dan kelompok difabel itu sendiri sebagai KUBE yang melaksanakan kegiatan di dalamnya. Dalam pengembangan usaha KUBE difabel masing-masing aktor saling memiliki kepentingan. Faktor yang mendukung dalam pengembangan KUBE difabel adalah adanya perhatian oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2009 telah disahkan Perda No 7 Tahun 2009 tentang pemberdayaan penyandang cacat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah pada anggota KUBE difabel. Adanya keterbatasan difabel dalam melakukan sebuah pekerjaan, selain itu latar belakang pendidikan mereka yang rata-rata hanya tamatan sekolah dasar atau menengah yang menjadikan mereka hanya menjadi pekerja dalam KUBE. | The purpose of this research is to explain and describe the political economy: the development of creative economic ventures for groups of people with disabilities through a group of joint ventures of people with disabilities, identify and explain the actors that are involved in the development of creative economy for people with disabilities groups by KUBE, then identify and explain the supporting and inhibiting factors of the government in developing KUBE disabilities. The method is the descriptive qualitative method with a case study approach, as well as the informant selection techniques are using purposive sampling and snowball sampling. The data is collected by observation, interview and documentation study. This research using the data triangulation technique to ensure the validity of the data. The results of this research demonstrate the venture development of the creative economy for the people with disabilities groups through the joint venture groups (KUBE) conducted since 2012 with financial assistance and training carried out by the social services. The actors who's involved in the venture development for a group of people with disabilities are 1) Bupati, 2) Social Services (executive), 3) Society of People with Disabilities, 4) Company Convection Glory, 5) and the group itself as KUBE for people with. KUBE for people with disabilities in the development of each of the actors have mutual interests. Factors that support the development of KUBE for people with disabilities is the attention by the Government of Sukoharjo Regency in 2009 that was passed in the Regulation No. 7 of 2009 on the empowerment of people with disabilities. Whereas the inhibiting factor is on the KUBE members with disabilities. There are limitations for people with disabilities to perform a job, in addition to their educational background that on average is only an elementary or secondary school graduates who made them just become the workers in KUBE. | |
| 4485 | 14411 | G1B008095 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD CILACAP | Dokumentasi asuhan keperawatan sangat penting bagi perawat karena pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien membutuhkan catatan dan pelaporan yang dapat digunakan sebagai tanggung jawab dan tanggung gugat dari berbagai kemungkinan masalah yang dialami pasien baik masalah kepuasan maupun ketidak puasan terhadap pelayanan yang diberikan. Pendokumentasian asuhan keperawan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantarnya; usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan sikap. Tujuan dai penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Cilacap. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian korelasi dengan tujuan untuk korelasi antara faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan sikap dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden 53 orang. Hasil yang didapat dari penelitian ini; 1) Karakteristik responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu 69,8%, berusia 31-40 tahun sebanyak 47,2%, memiliki masa kerja lama (>5 tahun) sebanyak 64,2%, berpendidikan S1 sebanyak 47,2 %, memiliki sikap yang baik yaitu sebanyak 50,9%, 2) Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan pendokumentasian asuhan keperawatan, 3) Tidak ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan pendokumentasian asuhan keperawatan, 4) Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan, dan 5) Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan pendokumentasian asuhan keperawatan, karena melalui sikap sesorang akan mendapatkan kepercayaan terhadap sesuatu yang pada nantinya mempengarui perilaku terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan. Kata Kunci : Dokumentasi, Asuhan, Keperawatan. | ABSTRACT Documentation of nursing care is very important for nurses because nursing care services provided to patients in need of records and reporting that can be used as the responsibility and accountability of the various possible problems experienced by both patient satisfaction issues and dissatisfaction with the services provided. Keperawan Documenting care is influenced by several factors, among which; age, sex, education, tenure, and attitude. Interest dai this study was to describe the factors associated with nursing care in inpatient hospitals Cilacap. This research used quantitative research methods research design correlation with the aim of correlation between age, gender, education, employment, and the attitude of the nursing care documentation. This study uses a simple random sampling with the number of respondents 53 people.: | |
| 4486 | 14299 | F1G012025 | MEMAHAMI MAKNA KUMPULAN CERPEN SEPOTONG SENJA UNTUK PACARKU KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA | Penelitian ini berjudul “Memahami Makna Kumpulan Cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma” dilatarbelakangi oleh penggambaran senja dalam kumpulan cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku memperlihatkan makna-makna yang dapat diungkapkan. Senja yang berada dalam cerpen tersebut bukanlah semata-mata hadir sebagai representasi dari kenyataan alam. Seno Gumira mencoba menempatkan karya ini sebagai cerminan kenyataan kehidupan masyarakat yang telah ditafsirkan ke dalam bentuk kumpulan cerpen. Untuk dapat mengungkapkan makna-makna tersebut, digunakan pendekatan semiotik. Masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana tanda-tanda dan makna dalam cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tanda-tanda dan makna dalam kumpulan cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku. Manfaat teoritis penelitian ini mengungkap makna-makna yang digambarkan melalui leksia-leksia dengan memanfaatkan teori semiotika Roland Barthes. Manfaat praktis penelitian ini sebagai sumbangan wawasan kepada pembaca untuk memahami atau menerapkan teori dan metode semiotik dalam melakukan penafsiran terhadap teks sastra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah menemukan makna yang terdapat dalam tanda pada kumpulan cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku. Data penelitian berupa leksia-leksia yang terdapat dalam kumpulan cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka di Jakarta pada tahun 2001. Data diperoleh melalui teknik baca, catat, dan dikelompokkan. Data hasil pengelompokkan yang berupa leksia kemudian dianalisis dengan teori 5 kode Barthes. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terdapat tanda-tanda yang terbagi menjadi 179 leksia dengan rincian sebagai berikut: kode hermeneutik 33 leksia, kode semik 83 leksia, kode simbolik 39 leksia, kode proairetik 24 leksia. (2) Analisis leksia menggunakan 5 kode Barthes menghasilkan kesimpulan makna dalam cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku mengenai perjuangan cinta, cerpen Senja Hitam Putih mengenai kritik terhadap sikap keberagaman, Rumah Panggung di Tepi Pantai mengenai pembelaan terhadap orang yang terpinggirkan, dan Jezebel mengenai kepedulian terhadap hak asasi manusia. Kata Kunci: Cerita Pendek, Leksia, Teori Semiotika, Makna | The background of this research entitled “Memahami Makna Kumpulan Cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma” is twilight illustrations available in a short stories collection of Sepotong Senja untuk Pacarku which shows meanings to reveal. The twilight in those short stories is not merely in attendance as a representative of natural facts. Seno Gumira tries to dispose this literature work as true reflections of people lives interpreted into a short stories collection. To reveal those meanings, a semiotic approach is conducted. The main concern discuss is in this research is how are the signs and meanings in short stories of Sepotong Senja untuk Pacarku. The purpose of this research is to explain signs and meanings available in a short stories collection of Sepotong Senja untuk Pacarku. The theoretical significance of this research is revealing the illustrated meanings through lexis using semiotic theories of Roland Barthes. The practical significance of this research is as and insight contribution for readers to understand or implement semiotic theories and methods in interpreting literature texts. This research use a descriptive qualitative method. The focus of this research is to figure out meanings of signs available in a short stories collection of Sepotong Senja untuk Pacarku. The research data are lexis available in a short stories collection of Sepotong Senja untuk Pacarku published by Gramedia Pustaka, Jakarta, in 2001. The data are obtained through reading, recording, and categorizing. The categorized data resulted in lexis are then analyzed using 5 coding theories of Barthes. The result of this research show that (1) there are signs categorized into 179 lexis with the following details: 33 lexis of hermeneutic code, 83 lexis of semic code, 39 lexis of symbolic code, and 24 lexis of proairetic code. (2) lexis analysis using 5 coding theories of Barthes results in conclutions of meanings of a short stories collection of Sepotong Senja untuk Pacarku on a love struggle, of Senja Hitam Putih on critics of attitudes upon diversity, of Rumah Panggung di Tepi Pantai on protections of edged-away people, and of Jezebel on attentions of human rights. Keywords: Short Story, Lexis, Semiotic Theory, Meaning | |
| 4487 | 14265 | F1G009038 | ANALISIS TEMATIK KUMPULAN CERPEN KOMPAS 2010 DODOLITDODOLITDODOLIBRET | Penelitian ini berjudul “Analisis Tematik Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2010 Dodolitdodolitdodolibret ”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tema mayoritas yang bersangkutan pada berita - berita yang ada di Koran Kompas 2009 - 2010 dari ke delapan Cerpen Pilihan Kompas 2010 Dodolitdodolitdodolibret . Data penelitian ini berupa ke delapan cerpen yang ada di buku Cerpen Pilihan Kompas 2010 Dodolitdodolitdodolibret. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini berupa unsur intrinsik dan tematik dari ke delapan Cerpen Pilihan Kompas 2010 Dodolitdodolitdodolibret . Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode membaca , kemudian mencatat bagian - bagian penting dari ke delapan Cerpen Pilihan Kompas 2010 Dodolitdodolitdodolibret yang berhubungan dengan tema dan unsur - unsur intrinsik. Metode analisis data penelitian ini menggunakan teori struktural. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat dikemukakan kesimpulan bahwa terdapat tema - tema mayoritas di cerpen Pilihan Kompas 2010 Dodolitdodolitdodolibret. Ke delapan cerpen tersebut bertemakan tentang sosial aktual yang biasa tampil di rubik berita dan opini di media massa di tahun 2009 - 2010. Tema ke delapan cerpen tersebut adalah “ Dodolitdodolitdodolibret” karya Seno Gumira Ajidarma tentang mengisolasi siratan pesan tentang pluralitas makna kebenaran religius, ”Pengunyah Sirih” karya S Prasetyo Utomo tentang penggusuran dan kriminalisasi minoritas, ”Ada Cerita di Kedai Tuak Martohap” karya Timbul Nadeak tentang konflik rakyat vs industrialis, ”Menjaga Perut” karya Ade Alwi tentang korupsi, ”Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” karya Ni Komang Ariani dan “Sonya Rury” karya Indra Tranggono tentang penindasan dan kekerasan terhadap perempuan, ”Ordil Jadi Gancan” karya Gde Aryantha Soethama tentang ekses dekadensi moral, “Ikan Terbang Kufah” karya Triyanto Triwikromo tentang penggusuran dan teror bom. | This research is entitled “Analisis Tematik Kumpulan Cerpen Kompas 2010 Dodolitdodolitdodolibret ”. The purpose of the research is to describe the major themes related to news on Kompas during 2009 and 2010 in eight chosen short stories Kompas 2010 Dodolitdodolitdodolibret. The data are eight short stories in a book of chosen short stories of Kompas 2 010 Dodolitdodolitdodolibret. This research is qualitative descriptive research. The fokus of the study is the intrinsic elements and themes in eight chosen short stories Kompas 2010 dodolitdodolitdodolibret. The method to collect the data in this researc h are reading and note taking on important parts, the intrinsic elements and themes, of eight chosen short stories Kompas 2010 Dodolitdodolitdodolibret. Finally, structural theory is used as the method to analyze data in this research. Based on the result of the analysis and discussion, the conclusion is that there are major themes in chosen short Kompas 2010 Dodolitdodolitdodolibret. those eight short stories have social themes which are exposed on news rubric and opinion in mass media during 2009 and 201 0. To begin with, “Dodolitdodolitdodolibret” written by Seno Gumira Ajidarma is about the isolated indirect massage on pluralism on the religious truth. “Pengunyah Sirih” written by S Prasetyo Utomo is about condemnation and crime conducted by majority. “A da Cerita di Kedai Tuak Martohap” written by Timbul Nadeak is about conflict between people and industrialists. “Menjaga Perut” written by Ade Alwi is about corruption. “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” written by Ni Komang Ariani and “Sonya Rury” wri tten by Indra Tranggono are about suppression and violence experienced by women. “Ordil Jadi Gancan” written by Gde Aryantha Soethama is about moral access decondition. “Ikan Terbang Kufah” written by Triyanto Triwikromo is about condemnation and bomb terr or. | |
| 4488 | 14300 | C1J011016 | THE ANALYSIS INTEGRATION OF INTEREST RATE, EXCHANGE RATE, AND STOCK INDEX IN ASEAN-5 PERIOD OF 2011-2013 | Dalam penelitian berjudul ANALISIS INTEGRASI SUKU BUNGA, KURS, DAN INDEKS SAHAM PADA NEGARA-NEGARA ASEAN-5 PERIODE 2011-2013 ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya integrasi antara suku bunga, kurs pada indeks saham pada negara ASEAN-5 ( Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina) dan juga untuk mengetahui pengaruh variabel suku bunga dan kurs pada indeks saham masing- masing negara. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis ECM ( Error Corection Model) dan Cointegration tes untuk melihat adanya integrasi pada jangka panjang maupun jangka pendek. Juga Granger Causality tes untuk melihat hubungan antar variabel. Berdasarkan hasil penelitian untuk variabel kurs negara Indonesia dan Malaysia mempunyai pengaruh positif terhadap indeks sahamnya, Singapura dan Thailand mempunyai pengaruh negatif terhadap indeks sahamnya, sementara untuk Filipina tidak mempunyai pengaruh. Variabel suku bunga negara Indonesia, Thailand, dan Filipina berpengaruh negatif terhadap indeks sahamnya. Untuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand mempunyai integrasi jangka panjang. Sedangkan untuk jangka pendeknya hanya negara Indonesia, Thailand, and Singapura saja yang berintegrasi. Berdasarkan hasil penelitian sebagai pemerintah perlu untuk menjaga tingkat suku bunga dan juga nilai kurs, karena jika kedua hal ini tidak stabil dan menjadi masalah bagi masyarakat juga investor, maka indeks saham akan turun karena investor tidak mau lagi menanamkan modalnya. Dan untuk para investor diharapkan untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas yang akan melibatkan banyak pesaing. | This research with the title of THE ANALYSIS INTEGRATION OF INTEREST RATE, EXCHANGE RATE, AND STOCK INDEX IN ASEAN-5 PERIOD OF 2011-2013 aims to analyze the possibility of integration of the capital market, money market, and foreign currency market inside countries in ASEAN-5 ( Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, and Philipine). And also to know the influence of exchange rate and interest rate variables towards their stock indeces. The method analyisis in this research are ECM ( Error Corection Model) analysis and Cointegration test to see the integration in long and short term. Also Granger Causality tes to see the relationship between each variables. Based on the result exchange rate for Indonesia and Malaysia positively influence their stock indeces, Singapore and Thailand negatively influence their stock indices, while for Philipine does not have any influences. Interest rate for Indonesia, Thailand, and Philipine negatively influence their stock indices. For Indonesia, Malaysia, and Thailand have a long term integration. In short countries that have an integration are Indonesia, Thailand, and Singapore. Based on the results of research as the government needs to keep interest rates and the exchange rate, because if these two things are unstable and become a problem for society also investors, the stock index will go down because investors are no longer willing to invest their capital. And for investors are expected to be better prepared to face the free market which will involve many competitors. | |
| 4489 | 14301 | F1F011014 | AN ANALYSIS OF SLANG AS DEPICTED IN FIRST THREE EPISODES OF HOW I MET YOUR MOTHER SEASON 1 | Penelitian yang berjudul “Analisis Slang pada Tiga Episode Pertama How I Met Your Mother Season 1” ini bertujuan untuk menganalisa slang yang ditemukan dalam tiga episode pertama dari serial How I Met Your Mother season 1 serta mengklasifikasikan slang tersebut dalam jenis slang, menjelaskan arti dan alas an penggunaan slang tersebut. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data utama. Karena penelitian ini mencoba mencari ujaran slang hanya dalam episode tertentu, maka purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Hal ini karena purposive sampling digunakan untuk mengambil sebagian data untuk mewakili sebuah penelitian dengan criteria tertentu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ditemukan total data sebanyak 37 slang yang dianalisis. Ditemukan society slang sebanyak 25 data, slang in public school and university sebanyak 10 data, dan 2 data dengan public house slang. Sebagian besar data yang ditemukan adalah jenis society slang. Hal ini disebabkan film serial ini menceritakan kehidupan sosial masyarakat Amerika. Dalam mengartikan maksud dari kata-kata slang yang ditemukan, peneliti menghubungkan dengankonteks pada film tersebut, begitu juga dengan menentukan alas an penggunaan slang. | The research entitled “An Analysis of Slang as Depicted in the First Three Episodes of How I Met Your Mother Season 1” aims to analyze slang utterances found in the first three episodes of How I Met Your Mother season 1; to classify them to the types of slang; and to explain the meaning and the reasons of using slang. The researcher used qualitative method to analyze the main data. Since this research attempted to find slangs only in certain episodes, purposive sampling was used in this research. This is because purposive sampling is used to take some data to represent the research with certain criteria. The result of this research shows that there are 37 slangs in the first three episodes. There are 25 data of society slang, 10 data of slang in public school and university, and 2 data of public house slang. The most common data that are found are society slang. It is because this series told about American society in social life. In determining the meaning and the reason of using slang, the researcher related the slang to the context in the series. Keywords: slang, context, reason | |
| 4490 | 14303 | G1H011008 | Potensi Teh Hitam sebagai Penurun Kadar Formalin pada Ikan Tongkol Segar (Auxis thazard) Seiring Lama Perendaman | Permenkes RI No: 722/ Menkes/ Per/ IX/ 1988 melarang formalin sebagai bahan tambahan pangan, namun hal ini masih terjadi termasuk pada ikan tongkol (Auxis thazard). Saponin diketahui memiliki potensi menurunkan kadar formalin dalam bahan pangan. Teh hitam banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dan diketahui memiliki kandungan saponin 86,1±3,69 g/kg bahan kering. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, post test only with control group, rancangan acak lengkap faktorial 5x3 (2 kali ulangan) dengan konsentrasi teh hitam 0%; 1,5%; 3%; 4,5%; dan 6%, lama perendaman 30 menit, 60 menit, 90 menit. Variabel yang diteliti kadar formalin, kadar protein terlarut dan nilai organoleptik (kenampakan mata, kenampakan insang, kenampakan warna, bau dan tekstur). Kadar formalin diteliti menggunakan pereaksi Nash dengan metode spektrofotometri, kadar protein terlarut diteliti menggunakan pereaksi Lowry dengan spektrofotometri dan nilai organoleptik menggunakan kuesioner diamati oleh 16 panelis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar formalin kontrol dengan sampel yang diberi perlakuan, namun tidak berbeda signifikan antara kadar formalin yang direndam dalam air dan larutan teh hitam. Kadar protein terlarut menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antarsampel. Perbedaan signifikan terdapat pada kenampakan mata dan warna, sedangkan kenampakan insang, bau dan tekstur tidak ada perbedaan. Perlakuan terbaik yaitu sampel yang direndam dalam teh hitam 1,5% selama 90 menit dengan rerata kadar formalin 73,04% lebih rendah dibanding kontrol, kadar protein terlarut 0,042 mg/g, kenampakan mata 1,59 (jingga keputihan), kenampakan insang 2,41 (kurang merah bata), kenampakan warna tubuh 2,78 (putih kejinggaaan), bau 2,63 (menyengat), tekstur 1,69 (agak lunak). | Permenkes RI No. 722 / Menkes / Per / IX / 1988 prohibits formaldehyde as food additive, but it still occur, including in tuna (Auxis thazard). Saponin was known have potential to reduce levels of formaldehyde in foodstuffs. Black tea is widely used by Indonesian and known contain saponins 86.1 ± 3.69 g / kg of dry matter. It was an experimental research, post-test only control group, completely randomized design factorial 5x3 (2 replicates) with concentrations of black tea 0%; 1.5%; 3%; 4.5%; and 6%, soaking time 30 minutes, 60 minutes, 90 minutes. Variables examined formaldehyde level, soluble protein content and organoleptic value (the appearance of the eyes, gills appearance, appearance of color, smell and texture). Formaldehyde level investigated using Nash reagent with spectrophotometric method, soluble protein level using Lowry reagent with spectrophotometric method and organoleptic value using questionnaire was observed by 16 panelists. Results showed significant difference between formaldehyde level between control and sample, but did not differ significantly between formaldehyde level that was soaked in solution of water and black tea. Soluble protein level showed no significant difference between samples. Significant differences in the color of appearance and eyes, while the gills appearance, smell and texture there was no difference. The best treatment was samples immersed in black tea 1.5% for 90 minutes with average levels of formaldehyde 73.04% lower than control, soluble protein 0.042 mg/g, the eyes appearance 1.59 (slightly white orange), the appearance of gills 2.41 (less crimson), 2,78 body color appearance (slightly orange white), the smell 2.63 (pungent), the texture 1.69 (slightly soft). | |
| 4491 | 14304 | C1L011007 | THE IMPACT OF IFRS CONVERGENCE ON THE INFORMATION ASYMMETRY IN INDONESIA AND SINGAPORE (A COMPARATIVE STUDY) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dampak dari konvergensi IFRS dari asimetri informasi di Indonesia dan Singapura dalam sektor keuangan dengan studi komparasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 94 perusahaan yang terdaftar dari tahun 2008 dan 2010 di Singapura, 2011 dan 2013 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan Bid-Ask Spread proxy untuk mengukur asimetri informasi untuk menentukan komparasi asimetri informasi terhadap sampel perusahaan. Berdasarkan hasil independent t-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam asimetri informasi sebelum konvergensi IFRS di Indonesia dan Singapura dan asimetri informasi setelah konvergensi IFRS di Indonesia dan Singapura. Namun, berdasarkan sampel uji-t berpasangan, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam asimetri informasi sebelum dan sesudah IFRS konvergensi di Indonesia dan ada perbedaan yang signifikan dalam informasi asimetri sebelum dan setelah konvergensi IFRS di Singapura. | The purpose of this research is to determine the impact of IFRS convergence on the information asymmetry in Indonesia and Singapore financial sector with comparative study. The research method used is quantitive study with purposive sampling technique. The number of sample used in this study are 94 listed companies from 2008 and 2010 in Singapore, 2011 and 2013 in Indonesia. This study used Bid-Ask Spread proxy to measure the information asymmetry in order to determine the comparative information asymmetry of sampled companies. The result based on independent t-test shows that there is no significant difference of information asymmetry before the IFRS convergence in indonesia and Singapore and information asymmetry after the IFRS convergence in Indonesia and Singapore. However, based paired sample t-test, there is no significant difference in information asymmetry before and after the IFRS convergence in Indonesia and there is significant difference in information asymmetry before and after the IFRS convergence in Singapore. | |
| 4492 | 14305 | C1L009004 | THE INFLUENCE OF BENEFITS, USER SATISFACTION AND EASINESS IN THE USE OF E-SPT ON TAX COMPLIANCE | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh manfaat , kepuasan pengguna dan kemudahan dalam penggunaan eSPT pada kepatuhan pajak . Data dianalisis dari penelitian ini adalah primer dan sekunder , dari kuesioner dan studi literatur . Penelitian yang digunakan metode ini sensus dimana semua populasi digunakan sebagai sampel . Penelitian ini menggunakan regresi berganda , uji F untuk menguji variabel secara bersamaan , t -test untuk menguji variabel secara parsial dan uji elastisitas untuk memeriksa yang variabel adalah yang paling dominan pada kepatuhan pajak . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manfaat , kepuasan pengguna dan kemudahan dalam penggunaan e - SPT memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kepatuhan Pajak. | The objectives of this research was to examine the influence of benefits, user satisfaction and easiness in the use of eSPT on tax compliance. Data analyzed of this research were primary and secondary, from questionnaires and literature study. This research employed cencus method where all population used as sample. This research used multiple regression, F test to examine variables simultaneously, t-test to examine variables partially and elasticity test to examine which variable is the most dominant one on tax compliance. This research result shows that benefits, user satisfaction and easiness in the use of e-SPT have significant influences on Tax Compliance. | |
| 4493 | 14306 | F1F010069 | COMPARISON OF DRACULA’S CHARACTERIZATION AS PORTRAYED IN DRACULA AND “DRACULA’S GUEST” BY BRAM STOKER | Penelitian yang berjudul “The Comparison of Dracula’s Characterization As Portrayed in Dracula and “Dracula’s Guest” by Bram Stoker” bertujuan untuk mencari tahu persamaan dan perbedaan penokohan dalam Dracula dan “Dracula’s Guest”, dan keduanya adalah hasil karya dari Bram Stoker. Data utama dari penelitian ini adalah novel Dracula dan cerita pendek “Dracula’s Guest”. Penelitian ini menunjukan bahwa adanya persamaan dan perbedaan penokohan yang digambarkan pengarang dalam novel Dracula dan cerita pendek Dracula’s Guest. Persamaan terletak pada dua hal, yaitu dengan adanya penokohan mistik dan penggambaran lingkungan yang mewakili tentang bagaimana characteristik dari Dracula sendiri yang digunakan pengarang untuk menjabarakan siapa Dracula sebenarnya. Kemudian, perbedaan antara tokoh Dracula tersebut terletak pada dua hal. Yaitu penokohan tentang Dracula yang sopan atau baik, dan penokohan selanjutnya adalah tentang Dracula yang mempunyai sisi jahat. Selanjutnya, ilmu komparatif digunakan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan dari segi penokohan yang ada dalam dua karya sastra tersebut. Selanjutnya, setelah ditemukan persamaan dan perbedaan dalam dua karya sastra tersebut, hasilnya akan dijabarkan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini hanya ditujukan untuk membahas persamaan dan perbedaan Dracula yang terletak pada sisi penokohan saja. | The research entitled :The Comparison of Dracula’s Characterization as Portrayed in Dracula and “Dracula’s Guest” by Bram Stoker’ is aimed to find out the similarities and the differences of characterization of Dracula in Dracula novel and Dracula’s Guest short story, both of which are written by Bram Stoker. The main data sources are in “Dracula” novel and Dracula’s Guest short story. This research shows the similarities and the differences of characterization of Dracula as portrayed in Dracula and “Dracula’s Guest”. There are two similarities: (1) mystical characterization and (2) circumstance that are used by the writer to describe how Dracula’s characterization. On the other hand, there are also 2 differences of Dracula’s characterization: (1) politeness characterization of Dracula and (2)that Dracula that is possessed by an evil spirit. Additionally, comparative study is used to analyze the similarities and the differences in terms of characterization which exist in both literary works. Furthermore, the finding shows the similarities and differences characterization as portrayed in Dracula and “Dracula’s Guest”. Using qualitative method, the finding are analyzed, mainly on the characterization of Dracula. In addition, this research focuses on identifying similarities and differences of Dracula in terms only of the characterization. | |
| 4494 | 14364 | G1D012029 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KURMA (Phoenix dactylifera L.) TERHADAP JUMLAH MONOSIT DAN LIMFOSIT PADA TIKUS PUTIH MODEL DIABETES MELLITUS | Latar belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh kerusakan sel-sel beta pankreas yang dapat menyebabkan timbulnya reaksi inflamasi sehingga memicu peningkatan jumlah leukosit terutama monosit dan limfosit. Kandungan flavonoid dalam biji kurma berpotensi sebagai anti inflamasi yang dapat menurunkan jumlah monosit dan limfosit. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji kurma terhadap jumlah monosit dan limfosit pada tikus putih model diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian murni dengan metode pre and posttest with control group design. Jumlah sampel sebanyak 24 ekor tikus putih, terbagi dalam enam kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan ekstrak biji kurma dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, 1000 mg/KgBB, dan kelompok Glibenklamid. Analisa data menggunakan uji ANOVA dengan Pos Hoc Duncan. Hasil: Hasil uji Kruskal-Wallis pada jumlah monosit diperoleh karena nilai p=0,065 (p>0,05) dan uji ANOVA pada jumlah limfosit diperoleh p=0,086 artinya tidak ada perbedaan yang bermakna pada minimal dua kelompok setelah pemberian ekstrak biji kurma. Kesimpulan: Pemberian ekstrak biji kurma dosis 250, 500, dan 1000 mg/KgBB tidak berpangaruh terhadap jumlah monosit dan limfosit pada tikus putih model diabetes mellitus. | Background: Diabetes mellitus (DM) is a disease characterized by the damage of beta cell of the pancreas that can cause inflammatory reactions that lead to the increasing number leucocytes, especially monocytes and lymphocytes. Flavonoids in the palm seed are an-anti inflammatory that can reduce the number of monocytes and lymphocytes. Purpose: To determine the influence of palm seed extract on the number of monocytes and lymphocytes of white rats model of diabetes mellitus. Method: This research was a true experimental research with pre and posttest with control group design method. The total sample was 24 white rats, divided into six groups: negative control group (A), positive control (B), treatment of palm seed extract with a dose of 250 mg/KgBW (C), 500 mg/KgBW (D), 1000 mg/KgBW (E), and Glibenclamide group (F). Data analysis in this research used ANOVA test with Duncan Pos Hoc. Result: The result of Kruskal-Wallis test on the number of monocytes was obtained value p= 0.065 (p>0.05) and ANOVA test on the number of lymphocytes was obtained p=0.086, meaning that there was no significant difference on at least two groups after applying palm seed extract. Conclusion: The application of palm seed extract with the doses of 250, 500, and 1000 mg/KgBW had no influence on the number of monocytes and lymphocytes in white rats model of diabetes mellitus. | |
| 4495 | 14408 | F1B008065 | Evaluasi Implementasi Program Car Free Day Kota Bogor | Penelitian berjudul “Evaluasi Implementasi Program Car Free Day Kota Bogor” ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektifitas implementasi serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi program Car Free Day Kota Bogor. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan mengambil lokasi penelitian di Kepolisian Resor Bogor Kota dan juga di Kelurahan Sempur yang menjadi area Car Free Day. Hasil penelitian menunjukkan implementasi program ini belum berjalan dengan efektif, dan program ini belum dapat mengurangi pencemaran udara di Kota Bogor dan belum dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai efisiensi penggunaan kendaraan pribadi. Saat ini belum ada koordinasi di lapangan antara Satlantas Polres selaku pelaksana sekaligus inisiator program dengan DLLAJ dan juga instansi lain. Analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi menunjukkan bahwa komunikasi secara vertikal ke bawah berupa sosialisasi program yang belum efektif mempengaruhi pemahaman masyarakat terhadap tujuan program, yang pada akhirnya mempengaruhi pencapaian tujuan program ini. Belum adanya kebijakan teknis dalam bentuk peraturan daerah maupun peraturan walikota menyebabkan koordinasi antara Satlantas Polres dengan instansi lain belum dapat terbentuk. Agar Car Free Day ini dapat berjalan dengan baik, diharapkan kebijakan teknis mengenai program ini dapat segera dibentuk. Hal lainnya adalah dengan cara menjadikan car free day sebagai program dari Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Bogor, dan terintegrasi dengan program penanganan dampak lalu lintas lainnya. | The research about “Implementation’s Evaluation of Bogor City’s Car Free Day Program” aimed to describe and to analyze the effectivity of Car Free Day’s implementation and to analyze the influencing factors of the program itself. For the research method, researcher used the qualitative-descriptive method. The result shows that program’s implementation has not yet effective. This policy are not able yet to reduce the pollution’s level in Bogor City and not able yet to shifting the people’s tendency of private motorized vehicle usage. Until recent day, there is no coordination between Traffic Unit of Bogor City Police Department as implementor and Department of Traffic and Highway Transportation of Bogor City (DLLAJ). The coordination among Traffic Unit of Bogor City’s Police Department and other institution also has not been established. The analysis about influencing factors of the implementation shows that the to-down vertical communication, which is socialization, is ineffective. The ineffective socialization of this program has been influenced the people’s understanding of the program objectives, and lead to unaccomplished program objectives. The technical policy regarding to this program has not been formulated. As the consequence, the coordination among Traffic Unit of Bogor City Police Department and the other institution has not been established. Intended for the good implemented program, the implementor have to form technical policy like local regulation, or city major instructions. Another option is to integrating car free day with other traffic effect control programs from Traffic and Highway Transportation Forum of Bogor City. | |
| 4496 | 14308 | F1D011040 | KONFLIK DESA DENGAN PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERLUASAN SUMBER DAYA TAMBANG GALIAN C DI DESA KEPUH KECAMATAN PALIMANAN KABUPATEN CIREBON | Penelitian ini berjudul Konflik Desa dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam Implementasi Kebijakan Pengelolaan Perluasan Sumber Daya Tambang Galian C di Desa Kepuh Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon.Dalam hal ini, penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendiskripsikan tentang konflik yang terjadi antara desa dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon karena adanya pelaksanaan kebijakan Perda No 17 pasal 46 tentang perluasan daerah pertambangan di Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini mendiskripsikan adanya konflik yang terjadi di ranah desa dan pemerintah Kabupaten Cirebon dalam implementasi pengelolaan sumber daya tambang Galian C di Kabupaten Cirebon. Pada awalnya, pemicu konflik yang timbul adalah adanya upaya pemerintah Kabupaten Cirebon untuk memanfaatkan potensi tata ruang di Kabupaten Cirebon dalam pengelolaan sumber daya tambang Galian C. Selanjutnya terdapat isu yang memicu tindakan dari warga Desa Kepuh dalam menolak adanya pertambangan Galian C ini. Dalam hal ini, proses konflik politik yang terjadi antara desa dengan pemerintah Kabupaten Cirebon dalam pengelolaan sumber daya tambang Galian C di Desa Kepuh mengalami tiga tahap konflik yaitu latent tension, nascent conflict, dan intensive conflict. Pada tahap latent tension terjadi pada tahap pengelolaan sumber daya tambang oleh pihak swasta di mana masyarakat Desa Kepuh tidak menyetujui kegiatan pertambangan tersebut. Setelah itu, konflik berubah menjadi nascent conflict di mana pertentangan mulai tampak ke permukaan dan diketahui oleh orang lain meskipun pertentangan tersebut belum disampaikan secara masif. Dalam tahap ini juga mulai adanya pernyataan untuk membentuk kelompok yang di dalamnya terdapat orang-orang dengan kesamaan tujuan dan cita-cita. Setelah itu, pertentangan secara fisik dan penyampaian ideologi kelompok tersebut mulai dilakukan. Hal ini yang menunjukkan konflik telah berada dalam tahap intensive conflict dimana pelanggaran pengelolaan mulai menyalahi aturan dari kebijakan tersebut. Selain itu konflik ini terjadi akibat adanya faktor sosial dan bukan hanya merupakan faktor teknis secara normatif saja. Dalam hal ini masyarakat Desa Kepuh mempumyai kepentingan sendiri akan adanya akses dalam kesempatan dalam meraih pendapatan untuk kepentingan yang bersifat ekonomi. Oleh karena itu, factor sosial dan factor teknis secara normatif adalah kedua faktor yang menjadi sumber konflik sehingga menimbulkan konflik dalam pengelolaan pertambangan ini yang berujung dengan aksi demonstrasi dan pemblokiran jalan. Kata kunci : Konflik, Kebijakan, Pemerintah, Pengelolaan, Tambang. | This study titled Conflict village with the Municipality of Cirebon in Expansion Management Policy Implementation Resources Minerals Mine in the village billowing C palimanan District Subdistrict Cirebon.Dalam this regard, this study aims to understand and describe about the conflict between villagers and the Government for their Cirebon policy implementation Regulation No. 17 of article 46 of the expansion of mining areas in Cirebon. The method used is descriptive qualitative method with case study approach. Data collected by observation, interview and documentation study. Then the data were analyzed using analysis of Miles and Huberman interactive model. To ensure the validity of the data, this study uses data triangulation technique. The results of this study to describe the conflict in the realm of the village and Cirebon regency government in the implementation of the management of mining resources Excavation C in Cirebon. At first, triggering the conflict that arises is the government's efforts to exploit the potential of Cirebon in Cirebon regency spatial resources management in mine excavation C. Then there is the issue that triggered the action of the village residents rejecting their billowing in mining excavation C. In this case, the process of political conflicts between village and Cirebon regency government in the management of mineral resources in the village Galian C billowing experienced three stages of the conflict that is latent tension, nascent conflict, and intensive conflict. At this stage of latent tension occurs at the stage of management of mineral resources by the private sector where the villagers Kepuh not approve the mining activities. After that, the conflict turned into nascent conflict in which opposition began to appear to the surface and be known by others even though the opposition has not yet delivered on a massive scale. In this phase also began their statements to form a group in which there are people with similar goals and ideals. After that, the opposition physically and delivery of the group's ideology began to do. It is showing the conflict, has been under intensive management of conflict, where the offense began to violate the rules of the policy. Besides these conflicts are the result of social factors and not just a normative technical factors alone. In this case the villagers Kepuh mempumyai own interests will their access to opportunities in revenue for its economic interests. Therefore, the social factor and the technical factor normative is the second factor that becomes a source of conflict, giving rise to the conflict in the management of these culminate with demonstrations and roadblocks. | |
| 4497 | 14393 | G1D011009 | HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN JAJANAN YANG MENGANDUNG BAHAN TAMBAHAN PANGAN (BTP) BERBAHAYA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH | Latar belakang: Kebiasaan mengkonsumsi makanan jajanan sangat popular hampir pada semua kelompok usia, termasuk anak usia sekolah. Makanan jajanan yang disukai adalah makanan dengan warna, penampilan, tekstur, aroma, dan rasa yang menarik. Agar makanan tampak lebih menarik, memiliki citarasa yang baik dan tahan lama biasanya diberikan Bahan Tambahan Pangan (BTP). Konsumsi makanan yang mengandung BTP secara sering dan dalam jumlah banyak dapat mempengaruhi status gizi pada anak usia sekolah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan jajanan yang mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya dengan status gizi pada anak usia sekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara random sampling, dengan jumlah sampel 146 responden. Instrument yang digunakan adalah formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire dan tabel IMT/U. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi Somers’d. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan hubungan yang signifikan antara konsumsi bahan tambahan pangan penyedap rasa, pemanis, dan pengawet dengan status gizi anak usia sekolah (p: 0,000, p: 0,000 dan p: 0,000). Kesimpulan: Konsumsi makanan yang mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) berhubungan dengan status gizi pada anak usia sekolah. | Background: The habit of consuming street food is very popular in nearly all age groups, including children of school age. The favourite snack among school-aged children is usually food with color, texture, flavor, taste and interesting appearance. In order to make the food look more attractive and last longer, the merchant gives food preservatives and additive. Comsumption of food in BTP in large amount and frequent time can influence the nutritional status of school-aged children. Objective: This study aimed to identify the relationship between the consumption of snack foods containing food preservatives and additive to the nutritional status of school-aged children. Methods: This study used a cross-sectional design. The sampling technique is random sampling, with sample of 146 respondents. The instrument was used a form of Semi Quantitative Food Frequency Questinnaire (FFQ) and IMT/U table. The data were statistically analyzed using correlation test Somers'd. Results: The such as results showed the relation between the consumption of food additives, flavorings, sweeteners, and preservatives to the nutritional status of children of school age (p: 0.000, p: 0.000 and p: 0.000) is significant. Conclusion: Consumption of foods containing food preservatives and additive are related with the nutritional status of school-aged children. | |
| 4498 | 14291 | F1G011026 | Analisis Tema dan Amanat dalam Kumpulan Cerpen Perempuan Karya Mochtar Lubis | Skripsi ini berjudul “Analisis Tema dan Amanat dalam Kumpulan Cerpen Perempuan Karya Mochtar Lubis”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterkaitan antarunsur cerpen antara alur, latar, dan penokohan serta mendeskripsikan tema dan amanat kelima cerpen yang terkandung dalam kumpulan cerpen Perempuan karya Mochtar Lubis. Metode yang digunakan untuk analisis adalah analisis struktural, yang mengkaji struktur intrinsik dalam kumpulan cerpen Perempuan karya Mochtar Lubis. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan tema dan amanat dalam kumpulan cerpen Perempuan karya Mochtar Lubis yang ditulis pada tahun 1956. Data primer untuk penelitian ini berasal dari cerpen “Perempuan”, “La Bandida”, “Orang Gila”, “Cemburu”, dan “Untuk Perikemanusiaan” dalam kumpulan cerpen Perempuan karya Mochtar Lubis. Data sekunder dalam penelitian ini didapat dari buku-buku teori, makalah, baik dari sumber media cetak maupun elektronik yang mendukung. Dengan menggunakan teori struktural, penulis mampu mendeskripsikan tema dan amanat yang terkandung dalam kumpulan cerpen Perempuan karya Mochtar Lubis. Penggolongan tema berdasarkan tingkatan pengalaman jiwa menurut Shipley, yakni tema tingkat fisik, tema tingkat organik, tema tingkat sosial, tema tingkat egois, dan tema tingkat divine serta penggolongan tema secara dikotomis, yakni tema tradisional dan tema nontradisional. Amanat dibagi menjadi dua jenis yang meliputi amanat eksplisit dan amanat implisit. | This research entitled “Analisis Tema dan Amanat dalam Kumpulan Cerpen Perempuan Karya Mochtar Lubis”. Objectives of this research were to describe interrelationship among intrinsic elements particularly as line, background, and figure also to describe the themes and messages in the short story Perempuan written by Mochtar Lubis. Method used for analysis was structural analysis, analyzing intrinsic structure in the short story Perempuan written by Mochtar Lubis. This research focused on analysis of themes and messages in the short story Perempuan which written in 1956. Primary data for this research were in the short story “Perempuan”, “La Bandida”, “Orang Gila”, “Cemburu”, dan “Untuk Perikemanusiaan” for in the short story Perempuan. Secondary data in this research were collected from theoretical books, articles both from supporting printed and electronic media. By using structural theory, the author was capable to describe the themes and messages existing in the short story Perempuan written by Mochtar Lubis. According to Shipley, theme based on experience level can be divided into physical level theme, organic level theme, social level theme, egoist level theme, and divine level theme. Furthermore, dichotomy theme includes traditional and nontraditional theme. Messages are divided into two types, there are explicit and implicit messages. | |
| 4499 | 14268 | F1J012018 | Romantisme Lirik Lagu Karya Ai Otsuka Dalam Album Love Punch (Analisis Metafora Stilistika Sastra) | Penelitian ini berkaitan dengan romantisme dalam lirik lagu karya Ai Otsuka pada album Love Punch. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sisi romantisme lirik lagu J-Pop, yaitu Shabondama dan Ame No Naka No Merodii karya Ai Otsuka dengan metode analisis metafora dalam teori stilistika sastra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yang ditunjang dengan teknik kepustakaan. Analisis stilistika sastra dengan menggunakan metafora terkait dengan perbandingan antara dua objek atau ide yang masing-masing sebagai tenor (yang dibandingkan) dengan vehicle (pembanding). Metafora menjadi perbandingan antara dua dunia sebagai mediasi untuk mendapatkan kualitas estetika baru yang memiliki sisi romantisme. Karakteristik aliran romantik menurut Wordsworth yaitu, kembali ke alam, melankolik/kemurungan, primitivisme, sentimentalis, individualisme, dan eksotisme. Hasil penelitian ini adalah lirik lagu SBD dan ANNM menggambarkan unsur romantisme yang dilihat berdasarkan penggunaan gaya bahasa kiasan metafora yang berjumlah 14. Contohnya dalam lirik SBD perasaan keduanya adalah kecil, lemah, dan temporal seperti gelembung sabun. Romantisme kembali ke alam digambarkan melalui perasaan tokoh yang bergantung pada alam karena alam merupakan tempat mencurahkan segala perasaan yang ada dalam lirik. Sedangkan romantisme kemurungan digambarkan melalui perasaan hati manusia yang mengalami kemurungan akibat dari cinta yang tidak bahagia. Romantisme sentimentalis digambarkan melalui luapan emosi dalam percintaan berupa luapan rasa sedih dan kecewa. Pada akhirnya romantisme eksotisme memiliki keunikan dan daya tarik khas yang berkaitan dengan penggambaran sifat, latar, dan peristiwa dalam lirik lagu yang terbungkus dalam judul lagu. | The present research relates to the romanticism in Ai Otsuka lyrics in the Love Punch album. The purpose of the research is to describe romanticism in J-Pop’s songs, Shabondama and Ame No Naka No Merodii lyrics using metaphor analysis method in stylistics literary theory. Descriptive analysis method and literary study technique is used in this research. Stylistics literary theory is using metaphor that relates with comparison between two objects or ideas as tenor (secondary term) and vehicle (primary term). Metaphor acts as comparison between two worlds as mediation to achieve new aesthetic quality of romanticism. It is relevant with characteristics of romanticism that are nature worship, melancholic, primitivism, sentimentalist, individualism, and exoticism. The results of this research are Shabondama and Ame No Naka No Merodii lyrics describe romanticism which are seen through 14 figurative language of metaphor. As example in SBD lyrics a feeling both are small, weak, and temporary like soap bubbles. Nature worship romanticism depicts through human’s feeling which depend on nature because nature is a place to express all feeling in the lyrics. Whereas, melancholy romanticism is describe through human’s feeling who suffers from unhappy love. Sentimentalist romanticism is described through excessive love of sadness and dissappointment. At last, exoticism romanticism has uniqueness and special attraction in the lyrics which relate to description of characteristic, background, and story in the lyrics which is reflected in the song tittle. | |
| 4500 | 14309 | C1B011003 | PENGARUH INDEKS HARGA SAHAM ASIA DAN MAKRO EKONOMI TERHADAP PERGERAKAN IHSG | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Pengaruh Indeks harga Saham Asia dan Makro Ekonomi terhadap Pergerakan IHSG”. penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh indeks-indeks harga saham negara-negara di Benua Asia (Shanghai Stock Exchange (SSE) Composite Index dari China, Hang Seng Index dari Hong Kong, KOSPI dari Korea Selatan, Strait Times Index dari Singapura) dan Makro Ekonomi (Harga minyak dunia, tingkat inflasi, dan nilai tukar Rupiah) terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan dari Bursa Efek Indonesia. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014. Hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) SSE Composite Index berpengaruh negatif terhadap pergerakan IHSG. 2) Hang Seng Index berpengaruh positif terhadap pergerakan IHSG. 3) Indeks KOPSI berpengaruh positif terhadap pergerakan IHSG. 4) Strait Times Index berpengaruh positif terhadap pergerakan IHSG. 5) harga minyak dunia berpengaruh negatif terhadap pergerakan IHSG. 6) tingkat inflasi berpengaruh negatif terhadap pergerakan IHSG. 7) nilai tukar rupiah berpengaruh negatif terhadap pergerakan IHSG. analisis dara yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan syarat lolos uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Strait Times Index berpengaruh positif signifikan dan tingkat inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap pergerakan IHSG, sedangkan variabel lainnya yaitu SSE Composite Index, Hang Seng Index, Index KOSPI, harga minyak dunia, dan nilai tukar rupiah tidak berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Sebagai implikasi, investor sebaiknya menjadikan Strait Times Index dan tingkat inflasi sebagai acuan dalam mengambil keputusan investasinya. Sedangkan bagi perusahaan dapat menjadikan ke dua variabel tersebut sebagai pertimbangan dalam melakukan Initial Public Offering (IPO). | SUMMARY The title of this research “The effect of Asian Stock Price Index and Macro Economy on IHSG Movement”. The purpose of this study is to analyze the effect of Asian Stock Price Index (Shanghai Stock Exchange (SSE) Composite Index form China, Hang Seng Index form Hong Kong, KOSPI from South Korea, Strait Times Index form Singapore) and Macro Economy (Oil Price, inflation, foreign exchange rate) on Stock Price Composite Index form Bursa Efek Indonesia during 2012 until 2014. The hypothesies are: 1) There is negative effect of SSE Composite Index to IHSG. 2) there is a positive effect of Hang Seng Index ti IHSG. 3) There is positive effect of KOSPI to IHSG. 4) There is apositive effect of Strait Times Index to IHSG. 5) There is a negative effect of Oil Price to IHSG. 6) there is a negative effect of inflation to IHSG. 7) there is a negative effect of foreign exchange rate to IHSG. analyze the data used in this study is a multiple regression analysis that required to passad the test of classical assumptionof normality test, multicolinierity, heteroscedasticity, and autocorrelation. The result stated that Strait Times Index has a positive effect to IHSG and inflation has a negative effect to IHSG, while the other variables are SSE Composite, Hang Seng Index, KOSPI, Oil Price, and foreign exchange rate have no effect to IHSG. The implication of this research are the investors should pay attention to Strait Times Index and inflation before making an investment decision, and for the companies should appropriately consider the effect of Strait Times Index and inflation before making an Initial Public Offering (IPO) |