Home
Login.
Artikelilmiahs
45821
Update
LINDA ANTIKA
NIM
Judul Artikel
Konstruksi Sosial Masyarakat mengenai Mitos Penyembuhan Kesulitan Berbicara pada Anak di Desa Margasana Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Mitos merupakan salah satu kebudayaan yang masih diyakini dan diterapkan sampai saat ini. Salah satu contohnya mitos penyembuhan di Pasar Kliwon Desa Margasana yang dapat menyembuhkan anak yang mengalami kesulitan berbicara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan konstruksi sosial masyarakat Desa Margasana terkait mitos Pasar Kliwon sebagai penyembuhan kesulitan berbicara pada anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah masyarakat yang mengimplementasikan mitos Pasar Kliwon, dan masyarakat sekitar. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Proses atau cara mitosnya dengan membawa anak yang akan diobatkan ke pasar pada hari selasa kliwon atau jumat kliwon kemudian anak tersebut memakan nasi rames yang dibeli di pasar. 2) Tahap eksternalisasi, individu mengenali mitos penyembuhan dan hanya mengikuti serta menjalankan kebiasaan yang telah berlangsung lama dalam kehidupan masyarakat. 3) Tahap objektivasi, lingkungan keluarga berpengaruh terhadap tindakan yang dilakukan individu sebab mitos penyembuhan selalu diulang terus-menerus antar keluarga dalam wilayah tersebut. 4) Tahap internalisasi, terdapat perbedaan pendapat antara tokoh adat, masyarakat yang mengimplementasikan mitos dan tokoh agama karena dipengaruhi latar belakang individu yang berbeda. 5) Keyakinan agama Islam secara umum dan tokoh agama di Desa Margasana tidak melarang tradisi dan mitos yang berkembang dalam masyarakat karena hanya sebagai sebuah ikhtiar untuk kesembuhan anaknya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Myths are a cultural element that is still believed in and practiced today. One example is the healing myth at Kliwon Market in Margasana Village, which is believed to cure children who have difficulty speaking. The purpose of this study is to explore and describe the social construction of the Margasana Village community regarding the myth of Kliwon Market as a remedy for children’s speech difficulties. This research employs a qualitative descriptive method. The informants in this study are members of the community who practice the Kliwon Market myth and the surrounding community. This research was conducted in Margasana Village, Jatilawang, Banyumas. The informants were selected using purposive sampling. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation. The data analysis method employed is the interactive model of data analysis. The results of this study indicate: 1) The process involves bringing a child who is to be treated to the market on Tuesday Kliwon or Friday Kliwon, where the child then eats “nasi rames” purchased at the market. 2) In the externalization stage, idividuals recognize the healing myth and merely follow and carry out long-standing habits in the communitys. 3) In the objectivation stage, the family environment influences the actions taken by the individuals because the healing myth is continuously repeated within families in the area. 4) In the internalization stage, there are differing opinion among traditional leaders, those who practice the myths, and religious leaders, due to their varying individual backgrounds. 5) Islamic beliefs in general, and the religious leaders in Margasana Village in particular, do not prohibit traditions and myths that develop in society, as they are seen merely as an effort to heal their children.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save