Home
Login.
Artikelilmiahs
14232
Update
EMERENTIA NINDYA KIRANA PUSPITADEWI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PEMUPUKAN KALIUM TERHADAP PENINGKATAN KANDUNGAN KALIUM PADA TANAMAN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) PADA INCEPTISOL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tanaman obat banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan karena memiliki banyak khasiat dan minimnya efek samping yang ditimbulkan. Saat ini prospek pengembangan produk tanaman obat semakin meningkat. Salah satu tanaman yang termasuk dalam kategori tanaman obat ialah tempuyung (Sonchus arvensis L.). Tempuyung merupakan tanaman obat tradisional yang digunakan untuk pengobatan asma, batuk, dan dapat menenangkan saraf serta dapat meluruhkan atau menghancurkan batu ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan takaran terbaik pemberian pupuk kalium dari KCl dan abu sekam padi terhadap peningkatan kandungan kalium pada tanaman tempuyung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas dua faktor, yaitu jenis pupuk kalium (K1 dan K2) dan takaran pupuk (T0, T1, T2, T3, dan T4) yang diulang tiga kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi kandungan kalium, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, bobot basah tanaman dan bagian atas tanaman, serta bobot kering tanaman dan bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kalium yang bersumber dari KCl dan campuran abu sekam padi, pupuk kandang, dan kompos tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, bobot basah dan kering akar, batang, maupun daun, namun berpengaruh nyata terhadap lebar daun dan sangat nyata terhadap kandungan kalium pada tanaman. Perlakuan K1T4 (pupuk KCl dengan takaran 0,228 g K2O/polibag) mampu memberikan pengaruh nyata terhadap lebar daun, sedang perlakuan K2T3 (pupuk organik dengan takaran 0,171 g K2O/polibag) mampu memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap peningkatan kandungan kalium pada daun tanaman sampai 4,66% K2O.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Herbs are publicly used as alternative medicine because it has many benefits and low side effects. Currently, the prospects for herbs products development is increasing. One of the herbs is tempuyung (Sonchus arvensis L.). Tempuyung is herb traditionally used for treating asthma, cough, and nerve relaxation and dissolve kidney stones. This research aimed to determined the effect and best potassium fertilizer dose from KCl and rice husk ash to the increasing content of potassium in tempuyung. Research was using Randomized Completely Block Design (RCBD) consisted by two factors, type of potassium fertilizers (K1 and K2) and fertilizer doses (T0, T1, T2, T3, and T4,) which were repeated three times, forming 27 experimental units. Observed variables were uptake of potassium as well as plant observations using growth parameters which included plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, fresh weight of roots and the top of the plant, as well as the dry weight of the roots and the top of the plant. The results showed that application of potassium from KCl and mixture of rice husk ash, manure, and compost did not significantly affect plant height, leaf length, number of leaves, fresh weight and dry roots, stems, and leaves, but significantly affected leaf width and highly significant to potassium content in plants. K1T4 treatment (0,228 g K2O/polybag) was significantly influenced the width of the leaf, meanwhile K2T3 treatment (0,171 g K2O/polibag) was highly significant to increasing the potassium content in plant leaves to 4,66% K2O.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save