Home
Login.
Artikelilmiahs
45830
Update
VINNA ANGGRAENI
NIM
Judul Artikel
Integrasi Pasar dan Pembentukan Harga Cabai Merah di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Cabai merah merupakan tanaman hortikultura yang memiliki sifat musiman sehingga harga yang dimiliki juga cenderung bervariasi. Kecenderungan harga yang bervariasi ini menjadikan komoditas cabai memiliki harga yang tidak pasti. Ketidakpastian harga cabai merah ini akan mengakibatkan harga cabai merah berfluktuasi. Variasi harga cabai merah juga dapat diakibatkan oleh penyaluran informasi harga yang belum tersalurkan dengan baik. Penyaluran informasi harga penting untuk tersalurkan dengan baik agar pergerakan harga cabai merah terkondisikan dengan stabil. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, hubungan integrasi pasar, dan pasar yang mendominasi dalam pembentukan harga komoditas cabai merah di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Wage, Pasar Sokaraja, dan Pasar Manis Kabupaten Banyumas. Data primer berasal dari wawancara dan observasi dengan pengamatan secara langsung ke pedagang di pasar. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis koefisien harga dan integrasi pasar dengan VECM, serta analisis variance decomposition. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran cabai merah di Kabupaten Banyumas, utamanya di Pasar Wage tergolong ke dalam jenis saluran pemasaran empat tingkatan, tiga tingkatan, dan dua tingkatan. Saluran pemasaran cabai merah di Pasar Sokaraja tergolong ke dalam jenis saluran pemasaran tiga tingkatan dan dua tingkatan. Saluran pemasaran cabai merah di Pasar Manis tergolong ke dalam jenis saluran pemasaran dua tingkatan. Saluran pemasaran empat tingkatan melibatkan petani – tengkulak – pedagang pengepul – pedagang grosir – pedagang ecer – konsumen. Saluran pemasaran tiga tingkatan melibatkan petani – tengkulak – pedagang grosir – pedagang ecer – konsumen. Saluran pemasaran dua tingkatan melibatkan petani – tengkulak – pedagang ecer – konsumen. Perilaku harga cabai merah di Kabupaten Banyumas menunjukkan perilaku yang tidak stabil dan fluktuatif. Nilai koefisien variasi harga cabai merah dari tahun 2019 hingga 2023 berkisar antara 33,39 persen sampai 49,40 persen. Hasil analisis integrasi pasar menunjukkan bahwa terdapat hubungan integrasi pasar dalam jangka panjang dan jangka pendek. Hasil analisis dekomposisi varian cabai merah di Pasar Wage, Pasar Sokaraja, dan Pasar Manis Kabupaten Banyumas menunjukkan bahwa Pasar Wage mendominasi dalam pembentukan harga cabai merah di pasar lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Red chili is a horticultural crop that is seasonal so prices also tend to vary. This trend in varying prices means that chili commodities have uncertain prices. This uncertainty in the price of red chilies will cause the price of red chilies to fluctuate. Variations in red chili prices can also be caused by price information not being distributed properly. It is important to distribute price information well so that red chili price movements are stable. Based on this, the aim of this research is to determine marketing channels, market integration relationships, and markets that dominate the formation of red chili commodity prices in Banyumas Regency. This researchuses quantitative methods with a descriptive approach. This research was carried out at Wage Market, Sokaraja Market, and Sweet Market, Banyumas Regency. Primary data comes from interviews and observations with direct observations of traders in the market. Secondary data was obtained from the Banyumas Regency Agriculture and Food Security Service and the Industry and Trade Service. The analytical methods used in this research are descriptive analysis, price coefficient analysis and market integration with VECM, as well as Variance Decomposition analysis. The research results show that the marketing channels for red chilies in Banyumas Regency, especially at Wage Market, are classified into four-level, three-level and two-level marketing channels. The marketing channels for red chilies at Sokaraja Market are classified into three-level and two-level marketing channels. The marketing channel for red chilies at Pasar Manis is classified as a two-level marketing channel. The four-level marketing channel involves farmers – middlemen – collectors – wholesalers – retail traders – consumers. The three-tier marketing channel involves farmers – middlemen – wholesalers – retail traders – consumers. The two-level marketing channel involves farmers – middlemen – retailers – consumers. The price behavior of red chilies in Banyumas Regency shows unstable and fluctuating behavior. The coefficient of variation in red chili prices from 2019 to 2023 ranges from 33.39% to 49.40%. The results of the market integration analysis show that there is a long-term and short-term market integration relationship. The results of the decomposition analysis of red chili variants at Wage Market, Sokaraja Market and Sweet Market, Banyumas Regency show that Wage Market dominates the formation of red chili prices in other markets.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save