Artikel Ilmiah : A1G022007 a.n. ULUL AZMI AMALIA RAHAYU

Kembali Update Delete

NIMA1G022007
NamamhsULUL AZMI AMALIA RAHAYU
Judul ArtikelKONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA KALISALAK KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang mengandung protein tinggi. Desa Kalisalak merupakan salah satu desa dengan produksi kedelai tertinggi di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada tahun 2022. Namun karena luas panen dan produksi mengalami fluktuasi sehingga akan berpengaruh terhadap kuantitas hasil produksi yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pendapatan usahatani kedelai dan pendapatan rumah tangga petani. Selain pendapatan dari usahatani kedelai, petani di Desa Kalisalak juga mempunyai sumber pendapatan lain yaitu dari kegiatan off farm dan kegiatan non farm. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan 1) Mengetahui besar pendapatan usahatani kedelai dan
pendapatan rumah tangga petani di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen, 2) Mengetahui besar kontribusi pendapatan usahatani kedelai terhadap pendapatan
rumah tangga di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen.
Metode penelitian yang digunakan yaitu survei melalui wawancara langsung kepada petani kedelai di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas sebanyak 44 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2024. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, dokumentasi, dan studi literatur.
Analisis penelitian ini menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan usahatani kedelai, total pendapatan rumah tangga, dan kontribusi pendapatan rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya usahatani kedelai sebesar Rp2.415.178 per 0,29 hektar per musim tanam atau Rp8.050.596 per hektar per musim tanam, dengan rata-rata pendapatan usahatani kedelai sebesar Rp1.463.684 per 0,29 hektar per musim tanam atau Rp4.910.318 per hektar per musim tanam. Sedangkan untuk rata-rata total pendapatan rumah tangga petani
Rp27.311.141 per 0,29 hektar per tahun atau Rp60.278.672 per hektar per tahun yang didapatkan dari pendapatan on farm, pendapatan off farm, dan pendapatan non farm maka diketahui nilai kontribusi dari usahatani kedelai terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 5,36 persen.
Abtrak (Bhs. Inggris)Soybeans are one of the food commodities that contain high protein. Kalisalak
Village is one of the villages with the highest soybean production in Kebasen
Subdistrict, Banyumas Regency in 2022. However, due to the area of harvest and
production, it will affect the quantity of production results which will ultimately
affect the income of soybean farming and farmers' household income. In addition
to revenue from soybean farming, farmers in Kalisalak Village also have other
sources of income, namely from off farm activities and non -farm activities. So that
this research was conducted with the aim of 1) Knowing the amount of soybean
farming income and household income in Kalisalak Village, Kebasen District, 2)
Knowing the amount of soybean income income to household income in Kalisalak
Village, Kebasen District.
The research method used was a survey through direct interviews with soybean farmers in Kalisalak Village, Kebasen District, Banyumas Regency, as many as 44 respondents chosen using simple random sampling techniques. Data collection was carried out in June to July 2024. Research was conducted by interview
methods, documentation, and literature studies. This research analysis uses cost analysis, revenue, soybean farming income, total household income, and
household income contributions.
Based on the results of the study, it shows that the
cost of soybean farming is IDR 2,415,178 per 0.29 hectares per planting season or IDR 8,050,596 per hectare per planting season, with an average soybean farming income of IDR 1,463,684 per 0.29 hectares per planting season or IDR 4,910,318 per hectare per planting season. Meanwhile, the average total income of farmer households is IDR 27,311,141 per 0.29 hectares per year or IDR 60,278,672 per hectare per year obtained from on-farm income, off-farm income, and non-farm income, it is known that the contribution value of soybean farming to household income is 5.36 percent.
Kata kunciKedelai, Usahatani, Kontribusi
Pembimbing 1Indah Widyarini, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Syahrul Ganda Sukmaya, S.E., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman87
Tgl. Entri2024-08-19 08:56:49.850807
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.