Artikelilmiahs
Menampilkan 42.261-42.280 dari 48.844 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42261 | 45628 | C1B017011 | PENGARUH MARKETING INFLUENCER TERHADAP NIAT BELI MELALUI FOLLOWER ENGAGEMENT PADA AKUN INSTAGRAM UNSOED_FOODIES | Akun @unsoed_foodies adalah instagram yang dibentuk dengan tujuan untuk memberikan referensi kuliner dengan harga terjangkau kepada masyarakat luas khususnya kalangan mahasiswa di sekitar Purwokerto.Akun ini memiliki banyak pengikut tersebut dan bentuk promosi menggunakan video yang menarik dan selalu mengikuti tren terkini. Oleh karena itu, ujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh marketing influencer terhadap niat beli melalui follower engagement sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pendekatan survey. Subjek yang diteliti penelitian ini adalah pengguna instagram yang merupakan pengikut akun instagram @Unsoed_Foodies dengan jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 120 responden. Metode pengumpulan data yang dipakai yakni dengan kuesioner. Data dalam penelitian ini dianalisis memakai SPSS dengan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan memakai bantuan SEM menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, marketing influencer berpengaruh positif terhadap niat beli pada akun @Unsoed_Foodies. Keduam marketing influencer berpengaruh positif terhadap follower engagement pada akun @Unsoed_Foodies. Ketiga, follower engagement berpengaruh positif terhadap niat beli pada akun @Unsoed_Foodies. Keempat, follower engagement memediasi pengaruh marketing influencer terhadap niat beli pada akun @Unsoed_Foodies. Implikasi penelitian yang dapat diberikan yakni agar marketing influencer dan follower engagement lebih efektif dan juga memiliki engangement kuat dengan konsumen, manajemen dapat mengadakan berbagai kegiatan rutin seperti gathering dan meet and greet antara influencer dengan para followernya. | @unsoed_foodies account is an Instagram account that was created with the aim of providing culinary references at affordable prices to the wider community, especially students around Purwokerto. This account has many followers and the form of promotion uses interesting videos and always follows the latest trends. Therefore, the purpose of this study is to analyze the influence of influencer marketing on purchase intention through follower engagement as a mediating variable. The research method used is a quantitative survey approach. The subjects studied in this study were Instagram users who were followers of the @Unsoed_Foodies Instagram account with a sample size of 120 respondents taken in this study. The data collection method used was a questionnaire. The data in this study were analyzed using SPSS with multiple linear regression analysis. Based on the results of the study conducted using SEM assistance, several points of conclusion were shown. First, influencer marketing has a positive effect on purchase intention on the @Unsoed_Foodies account. Second, influencer marketing has a positive effect on follower engagement on the @Unsoed_Foodies account. Third, follower engagement has a positive effect on purchase intention on the @Unsoed_Foodies account. Fourth, follower engagement mediates the influence of marketing influencers on purchase intentions on the @Unsoed_Foodies account. The implications of the research that can be given are that in order for influencer marketing and follower engagement to be more effective and have strong engagement with consumers, management can hold various routine activities such as gatherings and meet and greets between influencers and their followers. | |
| 42262 | 45629 | A1C020028 | Pengaruh Kecepatan Maju Power Tiller dalam Berbagai Pola Pengolahan Tanah di Lahan Kering Terhadap Tingkat Konsumsi Bahan Bakar | Penggunaan power tiller untuk pengolahan tanah berkaitan dengan tingkat konsumsi bahan bakar. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa waktu belok dan waktu total pengolahan tanah dapat mempengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar. Namun demikian, kajian terkait pengaruh kecepatan maju power tiller terhadap tingkat konsumsi bahan bakar belum banyak tersedia. Maka, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui: (1) pengaruh kecepatan maju power tiller terhadap tingkat konsumsi bahan bakar dan (2) pengaruh pola pengolahan tanah terhadap tingkat konsumsi bahan bakar pada saat pengolahan tanah. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2023 hingga Februari 2024 di UPTD BBLP Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Variabel yang diteliti adalah: tingkat konsumsi bahan bakar, waktu total pengolahan tanah, waktu belok, dan kapasitas lapang efektif. Alat yang digunakan yaitu: power tiller (Tipe TYM Tr120), gelas ukur, stopwatch, dan meteran. Bahan yang digunakan yaitu: bahan bakar solar dan 9 petakan lahan dengan ukuran masing-masing 15 m × 15 m. Perlakuan yang diberikan yaitu 3 kecepatan maju: 1) rendah (0,31 – 0,38 m/s), 2) sedang (0,45 – 0,52 m/s), dan 3) tinggi (0,63 – 0,72 m/s), serta 3 pola pengolahan tanah: a) kijang, b) alfa, dan c) spiral. Pengambilan data pada setiap kombinasi perlakuan dilakukan dengan 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kecepatan maju power tiller berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap tingkat konsumsi bahan bakar. Pola pengolahan tanah juga menunjukkan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap tingkat konsumsi bahan bakar, waktu total pengolahan tanah, dan waktu belok, dimana nilai paling tinggi cenderung terdapat pada pola spiral, diikuti pola alfa, dan terendah pola kijang. Hubungan antar variabel menunjukkan bahwa semakin tinggi waktu belok maka waktu total pengolahan tanah akan semakin tinggi, sedangkan semakin tinggi waktu belok maupun waktu total pengolahan tanah maka konsumsi bahan bakar (l/ha) akan semakin tinggi. Semakin tinggi waktu belok maupun waktu total pengolahan tanah maka kapasitas lapang efektif semakin rendah, dan semakin rendah kapasitas lapang efektif maka konsumsi bahan bakar akan semakin tinggi. | The use of a power tiller for tillage is related to the level of fuel consumption. Previous research has shown that turning time and total tillage time can affect fuel consumption. However, there are not many studies on the effect of power tiller forward speed on fuel consumption. Thus, this study was intended to determine: (1) the effect of power tiller forward speed on fuel consumption and (2) the effect of tillage pattern on fuel consumption during tillage. This research was conducted from November 2023 to February 2024 at UPTD BBLP Banjarnegara Regency, Central Java Province. The variables studied were: fuel consumption rate, total tillage time, turning time, and effective field capacity. The tools used were: power tiller (TYM Tr120 type), measuring cup, stopwatch, and meter. Materials used were: diesel fuel and 9 plots of land with a size of 15 m × 15 m each. The treatments given were 3 forward speeds: 1) low (0.31 - 0.38 m/s), 2) medium (0.45 - 0.52 m/s), and 3) high (0.63 - 0.72 m/s), and 3 tillage patterns: a) one way, b) alpha, and c) spiral. Data collection on each treatment combination was conducted with 5 replications. The results showed that variations in the forward speed of the power tiller had a significant effect (p<0.05) on the level of fuel consumption. The tillage pattern also showed a significant effect (p<0.05) on the level of fuel consumption, total tillage time, and turning time, where the highest value tends to be found in the spiral pattern, followed by the alpha pattern, and the lowest is the one way pattern. The relationship between variables shows that the higher the turning time, the higher the total tillage time, while the higher the turning time and total tillage time, the higher the fuel consumption (l/ha). The higher the turning time and total tillage time, the lower the effective field capacity, and the lower the effective field capacity, the higher the fuel consumption. | |
| 42263 | 46658 | I1D020072 | HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN GROCERY LIST DENGAN KETAHANAN PANGAN DAN KERAGAMAN PANGAN RUMAH TANGGA (Studi pada Ibu yang Bekerja sebagai Guru di SMK Negeri 1 Purwokerto) | Akses dan ketersediaan pangan di rumah tangga dapat memengaruhi jenis pangan yang dikonsumsi oleh keluarga, hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor penentu tingkat ketahanan pangan dan keragaman pangan rumah tangga. Penyediaan pangan keluarga seperti berbelanja umumnya dilakukan oleh ibu. Pada ibu yang bekerja sebagai guru, banyak waktu dalam sehari yang dihabiskan di luar rumah, sehingga dapat memengaruhi peran ibu di rumah tangga. Dalam melakukan peran seperti berbelanja, diperlukan penggunaan grocery list, yaitu catatan daftar bahan makanan yang digunakan saat belanja. Penggunaan grocery list dapat menjadi kontrol dan mampu menghemat waktu ketika berbelanja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan grocery list dengan ketahanan pangan dan keragaman pangan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel 48 orang guru perempuan. Variabel diukur menggunakan kuesioner grocery list, kuesioner Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS) untuk ketahanan pangan rumah tangga, serta food recall 1x24 jam dan instrumen Household Dietary Diversity Score (HDDS) untuk keragaman pangan rumah tangga. Analisis data menggunakan uji Spearman. Sebanyak 50% responden sering dan 50% jarang menggunakan grocery list, seluruh responden (100%) tergolong dalam rumah tangga yang tahan pangan dan memiliki keragaman pangan rumah tangga yang tinggi. Tidak terdapat hubungan antara penggunaan grocery list dengan ketahanan pangan rumah tangga dan keragaman pangan rumah tangga (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara penggunaan grocery list dengan ketahanan pangan dan keragaman pangan rumah tangga | Food access and availability in households can be one of the determining factors for household food security and dietary diversity. For working mothers, such as teachers, the amount of time spent outside the home can impact their household role. In tasks such as shopping, using a grocery list, which is a record of food items, can save time during shopping. This study aims to determine the relationship between the use of a grocery list and household food security and dietary diversity. This research used a cross-sectional design with a sample of 48 female teachers. Variables were measured using a grocery list questionnaire, Household Food Insecurity Access Scale, a 24-hour food recall, and Household Dietary Diversity Score. Data were analyzed using the Spearman test. As many as 50% of respondents often and 50% rarely use a grocery list, all respondents (100%) belong to food-secure households and have high household dietary diversity. There is no relationship between the use of grocery list and household food security and dietary diversity (p>0,05). There was no relationship between the use of grocery list with household food security and dietary diversity. | |
| 42264 | 47727 | C1B021064 | Strategi Pengembangan Eduwisata Circular Economy Pertanian Terpadu di Desa Pancasan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard pada Aspek Konsumen dan Keuangan | Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan eduwisata berbasis circular economy di Desa Pancasan melalui pendekatan balanced scorecard dengan fokus pada aspek konsumen dan keuangan. Penelitian ini mengidentifikasi potensi besar dalam penerapan konsep circular economy untuk meningkatkan keberlanjutan eduwisata, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Metode penelitian melibatkan analisis SWOT dan balanced scorecard untuk menyusun strategi yang relevan, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi keuangan, efisiensi operasional dapat dicapai melalui pemanfaatan limbah organik, penerapan teknologi digital dalam pencatatan keuangan, dan kolaborasi dengan mitra strategis. Sedangkan, pada aspek konsumen, peningkatan pengalaman wisatawan melalui fasilitas pendukung dan program interaktif menjadi prioritas utama. Dengan strategi yang dirumuskan, Desa Pancasan diharapkan dapat memperkuat daya saingnya sebagai destinasi wisata edukasi berbasis keberlanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal. | This study is focused on developing a strategy for the development of edu-tourism in Pancasan Village, grounded in the principles of a circular economy. The approach employed will be the Balanced Scorecard, with particular emphasis on consumer and financial aspects. This research explores the significant potential inherent in the application of the circular economy concept to enhance the sustainability of educational tourism, encompassing both economic and environmental aspects. SWOT analysis and a Balanced Scorecard are used in the research technique to generate relevant, quantifiable, and market-driven strategies. The findings revealed that in terms of finance, operational efficiency may be attained by utilizing organic waste, implementing digital technology in financial records, and collaborating with strategic partners. Meanwhile, consumers prioritize increasing the tourism experience through supporting facilities and interactive programs. With the measures developed, Pancasan Village is projected to improve its competitiveness as a sustainable educational tourism destination while also benefiting the local population | |
| 42265 | 45630 | I1D020003 | HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI KOPI, TINGKAT STRES, DAN STATUS GIZI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PETUGAS KEAMANAN | Latar Belakang: Tekanan darah tinggi pada petugas keamanan dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup, serta berpengaruh pada status gizi dan kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi kopi, tingkat stres, dan status gizi dengan tekanan darah pada petugas keamanan di Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini adalah studi potong lintang pada 85 petugas keamanan di Universitas Jenderal Soedirman yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian terdiri atas kuesioner Semi-quantitative Food Frequency Questionnaire kebiasaan konsumsi kopi, kuesioner Kessler Psychological Distress Scale untuk tingkat stres, stadiometer dan timbangan digital untuk status gizi, dan sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho, uji Chi square, dan Kolmogorov-Smirnov dengan nilai signifikan 0,05. Hasil Penelitian: Seluruh petugas keamanan adalah laki-laki, berusia 30-49 tahun (81,2%), lulusan SMA/sederajat (87,1%). Empat dari sepuluh petugas keamanan mengalami hipertensi. Tiga dari sepuluh responden mengkonsumsi kopi ≥3 kali sehari, sedangkan berdasarkan asupan 1 dari 10 petugas keamanan mengkonsumsi kafein > 400 mg/hari. Mayoritas responden tidak mengalami stres 92,94%, namun 44,7% petugas kemanan memiliki status gizi gemuk-obesitas. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi berdasarkan frekuensi konsumsi kopi (p=0,981), asupan konsumsi kafein (p=0,523), serta tingkat stres (0,364) terhadap tekanan darah. Terdapat hubungan status gizi (p=0,004; PR 3,396) terhadap tekanan darah. Kesimpulan: Frekuensi harian konsumsi kopi, asupan akfein dan tingkat stres petugas keamanan Universitas Jenderal Soedirman tidak berhubungan dengan tekanan darah. Sedangkan, petugas keamanan dengan status gizi gemuk-obesitas berpotensi mengalai hipertensi. | Background: High blood pressure in security personnel can be influenced by diet, lifestyle, and health status, including nutritional status. This study aims to identify the relationships between coffee consumption habits, stress levels, and nutritional status with blood pressure among security personnel at Jenderal Soedirman University. Methods: This cross-sectional study involved 85 security personnel selected through simple random sampling. Instruments included the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire for coffee consumption, the Kessler Psychological Distress Scale for stress levels, a stadiometer and digital scales for nutritional status, and a sphygmomanometer for measuring blood pressure. Data were analyzed using Spearman Rho, Chi-square, and Kolmogorov-Smirnov tests, with a significance level of 0.05. Results: All security personnel were male, aged 30-49 years (81.2%), with most being high school graduates (87.1%). About 40% experienced hypertension. Three out of ten respondents consumed coffee ≥3 times a day, and one in ten consumed caffeine >400 mg/day. Most respondents did not experience stress (92.94%), but 44.7% had a nutritional status classified as overweight or obese. There was no significant relationship between coffee consumption frequency (p=0.981), caffeine intake (p=0.523), or stress levels (p=0.364) and blood pressure. However, there was a significant relationship between nutritional status and blood pressure (p=0.004; PR 3.396). Conclusion: Daily coffee consumption frequency, caffeine intake, and stress levels are not associated with blood pressure among security personnel at Jenderal Soedirman University. However, personnel with an overweight or obese nutritional status are at a higher risk of hypertension. | |
| 42266 | 45625 | I1I022002 | HUBUNGAN ASUPAN SERAT, LEMAK JENUH, TIDAK JENUH DAN RASIO KONSUMSI LEMAK TIDAK JENUH- JENUH DENGAN PERSEN LEMAK PADA PETUGAS KEAMANAN | Latar Belakang :Petugas keamanan memiliki sistem kerja shift pagi dan malam yang memungkinkan mengalami gangguan makan dan kesehatan seperti obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan serat, lemak jenuh, lemak tidak jenuh dan rasio konsumsi lemak tidak jenuh-jenuh dengan persen lemak tubuh pada petugas keamanan di Universitas Jenderal Soedirman Metodologi :Desain pada penelitian ini cross sectional. Teknik penentuan sampel dengan Simple Random Sampling dengan kriteria tertentu. Total responden 79 petugas keamanan di Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang diteliti meliputi persen lemak tubuh dan asupan makan (Serat, Saturated fatty acid, Monounsaturated fatty acid, dan Polyunsaturated fatty acids). Instrumen penelitian terdiri dari Bioelectrical Impedance Analysis dan kuesinoner Food Recall 2x24 jam. Data dianalisa dengan Uji Spearman (p < 0,05) Hasil Penelitian :Seluruh responden adalah laki-laki (100%), mayoritas berusia 36-46 tahun (55,7%) dan berpendidikan terakhir SMA/Sederajat (68%). Sebagian besar tidak memiliki riwayat penyakit (98,7%), namun (40,5%) mengalami obesitas berdasarkan persen lemak tubuh. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara asupan serat, lemak tidak jenuh (MUFA dan PUFA), serta rasio konsumi lemak tidak jenuh-jenuh dengan persen lemak tubuh. Namun, terdapat hubungan signifikan antara asupan lemak jenuh dengan persen lemak tubuh (P=0,07; r=0,30; R²= 0,37). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak jenuh dengan persen lemak tubuh dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan serat, lemak tidak jenuh, dan rasio konsumsi lemak tidak jenuh-jenuh dengan persen lemak tubuh. | Background :Security officers have a morning and night shift work system that allows them to experience eating and health problems such as obesity. This study aims to determine the relationship between fiber intake, saturated fat, unsaturated fat and the ratio of unsaturated-saturated fat consumption with percent body fat in security officers at Jenderal Soedirman University. Methodology :The design in this study was cross sectional. Sampling technique with Simple Random Sampling with certain criteria. Total respondents were 79 security officers at Jenderal Soedirman University. The variables studied included percent body fat and food intake (Fiber, Saturated fatty acids, Monounsaturated fatty acids, and Polyunsaturated fatty acids). The research instruments consisted of Bioelectrical Impedance Analysis and 2x24 hour Food Recall questionnaire. Data were analyzed with Spearman Test (p< 0.05). Research Results :All respondents were male (100%), the majority were 36-46 years old (55,7%) and had a high school education (68%). Most had no history of disease (98,7%), but (40,5%) were obese based on percent body fat. Bivariate analysis showed no significant association between fiber intake, unsaturated fat (MUFA and PUFA), and unsaturated-saturated fat consumption ratio with percent body fat. However, there was a significant association between saturated fat intake and percent body fat (P=0,07;r=0,30;R²= 0,37). Conclusion :There was a significant association between saturated fat intake and percent body fat and no significant association between fiber intake, unsaturated fat, and unsaturated-saturated fat consumption ratio with percent body fat. | |
| 42267 | 45631 | F1A020102 | Fenomena Pemandu Lagu (Studi Tentang Peran Pemandu Lagu Pada Family Karaoke dan Eksklusif Karaoke di Purwokerto) | Industri karaoke terbagi menjadi dua kategori yaitu family karaoke dan eksklusif karaoke, masing-masing dengan konsep yang berbeda. Fokus penelitian membahas mengenai pergeseran fungsi pada tempat hiburan family karaoke yang kini menyediakan pemandu lagu karaoke. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pemandu lagu pada kedua kategori tersebut di Purwokerto. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui metode etnografi meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam peran pemandu lagu pada dua jenis karaoke. Di family karaoke, pemandu lagu berperan dalam menemani bernyanyi, berjoget, dan meminum alkohol. Sedangkan di eksklusif karaoke, selain peran tersebut, pemandu lagu juga bertugas membuat konten promosi, menjual alkohol, rokok, dan obat-obatan, serta berperan dalam memenuhi kebutuhan hiburan yang lebih kompleks, termasuk memberikan kepuasan bagi para pengunjung. Kata Kunci: Peran, Pemandu Lagu, Family Karaoke, Eksklusif Karaoke | The karaoke industry is divided into two categories, namely family karaoke and exclusive karaoke, each with different concept. The focus of research discusses the shift in function of family karaoke entertainment venues which now provide karaoke song guide. The research aims to describe the role of song guides in these two categories in Purwokerto. Using a descriptive qualitative method with a phenomenological approach, data was collected through ethnographic methods including observation. Interviews and documentation, data analysis using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result of this study show that there are significant differences in the role of song guide in the two types of karaoke. In family karaoke, the song guide plays a role in accompanying singing, dancing, and drinking alcohol. Meanwhile, in exclusive karaoke, apart form this role, the song guide is also tasked with creating promotional content, selling alcohol, ciggaretes, and medicines, as well as playing a role in fulfilling more complex entertainment needs, imcluding providing satisfaction for visitors. Keywords: Role, Song Guide, Family Karaoke, Exclusive Karaoke | |
| 42268 | 45632 | A1F020036 | Analisis Tingkat Kepentingan dan Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Sale Pisang Gulung Poetra Roti | Poetra Roti merupakan salah satu unit usaha berbasis UMKM yang bergerak dalam produksi makanan ringan yang terletak di Desa Mertasari, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Salah satu produk unggulan dari UMKM Poetra Roti adalah sale pisang gulung yang seringkali dijadikan produk oleh-oleh. Dalam mengembangkan produk sale pisang gulung, produsen perlu mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap produk untuk dapat menerapkan perbaikan produk berdasarkan keinginan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis tingkat kepuasan, kepentingan dan kesesuaian konsumen terhadap produk sale pisang gulung Poetra Roti. 2) Menentukan atribut diunggulkan pada produk sale pisang gulung Poetra Roti berdasarkan diagram kartesius Importance Performance Analysis (IPA). 3) Menentukan atribut yang harus diperbaiki pada produk sale pisang gulung Poetra Roti berdasarkan diagram kartesius Importance Performance Analysis (IPA). 4) Merumuskan strategi perbaikan produk sale pisang gulung Poetra Roti dengan Model Causal Loop Diagram (CLD). 5) Menganalisis indeks kepuasan konsumen terhadap produk sale pisang gulung Poetra Roti menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Banyumas. Data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner menggunakan metode purposive sampling melalui Google form kepada 100 orang responden yang memenuhi kriteria berusia minimal 17 tahun dan pernah mengonsumsi produk sale pisang gulung Poetra Roti minimal dua kali selama tiga bulan terakhir. Terdapat beberapa tahap pada penelitian ini, yaitu penyusunan kuisioner, pengujian validitas dan reabilitas kuisioner, penyebaran kuisioner, identifikasi profil konsumen, analisis tingkat kepentingan, kepuasan dan kesesuaian konsumen, penentuan nilai indeks kepuasan konsumen, penentuan atribut unggulan dan atribut yang perlu diperbaiki, serta penentuan strategi perbaikan produk menggunakan metode CLD. Berdasarkan matriks IPA, atribut unggulan yang perlu dipertahankan pada produk sale pisang gulung Poetra Roti meliputi atribut tidak adanya aroma yang menyimpang/tidak diinginkan, rasa pisang yang kuat, kesesuaian harga dengan bobot dan kemasan, kesesuaian harga dengan mutu produk, rasa manis yang pas, tekstur sale pisang berpenyalut tepung yang renyah ketika digigit, warna sale pisang yang menarik, kemasan yang kedap udara, kelengkapan informasi produk pada label, kemudahan mendapatkan/membeli produk secara langsung di gerai Poetra Roti, kemampuan kemasan untuk mempertahankan produk dari kerusakan fisik, tidak adanya minyak yang tersisa, kemampuan kemasan untuk mempertahankan kerenyahan dan desain label kemasan. Sedangkan atribut yang direkomendasikan untuk diperbaiki pada produk sale pisang gulung Poetra Roti meliputi kemudahan kemasan untuk disimpan/ditutup lagi, kemudahan kemasan untuk dibuka, kemudahan mendapatkan/membeli produk secara online, adanya promosi melalui media online, tekstur sale pisang yang tidak lengket di gigi, keseragaman bentuk dan ukuran, keseragaman tekstur dan keseragaman warna sale pisang. Berdasarkan perhitungan CSI, nilai indeks kepuasan konsumen produk sale pisang gulung Poetra Roti adalah 81,60% dan masuk ke dalam kategori “Sangat Puas”. | Poetra Roti is a small and medium-sized enterprise based in Mertasari Village, Purwanegara District, Banjarnegara Regency, Indonesia. The company specializes in producing snacks, with one of its flagship products being banana roll, a popular souvenir item. To effectively enhance product development, it is crucial for Poetra Roti to understand consumer satisfaction and preferences regarding their banana roll product. This study aims to; 1) Analyze consumer satisfaction, importance, and perceived performance of Poetra Roti's banana roll product, 2) Identify superior attributes of the banana roll product based on the Importance Performance Analysis (IPA) Cartesian diagram, 3) Determine attributes that require improvement based on the IPA Cartesian diagram, and 4) Formulate a product improvement strategy for Poetra Roti's banana roll using the Causal Loop Diagram (CLD) model, 5) Evaluate consumer satisfaction with the banana roll product using the Customer Satisfaction Index (CSI). The research was conducted in Banjarnegara and Banyumas Regencies. Primary data was collected through questionnaires distributed to 100 respondents using purposive sampling via Google Forms. The respondents were required to be at least 17 years old and have consumed Poetra Roti's banana roll product at least twice in the past three months. The research process involved several stages: questionnaire development, validity and reliability testing, questionnaire distribution, consumer profile identification, analysis of consumer importance, satisfaction, and perceived performance, determination of CSI values, identification of superior and improvable attributes, and formulation of a product improvement strategy using the CLD method. Based on the IPA matrix, the superior attributes that need to be maintained in Poetra Roti's rolled banana sale products include the attributes of the absence of off-flavors/undesirable odors, strong banana flavor, price-to-weight and packaging ratio, price-to-product quality ratio, appropriate sweetness, crispy texture when bitten, attractive sale color, airtight packaging, complete product information on the label, ease of obtaining/purchasing the product directly at Poetra Roti outlets, packaging ability to protect the product from physical damage, absence of residual oil, packaging ability to maintain crispness and attractive packaging label design. While the attributes that are recommended to be improved on Poetra Roti's rolled banana sale products include the ease of storing and resealing the packaging, ease of opening the packaging, ease of obtaining/ purchasing the product online, online media promotion,non-sticky banana roll texture, uniformity of shape and size, uniformity of texture and uniformity of color. Based on the CSI calculation, the customer satisfaction index for Poetra Roti's banana spring rolls product is 81.60%, which falls into the "Very Satisfied" category. | |
| 42269 | 45795 | D1A017202 | HUBUNGAN JUMLAH ANGGOTA KELOMPOK DENGAN PARTISIPASI ANGGOTA DAN EFEKTIVITAS KELOMPOK PETERNAK KAMBING PE KALIGESING DI KECAMATAN KALIGESING PURWOREJO | Penelitian dengan judul “Hubungan Jumlah Anggota Kelompok dengan Partisipasi Anggota dan Efektivitas Kelompok pada Kelompok Peternak Kambing PE Kaligesing di Kecamatan Kaligesing Purworejo” yang bertujuan mengetahui rata-rata jumlah anggota kelompok peternak kambing PE di Kecamatan Kaligesing, mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok peternak Kambing PE Kaligesing, mengetahui efektivitas kelompok peternak Kambing PE Kaligesing dan menganalisis hubungan jumlah anggota kelompok dengan partisipasi dan efektivitas kelompok peternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, penetapan wilayah dilakukan secara purposive sampling di Kecamatan Kaligesing, sedangkan penentuan desa berdasarkan jumlah kelompok dengan kategori tinggi, sedang dan rendah menggunakan stratified random sampling. Desa yang terpilih yaitu Desa Pandanrejo, Tawangsari dan Donorejo. Pengambilan responden diambil secara sensus sebanyak 71 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan jumlah anggota dengan partisipasi anggota menghasilkan nilai korelasi 0,553 masuk dalam kategori sedang, dan hubungan jumlah anggota dengan efektivitas kelompok menghasilkan nilai korelasi 0,728 masuk dalam kategori tinggi. Nilai signifikansi 0,000 menunjukkan kedua variabel tersebut signifikan dan memiliki hubungan yang nyata. | The Etawa crossbreed goat (PE) is a new breed of goat, the result of a cross between Etawa goats from India and local goats. Kaligesing District is a center for the development of Etawa crossbreed goats. PE Goat Farmers have grouped together to develop their business. Group members have an awareness of responsibility and interact positively with each other to achieve the goals and development of Goat PE. The breeder group was formed because of the group's important role in the development of the Etawa Crossbreed Goat. Member participation includes interactions that can maintain group integrity and harmony. The number of group members is thought to influence the level of participation and effectiveness of the group. The objectives of this research are 1) To find out the average number of members of the PE goat breeder group in Kaligesing District 2) To know the level of participation of members of the Kaligesing PE Goat breeder group 3) To know the effectiveness of the Kaligesing PE Goat breeder group 4) To analyze the relationship between the number of group members and participation and effectiveness of farmer groups. This research uses a survey method. Determining the area using purposive sampling in Kaligesing District, while determining villages based on the number of groups in Kaligesing District in the high, medium and low categories using stratified random sampling. The selected villages were Pandanrejo, Tawangsari and Donorejo villages. Respondents were taken by census as many as 71 people. The analytical method used is descriptive analysis and Spearman rank correlation. The research results show that the relationship between the number of members and member participation produces a correlation value of 0.553, which is in the medium category, and the relationship between the number of members and group effectiveness produces a correlation value of 0.728, which is in the high category. A significance value of 0.000 shows that the two variables are significant and have a real relationship. | |
| 42270 | 45633 | A1F020008 | Analisis Tingkat Kepentingan dan Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Kerupuk Kulit Pisang Poetra Roti | Kerupuk merupakan makanan ringan yang terbuat dari tepung tapioka atau sagu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan dan bahan tambahan lain yang diizinkan, serta disiapkan dengan cara digoreng sebelum disajikan. Inovasi dan kreativitas produk menghasilkan kerupuk yang memanfaatkan kulit pisang sebagai bahan baku pada UMKM Poetra Roti asal Banjarnegara. Salah satu upaya untuk melakukan diversifikasi adalah dengan menggunakan tepung mocaf. Mocaf merupakan tepung singkong yang diproduksi melalui modifikasi menggunakan metode fermentasi. Dalam pengembangan produk kerupuk kulit pisang diperlukan data mengenai konsumen terhadap karakteristik produk yang dipasarkan dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) Menentukan atribut dari setiap variabel yang memiliki tingkat kepentingan, tingkat kepuasan, dan tingkat kesesuaian dengan nilai tertinggi pada kerupuk kulit pisang. 2) Menentukan atribut unggulan yang perlu dipertahankan berdasarkan matriks IPA. 3) Menentukan atribut yang direkomendasikan untuk diperbaiki berdasarkan matriks IPA. 4) Menentukan indeks kepuasan konsumen terhadap produk kerupuk kulit pisang Poetra Roti. 5) Merumuskan strategi perbaikan produk menggunakan causal loop diagram (CLD). Penelitian ini dilakukan di Kab. Banjarnegara dan Kab. Banyumas yang berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu penyusunan dan penyebaran kuesioner, identifikasi profil konsumen, pengujian validitas dan reliabilitas, penentuan tingkat kepuasan, kepentingan, dan kesesuaian konsumen, penentuan atribut yang harus diperbaiki pada produk, penentuan indeks kepuasan konsumen, dan perumusan strategi perbaikan produk. Penentuan responden pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria responden berusia minimal 17 tahun dan pernah mengonsumsi kerupuk kulit pisang minimal dua kali dalam tiga bulan terakhir. Kuesioner dibagikan kepada konsumen kerupuk kulit pisang sebanyak 100 responden. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah produk, kemasan, serta promosi dan pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan atribut dengan tingkat kepentingan tertinggi pada setiap variabel produk kerupuk kulit pisang, yaitu atribut tektur yang renyah, kelengkapan informasi produk pada label, dan kesesuaian harga Rp10.000 dengan mutu produk. Tingkat kepuasan tertinggi pada setiap variabel produk kerupuk kulit pisang, yaitu atribut tidak adanya rasa tengik, kelengkapan informasi produk pada label, dan kesesuaian harga Rp10.000 dengan bobot @135gr dan kemasan. Tingkat kesesuaian konsumen tertinggi pada setiap variabel produk kerupuk kulit pisang terdapat pada atribut aroma khas dari singkong, ukuran kemasan 20x30cm, dan harga produk dibandingkan produk kerupuk lain yang memiliki bobot dan kemasan sejenis. Berdasarkan matriks IPA, atribut unggulan yang perlu dipertahankan dari produk kerupuk kulit pisang ada 13 yaitu kesesuaian harga Rp10.000 dengan bobot @135gr dan kemasan, tidak adanya rasa yang menyimpang atau tidak diinginkan, tidak adanya aroma yang menyimpang atau tidak diinginkan, tidak adanya rasa tengik, tekstur yang renyah, kesesuaian harga Rp10.000 dengan mutu produk, kemudahan mendapatkan/membeli produk secara langsung di gerai Poetra Roti, kemasan berupa jenis plastik biasa yang tebal di sealer, tidak adanya residu minyak di permukaan produk, kelengkapan informasi produk pada label, kemampuan kemasan mempertahankan kerenyahan, adanya promosi melalui offline, dan desain label kemasan seperti yang sudah ada. Berdasarkan matriks IPA, atribut yang direkomendasikan untuk diperbaiki pada produk kerupuk kulit pisang ada 9, yaitu kemudahan kemasan untuk disimpan atau ditutup lagi, kemudahan mendapatkan atau membeli produk secara online, adanya promosi melalui online, kemudahan kemasan untuk dibuka, kemudahan mendapatkan/ membeli produk melalui agen, kemampuan kemasan mempertahankan kerusakan fisik, warna yang menarik, keseragaman penampakan, dan bentuk yang utuh. Atribut yang perlu diperbaiki diurutkan berdasarkan tingkat kesesuaian dari yang paling rendah ke yang paling tinggi. Semakin rendah nilai tingkat kesesuaian maka semakin prioritas kerupuk kulit pisang diperbaiki. Nilai indeks kepuasan konsumen produk kerupuk kulit pisang Poetra Roti sebesar 79,23% dan masuk ke dalam kategori ”puas”. Rekomendasi strategi perbaikan produk kerupuk kulit pisang meliputi evaluasi strategi promosi dan pemasaran, mencari informasi dan mengikuti pelatihan edukasi penggunaan aplikasi penjualan melalui media online, mengaktifkan akun penjualan, membuat postingan menarik dan mempromosikan secara berkala, mengganti model dan atau jenis kemasan menjadi standing pouch zip-lock yang dilengkapi akses sobekan, membuat alternatif kemasan kecil mudah dibawa, membuat variasi jenis kerupuk berdasarkan limbah kulit pisang yang digunakan, pemberian pewarna bahan makanan agar lebih menarik, melakukan perawatan dan mesin pengeris secara berkala, dan menambah mesin pengiris baru untuk meningkatkan keseragaman penampakan warna dan bentuk pada kerupuk kulit pisang. | Recommendations for improving strategies for banana skin cracker products include evaluating promotional and marketing strategies, seeking information and participating in educational training on the use of sales applications through online media, activating sales accounts, creating interesting posts and promoting regularly, changing the model and/or type of packaging to a standing zip-lock pouch equipped with tear-off access, creating alternative small packaging that is easy to carry, creating variations in the type of crackers based on the banana skin waste used, adding food coloring to make it more attractive, carrying out maintenance and slicing machines regularly, and adding new slicing machines to improve the uniformity of color and shape appearance of banana skin crackers. Recommendations for improving strategies for banana skin cracker products include evaluating promotional and marketing strategies, seeking information and participating in educational training on the use of sales applications through online media, activating sales accounts, creating interesting posts and promoting regularly, changing the model and/or type of packaging to a standing zip-lock pouch equipped with tear-off access, creating alternative small packaging that is easy to carry, creating variations in the type of crackers based on the banana skin waste used, adding food coloring to make it more attractive, carrying out maintenance and slicing machines regularly, and adding new slicing machines to improve the uniformity of color and shape appearance of banana skin crackers. | |
| 42271 | 45634 | I1I022005 | HUBUNGAN ASUPAN OKSALAT, KALSIUM DAN AIR PUTIH DENGAN UKURAN BATU GINJAL DI BANGSAL BEDAH UROLOGI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Abstrak HUBUNGAN ASUPAN OKSALAT, KALSIUM DAN AIR PUTIH DENGAN UKURAN BATU GINJAL DI RUANG BEDAH UROLOGI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Latar Belakang: Penyakit batu ginjal merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya sedimen urin dalam ginjal. Ada banyak faktor yang menyebabkan batu ginjal. Faktor diet merupakan faktor yang terpenting dalam proses terbentuknya batu ginjal seperti kebiasan konsumsi air putih, makanan tinggi oksalat dan tinggi kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan oksalat, kalsium dan air putih dengan ukuran batu ginjal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Jumlah responden 73 orang dengan rentang usia 28-74 tahun, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu formulir karakteristik responden, aplikasi Nutrisurvey, oxalate food list, rekam medis, kuesioner SQ-FFQ untuk menilai asupan oksalat, kalsium dan air putih. Analisis menggunakan Rank Spearman. Hasil: Responden dengan jenis kelamin laki-laki (64,4%), rentang usia antara 30-60 tahun (71,3%), pendidikan sekolah dasar (45,2%), memiliki riwayat kekambuhan menderita batu ginjal (52,1%), tidak memiliki riwayat keluarga menderita batu ginjal (68%), riwayat penyakit hipertensi dan sindom metabolik (32,9%), diagnosis batu renal dextra sinistra sebesar (32,9%), asupan oksalat tinggi (95,9%), asupan kalsium rendah (98,6%), asupan air putih rendah (97,3%). Ada hubungan antara asupan oksalat (p=0,047; r=0,233) dengan ukuran batu ginjal. Ada hubungan antara asupan air putih (p=0,007; r= -0,312) dengan ukuran batu ginjal. Tidak terdapat hubungan antara asupan kalsium (p=0,053; r=-0,228) dengan ukuran batu ginjal. Kesimpulan: Ada hubungan antara asupan oksalat dan asupan air putih dengan ukuran batu ginjal. Tidak terdapat hubungan antara asupan kalsium dengan ukuran batu ginjal | Abstract THE RELATIONSHIP OF OXALATE, CALCIUM AND WATER INTAKE WITH KIDNEY STONE SIZE IN THE UROLOGY SURGERY ROOM OF PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Background: Kidney stone diseases caused by the presence of urine sediment in the kidney. There are many factors that caused kidney stone. Diet is the most important factor in the process of forming kidney stone, such as the habit of consuming water, food high in oxalate and high in calcium. This study aims to determine the relationship between intake of oxalate, calcium and water and the size of kidney stone. Method: This research was cross-sectional study. Total sample was 73 respondents with an age range of 28-74 years, selected used purposive sampling technique. The research instruments used were respondent characteristics form, Nutrisurvey application, oxalate food list, medical records, SQ-FFQ questionnaire to assess intake of oxalate, calcium and water. Analysis uses Spearman Rank. Results: Respondents were male (64.4%), age range between 30-60 years (71.3%), elementary school education (45.2%), history of recurrence of kidney stone (52.1 %), no family history of kidney stone (68%), history of hypertension and metabolic syndrome (32.9%), diagnosis of left right kidney stone (32.9%), high oxalate intake (95.9%), low calcium intake (98.6%), low water intake (97.3%). There was a relationship between oxalate intake (p=0.047; r=0.233) and kidney stone size. There is a relationship between water intake (p=0.007; r= -0.312) and the size of kidney stones. There was no relationship between calcium intake (p=0.053; r=-0.228) and kidney stone size. Conclusion: There is a correlation between oxalate intake and water intake and the size of kidney stones. There is no correlation between calcium intake and the size of kidney stone. | |
| 42272 | 45635 | J1D020009 | Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Peserta Didik Kelas VII F di SMP Negeri 8 Purwokerto | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga asesmen pada peserta didik kelas VII F SMP Negeri 8 Purwokerto. Latar belakang penelitian ini adalah transisi sekolah dalam penggunaan kurikulum merdeka, yang menjadikan pelaksanaan program projek penguatan profil pelajar Pancasila penting untuk ditinjau apakah sudah sesuai dengan konsep penerapannya. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Untuk menguji validasi isi, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan projek pada peserta didik kelas VII F di SMP Negeri 8 Purwokerto sudah sesuai dengan konsep penerapan projek, namun modul projek masih kekurangan beberapa komponen; (2) pelaksanaan projek berhasil sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam modul projek; (3) fasilitator menggunakan lembar kerja kelompok, reflek,dan lembar penilaian fasilitator untuk melakukan asesmen. | This research aims to understand the implementation of the project to strengthen the Pancasila student profile, from planning, execution, to assessment, among Grade VII F students at SMP Negeri 8 Purwokerto. The background of this research is the school's transition to using the independent curriculum, which makes it essential to review the implementation of the project to strengthen the Pancasila student profile to see if it aligns with its intended application. This qualitative research employs data collection techniques including observation, interviews, and documentation, with data analysis using the Miles, Huberman, and Saldana model. To test content validity, this research uses triangulation techniques. The results of the research indicate that: (1) the planning of the project for Grade VII F students at SMP Negeri 8 Purwokerto aligns with the project's implementation concept, though the project module lacks some components; (2) the execution of the project successfully met the objectives outlined in the project module; (3) facilitators used group worksheets, reflections, and facilitator assessment sheets for the assessment. | |
| 42273 | 45636 | L1A020059 | Tingkat Pencemaran Logam Cr dan Cd Berdasarkan Nemerow Pollution Index (PN) di Perairan Muara Kali Ijo, Kebumen | Muara Kali Ijo merupakan kawasan strategis yang digunakan sebagai kawasan konservasi dan kawasan penyangga perairan yang terletak di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Perairan Muara Kali Ijo merupakan kawasan yang rentan terhadap pencemaran logam berat dikarenakan pada perairan kawasan ini berdekatan dengan pelabuhan, aktivitas kapal, dan pemukiman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan logam berat Cr dan Cd di perairan Muara Kali Ijo dengan menggunakan Nemerow Pollution Index (PN). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan penentukan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian pada bulan Agustus nilai rata-rata kandungan logam berat Cr sebesar 0,050 mg/L dan nilai rata-rata kandungan logam berat Cd sebesar 0,092 mg/L sedangkan pada bulan Oktober didapatkan nilai rata-rata kandungan logam berat Cr sebesar 0,014 mg/L dan nilai rata-rata kandungan logam berat Cd sebesar 0,094 mg/L. Hasil analisis kandungan logam berat pada perairan Muara Kali Ijo, Kebumen telah melebihi standar baku perairan menurut PP No. 22 Tahun 2021 Lampiran VIII, standar baku mutu logam berat Cr sebesar 0,005 mg/L dan Cd sebesar 0,001 mg/L. Hal ini dapat menyebabkan dampak yang buruk bagi lingkungan sekitar. Perlu adanya pengelolaan secara terpadu oleh pemerintah guna mengatasi masalah pencemaran di Muara Kali Ijo, Kebumen. | River Estuary is a strategic area used as a conservation area and water buffer zone located in Kebumen Regency, Central Java Province. The waters of Ijo River Estuary are areas that are vulnerable to heavy metal pollution because the waters of this area are close to ports, ship activities, and settlements. The purpose of this study was to determine the content of heavy metals Cr and Cd in the waters of Ijo River Estuary using the Nemerow Pollution Index (PN). The research method used was the survey method and the determination of the sampling location was carried out using the purposive sampling method. The results of the study in August showed that the average value of the heavy metal content of Cr was 0.050 mg/L and the average value of the heavy metal content of Cd was 0.092 mg/L, while in October the average value of the heavy metal content of Cr was 0.014 mg/L and the average value of the heavy metal content of Cd was 0.094 mg/L. The results of the analysis of heavy metal content in the waters of Ijo River Estuary, Kebumen have exceeded the water standard according to PP No. 22 of 2021 Appendix VIII, the standard quality of heavy metal Cr is 0.005 mg/L and Cd is 0.001 mg/L. This can have a negative impact on the surrounding environment. Integrated management by the government is needed to overcome the pollution problem in Ijo River Estuary, Kebumen. | |
| 42274 | 45638 | K1A020024 | Sintesis C-3,4-dimetoksifenilkaliks[4]pirolagaril Dodekasinamat sebagai Antijamur terhadap Candida albicans | Kandidiasis atau kandidosis merupakan suatu peradangan yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Penelitian ini menggunakan senyawa C-3,4-dimetoksifenilkaliks [4]pirogalaril dodekasinamat sebagai alternatif obat antijamur pada C. albicans. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis dan mengkarakterisasi senyawa C-3,4-dimetoksifenilkaliks[4]pirogalaril dodekasinamat serta mengetahui aktivitas antijamur terhadap jamur C. albicans berdasarkan nilai MICnya. Sintesis senyawa dilakukan dengan dua tahap reaksi meliputi sintesis senyawa turunan kaliks[4]pirogalolarena dan O-sinamoilasi senyawa kaliks[4]pirogalolarena. Senyawa hasil sintesis dianalisis dengan KLT, uji kelarutan, titik leleh, dan dikarakterisasi dengan spektrofotometri FTIR dan 1H-NMR yang selanjutnya akan dilakukan uji antijamur terhadap jamur C. albicans. Hasil sintesis senyawa CDMFKPD diperoleh padatan berwarna cokelat dengan rendemen 75,30 %, terdapat satu noda pada KLT, larut dalam kloroform. Titik leleh diperoleh 220–225℃. Hasil analisis FTIR senyawa CFMDKPD adanya serapan tajam gugus karbonil ester pada 1735,93 cm-1 dan jembatan metin puncak kuat dan melebar dari gugus hidroksi pada 3471,87 cm-1 yang dapat diartikan kedua senyawa hasil sintesis telah terbentuk. Hasil analisis 1H-NMR diperoleh senyawa CDMFKPD terdeteksi pada sinyal δH 5,55–5,63 ppm dan terdeteksinya sinyal gugus sinamat pada sinyal δH 6,17 – 6,23 ppm. Hasil pengujian antijmur diperoleh yaitu senyawa CDMFKPD nilai MIC yang diperoleh 250 μg/mL dengan persen penghambatan masing-masing 60 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa senyawa CDMFKPD memiliki potensi sebagai agen antijamur. | Candidiasis or candidosis is an inflammation caused by the fungus Candida albicans. This study uses the compound C-3,4-dimethoxyphenylcalyx [4]pirogalaril dodecasinamat as an alternative to antifungal drugs on C. albicans. The purpose of this study was to synthesize and characterize the compound C-3,4-dimethoxyphenylcalyx[4]pyrogalaril dodecasinamate and determine the antifungal activity against the fungus C. albicans based on its MIC value. The synthesis of compounds was carried out with two reaction stages including the synthesis of kaliks[4]pyrogalolarene derivative compounds and O-synthamylation of kaliks[4]pyrogalolarene compounds. The synthesized compounds were analyzed by KLT, solubility test, melting point, and characterized by FTIR and 1H-NMR spectrophotometry which will then be tested for antifungal against the fungus C. albicans. The results of the synthesis of CDMFKPD compounds obtained brown solids with a yield of 75,30%, there is one stain on KLT, soluble in chloroform. The melting point is 220-225℃. The results of FTIR analysis of CFMDKPD compounds showed a sharp absorption of carbonyl ester groups at 1735.93 cm-1 and a strong and widened peak methine bridge from hydroxy groups at 3471.87 cm-1 which can be interpreted that the two synthesized compounds have been formed. The results of 1H-NMR analysis obtained CDMFKPD compounds detected in the signal δH 5.55-5.63 ppm and the detection of cinnamic group signals in the signal δH 6.17 - 6.23 ppm. The antifungal test results obtained are CDMFKPD compound MIC value obtained 250 μg/mL with a percent inhibition of 60% each. These results indicate that CDMFKPD compounds have potential as antifungal agents. | |
| 42275 | 45640 | A1F020039 | Perubahan Nilai Tanin dan Protein serta Pengujian Sensori Minuman Kombucha Daun Kelor Berdasarkan Konsentrasi Bubuk Daun dan Waktu Fermentasi | Tanaman kelor merupakan tanaman yang kaya akan nutrisi dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Daunnya merupakan sumber nutrien seperti protein, vitamin, mineral, dan fitonutrien seperti karotenoid, polifenol, flavonoid, alkaloid, dan tanin. Keberadaan tanin sebagai senyawa antigizi menjadi salah satu kelemahan dalam pengolahan daun kelor. Tanin dapat menurunkan daya cerna protein, sehingga tingkat absorpsi di dalam tubuh untuk komponen gizi tersebut menjadi rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengolahan daun kelor lebih lanjut untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan yaitu dengan mengolahnya menjadi minuman kombucha yang difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bubuk daun kelor dan waktu fermentasi terhadap karakteristik kimia kombucha daun kelor, mengetahui perubahan kadar tanin dan kadar protein terlarut kombucha daun kelor selama fermentasi, serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik kombucha daun kelor berdasarkan karakteristik sensori. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi bubuk daun kelor (K) yang terdiri dari konsentrasi 1% (K1); 1,3% (K2); 1,6% (K3); serta waktu fermentasi (F) yang terdiri dari 4 hari (F1), 8 hari (F2), 12 hari (F3). Variabel yang diamati terdiri dari variabel kimia (nilai pH, kadar tanin, kadar protein terlarut) dan variabel sensori (warna, aroma, kemanisan, bitterness, keasaman, dan tingkat kesukaan). Data variabel kimia dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test pada taraf kepercayaan 95%. Data variabel sensori dianalisis menggunakan uji friedman dan penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi bubuk daun kelor yang digunakan dapat meningkatkan kadar tanin, kadar protein terlarut, dan nilai pH kombucha daun kelor. Semakin lama waktu fermentasi berlangsung dapat menurunkan kadar tanin dan nilai pH kombucha daun kelor, sebaliknya dapat meningkatkan kadar protein terlarut kombucha daun kelor. Perubahan kadar tanin terbesar dihasilkan oleh kombucha perlakuan konsentrasi bubuk daun kelor 1,3% dengan waktu fermentasi 12 hari (K2F3) yang mengalami penurunan sebanyak 0,12%. Sedangkan perubahan kadar protein terlarut terbesar dihasilkan oleh kombucha perlakuan konsentrasi bubuk daun kelor 1% dengan waktu fermentasi 8 hari (K1F2), yaitu mengalami kenaikan sebanyak 0,18%. Perlakuan terbaik kombucha daun kelor berdasarkan karakteristik sensori diperoleh pada perlakuan konsentrasi bubuk daun kelor 1% dan waktu fermentasi 4 hari (K1F1). Karakteristik sensori dan kimia kombucha tersebut yaitu memiliki tingkat kesukaan disukai (3,77); rasa manis (3,50); rasa agak asam (2,77); rasa tidak pahit (1,87); aroma khas kombucha (3,70); warna kuning (1,10), kadar tanin 0,07%; kadar protein terlarut 0,70%; dan nilai pH 3,56. | Moringa plant is a plant rich in nutrients and has many health benefits. The leaves are a source of nutrients such as protein, vitamins, minerals, and phytonutrients such as carotenoids, polyphenols, flavonoids, alkaloids, and tannins. The presence of tannins as anti-nutritional compounds is one of the weaknesses in processing Moringa leaves. Tannins can reduce protein digestibility, so the level of absorption in the body for these nutritional components becomes low. Therefore, it is necessary to make further efforts to process Moringa leaves to overcome this problem. One method that can be used was by processing it into a fermented kombucha drink using a SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). This study aims to determine the effect of moringa leaf powder concentration and fermentation time on the chemical characteristics of moringa leaf kombucha, determine changes in tannin and soluble protein levels of moringa leaf kombucha during fermentation, and determine the best treatment combination of moringa leaf kombucha based on sensory characteristics. This research used a Randomized Group Design. The factors studied included the concentration of Moringa leaf powder (K), which consisted of a concentration of 1% (K1); 1,3% (K2); 1,6% (K3); as well as fermentation time (F) which consists of 4 days (F1), 8 days (F2), 12 days (F3). The variables observed consisted of chemical variables (pH value, tannin content, soluble protein content) and sensory variables (color, flavor, sweetness, bitterness, acidity, and level of liking). Chemical variable data were analyzed using analysis of variance and the Duncan Multiple Range Test at a confidence level of 95%. Sensory variable data was analyzed using the Friedman test and the best treatment is determined using the effectiveness index method. The results showed that the higher the concentration of moringa leaf powder used, the higher the tannin content, soluble protein content, and pH value of moringa leaf kombucha. The longer the fermentation time, the lower the tannin content and pH value of moringa leaf kombucha, while the higher the soluble protein content of moringa leaf kombucha. The largest change in tannin content was produced by kombucha treated with 1,3% moringa leaf powder concentration with a fermentation time of 12 days (K2F3), which decreased by 0,12%. Meanwhile, the largest change in soluble protein content was produced by kombucha treated with 1% moringa leaf powder concentration with a fermentation time of 8 days (K1F2), which increased by 0,18%. The best treatment of moringa leaf kombucha based on sensory characteristics was obtained in the treatment of 1% moringa leaf powder concentration and 4 days fermentation time (K1F1). The sensory and chemical characteristics of kombucha were having a preferred level (3,77); sweet taste (3,50); slightly sour taste (2,77); not bitter taste (1,87); typical kombucha flavor (3,70); yellow color (1,10), tannin content 0,07%; soluble protein content 0,70%; and pH value 3.56. | |
| 42276 | 45641 | A1F020053 | Optimasi Konsentrasi Ekstrak Bunga Kecombrang dan Maltodekstrin pada Pembuatan Yoghurt Bubuk Menggunakan Metode Simplex Lattice Design | Yoghurt merupakan minuman probiotik yang dihasilkan melalui fermentasi susu menggunakan bakteri asam laktat (BAL). Yoghurt memiliki aroma dan rasa khas yaitu asam. Sifat fungsional yoghurt dapat ditingkatkan dengan menambahkan ekstrak bunga kecombrang. Salah satu alternatif untuk meningkatkan umur simpan yoghurt yaitu dibuat menjadi bentuk bubuk melalui pengeringan. Maltodekstrin digunakan sebagai bahan pengisi (filler) dan bahan penyalut yang melindungi komponen pada bahan saat pengeringan menggunakan metode foam mat drying. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh mandiri konsentrasi ekstrak bunga kecombrang maupun konsentrasi maltodekstrin terhadap aktivitas antioksidan yoghurt bubuk, mengetahui kondisi optimum pada pembuatan yoghurt bubuk, serta mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan sensori yoghurt bubuk pada kondisi optimum. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan metode optimasi Simplex Lattice Design (SLD) menggunakan software Design Expert v.13. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi ekstrak bunga kecombrang pada taraf 2,5-7,5% dan konsentrasi maltodekstrin pada taraf 15-20%. Respon yang menjadi fokus penelitian adalah aktivitas antioksidan.Variabel uji karakterisasi meliputi kadar air, nilai pH, viskositas, total asam tertitrasi, total BAL, rendemen, waktu rehidrasi, serta pengujian sifat sensori yang meliputi warna, aroma, tekstur, rasa dan keseluruhan (Overall). Hasil pengujian aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan Design Expert v.13 dan hasil pengujian sensori yoghurt bubuk dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak bunga kecombrang dan maltodekstrin berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan yoghurt bubuk yang dihasilkan. Penambahan konsentrasi 7,5% ekstrak bunga kecombrang dan 15% maltodekstrin menghasilkan yoghurt bubuk dengan kondisi optimum dengan kadar aktivitas antioksidan 87,46±1,42%, kadar air 3,39±0,20%, pH 3,37±0,02, TAT 0,77±0,04%, total BAL 3,5 x 107±0,58 cfu/g, bubuk rendemen 31,76±0,47%, waktu rehidrasi 20±0,48 detik, dan viskositas 83±0,91 cP yang sesuai dengan SNI. Pada analisis sensori, konsentrasi ekstrak bunga kecombrang dan maltodekstrin berpengaruh terhadap warna tetapi tidak berpengaruh terhadap rasa, aroma, tekstur, dan kesukaan (overall). | Yoghurt is a probiotic drink produced through milk fermentation using lactic acid bacteria (LAB). Yoghurt has a distinctive aroma and taste, namely sour. The functional properties of yoghurt can be improved by adding torch ginger flower extract. One alternative to increase the shelf life of yoghurt is to make it into powder form through drying. Maltodextrin is used as a filler and coating material that protects the components of the material in drying using the foam mat drying method. This study aimed to determine the independent influence of kecombrang flower extract concentration and maltodextrin concentration on the antioxidant activity of powdered yoghurt, to know the optimum conditions for making powdered yoghurt, and to know the physical, chemical, and sensory characteristics of the resulting powdered yoghurt. This research method used a Completely Randomized Design (CRD) with the Simplex Lattice Design (SLD) optimization method using Design Expert v.13 software. The factors studied were the concentration of torch ginger flower extract at 2.5-7.5% and the concentration of maltodextrin at 15-20%. The response that is the focus of the study is antioxidant activity. Characterization test variables include water content, pH value, viscosity, total titrated acid, total LAB, yield, rehydration time, and sensory testing including color, aroma, texture, taste, and overall. The results of the antioxidant activity test were analyzed using Design Expert v.13 and the results of the sensory testing of yoghurt powder were analyzed using the Mann-Whitney test at the α level = 5%. The results showed that the concentration of torch ginger flower extract and maltodextrin affected the antioxidant activity of the yoghurt powder. The addition of 7.5% concentration of torch ginger flower extract and 15% maltodextrin produced yoghurt powder with optimum conditions with antioxidant activity levels of 87.46±1.42%, water content of 3.39±0.20%, pH 3.37±0.02, TAT 0.77±0.04%, total BAL 3.5 x 107±0.58 cfu/g, powder yield 31.76±0.47%, rehydration time 20±0.48 second, and viscosity 83±0.91 cP which are following SNI. In sensory analysis, the concentration of torch ginger flower extract and maltodextrin affects the color but does not affect the taste, aroma, texture, and preference (overall). | |
| 42277 | 45650 | A1G022007 | KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA KALISALAK KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS | Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang mengandung protein tinggi. Desa Kalisalak merupakan salah satu desa dengan produksi kedelai tertinggi di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada tahun 2022. Namun karena luas panen dan produksi mengalami fluktuasi sehingga akan berpengaruh terhadap kuantitas hasil produksi yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pendapatan usahatani kedelai dan pendapatan rumah tangga petani. Selain pendapatan dari usahatani kedelai, petani di Desa Kalisalak juga mempunyai sumber pendapatan lain yaitu dari kegiatan off farm dan kegiatan non farm. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan 1) Mengetahui besar pendapatan usahatani kedelai dan pendapatan rumah tangga petani di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen, 2) Mengetahui besar kontribusi pendapatan usahatani kedelai terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei melalui wawancara langsung kepada petani kedelai di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas sebanyak 44 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2024. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis penelitian ini menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan usahatani kedelai, total pendapatan rumah tangga, dan kontribusi pendapatan rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya usahatani kedelai sebesar Rp2.415.178 per 0,29 hektar per musim tanam atau Rp8.050.596 per hektar per musim tanam, dengan rata-rata pendapatan usahatani kedelai sebesar Rp1.463.684 per 0,29 hektar per musim tanam atau Rp4.910.318 per hektar per musim tanam. Sedangkan untuk rata-rata total pendapatan rumah tangga petani Rp27.311.141 per 0,29 hektar per tahun atau Rp60.278.672 per hektar per tahun yang didapatkan dari pendapatan on farm, pendapatan off farm, dan pendapatan non farm maka diketahui nilai kontribusi dari usahatani kedelai terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 5,36 persen. | Soybeans are one of the food commodities that contain high protein. Kalisalak Village is one of the villages with the highest soybean production in Kebasen Subdistrict, Banyumas Regency in 2022. However, due to the area of harvest and production, it will affect the quantity of production results which will ultimately affect the income of soybean farming and farmers' household income. In addition to revenue from soybean farming, farmers in Kalisalak Village also have other sources of income, namely from off farm activities and non -farm activities. So that this research was conducted with the aim of 1) Knowing the amount of soybean farming income and household income in Kalisalak Village, Kebasen District, 2) Knowing the amount of soybean income income to household income in Kalisalak Village, Kebasen District. The research method used was a survey through direct interviews with soybean farmers in Kalisalak Village, Kebasen District, Banyumas Regency, as many as 44 respondents chosen using simple random sampling techniques. Data collection was carried out in June to July 2024. Research was conducted by interview methods, documentation, and literature studies. This research analysis uses cost analysis, revenue, soybean farming income, total household income, and household income contributions. Based on the results of the study, it shows that the cost of soybean farming is IDR 2,415,178 per 0.29 hectares per planting season or IDR 8,050,596 per hectare per planting season, with an average soybean farming income of IDR 1,463,684 per 0.29 hectares per planting season or IDR 4,910,318 per hectare per planting season. Meanwhile, the average total income of farmer households is IDR 27,311,141 per 0.29 hectares per year or IDR 60,278,672 per hectare per year obtained from on-farm income, off-farm income, and non-farm income, it is known that the contribution value of soybean farming to household income is 5.36 percent. | |
| 42278 | 45639 | A1C020026 | PERBANDINGAN PERFORMANSI SISTEM KENDALI IKLIM MIKRO BERBASIS ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) DAN FUZZY LOGIC PADA PLANT FACTORY | Pertumbuhan penduduk diiringi berkurangnya lahan pertanian menjadikan diperlukannya upaya aplikasi teknologi di dunia pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian. Plant factory merupakan teknologi pertanian dengan konsep produksi tanaman di dalam ruangan dengan mengatur segala iklim yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh optimal. Penerapan algoritma fuzzy logic untuk pengaturan iklim mikro pernah dilakukan sedangkan adaptive neuro-fuzzy inference system (ANFIS) belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem kendali monitoring iklim mikro berbasis ANFIS dan fuzzy logic pada plant factory serta menganalisa perbandingan performansi penggunaan sistem kontrol ANFIS dan algoritma fuzzy logic. Penelitian terdiri lima tahap, yaitu perancangan skema sistem kontrol ANFIS dan fuzzy logic, perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, pengujian dan analisis data, serta membandingkan performansi dari kedua sistem kontrol. Data iklim mikro dari kedua sistem kontrol kemudian dianalisis untuk melihat performansinya dengan melihat nilai MAE (Mean Absolute Error). Analisis juga dilakukan dengan melihat grafik hasil running. Hasil penelitian menunjukkan plant factory dengan sistem kontrol ANFIS menunjukkan nilai MAE suhu sebesar 1,18oC dan 1,48oC serta MAE kelembapan sebesar 14,68% dan 12,48% sedangkan plant factory dengan sistem kontrol fuzzy logic menunjukkan nilai MAE suhu sebesar 1,68oC dan 1,60oC serta MAE kelembapan sebesar 13,02% dan 12,31%. Plant factory dengan sistem kontrol ANFIS memberikan performansi yang lebih baik pada pengaturan suhu berdasarkan nilai MAE yang didapatkan namun belum memberikan performansi yang bagus, baik menggunakan sistem kontrol ANFIS maupun menggunakan sistem kontrol fuzzy logic. | Population growth accompanied by the reduction of agricultural land makes it necessary to apply technology in agriculture in order to increase agricultural productivity. Plant factory is an agricultural technology with the concept of indoor plant production by regulating all the climates needed by plants to grow optimally. The application of fuzzy logic algorithms for microclimate regulation has been done while adaptive neuro-fuzzy inference system (ANFIS) has never been done. This research aims to create a microclimate monitoring control system based on ANFIS and fuzzy logic in the plant factory and analyze the performance comparison of using the ANFIS control system and fuzzy logic algorithm. The research consists of five stages, namely designing ANFIS and fuzzy logic control system schemes, designing hardware, designing software, testing and analyzing data, and comparing the performance of the two control systems. Microclimate data from both control systems were then analyzed to see their performance by looking at the MAE (Mean Absolute Error) value. Analysis is also done by looking at the graph of running results. The results showed that the plant factory with ANFIS control system showed MAE temperature values of 1.18oC and 1.48oC and MAE humidity of 14.68% and 12.48% while the plant factory with fuzzy logic control system showed MAE temperature values of 1.68oC and 1.60oC and MAE humidity of 13.02% and 12.31%. The plant factory with ANFIS control system provides better performance in temperature regulation based on the MAE value obtained but has not provided good performance, either using ANFIS control system or using fuzzy logic control system. | |
| 42279 | 45642 | A1D020080 | Pola Pertumbuhan Edamame terhadap Kondisi Kadar Air Tanah Berbeda | Edamame (Glycine max L. Merrill) termasuk komoditas menjanjikan di Indonesia. Peningkatan produksi harus diiringi menjaga kelestarian lingkungan melalui efisiensi penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik kritis penurunan kadar air tanah yang masih mempertahankan karakter pertumbuhan dan hasil edamame. Peneltian dilaksanakan di screenhouse experimental farm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada November 2023 – Maret 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun trifoliat. Hasil penelitian menunjukkan tanaman masih tumbuh dengan baik pada kondisi kadar air 80% kapasitas lapang, sama seperti kondisi 100% kondisi kapasitas lapang. | Edamame (Glycine max L. Merrill) is a promising commodity in Indonesia. Increasing production must be accompanied by maintaining environmental sustainability through efficient water use. This study aimed to determine the critical point of groundwater level decline that still maintains the growth characteristics and yield of edamame. The research was conducted at the screenhouse experimental farm of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from November 2023 to March 2024. The design used was a Non-Factorial Randomized Block Design (RBD) with 9 treatments and 3 replications. The variables observed were plant height, stem diameter, and number of trifoliate leaves. The results showed that the plants still grew well at 80% field capacity, similar to 100% field capacity conditions. | |
| 42280 | 45643 | L1C020009 | Identifikasi Molekuler dan Analisis Metabolit Ulva sp. dan Cladophora sp. di Pantai Karapyak, Pangandaran serta Potensinya sebagai Antibakteri | Ulva sp. dan Cladophora sp. merupakan salah satu komuditas rumput laut di Pantai Karapyak, Pangandaran. Penelitian perlu dilakukan mengingat potensi yang dapat dikembangkan dari rumput laut tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis senyawa metabolit, dan mengetahui potensi antibakteri Ulva sp. dan Cladophora sp. di Pantai Karapyak, Pangandaran. Identfikasi morfologi, anatomi, dan molekuler didapatkan spesies berupa Ulva lactuca dan Cladophora prolifera. U. lactuca memiliki query coverage sebesar 100% dengan similaritas 97,22%, sedangkan C. prolifera memiliki query coverage sebesar 100% dan similaritas 100%. Rumput laut kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dan MAE dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Hasil analisa metabolit menggunakan LC-HRMS didapatkan 584 node dari kedua rumput laut dengan 16 node diantaranya sudah terdereplikasi. Senyawa metabolit yang memiliki potensi antibakteri adalah cholesterol, sarmentoside B, ouabain, neomycin sulfate, dan erucamide. Ekstrak dilanjutkan uji antibakteri melalui metode difusi cakram pada E. coli K12, M. luteus ATCC4698, dan B. megaterium DSM32. Hasil uji didapatkan zona hambat yang tergolong lemah pada ketiga bakteri dengan nilai kurang dari 5 mm. | Ulva sp. and Cladophora sp. is one of the seaweed commodities at Karapyak Beach, Pangandaran. Research needs to be done considering the potential that can be developed from this seaweeds. This study aims to identify the species, analyze the metabolite compounds, and determine the antibacterial potential of Ulva sp. and Cladophora sp. at Karapyak Beach, Pangandaran. The morphological, anatomical and molecular identification showed Ulva lactuca and Cladophora prolifera as seaweed species. U. lactuca had a query coverage of 100% with similarity of 97.22%, while C. prolifera had a query coverage of 100% and similarity of 100%. Seaweed was extracted with maceration and MAE on n-hexane, ethyl acetate and methanol solvent. Metabolite analysis using LC-HRMS obtained 584 nodes from both seaweeds, with 16 nodes had been dereplicated. Cholesterol, sarmentoside B, ouabain, neomycin sulfate, and erucamide has antibacterial potential. The extract then continued with antibacterial testing with disc diffusion method on E. coli K12, M. luteus ATCC4698, and B. megaterium DSM32. The test results were in low category of inhibition zone with a value less than 5 mm. |