Artikelilmiahs
Menampilkan 4.341-4.360 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4341 | 14159 | A1C111055 | ANALISIS NILAI TAMBAH EMPING JAGUNG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA “ROWIE TIRTA PUTRA MAKMUR” DI KELURAHAN KEMBARAN KULON, KECAMATAN PURBALINGGA, KABUPATEN PURBALINGGA | Industri “Rowie Tirta Putra Makmur” merupakan industri skala rumah tangga yang menjalankan usahanya di bidang industri makanan dengan produk yang dihasilkan berupa emping jagung. Industri ini mengolah jagung menjadi produk baru yang inovatif sehingga sangat potensial untuk dikembangan. Permasalahan yang dihadapi pada industri yaitu pengusaha tidak memperhitungkan secara terperinci mengenai aspek-aspek finansial dalam usahanya, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan industri pengolahan emping jagung “Rowie Tirta Putra Makmur”, (2) besarnya nilai tambah industri pengolahan emping jagung “Rowie Tirta Putra Makmur”. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2015 pada industri rumah tangga “Rowie Tirta Putra Makmur”. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja (purposive). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi langsung. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukan bahwa produksi emping jagung bulan September 2015 sebanyak 5.088 kilogram emping jagung mentah dan 2.400 kilogram emping jagung matang. Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan untuk emping jagung mentah sebesar Rp30.115.020,21 dengan penerimaan sebesar Rp50.880.000,00, sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp20.764.979,79 sedangkan total biaya produksi untuk emping jagung matang sebesar Rp16.064.391,32 dengan penerimaan sebesar Rp36.000.000,00 sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp19.935.608,68. Nilai tambah emping jagung mentah adalah sebesar Rp3.694,18 per kilogram dan nilai tambah emping jagung matang sebesar Rp6.975,20. | "Rowie Tirta Putra Makmur" is a household scale industry which has been carrying on business of foods product in the form of corn chips. This industry processing corn into a new innovative products so it is potential to be expanded. The problem that faced in this industry is the entrepreneur does not account in detail regarding the financial aspects of the business, so this study aims to determine (1) the production cost, revenues, income, (2) and the value-added of the corn chips product “Rowie Tirta Putra Makmur”. The research was conducted from September to October 2015 in the "Rowie Tirta Putra Makmur" household industry. The selection of the place had chosen purposively. The method of the research used a case study. The analytical method used in this research is the analysis of production cost, revenue and income, and analysis of the value added. The results showed that the production of corn chips in September 2015 as much as 5.088 kilograms of raw corn chips and 2.400 kilograms of cooked corn chips. The production costs expend Rp30.115.020,21 for making the raw corn chips with the revenue as much as Rp50.880.000,00, so that the income earned Rp20.764.979,79 whereas the total cost of production for making cooked corn chips expend Rp16.064.391,32 with the revenue as much as Rp36.000.000,00 so that the income earned Rp19.935.608,68. The value added of raw corn chips amounted Rp3.694,18 per kilogram and the value added of the cooked corn chips amounted Rp6.975,20. | |
| 4342 | 13804 | H1L011060 | Rancang Bangun Sistem Penetapan Angka Kredit Kenaikan Pangkat Jabatan Fungsional Pustakawan (Studi Kasus Universitas Jenderal Soedirman) | Penetapan Angka Kredit (PAK) merupakan faktor penting dalam penentuan kenaikan pangkat atau jabatan fungsional seorang pustakawan. PAK sangat dipengaruhi oleh Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Pustakawan (DUPAK) yang diajukan oleh Pustakawan. Kesalahan pada saat penyusunan DUPAK dapat mempengaruhi hasil PAK pustakawan. Pengajuan DUPAK sampai ditetapkannya suatu PAK menjalani proses yang cukup panjang. Adanya keterlambatan PAK dapat disebabkan oleh DUPAK yang stagnan pada tahap tertentu. Keterlambatan ini merugikan pustakawan yang hendak naik pangkat atau jabatan. Dari permasalahan tersebut memunculkan gagasan untuk membuat suatu sistem berbasis web, yang di dalamnya dapat meminimalisir human error dalam proses penghitungan DUPAK dan memantau sejauh mana DUPAK diproses oleh pejabat yang berwenang. Sistem ini dibangun menggunakan metode waterfall, menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman, MySQL sebagai database sistem, dan black-box testing sebagai metode pengujiannya. Pengembangan sistem dibatasi untuk lingkup penetapan angka kredit di universitas. User dalam sistem ini dibagi menjadi lima jenis user, yaitu Pustakawan, Pejabat Pengusul, Sekretariat Tim Penilai, Tim Penilai, dan Bagian Kepegawaian. Didukung dengan tersedianya jaringan internet, sistem ini mampu menjadi alat bantu dalam penyusunan DUPAK, menyediakan informasi sejauh mana DUPAK diproses oleh pejabat yang berwenang, persetujuan (acc) atas DUPAK yang diterima pejabat yang berwenang, dan pembuatan PAK pustakawan oleh Sekretariat Tim Penilai. | Determination of Credit (PAK) is an important factor in determining promotion or functional position of a librarian. PAK influenced by list proposed Establishment of Credit Librarian (DUPAK) estimated by the Librarians. The mistakes during preparation can influence the outcome of PAK librarian. Estimated DUPAK until this can be establish a PAK is a long process. The delay of PAK can be caused by DUPAK which stagnant on some stage. The delay can be lose out of the librarians who want to up their rank or position. These problems can influence the idea to create a web-based system which can minimize the human error in counting process of DUPAK and monitoring the extent how far the DUPAK is processed by competent authorities. This system is designed using waterfall method, PHP as a programming language, MySQL as the database system, and the black-box testing as the method of testing. Development of the system is limited to the scope of the determination of the number of credits at the university. Users in the system are divided into five types of user, the librarian, the proposer officials, the secretariat assessment team, the assessment team, and section office. Supported by the availability of the internet network, the system is able to become tool in the preparation of DUPAK, provide information about the extent to which DUPAK is processed by the competent authority, approval (acc) on DUPAK received by the competent authorities, and the manufacture of PAK librarian by the secretariat of the assessment team. | |
| 4343 | 13749 | C1A011004 | Pendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pantai Alam Indah (PAI) Tegal | Penelitian ini berjudul “ Pendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pantai Alam Indah (PAI) Tegal”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pendapatan pedagang kaki lima (PKL) di Pantai Alam Indah (PAI) dan untuk mengetahui pendapatan rumah tangga di PAntai Alam Indah (PAI) apakah sudah memenuhi kriteria standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kota Tegal tahun 2015 atau belum. Penelitian ini dilakukan di Kota Tegal. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Jumlah responden sebanyak 60 pedagang kaki lima (PKL). Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, untuk mengetahui konsumsi digunakan analisis APC ( Average Propensity to Consume), Standar kebutuhan Hidup Layak (KHL) digunakan standar KHL Kota Tegal. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil perhitungan APC diketahui bahwa pendapatan pedagang kaki lima (PKL) sudah cukup untuk memenuhi konsumsi keluarga. Sedangkan pendapatan perkapita keluarga PKL menurut pendapatan bersih dan pendapatan keluarga hanya ada 7 PKL yang sudah memenuhi standar KHL Kota Tegal sedangkan yang tidak memenuhi standar KHL sebanyak 53 PKL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil perhitungan APC dapat diketahui bahwa besarnya pendapatan rumah tangga Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pantai Alam Indah (PAI) Tegal dapat memenuhi konsumsi rumah tangga. Pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan istri, anak, dan atau anggota keluarga lainnya yang masih tinggal satu atap. Berdasarkan hasil pendapatan rumah tangga PKL di PAI dengan cara membandingkan dengan Standar Kebutuhan Layak Kota Tegal , dan ada 7 PKL yang berada diatas standar kebutuhan hidup layak (KHL) Kota Tegal. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah Diharapkan pedagang kaki lima (PKL) untuk menambah jam kerja, lebih tekun dalam bekerja dan emlakukan kegiatan berdagang dengan semua anggota keluarga sehingga tidak memerlukan tenaga kerja diluar anggota keluarga agar dapat meningkatkan pendapatan. Perlu perhatian khusus dari pemerintah kota khususnya bagi Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi dan untuk paguyuban PKL PAI untuk menata ulang PKL yang ada di PAI Tegal, dengan memperbaiki sarana dan prasarana yang meliputi pembenahan kios, memperbanyak tempat berkumpul dengan keluarga, menjaga kebersihan area pantai serta menyediakan air bersih yang cukup memadai agar para pengujung nyaman dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pantai Alam Indah (PAI). Kara Kunci : Pendapatan dan Konsumsi, Pedagang Kaki Lima (PKL | This research entitled "The Income and The Household Consumption of Street Vendors at Alam Indah Beach, Tegal". This research aims to know how much the income of the street vendors at Alam Indah beach, and to know the income of house hold at Alam Indah beach whether they have or haven't reached the standard criteria of proper living allowence of Tegal in 2015. This research is done at Tegal. The samples are taken by using random sampling. The respondends are 60 street vendors. The analysis that used is income analysis, and for knowing the consumption is used Average Propensity to Consume (APC) analysis, then the standard of proper living allowence is the standard of proper living allowence at Tegal. The research result is based on the result of APC count, known that the income of street vendors have been enough to cover the family consumption. Gross domestic product of street vendors family based on net income and family income is only 7 street vendors that have occupied the standard of proper life necessities of Tegal, while those who do not occupy it are 53 street vendors. The conclusion of this research based on APC count can be known that the amount of street vendors income at Alam Indah beach can occupy the house hold consumption. Those income consists of wife income, children, and other family members who stay in their house. Based on the result of street vendor income in Alam Indah beach which is done by comparing it with the standard of proper life necessities of Tegal, there are 7 street vendors who are above the standard of proper life necessities of Tegal. Implication from this research result is street vendors should add their work time, be more persistence in work, and empower all their family members in selling process rather than paying others who are not their family members to work for them, in order to increase their income. The special attention from the government is needed, especially from department of industry and trade, and also for the group of street vendors in Alam Indah beach to rearrange the street vendors in Alam Indah beach, Tegal. By repairing the medium and infrastucture which includes kiosk reparation, increasing recreation place for family, preserving the tidiness of the beach area, and preparing enough clean water for making the visitors to be more comfortable. So that it will increase the income of street vendors in Alam Indah beach | |
| 4344 | 14160 | B1J010182 | KECERAHAN CAPIT, PERTUMBUHAN DAN KELULUSAN HIDUP LOBSTER JANTAN (Cherax quadricarinatus) YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN WORTEL | Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian adalah banyaknya konsumen yang menjadikan lobster air tawar ini menjadi lobster hias. Warna capit lobster yang cerah memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan warna capit lobster yang gelap. Penelitian ini mengkombinasikan antara pakan alami dan pakan buatan. Pakan buatan pellet diberikan untuk pemberian nutrisi lengkap bagi lobster, sehingga produksi akan stabil dari segi kualitas dan kuantitas. Harga wortel yang terjangkau dipilih peneliti sebagai pakan yang memiliki sumber karotenoid alami. Sumber karotenoid dominan dalam wortel yaitu, α- dan β- karoten. Karotenoid tersebut memiliki pigmen warna kuning hingga orange dengan struktur molekul hampir serupa dengan astaxanthin, sehingga terbentuk warna capit yang cerah oleh lobster. Kandungan protein dan β-karoten yang terdapat di dalam wortel (Daucus carota) dapat mempercepat pertumbuhan serta kecerahan warna capit lobster air tawar jantan C. quadricarinatus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tambahan wortel sehingga dapat meningkatkan kecerahan warna capit, laju pertumbuhan dan kelulushidupan lobster jantan. Metode yang digunakan dalam peneletian adalah eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dengan dua jenis pakan pellet dan wortel telah diberikan secara tunggal dan kombinasi dengan persentasi yang berbeda, sehingga diperoleh 4 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi, kelompok P0 pemberian pakan buatan pellet 2% berat tubuh lobster air tawar jantan; kelompok P1 pemberian kombinasi pellet 2% dan wortel 1% berat tubuh lobster air tawar jantan; P2 pemberian kombinasi pellet 2% dan wortel 2%; berat tubuh lobster air tawar jantan dan P3 pemberian kombinasi pellet 2% dan wortel 3% dari berat tubuh lobster air tawar jantan. Variabel utama yang diamati meliputi kecerahan capit, laju pertumbuhan dan kelulusan hidup, sedangkan parameter yang diamati dan diukur adalah frekuensi moulting, panjang tubuh total dan berat tubuh total. Data kecerahan capit, kelulushidupan dan laju pertumbuhan lobster dianalisis secara statistik menggunakan uji “F” dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan bantuan SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan tambahan berupa wortel sebagai sumber karotenoid alami mampu mencerahkan warna capit lobster jantan (F< 0,05) dan penambahan pakan wortel 3% memberikan skoring peningkatan warna capit tertinggi, yaitu 4,12 . Akan tetapi, pemberian pakan tambahan berupa wortel tidak berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan lobster jantan (F> 0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian penambahan pakan berupa wortel berpengaruh terhadap kecerahan warna capit, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan. | Freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus) is one of the biggest freshwater fishery commodities that have high economic value. And the biggest fear, our highlighted problem is there so many people wish to change this commodity as the beauty motives, they want to make ornamental crayfish. The brighter color crayfish claw have higher sale value than the dark color of crayfish claw. This research combined within nature food and artificial food. Artificial food given with the aims for completing nutrition for crayfish, so the production will be more stable from aspect quality and quantity. Prices of carrots that's been the researcher as a feed that has a natural source of carotenoids. The dominant source of carotenoids in carrots that is, α- and β- carotene. The carotenoid pigment yellow to orange color with a molecular structure similar to astaxanthin, so that can forming a brighter color by crayfish claws. Protein and β-carotene which contents in carrot (Daucus carota) can improve the growth and claw brightness. This research aims to know the affect of giving nutritive food like carrot (Daucus carota) that believed can improve the brightness of its claw, growth rate and survival. This research use experimental methods with the randomize pattern (RAL). There are 2 kinds of Treatment given, which is pellet and carrot that given randomized with any different level. There are 4 treatments with 5 repetitive. Treatments given include: a group P0 given by artificial food 2%, P1 given by combination between 2% pellet and 1% carrot; P2 given by combination between 2% pellet and 2% carrot; P3 given by combination between 2% pellet and 3% carrot which measured from the weight of freshwater lobster. Main variable that observed is chelae brightness, rate of growth and survival . While the parameter measured are frequent of moulting, total length and total weight. Data of crayfish brightness claw, survival and rate of growth analyzed by “F” test and if there is a real differences, the test will be continued by BNT test which assist by SPSS version 16. Research result shows that giving nutritive food carrot as the source of nature carotenoid can improve brightness of claw freshwater crayfish (F< 0.05) and addition of 3% carrot resulted to improvement of highest claw color (4.12). but, carrot wasn’t affected to rate of growth and survival male lobster (F> 0.05). So the conclusion from this research is adding carrot to the food of lobster can affected to brightness of chelae but doesn’t work well to the rate of growth and its survival. | |
| 4345 | 14161 | B1J009171 | KEANEKARAGAMAN SUKU ARECACEAE DI LERENG SELATAN GUNUNG SLAMET | Hutan Lereng Selatan Gunung Slamet merupakan hutan primer yang informasi keanekaragaman hayatinya termasuk suku Arecaceae belum banyak diketahui. Arecaceae merupakan tumbuhan yang banyak dimanfaatkan baik untuk pangan, papan maupun hiasan. Perawakan biasanya berupa pohon yang jarang bercabang. Daun umumnya bertulang menyirip, sejajar atau melengkung dengan pelepah dan tangkai daun yang melebar dari ujung ke pangkalnya. Beberapa jenis tumbuhan ini memiliki penampilan yang menarik sehingga tumbuhan ini mudah dikenali. Permasalahan yang sering muncul di masyarakat adalah kurangnya informasi terkait keanekaragaman jenis dari Arecaceae dan manfaatnya dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan manfaat Arecaceae yang terdapat di Lereng Selatan Gunung Slamet. Metode penelitian menggunakan metode survei eksploratif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Parameter penelitian meliputi karakter morfologi pada organ vegetatif dan generatif. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 16 jenis yang terdiri atas 11 marga. Jenis-jenis tersebut meliputi Calamus manan, C. heteroideus, C. javensis, Korthalsia junghuhnii, Plectocomia elongata, Daemonorops melanochaetes, D. rubra, Nenga pumila, Pinanga coronata, P. javana, Salacca zalacca, Phoenix reclinata, Rhapis excelsa, Arenga pinnata, Caryota mitis dan C. maxima. Pemanfaatan jenis-jenis dari Arecaceae di sekitar Lereng Selatan Gunung Slamet yaitu untuk makanan, kerajinan tangan, furniture, tanaman hias dan obat tradisional. | Southern slope forest of Mount Slamet is a primary forest biodiversity information about Arecaceae family has not known completely. The palm widely used for food, shelter and decoration. The palm rarely branched tree. The leaves are pinnate with curved or parallel venation midrib and petiole, that extend from base to apex. Some type of this plants has an attractive appearance so these plants are easily recognizable. The problems that often arise in the society is the lack of information related to diversity and uses of Arecaceae in life. Was study is aimed at determining in the diversity and uses. The research method used exploratory survey with purposive sampling techniques. Parameter used includes morphological character for vegetative and generative organs. The data were analyzed using descriptive analysis. The result of this research showed 16 types of consisting of 11 genera, namely Calamus manan, C. heteroideus, C. javensis, Korthalsia junghuhnii, Plectocomia elongata, Daemonorops melanochaetes, D. rubra, Nenga pumila, Pinanga coronata, P. javana, Salacca zalacca, Phoenix reclinata, Rhapis excelsa, Arenga pinnata, Caryota mitis and C. maxima. Some people around the southern slope of Mount Slamet used Arecaceae for food, handicraft, furniture, ornamental plants and traditional medicine. | |
| 4346 | 14162 | A1L010136 | SERANGAN HAMA UTAMA KUBIS PADA BERBAGAI RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA SECARA ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Populasi dan intensitas serangan hama utama tanaman kubis pada berbagai rakitan teknologi berbasis POC dan pestisida nabati. (2) Produktivitas tanaman kubis pada berbagai rakitan teknologi berbasis POC dan pestisida nabati. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2014, di lahan milik petani Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan rakitan teknologi budidaya kubis organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati belum mampu menekan populasi dan intensitas serangan hama Plutella xylostella dan Crocidolomia pavonana. Produksi semua perlakuan rakitan budidaya kubis organik berbasis POC dan pestida nabati belum mampu menyamai budidaya menggunakan pupuk anorganik (Pupuk kandang (10 ton/Ha) + pupuk urea (100 kg/Ha) + TSP (80 kg/Ha) + KCl (50 kg/Ha) (P6). | The research aims to know: (1) population and intensity of major pests attack in cabbage various organic cultivation technology assemblies based liquid organic fertilizer and botanical pesticide. (2) productivity of cabbage in various organic cultivation technology assemblies based liquid organic fertilizer and botanical pesticide. The research was conducted from April until August 2014, in land owned by farmers in Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. The design used was a Complete Randomized Block Design (CRBD) with 6 treatments and 4 replications. The results showed treatment of cabbage cultivation technology assemblies based liquid organic fertilizer and botanical pesticide not able suppress population and intensity pests attack of Plutella xylostella and Crocidolomia pavonana. All of productivity in the cabbage cultivation technology assemblies based liquid organic fertilizer and botanical pesticide cannot be able to equated the anorganik cultivation fertilizer ((10 tons of manure/Ha) + Urea (100 kg/Ha) + TSP (80 kg/Ha) + KCl (50 kg/Ha) (P6)). | |
| 4347 | 14165 | A1C009070 | Persepsi dan Partisipasi Anggota KUD Terhadap Keberadaan KUD ARIS di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas | Persepsi anggota merupakan cara pandang anggota dalam menilai koperasi dari segi pelayanan maupun kinerja secara umum, serta melihat seberapa besar koperasi tersebut memberikan manfaat bagi dirinya dan lingkungan. Persepsi anggota menjadi penting hubungannya dengan aktivitas koperasi yaitu adanya partisipasi dari anggotanya. Partisipasi merupakan keterlibatan materi dan non-materi dari anggota yang bertujuan untuk memajukan organisasinya, dalam hal ini adalah Koperasi Unit Desa (KUD) Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui persepsi petani anggota tentang keberadaan KUD ARIS, 2) Mengetahui partisipasi petani anggota tentang keberadaan KUD ARIS, 3) Mengetahui faktor yang mempengaruhi persepsi anggota KUD ARIS, 4) Mengetahui bagaimana hubungan persepsi anggota dengan tingkat partisipasi anggota. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 Januari sampai tanggal 28 Januari 2015 di KUD ARIS Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel digunakan adalah metode Simple Random Sampling dan didapatkan sebanyak 29 responden. Data penelitian berupa data primer dan sekunder diambil dengan cara wawancara, kuisioner, dan studi pustaka. Indikator pada persepsi antara lain harga pupuk, pinjaman/kredit, pembagian SHU, penyampaian aspirasi dan saran, informasi teknologi. Indikator partisipasi antara lain frekuensi ketepatan membayar simpanan wajib dalam satu tahun, frekuensi ketepatan membayar simpanan sukarela dalam satu tahun, pembelian sarana produksi pertanian, ketepatan membayar listrik, frekuensi penyampaian pertanyaan dan kritik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor persepsi sebesar 12,51 yang termasuk dalam kategori baik dan skor partisipasi sebesar 15,12 yang termasuk dalam kategori tinggi. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap persepsi adalah tingkat pendidikan dan lama menjadi anggota, sedangkan umur berpengaruh tidak nyata terhadap persepsi. Korelasi antar variabel persepsi dan partisipasi dihitung dengan menggunakan korelasi rank-spearman dan menunjukkan korelasi rank-spearman sebesar 0,661, ini berarti terdapat korelasi positif antara variabel persepsi dan partisipasi. | Perception is a point of view of individuals in assesing the KUD in terms of service and performance in general, as well as see that KUD can provide benefits for members and environment. Perception becomes an important member cooperative relationship with the activity that is the participation of members. Participation is involvement of the material and non-material contribution from members in order to advance its organization, in this case is a KUD. This research aims to : 1) knowing the farmer’s perception of the existence KUD members ARIS 2) participation of member farmers know of the existence of KUD ARIS 3) determine the factors that influence the perception, 4) knowing the perception of the relationship with the level of participation of members. This research conducted on 1th January to 28th January 2015 in KUD ARIS districts Banyumas, Banyumas regency. The sampling used the Simple Random Sampling method and obtained as many as 29 respondent. Research data in the form of primary and secondary data collected by interviews, questionnaires and literature. Indicators on the perception, among others, the price of fertilizer, loans/credits, the division of SHU, aspirations and suggestions, information technology. Indicators of participation, among others, frequency accuracy paying compulsory savings in one year, frequency accuracy paying voluntary savings in one year, the purchase of agricultural input, the accuracy of pay for electricity, the frequency of submission of questions and criticism. The result showed that the perception score Of 12,51 were included in both categories and participation score of 15,12 included in the high category. Factors that significantly affect the perception is the level of education and experience cooperative, while the effect of age does not significantly affect the perception. The correlation between perception and participation variables were calculated using rank-spearman correlation of 66,1 percent, this means that there is strong correlation between the variables of perception and participation. | |
| 4348 | 14213 | H1B010042 | Rekomendasi Pemilihan Bidang Kajian di Jurusan Matematika Universitas Jenderal Soedirman Menggunakan Metode Analitical Hierarchy Process | Jurusan Matematika Universitas Jenderal Soedirman memiliki 4 bidang kajian, yaitu bidang kajian matematika murni, matematika terapan, statistika, dan komputasi. Dari keempat bidang kajian tersebut, mahasiswa dianjurkan untuk memilih bidang kajian mayor dan bidang kajian minor. Pemilihan bidang kajian dilakukan untuk mengarahkan mahasiswa terhadap bakat dan minat serta kemampuan akademik mahasiswa tersebut. Akan tetapi banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pemilihan bidang kajian dikarenakan kurangnya informasi dan pertimbangan dalam menentukan pilihan bidang kajian yang tepat dan sesuai dengan kemampuannya. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pengambilan keputusan yang diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam memilih bidang kajian yang tepat. Pada penelitian ini akan dibuat suatu cara untuk mengarahkan mahasiswa dalam menentukan alternatif prioritas bidang kajian terbaik dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode ini dilakukan dengan mencari bobot pada setiap kriteria, penilaian setiap alternatif bidang kajian yang digunakan sesuai dengan kriterianya, perhitungan nilai akhir, serta perangkingan untuk mendapatkan alternatif terbaik dari beberapa alternatif bidang kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AHP dapat diaplikasikan dalam pemilihan bidang kajian yang tepat bagi mahasiswa di Jurusan Matematika Universitas Jenderal Soedirman. Hasil proses pemilihan bidang kajian dapat digunakan sebagai salah satu rekomendasi bagi mahasiswa yang akan memilih bidang kajian pada semester ketiga. | The Department of Mathematics at Jenderal Soedirman University has four fields of study, which are mathematics, applied mathematics, statistics and computer science. From the four fields of study, students are encouraged to choose a major and a minor fields of study. The selection of four fields of study is conducted to direct students towards their talents and interests as well as the students' academic ability. However, many students have difficulties in selecting major fields suited for them due to lack of information and consideration in determining their choice of fields of study which are appropriate to their ability. Therefore, this research will make a way to direct the student in determining alternative priority fields of study best by using Analytical Hierarchy Process (AHP) method. This method is done by considering the weight of each criterias, assessments of each alternative fields of study according to the criterias, the calculation of the final value, and the score ranks to get the best alternative fields of study. The results showed that AHP method can be applied in helping students in the Department of Mathematics at Jenderal Soedirman University to select the proper fields of study. The results of the selection process can be used as a recommendation for students to choose the fields of study suitable for them in the third semester. | |
| 4349 | 14166 | E1A009223 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PEMBELIAN BATU AKIK DI SERAYU STONE PURWOKERTO | Keberadaan batu akik di seluruh penjuru Purwokerto akhir-akhir ini menarik perhatian masyarakat. Para penjual batu akik di Serayu Stone Purwokerto banyak meraup untung karena hasil penjualan mereka naik drastis, selain itu juga karena dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas yang menyediakan tempat memasarkan dagangannya di “Serayu Stone Purwokerto”. Pelaku usaha harus memperhatikan hak-hak Konsumen yang tercantum dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hal ini diperlukan agar hak-hak dan kewajiban berbagai pihak baik konsumen maupun produsen / pelaku usaha dapat diperhatikan dan dilaksanakan sebagaimana mestinya sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen pembelian batu akik di Serayu Stone Purwokerto terkait dengan pemenuhan hak konsumen dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan sampel pedagang batu akik di Serayu Stone Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan para pedagang batu akik telah sepenuhnya memperhatikan hak-hak konsumen sesuai dengan amanat Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Saran bagi pemerintah daerah yaitu menambah fasilitas yang ada di Serayu Stone Purwokerto, seperti penyediaan mushola dan memperluas lahan parkir demi kenyamanan dan keamanan konsumen. | The existence of agate across purwokerto lately draw the attention of the community .Marketers agate in purwokerto serayu stone many take advantage because the results of their sales rose precipitously , besides that also because of support from the district government banyumas that provides the marketplace wares in purwokerto serayu stone. Entrepreneurs must consider hak-hak consumers on article 4 undang-undang number 8 years 1999 on consumer protection.This is necessary to hak-hak and obligations various parties both by consumers as manufacturers / entrepreneurs can be noted and implemented as intended to the number undang-undang 8 years 1999 on consumer protection.Research purposes that is to know legal protection to consumer purchase agate in serayu stone purwokerto related to the fulfillment of consumer rights in article 4 undang-undang number 8 years 1999 on consumer protection. The methodology used approach is normative sample juridical with traders agate in serayu stone purwokerto.The result showed traders agate has fully notice hak-hak consumers as mandated in article 4 undang-undang number 8 years 1999 on consumer protection.Advice for local governments the increase their in serayu stone purwokerto, as provision mosques and extending parking lot for comfort and safety of consumers. | |
| 4350 | 14192 | A1L011103 | EFEKTIVITAS POS (PUPUK ORGANIK SPESIFIK) DALAM MENINGKATKAN KELARUTAN FOSFAT IN VITRO | Abstrak Fosfat merupakan unsur hara esensial makro yang penting bagi tanaman, namun ketersediannya terbatas karena terfiksasi unsur hara lain seperti, Al, Fe, Ca dan Mg. Pupuk organik spesifik (POS) diharapkan dapat melarutkan fosfat pada tanah dan tersedia bagi tanaman. Tujuan penelitian: 1) mengetahui jenis dan dosis POS (pupuk organik spesifik) terbaik dalam meningkatkan kelarutan fosfat in vitro 2) mengetahui efektivitas jenis dan dosis POS (pupuk organik spesifik) dalam meningkatkan kelarutan fosfat in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Tanah dan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian serta Laboratorium Riset Univeritas Jenderal Soedirman dari bulan Juli-November 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor perlakuan, 3 kali ulangan. Faktor pertama, lima jenis POS(P1= 2%, P2= 4%, P3= 6%, P4= 8% dan P5= 10% humat-fulvat), faktor kedua tiga dosis POS(D1= 1%, D2= % dan D3= 3%). Pengujian in vitro pada 100 ml media pikovskaya cair. Variabel yang diamati: pH media, populasi bakteri pelarut fosfat, P terlarut dan efesiensi P. Pengamatan dilakukan dua kali yaitu masa inkubasi satu minggu dan dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan belum mencapai optimum kelarutan tertinggi pada P5D1, kelarutan P inkubasi satu minggu 2,64 mg/L efesiensi P 52,78% ppm-P, inkubasi dua minggu P terlarut sebanyak 2,69 mg/L efesiensi P 53,89% ppm-P. | Abstract Phosphate is essential macro-nutrient that is important for the plants. However, its availability to the plants is limited as fixed by other nutrients such as Al, Fe, Ca and Mg. Specific organic fertilizer (SOF) is expected to dissolve phosphate in the soil and available to plants. This research aimed to: 1) determine type and doses on optimum Specific Organic Fertilizer (SOF) in improving in vitro solubility of phosphate, 2) determine effectiveness of type and dose in improving in vitro solubility of phosphate. Research was conducted at the Laboratory of Soil and Land Resource, Faculty of Agriculture and Research Laboratory of Jenderal Soedirman University from June to November, 2015. This research used Complete Randomized Design with two factors of treatment and 3 repetitions. The treatment of the first factor was five types of SOF (P1= 2%, P2= 4%, P3= 6%, P4= 8% and P5= 10% content of humic-fulvic), the second factor was three doses of SOF (D1= 1%, D2= 2% and D3= 3%). The trial in 100 ml liquid of picovskaya in vitro. The variables measured were pH of medium, population of phosphate solvent bacteria, dissolved phosphate and efficiency of phosphate. Observation was conducted twice during incubation period, one week and two weeks. The result indicated yet optimum the highest of P5D1, for first week of incubation increased dissolved phosphate during 2,64 mg/L efesiens of phosphate by 52,78% ppm-P, and was able to dissolve phosphate by 2,69 mg/L efesiens of phosphate by 53,89% ppm-P in secone weeks of incubation. | |
| 4351 | 14158 | A1C011036 | Analisis Risiko Produksi pada Usahatani Kailan (Brassica oleraceae) di PT. Momenta Agrikultura Desa Cikahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat | PT. Momenta Agrikultura adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertanian yang mengembangkan usahatani kailan sejak tahun 2013. Usaha di sektor pertanian sangat dipengaruhi oleh kondisi alam yang dapat menjadi risiko dalam memproduksi kailan di PT. Momenta Agrikultura. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui besarnya tingkat risiko produksi dan sumber risiko yang terdapat pada usahatani kailan di PT. Momenta Agrikultura; 2) mengetahui dampak risiko produksi pada usahatani kailan di PT. Momenta Agrikultura. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Momenta Agrikulktura Desa Cikahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat pada bulan Juli sampai Agustus 2015. Analisis risiko diukur dengan pendekatan nilai koefisien variasi berdasarkan produktivitas dan penerimaannya. Hasil analisis risiko produksi menunjukkan nilai koefisen variasi berdasarkan produktivitas dan penerimaannya pada bulan September 2013 sampai bulan Agustus 2014 memiliki nilai sama besar, yaitu 79,14 persen. Pada bulan September 2014 sampai bulan Agustus 2015 berdasarkan produktivitas dan penerimaannya, masing-masing sebesar 86,34 persen dan 86,25 persen. Nilai koefisen variasi dari usahatani kailan lebih besar daripada usahatani pakcoy, artinya risiko produksi yang dihadapi PT. Momenta Agrikultura pada usahatani kailan lebih tinggi, artinya risiko produksi yang dihadapi PT. Momenta Agrikultura pada usahatani kailan cukup tinggi. Dampak kerugian yang ditimbulkan akibat adanya risiko yaitu kehilangan hasil produksi yang cukup signifikan. | PT. Momenta Agrikultura is one of an agriculture enterprise which have been developing kailan (known as Chinese kale) farming since 2013. The business in the agricultural sector is strongly influenced by the natural conditions that can be a risk in producing kailan in PT. Momenta Agrikultura. The purposes of this research are 1) to know the risk level of production and the sources of risk on kailan farming in PT. Momenta Agrikultura; 2) to know the impact of production risk on kailan farming in PT. Momenta Agrikultura. The research was conducted at PT. Momenta Agrikulktura in Cikahuripan Village Lembang District West Bandung Regency on July until August 2015. Analysis of risk measured with coefficient of variation approach based on productivity and revenue. The result of production risk analysis show that the value of coefficient of variation based on productivity and revenue on September 2013 until August 2014 has equal value, which is 79.14 percent. The value of coefficient of variance based on productivity and revenue on September 2014 until August 2015, each value is 86,34 percent and 86,25 percent. The value of coefficient of variation at kailan farming is greater than pakchoy farming, it means the production risk which faced by PT. Momenta Agrikultura at kailan farming is higher, it means that the production risk which faced by PT. Momenta Agrikultura at kailan farming is quite high. The impact of losses due to the production risk is losses of production results significantly. | |
| 4352 | 14167 | A1C011063 | MOTIVASI PETANI UNTUK BERUSAHATANI MELATI PUTIH (Jasminum Sambac)DI DESA GOWAK KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG | ABSTRAK Salah satu penyebab meningkatnya jumlah petani melati putih di Desa Gowak karena adanya prospek yang cerah semenjak terjadi peningkatan kebutuhan melati putih untuk bahan stek dan dari bunga melati putih itu sendiri. Permintaan yang cukup besar mengakibatkan petani di desa Gowak beralih menjadi petani melati putih guna mencukupi permintaan pasar, walaupun modal awal yang digunakan untuk menanam melati putih lebih besar dari pada tanaman tahunan seperti jati, petani di desa Gowak memilih menanam melati putih karena pendapatan yang diterima tergolong singkat daripada tanaman tahunan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis tingkat motivasi kebutuhan petani dalam berusahatani melati putih, 2) Menganalisis faktor-faktor internal yang berhubungan dengan motivasi kebutuhan petani dalam berusahatani melati putih. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus, dengan. jumlah sampel yang diteliti adalah sebanyak 32 orang. Metode analisis yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian adalah metode Likert Summated Rating untuk mengukur motivasi petani melati putih, dan metode Rank Spearman untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani melati putih. Motivasi petani untuk menanam melati putih pada aspek fisiologis tergolong rendah, sedangkan pada aspek rasa aman petani memiliki motivasi yang rendah. Pada aspek sosial/sense of belonging, petani melati putih memiliki motivasi yang tinggi dan pada aspek kebutuhan akan penghargaan petani juga memiliki motivasi yang tinggi, kemudian pada aspek aktualisasi diri petani memiliki motivasi yang rendah sehingga dapat disimpulkan petani menanam melati putih karena adanya dorongan dari kebutuhan sosial dan kebutuhan penghargaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi petani untuk menanam melati putih meliputi usia, jumlah tanggungan keluarga, lama usaha, dan luas lahan. Sedangkan faktor yang tidak mempunyai pengaruh terhadap motivasi petani untuk menanam melati putih adalah tingkat pendidikan. Kata kunci: Motivasi Petani, Melati Putih | ABSTRACT One of the causes of the increasing number of farmers jasmine white in the village gowak because of prospects bright since been an increase in needs jasmine white for the cuttings and of flowers jasmine white itself. Demand large enough to farmers in the village gowak turn into jasmine white farmers to satisfy the market, Although the initial capital used to grow jasmine white is greater than the annual plant as jati, Farmers in the village gowak choose plant white jasmine with incomes received are concise than an annual plant. This study attempts to:1). Analyzed levels of motivation farmers through white jasmine, 2) Analyze factors affecting motivation farmers white jasmine). A method of the sample used is census , with . The sample of the study is as many as 32 people The method of analysis used to analyze data the results of the study is a method of likert summated rating to measure motivation jasmine white farmers And methods rank the spearman to know factors affecting motivation white jasmine farmers. Motivation farmers to plant white jasmine on the physiological are low While on the security farmers have high motivation low .On the love / love is Jasmine white farmers have high motivation high and on the needs will award farmers also have high motivation high Then from the perspective of farmers actual self have high motivation that low that it can be concluded farmers to plant jasmine white because this kind of your sosial needs and the needs of the award Factors that affects farmers to plant jasmine white covering age , the number of families to , long business , and broad land While factors that have no the effect on motivation farmers to plant jasmine white are the education level . Keywords: Motivation Farmers , Jasmine White | |
| 4353 | 14170 | H1C011010 | PENERAPAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL UNTUK VISUALISASI 3D DAN PERHITUNGAN VOLUME CITRA MRI SAGITTAL HIPPOCAMPUS ALZHEIMER BERBASIS MATLAB | Penyakit alzheimer merupakan penyebab utama demensia yang mengakibatkan penderita mengalami pelemahan daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi, dan berbahasa. Penyusutan hippocampus pada otak merupakan gambaran yang terjadi pada penderita alzheimer. Untuk memperoleh dimensi bagian hippocampus digunakan metode segmentasi active contour. Segementasi yang dihasilkan menggunakan metode active contour digunakan untuk mencari volume dan membuat visualisasi 3d hippocampus. Pada citra sagittal terdapat dua bagian yaitu hippocampus kanan dan hippocampus kiri. CDR 0 memiliki rentang volume hippocampus 5971 - 9988 piksel kubik dengan rata – rata volume 7862,57 piksel kubik, CDR 1 memiliki rentang volume hippocampus 3750 – 6450 piksel kubik dengan rata – rata volume 4739,71 piksel kubik dan CDR 2 memiliki rentang volume hippocampus 3495 – 3713 piksel kubik dengan rata – rata volume 3604 piksel kubik. Semakin kecil volume hippocampus, maka nilai CDR akan semakin besar. Visualisasi 3D hippocampus dilakukan dengan cara merepresentasikan file – file citra dalam satu MRI ke dalam suatu matriks 3D. | Alzheimer's disease is the leading cause of dementia that results in patients with weakened memory, brain disorder in planning, reasoning, perception, and language. Shrinkage of the hippocampus in the brain is a figure that occurs in Alzheimer's suspect. To obtain the dimensions of the hippocampus is used active contour segmentation method. The resulting segmentation using active contour methods used to find the volume and to create a 3D visualization of the hippocampus. In the sagittal image there are two parts of hippocampus, that is right hippocampus and left hippocampus. CDR 0 has range of hippocampus volume 5971-9988 pixels cubic with the average volume is 7862.57 pixels cubic, CDR 1 has a range of hippocampus volume 3750-6450 pixels cubic with the average volume is 4739.71 pixels cubic and CDR 2 has range of hippocampus volume 3495 - 3713 pixels cubic with the average volume is 3604 pixels cubic. The smaller volume of the hippocampus, have greater value of CDR. 3D Visualization of hippocampus can be done by represents the images file in a single MRI into a 3D array. | |
| 4354 | 14171 | E1A008271 | “PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 344/Pid/Sus/2013/PT.Bdg) | Terdakwa CHRISDIANTO RAHARJO yang merupakan Direktur PT Albasi Priangan Lestari, sebagai orang yang bertindak memimpin kegiatan perusahaan telah melanggar baku mutu air limbah, baku mutu emisi atau baku mutu gangguan. Berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 344/Pid/Sus/2013/PT.Bdg kasus ini mempidana orang dan juga korporasi. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana dalam hal tindak pidana lingkungan hidup yang dilakukan oleh korporasi pada Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 344/Pid/Sus/2013/PT.Bdg. Selain itu juga untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam memberikan pemidanaan pada Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 344/Pid/Sus/2013/PT.Bdg. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode Yuridis Normatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, bentuk pertanggungjawaban pidana adalah Pertangggungjawaban Pidana Pengganti (Vicarious Liability), dalam hal tindak pidana lingkungan hidup yang dilakukan oleh korporasi pada Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 344/Pid/Sus/2013/PT.Bdg yaitu pidana kepada terdakwa I dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan pidana denda sebanyak Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). Selain itu pidana denda kepada terdakwa II sebanyak Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka sebagian asset/harta PT.PT. ALBASI PRIANGAN LESTARI, disita dan dijual lelang untuk sekedar cukup untuk membayar jumlah denda dimaksud. Pertimbangan hakim dalam memberikan pemidanaan pada Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 344/Pid/Sus/2013/PT.Bdg menyatakan bahwa, baku mutu air limbah yang dilakukan oleh terdakwa, harus dipandang sebagai pelanggaran serius sebab limbah cair dari kegiatan industri melebihi baku mutu yang ditetapkan, sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : Kep-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah cair Bagi kegiatan Industri maupun Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 6 Tahun 1999 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri Di Jawa Barat, berpotensi menimbulkan pencemaran bila dibuang ke media lingkungan. Sehingga patut bila hukuman kepada terdakwa I diperberat. Kata Kunci: pertanggungjawaban pidana, Tindak Pidana Lingkungan dan Korporasi. | Abstract Raharjo Chrisdianto defendant who is the Director of PT Albasi Priangan Lestari, as people who act lead the company's activities had violated wastewater quality standards, quality standards or quality standard interference emissions. Based High Court Decision No. 344 / Pid / Sus / 2013 / PT.Bdg this case penalize the people and corporations. This study aimed to analyze the forms of criminal responsibility in terms of environmental crime committed by the corporation at the High Court Decision No. 344 / Pid / Sus / 2013 / PT.Bdg. It is also to determine the consideration in giving the sentencing judge at the High Court Decision No. 344 / Pid / Sus / 2013 / PT.Bdg. Therefore, this study uses normative juridical method. The study states that, forms of criminal responsibility is Pertangggungjawaban Criminal Substitute (Vicarious Liability), in terms of environmental crime committed by the corporation at the High Court Decision No. 344 / Pid / Sus / 2013 / PT.Bdg ie a criminal defendant with a criminal I imprisonment for 1 (one) year and fined as much as Rp.200,000,000, - (two hundred million rupiah). In addition to the defendant II fined as much as Rp. 1.000.000.000, - (one billion rupiah), provided that if the fine is not paid then the majority of asset / property PT.PT. ALBASI Priangan LESTARI, confiscated and sold at auction for just enough to pay the amount of the fine in question. Consideration of the judge in giving punishment to the High Court Decision No. 344 / Pid / Sus / 2013 / PT.Bdg stated that the waste water quality standard conducted by the defendant, must be regarded as a serious offense because wastewater from industrial activities exceed the quality standards set, as defined in the Decree of the Minister of Environment Number: Kep-51 / MENLH / 10/1995 on Standards of Quality Wastewater For activities Industrial and West Java Governor Decree No. 6 of 1999 concerning the liquid Waste Quality Standard for Industrial activities in West Java, potentially pollution if discharged into the environment. So that when the defendants should I be exacerbated. Keywords: criminal liability, Environmental and Corporate Crime. | |
| 4355 | 14196 | C1A010112 | HUBUNGAN ANTARA PENDAPATAN RUMAH TANGGA, JUMLAH ANGGOTA RUMAH TANGGA, HARGA GAS LPG 3 KG DAN HARGA MINYAK TANAH DENGAN KONSUMSI GAS LPG 3 KG PADA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN CILONGOK | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, harga gas LPG 3 kg dan harga minyak tanah dengan permintaan gas LPG 3 kg pada ibu rumah tangga di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah survei dengan teknik analisis tabulasi. Berdasarkan hasil analisis tabulasi untuk hubungan antara tingkat pendapatan rumah tangga dengan permintaan konsumsi LPG 3 kg diketahui bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga, maka semakin banyak permintaan gas LPG 3 kg yang dikonsumsi. Hasil analisis tabulasi juga menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah tanggungan keluarga, maka rata-rata permintaan LPG 3 kg yang dikonsumsi juga semakin banyak. Terkait dengan hubungan antara harga gas LPG dan harga minyak tanah dengan permintaan gas LPG 3 kg, hasil analisis tabulasi menunjukkan bahwa rata-rata tingkat permintaan konsumsi LPG 3 kg yang paling tinggi adalah pada tingkat harga gas LPG yang paling murah, sedangkan rata-rata permintaan konsumsi LPG 3 kg yang paling sedikit adalah pada tingkat harga minyak tanah yang paling murah. Mengacu pada hasil analisis tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga dan harga minyak tanah mempunyai hubungan yang searah atau positif dengan rata-rata permintaan gas LPG 3 kg yang dikonsumsi, sedangkan harga gas LPG 3 kg mempunyai hubungan yang berbanding terbalik (negatif) dengan rata-rata permintaan konsumsi gas LPG 3 kg pada ibu rumah tangga di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Dari kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa dalam menentukan jumlah penggunaan atau konsumsi gas LPG 3 kg per bulan, para ibu rumah tangga di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas perlu memperhatikan empat faktor yaitu pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, harga gas LPG dan harga minyak tanah, agar jumlah penggunaan gas LPG 3 kg sesuai dengan kebutuhan keluarga dan kemampuan membeli. | The aim of this research was to find out the relationship between household income, number of family members, price of 3 kg LPG as well as kerosen price and household consumption of 3 kg LPG at Cilongok District. Type of this research was survey by using the tabulation analysis. Based on the results of tabulation analysis for the relationship between household income and household consumption of 3 kg LPG, it was obtained that the higher level of household income, the higher demand of 3 kg LPG consumed. Result of tabulation analysis also showed that the higher number of family members, the higher of demand average of 3 kg LPG consumed. Related to the relationship between price of 3 kg LPG and demand of 3 kg LPG, the results of tabulation analysis showed that more expensive price of 3 kg LPG generally will encourage the housewives to save the use of LPG which led to the need of 3 kg LPG will decrease. Furthermore, the result of tabulation analysis shows that more expensive price of kerosene, generally will encourage housewives to cook by using LPG which cause the demand of 3 kg LPG also will increase. Refers to the analysis results, it could be concluded that household income, number of household members, and kerosen price have a positive relationship with the household consumption of 3 kg LPG, while price of 3 kg LPG has a negative relationship with the household’s demand of LPG 3 kg at Cilongok District, Banyumas Regency. From these conclusion, it could be implied that to determine the number of 3 Kg LPG consumed per month, housewives at Cilongok District of Banyumas Regency need to pay attention on four factors, namely household income, number of household members, price of LPG and kerosene prices, thus number of 3 Kg LPG used in according to the family's needs and buying power. | |
| 4356 | 14148 | A1L011058 | KARAKTERISTIK AGRONOMIK POPULASI F3 HASIL PERSILANGAN PADI IR-36 DAN PADI MERAH PWR | Persilangan padi IR 36 sebagai tetua betina dan padi merah PWR sebagai tetua jantan dilakukan karena masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Padi merah mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan dan padi IR 36 memiliki Indeks Glikemik yang rendah yaitu 45. Oleh sebab itu, padi merah dan IR 36 dapat dijadikan sebagai tetua untuk perakitan varietas unggul baru. Penelitian telah menghasilkan populasi F3 yang perlu dievaluasi karakter agronomiknya. Penelitian ini dilakukan di lahan padi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Desa Karangwangkal Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Sebaran karakteristik agronomik galur F3 hasil persilangan IR 36 dan Padi Merah 2) galur – galur F3 dari persilangan IR 36 dan Padi Merah yang dapat dilanjutkan menjadi F4. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2014 hingga April 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) teraugmentasi dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diuji terdiri atas: tinggi tanaman, jumlah anakan total per rumpun, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, panjang malai, bobot gabah per rumpun, bobot 1000 biji dan waktu berbunga. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Karakter agronomik pada populasi F3 memiliki keragaman yang tinggi berdasarkan lima variabel (jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, bobot 1000 biji, waktu berbunga dan panjang malai) dan 2). diperoleh 7 tanaman yang dapat dilanjutkan menjadi generasi F4 yaitu: IRPM 112-19-56, IRPM 112-24-54, IRPM 114-21-82, IRPM 114-21-94, IRPM 112-19-2, IRPM 112-19-44 dan IRPM 112-23-47. Karakter waktu berbunga, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, panjang malai, dan bobot 1000 biji memiliki keragaman yang nyata. Sedangkan jumlah gabah total per malai, tinggi tanaman dan bobot gabah per rumpun tidak berbeda nyata. | The research was learn about the crossing of IR 36 and PWR red rice, because both of them have differences in agronomic chacarteristics. PWR Red rice contains anthocyanin that serves as an antioxidant and IR 36 contains low glycemix index. The glycemix index of IR 36 is 45. So it needs repairing the nature of IR 36 and PWR red ride is to create new variety. The research had been resulted F3 population that needs to evaluated on its agronomic characteristics. The research was conducted in December 2014 to April 2015 in the wetland of Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University, in Karangwangkal village, North Purwokerto District, Banyumas Regency. The purposes of this study were to determine: 1) agronomic characteristics F3 distribution lines from crosses of IR36 × PWR red rice, and 2) Selecting the best strains to be passed as a seed population F4. The study was conducted using a randomized block design (RBD) with the basic design of Augmented Design. Observed variables, namely plant height, total number of tillers per hill, number of productive tillers, panicle length, total grain number per panicle, 1000 seed weight, and grain weight per hill. The results showed 1) Selection genotypes of F3 population derived from IR 36× PWR red rice hybridization produced 7 lines of selected high yielding based on selection criteria total number of tillers per hill, number of productive tillers, panicle length, flowering age and 1000 seed weigh which were IRPM 112-19-56, IRPM 112-24-54, IRPM 114-21-82, IRPM 114-21-94, IRPM 112-19-2, IRPM 112-19-44 and IRPM 112-23-47 2) Number of tillers total, the number of productive tillers, panicle length, flowering age and weight of 1000 seeds have a real diversity. While the total grain per panicle and grain weight per hill were not significantly different | |
| 4357 | 14172 | G1H011004 | pola konsumsi lemak, natrium, dan aktivitas fisik sebagai faktor risiko kejadian hipertensi pada mahasiswa dengan status gizi lebih | Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan penting di seluruh dunia karena prevalensinya yang tinggi yaitu 26,4%. Hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Faktor risiko terjadinya hipertensi pada orang dengan status gizi lebih adalah gaya hidup yang kurang baik seperti pola konsumsi tinggi lemak, natrium, dan rendahnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi lemak, natrium dan aktivitas fisik sebagai faktor risiko kejadian hipertensi pada mahasiswa dengan status gizi lebih. Metode penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Responden yang diteliti sebanyak 59 orang dengan teknik accidental sampling. Uji statistik menggunakan Chi Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi lemak dengan kejadian hipertensi (P value=0,798), tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi (P value=0,545), dan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (P value=0,243). Bagi peneliti selanjutnya, dapat meneliti faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi seperti, tingkat asupan lemak, natrium, dan energi. | Hypertension is a noncommunicable disease that become a major health problem in the world because of high prevalence (26,4%). Hypertension can increase the risk of heart disease, stroke, and kidney failure. The risks of hypertension in people with overweight are lifestyle unfavourable as the patterns of high fat consumption, patterns of high sodium consumption, and low physical activity. This study aims to analyze correlation between patterns of fat consumption, patterns of sodium consumption and physical activity as risk factors of hypertension in students with overweight. The research method used observational analytic with cross sectional study design. The sample was 59 student obtained by accidental sampling. Chi square test was performed with level α=0,05. The result showed that there was no correlation between patterns of fat consumtion with hypertension (P value=0.798), there was no correlation between patterns of sodium consumption with hypertension (P value=0.545), and there was no correlation between physical activity with hypertension (P value=0.243). For next researchers, can research the other factors than can cause the hypertension such as, the fat intake, sodium intake, and calorie intake. | |
| 4358 | 14219 | F1G012007 | POTRET KEBUDAYAAN BATAK DALAM NOVEL GELOMBANG KARYA DEWI LESTARI | Penelitian ini berjudul “Potret Kebudayaan Batak dalam Novel Gelombang Karya Dewi Lestari”. Budaya Batak merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia, kekayaan budaya ini perlu dilestarikan, salah satu caranya adalah dengan mempublikasikannya melalui karya sastra. Novel Gelombang karya Dewi Lestari adalah novel yang mengangkat budaya dan tradisi lokal Batak dengan cerita yang kreatif dan imajinatif. Penelitian ini akan mencoba menganalis unsur-unsur intrinsik mencakup tokoh, latar dan plot yang membangun karya sastra dan potret kebudayaan yang terkandung dalam novel Gelombang berdasarkan pendekatan antropologi sastra. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analisis, dengan fokus penelitian berupa potret kebudayaan Batak dalam novel Gelombang karya Dewi Lestari. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara membaca keseluruhan isi novel Gelombang dan memahami jalan ceritanya dengan baik, kemudian membaca novel dengan cermat dan mencatat bagian-bagian penting yang relevan dengan rumusan masalah. Teknik analisis dilakukan dengan mendeskripsikan potret kebudayaan Batak dalam novel Gelombang berdasarkan tujuh unsur budaya universal yang meliputi, peralatan kehidupan manusia, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa (dan sastra), kesenian dengan berbagai jenisnya, sistem pengetahuan dan sistem religi. Data yang relevan dengan fokus penelitian, yaitu bagian kalimat yang mendeskripsikan potret kebudayaan dalam novel Gelombang, dianalisis menggunakan pendekatan antropologi sastra, kemudian hasil analisis disimpulkan. Hasil analisis unsur intrinsik yang telah dilakukan, terbukti bahwa unsur tokoh dan penokohan, latar atau setting dan alur atau plot adalah unsur pembangun yang paling dominan memunculkan budaya Batak dalam novel ini. Hasil analisis potret kebudayaan Batak dalam novel Gelombang karya Dewi Lestari, membuktikan potret kebudayaan Batak dalam novel ini muncul dalam tujuh unsur budaya universal yang meliputi, peralatan kehidupan manusia, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa (dan sastra), kesenian dengan berbagai jenisnya, sistem pengetahuan dan sistem religi. | This study entitled “Potret Kebudayaan Batak dalam Novel Gelombang Karya Dewi Lestari”. Batak culture is one of Indonesia's cultural wealth, the wealth of this culture needs to be preserved, one way of preservation can be done by publishing them through literary works. “Gelombang” which written by Dewi Lestari is a novel that raised local culture and tradition of Batak with creative and imaginative story. This study will try to analyze the intrinsic elements include characters, setting and plot that builds a literary works and portrait of Batak culture, study approach used is based on the theory of anthropological literature. This study is using a descriptive analysis, with the focus of the study is a portrait of Batak culture in the novel of “Gelombang” by Dewi Lestari. Data collection techniques used in this research is by reading an entire novel of “Gelombang” by Dewi Lestari and understanding the story well, and then reading the novel carefully and noting the important parts that are relevant to the formulation of the problem. Technique of analysis is done by describing the portrait of Batak culture in the novel of “Gelombang” based on seven elements of universal culture that includes, equipment of human life, livelihood, social system, language system (and literature), with various kinds of art, knowledge systems and the religious system. Data relevant to the focus of the research, which is part of the sentence that describes the cultural portrait in the novel of “Gelombang”, analyzed by using anthropology of literature, as well as the results of the analysis are then summed. The results of the analysis of the intrinsic elements that have been carried out, it is proven that the elements of character and characterization, or setting background and groove or plot is the most dominant building blocks led to the Batak culture in this novel. The results of the analysis of the portrait of Batak culture in the novel of “Gelombang” by Dewi Lestari, it is proven that the portrait of Batak culture in this novel appeared in seven elements of universal culture that includes, equipment of human life, livelihood, social system, language system (and literature), art by various kinds, system knowledge and religious system. | |
| 4359 | 14173 | A1G013010 | PERTIMBANGAN FAKTOR BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PEPAYA CALIFORNIA DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Sektor pertanian telah menjadi titik berat pembangunan bidang ekonomi. Salah satu produk hasil pertanian yang dipasarkan adalah produk hortikultura. Produk hortikultura yang dipasarkan tersebut dikelompokkan ke dalam jenis buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat. Pepaya California merupakan salah satu buah yang banyak diminati. Salah satu metode yang digunakan pemasar untuk dapat memasarkan produk yaitu dengan menggunakan bauran pemasaran yang mencakup produk, harga, lokasi, dan promosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen pepaya California di Kecamatan Purwokerto Utara dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi pertimbangan keputusan pembelian pepaya California di Kecamatan Purwokerto Utara. Lokasi pengambilan data dilaksanakan di tujuh kios buah pada tanggal 7 Agustus 2015 - 17 September 2015. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling yakni teknik accidental sampling. Karakteristik responden pepaya California dengan persentase terbesar pada usia 31-40 tahun, jenis kelamin wanita, pendidikan tertinggi adalah S1 (Strata 1), pekerjaan sebagai karyawan swasta, serta dengan tingkat pendapatan Rp1.000.000,00-Rp3.000.000,00. Hasil pengumpulan data dianalisis dengan menggunakan Analisis Faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli buah pepaya California di Kecamatan Purwokerto Utara terdiri dari tiga faktor sebagai berikut : Faktor 1 merujuk pada variabel ukuran buah, warna buah, kandungan buah, kenyamanan, dan keamanan di lokasi pembelian. Faktor 2 merujuk pada pelayanan penjual, dan kestrategisan lokasi pembelian. Faktor 3 merujuk pada kematangan buah, dan ketersediaan buah. | The agricultural sector has been focused on economic development. One of the agricultural products that were marketed horticultural products. Horticultural products market have been grouped into types of fruits, vegetables, ornamental plants, and medicinal plants. California Papaya is one of the fruits are most in demand. One of the alternatives that can be used marketer to be able to sell the product by using the marketing mix that includes product, price, location, and promotion. The purpose of this study was to analyze the characteristics of California papaya consumers in North Purwokerto District and analyze the factors that consideration purchasing decisions of California papaya in Northern Purwokerto District. Data collection location was conducted in seven fruit markets on August 7, 2015 – September 17, 2015. The sample design using non-probability sampling method that is accidental sampling technique. Characteristics of California papaya respondents with the largest percentage in the 31-40 years old, female gender, higher education is S1 (Strata 1), work as private employees, as well as the level of income Rp.1,000,000,00-Rp.3,000,000.00. The collected data were analyzed using analysis factor with SPSS 17.0. The results showed that the factors of consumers consider the purchase of California papaya fruit in North Purwokerto District consists of the following three factors: Factor 1 refers to the variable fruit size, fruit color, fruit content of comfort and at the location of purchase. Factor 2 refers to the service of the seller, and location of purchase . Factor 3 refers to the ripeness of the fruit , and the fruit availability. | |
| 4360 | 14174 | G1H011031 | PROPORSI TEPUNG TERIGU TERHADAP TEPUNG SUMBER PROTEIN DALAM PENGEMBANGAN PRODUK CHICKEN PIE UNTUK PASIEN HEMODIALISIS | Pemberian makanan tambahan tinggi protein pada pasien hemodialisis diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizinya. Pie merupakan salah satu jenis makanan tambahan yang paling diminati oleh pasien hemodialisis, untuk meningkatkan kandungan proteinnya maka dalam penelitian ini dipilih produk chicken pie yang ditambahkan sumber protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk chicken pie dengan menggunakan tepung ikan lele atau tepung putih telur sebagai makanan tambahan yang tinggi protein untuk pasien hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap dengan perlakuan berdasarkan proporsi tepung terigu : tepung sumber protein (P) dengan variasi 95%:5%; 85%:15%; 75%:25% dan 65%:35% dan jenis tepung sumber protein (tepung ikan lele (S1) dan tepung putih telur (S2)). Analisis statistik pada penelitian ini untuk kandungan gizi menggunakan anova taraf 5%, mutu hedonik menggunakan uji friedman dan hedonik menggunakan uji wilcoxon. Produk yang terpilih berdasarkan uji kandungan gizi (air, abu, protein, lemak dan karbohidrat) serta uji organoleptik (flavor, aroma, tekstur dan warna) adalah P2S1 (tepung terigu : tepung ikan lele = 85%:15%) dan P2S2 (tepung terigu : tepung putih telur = 85%:15%). Hasil analisis didapatkan kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat berturut-turut untuk P2S1 dan P2S2 adalah 14,15%bb; 3,04%bk; 12,84%bk; 10,65%bk dan 60,36%bk serta 13,27%bb; 3,13%bk; 14,66%bk; 11,08%bk dan 57,86%bk. Produk tersebut memiliki nilai sensori flavor enak, aroma agak amis, tekstur remah dan warna kuning. Chicken pie memiliki takaran saji 70 gram (35 gram kulit pie dan 35 gram toping pie). P2S2 merupakan produk terbaik menyumbang 9,56gr protein dan 262 kkal dengan persen AKG berturut-turut 15,21% dan 18,9%. | Supplementary feeding high protein for hemodialysis patients are expected to meet their nutritional needs. Pie is one type of side dish most preferred by hemodialysis patients, to increase protein content in this study are selected chicken pie products that added source of protein. The aim of this study to develop chicken pie product using catfish flour or white egg flour as side dish high protein for hemodialysis patients. This study is a randomized experimental design complete with basic treatment based on proportion of wheat flour : protein source flour (P) with variation of 95%:5%; 85%:15%; 75%:25% and 65%:35% and type of protein source flour catfish flour (S1) and egg white flour (S2). Statistical analysis in this study to nutrient content using ANOVA level 5%, hedonic quality using Friedman-test and hedonic using Wilcoxon-test. Products are selected based nutrient content (water, ash, protein, fat and carbohydrate) and organoleptic (flavor, aroma, texture and color) is P2S1 (wheat flour : catfish flour = 85%:15%) and P2S2 (wheat flour : egg white flour = 85%:15%). The analysis results are obtained moisture, ash, protein, fat and carbohydrates consecutive P2S1 and P2S2 is 14.15%ww; 3.04%dw; 12.84%dw; 10.65%dw and 60.36%dw and 13.27%ww; 3.13%dw; 14.66%dw; 11.08%dw and 57.86%dw. The products have a sensory value for delicious flavour, slightly fishy aroma, crumb texture and yellow colour. Chicken pie has a serving size is 70 grams (35 grams shell pie and 35 grams topping pie). At P2S2 contribute 9.56gr protein and 262 kcal with AKG percent respectively 15.21% and 18.9%. |