Artikelilmiahs

Menampilkan 4.321-4.340 dari 48.759 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
432114136H1C012054RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAYA LISTRIK DAN PARAMETER LINGKUNGAN PADA SISTEM PHOTOVOLTAIC BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)Sistem monitoring yang ada saat ini kebanyakan masih bersifat manual, masih ada campur tangan human interface dalam hal ini petugas yang bersangkutan. Data yang didapatkan oleh petugas di lapangan masih harus diolah lagi secara digital agar memperoleh data berupa grafik dan dalam pengolahan data sering terjadi kesalahan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan monitoring dengan berbasis Internet of Things pada sistem photovoltaic. Hal ini dapat dilakukan secara real time dan dapat pula diatur selang waktu pengamatannya melalui satu board dinamakan Node. Perangkat ini digunakan untuk mengolah dan mengirim data ke sebuah cloud database yaitu thingspeak. Layanan ini bersifat gratis dan data keluaran yang dikirim dari node sudah diolah menjadi grafik. Pada penelitian ini telah menghasilkan sebuah node sebagai media pengolah dan pengirim data, sensor arus ACS 758 unidirectional yang memiliki kesalahan pembacaan 0.091 A, sensor tegangan yang memiliki kesalahan pembacaan 0,063 V, sensor suhu DHT 22 dengan kesalahan pembacaan 0,089 ̊ C, dan sensor radiasi matahari piranometer dengan kesalahan pembacaan 0,3 W/m^2. Durasi pengiriman data yang ditentukan untuk satu kali pengiriman sekitar 60 detik yang membutuhkan waktu ± 15 detik untuk proses kalkulasi data dan persiapan pengiriman ditambah dengan selang waktu yang ditentukan dalam setiap satu kali pembacaan sensor yaitu selama 45 detik.Monitoring systems that exist today mostly still manual, there are still human interface intervene, in this case is the officer. Data that obtained by officers in the field should still be digitally processed again in order to obtain data in graphs and because of that data processing errors often occur. To overcome these problems, the monitoring is done based on the Internet of Things that applied on photovoltaic systems. This system can be done in real time and can also set an interval of observations through the board called Node. This device is used to process and send data to a cloud database thingspeak. This service is free and the output data that sent from a node has been processed into a graph. In this research has resulted in a node as a media processor and sender the data, the ACS 758 unidirectional current sensor that has 0.091 A reading error , the voltage sensor that has 0,063 V reading error, DHT 22 temperature sensor has 0,089 ̊ C reading error, and a piranometer solar radiation sensor has 0,3 W/m^2 reading error. The data transmission duration is specified for one shipment about 60 seconds that takes ± 15 seconds to process data calculation and sending preparation that coupled with a specified time interval in each one sensor readings is 45 seconds.
432214138H1H011033PENAMBAHAN ASAM AMINO L-LISIN PADA PAKAN BERKUALITAS RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis spp.)
Pertumbuhan yang cepat menjadi salah satu ikan nila memiliki nilai ekonomis penting dalam budidaya. Adanya kendala dalam budidaya yaitu pakan, karena 60–80% biaya produksi digunakan untuk pakan. Adanya sumber lain yang baik untuk pertumbuhan ikan yaitu L-lisin. L-lisin memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam amino L-lisin pada pakan berkualitas rendah terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nila merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) unequal dengan 4 perlakuan. Perlakuan meliputi (P0) Pellet berkualitas rendah tanpa penambahan L-Lisin, (P1) Pellet berkualitas rendah dengan 0,55 g/100 g pakan, (P2) Pellet berkualitas rendah dengan 0,65 g/100 g pakan (P3) dan Pellet berkualitas rendah dengan 0,75 g/100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan Pertumbuhan Berat Mutlak berkisar antara 1,021±0,283 – 1,655±0,1901 g, Laju Pertumbuhan Spesifik berkisar 0,400±0,1262 – 0,666±0,0660 %/g/hari, Laju Pertumbuhan Harian 0,034±0,0094 – 0,055±0,0063 g/hari. Sedangkan nilai Efisiensi Pakan berkisar antara 52,704±16,876 – 81,426±13,238 %. Survival rate menunjukkan hasil dengan nilai berkisar antara 66±28,809 – 77,5±17,078 % dan hasil Kualitas Air masih dalam kisaran yang optimal untuk pemeliharaan ikan Nila Merah (Oreochromis spp.) yaitu pH 7, suhu 25 – 30 °C, dan oksigen terlarut 4 – 7,2 ppm. Penambahan L-lisin tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan.Growth fast being one tilapia has an important economic value in cultivation. The presence of obstacles in cultivation, since 60-80% of the cost of production is used for feed. The existence of another good source for fish growth is L-lysine. L-lysine has an influence on the growth of fish. The research aimed to determine the effect of the aminoacid L-lysine on growth and feed efficiency of the seed Red Tilapia. The experiment was uses randomized design completely (RAL) unequal with four treatments. Treatment include (P0) low-quality pellets without the addition of L-Lysine, (P1) low-quality pellets of 0.55 g/100 g of feed, (P2) Low-quality pellets of 0.65 g/100 g of feed (P3) and low-quality pellets of 0.75 g/100 g of feed. Variable observed is for the growth of absolute weight, specific growth rate, daily growth rate and feed efficiency of red tilapia fish. Survival rate and quality of the water is measured as secondary data. The result showed the Growth of Absolute Weight ranged from 1.021±0.283 to 1.655±0.1901g, Specific Growth Rates range from 0.400±0.1262 to 0.666±0.0660 %/day, Daily Growth Rate of 0.034±0.0094 to 0.055±0,0063 g/day. While the value of Feed Efficiency ranges from 52.704±16.876 to 81.426±13.238 %. The survival rate show the results with value ranged of 66±28,809 – 77,5±17,078 % and water qualityis still with in the range that is optimal for the maintenance of the Red Tilapia fish. The addition of L-lysine no significant effect on growth and feed efficiency.
432314141A1L011011APLIKASI KAPSUL MIKORIZA DAN PENGURANGAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAPRIKA (Capsicum annuum var. grossum)Penelitian bertujuan untuk: 1) mengkaji pengaruh penggunaan kapsul mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman paprika, 2) mengkaji pengaruh pengurangan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai paprika, 3) mengkaji pengaruh interaksi antara penggunaan kapsul mikoriza dan pengurangan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai paprika. Penelitian dilaksanakan di Screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, mulai April 2015 sampai dengan September 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 2 ulangan, terdiri atas kapsul mikoriza yaitu tanpa kapsul, 3 kapsul (30 spora), 6 kapsul (60 spora) dan pengurangan pupuk anorganik yaitu 0%, 50%, 100%. Variabel yang diamati yaitu tinggi, jumlah tunas, jumlah cabang, jumlah tunas, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot segar tajuk, bobot kering tanaman, bobot kering tanaman tanaman, bobot kering akar, bobot kering. Data dianalisis dengan uji F, dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kesalahan 5%.
Kata kunci: kapsul mikoriza, pupuk anorganik, paprika
This research aimed to: 1) examine the effect of the use of mycorrhizal capsule on the growth and yield of paprika, 2) examine the effect of the reduction of inorganic fertilizer on the growth and yield of paprika, 3) examine the effect of the interaction between the use of mycorrhizal capsule and reduced use of inorganic fertilizers on the growth and yield of paprika.This research was conducted at Screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from April to September, 2015. This research used Complete Randomized Block Design with 9 treatments and 2 repetitions, consisting of mycorrhizal capsule is without capsule, 3 capsule (3 spora), 6 capsule (6 spora), and reduction of inorganic fertilizers is 0%, 50%,100%. The variables observed were height, number of buds, number of branches, plant fresh weight, root fresh weight, crown fresh weight, plant dry weight, root dry weight, dry weight. Data was analyzed by using F test and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) with 5% error rate.
432414142H1B012039Kajian Tentang Distribusi Normal BivariatRiset ini membahas probability density function (PDF) distribusi normal bivariat versi Sahoo (2008:355). PDF tersebut dikonstruksi kembali secara analitik dengan menggunakan metode transformasi. Grafik PDF digambarkan pada beberapa simulasi nilai parameter dan Tabel cumulative distribution function (CDF) disajikan dalam bentuk nilai numerik. R code digunakan untuk penggambaran grafik dan pembuatan tabel CDF. Hasil menunjukan bahwa semakin kecil nilai maka lokasi pusat kurva bergeser ke arah x negatif dan y positif, dan kurva cenderung terlihat pipih dan leptokurtik, sedangkan semakin besar nilai maka lokasi pusat kurva bergeser ke arah x dan y positif, dan kurva tampak pipih dan cenderung mesokurtik. Parameter berpengaruh terhadap pergeseran lokasi pusat kurva, sedangkan parameter secara jelas tidak mempengaruhi bentuk kurva. Untuk X dan Y menuju 3, nilai tabel CDF mendekati 1 yaitu 0,99791 sedangkan saat X dan Y menuju -3, nilai tabel CDF mendekati 0 yaitu 0,00061. This research discussed about the probability density function (PDF) of bivariate normal distribution by Sahoo (2008:355). The PDF’s graph is ploted for some selected and parameters. The cumulative distribution function (CDF) table is given in numerical values. To produce the graphs and CDF table, R is used. The results showed that the and is significant affect to the curve. For small it would be leptocurtic, it tend to mesocurtic for large The gave influence to the location of the curve but the parameter does not affect. For X and Y approaching to 3, CDF value close to 1, i.e 0,99791 whereas for X and Y going to -3, CDF value approach to 0 , i.e 0,00061.
432514147H1C011018PENERAPAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL UNTUK VISUALISASI 3D DAN PERHITUNGAN VOLUME CITRA MRI AXIAL HIPPOCAMPUS ALZHEIMER BERBASIS MATLABPenyakit Alzheimer merupakan penyebab tersering timbulnya dementia dan menyebabkan gangguan kognitif pada populasi usia lanjut. Dementia pada penyakit Alzheimer menyebabkan adanya penurunan kemampuan secara berkelanjutan seperti gangguan memori, gangguan bahasa, gangguan fungsi motorik, gangguan fungsi sensoris, dan gangguan fungsi eksekutif seperti ketidakmampuan perencanaan, pengorganisasian, serta melakukan aktivitas normal. Penyakit ini disebabkan oleh tidak normalnya kondisi foci yang disebut sebagai senile plaques yang berpusat pada satu bagian otak yang disebut hippocampus. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan sebuah alat kedokteran yang memiliki kemampuan membuat gambaran potongan organ manusia, seperti: potongan koronal, sagital, dan aksial. Dalam penentuan volume dan visualisasi 3D dari hippocampus aksial alzheimer dilakukan proses segmentasi citra metode active contour untuk memisahkan objek hippocampus dengan bagian yang lain. Perhitungan volume hippocampus dilakukan dengan menempatkan citra pada sebuah matriks 3D, yang kemudian dilakukan penjumlahan pada matriks tersebut. Adapun visualisasi 3D sel hippocampus dilakukan dengan mengakses slice-slice citra yang sudah tersegmentasi dan dilakukan proses rekonstruksi hingga mendapat visualisasi citra hippocampus 3 (tiga) dimensi.Alzheimer's disease is the commonest cause of dementia and causes the onset of cognitive impairment in the elderly population. Dementia in Alzheimer's disease cause a decrease in the ability ongoing basis, such as memory, language disorders, impaired motor function, sensory function disorders, and impaired executive function such as the inability of planning, organizing, and perform normal activities. The disease is caused by abnormal foci condition known as senile plaques are centered on one part of the brain called the hippocampus. Magnetic Resonance Imaging (MRI) is a medical device that has the ability to create a picture of a human organ in pieces, such as pieces of coronal, sagittal, and axial. In determining the volume and 3D visualization of the axial hippocampus of Alzheimer performed the process of image segmentation active contour method for separating objects hippocampus with other parts. Hippocampus volume calculation is done by placing an image on a 3D matrix, which then do the summation in the matrix. The 3D visualization of hippocampus cells is done by accessing the image slices that have been segmented and carried out the reconstruction process to obtain image visualization hippocampus 3 (three) dimensions.
432614143A1L010016PERTUMBUHAN HASIL DAN POPULASI HAMA UTAMA DENGAN DUA
VARIETAS PADI PADA RAKITAN BUDIDAYA ORGANIK BERBASIS
PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pertumbuhan dua varietas padi pada rakitan budidaya secara organik berbasis pupuk oranik cair (POC) dan pestisida nabati (Pesnab); (2) hasil dua varietas padi pada rakitan budidaya secara organik berbasis POC dan pesnab, (3) jenis hama utama padi pada rakitan budidaya secara organik berbasis POC dan Pesnab, (4) populasi hama utama (wereng batang padi coklat) dua varietas padi pada rakitan budidaya secara organik berbasis POC dan Pesnab. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Margomulyo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah selama 4 bulan pada bulan Mei sampai dengan September 2014. Rancangan yang digunakan adalah rancangan pola tersarang dengan 2 perlakuan, yaitu varietas Sintanur dan Mentik wangi. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang malai, kehijauan daun, jumlah gabah per malai, bobot gabah per malai, bobot 1000 biji, bobot gabah kering panen (GKP), bobot gabah kering giling (GKG). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dan hasil varietas Mentik Wangi pada rakitan budidaya padi organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati lebih baik dibanding dengan varietas Sintanur. Hasil panen menunjukkan bahwa varietas Mentik Wangi menghasilkan 7,6 ton/ha, hama yang dominan yaitu wereng batang padi coklat dan walang sangit, dan populasi terbanyak ada pada varietas Sintanur.
This research aims were to know: (1)The growth of two varieties of rice organic cultivation technology based on Liquid Organic Fertilizer (LOF) and Botanical pesticide; (2) Yield of two varieties of rice organic cultivation technology based on LOF and Botanical pesticide; (3) the main pest on two rice organic cultivation technlogy based on LOF and Botanical pesticide (4) The main of pest population (brown plant hopper) on two rice organic cultivation technlogy based on LOF and Botanical pesticide. This research was conducted at Margomulyo villages, in Gombong, district Kebumen, Central Java for 4 months may until september 2014. The design of this research was consists of 2 treatment, that start from (Sintanur and Mentik Wangi). Variables examined is higher plants, the number of saplings, the number of puppies productive, long panicles, greenish leaves, the number of grain per panicles, grain per panicles weight, 1000 the weight, the weighting of dried grain harvest (DGH), the weighting of dried grain milled (DGM). The result of research showed that growth and yield of Mentik Wangi variety in rice organic cultivation based on liquid organic fertilizer and organic pesticide was better than Sintanur. The yield showed that Mentik Wangi variety produce 7,6 ton/ha, brown plant hopper and paddy bug and sintanur variety was the most population of brown plant hopper.
432714144F1F010055MIMICRY, AMBIVALENCE AND HYBRIDITY IN LIFE OF PI NOVEL BY YANN MARTELPenelitian yang berjudul “Mimicry, Ambivalence and Hybridity in Life of Pi Novel by Yann Martel” bertujuan untuk menemukan mimikri, ambivalensi dan hibriditas serta mengungkap pengaruhnya di masyarakat. Dalam penelitian ini, pendekatan dan teori poskolonial digunakan untuk meneliti novel Life of Pi. Kemudian analisis tersebut dijabarkan menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Terdapat beberapa langkah dalam meneliti novel ini. Langkah pertama yaitu membaca novel Life of Pi untuk memahami isi novel tersebut untuk pengumpulan data. Langkah kedua adalah mengidentifikasi teks yang berisi mimikri, ambivalensi dan hibriditas. Langkah terakhir adalah menganalisis mimikri, ambivalensi dan hibriditas tersebut dan situasinya didukung bukti-bukti yang ada di dalam novel.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa novel tersebut menggambarkan dampak kolonialisme di masyarakat India seperti mimiki, ambivalensi, dan hibriditas. Di dalam novel, peneliti menemukan persoalan mimikri dalam bahasa, agama, pendidikan, transportasi, olahraga, dan makanan. Sementara itu, persoalan ambivalensi ditunjukkan dalam agama dan pendidikan. Terakhir, bahasa yang digunakan oleh tokoh mencerminkan permasalahan hibriditas didalam novel.
The research entitled “Mimicry, Ambivalence and Hybridity in Life of Pi Novel by Yann Martel” aims to find out mimicry, ambivalence and hybridity, and to reveal its effects in society. This research uses postcolonial approach and theories. Furthermore, the analysis is arranged using descriptive qualitative method.
There are several steps in analyzing this novel. First, the researcher reads the novel to understand the content and to collect the data. Second, the researcher identifies texts which have mimicry, ambivalence, and hybridity. The last step is that the researcher analyzes the mimicry, ambivalence, and hybridity, and the situations supported by many proofs in the novel.
The findings show that the author portrays the colonial effect in Indian society such as mimicry, ambivalence, and hybridity. In the novel, the researcher finds the mimicry issue in language, education, religion, transportation, sports, and food. Meanwhile, issues of ambivalence are shown in religion and education. The last, language used by the character reflects an issue of hybridity in the novel.
432814146F1B011068PENGARUH LINGKUNGAN INTERNAL DAN KAPASITAS ORGANISASI TERHADAP KINERJA PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT DI DESA KETENGER KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS
Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) merupakan program Perhutanan Sosial dengan prinsip bersama, berdaya, berbagi dan transparant yang dilimpihkan kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat desa hutan guna menjaga kelestarian hutan serta memandirikan masyarakat desa hutan. Untuk mencapai tujuan PHBM di Desa Ketenger diperlukan kinerja LMDH Gempita yang mencakup lingkungan internal organisasi dan kapasitas organisasi dari LMDH Gempita. Sasaran penelitian ini yaitu masyarakat Dusun Kalipagu yang secara langsung bersinggungan dengan hutan dan kegiatan PHBM di Desa Ketenger. Metode yang digunakan kuantitatif asosiatif dengan teknik sampel purposive sampling. Metode analisis menggunakan Korelasi Kendall Tau-b, Korelasi Parsial, Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Penelitian ini untuk mengukur kinerja PHBM dengan variabel Lingkungan Internal dan Kapasitas Organisasi. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara sendiri-sendiri dan bersama-sama antara Lingkungan Internal dan Kapasitas Organisasi terhadap Kinerja PHBM. Oleh karena itu semakin baik Lingkungan Internal dan Kapasitas Organisasi pada LMDH Gempita akan memberikan hasil yang baik pada Kinerja PHBM di Desa Ketenger.Collaborative Forest Management (PHBM) is a program of the Social Forestry with the principle of sharing, powerless, and transparent that delegated to the Institute of Forest Village Community (LMDH) and forest village communities to conserve forests and to independent forest villagers. To achieve the objectives of CBFM in the Ketenger required performance LMDH Gempita which includes the organization's internal environment and organizational capacity of LMDH Gempita. Target research that is the Dusun Kalipagu’s people who really know how the process of PHBM, associative quantitative methods. Sample technique use purposive sampling, the method of analysis using by Kendall Tau-b Correlation, Parcial Correlation, Concordance Kendall W, and Ordinal Regression. Based on the results of the analysis quantitatively in this research can be explained is the positive and significant singly and together between Internal Environment and Organizatinal Capacity of LMDH Gempita for Performance of PHBM. Thus, the better the Internal Environment and Organizational Capacity of LMDH Gempita will giving satisfaction high for Performance of PHBM at Ketenger Village.
432914683A1C011046ANALISIS JALUR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DESA SAMBIRATA, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMASKecamatan Cilongok merupakan salah satu daerah rawan pangan yang ada di Kabupaten Banyumas. Desa Sambirata merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilongok diamana lebih dari 50 persen penduduknya tergolong miskin, yaitu 833 kepala keluarga dari jumlah penduduk total 1634 kepala keluarga. Berdasarkan kondisi tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui volume konsumsi rumah tangga di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. (2) Menganalisis faktor sosial ekonomi yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap ketahanan pangan runah tangga di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan menggunakan rancangan pengambilan sampel Simple Random Sampling untuk menentukan responden. Diperoleh 32 responden dari perhitungan sampel Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Rata-rata pengeluaran konsumsi pangan masyarakat responden di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas sebesar Rp584.682,00 atau 35,59 persen dari pengeluaran total rumah tangga setiap bulan. Sedangkan rata-rata pengeluaran konsumsi non pangan sebesar Rp1.058.075,00 atau 64,41 persen dari pengeluaran total rumah tangga setiap bulan. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas adalah jumlah anggota keluarga, konsumsi pangan rumah tangga dan pendapatan kepala rumah tangga. Pengaruh langsung terbesar terhadap ketahanan pangan rumah tangga adalah pendapatan kepala rumah tangga. Jalur tidak langsung yang paling berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga adalah pendapatan melalui konsumsi pangan rumah tangga.Cilongok sub-district is one of the food-insecure areas in Banyumas. Sambirata village is a village in the Cilongok sub-district with more than 50 percent of the population classified as poor , 833 heads of families of the total population in 1634 head of the family. Under these conditions, the objectives of this study were (1) knowing the volume of household consumption in the Sambirata village, Cilongok subdistrict, Banyumas. (2) analyze the socio-economic factors that influence directly and indirectly to food security in the Sambirata village, Cilongok subdistrict, Banyumas. The study was conducted using a survey method using simple random sampling design Sampling to determine the respondent community. Obtained 32 respondents from the sample calculation Simple Random Sampling. Data were analyzed using descriptive analysis and path analysis. The results showed that: (1) average food consumption expenditure of respondents in the Sambirata village, Cilongok subdistrict, Banyumas of Rp584.682,00 or 35.59 percent of total household expenditure every month. While the average non-food consumption expenditures of Rp1.058.075,00 or 64.41 percent of total household expenditure every month. (2) Factors that affect food security in the Sambirata village, Cilongok subdistrict, Banyumas is the number of family members, household food consumption and income of the household head. The direct effect on household food security is the head of the household income. Indirect pathways that most influence on household food security is income household food consumption.
433014135E1A112032MEKANISME PERTANGGUNGJAWABAN DAN PENGAWASAN PEMERINTAHAN DESA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESAABSTRAK
Setelah disahkannya UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, kedudukan dan kewenangan Desa didasarkan atas prinsip otonomi yang mengarahkan pada bentuk kemandirian desa. Desa mendapatkan penghormatan secara utuh yang diberikan kewenangan untuk mengambil kebijakan dalam skala lokalitas.
Tuntutan untuk mengembangkan Desa semakin sejahtera dengan diberikan kewenangan mengelola 10% (sepuluh persen) dari jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, pentingnya sistem pertanggungjawaban dan pengawasan pemerintahan Desa merupakan salah satu upaya membentuk tata kelola pemerintahan desa yang baik. Sehingga perlu untuk memperkuat sistem pertanggungjawaban dan pengawasan pemerintahan desa agar pemerintah Desa dapat mengelola Desa dengan baik. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif. Bahan hukum yang diperoleh dianalisis secara normatif kualitatif, yaitu pembahasan dan penjabaran hasil penelitian yang disusun secara logis terhadap hasil penelitian terhadap norma, kaidah, maupun teori hukum yang relevan dengan pokok permasalahan.
Kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Kepala Desa mempunyai kewajiban untuk mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pemerintahannya berdasarkan Pasal 27 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Salah satu pertanggungjawaban Kepala Desa adalah mengenai Keuangan Desa yang berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD). Karena Kepala Desa berwenang memegang kekuasaan penuh pengelolaan Keuangan Desa dan Aset Desa. 2) Mekanisme pertanggungjawaban Pemerintahan Desa dalam penggunaan ADD di mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta diakhiri oleh pertanggungjawaban penggunaannya. 3) Kepala Desa menyampaikan laporan pertanggungjawabannya kepada Bupati melalui Camat dengan prosedur laporan disampaikan kepada Badan Permusyawaratan Rakyat (BPD), jika BPD sudah menyetujui laporan tersebut maka Kepala Desa melaporkan pertanggungjawaban pemerintahannya kepada Camat, kemudian Camat meneruskannya kepada Bupati. Kepala Desa juga harus menyampaikan laporan pertanggungjawaban pemerintahannya kepada masyarakat Desa melalui media informasi yang mudah dijangkau, karena Kepala Desa bertanggungjawab kepada masyarakat yang sudah memilihnya. 4) Pengelolaan ADD dan mekanisme pertanggungjawaban Pemerintahan Desa di Kabupaten Banyumas telah dilaksanakan dan sesuai dengan prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kata Kunci: Pemerintahan Desa, Sistem Pertanggungjawaban Pemerintahan Desa, Sistem Pengawasan Pemerintahan Desa.
ABSTRACT
After the enactment of Law No. 6 of 2014 on the village, the village of position and authority based on the principle of autonomy which leads to a form of independence of the village. The village as a whole get the respect that is given the authority to make policy in the scale of the locality.
Demands to develop increasingly prosperous village to be given the authority to manage 10% (ten percent) of the State Budget (APBN). Therefore, the importance of accountability and oversight system of village government is an effort to establish governance nice village. So it is necessary to strengthen the system of accountability and supervision of village government so that the government can manage the village Desa well. This research was conducted in Banyumas.
The research method using normative juridical approach. Legal materials obtained were analyzed qualitatively normative, ie the discussion and elaboration of research results which are arranged logically on the results of a study of norms, rules, laws and theories that are relevant to the subject matter.
Conclusion of the study as follows: 1) the village chief has the obligation to account for the organization governed by Article 27 of Law No. 6 of 2014 About the Village. One village chief responsibility is regarding the Village Financial originating from the Village Fund Allocation (ADD). Because the village chief authorities full control Financial management of the Village and the Village Assets. 2) The mechanism of accountability in the use of ADD Village Government at the start of the phase of planning, implementation, monitoring and accountability terminated by the user. 3) the village chief to submit a report to the Regent through the sub-district accountability with the procedure reports are submitted to the People's Consultative Body (BPD), if the BPD has approved the report, the head of the village administration accountability reports to the Head, then Head forward to the Regent. The village head also must submit a report to the villagers of government accountability through the media information that is easy to reach, because the village chief is responsible to the people who had chosen. 4) Management of ADD and accountability mechanisms in Banyumas Regency Village Government have been implemented and in accordance with the procedures and legislation in force.

Keywords: Village Administration , Village Government Accountability System , Surveillance System of Village Government
433114861A1L010029Evaluasi Tingkat Status Hara P Pada Lahan Sawah Irigasi Krenceng Di Kecamatan Kemangkon Kabupaten PurbalinggaPenelitian Evaluasi Tingkat Status Hara P Pada Lahan Sawah Irigasi Krenceng Di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga telah dilaksanakan pada November sampai Desember 2015. Tujuan penelitian adalah1). Mengetahui besarnya kandungan unsur hara P pada tanah sawah yaitu P-total dan P-tersedia yang teraliri irigasi Krenceng di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, 2). Memetakan status hara P pada lahan sawah yang teraliri irigasi Krenceng di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, 3). Menentukan dosis pemupukan yang sesuai. Penelitian dilakukan dengan metode survai dan penentuan titik sebaran sampel berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat pada skala 1: 50.000 dengan cara menumpangsusunkan peta (overlay) dari peta jenis tanah, peta kelerengan dan peta penggunaan lahan daerah penelitian. Sumber peta yang digunakan adalah peta tematik RT RW Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan penelitian di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga tidak memperoleh variasi SLH, dalam penelitian ini hanya memperoleh satu satuan SLH. Penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat ketelitian survai semi detail yaitu setiap 100 Ha diwakili 1 sempel, jumlah sampel adalah 6 yang terletak di 4 desa. Variabel yang diamati dan diukur meliputi P-total dan P-Tersedia. Hasil penelitian menunjukan kandungan P-total dan P-tersedia mempunyai kriteria yaitu tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa lahan sawah memerlukan rekomendasi pemupukan dan menyarankan pengembalian jerami padi hasil panen ke lahan sawah supaya kesuburan tanah tetap terjaga.
Research on the evaluation status level hara P at the paddy fields Irrigation Krenceng In District Kemangkon Purbalingga was held in November to December 2015. This study aims to 1). determine the amount of thetotal-P and available-P on paddy soil irrigated by Krenceng in District Kemangkon Purbalingga 2). Mapping the status of P in paddy fields that has been irrigated by Krenceng in the District Kemangkon Purbalingga 3). Determine the appropriate dose of fertilizer. The study was conducted by the method of surveying and determining the point of distribution of the sample based on Homogeneous land Unit (HLU) map, which was made on of 1: 50,000scalesource overlay soil types, slope and land use maps area study. Maps source used is thematic maps RT RW Purbalingga district. Based on research in the District Kemangkon Purbalingga it did not obtain variation HLU, in this study only received one unit of SLH. Determination of the number of samples based on the level of accuracy that was semi-detailed survey each represented by one sample of 100 hectares, the number of samples was 6 located in 4 villages. The observed variables were total-P and available-P. The results showed the content of P-total and P-available was high. The results of the analysis showed that the paddy fields required fertilizer recommendations and rice straw return the soil.
433215135A1L012155ANALISIS STATUS HARA NITROGEN PADA LAHAN SAWAH
DI WILAYAH IRIGASI KRENCENG KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGA
Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan unsur hara N-total, N-tersedia dan menentukan rekomendasi pemupukan nitrogen pada lahan sawah di irigasi Krenceng Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Februari 2016. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan cara menumpangsusunkan peta (overlay) dari peta administrasi, peta jenis tanah, peta kelerengan, peta jaringan irigasi dan peta penggunaan lahan daerah penelitian. Berdasarkan metode tersebut diperoleh 1 SLH dengan luas 541,262 Ha. Untuk memenuhi persyaratan ketelitian dengan kriteria pemetaan tinjau mendalam, yang setiap 100 ha diwakili oleh 1 sampel, maka diperoleh 6 titik sampel. Sebaran titik sampel mengikuti sebaran pintu air sekunder. Variabel yang diamati meliputi variabel utama yaitu N-total, N-tersedia dan variabel pendukung meliputi kandungan C-Organik, pH tanah, KTK, dan kejenuhan basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan N-total dan N-tersedia pada lokasi penelitian yaitu sebesar 0,18% dan 128 ppm. Kandungan nitrogen pada lokasi penelitian tergolong rendah. Dosis pupuk urea yang dapat direkomendasikan untuk meningkatkan status hara nitrogen sebagai berikut: berdasarkan N-total dibutuhkan sebanyak 1.285 kg urea/ha dan berdasarkan N-tersedia sebanyak 548 kg urea/ha.The purposes of research were to determine the amount of the nutrient content of N-total, N-available and determine N fertilization for paddy field at area Irrigation Krenceng, Kemangkon Purbalingga. The research was conducted on December 2015 until February 2016. The research was conducted by survey method. The determination of sample points was based on Homogeneous Land Unit (HLU), that was made by overlaying maps of soil types, administration, slope, irrigation system and land use maps of research areas. Based on this method obtained 1 HLU with acreage 541,262 Ha. Therefore, in order to meet the requirements precious criteria deep review mapping, that every 100 Ha can be represented by one sample then obtained 6 points. The distribution sample points follow sluice secondary distribution. The variables were observed and measured in the study include the main variables, namely N-total and N-available and include support variable i.e. organic C content, soil pH, CEC,and base saturation. The results showed that the content of N-total and N-available in all HLU, i.e. 0.18% and 128 ppm in research location. Nutrient N of research location is low. Fertilizer dose which recommended to increase nutrient N status such as are by N-total 1,285 kg urea/ha and by N-available 548 kg urea/ha
433314149A1L009012PENGARUH POPULASI DAN DOSIS PUPUK NPK
TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BABY CORN
(Zea mays L)
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh perbedaan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman baby corn, 2) jarak tanam yang sesuai terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman baby corn dan 3) dosis pupuk NPK yang paling baik terhadap pertumbuhan dan produksinya. Penelitian dilaksanakan di lahan tegalan Perumahan Umun Balokang Permai, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar Patroman, dengan ketinggian tempat 32 meter dari permukaan laut mulai bulan Januari sampai Juni 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah kerapatan populasi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu jarak tanam 30 x 25 cm, jarak tanam 30 x 30 cm dan jarak tanam 30 x 35 cm sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK, terdiri atas 3 taraf, yaitu dosis pupuk NPK 0 kg/ha, dosis pupuk NPK 300 kg/ha dan dosis pupuk NPK 400 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan populasi dengan jarak tanam 30 x 35 cm memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, luas daun, umur berbunga, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol per tanaman, bobot tongkol per petak efektif dan bobot tongkol per hektar. Dosis pupuk NPK 400 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, luas daun, umur berbunga, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol per tanaman, bobot tongkol per petak efektif dan bobot tongkol per hektar. Tidak ada interaksi antara kerapatan populasi dan dosis pupuk NPK.
ABSTRACT

This research aims to determine: 1) the influence of the difference of plant spacing for growth and yield of baby corn, 2) plant spacing which suitable for growth and yield of baby corn and 3) fertilizer doses NPK the most appropriate for growth and yield of baby corn. The research was conducted in dry land of Public Housing Balokang Permai , Village of Balokang, Districts Banjar, Banjar Patroman with altitude of 32 meters above sea level (mdpl) starting January until june 2015. This research used a randomized block design (RBD) with factorial pattern. The first factor was the density of the population consisting of 3 levels, namely plant spacing 30 x 25 cm, plant spacing 30 x 30 cm and plant spacing 30 x 35 cm. While the second factor was fertilizer doses of NPK consisting of 3 levels, namely fertilizer doses of NPK 0 kg/ha, fertilizer doses of NPK 300 kg/ha and fertilizer doses of NPK 400 kg/ha. The results showed that plant population density with plant spacing 30 x 35 cm gives the best results in the variables height of plant, number of leaves per plant, leaf area, date of flowering, length of cob, diameter of cob, weight of cob per plant, weight of cob per effective swath, weight of cob per hectare. NPK fertilizer dose of 400 kg / ha gives the best results in the variables height of plant, number of leaves per plant, leaf area, date of flowering, length of cob, diameter of cob, weight of cob per plant, weight of cob per effective swath, weight of cob per hectare. There is no interaction between population density and fertilizer doses of NPK.
433414151A1L010121PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP DAYA TAHAN KESEGARAN BUNGA POTONG KRISAN (Chrysanthemum sp.)Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji konsentrasi ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap daya tahan kesegaran bunga potong krisan (Chrysanthemum sp.), 2) mengkaji varietas bunga potong krisan terbaik apabila direndam pada larutan yang mengandung ekstrak daun sirih, 3) mengkaji kombinasi terbaik antara konsentrasi ekstrak daun sirih hijau dan varietas bunga potong krisan yang mampu mempertahankan kesegaran bunga potong terlama. Penelitian dilaksanakan pada 1-27 September 2014 di Laboratorium Agrohortikultura, Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 10 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati adalah persentase bunga mekar sempurna, persentase bunga layu, diameter kuntum bunga, jumlah daun segar, diameter tangkai bunga, lama kesegaran bunga, dan total larutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan ekstrak daun sirih konsentrasi 5,0% merupakan konsentrasi paling optimal karena mampu memperpanjang masa kesegaran bunga potong krisan selama 7,67 hari. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Puspita Pelangi merupakan varietas terbaik karena lebih adaptif terhadap perubahan suhu, kelembapan udara dan serangan mikroorganisme dibandingkan dengan varietas Puspita Kencana. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik adalah bunga potong krisan varietas Puspita Pelangi dengan konsentrasi larutan ekstrak daun sirih sebesar 5,0% karena mampu mempertahankan kesegaran bunga potong selama 8 hari.This study aims to: 1) assess the concentration of betel leaf (Piper betle L.) extracts on the durability of chrysanthemum cut flowers (Chrysanthemum sp.) vase life, 2) assess the best variety of chrysanthemum cut flowers when it’s soaked in a solution that contains betel leaf extract, 3) assess the best combination of betel leaf extract concentration and variety of chrysanthemum cut flower that are able to maintain the vase life of cut flowers longest. The experiment was done at 1 to 27 September 2014 in Agrohortikultura Laboratory, Faculty of Agriculture Unsoed Purwokerto. This study used a randomized complete block design with 10 treatment combinations were repeated three times. The variables measured were the percentage of flowers in full blooming, the percentage of wilted flowers, flower bud diameter, the number of fresh leaves, flower stalk diameter, flowers vase life, and a total solution. The results showed that the betel leaf extract solution concentration of 5,0% is the most optimal concentration because it can prolong the vase life of chrysanthemum cut flowers for 7,67 days. In addition, the results showed that the variety of Puspita Pelangi is the best variety since it’s more adaptive to changes in temperature, humidity and invading microorganisms compared with variety of Puspita Kencana. The results also showed that the best treatment was a combination of Puspita Pelangi variety with betel leaf extract concentration of 5,0% for being able to maintain the vase life of cut flowers during 8 days.
433514152A1L010001PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI POC BERBASIS URIN KAMBING DAN URIN SAPI PADA BUDIDAYA SELADA ORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kinerja POC urin kambing dan POC urin sapi pada budidaya selada organik, dan 2) konsentrasi optimal POC urin kambing serta POC urin sapi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor yang dicoba terdiri atas: (1) jenis POC yaitu urin kambing dan urin sapi, (2) konsentrasi POC yaitu 0%, 5%, 10 % dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis urin yang digunakan sebagai basis POC tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil selada organik. Konsentrasi POC berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman dan variabel bobot segar tajuk. Semakin tinggi konsentrasi yang diberikan, pertumbuhan dan hasil tanaman selada cenderung turun.The research aimed to determined: 1) performance of the liquid biofertilizer of goat urine and cow urine at the cultivation of organic lettuce, and 2) the best concentration liquid biofertilizer of goat urine and cow urine. The design was Randomized Completely Block Design (RCBD). Factor tested were: (1) kind of liquid biofertilizer (goat urine and cow urine), (2) concentration of liquid biofertilizer (0%, 5%, 10% and 15%). The result showed that kind of biofertilizer as base of liquid biofertilizer did not effect the growth and yield of lettuce organic. The concentration of liquid biofertilizer significantly affected plant high and the fresh weight of crown. This research showed that application of concentration of liquid biofertilizer tend to decrease growth and yield of organic lettuce.
433614095F1F009059A COMPARATIVE ANALYSIS OF TWO VERSIONS OF TRANSLATIONS OF THE BOOK OF SOEKARNO AN AUTOBIOGRAPHY AS TOLD TO CINDY ADAMS PUBLISHED IN 1966 AND 2014Penelitian ini dilakukan untuk memaparkan perbedaan yang signifikan dalam dua teks terjemahan dalam buku Soekarno dan menganalisis bagaimana netralitas penerjemah kedua penerjemah tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik pengumpulan, pengklasifikasian, dan penganalisisan data yang diikuti dengan penarikan simpulan berdasarkan analisis data. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel. Data dalam penelitian ini diambil dari buku yang berjudul Soekarno an Autobiography as Told to Cindy Adams sebagai buku sumber dan dua versi terjemahannya yang diterbitkan pada tahun 1966 sebagai TS 1 yang diterjemahkan oleh mayor Abdul Bar Salim, dan terjemahan versi 2014 sebagai TS 2 yang diterjemahkan oleh Syamsul Hadi . Dalam penelitian ini ada 24 data dalam bentuk paragraf.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ada dua perbedaan yang cukup signifikan antara TS 1 dan TS 2. Perbedaan pertama yaitu teknik yang digunakan oleh penerjemah. Data menunjukkan bahwa terdapat 8 unit penambahan paragraf pada TS 1, 2 unit penambahan paragraf pada TS 2, dan 1 unit penambahan – penghapusan paragraf pada TS 1. Artinya teknik penambahan paling banyak digunakan di TS 1. Sementara itu, teknik penghapusan banyak digunakan di TS 2. Akan tetapi, teknik penambahan – pengurangan hanya digunakan di TS 1. Perbedaan yang kedua ialah jumlah disrtorsi terjemahannnya. Terdapat 8 distorsi penerjemahan pada TS 1 dan 2 distorsi penerjemahan pada TS 2. Distorsi terjemahan pada TS 1 yaitu dengan penambahan informasi yang tidak relevan, memprovokasi dan menyimpang dari BS. Kebalikannya, distorsi pada TS 2 karena penghapusan informasi aksi heroik Soekarno untuk Indonesia. Jadi, distorsi penerjemahan yang lebih kompleks dan lebih dominan terjadi pada TS 1. Peneliti menyimpulkan bahwa terjemahan dari TS 2 lebih akurat dan ekuivalen daripada TS 1. Dengan kata lain, penerjemah TS 2 lebih netral bila dibandingkan dengan penerjemah TS 1.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi tentang bagaimana menjadi penerjemah yang netral, serta sebagai materi pendukung untuk mengembangkan dan memperkaya pengetahuan mahasiswa Sastra Inggris dan peneliti lain.
This research is conducted to describe the significant differences of two versions of translation of the book of Soekarno an Autobiography as Told to Cindy Adams published in 1966 and 2014. Then, the researcher analyzes how the translator’s neutrality in translating the text is reflected in the translated version.
This research is a descriptive qualitative research using the technique of collecting, classifying, and analyzing the data. It is then followed by drawing conclusion based on the data analyses. The researcher uses purposive sampling as the sampling technique. The sources of the data were taken from the book entitled Soekarno an Autobiography as Told to Cindy Adams in English version as the ST, and two versions of translations published in 1966 as the TT 1 translated by Major Abdul Bar Salim and 2014 as the TT 2 translated by Syamsul Hadi. There were 24 data found in terms of paragraphs.
The analysis showed that there are two significant differences between TT 1 and TT 2. The first is related to the technique used by the translator. The data showed that there are 8 units of additions of paragraph in TT 1, 2 units of additions of paragraphs in TT 2, and 1 unit of addition – omission of paragraph in TT 1. It means that the technique of addition is apparently used in TT 1. Meanwhile, the technique of omission is apparently used in TT 2. Yet, the technique of addition – omission is only used in TT 1. The second difference found in the translation is the number of distorted translation. There are 8 distorted translations in TT 1 and there are 2 distorted translations in TT 2. The distorted translation in TT 1 mostly provides irrelevant information, provocative message and deviant messages of the ST. In contrast, the distortion in TT 2 is because of information omission of Soekarno’s heroic action for Indonesia. Thus, distorted translation occurred is the more complex and more dominant in TT 1. The researcher concludes that the translation of TT 2 is more accurate and more equivalent than TT 1. Therefore, the translator of TT 2 is more neutral than the translator of TT 1.
The result of this research can be used hopefully as an additional reference on how to be a neutral translator. It can also be used as a supporting material in developing and enriching the knowledge of English Department students and the other researchers.
433714154E1A012008Perlindungan Hukum terhadap Korban Kekerasan Fisik dalam Rumah Tangga Ditinjau dari Perspektif Viktimologi (Studi di Polres Tasikmalaya Kota)ABSTRAK
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN FISIK DALAM RUMAH TANGGA DITINJAU DARI PERSPEKTIF VIKTIMOLOGI
OLEH :
TIARA AMELINDA
E1A012008
Korban tindak pidana memiliki hak untuk dilindungi, dalam hal ini termasuk korban kekerasan fisik dalam rumah tangga. Kedudukan korban dalam peradilan pidana selama ini sering kali terabaikan. Korban tidak hanya menderita kerugian fisik dan psikis, bahkan harta benda akibat perbuatan pelaku sehingga sudah sepantasnya korban mendapat perlindungan hukum yang memadai.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlindungan hukum yang diberikan oleh kepolisian dalam proses penyidikan terhadap korban kekerasan fisik dalam rumah tangga dan faktor-faktor yang menghambat kepolisian dalam memberikan perlindungan hukum di Polres Tasikmalaya Kota. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara terhadap kepolisian dan korban kekerasan fisik dalam rumah tangga dan data sekunder berupa peraturan perundang-Undangan, buku literatur, dan situs internet. Metode penentuan responden dengan menggunakan Purposive Sampling dengan Criterian Based Selection dan metode analisis data secara deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian perlindungan hukum yang diberikan oleh kepolisian terhadap korban kekerasan fisik dalam rumah tangga sudah diberikan sesuai hak-hak korban. Faktor-faktor yang menghambat dalam memberikan perlindungan hukum berasal dari sisi korban. Oleh karena itu, diperlukan adanya sosialisasi yang rutin kepada masyarakat mengenai KDRT.

Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Korban, Kekerasan Fisik dalam Rumah Tangga.

ABSTRACT

The victim of criminal act has righto be protected, in this case such as the victim of physical abuse in the household. The position of the victim in the criminal court is often be stepped aside. The victim get the loss in physically and mentally, even their properties that is caused by the act of criminal so it is worthy for the victim to get the appropriate law protection.

The purpose of this research is to find out the law protection that has been given by police in the investigation process to the victim of physical abuse in household and the factors that imped the police in giving the law protection in PolresTasikmalaya Kota. Data in this research uses the primary data such as the result of interview to the police and victim of physical abuse in household and secondary data is such as legislation regulation, literature book, and internet sites. Method of respondent determination is by using the Purposive sampling with Criteria Based Selection sand method of data analysis is qualitative descriptive.

Based on the result of research of law protection that has been given by police to the victim of physical abuse in household it has been given according to the rights of victim. The factors that imped in giving the law protection that come from the side of victim. Because of that, it is needed the routine socialization to the society about KDRT/Household Abuse.


Keywords: Law Protection, Victim, Domestic Physical Violence.
433814155E1A110016TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN PEMBIAYAAN
KONSUMEN DENGAN PENYERAHAN HAK MILIK SECARA FIDUSIA
PADA PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE CABANG KUDUS
(Studi Kasus Putusan Pengadilan Nomor 49/Pdt.G/2011/PN.Kds.)
Penelitian ini bertujuan menganalisis putusan Pengadilan Negeri Kudus mengenai Perjanjian Pembiayaan Dengan Jaminan Penyerahan Hak Milik Secara Fidusia. Metode penelitian : Yuridis Normatif, spesifikasi : Deskriptif dan analisis : normatif kualitatif.

Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa : 1. PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kudus selaku Kredirut Penerima Fidusia berhak melakukan penarikan dan melakukan penjualan lelang obyek jaminan fidusia dan tidak dapat dituntut melakukan perbuatan melawan hukum atas dasar pelanggaran berdasarkan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hubungan hukum dalam perjanjian pembiayaan telah berakhir ketika Perusahaan Pembiayaan membayar lunas harga pembelian barang kepada pihak Penjual, dan pihak Konsumen menerima penyerahan barang dari pihak penjual. 2. Hakim dalam memberikan pertimbangan dan putusannya telah sesuai berdasarkan aturan hukum yang berlaku, yaitu prinsip-prinsip hukum perjanjian dalam KUH Perdata.
This study aimed to analyze the decision of the district court of the Holy regarding Financing Agreement With Guaranteed Delivery Properties In Fiduciary. Methods: normative juridical, Specifications: Descriptive and analysis: qualitative Normative.

Based on the analysis we concluded that: 1. PT. Adira Dinamika Multi Finance Branch as the Holy Fiduciary creditors Recipients are entitled to withdraw and conduct auction sales of objects fiduciary guarantee and can not be required to do an unlawful act on grounds of violation under Article 18 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. Legal relations in the financing agreement had expired when Financing Company paid the full purchase price of the goods to the seller and the consumer receives the goods from the Seller.
2. The judge in the consideration and decision was appropriate based on the applicable law, ie the principles of contract law in the Civil Code.
433914156E1A110018PENERAPAN PASAL 4 JUNCTO PASAL 6 AYAT (1) BUTIR b UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 162 K/Pdt.Sus-HKI/2014Merek adalah tanda berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Pengaturan mengenai Merek ini diatur dalam Undang Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek.
Undang Undang Merek mengatur mengenai larangan pendaftaran merek yang diajukan oleh pemohon yang beriktikad tidak baik dan larangan pendaftaran merek yang memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek terkenal. Pemohon yang beriktikad baik adalah pemohon yang mendaftarkan mereknya secara layak dan jujur tanpa ada niat apapun untuk membonceng, meniru atau menjiplak ketenaran pihak lain demi kepentingan usahanya yang berakibat kerugian pada pihak lain atau menimbulkan kondisi persaingan curang, mengecoh atau menyesatkan konsumen. Merek terkenal sendiri harus memenuhi kriteria yang bersifat kumulatif, yang antara lainnya dengan memperhatikan faktor pengetahuan masyarakat tentang merek tersebut, adanya promosi yang gencar dan efektif, serta bukti pendaftaran di beberapa negara.
Adapun inti perkara sengketa Merek yang dibahas pada skripsi ini adalah perkara pelanggaran hak atas merek GUDANG GARAM milik PT. Gudang Garam, Tbk. yang dilakukan oleh PR. Jaya Makmur, pemilik hak atas merek GUDANG BARU. Merek GUDANG BARU dianggap beriktikad tidak baik dan memiliki persamaan dengan merek terkenal GUDANG GARAM.
Mark is a sign form pictures, name, word, letter, number, arrangement of color, or the combination of that element that have distinguishing features and used in the trading of goods and services. The regulation regarding mark in Indonesia is regulated in Act No. 15 of 2001. The Act No. 15 of 2001 about Mark, adheres to the principle of the constitutive, that means, rightful party of mark is the party that have register their own mark.
Constitution of mark which is explained the ban on registration mark filed by the applicant and prohibition with mark intentions registration of mark that has a similarity in principle with the famous mark. The good applicant is a registered their mark who is decent and honest without any intention to followed, imitate, or trace the fame of others for the sake of his efforts that resuited in the loss of the other party or give rise to conditions of unfair competition, deceptive or misleading consumers. Famous mark it self must be meet the criteria are cumulative, which among others by taking into account public knowledge about these marks, their promotion of a virgous and effective, as well as prouf of registration in several countries.
As for me core of he dispute case. Mark that are discussed in this mini thesis is the infringement of trademark GUDANG GARAM owned by PT. GUDANG GARAM carried by PR. Jaya Makmur. The owner of the GUDANG BARU. Mark of the GUDANG BARU is considered to have no good intentions and have similarities with the famous mark GUDANG GARAM.
434014157H1L012051SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI PENYAKIT KULIT PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES CLASSIFIER BERBASIS WEBSITE Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Kulit Pada Manusia (SP-PKPM) merupakan sebuah aplikasi yang mengadopsi pengetahuan pakar, dalam hal ini dokter kulit, untuk mengidentifikasi penyakit kulit pada manusia yang banyak ditemukan di Indonesia. (SP-PKPM) dibangun dengan menggunakan metode Naive Bayes Classifier. Agar tampilan sistem lebih dinamis dan mudah diakses oleh siapa saja, maka sistem ini dibuat berbasis web.
Dalam membangun website (SP-PKPM) digunakan Framework Codeigniter menggunakan konsep pemrograman berbasis objek (OOP) yang memiliki konsep MVC ( Model, View, Controller). Website (SP-PKPM) yang dibangun ini mempunyai tiga aktor didalamnya, yaitu Admin, Pakar dan Pengunjung
Expert System Identification of Skin Disease In Human (SP-PKPM) is an application that adopts expert knowledge, in this case is a dermatologist, to identify skin disease in human which are found in Indonesia. (SP-PKPM) is constructed using naive bayes classifier. To made the system interface more dynamic and easily to access by anyone, so this system is made base on web.
(SP-PKPM) website is built using Codeigniter framework uses the concept of object oriented programming (OOP) which has the concept of MVC (Model, View, Controller). In (SP-PKPM) website there are three actors such as Admin, Members and Visitors.