Artikel Ilmiah : A1A020058 a.n. VINNA ANGGRAENI

Kembali Update Delete

NIMA1A020058
NamamhsVINNA ANGGRAENI
Judul ArtikelIntegrasi Pasar dan Pembentukan Harga Cabai Merah di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Cabai merah merupakan tanaman hortikultura yang memiliki sifat musiman
sehingga harga yang dimiliki juga cenderung bervariasi. Kecenderungan harga
yang bervariasi ini menjadikan komoditas cabai memiliki harga yang tidak pasti.
Ketidakpastian harga cabai merah ini akan mengakibatkan harga cabai merah
berfluktuasi. Variasi harga cabai merah juga dapat diakibatkan oleh penyaluran
informasi harga yang belum tersalurkan dengan baik. Penyaluran informasi harga
penting untuk tersalurkan dengan baik agar pergerakan harga cabai merah
terkondisikan dengan stabil. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, hubungan integrasi pasar, dan pasar
yang mendominasi dalam pembentukan harga komoditas cabai merah di
Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Wage, Pasar Sokaraja, dan Pasar
Manis Kabupaten Banyumas. Data primer berasal dari wawancara dan observasi
dengan pengamatan secara langsung ke pedagang di pasar. Data sekunder
diperoleh dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas serta
Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis koefisien harga dan integrasi pasar
dengan VECM, serta analisis variance decomposition.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran cabai merah di
Kabupaten Banyumas, utamanya di Pasar Wage tergolong ke dalam jenis saluran
pemasaran empat tingkatan, tiga tingkatan, dan dua tingkatan. Saluran pemasaran
cabai merah di Pasar Sokaraja tergolong ke dalam jenis saluran pemasaran tiga
tingkatan dan dua tingkatan. Saluran pemasaran cabai merah di Pasar Manis
tergolong ke dalam jenis saluran pemasaran dua tingkatan. Saluran pemasaran
empat tingkatan melibatkan petani – tengkulak – pedagang pengepul – pedagang
grosir – pedagang ecer – konsumen. Saluran pemasaran tiga tingkatan melibatkan
petani – tengkulak – pedagang grosir – pedagang ecer – konsumen. Saluran
pemasaran dua tingkatan melibatkan petani – tengkulak – pedagang ecer –
konsumen. Perilaku harga cabai merah di Kabupaten Banyumas menunjukkan
perilaku yang tidak stabil dan fluktuatif. Nilai koefisien variasi harga cabai merah
dari tahun 2019 hingga 2023 berkisar antara 33,39 persen sampai 49,40 persen.
Hasil analisis integrasi pasar menunjukkan bahwa terdapat hubungan integrasi
pasar dalam jangka panjang dan jangka pendek. Hasil analisis dekomposisi varian
cabai merah di Pasar Wage, Pasar Sokaraja, dan Pasar Manis Kabupaten
Banyumas menunjukkan bahwa Pasar Wage mendominasi dalam pembentukan
harga cabai merah di pasar lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Red chili is a horticultural crop that is seasonal so prices also tend to vary.
This trend in varying prices means that chili commodities have uncertain prices.
This uncertainty in the price of red chilies will cause the price of red chilies to
fluctuate. Variations in red chili prices can also be caused by price information
not being distributed properly. It is important to distribute price information well
so that red chili price movements are stable. Based on this, the aim of this
research is to determine marketing channels, market integration relationships,
and markets that dominate the formation of red chili commodity prices in
Banyumas Regency.
This researchuses quantitative methods with a descriptive approach. This
research was carried out at Wage Market, Sokaraja Market, and Sweet Market,
Banyumas Regency. Primary data comes from interviews and observations with
direct observations of traders in the market. Secondary data was obtained from
the Banyumas Regency Agriculture and Food Security Service and the Industry
and Trade Service. The analytical methods used in this research are descriptive
analysis, price coefficient analysis and market integration with VECM, as well as
Variance Decomposition analysis.
The research results show that the marketing channels for red chilies in
Banyumas Regency, especially at Wage Market, are classified into four-level,
three-level and two-level marketing channels. The marketing channels for red
chilies at Sokaraja Market are classified into three-level and two-level marketing
channels. The marketing channel for red chilies at Pasar Manis is classified as a
two-level marketing channel. The four-level marketing channel involves farmers –
middlemen – collectors – wholesalers – retail traders – consumers. The three-tier
marketing channel involves farmers – middlemen – wholesalers – retail traders –
consumers. The two-level marketing channel involves farmers – middlemen –
retailers – consumers. The price behavior of red chilies in Banyumas Regency
shows unstable and fluctuating behavior. The coefficient of variation in red chili
prices from 2019 to 2023 ranges from 33.39% to 49.40%. The results of the
market integration analysis show that there is a long-term and short-term market
integration relationship. The results of the decomposition analysis of red chili
variants at Wage Market, Sokaraja Market and Sweet Market, Banyumas Regency
show that Wage Market dominates the formation of red chili prices in other
markets.
Kata kuncicabai merah; integrasi pasar; pembentukan harga; vecm
Pembimbing 1Dr. Dindy Darmawati Putri, S.P., M.P.
Pembimbing 2Dr. Akhmad Rizqul Karim, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman100
Tgl. Entri2024-08-20 16:49:41.302996
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.